Nasional 30 Internasional 30. Warta Ekonomi. Edisi 04. Tahun XXVIII 2017. Hal 10-11

Bali – Kedatangan wisman ke Bali pada tahun Jnuari 2017 menacapai 460.824 kunjungan, naik sebesar 31.44% dibandingkan bulan Januari 2016. Wisman datang ke Bali melalui bandara sebanyak 452.660 kunjungan dan yang melalui pelabuhan laut sebesar 8.164 kunjungan. Menurut kebangsaan, wisman yang paling banyak datang ke Bali pada bulan Januari 2017 adalah wisman dengan kebangsaan Tiongkok, Australia. India, Jepang, dan Amerika Serikat dengan persentase masing-masing sebesar 32.10%,19.86%.3.80%, dan 3.9%.

Tingkat hunian kamar pada hotel berbintang bulan Januari 2017 mencapai rata-rata 59.61% turun 0.47 poin dibandingkan TPK bulan sebelumnya. Rata-rata lama menginap tamu pada hoel berbintang di Bali bulan Januari 2017 mencapai 2.88 hari.

Sumatra – Jumlah wisman yang berkunjung di Sumatra Utara pada bulan Januari 2017 mencapai 20.212 kunjungan, mengalami penurunan 30.18% dibandingkan dengan bulan Desember 2016 yang mencapai 28.950 kunjungan. Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2016, jumlah wisman pada bulan Januari 2017 mengalami kenaikan 54.25% dari 13.103 kunjungan pada bulan Januari 2016 mejadi 20.212 kunjungan. Bulan Desember 2016 dan Januari 2017, wisman dari Malaysia merupakan pengunjung yang terbanyak dengan 15.034 kunjungan atau 51.93% pada bulan desember 2016 dan 9.593 kunjungan atau 47.46% pada bulan Januari 2017 dari total wisman yang berkunjung di Sumatra Utara.

Tingkat penghunian Kamar (TKP) hotel berbintang di Sumatra Utara pada bulan Januari 2017 mncapai rata-rata 40.44% atau turun 10.97 poin dibanding bulan Desember 2016 sebesar 51.41%.

Yogyakarta – Jumlah penumpang pesawat udara komersial yang datang melalui Bandara Adisijupto Yogyakarta pada bulan Januari 2017 mencapai 278.638 orang untuk penerbangan domestik dan 17.558 orang penerbangan internasional. Jumlah tamu yang menginap di hotel selama bulan Januari 2017 tercatat sebanyak 361.042 orang, terdiri dari 348.641 orang tammu domestik dan 12.401 orang tamu mancanegara. Dari umlah tersebut meninap di hotel bintang sebanyak 156.984 orang dan 204.058 orang menginap di hotel nonbintang.

Tingkat Penhunian Kmaar (TPK) hotel bintang di D.I. Yogyakarta secara rata-rata pada bulan Januari 2017 sebesar 57.61% TPK hotel nonbintang atau akomodasi lain rata-rata sebesar 32.56% mengalami penurunan sebesar 2.85 poin dibandingkan bulan Desember 2016 yang mencapai besaran angka 35.41%.

Riau – Jumlah wisatawan manacenegara yang berkunjung ke Provinsi Kepulauan Riau pada bulan Januari 2017 mencapai 172.698 kunjungan. Dibandingkan Januari 2016, kunjungan wisman Januari 2017 mengalami kenaikan sebesar 20.7%.Wisman yang brkunjung ke provinsi ini oada bulan tersebut didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura dengan persentase 48.52% dari total jumlah wisman pada bulan tersebut.

Tingkat hunan kamar hotel berbintang di provinsi ini pada bulan tersebut mencapai rata-rata 50.71%, turun 4,36 poin dibanding TPK Desember 2016 sebesar 55,07%.(AA)

Jakarta – Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) di Jakarta bulan Januari 2017 mencapai 193.788 kunjungan. Dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya meningkat 21.97%. pengunjung terbanyak ke Kota Jakarta di bulan Januari 2017 adalah Tionghoa 26.923 kunjungan, Malaysia 20.049 kunjungan, Jepang 14.950 kunjungan, Taiwan 9.045 kunjungan, India 7.630 kunjungan, Australia 7.298 kunjungan, dan Amerika 6.497 kunjungan.

Tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang pada bulan Januari 2017 mencapai 56.75% naik dibandingkan bulan Januari 2016 yang mencapai 54,44%. Rata-rata lama menginap tamu (asing dan Indonesia) pada hotel berbintang bulan Januari 2017 adalah 1.74 hari, mengalami penurunan 0,41 hari jika dibandingkan dengan rata-rata lama menginap bulan Desember 2016 yang sebesar 2.15 hari.

Prancis – World Tourism Organization UNWTO membuat laporan Tourism Highlights 2016 yang diluncurkan bulan Juli 2016 lalu. Laporan yang dibuat berdasarkan dan terakhir tahun 2015 itu menunjukan peringkat kunjungan wisatawan mancanegara. Prancis menduduki peringkat kunjungan wisatawan manacanegara ke sejumlah negara, Prancis menduduki peringkat pertama dengan jumlah turis mencapai 84,5 juta, jumlah tersebut menigkat 0.9% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 83,7 juta.

Jika melihat penerimaan negara dari kunjungan tersebut negara inii menduduki peringkat 4 dengan nilai US$45,9 miliar, jumlah ini turun dibandng tahun sebelumnya yang mencapai US$58,1 miliar, atau turun 5,4 %.

Sementara jika dilihat pengeluaran untu urusan wisata ini, Prancis menduduki peringkat 5 dengan pengeluaran mencapai US$38,4 miliar di tahun 2015.

Rusia – Negara Rusia menduduki peringkat ke-10 dalam jumlah wisatawan yang berkunjung. Jumlah wisatawan yang datang ke negara ini pada 2015 mencapai 31.3 juta, meningkat 5% dibanding tahun sebelumnya sebanyak 29,8 juta. Jumlah penerimaan negara dari jumlah wisatawan tersenut mencapai US$31,3 miliar, turun 26,4% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$42,6 miliar.

Sementara penduduk negara ini juga gemar berwisata, pada tahun 2015 pengeluaran mencapai US$34,9 miliar, kendati nilai tersebut turun tipis 10% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$50,4 miliar.

Cina ­– Negara Tirai Bambu ini menduduki peringkat ke-4 dalam mendatangkan wisatawan ke negaranya. Jumlah wisatawan ke negaranya. Jumlah wisatawan yang didatangkan di 205 mencapai 56,9 juta turis meningkat 2,3% dari tahun sebelumnya mencapai 55,6 juta. Penerimaan negara dari kunjungan wisata tersebut berada di peringkat ke-2, dengan jumlah mencapai US$114,1 miliar, meningkat 8,3% dari tahun sebelumnya US$105,4 miliar.

