Universitas Ciputra Surabaya Komitmen Siapkan Keberlanjutan Perusahaan Keluarga di Indonesia. beritajatim.com. 17 Februari 2024

Sumber:https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/universitas-ciputra-surabaya-komitmen-siapkan-keberlanjutan-perusahaan-keluarga-di-indonesia/

Universitas Ciputra Surabaya Komitmen Siapkan Keberlanjutan Perusahaan Keluarga di Indonesia

Reporter : Shohibul Anwar

Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra Surabaya melalui UC Family Business Center berkomitmen untuk terus menyiapkan keberlanjutan perusahaan keluarga di Indonesia.

Direktur UC Family Business Center Teddy Saputra menilai penting adanya keberlangsungan dan perkembangan perusahaan keluarga dalam konteks ekonomi. Mengingat, peran signifikannya pada perekonomian negara.

“Dengan 90 persen perusahaan di Indonesia adalah perusahaan keluarga, mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya bersedia tetapi juga mampu mengambil alih estafet kepemimpinan menjadi suatu prioritas,” ujar Teddy, Sabtu (17/2/2024).

Untuk menunjang keberlanjutan itu, UC Family Business Center menggelar talkshow dengan menghadirkan narasumber Komisaris Utama PT Samudra Indonesia Shanti L. Poesposoetjipto.

Teddy menjelaskan, bahwa dalam perusahaan keluarga, ada tiga aspek yang diwariskan kepada generasi penerus. Yaitu perusahaan sebagai harta, kepemimpinan perusahaan, dan pengetahuan dalam mengelola usaha.

“Di sini, UC Family Business Center memfasilitasi warisan pengetahuan, yang tidak hanya mencakup teori tapi juga pengalaman orang tua. Nantinya, penerus diharapkan dapat tidak hanya melanjutkan, tapi juga mengembangkan perusahaan,” terang Teddy.

Ia menambahkan, orang tua akan terlibat langsung dalam kuliah, dengan kehadiran wajib satu kali sebulan. Pihaknya juga menginstruksikan mahasiswa untuk mewawancarai orang tuanya dengan pertanyaan yang telah disiapkan.

“Hal ini bertujuan agar penerus memperoleh pengetahuan mendalam tentang perusahaan dan memperkuat hubungan dengan orang tua. Kegiatan ini akan berlangsung pada semester 4,” jelasnya.

Selanjutnya, lanjut Teddy, di semester 5 orang tua dan penerus akan bekerjasama untuk membuat sebuah project innovasi bersama. Sedangkan di semester 6, kesiapan penerus untuk mengembangkan perusahaan sesuai dengan nilai-nilai entrepreneurship orang tuanya menjadi penilaian utama.

Teddy berharap, melalui UC Family Business Center, perusahaan-perusahaan keluarga dapat berkelanjutan dan berkembang. “UC Family Business Center ini dirancang untuk mempersiapkan penerus yang tidak hanya mau, tapi juga mampu menjadi penerus perusahaan keluarga, dengan kemampuan untuk berinovasi dan mengembangkan usaha,” pungkas Teddy. [ipl/kun]

 

UC Family Business Center Siapkan Keberlanjutan Perusahaan Keluarga. lenteratoday.com. 17 Februari 2024

Sumber:https://lenteratoday.com/uc-family-business-center-siapkan-keberlanjutan-perusahaan-keluarga/

UC Bekali Mahasiswa untuk Teruskan Bisnis Keluarga. harian.disway.id. 17 Februari 2024

 

Sumber:https://harian.disway.id/read/763273/uc-bekali-mahasiswa-untuk-teruskan-bisnis-keluarga

UC Bekali Mahasiswa untuk Teruskan Bisnis Keluarga

“UC Family Business Center ini dirancang untuk mempersiapkan penerus yang tidak hanya mau tapi juga mampu menjadi penerus perusahaan keluarga. Tentunya dengan kemampuan berinovasi dan pengembangan usaha,” tandasnya. (*)

