GBK dan GWK, Ikon Indonesia Zaman Now

Oleh Dewa Gde Satrya (Dosen Hotel & Tourism Business Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya)

 

Menyambut Asian Games XVIII pada Agustus mendatang, Gelora Bung Karno (GBK) direnovasi menjadi semakin megah dan spektakuler, mampu menampung 80.000 penonton, dengan jenis kursi singel seat, dapat diliat dam dapat menahan beban hingga 250 kg. Minggu (14/1), Presiden Jokowi meresmikan GBK yang akan menjadi venue pertandingan 45 negara uang berlaga di 44 cabang olahraga di Asian Games nanti.

Spesifikasi lain dari GBK adalah memilki penerangan 3500 lur lampu LED, terintegasi dengan tata suara 80.000 watt. Dengan sistem drainase antibanjir, jenis rumput berkualitas tinggi, zoysia matrella, serta alat penyiram otomatis, dipastikan GBK akan menjadi kebanggan Indonesia.

Ada dua keuntungan sekaligus terkait sport tourism, sebagai pemenang jelaslah membanggakan asal negara di kancah dunia, dan sebagai tuan rumaj menjadi momentum emas meraih devisa. World Tourism Day 2004 yang dipusatkan di Malaysia bahkan mengangkat tema “Sport and Tourism: two living forces for mutual understanding culture and the development of societies.”

Even wisata yang ditandai dengan kedatangan kontingen, atlet, suporter dan official yang bertanding, menjadi berkah bagi perekonomian nasional dari sektor turime bertema olah raga. Dengan begitu, dunia mengenal even olahraga tidak sebatas pertandingan antar negara, tetapi menyangkut gengsi sebagai tuan rumah, gengsi sebagai juara, pemahan lintas budaya, dan akhirnya mempromosikan persaudaraan di antara bangsa-bangsa.

Undang-undang Nomor 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mempertegas adanya unsur rekreasi (wisata) dalam olah raga. Maksud dari peundangan itu semakin gamblang manakala ada dampak ekonomis dari event olahraga yang juga menjadi event pariwisata.

Olahraga di satu sisi sebagai pintu masuk bagi sektor pariwisata untuk mendatangkan devisa dan menggerakkan perekonomian lokal (serta nasional) tempat event olahraga diselenggarakan. Di sisi lain, olahraga juga menjadi indikator martabat negara, baik itu negara yang ketempatan sebagai tuan rumah, maupun negara yang keluar sebagai jawara kompetisi olah raga antarnegara.

Produk populer sport tourism di antaranya, rafting, sailing, racing, surfing, diving, snorkeling, triathlon, golf, mountain bike, dan lari maraton 10K. Beragam jenis olahraga inilah umumnya dikolaborasikan sebagai event pariwisata. Sebagi contong, Tour de Singkara, Tour de East Java, atau Sail Banda.

Secara khusus, wisata olahraga melalui even-even olahraga berelas internasional, meskipundiadakan temporer, ditengarai sebagai motor pemicu peningkatan tarag ekonomi yang signigikan bagi tuan rumah penyelenggara. Arismundar (1997) menyatakan, pariwisata juga akan berkembang sampai ke wisata ilmu dan teknologi, serta wisata olahraga. Kebutuhan pariwisata dan olahraga dapat memicu bisnis baru, jasa dan produk baru. Di antaranya, jasa layanan tempat olahraga, perdagangan peralatan olahraga, dan terutama meingkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga.

Ikon dan landmarks zaman now

Taknya GBK yang bersolek, patung Garuda Wisny Kencana (GWK) juga akan selesai dibangun tahun ini. Dengan tinggi 75 meter dan lebar 64 meter, di dataran tinggi Jimbaran, Bali, patung iniakan menjadi yang tertinggi di dunia, mengalah Liberty. Patung GWK akan menjadi ikon baru bagi bali khususnya, menyambut World Bank-International Monetary Fund (IMF) Annual meeting di Bali pada Oktober 2018.

