Wisata Jepang dan Korea Selatan

JEPANG dan Korea Selatan adalah dua negara yang menjadi incaran wisatawan dunia, termasuk asal Indonesia. Selain alaminya yang indah, seni budaya yang beragam menjadi daya pikat tersendiri. Belum lagi ditambah gencarnya promosi pariwisata yang dilakukan kedua negara tersebut.

Lalu apa saja yang bisa dinikmati selama berada di kedua negara tersebut? Di Jepang, kita bisa memulai perjalanan wisata di Osaka, dengan mengunjungi Kastel Osaka yang berada di sisi barat kota. Di istana ini, wisatawan akan disuguhkan panorama kota dari ketinggian. Udara sejuk yang hadir tentu akan semakin membuat suasana kian mengesankan. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk mengabdikan diri Anda dan keluarga atau teman dekat selama berada di tempat ini.

Kota lain yang tak kalah menggoda adalah Kyoto. Di sini terdapat kuil Kiyomizu dan Fushimi Inari Shrine yang terkenal dengan ribuan gerbang torii. Kuil Kiyomizu merupakan salah satu kuil terkenal di Jepang dan merupakan warisan budaya duia UNESCO. Kuil yang terletak di dataran tinggi sebelah timur Kyoto ini begitu megah. Taman dan jalan menuju banguna tersebut juga amat mengagumkan.

Lanjutkan liburan Anda menuju Gujo Hachiman untuk membuat replica atau tiruan makanan yang tampak sempurna layaknya makanan sungguhan. Manfaatkan kesempatan ini karena sulit didapatkan di negara atau tempat lainnya. Perkampungan Shirakawago yang mendunia juga harus disambangi. Kawasan tersebut juga telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan peninggalan dunia.

Puas menikmati suguhan alam di Shirakawago, pengalaman wisata dapat dilanjutkan menuju Kastel Kanazawa dan Taman Kenrokuen yang memiliki pemandangan memukau. Ingin menikmati sensasi lainnya? Kunjungi kota Nanto untuk mengikuti perjalanan singkat bersama Shogawa River Cruise.

Tak hanya itu, Gunung Hotaka juga siap memanjakan diri Anda. Kita bisa menikmati dataran tinggi tersebut dengan menggunakakn ropeway. Sesampainya di ketinggian 2.156 meter di atas permukaan laut, wisatawan dapat menikmati pemandangan alam. Selepas terbuai keelokan alam, Anda dapat mengunjungi Takayama Sannomachi, Kawasan kota tua yang sangat menarik dan dapat dijadikan tempat untuk berbelanja.

Perjalanan dapat dilanjutkan menuju Gunung Fuji, gunung tertinggi di Jepang. Bagi penggila belanja, lanjutkan hobi belanja Anda dengan bertandang ke Gotemba Premium Outlet yang menyajikan sederet merek ternama dengan harga menarik.

Tokyo, selain dikenal sebagai ibu kota Jepang, tersohor dengan beragam kebolehannya. Kunjungi kota ini untuk bertandang ke kuil Asakusa Kannon. Lanjutkan menuju Taman Ueno untuk melihat bunga sakura yang indah bermekaran. Pusat perbelanjaan Shibuya yang terkenal dengan Patung hachiko dan Odaiba juga layak dikunjungi.

Korea Selatan

Korea Selatan juga tidak kalah eksotis dibandingkan Jepang. Wisatawan bisa menuju Incheon untuk membuat kimchi dan mengenakan pakaian tradisional Korea, hanbok. Dengan penerbangan domestik, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Pulau Jeju untuk melihat Dragon Head Rock, yaitu batu karang yang menyerupai kepala naga.

Obyek wisata lainnya yang patut dimasukkan ke dalam daftar kunjungan adalah Seongsan Sunrise Peak. Gunung berapi ini terdapat di ujung Pulau Jeju dan dapat dinikmati keindahannya dengan mendaki. Jangan lupa pula berkunjung ke Canola Farm untuk melihat indahnya bunga-bunga canola yang sedang mekar pada musim semi.