Namun negara ini juga menjadi negara paling boros dalam pengeluaran untuk berwistata yang mencapai US$292,2 miliar, meningkat 26,2% dari tahun sebelumnya mencapai US$234,7 miliar.

Amerika Serikat – Amerika menjadi negara peringkat kedua dengan jumlah kedatangan turis mencapai 77,5 juta turis. Jumlah tersebut meningkat 3,3% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 75 juta turis. Dengan kedatangan tersebut, negara mendapatkan penerimaan dengan peringkat pertama mencapai US$204,5 milisr, meningkat 6,9% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$191,3 miliar.

Sementara jika dilihat dari jumlah warga Amerika yang mengunjungi negara lain, menduduki peringkat ke-2 dengan jumlah mencapai 73,5 keberangkatan, meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 68,2 juta keberangkatan. Jika dihitung jumlah pengeluaran warga Amerika mencapai US$105,5 miliar. Dengan jumlah penduduk mencapai 322 juta, pengeluaran per kapita mencapai US$351.

Italia – Italia juga menjadi destinasi kunjungan wisata menarik di dunia. Negara ini menduduki peringkat ke-5 dalam kunjungan wisata dengan jumlah 50,7 juta di tahun 2015, meningkat 4,4% dibanding tahun sebelumnya mencapai 48,6 jta. Namun jika melihat penerimaa yang didapat dari kunjungan tersebut, menduduki peringkat 7 dengan jumlah US$39,4 miliar. Jumlah tersebut turun 13,3% dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$45,5 miliar.

Dalam hal pengeluaran, negara ini berada di peringkat ke-9 dengan nilai mencapai US$24,4 miliar, turun dibanding ahun sebelumnya yang mencapai US$28,8 miliar.(AA)

 

Sumber: Warta-Ekonomi.-Edisi-04.-Tahun-XXVIII-2017.-Hal-10-11

Kejarlah Ombak sampai Sumbawa Barat

Kejarlah Ombak sampai Sumbawa Barat. Kompas. 3 April 2017. Hal.24

Ombak besar bergulung-gulung di Pantai Tropical, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/3) sore. Di tengah gulungan ombak, terlihat dua sosok menaiki papan seluncur. Mereka adalah wisatawan mancanegara yang jauh-jauh datang untuk mengejar ombak Pantai Tropical yang masyhur di kalangan peselancar.

Di sudut lain pantai itu terlihat sejumlah wisatawan dengan beragam aktivitas. Ada yang bermain air, mencari kerang, bahkan ikut memancing ikan seperti yang dilakukan warga setempat. Namun, saat ditanya lebih jauh, tujuan utama mereka adalah berburu ombak.

“Saya datang ke sini untuk berselancar karena ombak di sini bagus,” kata Mikel (30), wisatawan asal Perancis yang datang ke Pantai Tropical bersama dengan temannya.

Sebelum menjejakkan kaki ke Pantai Tropical, Mikel dan teman-temannya berwisata ke Bali, lalu lanjut ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Mereka kemudian menyeberang ke Pulau Sumbawa karena di pulau itu terdapat sejumlah pantai yang cocok untuk berselancar, termasuk Pantai Tropical.

Menurut Mikel, Pantai Tropical cukup dikenal di kalangan peselancar dunia. Selain karena ombaknya besarnya yang memesona, pantai berpasir putih itu juga disukai para wisatawan mancanegara karena kondisinya relatif sepi. “Kondisi pantainya bagus dan lumayan sepi, tidak penuh orang,” kata Mikel.

Pantai Tropical berlokasi di Desa Sekongkang, Sumbawa Barat. Dari Taliwang, ibu kota Sumbawa Barat, pantai itu berjarak sekitar 45 kilometer. Perjalanan ke lokasi itu bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dengan jangka waktu perjalanan 1,5-2 jam.

 

Berkelok-kelok

Jalan menuju pantai tersebut berkelok-kelok dengan tanjakan dan turunan yang kadang tajam. Namun, jangan khawatir perjalanan bakal membosankan karena di sepanjang perjalanan terhampar pemandangan bukit hijau yang menyejukkan mata. Apalagi jalan sangt mulus.

Aktivitas wisata di Pantai Tropical tak bisa dilepaskan dari keberadaan penambangan emas dan tembaga yang dilakukan PT Newmont Nusa Tenggara di wilayah Sekongkang.

“Dulu, yang berwisata ke sini hanya warga negara asing yang bekerja di Newmont,” kata Mustafa (47), warga setempat yang membuka warung di pinggir jalan Pantai Tropical.

Perkembangan pariwisata di Pantai Tropical juga didorong oleh berdirinya sebuah hotel bernama Tropical Beach Resort di pinggir pantai tersebut. Sebagian besar tamu yang menginap di hotel tersebut merupakan wisatawan asing. “Hotel ini berdiri tahun 2001. Awalnya yang menginap di sini juga hanya orang-orang Newmont,” ujar Mustafa.

Siska petugas Tropical Beach Resort, menuturkan, hotel tempatnya bekerja ramai dikunjungi para pemburu ombak alias peselancar dunia sejak tahun 2003. Itu terjadi setelah datang pengelola paket perjalanan yang menawarkan kerja sama. “Satu kelompok peselancar yang datang bisa enam-tujuh orang. Waktu menginap mereka rata-rata tujuh hari. Dalam satu bulan rata-rata 30 wisatawan asing menginap di sini,” ujarnya.

Menurut Mustafa, dulu Pantai Tropical bernama Pantai Buin Batu. Saat Mustafa kecil, pada dekade 1970-an, pantai itu hanya dikunjungi oleh warga setempat yang memancing ikan. Namun, seiring berdirinya Tropical Beach Resort, pantai tersebut mulai dikenal dengan nama Pantai Tropical.

 

Musim puncak

                Dia menambahkan, Pantai Tropical biasanya ramai pada Maret-Oktober, saat ombak kencang saat bulan purnama, wisatawan tak hanya berselancar di pagi atau sore hari, tetapi juga malam hari. “Kalau pas bulan purnama, wisatawan biasa selancar sampai tengah malam atau bahkan pukul dua dini hari karena saat itu terang dan ombak bagus,” ujarnya.

Beberapa tempat selancar di Sumbawa Barat memiliki nama julukan sesuai jenis ombaknya. Di lokasi lain, misalnya Pantai Yoyo, ombaknya bergulungg-gulung layaknya mainan yoyo sehingga disebut ombak yoyo. Tahun lalu, Pantai Yoyo menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Surfing Championship 2016.

Kedatangan para peselancar turut mendongkrak kunjungan wisatawan di Sumbawa Barat. Menurut data BPS, pada 2015, jumlah wisatawan yang datang ke kabupaten itu mencapai 14.840 orang. Dari jumlah itu, 93 persen atau 13.757 orang merupakan wisatawan mancanegara, sisanya wisatawan domestik.