Pertemuan tersebut akan dihadiri 189 negara dengan delegaasi 17 orang terdiri dari menteri keuangan dan gubernur bank sentral, lembaga keuangan internasional, petinggi perusahaan, pengusaha kaya. Indonesia tercatat sebagai negara ASEAN keempat yan menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF dan Bank Dunia setelah beberapa negara di kawasan ASEAN lainnya yang sebelumnya telah menjad tuan rumah: Filipina tahun 1976, Thailand tahun 1991, dan Singapura 2006. Sebagai wajah Indonesia di dunia internasional, Asian Games dan World Bank-IMF Annual Meeting pastin menjadi intensi khusus na khusyuk bagi segenap warga Indonesia. Indonesia telah lama tidak menghasilkan karya masterpiece. Sejak era Hindu-Budha, Indonesia dikenal kaya dengan karya-karya sastra dan arsitektural yang mengartikulasikan sastra. Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, hingga candi-candi peninggalan kerajaan Kadiri, Singhasari dan Majapahit di Jawa Timur, karya lama di peradaban Indonesia. GBK dan GWK menjadi tanda penyemangat peradaban Indonesia zaman sekarang. Maknanya tidak sekadar bangunan, atau salah satu infrastruktur pendukung event bergengsi, tetapi lebih-lebih sebagai penand, kekhasan, bahkan pembeda bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di dunia.

Hal serupa dinyatakan Bill Baker (2007:92), beberapa variabel yang dapat digunakan dalam penentuan positioning suatu destinasi adalah kombinasi atau sinergi atas beberapa variabel yang dapat menjadi pembeda serta keunggulan bersaing suatu destinasi dengan destinasi lain. Yakni arsitektur dan design, atraksi wisata, iklim, sejarah dan kebudayaan, event, industri dan produk lokal, ikon dan landmarks, legenda dan mitos, lokasi dan akses, serta lingkungan dan masyarakat.

Ikon dan landmarks menjadi unsur penting dalam pembentukan ciri khas dan positioning secara khusus pariwisata Indonesia, dan secara luas menjadi cerminan jati diri, harga diri sebagai bangsa. Beberapa literatur menunjukkan adanya kesamaan penggunaan kata ‘ikon’ dalam ranah pariwisata dengan simbol dan ‘representatif’.

Beberapa ahli juga telah mengidentifikasi bahwa ikon dapat diterima oleh publik manakala memiliki asosiasi dengan sejarah dan budaya lokal (Tang et al., 2009). Pada akhirnya ikon menjadi pengikat emosional suat bangsa, yang dengannya akan ‘membakar’ semangat kecintaan seluruh warga bangsa kepada bangsa dan negaranya.

GBK dan GWK benar-benar membakar semangat dan cinta Tanah Air pada warga bangsa Indonesia zaman now. Semoga Asian Games XVII dan World Bank-IMF Annual Meeting sukses.

 

Sumber: Kontan27-Januari-2018.Hal19

Menikmati Waktu dengan Berwisata Solo

Siapa teman terbaik dalam perjalan? Diri sendiri. Segelinti orang-entah disertai rasa antusias atau waswas mengambil keputusan untuk berwisata sendirian. Untuk pulang dengan pengenalan lebih dalamakan diri sendiri dan cakrawala yang terbuka lebih luas untuk memandang dunia.

PEREMPUAN yang baru saja turun dari kapal itu merapat ke deretan warung makan di pantai Bunaken.Grazielle dari Italia. “Saya baru saja menyelam di Fukui Point. Beruntung sekali kalian, orang Indonesia. Tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk menikmati keindahan seperti ini,” katanya.

Sambil mengibaskan rambutnya yang masih basah dan lengket air laut, Grazielle bercerita, beberapa waktu belakangan ia pergi seorang diri dari negaranya, menjelajah pulau dan laut Indonesia. Bali, Pulau Komodo, Bunaken, dan sejumlah pulau lain disebutnya. Usianya 70 tahun.