Ecoland menjadi objek wisata berikutnya yang wajib disapa. Di sana, kita bisa berkeliling dengan kereta untuk melihat pemandangan indah pepohonan, danau, dan taman. Anda juga bisa melihat kincir angin. Lalu Anda juga bisa melihat indahnya air terjun yang ada di pulau tersebut, yaitu Air Terjun Cheonjiyeon.

Pulau Nami tentu sudah tidak asing lagi. Tempat ini dijadikan lokasi pengambilan gambar film Winter Sonata. Abadikan diri di tempat ini dan sebarkan melalui media sosial, tentu Anda akan mendapatkan respons luar biasa dari teman-teman atau kerabat yang terhubung di jejaring sosial tersebut.

Setelah cukup beristirahat, lanjutkan pengalaman wisata dengan mengelilingi Gunung Seorak untuk mengunjungi Gwongeumseong Fortress dengan menggunakan cable car. Anda juga akan melihat Grand Bronze Buddha dan Kuil Shin heungsa. Lanjutkan mengunjungi Everland yang merupakan theme park terbesar di Korea Selatan.

Masih banyak atraksi wisata lainnya yang dimiliki Negeri Sakura dan Negeri Ginseng tersebut. Untuk menjawab rasa penasaran Anda, Avia Tour telah menyediakan paket wisata menarik dan special bagi Anda. [*/BYU]

 

Sumber: Kompas.8 Februari 2018.Hal 10

Sensasi Liburan di Benua Biru

EROPA masih menjadi target wisata yang menarik bagi wisatawan Indonesia. Benua Biru ini menjadi saksi perkembangan peradaban dunia modern yang membentuk dunia masa kini. Jejaknya dapat ditelusuri dari berbagai negara Eropa. Tak hanya warisan budayanya yang menarik, alamnya juga tak kalah memesona.

Simak, misalnya Roma. Di “ibu kota” dunia masa lalu ini terdapat aneka tempat indah, seperti Roman Forum, Sungai Tiber, dan Monumento Vittorio Emmanuele II. Jangan lupa untuk berfoto-foto di Colosseum atau Trevi Mountain. Setelah puas keliling Roma, Anda patut mengunjungi negara kecil di dunia yaitu Vatikan. Di sini terdapat gereja katolik terbesar di dunia yaitu Basilika St Petrus.

Dari Roma, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Pisa untuk melihat Menara miring Pisa, Baptistery, dan The Cathedral. Jika tertarik mengoleksi barang-barang bermutu dari bahan kulit, silahkan singgah di Leather factory “Pierotucci”.

Kota-kota di Italia memang sanggup membuat jatuh hati. Di kota berikutnya, Milan, Anda bisa berkunjung ke katedral bergaya gotik, Duomo. Sementara itu, Venesia menawarkan pesona kota yang tampak seolah mengambang di atas air. Sempatkan diri mengunjungi St Mark Squaare, St Mark Cathedral, Bridge of Sights, dan Doge’s Palace.

Dari Italia, saatnya melancong ke Swiss, Bermula dari Zurich, kita dapat melewati dan menikmati keindahan Danau Zurich dan keunikan Gereja Fraumunster, Gereja Grossmunster, serta Gereja Saint Peter yang merupakan gereja tua di kota ini dan masih berdiri megah hingga saat ini.

Simak pula Lucerne untuk mengunjungi Lion Monument, Chapel Bridge, dan Danau Lucerne. Selain itu, kota ini juga menyajikan banyak toko yang menjual cokelat, suvenir, hingga jam dengan berbagai merek terkenal.

Jangan heran apabila Anda ketagihan jika bertandang Eropa karena objek wisata yang dimiliki seolah tak akan habisnya.di Swiss, Anda dapat menikmati Gunung Titlis menggunakan kereta gantung (cable car). Perjalanan dapat dirajut menuju Rhine Falls di Schaffhausen yang merupakan air terjun terbesar di daratan Eropa Barat yang berada di Swiss.