Bupati Sumbawa Barat W Musyafirin mengatakan, salah satu kendala pengembangan pariwisata di pantai-pantai Sekongkang dan Maluk adalah soal konektivitas. Di wilayah itu sebenarnya sudah ada Bandara Sekongkang yang bisa didarati pesawat kecil. Namun, sampai sekarang bandara itu belum memenuhi sejumlah persyaratan.

Sumber: Kompas, 3 April 2017

Keelokan “Mutiara” Balkan

Keelokan Mutiara Balkan. Kompas. 6 April 2017. Hal.26

DESTINASI wisata kawasan Balkan Eropa masih terdengar awam bagi turis Indonesia. Padahal, negara-negara di kawasan ini tak kalah menarik dengan negara lain di Benua Biru. Oleh karena itu, tak ada salahnya kita mengintip terlebih dulu spot-spot wisata menarik yang da di sana.

Wilayah Balkan terletak di Eropa bagian tenggara yang luasnya sekitar 700.000 loeter persegi. Jenis wisata yang mendominasi di kawasan ini adalah wisata alam dengan pemandangan yang memukau. Selain itu, negara-negara di Balkan mewarisi beragam peninggalan sejarah yang masih terawat dan tampak memesona hingga saat ini.

Negara yang masuk wilayah Balkan, yakni Albania, Bosnia-Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Montenegro, Yunani, Republik Makedonia, Serbia, dan sebagian Turki. Dari daftar itu, kita tengok tiga di antaranya, yakni Kroasia, Bosnia-Herzegovina, dan Serbia.

 

Kroasia

Mengunjungi negara ini, wisatawan dapat menuju Plitvice, Dubrovnik, dan ibu kotanya, yakni Zagreb. Plitvice Lakes National Park menjadi obyek wisata paling populer Kroasia. Tempat ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1979. Taman nasional ini terletak di pertengahan antara Zagreb dan Zadar.

Taman nasional ini telah memetakan beberapa rute pendakian. Selain itu, pengunjung dapat bersepeda karena telah dibuka jalur sepeda yang berawal dari Sungai Korana, kemudian naik melewati danau Kozjak lalu mengitari danau Proscansko sebelum turun ke Ciginovac. Tersedia pula fasilitas rowboating, yakni perahu dayung yang dapat disewa.

Berlanjut ke Dubrovnik, sebuah kota yang elok dan menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kroasia. Dubrovnik terkenal akan kota lamanya berupa benteng kuno dengan dinding batu besar. Benteng ini pernah digunakan penduduk Dubrovnik untuk mempertahankan kemerdekaannya selama berabad-abad. Kota lama Dubrovnik dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di kota ini, wisatawan juga dapat mengunjungi The Palace, Clock Tower, Onofrio Fountain, St Blaize Chatedral, Stradun Street, City Walls. Tak lupa, rasakan kesempatan menikmati pemandangan yang indah di Lokrum Island dengan menggunakan kapal.

Adapun di Zagreb, kita dapat mengunjungi Majestic Cathedral, Arcbishop Palace, St Mark Church, St Stephen Church, Jelacic Square, Opera House, dan Lotrscak Tower.

 

Bosnia-Herzegovina

Sarajevo, ibu kota Bosnia-Herzegovina, laksana mutiara hilang yang baru ditemukan. Terletak di sebuah lembah yang dikelilingi perbukitan dan pegunungan Alpen Dinaric, membuat Sarajevo saat ini mendunia “sasaran utama” wisatawan dari seluruh dunia. Di sini, sempatkan untuk berkunjung ke Tunnel of Hope, Old Town, Gazi Hrusev Beg Mosque, dan Romah Catholic Cathedral.

Selain itu, mari mampir di Slarko Cose yang menjadi kawasan kuliner penganan khas Bosnia yang memiliki cita rasa manis dan legit. Ada juga deretan kafe dan pub yang menyajikan kopi dan jajanan khas Turki.

Jalanan kota yang terbuat dari susunan batuan gravel dan gaya bangunannya yang lebih banyak dipengaruhi arsitektur Turki klasik, sarat nuansa Islami. Langgam bangunannya juga masih terkena sentuhan Romawi kuno sehingga menghadirkan atmosfer yang berbeda.

Serbia

Di Serbia, kita dapat menuju Belgrade. Di kota ini, kunjungi Old Town, Skadarska, Knez Mihailov Street, Kalemegdan Park, St Sav Church, House of Flower, Princess Ljubica’s Palace, dan Belgrade Fortress.

Belgrade Fortress dibagi menjadi empat bagian, yaitu Donji Grad yang juga disebut  Lower Town, Gonji Grad yang juga disebut Upper Town, Mali Kalemegdanski Park yang juga disebut Little Kalemegdan Park, dan Veliki Kalemegdanski Park atau Large Kalemegdan Park.

Keunikan negara-negara di Balkan pantas menjadi tujuan destinasi wisata selanjutnya. Kunjungi kawasan ini bersama Chan Brothers untuk mendapatkan perjalanan yang menakjubkan.

Sumber: Kompas 6 April 2017

Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya

Kebangkitan Identitas Kultural Kampung Yogya. Kompas. 2 April 2017. Hal.10

Sore tiu, sekitar pukul 15.30, Rabu (22/3), di Jalan Langenastran Selatan, satu per satu orang berdatangan di sebuah rumah dengan halaman cukup luas. Mereka berganti pakaian tradisional Jawa lengkap denan belangkon atau ikat kepala. Setelah itu bergiliran duduk dan menarik panah dari gendewa. Ternyata mereka latihan jemparingan, panahan tradisional. Sudah lima tahun ini, pemanah yang berasal dari sejumlah daerah mengasah bidikan penahannya di tempat itu.

Jemparingan menjadi salah satu daya tarik Kampung Wisata dan Busaya Langenastran, Yogyakarta. “Anggota jemparingan sekitar 55 orang. Selain dari kampung sekitar, ada yang dari Sleman, Bantul, dan Imogiri. Bahkan dulu ada juga turis dari Ekuador dan Jepang yang menginap di Langenastran lalu ikut berlatih,” kata Triyanto, Ketua Paseduluran Jemparingan Langenastro Yogyakarta. Jemparingan menjadi salah satu ikon wisata Lengenastran. Mereka berlatih dua kali seminggu, terorganisir baik dan setiap saat siap melayani turis yang ingin berlatih.

Kampung Langenastran mencup wilayah Langenastran, Langenarjan, dan Langensuryo. Secara administratf berda di Kelurahan Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Paling gampang kalau mau ikut gladen jemparingan (latihan memanah di Langenastran, carilah Alun-alun Selatan (Alun-alun Kidul, Alkid) Keraton Yogyakarta, lalu ikut jalan menuju ke timur .