Bepergian tunggal atau solo travelling kini menjadi pilihan yang kerap diambil para pelangcong. “Saya merasa lebih independen dengan bepergian seorang diri. Saya tidak bergantung pada siapa pun dalam pengambilan keputusan terkait perjalan ini. Lebih dari itu, ini menjadi momen berharga untuk mendengarkan kembali diri saya sendiri,” ujar Grazielle.

Usia yang matang juga bukan penghalang untuk bepergian seorang diri. Survei yang lansir Solo Traveler World bahkan menujukkan, 60 persen wisatawan solo adalah orang yang berusia di atas 50 tahun.

“Saya selalu merasa bugar setelah menyelam dan mengirup udara laut, kalau tidak ke mana-mana mungkin saya malah tidak bahagia,” tutur Grazielle sambiltertawa.

Banyak alasan yang mendorong orang untuk berkelana sorang diri. Sebagian kecil, seperti diungkapkan Grazeille, terhubung kebali dengan diri sendiri. Dirangkum dari sejumlah survei, para pelancong memutuskan bepergian endirian karena mereka memiliki waktu lebih banyak unutk berwisata ketimbang keluarga atau teman yang bsia mereka ajak, memiliki minat tertentu dalam berwisata, ingin belajar skill baru, dan ingin merasakan pengalaman budaya dari penduduk loka.

Kian diminati

Beberapa tahun belakangan, di lingkup global tren berwisata tunggal meningkat tajam. Persentasenya memang tak seberapa ketimgbang wisatan yang memiih bepergian bersama orang lain. Hanya 11 persen menurut situs web wisata G Adventure. Namun, jumlah ini pun sudah melonjak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sejak 2008, orang yang berwisata tunggal meningkat 234 persen.

Dibandingkan dengan laki-laki, wisatawan perempuan juga lebih tertarik perjalan berwisata seorang diri. Lebih dari 80 persen wisatawan solo juga memberikan banyak pengaruh positif.perjalan membuat kesadaran meningkat, mirip efek yang didapat dari bermeditasi. Hal ini menurunkan produksi hormon kortisool yang menyebakan stress. Ditambah lagi, kita memperoleh beragam pengalaman menyenangkan dari perjalanan. Bepergian sendirian juga melatih kita menjadi solutif. Dalam perjalanan, pelancong kadang-kadang bertemu kendala, entah tidak mendapati tempat menukar uang, terlambat mengejar jadwal bus atau kereta, komunikasi bedaa bahasa, tersesat dan sebagainya.

Apa un hambatannnya, kita akan mencari cara untuk memecahkan masalah tiu, yang bahkan tidak Anda sangka-sangka. Hal ini membuat kita lebih mudah beradaptasi dalam situasi baru dan percaa pada diri sendiri. Tertarik untuk berkelana seorang diri? [NOV]

Sumber: Kompas-Klasika.22-Januari-2018.Hal_.13

Langgam Wisata_Gara-gara Thomas Cook.Kompas.24 Januari 2018.Hal.28

Warna merah pada sebuah kalender selain pada hari Minggu seolah menyalakan sirine dalam kepala. Membangkitkan alarm pada jiwa petualang yang tengah “tertidur” pada hari-hari kerj. Warna meraj menjadi pertanda, saatnya untuk kembali mengatur agenda dan beravontur menju tempat tempat baru.

SEJAK pertengahan usia 20-an tahun, Mutiara (40) ruting mengagendakan jadwal bepergian. “Yang pasti, saya selalu membuat agenda birthday trip sebagai hadiah untuk diri sendiri. Ini di luar jadwal bepergian saya yang seringnya karena dorongan impulsif,” ujarnya. Ia menambahkan, adanya jadwal libur hari kejepit yang saat ini kerap dibagikan tepat menjelang akhir tahun amat membantu untuk segera mengunci tanggal.