Setelah Swiss, perjalanan bisa dilanjutkan ke Jerman, tepatnya di Frankfurt. Di salah satu kota pusat finansial di Eropa ini, wisatawan dapat mengunjungi Kota Tua, Gereja Katedrak Frankfurt, dan Romerberg Square. Di Kawasan Kota Tua, wisatawan dapat melihat banguna-bangunan khas Bavaria yang didominasi dengan warna kecokelatan. Sementara itu, Katedral Frankfurt merupakan bangunan keagamaan terbesar di kota itu. Gereja katolik Roma ini juga menjadi salah satu bangunan utama yang dijadikan simbol persatuan nasional, khususnya pada abad ke-19.

Pemberhentian berikutnya adalah Paris, Perancis. Di sini, tentu saja Anda wajib mengunjungi Menara Eiffel atau jalan paling terkenal yaitu Paris-Champ Elysees dan Invalides. Sebelum kembali ke Indonesia, jangan lupa kunjungi taman hiburan Disneyland.

Dari Perancis, beralihlah ke Belgia. Simak keindahan lanskap Belgia dengan tur berjalan kaki ke Kota Tua mengunjungi Grand Palace dan patung Manneken Pis. Jangan lupa untuk berbelanja cokelat dan waffle khas Belgia yang terkenal kelezatannya.

Persinggahan menarik berikutnya adalah Amstersam di Belanda. Di kota ini, Anda bisa mengunjungi antara lain Kota Tua Amsterdam (Damrak), Royal Palace, istana kerajaan Belanda yang dibangun pada abad ke -17, national Monument, Central Station, dan Dam Square, salah satu ruang public tenar di Belanda.Tentu saja Anda juga dapat meikmati kanal-kanalnya yang terkenal. Jangan lupakan berfoto dengan busana tradisional di Volendam.

Pada musim semi, atraksi menarik lainnya di seputar Belanda adalah berkunjung ke Lisse untuk menyimak festival bunga Keukenhof. Ini adalah kebun tulip seluas 32 hektar yang hanya dibuka setahun sekali selama dua bulan pada musim semi. Bagi pecinta bunga dan alam, kesempatan wisata ini tak boleh dilewatkan.

Jika tertarik berlibur ke negara-negara tersebut, segera atur perjalanan Anda bersama Bayu buana Travel Services. Pastikan Anda berkunjung ke semua destinasi idaman di Eropa Barat dan merasakan sensasinya. Demi kenyamanan perjalanan, jangan lupa juga untuk mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk asuransi perjalanan. Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Dengan tersedianya asuransi, Anda dapat berangkat dengan tenang. Selamat berlibur. [*/ACA]

 

Sumber: Kompas.8 Februari 2018.hal 10

Pesona Sakura,”Onsen”, dan Gunung Fuji

SIAPA yang tidak terpesona dengan keindahan bunga sakura. Bunga ini mampu menjadi “magnet” yang begitu kuat dalam menarik banyak orang dari banyak negeri untuk mengunjungi Jepang saat musim semi tiba. Musim ini merupakan periode bunga sakura bermekaran dan tradisi Jepang bernama hanami menjadi kegiatan khas yang dilakukan untuk menikmati keindahan mekarnya bunga tersebut.

Jepang menjadi rumah bagi lebih dari 200 varietas sakura dan varietas yang paling terkenal bernama Someiyoshino. Bunga ini telah ditanam sejak periode Meiji, yakni pada 1868. Sakura biasanya mekar pada pertengahan maret hingga pertengahan April. Akan tetapi, di Jepang ada satu tempat untuk kita bisa melihat skura pada Februari, satu bulan lebuh awal dari tempat lainnya.

Menikmati sakura lebih awal

Kawazu adalah nama tempat itu. Kota ini berada di Prefektur Shizuoka, sekitar 2 jam dari Tokyo dengan menggunakan kereta, yang menjadi satu-satunya tempat di negeri ini, saat sakura mekar pada awal Februari hingga awal Maret. Karena keunikan sakura di Kwazu merupakan varietas yang istimewa.