“Kami melihat potensi wisatawan yang datang ke Alun-alun Kidul sangat besar untuk dikenalkan dengan obyek wisata budaya Lagenastran. Tiap hari ratusan orang berdatangan, kalau libur sampai macet, selama ini jalan hanya untuk parkir, dengan mendeklarasikan sebagai kampung wisata, kami ingin menambah daya tarik bagi Kota Yogya,” kata Sri Susilo, Sekretaris Paguyuban Kampung Wisata Budaya Langenastran.

Alkid sudah menjadi menu wajib turis yang berwisata ke Yogyakarta. Pda malam hari ramai dengan odong-odong dan kuliner tradisional. Yang paling digemari ritual masangin, berjalan di antara dua pohon beringin dengan mata tertutup. Konon, siapa yang mampu melakukan masangin, keinginannya terkabul.

Hermunanto, tokoh Langenastran, mengatakan, semula kampung itu sebagai tempat tinggal prajurit Langenastro selaku pengawal raja sejak zaman Hamengku Buwono II. “Kalau sekarang mungkin sama dengan Paspampres, Pasukan Pengamanan Presiden. Pada era Hamengku Buwono VII, prajurit Langenastro dilebur menjadi satu dengan prajurit Mantrijeron,” katanya.

Potensi Langenastran bukan hanya jemparingan. Di kampung itu juga ada latihan belajar membatik di nDalem Bu Testri, menari tradisional dan macapat (tembang bahasa Jawa) di nDalem Madukusuman dan latihan bregada (pasukan) Langenastro.

Di samping itu, terdapat sejumlah bangunan budaya, seperti nDalem Madukusuman, Masjid Margoyuwono, nDalem Drajaten, nDalem Supraban, nDalem Langenajan, Pendopo Yudaningrat, Pendopo Prabantaran dan Benten Baluwerti Keraton Yogyakarta. Berjalan-jalan di Kampung Langenastran, wisatawan juga akan banyak menemui homestay dengan harga terjangkau. Penduduk sebagian membuka warung kuliner, batik, serta kerajinan.

 

Identitas kultural

Potensi kampung untuk memperkuat identitas keistimewaan Yoyakarta sangat terbuka. Revitalisasi kampung artinya juga akan menambah daya tarik wisatawan sekaligus juga untuk membagi kue pariwisata agar dinikmati warga kampung.

Penamaan kampung di Yogyakarta mempunyai keunikan dan sejarah panjang yang menunjukkan identitas kultural kampung itu. Keberadaannya tidak terlepas dari Keraton Yogyakarta yang berdiri tahun 1755. Saat keraton sebagai tempat tinggal raja makin berkembang, organisasi dan pegawai (abdi dalem) juga kian besar, mereka membutuhka tempat tinggal yang makin banyak. “Pengaturan penempatan pemukiman para abdi dalem keraton menjadikan terbentuknya kampung-kampung di Kota yogyakarta,” kata Bambang Yudoyono dalam bukunya berjudul Sejarah dan Asal-usul Kampung Lngenastran dan Kampung Langenarjan Jogyakarta.

Penamaan kampung disesuaikan dengan profesi atau jabatan yang disandang. Misalnya, nayaka wolu, yaitu abdi dalem keraton yang menduduki jabatan cukup tinggi karena keahliannya. Nayaka Bumijo, Nayaka Gedong Kiwa, Gedong Tengen, dan seterusnya. Abdi dalem jabatan adalah orang yang karena keahliannya diberi jabatan oleh raja. Kampung sekitar keraton yang merupakan kawasan hunian para abdi dalem jabatan antara lain Mantrigawen, Suranatan, Pajeksan, dan Ngampilan.

Abdi dalem prajurit adalah nama kelompok prajurit yang melaksanakan tugas dan fungs pertahanan-keamanan. Pada awalnya berjumlah 26 bregada, lalu menyusut tinggal menjadi 14 bregada, seperti Nyutra, kampung huniannya dinakan Nyutran, Wirabraja (Wirabrajan), Jagakarta (Jagakaryan), dan Langeharja (Langenharjan). Setiap kampung sejak awal mempunyai identitas yang akan membawa serta kultur dan keahlian para penghuninya. Di Kampung Langenastran, bekas peninggalan permukiman abdi dalem prajurit keraton, nyaris tidak tampak karena tak diketahui secara pasti rumah mana saja yang pernah menjadi tempat tinggal Prajurit Langenastro. Namun, ada tiga rumah di Kampung Langenastran yang ditetapkan sebagai cagar budaya, yakni Masjid Margoyuwono, Rumah Mdukusuman, dan Rumah Prawiyoyuwanan. Ensiklopedia Yogyakarta (2010) menyebutkan Masjid Margoyuwono dirancang oleh arsitek Belanda, Thomas Karsten, dengan memadukan komponen arsitektur Jawa dan Timur Tengah.

Dengan akar sejarah dan asal-usul yang kuat, warga Kampung Langenastran mencoba merevitalisasi untuk mewujudkan Yogyakarta sebagai kota warisan budaya. Harapannya, apa yang dilakukan Kampun Langenastran akan diikuti kampung lainnya. Bukanlah hal yang mustahil jika kelak setiap kampung menata diri agar keberadaannya makin menegaskan keistimewaan Yogyakarta.

Dimas W Nugraha & Bambang Sigap Sumantri

Sumber: Kompas, 2 April 2017

Eksplorasi Kota-kota Dramatis Eropa

Eksplorasi Kota-Kota Dramatis Eropa. Kompas. 20 April 2017. Hal.25

ROMA, Paris, Zurich, atau Brussel dengan segudang daya tariknya tentu saja menjadi kota tujuan utama dan tak mungkin dilewatkan ketika berkunjung ke Eropa Barat. Namun, Anda masih punya kesempatan untuk mengeksplorasi kota-kota di sekitarnya yang tak kalah mengundang decak kagum.

Kejutan adalah sesuatu yang membuat perjalanan menjadi lebih hidup. Tidak harus sesuatu yang tak direncanakan, destinasi-destinasi yang sudah dirancang untuk dikunjungi pun masih punya potensi untuk membuat Anda takjub. Misalnya, karena sama sekali berbeda dengan tempat-tempat yang pernah Anda kunjungi sebelumnya, kulinernya yang begitu khas, logat orang-orangnya ketika berbicara, bahkan sesederhana aroma kotanya. Mungkin perpaduan antara bau khas laut dan masakan lokalnya. Untuk mengulik sisi-sisi unik Eropa Barat, destinasi ini mungkin bisa menjadi pilihan.