Siapkan Suksesi Bisnis Keluarga,UC Center for Family Business Ajak Orang Tua Ikut Talkshow di Kampus. surabaya.tribunnews.com. 18 Februari 2024

Suber:https://surabaya.tribunnews.com/2024/02/18/siapkan-suksesi-bisnis-keluargauc-center-for-family-business-ajak-orang-tua-ikut-talkshow-di-kampus

Siapkan Suksesi Bisnis Keluarga,UC Center for Family Business Ajak Orang Tua Ikut Talkshow di Kampus

Minggu, 18 Februari 2024 16:05 WIB

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy

SURYA.co.id | SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) Surabaya serius menggarap UC Center for Family Business sebagai konsentrasi perkuliahan untuk mempersiapkan suksesi bisnis keluarga.

Hal ini dilakukan lantaran menyiapkan penerus bisnis keluarga bukan hal yang mudah.

Perbedaan zaman dan juga pola komunikasi antar keluarga yang kurang, kerap membuat bisnis keluarga tidak dilanjutkan oleh penerusnya.

Untuk memperkuat program ini, UC mengundang 150 orang tua yang merupakan para pengusaha Family Business agar menyamakan pemikiran terkait perkuliahan untuk menyiapkan penerus usaha keluarga ini.

Achmad Muhaimin, pemilik Bebek Sinjay turut hadir mendampingi anaknya yang sudah memasuki semester empat di Universitas Ciputra.

Dikatakan Muhaimin dalam berbisnis, berpikir kreatif dan berani mengambil tantangan serta gigih menjadi modal usaha yang ia perlihatkan pada anaknya.

“Saya ingin anak saya bisa mempelajari bisnis dengan berkuliah. Kalau saya tidak kuliah, belajarnya dari pengalaman,” ungkapnya saat berbagi pengalaman dalam sesi sharing bersama orang tua sebelum talkshow  yang menghadirkan Shanti L Poesposoetjipto, Komisaris Utama PT Samudra yang juga generasi senior Family Business.

Selain sharing kiat mengelola bisnis, dalam sesi ini para mahasiswa juga diminta aktif meminta kita bisnis pada pemilik usaha lain yang merupakan orang tua rekan mereka.

Director UC Center for Family Business,Teddy Saputra mengungkapkan program ini merupakan upaya untuk mempersiapkan generasi penerus dalam bisnis keluarga yang cukup banyak di Indonesia.

“Setiap keluarga tentu punya cara yang berbeda-beda. Oleh karena itu suseksi Family Business harus belajar dari pengalaman banyak orang pelaku family business,” ujarnya.

Acara ini,lanjutnya, merupakan pertemuan pertama bagi orang tua dari mahasiswa semester empat yang memilih peminatan Family Business.

Teddy menjelaskan bahwa dalam agenda ini orang tua akan dijelaskan perannya dalam pembelajaran dari semester 4,5 dan 6, di mana orang tua akan terlibat langsung dalam perkuliahan.

“Dalam Family Business ada 3 type hal yang diwariskan pada suksesi yaitu  Harta, Kepemimpinan Perusahaan, dan Ilmu dalam menjalankan usaha tersebut. UC dalam hal ini UC Center for Family Business ini memfasilitasi suksesi untuk mewarisi Ilmu yang tidak hanya pengetahuan namun juga pengalaman orang tua. Pada saatnya nanti suksesi akan mampu melanjutkan Perusahaan bahkan mengembangkan perusahaan tersebut,” terang Teddy.

Dalam kuliah ini, orang tua terlibat langsung seperti wajib hadir dalam kelas sebulan sekali.

Selain itu, pengajar akan menginstruksikan agar mahasiswa melakukan wawancara ke orang tua masing-masing dengan pertanyaan yang sudah disiapkan dengan tujuan suksesi mendapat pengetahuan tentang perusahaan dan juga mempererat relasi dengan orang tua.