Pohon sakura di kawazu sebanyak 8.000 batang tumbuh di jalan sepanjang 4 kilometer. Bagi wisatawan yang tak ingin berdesak-desakan untuk menikmati musim mekar sakura di bulan populer, mendatangi Kawazu dapat menjadi pilihan yang tepat.

Selama Festival Bunga Sakura Kawazu berlangsung, yang tahun ini jatuh pada 10 Februari –  10 Maret, wisatawan dapat menikmati keindahan bunga ini dari pukul 6 sore hingga 9 malam. Selain itu, jangan lupa menikmati jajanan dan makanan local Kawazu, seperti ramen dan udon berwarna pink (seperti warna sakura). Setiap tahunnya diperkirakan 2 juta pengunjung datang ke Kawazu untuk menikmati momen istemewa ini.

Berendam air panas

Setelah menikmati momen indah ke Kawazu, kawasa Fuji-Kawaguchiko dapat menjadi destinasi wisata yang melengkapi pengalaman special di jepang. Kegiatan wisata yang tak bisa terlewatkan di kota ini adalah berendam air panas (onsen).

Onsen telah dikenal sejak era Kamakura dan Sengoku (abad ke-12 dan ke-17 masehi). Kala itu, berendam air panas alami dengan kandungan mineral dapat menyembuhkan luka-luka para samurai seusai bertempur. Demi keamanan, onsen dilakukan di lokasi terpencil.

Pada era Edo (abad ke-17-19), onsen mulai dilakukan public. Pada era Meiji, kegemaran masyarakat Jepang terhadap onsen kian tak terbendung. Dalam perkembangannya, onsen menjadi komoditas wisata dengan berbagai tujuan, tak hanya terapi kesehatan.

Onsen-onsen di Kawasan ini menduduki peringkat pertama sebagai destinasi wisata berendam air panas di Jepang. Bayangkan, ketika berendam air panas disuguhkan dengan pemandangan memukau dari Gunung Fuji.

Kawasan Fuji-Kawaguchiko merupakan Kawasan wisata nonkota paling terkenal di Jepang. Tercatat, lebih dari 6 juta wisatawan mendatangi kawasan ini tiap tahunnya. Fuji-Kawaguchiko meliputi area Gunung Fuji dan 5 danau, yakni Kawaguchi, Sai, Yamanaka, Shoji, dan Motosu.

Keindahan Gunung Fuji

Terletak di Pulau Honshu, dengan tinggi 3.776 meter di atas permukaan laut, Gunung Fuji (kadang disebut Fuji-san) adalah puncak tertinggi di dataran Jepang. Ketika musim dingin, puncak gunung ini bersalju yang membuatnya semakin terlihat kokoh tati tetap indah dipandang. Gunung ini adalah simbol dari Jepang. Gunung ini terletak di Prefektur Yamanashi yang berjarak sekitar tiga jam dari Tokyo.

Waktu dan tanggal yang diizinkan untuk mendaki gunung ini antara 1 Juli dan 28 Agustus. Biasanya dilakukan pada malam hari agar dapat mengejar pemandangan matahari terbit dari puncak gunung yang terkenal ini. Keindahan berbagai wisata di Jepang ini semakin lengkap dinikmati bersama ATS Vacations[*/ACH]

 

Sumber: Kompas.8 Februari 2018.Hal 11

Eropa Barat yang Terus Memikat

DESTINASI Eropa Barat masih terus menjadi promadona dalam peta jalur wisatawan asal Indonesia. Menyusurinya, waktu kadang seolah berhenti dengan sudut-sudutnya yang bernilai sejarah tinggi. Semua itu bersanding dengan derap modernitas dan keindahan alamnya yang selalu menimbulkan rindu untuk kembali lagi.