 

Cinque Terre

Terletak di lanskap tebing pantai Italia yan dramatis, area yang terdiri atas lima desa nelayan yang terbentuk sejak abad pertengahan ini seolah negeri dongeng yang akan membuat siapa saja terpukau. Jalan setapak berliku-liku di antara tebing dan bangunan yang berwarna-warni. Perahu-perahu kecil bersandar di pesisirnya. Di garis-garis pantainya orang berjemur dan bercengkerama. Pada 1997, Cinque Terre dinobatkan sebagai Kota Warisan Dunia oleh Unesco.

Eksplorasilah kelima desanya. Monterosso adalah desa terbesar di bagian paling barat Cinque Terre. Tempat ini menyediakan pilihan hotel, restoran, dan kehidupan malam yang paling beragam. Dari Monterosso, Anda bisa bergeser ke Vernazza. Salah satu ikonnya, serambi gereja yang menghadap ke laut. Cantik sekali.

Desa selanjutnya, yang paling agraris dibandingkan keempat yang lain, Corniglia. Tempat ini memiliki restoran dan toko yang menarik. Jangan lewatkan pula Manarola yang memiliki spot renang yang luas dan Riomaggiore yang menyediakan area untuk memandang Cnque Terre dari ketinggian.

Strasbourg

Terletak di perbatasan Perancis dan Jerman, kota seluas 78 meter persegi di wilayah Perancis ini menyajikan jejak-jejak abad pertengahan sekaligus menampilkan sisi modern masyarakat Perancis. Kota ini juga sudah diakui sebagai Kota Warisan Dunia oleh Unesco.

Manjakan mata Anda dengan menunjungi Gothic Cathedral, lalu susurilah kanal di Petite France dengan perahu kecil yang romantis. Temukan pula suvenir atau kuliner lokal dengan menyambangi toko-tokonya. Dari Strasbourg, Anda juga bisa melewati European Parliament, Place de la Republique, dan Gare Centrale.

Zaanse Schans

Zaanse Schans adalah area residendial di Belanda yang kini menarik turis-turis karena tradisi lokalnya yang begitu hidup. Area ini adalah bagian unik Belanda yang penuh dengan rumah-rumah kayu, kincir angin, lumbung, dan pabrik-pabrik kecil. Susurilah museum bakery-nya dan nikmati harum roti yang baru dipanggang, kunjungi pabrik keju atau pengecoran timahnya, dan ambilah foto beragam kincir anginnya sebagai memento perjalanan.

Dengan memilih kota-kota unik tersebut sebagai destinasi, pengalaman perjalanan Anda akan mejadi lebih kaya. KIA Tour dapat menjadi partner Anda untuk membantu menyusun perjalanan yang mengesankan.

Sumber: Kompas, 20 April 2017

Bersepeda Menjelajahi Sawah di Lombok

Bersepeda Menjelajahi Sawah di Lombok. Kompas. 2 April 2017. Hal.11

“Kalau ente telat loncat, sepeda dan tubuh ente balapan nyungsep ke sawah,” kata Panca, mengolok seorang rekannya yang gagal melewati sebuah gundukan tanah pematang sawah karena salah memilih titik yang tepat mengayuh pedal sepeda. Temannya itu refleks melompat dari sadel sepeda yang melaju mundur di gundukan sehingga tercebur ke saluran irigasi berair jernih itu.

Keseruan itu di antaranya didapat saat berwisata dengan sepeda di Desa Bile Bante, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (26/2) sore. Rute bersepeda ini menelusuri pematang sawah (pelepe-bahasa Sasak Lombok), jalan yang sebagian kecil beraspal dan berkonstruksi semen, kemudian melewati kebun yang ditanami beragam jenis buah.

Seraya kaki mengayuh pedal sepeda, mata juga disuguhkan aktivitas petani di sawah. Di satu petak sawah terdengar senda gurau para ibu rumah tangga/buruh tani tengah menanam benih cabai.

Rumpun padi yang menghijau, batangnya yang merunduk karena terbebani bulir padi yang kian berisi, adalah pemandangan lain di jalur bersepeda ini. Di samping dihibur gemercik suara air saluran irigasi, yang memberikan kesejukan dan kesegaran alam sekitar.

 

Buka kesadaran

Potensi alam itulah yang dijadikan branding Desa Wisata Hijau oleh 32 generasi muda desa di desa yang berpenduduk 3.873 jiwa itu. Nama desa ini Bile Bante, bile sinonim dari maja, bante padanan kata semak belukar. Kami mengartikan desa ini memiliki tanah yan subur ditanami beragam jenis tanaman,” ujar Fahrul Azim (33), Ketua Desa Wisata Hijau.

Namun, tanah yang subur itu masih selalu “diganggu” aktivitas penambangan pasir yang mengancam kerusakan lingkungan. Itu sebabnya, digagas Desa Wisata Hijau sebagai upaya mengedukasi warga setempat bahwa aktivitas tanam-petik yang mereka kerjakan selama ini sesungguhnya memiliki nilai jual yang mampu menghasilkan uang tanpa menambang pasir.

Karena itu, kata Fahrul, pada 5 September 2016, dirinya bersama anggota Desa Wisata Hijau merintis dan membuat paket wisata. Mereka aktif mengikuti kursus, usaha rumah tangga, dan ekonomi produktif lainnya yang diselenggarakan sejumlah instansi terkait di Nusa Tenggara Barat. Belakangan, Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melakukan pendampingan kelompok ini.

Wisatawan asing

Paket wisata yang ditawarkan adalah bersepeda, menyambangi perajin anyaman topi berbahan lidi, dan singgah di Pura Lingsar Kelud. Pura yang dibangun tahun 1992 itu sebagai simbol kerukunan umat beragama di Desa seluas 2,78 kilometer persegi, memiliki 221 hektar sawah, dan kebun seluas 85 hektar.

Dengan membeli paket Half Day Tour Bilebante Family Long Ride seharga Rp 225.000 per orang, menempuh rute 4 kilometer, pengunjung dapat jatah satu sepeda untuk menjelajahi semua obyek yang ditawarkan selain suguhan kuliner tradisional, minum kopi ataupun air kelapa muda.

Wisata sepeda ini berlangsung pagi hari (07.00 Wita) atau sore hari (15.30 Wita). Waktu “buka warung” itu bertujuan agar wisatawan menikmati sinar matahari pagi dan warna jingga matahari sore menuju rembang petang. Saat itu pula kegiatan bertani berjalan sehingga pengunjung melihat aktivitas pertanian serta bertegur sapa dengan petani yang hilir mudik dari sawah ke sawah.

Untuk sekali tur, hanya tersedia 10 sepeda sehingga calon pengunjung harus memesan terlebih dulu sebelum hari-H. Sejak dirintis pada 5 September 2016, jumlah pengunjung Desa Wisata Hijau Bile Bante sekitar 300 orang, meliputi wisatawan asal Irlandia, Jerman, Perancis, Timor-Leste, dan termasuk pesepeda lokal Lombok.