Baginya, merayakan ulang tahun dengan berjalan ke suatu daerah baru menjadi hadiah terbaik. “makna perjalan buat saya dalam sekali, saya sendiri sulit menjabarkan dengan kata-kata,” ujarnya. Lebih kerap melakukan perjalanan solo, salah satu destinasi yang selalu berkesan baginya adalah saat mendatangi Timor Leste. “Saya pergi sendiri, tidak punya teman yang sudah pernah pergi ke sana untuk bisa kasi refrensi, jadi semuanya ya go with the flow aja. Dan, ternyata jadi salah satu perjalan paling berkesan. Saya memang biasanya pergi sendiri atau berdua teman. Enggak pernah rame-rame,” ujarnya sambil tersenyum.

Melakukan perjalanan sejatinya adalah insting alami yang dimiliki setiap manusia, dengan berbagai tujuan. Seperti pendapat Guyer-Freuler E dalam Volkwirtschaft (1939), kepariwisataan merupakan gelaja zaman yang didasarkan kebutuhan pergantian suasana, kesadaran akan keindahan, kesenagan, dan kenikmatan alam semesta, serta bertambahnya pergaulan berbagai bangsa sebagai hasil perkembangan perniagaan.

Fenomena peradaban

Manusia prasejarah terus berpindah tempat sebagai cara untuk bertahan hidup. Pada era klasik, bangsa mesir kuno dan yunani kuno biasa bepergian untuk mencari hiburan, pengalaman, dan relaksasi. Pada masa Romawi Kuno (300SM), infrastruktur bertambah dengan adanya jaringan jalan besar sepanjang 90 ribu kilometer dan 200 ribu kilometer jalan jalan pedesaan yang lebih kecil. Hal ini kian menyburkan tren perjalan berlibur.

Pada abad pertama, orang-orang Roma dengan penghasilan baik kerap bepergian ke pantai-pantai di daerah selatan atau di sekitar Mesir dan Yunani untuk relaksasi. Mereka juga mengawali gagasan pertama tentang liburan musim panas. Pada abad ke-12, mulai muncul konsep bepergian berdasarkan keseragaman kelompok (misalnya kelompok pelajar serdadu, peziarah, dan sebagainya). Perjalanan dengan tujuan studi juga meningkat.

Pada abad ke-16, tujuan orang melakukan perjalanan berwisatan lebih beragam. Misalnya, untuk memperoleh pendidikan, menandai berakhirnya masa anak-anak, dan mendapatkan pengakuan sosial. Dan pada abad ke 19, perjalanan mulai bergerak ke arah yang lebih inklusif, menyebar ke segala strata masyarakat.

Dari Inggris

Abad ke-19  yang ditandai dengan lahirnya revolusi industri melahirkan fenomena baru di masyarakat. Kelas pekerja lahir dengan berbagai tantangannya. Waktu kerja yang lama, tetapi upah kecil. Salah satu cara untuk mehibur diri adalah membenamkan diri pada alkohol yang juga tengah menjadi tren.

Thomas Cook jengah dengan fenomena candu alkohol yang banyak menjakiti kelas pekerja di inggris ini. Maslah-masalah sosial pun timbul karena pengaruh alkohol. Ia kemudian berpikir cara mengalihkan orang dari alkohol. Pada suatu hari, Cook mendengar ada semacam seminar anti-alkohol akan diselnggarakan di Loughborough, sekitar 30 kilometer dari Leicester, tempatnya tinggal. Ia pun mengatur rencana.

Ia mengajak warga Leicester mendatangi pertemuan itu. Perjalanan menuju Loughborough diaturnya dengan cermat. Warga yang ikut cukup membayar satu shiling, sudah termasuk tiket pulang-pergi dengan kerta, hiburan band, teh, dan kudapan. Hasilnya 500 orang mengikuti perjalan ini.

