Deretan Film Tentang Financial Planning Wajib Nonton Untuk Tips Mengelola Keuangan!

Masa pandemi ini memberikan banyak waktu untuk menata kembali kondisi keuangan. Salah satunya bagi kita, kita dapat berhenti sejenak untuk mengevaluasi gaya hidup dan kebiasaan belanja. 💸
Nah kali ini UC Library punya rekomendasi film tentang tips mengelola keuangan yang wajib kalian tonton nih 😊

  1. Uptown Girls 

    Molly Gun (Britanny Murphy) tidak pernah memikirkan masa depan, sampai suatu hari ayahnya meninggal. Ia baru menyadari pentingnya perencanaan keuangan sejak usia dini. Akhirnya, ia bekerja menjadi seorang pengasuh untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Film ini mengajarkan kita 5 cara mengelola keuangan yaitu SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time-based)

  2. Pursuit of Happiness 

    Chris Gardner (Will Smith) seorang ayah yang bertanggung jawan untuk menjaga keluarganya disaat krisis ekonomi melanda negaranya. Ia mengalami kesulitan membayar sewa rumah dan mengharuskan dirinya dan putranya tinggal di toilet sebuah statiun. Kesulitan tersebut tidak menghalanginya untuk menyerah, ia terus berusaha mencari pekerjaan. Film ini menginspirasi agar memiliki strategi pengaturan keuangan yang baik dan pantang menyerah dalam berusaha.

  3. Confession of A Shopaholic 

    Seorang jurnalis, Rebecca Bloomwood menyalahgunakan kartu kreditnya. Hingga suatu saat hutangnya menumpuk dan ia diburu oleh banyak debt collector. Film ini mengajarkan untuk bijak dalam menggunakan kartu kredit. Wajib banget ditonton buat kalian pengguna kartu kredit.

  4. Knocked UpBen Rogan (Sett Rogan) selama hidupnya bergantung pada uang jaminan sosial dan pekerjaan sambilan lainnya. Sampai suatu saat ia memiliki seorang anak dan harus menghidupi keluarganya. Film ini mengajarkan bahwa dalam hidup akan selalu ada kejadian yang tidak terduga. Oleh karena itu, menabung merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh kita semua.
  5. The Wall of Wall Street 

    Film yang dibintangi oleh Leonardo Di Caprio ini akan membuat terpesona penontonnya. Bagaimana tidak, usaha Belfort untuk membangun perusahaan investasi kecil menjadi perusahaan jutaan dolar dengan hanya mengandalkan ilmu pemasaran dalam jual beli saham disajikan dengan sangat epic. Film ini mengajarkan bahwa menjadi investor tidak selalu harus cerdas, tetapi harus memiliki karakter cekatan, berpikir kritis dan berani memanfaatkan peluang yang ada.

     

    Gimana UC People, film mana dulu yang rencana akan kalian tonton? 😊

PHOTOGRAPHY TIPS: BEBAS MELAYANG

Sering melihat foto manusia dengan berbagai pose dalam keadaan tidak menapak? jangan takut dulu, itu bukan horror, lho! mereka hanya sedang mempraktikan teknik levitasi. Teknik ini sangat menarik dicoba, karena foto yang dihasilkan akan terlihat unik dan fantastic. Ini cara membuatnya.

  1. GUNAKAN BURST MODE

Cukup sulit mendapatkan jepretan yang sempurna saat membuat foto levitasi. Terlebih bagi para pemula. Untuk satu konsep saja, bisa membutuhkan pengambilan gambar berulang kali lantaran momen tepat tidak pernah diketahui kapan datangnya. Sarannya, gunakanlah continous shooting agar bisa mendapatkan banyak foto dalam sekali jepret sekaligus. Langkah ini akan mempermudah anda dalam penyeleksian foto terbaik.