Musim semi menjadi salah satu momen utama yang dicari untuk menjelajahi Eropa Barat. Salah satu alasannya, tak lain karena adanya Keukenhof, pameran bunga tulip tahunan terbesar di dunia, yang rutin diselenggarakan di Lisse, kota kecil di selatan Amsterdam, Belanda. Tahun ini, Keukenhof berlangsung selama 22 Maret hingga 13 Mei 2018. Lebih dari ribuan jenis bunga tulip akan mekar pada musim semi kali ini di atas lahan seluas 32 hektar.

Perjalanan ke Amsterdam pun biasanya dilengkapi menuju kota nelayan Volendam untuk foto “wajib” dengan pakaian tradisional Belanda. Bisa juga menuju Zaanse Schans yang terkenal dengan kincir anginnya, melihat pembuatan keju dan klompen (sepatu kayu), serta semua produk khas Belanda. Kenali Amsterdam lebih jauh dengan mengunjungi Dam Square, pabrik pengasahan berlian, dan menelusuri kanal-kanal kota.

Dari belanda, perjalanan dilanjutkan menuju Brussels, Belgia, dan menyembangi ikon-ikon legendaris, seperti Manneken Pis, kota tua, dan Atomium Brussels.

Sehari di Brussels, rute berlanjut menuju Paris. Belum afdal jika tak menyempatkan diri berbelanja di kota mode dunia ini sehinggga Marne La Valle, salah satu outlet terkenal di Paris, bisa menjadi pemberhentian wajib. Selain itu, tentu saja menyambangi Menara Eiffel atau menuju Menara Montparnasse yang juga menawarkan panorama kota Paris dari ketinggian.

Rasakan aura kemegahan dan kemewahan kala berjalan-jalan di area Champs Elysees yang dipenuhi jajaran kafe, teater, dan toko barang mewah sambil menilik ikon-ikon bersejarah. Salah satunya, Grand Palais yang berdiri sejak 1897 dengan seni arsitektur yang begitu indah dan Petit Palais, sebuah museum seni yang berdiri sejak 1900.

Champs Elysees Avenue menghubungkan Place De La Concorde Square, alun-alun bersejarah yang dirancang sejak 1755 dengan Placa Charles de Gaulle tempat Arc de Triomphe berada. Champs Elysees juga terhubung dengan Les Invalides dan Menawa Eiffel berkat jembatan Pont Alexandre III yang membentang di atas Sungai Seine. Les Invalides merupakan kompleks bangunan yang diinisiasi oleh Louis XIV pada 1670 dan kini terdiri atas museum dan monumen yang terkait dengan sejarah militer Perancis. Di sini pulalah Napoleon Bonaparte dimakamkan.

Susuri Sungai Seine untuk menikmati sisi lain keindahan Paris dan tutup perjalanan di kota ini dengan menyaksikan pertunjukan Lido Cabaret Show. Dari Paris, perjalanan biasa dilanjutkan menuju negara penghasil jam tangan terbesar, yakni Swiss.

Zurich, sang ibu kota, memberi pengalaman unik berjalan-jalan menuju Engelberg untuk mengunjungi gunung salju abadi Mount Titlis. Nikmati keindahannya dengan menggunakan kereta kabel dari ketinggian 3.020 meter di atas permukaan laut. Keindahan alam lain yang ditawarkan adalah relief batu Lion Moniment yang dipahat oleh Lukas Ahorn pada 1820-1821 untuk memperingati para tentara Swiss Guard yang dibantai pada saat Revolusi Perancis 1792.

Dari Swiss, Italia menjadi lompatan selanjutnya. Tak hanya melihat langsung salah satu keajaiban dunia menara piring Pisa, Anda juga diajak berkeliling Roma dan mereguk setiap keindahan berbalut nilai historis tinggi di berbagai penjuru. Gereja terbesar di dunia Basilika St Petrus, Roman Forum, Colosseum yang merupakan stadion pertarungan gladiator pada masa Romawi Kuno, air mancur Trevi, Piazza Vanezia, dan Moniment Victor Emmanuel II adalah beberapa di antaranya.