Medan jelajah sepeda ini landai-landai saja, ada sedikit tantangannya. Misalnya, perjalanan di pematang sawah yang sempit, seperti Jembatan Lime (Lima), Dusun Karang Ide yang dibangun sekitar tahun 1940. Dinamakan Jembatan Lime sebab memiliki lima saluran sekunder/tersier, dan tiga dari lima saluran itu dilengkapi jembatan yang menghubungkan satu saluran ke saluran lainnya.

Air dari daerah irigasi Gebong dengan debit 619 liter per detik didistribusikan bagi 333 hektar sawah di Desa Bile Bante dan sekitarnya. Namun, sekitar 500 meter sebelum mencapai Jembatan Lime itu, pesepeda melewati pematang sawah selebar kurang dari 40 cm dan jalan saluran irigasi. Di beberapa jalan terdapat gundukan tanah dan lubang bertutup rumput yang dapat mengelabuhi mata yang kurang awas. Di titik tersebut, pesepeda harus ekstra hati-hati menjaga keseimbangan tubuh karena, kalau salah pilih jalan, akan terjerembab ke sawah atau saluran irigasi.

Sumber: Kompas, 2 April 2017

Kampung Batik Trusmi Menghidupi Banyak Warga

Menghidupi Banyak Warga. Kompas. 7 April 2017. Hal.26Untitled-63

Kerajinan batik tak hanya ada di Jawa Tengah, Kota Cirebon, Jawa Barat, juga memilikinya. Tak hanya punya batik, Cirebon juga punya kampung khusus tempat menjual batik. Namanya Kampung Batik Trusmi. Perkampungan yang terletak di Desa Trusmi, Wotgali, Kalitengah, Gamel, dan Kaliwulu di Kecamatan Plered ini telah menghidupi ribuan perajin batik, tukang becak, para penjual dan pegawai toko batik, sampai usaha kuliner dan para seniman.

Kemampuan warga Cirebon membuat batik sudah ada sejak abad ke-14. Namun, waktu itu pembuatan batik baru dilakukan di dalam keraton di wilayah tersebut, yakni Kanoman dan Kasepuhan. Pada perkembangannya, pembuatan batik menyebar ke masyarakat. Perajin batik trusmi seperti batik di daerah lain, semula kurang hidup. Namun, sejak masyarakat gemar memakai batik, di awal tahun 2000 keadaan menjadi banyak berubah. Apalagi kantor-kantor pemerintah membuat aturan bahwa pegawai wajib memakai batik sekali dalam tiap pekan, pamor batik termasuk batik trusmi meningkat.

Keadaan itu ditambah gencarnya pemberitaan oleh media cetak dan elektronik. Nama Kampung Batik Trusmi terus terangkat. Banyak turis dalam dan luar negeri yang berkunjung ke sana. Bahkan, pada akhir pekan dan liburan panjang, banyak bus-bus besar mengantar penumpang ke kampung batik itu.

Tak sulit mencari Kampung Batik Trusmi. Bagi mereka yang datang dari arah Jakarta, jalan tol mempercepat dan memudahkan kendaraan yang bisa langsung turun di Tol Plumbon. Sekitar 1 kilometer kemudian, tampaklah gerbang besar di tengah jalan menunjukkan keberadaan perkampungan tersebut.

Meski di bagian depan deretan toko sudah menyambut pengunjung, jangan hanya sampai di situ, ya. Di bagian belakang, masuk lewat jalan kampung, masih banyak toko kecil atau rumah-rumah menjadi galeri batik dan kerajinan lain. Jadi jangan malas untuk menggerakkan kaki ke jalanan di Desa Trusmi dan sekitarnya untuk melihat toko batik yang lain. Bila malas berjalan kaki, kita bisa naik becak. Akan tetapi, konsekuensinya kita enggak bisa leluasa keluar-masuk rumah warga pembuat batik.

Di dalam rumah, para perajin batik memajang batik-batik cap dan tulis karya mereka. Mereka juga tak segan menjelaskan cara pembuatan dan makna motif pada kain batik yang dipajang.

Di antara sekian banyak toko, tim penulis mengunjungi toko Yusri dan bertemu Dila, pengelola toko itu. Tokonya menjual batik dari harga Rp 80.000 – Rp 150.000 (cap) sampai jutaan rupiah untuk batik tulis. “Selain membuat batik motif mega mendung, kami juga membuat motif lain sesuai tren terbaru dan untuk inovasi,” kata Dila. Dia sering pula mengekspor produk batik ke Singapura. Motif mega mendung berupa gambar awan (mega) dengan warna bervariasi. Pihaknya juga bersedia menerima pemesanan batik dari konsumen.

Ketika kami mengunjungi kampung batik itu, puluhan pengunjung dari Jakarta melihat aneka kerajinan batik yang di kampung tersebut. Di kampung batik, pemililk toko tak hanya menjual lembaran kain batik, tetapi juga baju, celana, rok, dan sandal dari bahan batik. Hargnya bervariasi, dari Rp 20-an ribu sampai ratusan rbu rupah.

Menurut Widia, pemilik toko batik lainnya, pengunjung dari luar pada akhir pekan lebih banyak lagi. “Di akhir pekan, jumlah pengunjung mencapai seribu orang,” katanya.

Wah, banyak ya. Pantas kalau perajin batik, penjual makanan, sampai tukang parkir kebagian rezeki dari perkampungan ini.

Sumber: Kompas, 7 April 2017

Menikmati Keunikan Wisata AS

Menikmati Keunikan Wisata AS. Kompas. 11 April 2017. Hal.21

Amerika Serikat (AS) mejadi magnet kuat di segala hal, salah satunya wisata. Negara-negaea bagian pesisir barat dan timue AS masing-masing memiliki daya tarik wisata yang menakjubkan. Begitu juga dengan Alaska yang memiliki keunikan wisata yang sayang dilewatkan begitu saja.

Negara bagian yang termasuk ke pesisir barat AS adalah California, Oregon, Washington, Arizona, dan Nevada. Sementara itu, negara bagian pesisir timur AS terdiri atas Maine, New Hampshire, Massachusetts, Rhode Island, Connecticut, New York, New Jersey, Delaware, MarryIsland, Virginia, North Carolina, South Carolina, Georgia dan Florida.

 Pesisir Barat AS

Berkunjung ke negara bagian di pesisir barat AS, kita dapat menuju San Fransisco. Di kota ini, wisatawan dapat menilai keindahan jembatan Golden Gate yang panjangn keseluruhannya mencapai 2.737 meter.