 

  1. GUNAKAN AKSESORI PENAHAN KOSTUM

Tidak seperti jump shoot yang dibuat apa adanya, levitasi butuh persiapan lebih matang. Pada jump shoot, segala benda yang menempel di tubuh akan terlihat pergerakannya, di levitasi tidak. Untuk menahan gerak pakaian, bisa digunakan penjepit baju atau kertas, peniti, dan pin. Untuk rambut, gunakan hair spray atau cukup mengikatnya saja. Bisa juga memanfaatkan topi atau bando agar rambut tetap terlihat rapi.

 

  1. ATUR EKSPRESI

Hal paling penting dalam levitasi adalah ekspresi sang model. Kebanyakan orang akan menampilkan ekspresi berbeda atau tidak alamiah saat meloncat. Hal ini harus anda hindari. Bergeraklah sesempurna mungkin, tapi juga jagalah ekspresi wajah sesuai dengan pose. Melayanglah tanpa beban.

 

  1. GUNAKAN LOW ANGLE

Atur jarak antara permukaan tanah agar tubuh terlihat melayang, ambil foto dengan low angle. Hal ini akan lebih memperlihatkan bahwa anda benar – benar melayang. Semakin tinggi jaraknya, tentu akan semakin menarik bukan ?

 

  1. BUAT TEMA YANG UNIK

Semakin banyak orang yang mempraktikan teknik ini, akan semakin banyak juga foto serupa yang dihasilkan. Untuk membuat foto anda lebih bernilai, cobalah menyiapkan tema yang unik. Anda bisa memanfaatkan aneka macam property, lokasi unik, serta pose atraktif.

 

Sumber : Tamasya Agustus 2013 hal. 97

Bagaimana Kabar Toleransi di tahun 2021?

Pada tahun 2020 lalu, internet sempat diramaikan dengan tagar blacklivesmatter. Gelombang protes ini berawal dari munculnya video kekerasan kepada seorang warga kulit hitam di AS bernama George Floyd oleh beberapa oknum polisi. Dalam video tersebut, seorang polisi terlihat menindih leher George Floyd yang tertelungkup di aspal dan beberapa kali berteriak “aku tak bisa bernapas”, memanggil-manggil ibunya dan mengatakan “tolong, tolong” sampai akhirnya tak bergerak lagi dan meninggal. Peristiwa ini diketahui berlangsung selama hampir 9 menit dan terekam oleh beberapa video amatir beberapa orang yang menyaksikan kejadian tersebut dan security camera. Kekerasan ini melibatkan empat orang oknum polisi yang kemudian diketahui bernama Derek Chauvin, Thomas Lane, Alexander Kueng, Tou Thao. Peristiwa yang berujung pada kematian Floyd ini diawali oleh laporan pegawai sebuah toko Cup Foods yang mencurigai Floyd menggunakan uang palsu saat melakukan transaksi pembelian. Video tersebut tersebar di internet dan langsung menuai aksi protes dari seluruh orang di dunia. Selang beberapa hari, orang-orang dari berbagai kota di Amerika turun ke jalan memprotes aksi rasis yang berujung pada hilangnya nyawa ini. Gelombang protes besar-besaran ini membuat empat orang polisi yang terlibat dalam kasus George Floyd ditangkap dan akhirnya dipecat. Namun proses hukum yang berjalan ini, tidak meredakan demonstrasi besar-besaran. Demonstran kemudian tidak hanya menuntut keadilan untuk George Floyd tetapi juga beberapa tuntutan lainnya, dikutip dari m4bl.org, terdapat 6 tuntutan lain seperti 1. Mengakhiri perang terhadap orang kulit hitam 2. Reparation 3. Invest-Divest 4. Keadilan ekonomi 5. Kontrol komunitas 6. Kekuatan politik, yang kemudian diperinci lagi menjadi beberapa hal seperti pengurangan pendanaan untuk polisi dan penyelesaian kasus-kasus kematian warga kulit hitam lainnya. Data dari mappingpoliceviolence.org menunjukkan bahwa warga kulit hitam tiga kali lebih mungkin meninggal karena kebrutalan polisi dibanding warga kulit putih. Kebrutalan polisi AS terhadap warga kulit hitam beriringan dengan diskriminasi rasial yang sudah sistemik. AS sudah lama meninggalkan era segregasi dan perbudakan, tetapi rasisme terhadap warga kulit hitam tetap ada dalam bentuk yang berbeda dan hidup dalam sekat bermasyarakat warga AS.