“Proses ini dilakukan sepanjang semester empat. Nah di semester 5 orang tua dan suksesi akan diajak untuk mengikuti kegitan. Dimana goalnya adalah adanya inovasi dalam perusahaan atau bahkan buat Perusahaan yang baru sebagai pengembangan. Pada semester 6 suksesi akan terlihat kesiapannya untuk terjun di Perusahaan orang tua,” imbuhnya.

Teddy berharap melalui UC Center for Family Business ini Perusahaan Family Business mampu berlanjut bahkan berkembang.

“Konsep dari UC Center for Family Business akan mempersiapkan suksesi yang tidak hanya mau namun juga mampu sebagai penerus Perusahaan keluarga atau Family Business bahkan bisa melakukan banyak inovasi dan pengembangan,” pungkas Teddy.

 

 

 

Gandeng Universitas Ciputra, Pemkot Surabaya Bertekad Digitalisasi UMKM. mili.id. 7 Februari 2024

Sumber:https://mili.id/baca-7854-gandeng-universitas-ciputra-pemkot-surabaya-bertekad-digitalisasi-umkm

Gandeng Universitas Ciputra, Pemkot Surabaya Bertekad Digitalisasi UMKM

Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya bersama Universitas Ciputra (UC) menggelar diskusi publik bertajuk ‘Membangun Kemampuan Digital UMK yang Berdaya Saing dan Inklusif di Daerah’ acara yang juga dihadiri beberapa pelaku UMKM ini digelar di ruang theater (A713) UC Main Building Lantai 7, Rabu (07/02/2024).

Koordinator Studi UC, Aria Ganna Henryanto mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama pihaknya untuk eksplorasi networking dalam memajukan UMKM di Surabaya lewat digitalisasi.

“Kami bekerja sama selain dengan Pemkot juga CSIS dan Tokopedia, yang kami kerjakan untuk melakukan studi untuk kepentingan ketiganya dalam memetakan UMKM di Surabaya kemampuan digitalnya seperti apa,” katanya.

Pemkot Surabaya sendiri sudah menetapkan target mendorong 30 juta UMKM untuk go digital pada tahun 2024. Ini didasari dengan kontribusi UMKM sekitar 61,9 persen terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional pada 2023 lalu.

Hal itu sangat disayangkan oleh Aria, menurutnya saat ini pemberdayaan teknologi digital masih tertinggal dari perkembangan dan peningkatan akses teknologi. Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2022 menunjukkan, pemanfaatan produktif teknologi digital masih rendah, bahkan di daerah dengan infrastruktur atau literasi digital yang baik.

“Audiensi hari ini tidak hanya mahasiswa, tetapi UMKM juga. Kami menyampaikan temuan kami, PR nya banyak. Mereka (UMKM) punya orientasi offline base, ketika pandemi mereka mulai beradaptasi tapi ketika sudah normal kembali lagi,” tambahnya.

Aria menegaskan, untuk melakukan digitalisasi terhadap UMKM diperlukan mindset yang tak pernah puas. Mereka memang dituntut untuk kreatif. Sehingga, pelaku UMKM ini harus selalu diberi pendampingan untuk terus tumbuh dalam dunia digital.

“Seharusnya never ending learning kalau online itu. Kalau mindsetnya cepat puas, ya enggak bisa. Culture di Surabaya lebih suka ke mal cangkruk, melakukan penetrasi di online itu kurang nyaman. Itu tidak bisa dibiarkan, kami create diskusi publik untuk melakukan pelatihan kepada mereka,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkopdag Kota Surabaya, Farida Fitrianing Arum menambahkan, Pemkot Surabaya telah bertekad melakukan pendampingan terus menerus terhadap pelaku UMKM.

