Serunya Bertualang Secara ”Road Trip”.Kompas. 13 Desember 2017. Hal. 33 001

“Hal terbaikd ari sebuah petualangan bukanlah destinasinya, melainkan ‘hal-hal gila’ yang terjadi di sepanjang perjalanan tersebut.” Emma Chase.

Banyak orang sepakat dengan pendapat yang diutarakan penulis novel kenamaan AS itu. Meski semakin banyak opsi moda transportasi hadir memudahkan perjalanan wisata Anda, rood trip kini semakin digemari.

Dikenal memilliki istilah lain ground travel, road trip merupakan perjalanan darat yang ditempuh dalam jarak ratusan hingga ribuan kilometer. Dalam perjalanan yang panjang dan wakt yang lama, di situlah kita bisa menemukan esensi road trip.

Kelebiihannya antara lain keleluasaan menjelajah berbagai spot wisata dalam satu kali perjalanan. Tent saja, inilah yang mampu menyuguhkan sensasi wisata jadi bertambah seru.

Sekilas sejarah

Perjalanan road trip atau dikenal sebagai ground travel, bermula di Amerika pada era 1960-an. Kala itu, sejak industri kreatif menelurkan bermacam inovasi kendaraan, masyarakat di negeri Paman Sam berbondong-bondong menikmati musim panas dengan cara road trip.

Bisa dikatakan, salah satu pelopor perjalanan road trip adalah H Nelson Jackson dan Sewall K Crocker. Keduanya ditemani seekor anjing bernama Bud, melintasi perjalanan darat yang panjang dari San Francisci ke Ney York selama 63 hari, pada 1903.

Saat itu, perjalanan Jackson dan Crocker menghabiskan biaya hingga 8 ribu dollar AS untuk makan, bensin, penginapan, serta penggantian ban dan suku cadang. Petualangan yang dilakoni Jackson dan Crocker, menjadi pemicu munculnya beragam perjalanan penuh petualangan sembari menikmati musim panas di AS.

Selang enam tahun kemudian, Alice Ramsey dinobatkan sebagai pengemudi perempuan pertama yang mengarungi belantara daratan Amerika dengan mobilnya. Tak tanggung-tanggung, Ramsey membawa tiga penumpang perempuan dalam perjalanan 59 hari dari Manhattan menuju San Fracisco.

Semakin menyenangkan

Seiring bergulirnya waktu, industri otomotif terus menelurkan inovasi-inovasi canggih. Apalagi ditambah dengan infrastruktur yang semakin baik, niscaya perjalanan road trip akan semakin mudah dan menyenangkan.

Sharon Loh (25), travel blogger asal Jambi, menagku sudah menjajal road trip sejak beberpa tahun terakhir lalu. Di situ dia menemukan keseruannya.

“Ya kebetulan, road trip perdana sudah pernah saya geluti bersama suami, dulu semasa pacaran. Ketika itu, sebagai anak Jambi, kami berdua penasaran ingin menjajal tempat magang di Bali. Maka, nekatlah kami bernagkat dari Jambi membawa kendaraan pribadi untuk mencapai Pulau Dewata. Total 7 hari kami habiskan di jalan,” ucap Sharon bersemangat.

Karena Sharon sudah mengalami keseruan ketika melakukan perjalanan road trip, akhirnya setelah menikah di Februari kemarin, dia bersamasuami pun melakukannya lagi. Perempuan mungil ini bercerita, “Setelah menikah, kami memilih jalan-jalan bulan madu dengan road trip dari Bandung dan Jogja. Ini lebih-lebih lagi, total perjalannya hampir sebulan, karena kami benar-benar menikmati sekaligus menginap di berbagai daerah yang dilintasi.”

Merasa sudah sukses melakukan perjalanan darat yang jauh dan menempuh waktu yang panjang, road trip selanjutnya dilakukan dari Darwin menuju Sydney, Australia. Lagi-lagi, karena lebih eksploratif, Sharon bersama suami pun menghabiskan waktu pernjalanan darat di Australia selama kurang lebih tiga minggu.

“Salah satu hal yang selalu saya ingat, ketika road trip di Australia, bisa melihat dari jarak dekat sekumpulan kangguru, yang berada di sekitar area camping ground, tempat kami bermalam. Rasanya luar biasa. Banyak hal tak terduga dan menyenangkan yang bisa terjadi selama perjalanan,” tukas Sharon.

 

Sumber : Kompas, 13 Desember 2017, Hlmn.33