Buku berjudul “The Logic of Life” (Call No.339 HAR l) karya Tim Harford menjelaskan bagaimana banyak hal yang dirasa irasional sebenarnya rasional dan logis, tidak terkecuali rasisme. Dalam buku ini terdapat satu bab yang menjelaskan bahwa beberapa perilaku rasis dapat dijelaskan secara logis, bagaimana seseorang terkadang secara tidak sadar memiliki asumsi & prasangka yang kemudian membentuk keputusan-keputusan yang merugikan ras tertentu. Menurutnya terdapat dua jenis diskriminasi, Harford memberikan contoh dari sudut pandang ekonomi yang dalam hal ini perekrutan kerja, diskriminasi tersebut yaitu diskriminasi “berdasarkan selera” atau fanatisme, yaitu ketika pemberi kerja menolak memberikan pekerjaan pada orang kulit hitam karena tidak menyukai orang-orang kulit hitam dan yang kedua adalah diskriminasi statistik atau rasisme rasional yang mana pemberi pekerjaan menggunakan kinerja rata-rata dari kelompok rasial pelamar sebagai bagian informasi untuk memutuskan apakah akan melamar pekerja tersebut atau tidak. Penulis juga mencantumkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Marrianne Bertrand dan Sendhil Mullainathan, mereka membuat 5000 CV (Curriculum Vitae), beberapa dari CV tersebut digolongkan berdasarkan kualitasnya yaitu CV berkualitas tinggi, CV berkualitas sedang dan CV berkualitas rendah, kemudian, secara acak peneliti memberikan nama-nama orang kulit hitam seperti Tyrone Jones dan nama2 orang kulit putih seperti Brendan Baker. Peneliti mengirimkan CV ini ke lebih dari 1000 perusahaan, dua CV dengan nama kulit hitam: satu berkualitas baik dan satu sedang, dan dua CV dengan nama kulit putih, dengan format yang sama. Dan hasilnya CV dengan nama orang kulit putih menerima undangan wawancara 50 persen lebih banyak. Hal ini dapat terjadi bisa karena diskriminisi fanatis yang berarti employer (pemberi kerja) tidak suka dan tidak ingin orang kulit hitam bekerja di tempat mereka atau yang kedua, rasisme rasional yang berarti employer menggunakan kinerja rata-rata kelompok kulit hitam dan bukan murni dari kualitas CV pelamar. Jika hal ini terjadi secara terus menerus dan terjadi di semua kota maka dapat dikatakan keputusan orang kulit hitam untuk tidak melanjutkan pendidikan yang tinggi adalah hal yang rasional karena tidak peduli seberapa baik CV mereka, mereka tidak akan menerima panggilan kerja karena employer hanya menilai dari rata-rata kinerja kelompok ras saja dan bukan keberhasilan pribadi mereka. Hal ini dapat memperlebar kesenjangan antar ras, misalnya saja selama pandemi COVID-19 terjadi, dikutip dari Tirto.id, the Economic Policy Institute (EPI), melakukan riset yang hasilnya menyebutkan selama wabah corona terjadi, rata-rata pengangguran di komunitas kulit hitam mencapai 16,8 persen dan kulit putih 14,2 persen.