Perjalan ini dianggap sebagai gebrakan dalam dunia pariwisata. Inilah trip terorganisasi pertama di Inggris dan dunia, yang melibatkan peserta dalam jumlah besar. Perjalanan pada 1841 ini pun menjadi embrio munculnya biro perjalanan. Sejak gebrakan pertamanya itu, Cook mengatur perjalan menuju negara-negara tetangga seperti Paris, Swiss, Italia, Mesir, hingga Amerika Serikat.

Akhirnya pada 1865, Cook mendirikan biro perjalanan dan namanya didapuk sebagai bapak pariwisata modern.

Ia membuka peluang bagi kelompok masyarakat baru untuk  bisa mencicipi perjalanan bersenang-senang. Cook membuat perjalanan bagi kelompok pekerja dan kelas menengah ke bawah untuk berkesempatan mengeksplorasi dunia, yang sebelumnya hanya bisa diketahui dari buku bacaan. Pada 1872, Cook berkolaborasi dengan anaknya sehingga biro perjalannya berubah nama menjadi Thomas Cook & Son yang kini masih eksis dalam berbagai bentuk, meski bukan lagi berupa bisnis keluarga.

Kiprahnya menjadi titik awal hadirnya industri pariwisata yang kini kita kenal. Ia diakui telah membuka pintu bagi jutaan manusia mengeksplorasi wilayah dunia lain. Gara-gara Thomas Cook, Mutiara Anda, dia, mereka, dan lebih dari 2 juta manusia di dunia saat ini melakukan perjalanan berwisata ke seluruh penjuru dunia.[ADT]

Sumber: Kompas.24-Januari-2018.Hal.28

Panduan Berlibur_Terbuai Senja di Afrika Selatan. Kompas 25 Januari 2018.Hal.28

KEBUTUHAN akan rekreasi atau wisata tak pernah berhenti. Berbagai negara, bahakn benua, menjadi incaran wisatawan menggali lebih dalam atraksi wisata di dalamnya. Afrika Selatan, misalnya, salah satu negara tertua di Afrika ini layak dijadikan destinasi lantaran memiliki seabrek obyekwisata eksotis.

Tak hanya dikenal sebagai negara yang kaya akan bahan tambah seperti emas dan berlian, negara yang memiliki belasan bahasa resmi ini menyimpan segudang atraksi wisata yang patut dicoba. Di antaranya terdapat di kota administrasi atau pusat pemerintahan, Pretoria.

Di sana terdapat Monumen Voortrekker yang dibangun untuk mengenang perjuangan kaum kulit putih melawan kekuasaan Inggris. Saksi sejarah yang terletak tepat di sebelah selatan Pretoria ini berdiri kokoh dengan struktur granit yang bergitu memukau.

Menariknya lagi, monumen yang mulai dibuka untuk umum pada 16 Desember 1949 ini menampikan pemandangan unik di saat-saat tertentu, yang pengunjung bisa melihat sinar matahari menembs lubang kubah monumen kemudian mengarah tepat ke alatar yang terletak di tengan bangunan tersebut.

Setelah menikmati bangunan bersejarah tersebut, pengalaman wisata dapat dilanjutkan dengan mengunjungi istana presiden atau yang kenal dengan Union Building. Di istana bergaya arsitektur Renaissance ini, kita dapat menikmatik pemandangan kota dari ketinggian.

Mumpung masih berada di Pretoria, sempatkan bertandang ke Church Square yang merupakan alun-alun gerja yang dikelilingi oleh gedung-gedung pemerintahan yang digunakan pada zaman dahulu. Kunjungi pula patun Paul Kruger yang berditi kokoh dengan bahan dasar perunggu.

Resor dan taman Nasional

Rangkai kegiatan wisata Anda menuju Johannesburg yang menjadi salah satu pusat wisata negara tersebut. Di sana terdapat Sun City yang merupakan kawasan resor mewah yang berada di sisi barat lau Afrika Selatan. Wisatawan bisa menikmati beragam atraksi wisata memukau seperti dunia satwa dan tempat konservasi burung. Permainan air, dan desa budaya.