“Kami di setiap kecamatan punya pendamping. Mereka yang dekat dengan teman-teman UMKM butuhnya apa? Kami sampaikan keluhannya. Kenapa gak tertarik sama online? Pendampingan itu kami juga kasih inside bahwa jangan cepat puas,” tambahnya.

Data yang dihimpun Dinkopdag Surabaya, kurang lebih 106 ribu UMKM di Surabaya. Dari data tersebut masih banyak yang memasarkan produknya secara offline.

“Kami sudah melakukan pendampingan sampai turun ke lapangan, bahkan sampai ke rumahnya. UMKM di Surabaya dinamis, bukan hanya produksi barang dan Industri rumah tangga, toko kelontong dan PKL (Pedagang Kaki Lima) itu kategori usaha mikro,” paparnya.

Sehingga, pihaknya merasa perlu menggandeng mahasiswa yang dirasa memiliki pemikiran update untuk kolaborasi dan sinergi untuk memecahkan persoalan tersebut.

“Kami butuh teman- teman kampus memberikan inside baru, kami sandingkan dengan pemerintah dan jalan pendampingan karena mahasiswa punya pemikiran yang jauh lebih update,” pungkasnya.

Menaker Apresiasi PMI Singapura, MTM dan Universitas Ciputra Gelar Wisuda. 6 Februari 2024

Sumber:https://www.indoposnews.id/menaker-apresiasi-pmi-singapura-mtm-dan-universitas-ciputra-gelar-wisuda/?fbclid=IwAR1R3F8LnGKoI10hQtRq5dF4rqGGniEFTr8iuMTyrNMdYEeDWZ3IrjZeRKw

Menaker Apresiasi PMI Singapura, MTM dan Universitas Ciputra Gelar Wisuda

Indoposnewsid_Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengapresiasi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Singapura yang mengisi hari liburnya dengan kegiatan belajar enterpreneurship. Program itu digelar Media Transformation Ministry (MTM) Development Program dan Univeriversitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC).

Setiap tahun ada ratusan PMI mengikuti program tersebut. Kali ini, wisuda digelar MTM di Nanyang Technological University, Singapura, Minggu (4/2/2024).

Menurut Menaker, memiliki skill atau keterampilan merupakan suatu modal yang sangat penting bagi siapa pun dalam menghadapi perubahan di dunia kerja yang dinamis.

“Pelatihan yang diikuti teman-teman pekerja migran ini penting karena dapat menjadi bekal kebekerjaan atau membuka usaha setelah nanti kembali ke Indonesia,” kata Menaker.

Menaker mengatakan agar PMI yang  mengikuti kelulusan untuk terus berlatih dan menerapkan hasil dari latihannya agar tidak lupa dan menjadi berkembang. Bersahabat atau bertemanlah dengan peserta pelatihan lainnya, karena dengan begitu memungkinkan sama-sama mempunyai niat dan visi yang sama. Siapa tahu nanti bisa jadi teman diskusi dan partner membangun usaha di tanah air.

Menaker juga mengapresiasi MTM Development Program atas kepeduliannya terhadap PMI.Memiliki komitmen penyelenggara untuk memberikan peningkatan kapasitas kepada pekerja migran.

Begitu juga kepada para volunteer yang berkorban waktu, ilmu, tenaga pada hari liburnya untuk mengajar pekerja migran.

Selain itu, program belajar entrepreneurship tersebut diikuti PMI untuk bekal masa depan setelah kembali ke Indonesia.

Pembina program entrepreneurship UCEC Antonius Tanan mengatakan kegiatan tersebut untuk memberikan keterampilan dan pengetahuan kepada  PMI. Harapannya kelak mereka dapat membuka usaha baru di Indonesia selepas kontrak kerja selesai.Sesuai dengan harapan Ir Ciputra agar program itu dapat meningkatkan harkat dan martabat PMI.