Rute selanjutnya adalah Venesia untuk melihat St Mark’s Square dan katedral, Bridge of Sigh, Doge’s Palace, dan masih banyak lagi. Perjalanan 12 hari mengelilingi Eropa Barat ini biasa diakhiri di Milan, yang juga menjadi pusat mode dunia. Biro perjalanan Golden Rama menawarkan dua rute alternatif perjalanan berkeliling Eropa Barat, dengan menggunakan Qatar Airways melalui Doha dan Turkish Airways dengan melalui Istanbul. [*/ADT]

Sumber : Kompas 8 Febuari 2018 Hal 11

Para Pendamba Wisata Berkeadilan

Pariwisata di Kepulauan Seribu mendapat perhatian lantaran menjadi satu dari 10 destinasi wisata unggulan Indonesia. Namun, pelaku usaha di pulau khawatir tidak menikmati manisnya ekonomi wisata ini.

Angin laut mengibaskan rambut panjang Shando (23), Jumat (2/2), menjelang siang. Bule asal Afrika Selatan itu duduk bersama rekannya, Javid (24), di dek dekat haluan Kapal Motor Bisma II. Kapal tradisional itu mengantarkan menuju Pulau Tidung, Kabupaten Kepulauan Seribu.

Kapal menuju paling cepat 10 knot alias 18,52 kilometer per jam, tetapi embusan angin cukup kuat. Javid menikmati tiupan angin sambil tiduran, sesekali juga memejamkan mata.

“Oh, ini sudah setengah jam? Kok, saya tidak merasa,” ujar Shando. KM Bisma II bertolak pukul 08.30 dari Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. Pemandangan perairan Teluk Jakarta yang berkulauan ditimpa cahaya matahari, ditimpali kemunculan pulau-pulau seakan membesar ketika kapal menjauhi Kali Adem, membuat Shando lupa waktu.

Javid yang asal Azerbaijan menimpali, “Pemandangan seperti ini tak ternilai.” Ia langsung suka pada pendangan pertama. Keduanya sama sekali tak tahu tentang Kepulauan Seribu sebelumnya. Mereka memutuskan mengunjungi kawasan ini, dua hari sebelum berangkat, berdasarkan rekomendasi pengelola penginapan di Jakarta.

Sesampainya di Kali Adem, Shando menangkap kesan kumuh dari dermaga khusus penumpang itu. Namun, itu tidak jadi soal, selama seluruh sistem berjalan baik. Mereka berdua pun bisa berangkat dengan nyaman ke Pulau Tidung.

Bagi pemuda yang bekerja di perusahaan swasta di Beijing. China, ini tarif kapal tradisional ke Pulau Tidung Rp 50.000 per orang itu amat sangat murah. “Itu hampir gratis. Jadi, menakjubkan bagi saja,” ujar Javid.

Menempuh perjalanan 2,5-3 jam ke Pulau Tidung juga tidak masalah walau mereka bisa memilih kapal cepat yang menjanjian waktu tempuh satu jam dengan tarif hanya Rp 90.000 atau lebih mahal Rp 40.000 per orang. “Kami ke Indonesia mencari sesuatu yang berbeda. Jika naik kapal modern, apa yang berbeda?” ujar Shando.

Wisatawan mencanegara semaca Shando dan Javid inilah sedang digaet Pemerintah Provinsi DKI Jakarta lewat penetapan Kepulauan Seribu sebagai satu dari 10 destinasi unggulan. Ke-10 lokasi itu dipersiapkan menjadi Bali kedua.

Kepulauan Seribu ditargetkan mendatangkan 500.000 turis asing pada 2019. Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, baru 28.731 wisatawan mancanegara tahun lalu.

Cipratan ekonomi

Di tengah upaya menaikkan jumlah wisatawan mancanegara ke Kepulauan Seribu ini, pelaku usaha kapal tradisional resah. Mereka takut cipratan manfaat ekonomi tidak dirasakan.

Di anjungan KM Bisma II, di belakang Shando dan Javid menikmati belaian angin, sang nakhoda baru bertemu awak kapal lain. Kumis Mohamad Amin (50)-nama nakhoda itu- sempet terangkat ketika ia melempar senyum. Kumisnya turun lagi dan wajahnya memancarkan kesuraman.