Perilaku rasis ini bisa merugikan untuk kedua pihak, baik dari pihak employer maupun warga kulit hitam, dari sudut pandang employer, employer akan kehilangan calon pekerja yang lebih baik dan handal, yang membuat mereka kalah bersaing dengan perusahaan lain yang tidak rasis. Sedangkan untuk calon pelamar kerja jelas hal tersebut akan berdampak besar pada ekonomi mereka. Sementara perusahaan akan terdampak dalam jangka waktu yang cukup lama, untuk orang kulit hitam dampak ekonomi akan terasa secara langsung. Buku ini mengutip penelitian Glaeser & Vigdor yang menyatakan bahwa kejatuhan segregasi (pemisahan orang kulit hitam & putih) terjadi lebih awal dikota-kota besar yang permintaan ekonominya baik dimana perusahaan-perusahaan menjadi semakin dinamis. Tapi hal ini sulit berubah dalam hal pelayanan publik, karena meskipun perilaku rasis tetap ada dalam tubuh pemerintahan, pelayanan publik tidak akan mengalami kebangkrutan. Tim Harford bukan hanya seorang jurnalis tetapi juga seorang ekonom, maka dalam bab Rasisme Rasional ini banyak penelitian yang berkutat di bidang ekonomi tapi dengan logika yang sama hal ini bisa dilihat pada konsep lain, misalnya secara statistik orang kulit hitam merupakan kelompok minoritas yaitu sebanyak 13% dari total penduduk dan memiliki modal sosial yang rendah seperti terbatasnya akses ekonomi dan pendidikan dan lingkungan yang tidak suportif terhadap keberhasilan sebayanya (dalam buku Harford, orang kulit hitam yang berhasil dianggap berperilaku seperti orang kulit putih (acting white) dikucilkan) yang akhirnya membuat mereka sering turut andil dalam kegiatan ilegal, sehingga mereka dianggap sering melakukan kejahatan dan berbahaya, hal ini membuat petugas kepolisian lebih sering mengawasi area tempat tinggal orang kulit hitam, maka lebih banyak orang kulit hitam yang ditangkap polisi dan masuk penjara karena hal-hal sepele, semakin tinggi lagi asumsi bahwa orang kulit hitam berbahaya. Teori ini semakin mendukung gerakan Black Lives Matter, karena hampir tidak ada cara lain selain demo menuntut Negara untuk memperbaiki sistem, mulai dari tata aturan non diskriminatif, ekonomi hingga pendidikan untuk memberi peluang yang sama untuk orang kulit hitam.

Kita bisa membantu gerakan ini dengan menyebarkan kesadaran tentang isu rasial, mengisi petisi, melakukan donasi dan mempelajari sejarah yang ada. Sebagai orang awam kita dapat mempelajari sejarah kulit hitam yang terjadi dengan menonton film. Berikut beberapa film yang bisa ditonton

  1. The Help (2011)

Merupakan film hasil adapatasi dari buku fiksi dengan judul yang sama yang ditulis oleh Kathryn Stockett yang menceritakan tentang perempuan kulit putih muda bernama Euginia “Skeeter” Phelan (Emma Stone)  dan hubungannya dengan dua pekerja rumah tangga kulit hitam bernama Aibileen Clark (Viola Davis) dan Minny Jackson (Octavia Spencer). Berlatar belakang Pergerakan Hak Warga Sipil (Civil Rights Movement) di tahun 1963 di Missisipi, Skeeter yang sedang berusaha menjadi jurnalis dan penulis, memutuskan untuk menulis buku tentang kisah hidup pekerja rumah tangga kulit hitam yang harus menghadapi perilaku rasis oleh keluarga kulit putih tempat mereka bekerja. Misalnya ketika Hilly (Bryce Dallas Howard) memecat Minny karena Minny terpaksa menggunakan toilet tamu saat badai (Minny tidak menggunakan toilet khusus kulit hitam). Film yang mendapatkan penghargaan Aktris Pendukung Terbaik oleh Academy Awards ini memperlihatkan bahwa rasisme adalah perilaku yang diajarkan, karena anak asuh yang berkulit putih memiliki hubungan yang dekat dengan pekerja rumah tangga yang berkulit hitam, perilaku rasis di masa itu juga banyak dilakukan karena adanya tekanan sosial.