Hanya membutuhkan waktu sekitar dua jam perjalanan apabila kita menuju tempat tersebut dari Johannesburg. Jadim pasitkan Anda telah memasukkan obyek tersebut di jadwal perjalanan. Cuaca cerah tentu akan semakin mendukung untuk menghadirikan sensasi tersendiri kala berada di resor mewah itu.

Sementara , di sebelah barat laut Johannesburg juga terdapat atraksi wisata yang juga tak kalah memikat. Ya, di sana terdapat Taman Nasional Pilanesberg yang siap membuat Anda dan keluarga berdecak kagum. Obyek wisata yang dipenuhi dengan padang rumput dan lembah berhutan ini menawarkan Safari Game Drive, yanf Anda dapat mlihat dari dekat kehidupan hewan liar di alam bebas.

Senja

Menggunakan pesawat domestik, kita bisa merajut perjalanan menuju Victoria Falls atau Air Terjun Victoria. Di sana penghujung dapat menikmati suguhan menakjubkan, termasuk melihat pemandangan dari ketinggian. Tentu, kita akan terbua dengan suasana senja di kawasan air terjun yang berada di perbatasan antara Zambia dan Zimbabwe tersebut.

Tak hanya lam yang bisa dinikmati. Kehidupan penduduk asli di pedalaman kawasan tersebut juga layak diulik. Sebab itu, pastikan memori ponsel atau kamera Anda masih cukup utnuk merekam momen-momen indah.

Cape Town menjadi kota berikutnya yang tak boleh terlewatkan. Di kota pelabuhan tersebut kita bisa melakukan tur kota mengunjungi House of Parliament, The City Hall, Castle of Good Hope, dan Malay Quarter. Menariknya lagi, dengan menggunakan cable car, kita bisa melihat leoknya kota tersebut dari ketinggian.

Tergoda dengan eksotisme obyek-obyek wisata di Afrika Selatan? Segera jadwalkan liburan Anda dan keluar bersama ATS Vacation yang telah menyiapkan paket wisata menarik menuju benua tersebut. [*/BYU]

 

Sumber: Kompas.25-Januari-2018.Hal.28

Panduan Berlibur_Mengagumi Bangunan Bersejarah di Italia, Swiss, dan Perancis.Kompas. 25 Januari 2018.Hal.29

BERWISATA menjadi cara untuk mengapresisasi diri, “menyembuhkan” diri, hingga mewujudlkan impian. Eropa tampaknya masih menjadi benua terlaris sebagai destinasi wisatawan Indonesia.

Dari setumpuk daftar perjalanan, mengunjungi salah satu keajaiban dunia–salah satunya bangunan bersejarah–tampaknya menjadi pilihan yang paling menonjol. Berdasarkan survei yang dilakukan Booking.com yang memprediksi tren wisata 2018, hampir separuh pelancong sebanyak 47 persen akan mencentang pilihan ini dalam daftar perjalanan mereka pada tahun ini. Italia, Swiss, dan Perancis, misalnya, masih menjadi favorit.

Italia

Salah satu bangunan menakjubkan yang menjadi destinasi wisata ternama di negeri ini adalah katedral Duomo. Katedral ini merupakan katedral Katholik terbesar kedua di dunia. Bangunan yang telah bediri sejak 1892 ini memiliki 135 menara dan 3.200 patuh yang menghiasi atap katedral.

Katedral ini dikeanl juga dengan nama Katedral Milan. Katedral ini jgua merupakan katedral gothic terbesar di dunia. Katedral ini terletak di Piazza del Duomo. Dengan memiliki panjang hingga 157 meter, Katedral Milan mampu menampung sekitar 40.000 orang di dalamnya.