“Ini saya habis hitung-hitungan sama ABK (anak buah kapal). Dapatnya Rp 3.5 juta,” ucapnya.

Mereka membawa 55 penumpang dari Kali Adem ke Pulau Tidung-padalah kapal berkapasitas 185 penumpang-berserta sejumlah jenis barang seperti sayur-mayur, beras, minuman kemasan dalam galon, dan mesin cuci.

Uang Rp 3,5 juta masih dikurangi uang operasional, yang kali ini menghabiskan Rp 3,4 juta. Alhasil, hanya ada Rp 100.000 yang bakal dibagikan di antara Amin dan empat ABK.

Dalam sebulan, Amin rata-rata mendapat Rp 1 juta dari menyetir kapal tradisional. Padahal, ia sebelumnya mampu meraup Rp 3,5 juta per bulan dan menjadi pencari nafkah tunggal. Sekarang ia mesti dibantu istri yang membuka warung di pulau, dengan pemasukan tambahan rata-rata 1 juta per bulan.

Penghasilannya berkurang drastis sejak kapal cepat yang serba modern beroperasi di Kali Adem untuk rute yang sama.

KM Bisma II dan kapal tradisional lain berbahan utama kayu. Kursi penumpang keras, berbahan serat plastik (fiber). Penyejuk ruangan hanyalah kipas angin besar, dibantu angin sepoi-sepoi dari luar.

Kepal cepat serba tertutup. Namun, embusan AC yang dingin bakal membuat penumpang betah. Kursinya pun empuk karena berlapus busa. Lama perjalanan Kali Adem-Pulai Tidung rata-rata 1 jam karena kapal cepat bisa melaju 22-23 knot (40,7-42,6 km per jam).

Saat ini baru satu kapal cepat untuk rute tersebut, yaitu Express Bahari 3B. Jadwal berlayarnya hanya hari Rabu dari Kali Adem ke Tidung, hari Kamis dari Tidung ke Kali Adem, dan hari Jumat-Minggu Kali Adem-Tidung pergi pulang.

Adapun kapal tradisional tersedia setiap hari dari kedua arah. Meski demikian, Amin hanya bisa berlayar sekali pergi pulang dalam 11 hari karena di Pulau Tidung ada 11 kapal tradisional yang bergiliran melayani penumpang rute itu.

Kebijakan pemerintah provinsi ditunggu. Para awak kapal tradisional mendamba kemajuan pariwisata yang berkeadilan: tidak hanya meningkatkan angka jumlah wisatawan, tetapi juga taraf hidup penduduk setempat.

Sumber : Kompas 6 Febuari 2018

Penulis : J GALUH BIMANTARA

Tanjung Kablet, Dunia Peselancar di Lombok

Penulis : KHAERUL ANWAR

Sepi membalut suasana Desert Point Tanjung Kablet, Dusun Bangko-Bangko, Desa Batu Putih, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (14/1). Sebagian besar penginapan tutup. Selain itu, jalan, pesisir, ataupun menara tempat fotografer dan peselancar memantau serta mengabadikan ombak jadi tempak lengang. Ini karena dari Januari hingga Mei merupakan masa sepi wisatawan.

Sayup-sayup terdengar suara ombak di antara deru mesin mobil Nissan Navara double cabin yang merembat mendaki jurang bebatuan menuju dessert point-obyek wisata berselancar yang oleh masyarakat disebut Tanjung Kablet, Minggu (14/1). Lokasi itu berada di wilayah Dusun Bangko-Bangko, Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, atau sekitar 75 kilometer arah tenggara Mataram.

Sang pengemudi, Ivan Juhandra, dari bagian Humas Balau Konservasi Sumber Daya Alam NTB, tampak tenang memilih jalan berbatu naik-turun sejauh dua kilometer yang masuk kawasan Taman Wisata Alam Bangko-Bangko, apalagi di beberapa titik jalan ini relatif sempit: cukup untuk satu mobil roda empat.