Selanjutnya, Fisherman’s Wharf, kampung nelayan ternama di San Fransisco. Di sini, wisatawan dapat menikmati berbagai olahan hidangan lau yang segar salah satunya kepiting San Fransisco yang terkenal. Di tempat ini ada salah satu dermaga yang ternama yaitu Pier 39. Dari sini, wisatawan dapat melihat kawanan anjing laut karena memang dermaga ini khusus dibangun sebagai “hotel” bagi anjing laut.

Cukup di San Francisco, selanjutnya ke Las Vegas. kota ini, wisatawan dapat mengunjungi hotel dan kasino yang ternama. Pada Malam harinya dlapat mengikuti Las Vegas Night Tour untuk melihat kola ini yang sangat menarik di kala malam. Keesokan harinya, dapat mengunjungi Taman Nasional Grand Canyon, yang meniadi taman nasional pertama di AS. Karena keindahan dan keunikannya, tamap, ini pada 1979 ditctapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kemudian, jangan lewalkan kesempatan berbelanja di Cabazon Dessert Hills Premium Outlet yang merupakan salah satu gerai premium terbesar di pantai barat Amerika, di Palm Springs.

Jangan lewatkan menikmati keseruan bcrbagai macam wahana permainan Disneyland yang berlokasi di Anaheim. Di tempal ini, wisatawan dapat langsung merasakan beragam atraksi

Inenarik seperti Indiana .Jones, .JungIe Cruise, Haunted Nlansion, Pirates of The Caribbean,

Splash Mountain, Space Mountain, Big ‘Ihunder Mountain Railroad, dan Autopia. Ada juga [empat pembuatans film terbesar dan termegah di dunia, Universal Studios. Di tempat ini dapat menyaksikan pertunjukan, seperti Water World Show, ‘I’he Simpsons, The Terminator 2 (3D), Shrek (4D), Jurassic Park, Minions, dan Transformers.
Pesisir timur AS 

Kini wisatawan telah tiba di pesisir timur AS. Kota yang pertama dituju adalah Buflalo. Kota  yang terletak di New York ini berada di Sisi timur Danau Erie dekat Sungai Niagara yang mengarah ke Air Terjun Niagara yang termasyhur. Saksikan kemegahan air terjun ini dengan mengikuti tur Journey Behind The Falls yang begitu seru.
Selesai di Buffalo, arahkan diri ke Washington DC. Di kota ini, Anda dapat mengunjungi I,incoln Memorial, .Jefförson Memorial, Washington Monument, White House, Capitol Building, dan Smithsonian Museurn. .Jangan lewatkan Philadelphia dan New York.

Di Philadelphia kunjungi Liberty Bell, Independence Hall, dan State of Mint. Sementara di New York, mulailah hari dengan berbelania di Woodbury premium outlet. Temukan beragam merek ternama, di antaranya Armani Exchange, Benetton, Bottega Vencta, Burberry, Tory Burch,

DKNY, l)olce & Gabbana, dan Giorgio Armani.
Alaska 

Berlanjut ke Alaska. Wisatawan dapat menuju ke Kota Ketchikan yang terkenal sebagai “Salmon Capital of the World”. Ikuti lur untuk melihat secara langsung beruang alaska, menikmati Fjord Floatplane Adventure, melakukan salmon fishing, serta menonton pertunjukan tradisional Lumberjack Show. Kemudian, rasakan sensasi berlayar dengan kapal Celebrity Solstice clengan memasuki kawasan Tracy Arm Fjord. Dengan ini, wisatawan berkesempatan menyusuri dan melihåt keindahan alam. Fford dari atas kapal. Setibanya di Juncau yang merupakan ibu kola Alaska, wisatawan dapat memilih tur dog sledding, helicopter glacier, excursion , whale-watching atau berkesempåtan menyantap Alaskan Icing crab di restoran setempat. 

Berbagai pengalanutn wisata menarik mi dapat dinikmati dengan lcbih mudah bersama Golden

Rama. Tunggu apa lagi, segera rencanakan dari sekarang agar perjalanan wisala Anda ke AS terasa lebih mengasyikkan.

Sumber : Kompas, 11 April 2017. Hal.21

Padukan Wisata Sejarah dan Budaya Modern

Padukan Wisata Sejarah dan Budaya Modern. Kompas. 6 April 2017. Hal.21

Ide Kreatir Kanang

Bupati Ngawi Budi Sulistyono semakin kreatif untuk bisa mengangkat popularitas pariwisata di daerah Kabupaten Ngawi. Suasana Tradisi, aura mistis dan kandungan sejarah yang dalam, adalah salah satu hal yang tidak mungkin dilepaskan. Hal ini bisa disaksikan dalam perhelatan Benteng Pendem Night Artnival di Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan Sabtu 8 April 2017 mendatang. Momentum tersebut akan menjadikan ajang pembuktian inovasi yang telah dilakukan untuk memoles sektor pariwisata.

Perkembangan Benteng Pendem menjadi salah satu destinasi wisata ini tak lepas dari ide kreatif dan upaya Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono atau acap disapa Kanang, selama bertahun-tahun selama sejak masa jabatannya di periode pertama (2010-2015) Kanang getol memperjuangkan Benteng Van Den Bosch menjadi salah satu ikon Pariwisata Kabupaten Ngawi. Bukan itu saja, Kanang juga menjadikan Benteng Pendem sebagai salah satu tempat andalan pemerintah dalam memajukan pariwisata. Beberapa grup band terkenal juga sudah pernah perform di Benteng Pendem diantaranya Sawung Jabo. “Ngawi Perform Festival 2017 ini akan menghadirkan Band Jazz legendaris Krakatau Reunion menjadi band kedua yang akan perform di Benteng Van Den Bosch,” ujar Kanang, Bupati Ngawi.

Benteng Pendem Sendiri merupakan nama lain dari Benteng Van Den Bosch, salah satunya peninggalan pemerintahan Belanda di Ngawi yang dibangun 1839-1845. Lahannya yang luas, di lingkupi bangunan megah yang menjulang, memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung benteng ini. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi andalan bagi pariwisata dan junjungan untuk mereka yang gemar fotografi.

Visit Ngawi 2017 di canangkan Pemkab ngawi dan di impikan Kanang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat diandalkan dari sisi pariwisata. Karena itu, siapun melanjutkan program-program yang menjadikan Kawi Ramah sudah disosialisasikan sejak 2010. “Kami bangga Ngawi bukan hanya terkenal dengan kandungan sejarah dan keindahan alamnya, namun kesantunan, gotong royong, guyub rukun, dan keramahan masyarakatnya juga kami utamakan, itulah mengapa slogan Ngawi dimana-mana adalah Ngawi RAMAH,” katanya

Sumber : Kompas, 6 April 2017, Hal.21

Bupati ngawi budi sulistyono semakin kreatif untuk bisa mengangkat popularitas pariwisata di daerah kabupaten ngawi. Suasana tradisi, aura mistis dan kandungan sejarah yang dalam adalah salah satu hal yang tak mungkin dilepaskan. Hal ini bisa disaksikan dalam perhelatan benteng pendem night artnival di kabupaten ngawi yang dilaksanakan sabtu 8 april 2017 mendatang. Momentum tersebut akan menjadikan ajang pembuktian inovasi yang telah dilakukan untuk memoles sektor pariwisata.