Piaza del Duomo merupakan alun-alun yang sarat akan perjalanan sejarah perkembangan kota Milan dengan Katedral Milan sebagai pusatnya. Tidak heran jika di kawasan ini terdapat pula berbagai bangunan bersejarah seperti patung Vittorio Emanuele, peruhaman Palazzon Reale, Museom Duomo, dan Museum of Contemporary Art.

Bukan hanya Katedral Milan, ada juga Teater La Scala yang menakjubkan. La Scala merupakan opera house yang telah berdiri sejak 1778. Bagi penggemar pertunjukan opera house yang mengidamkan pergelaran seni musik klasik kelas dunia, terasa “wajib” mengunjungi tempat ini. La Scala sebagai opera house yang telah menggelar ribuan pertunjukan dari artis-artis papan atas dunia ini memiliki jadwal pertunjukan yang relah diatur rapi dalam satu musim.

Pada awalnya, La Scala dikenal sebagai New Royal Theatre-Ducal alla Scala (Nuovo Regio Teatro alla Scala Ducale) dan mengelat pergelaran bertajuk  Europa Riconosciuta oleh Antonio Salieri merupakan komposer dunia yang kelasnya disandangkan dengan Mozart, bahkan dianggap menjadi saingan utama Mozart.

Swiss

Di Swiss terdapat Monumen Lion yang berupa patung singa. Tepatnya di Lucerne, patung ini merupakan hasil karya seni dari Bertel Thorvaldsen yang merupakan patung kehormatan demi mengingat para korban pembantaian pad 1972 di kala Revolusi Perancis dimulai. Patung ini melambangkan kegigihan dan keberanian para tentara Swiss demi menjaga istana Tuileries dari serangan tentara Revolusi Perancis.

Monumen Lion memiliki pemandangan yang cukup menarik. Disekitar area monumen, pengunjung bisa melihat danau kecil di depannya. Pepohonan rindang membuat suasana di sekitar monumen menjadi lebih sejuk dan cukup menarik. Jika musim semi tiba, suasana di sekitar monumen itu menjadi lebih menarik. Dedaunan Warna-warni dan air danau yang berwarna biru membuat pemandangan di sekitar monumen menjadi lebih indah.

Perancis

Negara yang menjadi Primadona dalam industri fashion ini rupanya juga memiliki kecantikan luar biasa akan bangunan-bangunan bersejarahnya. Tepatnya di Paris, kota ini memiliki keindahan bangunan-bangunan kuno yang masih tampak megah nan menawan. Perjalanan menyesap keindahan bangunan-bangunan bersejarah di kota ini dapat dimulai dari Arc de Triomphe.

Secara harafiah, Arc de Triomphe berarti busur kemenangan. Monumen peringatan tersebut memang sengaja dibangun untuk menghormati jasa La Grande Armée yang menang dalam pertempuran di Austerlitz pada 2 Desember 1805. Arc de Triomphe mulai dibangun 26 Februari 1805. Arsitek yang dipercaya sebagai kreator pembangunanArc de Triomphe bernama Jean Francois Chalgrin. Pembangunan monumen dengan tinggi 50 meter dan panjang 45 meter ini sempat terhenti ketika kekaisaranPerancis runtuh pada 1814 dan 1826. Namun, pada 1836 akhirnya Arc de Triomphe berhasil diresmikan oleh Raja Louis-Philippe.

Arc Triomphe bukan hanya bangunan sejarah bernilai artistik. Bangunan itu memiliki banyak patung yang menggambarkan peristiwa revolusi serta masa kekaisaran. Ada juga api abadi dan museum yang menyimpan berbagai hal terkait sejarah bangunan. Bagian atas bangunan menawarkan pemandangan Paris yang mengagumkan. Selain itu, pengunjungjuga dapat mengamati simbol patriotik untuk prajurit tidak dikenal yang gugur pada Perang Dunia I.