Selain di Singapura program belajar entrepreneurship UCEC juga dilakukan untuk PMI Hong Kong. Khusus di Hong Kong mereka bergabung dalam kelompok belajar Buruh Migran Cerdas (BMC). Sejak program ini dilakukan 2011 lalu, sebagian dari mereka terjun menjadi entrepreneur ketika  kembali ke Indonesia.

“Dalam berbagai kesempatan pak Ciputra mengatakan para pekerja migran yang sudah dilatih dapat memberi inspirasi dan motivasi. Terutama untuk mengembangkan entrepreneurship di Indonesia,” kata Independent Commissioner PT.Ciputra Development Tbk itu.(yer)

Inilah Cara Ciptakan Budaya Berprestasi Ala Warek Universitas Ciputra Surabaya. beritajatim.com. 6 Februari 2024

Sumber:https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/inilah-cara-ciptakan-budaya-berprestasi-ala-warek-universitas-ciputra-surabaya/

Inilah Cara Ciptakan Budaya Berprestasi Ala Warek Universitas Ciputra Surabaya

Prof. Jenny Ungkap Rahasia Sukses Tingkatkan Budaya Berprestasi di Forum Wakil Rektor III Se-Jatim. zonasurabayaraya.pikiran-rakyat.com. 6 Februari 2024

Sumber: https://zonasurabayaraya.pikiran-rakyat.com/surabaya-raya/pr-1857687070/prof-jenny-ungkap-rahasia-sukses-tingkatkan-budaya-berprestasi-di-forum-wakil-rektor-iii-se-jatim?page=all

Prof. Jenny Ungkap Rahasia Sukses Tingkatkan Budaya Berprestasi di Forum Wakil Rektor III Se-Jatim

Timothy Lie – 6 Februari 2024, 19:00 WIB

ZONA SURABAYA RAYA – Universitas Ciputra Surabaya menjadi pusat perhatian pagi ini saat menyelenggarakan Forum Pimpinan Kemahasiswaan (FORPIMAWA) Jawa Timur.

Dengan kehadiran lebih dari 80 wakil rektor bidang kemahasiswaan se-Jawa Timur, acara ini menjadi ajang untuk berbagi praktik terbaik dalam meningkatkan budaya berprestasi di perguruan tinggi. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M., Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII, menekankan pentingnya memperkuat budaya prestasi di setiap tingkatan akademik.

“Saya berharap budaya prestasi harus masuk dalam kampus, fakultas, dan Prodi sehingga output outputnya adalah lulusan mampu menciptakan lapangan kerja,” ujarnya secara daring. Tema acara “Perguruan Tinggi berkarya, Mahasiswa berdaya, Indonesia jaya” menjadi fokus utama dalam sambutan Prof. Jenny Lukito Setiawan, Wakil Rektor bidang kemahasiswaan UC. Dia menyampaikan bahwa tantangan untuk perguruan tinggi adalah memberdayakan mahasiswa agar dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, sesuai dengan semangat Indonesia Jaya.
Prof. Jenny juga membagikan rahasia kesuksesannya dalam membangun budaya berprestasi, termasuk melalui program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa). Dengan fokus pada pengembangan kreativitas dan inovasi mahasiswa, serta kolaborasi lintas disiplin ilmu, program ini telah membantu mahasiswa UC meraih prestasi, bahkan mendapatkan dana hibah dari DIKTI. Selain itu, Prof. Jenny menekankan pentingnya pendekatan design thinking dalam mengatasi permasalahan, serta ruang kolaborasi yang dibutuhkan untuk mencapai solusi terbaik.

Hal ini sejalan dengan filosofi entrepreneurship yang ditanamkan oleh Universitas Ciputra, yang menekankan ekspresi diri, ekonomi sejahtera, dan empati kepada sesama. Dengan berbagi pengalaman dan praktik terbaik di Forum Wakil Rektor III Se-Jatim, harapannya adalah perguruan tinggi di seluruh Jawa Timur dapat menjadi lokomotif bagi kemajuan bangsa, melalui mahasiswa yang berprestasi dan berdaya.***