Suara “galuh” ombak semakin keras ketika tiba di pantai berpasir putih itu. Gulungan ombak beriringan dengan gelombang dari tengah laut mengempas buih ke pantai yang seaakan menghadirkan “musih alam”. “Ini (ombak) kecil Pak. Kalau bulan Juni, Juli, Agustus, dan September, ombak di sini setinggi rumah,” ujar Basri (25), pemandu wisata, warga Dusun Bangko-Bangko.

Hari itu ombak di semenanjung yang berhadapan dengan Samudra Indonesia itu tidak terlalu besar. Bagi yang awam mungkin sudah ciut nyalinya meski sekadar mandi atau berenang. Satu-dua warga lokal terlihat mencari kerang di pantau itu.

Puluhan penginapan sederhana berdinding gedek juga tertutup. Kondisi ini agak berbeda dari Juni hingga September ketika ombak semakin ganas yang memang dicari para peselancar untuk adu nyali.

Saat ramai kunjungan, Tanjung ini bagai “kampung turis” ramau oleh hilir mudik para bule. Mereka datang menumpang perahu motor dari Pantai Kute, Bali ataupun dari Mataram, ibu kota NTB, yang berjarak 75 kilometer ke pantai itu. Mereka menginap di penginapan sedergana milik warga bertarif Rp 150.000-Rp 300.000 per malam dengan pelayanan terbatar, kata Bahri, petugas TWA Bangko-Bangko.

Nama Tanjung Kablet yang melekat pada pantai itu, menurut Ahmad JD, pemerhati budaya Sasak, Lombok, berasal dari kata kablet yang berarti terpaksa atau tidak ada pilihan. Penamaan itu mengingat ratusan tahun silam lokasinya tersembunyi di balik kawasan hutan lebat dan sulit dijangkau.

Pada zaman dulu, untuk mencari air tawar, warga harus menempuh jalan pintas menyusur semenanjung Pantai Bangko-Bangko selagi air surut. Karena tempo air surut relatif singkat, warga harus memperhitungkan perjalanan pergi-pulang. Jika perhitungan perjalanan pulang meleset, warga dipaksa menginap semalam menunggu air laut surut.

Pantai ini berada tak jauh dari TWA Bangko-Bangko seluas 2.169 hektar yang menawarkan flora dan fauna, seperti ayam hutan, burung koakiu, raja udang, pohon biduri, dan pandan laut, sekaligus panorama Gunung Agung di Pulau Balu dari kejauhan. Masuk sekitar 1 km ke TWA akan di jumpai reruntuhan benteng dan meriam peninggalan penjajahan Jepang, atau bisa juga berjemur di Pantai Bangko-Bangko yang berair jernih dan berpasir putih.

Namun, bagi peselancar, bolehlah menikmati sensasi ketegangan dengan ombak pantai Tanjung Kablet alias Desert Point. Terlebih lagi International Surfing Association menempatkan desert Point di urutan ke-6 dari 10 pantai tujuan selancar dengan ombak terganas setelah Pantai Cycplos (Australia Barat), Teahupo O (Tahiti), Shipsterns (Tasmania), Dungeons (Cape Town, Afrika Selatan), Pipeline (Oahu, Hawaii). Kemudian ada The Cave (Eceira, Portugal), Lunada Bay (Califormia, AS), Gringos (Arica, Chile) dan Pantai Tarqua (Lagos, Nigeria).

Desert Point Tanjung Kablet dinilai mempunyai kekhasan : ombak kiri (left hand). Maksudnya, ketika berselancar, peselancar dan papannya hanya bisa meluncur ke sisi kiri. Ombaknya membentuk dinding cekung selama lebih 10 detik dan membentang sepanjang 300 meter. Tipe ombaknya yang berketinggian 3 meter tidak mudah pecah hingga ke tepian pesisir. Itulah momen yang sangat disukai para peselancar kaliber dunia.

Sumber : Kompas 5 Febuari 2018 Hal 23