Semua wisata bersejarah yang menakjubkan ini dapat Anda kunjungi dan lihat langsung bersama Avia Tour. Dengan beragam paket wisata menarik, perjalan wisata impian Anda bukan sekedar angan-angan.[*/ACH]

Sumber: Kompas. 25 Januari 2018.Hal.29

 

Langgam Wisata_Indahnya Negeri Sakura. Kompas 25 Januari 2018.Hal.13

DUNIA ini ibaratkan sebuah buku. Kita dapat mengetahui isinya dengan baik apabila mau dan mampu melihat secara utuh, contohnya dengan melakukan perjalanan dari satu tempat lainnya. Jepang dapat dijadikan salah satu negara yang mewakili halaman-halaman tersebut untuk mengtahui betapa indahnya alam ini.

Ya, Jepang. Negara ini tak hanya andal menciptakan teknologi-teknologi mutakhir, tetapi juga piawai menyuguhkan sederet potensi wisata menggoda. Pemandangan alam, atraksi seni dan budaya, hingga peninggalan bersejarah akan membuat Anda terlena.

Awali perjalan aAnda di Negeri Sakura tersebut dengan mengunjungi tokyo untuk melakukan tur kota mengunjungi kuil Asakusa Kannon yang merupakan kuil Buddha dengan desain unik.

Selain mengunjungi kuil yang amat tersohor, kitabisa mewarnai kegiatan berlibur dengan berbelanja di Nakamise Street yang menawarkan berbagai hebis suvenir negera tersebut. Setelah puas berbelanja, abadikan diri Anda dan keluarga di Tokyo Sky Tree Tower yang juga tak kalah menariknya.

Yang juga tak boleh terlewat, nikmati indahnya bunga sakura yang menyambangi Ueno Park & Chidorigafuchi Park. Setelah tiu bois dirangkai denga kegiatan yang tak kalah seru, berbelanja di Shibuya serta melakukan sesi foto dengan patung Hachiko yang amat tersohor.

Wahana Permainan

Wahana-wahana permainan yang ada di Tokyo Diseysea juga patut dijajal. Permainan-permainan itu di antaranya Tower of Terror, Indiana Jones, Jouney to the Center of The Earth, Storm Raiders, serta pertunjukan teater Mermaid Lagoon.

Kawasan resor Kawaguchi juga tak kalah menggoda. Di sana, kita dapat berfoto dengan menggunakan pakaian ala Jepang, Yukata. Setelah itu, dapat dilanjutkan dengan mengujungi gunung yang sudah tidak asing lagi, Gunung Fuji.

Gotemba menjadi tempat menarik bagi mereka yang gemar berbelanja. Di sana terdapat Gotemba Factory Outlet yang menjaul barang-barang bermerek dengan harga “miring”, seperti Prada, Coach, Gucci, Burberry, Hugo Boss, dan Armani.

Kyoto dan Osaka

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Kyoto yang pernah dijadikan ibu kota negara tersebut. Anda dapat berkunjung ke kuil Buddha kiyomizudera. Selama di perjalanan menuju kuil itu, wisatawan bisa menikmati indahnyakota Kyoto dari ketinggian.

Rajut terus pengalaman wisata Anda menuju Osaka dengan menggunakan bullet train. Sesampainya di sana, kita bisa mengunjungi salah satupusat perbelanjaan yang terkenal, Shinsaibashi. Di sana terdapat berbagai macam produk busana, termasuk aksesori dan kosmetik.

Jangan lupa pula mengunjungi Osaka Castle Park untuk berfoto bersama dengan latar belakang indahnya bunga sakura. Kemudian mengujungi Universal Studio Japan untuk menikmati permainan-permainan canggih seperti The Wizarding World of Harry Potter, Spiderman, Shrek/Sesame Street 4D, Jurasic Park, dan Hollywood Ride.

Bagaimana, Siap melengkapi halaman-halaman hidup Anda dengan beravonturir ke Negeri Sakura? Segera daftarkan diri Anda pada Bayu Buana Travel Service yang telah menyiapkan paket wisata menuju negara tersebut.[*/BYU]

Sumber: Kompas 25 Januari 2018.Hal.13