Perkembangan benteng pendem menjadi salah satu destinasi wisata ini tak lepas dari idea kreatif dan upaya bupati ngawi ir. H budi sulistyono atau ucap disapa kanang. Selama bertahun-tahun sejak masa jabatannya di periode pertama (2010-2015) kenang getol memperjuangkan benteng van den bosch menjadi salah satu ikon pariwisata kabupaten ngawi. Bukan itu saja, kanang juga menjadikan benteng pendem sebagai salah satu tempat andalan pemerintah dalam memajukan pariwisata. Beberapa grup band terkenal juga sudah pernah perform di benteng pendem diantaranya sawung jabo. “ngawi perform festival 2017 ini akan menghadirkan band jazz legendaris Krakatau reunion menjadi band kedua yang akan perform di benteng van den bosch,”ujar kanang bupati ngawi.

Benteng pendem sendiri merupakan nama lain dari benteng van den bosch, salah satu peninggalan pemerintahan belanda di ngawi yang dibangun 1839-1845. Lahannya yang luas dilingjupi bangunan megah yang menjulang memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung benteng ini. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi andalan bagi pariwisata dan jujungan untuk mereka yang gemar fotografi. Visit ngawi 2017 dicanangkan pemkab ngawi dan diimpikan kanang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat diandalkan dari sisi pariwisata. Karena itu, diapun melanjutkan program-program yang menjadikan ngawi ramah sudah disosiasikannya sejak 2010. “Kami bangsa ngawi bukan hanya terkenal dengan kandungan sejarah dan keindahan alamnya, namun kesantunan gotong royong, gayub rukun dan keramahan masyarakatnya juga kami utamakan, itulah mengapa slogan ngawi dimana-mana adalah ngawi ramah,”katanya.

Sumber: Kompas 6 april 2017 halaman 21

Persiapkan Agenda Wisata Jelang Libur Sekolah dan Lebaran

Persiapkan Agenda Wisata Jelang Libur Sekolah dan Lebaran. Kompas. 20 April 2017. Hal.25

Coronet Peak Skifield, Queenstown New Zealand.

Liburan sekolah tak lama lagi tiba. Begitu juga dengan libur lebaran yang akan datang berbarengan. Dengan demikian, periode libur tengah tahun ini menjadi panjang dan ini yang dinanti-nanti. Beragam agenda liburan mulai disusun, salah satunya merancang perjalanan wisata bersama keluarga.

Agar dana yang dikeluarkan tak membengkak, tentu rencana perjalanan harus dipersiapkan dengan sangat matang. Terlebih lagi jika jumlah anggota keluarga yang akan berwisata lebih dari dua orang. Salah stau caranya dengan menentukan destinasi wisata yang akan dituju. Dengan ini kita dapat lebih fokus dalam menentukan transportasi dan akomodasi.

Cara lainnya, dengan bergabung ke biro perjalanan. Biasanya, menjelang libur sekolah/ lebaran banyak promo paket wisata yang ditawarkan. Dengan demikian,tinggal disesuaikan dengan dana yang selama ini telah dikumpulkan. Berikut ini beberapa destinasi wisata menarik untuk mengisi liburan sekolah/ lebaran tahun ini.

Midnight sun”

Anda dapat menikmati fenomena alam yang dikenal dengan midnight sun yang terjadi musiman, kala tengah malam langit begitu terang sehingga dapat meilhat matahari dengan mengunjungi North Cape Hall, Norwegia.

Selandia Baru

Bertepatan dengan musim libur sekolah/ lebaran di Indonesia yang biasanya berlangsung pada Juni hingga Juli, di Selandia Baru sedang memasuki musim dingin. Ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan salju secara lansung. Musim ini dapat dimanfaatkan bagi wisatawan untuk bermain ski di Puncak Coronet.

Tempat itu selalu menjadi favorit wisatawan untuk menikmati pengalaman bermain salju. Ski di tempat ini disajikan dengan berbagai medan yang seru sesuai dengan usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. selain itu, terdapat beberapa klub ski dan resor yang tak jauh dari tempat bermain ski.

Hokkaido

Kenapa harus mengunjungi Hokkaido, Jepang, saat Juli? Karena pada bulan ini adalah musim panas dan waktu terbaik untuk melihat lavender. Khususnya di minggu pertama, kedua, dan keempat. Lavender telah ditanam di Hokkaido lebih dari setengah abad yang lalu.

Ketika permintaan atas lavender impor dan murah menurun pada periode 1960-an dan 1970-an, lavender lokal pun mulai beralih fungsi dari produk agrikultur menjadi daya tarik bagi turis. Terdapat beberapa jenis lavender yang dapat dilihat, seperti okamurasaki, hanamoiwa, yotei, dan dark purple.

Wisatawan dapat membeli berbagai produk di toko oleh-oleh yang terdapat di beberapa perkebunan di Hokkaido. Kebanyakan produk yang dijual adalah yang terbuat dari lavender, seperti tanaman pot, lavender kering, sabun, lilin, parfum, teh lavender, minyak lavender, dan kosmetik lavender. Yang tak kalah menarik, wisatawan dapat mencicipi es krim lavender.

“Romantic east coast”

Bagi wisatawan yang menyukai sejarah, sepertinya harus mengunjungi kota Quebecy yang dulunya adalah wilayah Perancis. Jika melewati Quebec dan Montreal, pastikan untuk mampir melihat arsitektur Perancis yang cantic. Meskipun, dibangun pada abad ke-17 dan 18, kota ini masih bisa mempertahankan kecantikannya dan menjadi bagian dari Warisan Dunia UNESCO.

Semua destinasi itu, dapat anda pilih di Dwidayatour. Menjelang libur sekolah/lebaran tahun ini, Dwidayatour mempersembahkan “Parade Tiket Murah” yang akan berlangsung pada 21-23 April 2017 di LG-Terra 1, Central Park Mall, Jakarta.

Dengan berbagau program promo menarik antara lain Grand Prize Gift Card IDR 10 Juta; diskon tur hingga Rp 30 juta; potongan harga hingga Rp 750 ribu dengan tambahan voucher travel Rp 1juta ; free travel visa, attraction, dan merchandise; Buy 1 Get 1 Iventure Card ;diskon menginap di Club Med hingga 10 persen; gratis diskon voucher hotel hingga Rp 150 ribu dan cicilan 0 persen (syarat dan ketentuan berlaku). (*/ACH)

Sumber: Kompas.-20-April-2017.-Hal.25