  1. Hidden Figures (2016)

Film ini menceritakan tentang kehidupan tiga perempuan kulit hitam bernama Katherine G. Johnson (Taraji P. Henson), Dorothy Vaughan (Octavia Spencer), Mary Jackson (Janelle Monae). Mereka adalah matematikawan yang bekerja untuk NASA dan berperan penting selama tahun-tahun awal program ruang angkasa. Berlatar tahun 1950-an dan 1960-an dimana  pekerjaan ini didominasi oleh laki-laki dan segregasi masih terjadi seperti pemisahan sekolah, pemisahan toilet untuk kulit hitam dan putih, bahkan pemisahan alat makan & minum, film ini menggambarkan perjuangan yang harus dilakukan oleh warga kulit hitam saat itu untuk dapat bertahan dan diterima rekan kulit putihnya. Film yang disutradarai oleh Theodore Melfi ini ditutup dengan keberhasilan peluncuran roket berkat penghitungan Katherine. Hidden Figures yang merupakan hasil adaptasi buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Margot Lee Shetterly menunjukkan bagaimana orang kulit hitam dapat berhasil jika diberi kesempatan yang sama.

  1. 12 Years Slave (2013) non fiksi

Film ini berlatar tahun 1841 sebelum perang saudara terjadi di Amerika. Menceritakan tentang Solomon Northop (Chiwetel Ejiofor), seorang warga kulit hitam merdeka yg diculik lalu kemudian dijual untuk perbudakan di Lousiana, Amerika. Solomon Northop menjadi budak selama 12 tahun sebagai budak pertanian kapas, perjalanannya sebagai budak semakin sulit ketika Platt (nama budak Northop) menjadi properti Edwin Epps (Michael Fassbender) yang meyakini bahwa perbudakan adalah budaya Amerika bagian selatan  yang diperbolehkan Tuhan dan perlu dipertahankan. Platt dan rekan-rekannya dipekerjakan siang malam dengan kebersihan yang minim, diperlakukan tidak manusiawi, dicambuk, disiksa, bahkan diperkosa. Platt beberapa kali mencoba untuk membebaskan diri namun gagal sampai akhirnya ia bertemu Bass (Brad Pitt) yang membantu mengirimkan suratnya kepada rekannya di Utara. Film ini berakhir ketika Platt dijemput pihak berwajib dan dibawa kembali ke keluarganya dan kembali manusia merdeka. Kisah ini merupakan  kisah nyata dari memoar Northop yang disunting oleh Sue Eakin dan Joseph Logsdon pada tahun 1968 yang kemudian diangkat ke layar lebar dan disutradarai oleh Steve Mcqueen. Ada banyak scene dalam film ini yang dirasa sangat disturbing, menunjukkan betapa kejamnya era perbudakan. Film ini mendapatkan tiga penghargaan di Academy Awards yaitu Film Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, dan Skenario Adaptasi Terbaik.

Dari sejarah kita dapat melihat bahwa era perbudakan dan era segregasi berhasil dihentikan karena ada orang-orang yang berbagi nilai-nilai yang sama kemudian memperjuangkan hal tersebut. Pun di tahun 2021 ini, kita sedang menghadapi bentuk baru musuh masa lampau, perlu dukungan dari banyak orang yang percaya bahwa perilaku rasis, dari sisi manapun tidak dibenarkan. Terlebih di masa pandemi ini, ketika seluruh dunia terdampak secara kesehatan, ekonomi maupun sosial, kita perlu bahu-membahu menguatkan sesama terlebih membantu mereka yang termarjinalkan. Mari introspeksi diri sendiri apakah kita sudah memiliki sikap toleransi terhadap perbedaan? It takes all of us, to stand on the right side of history.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Mesin Melakukan Semuanya? (Book Review)

Judul buku : Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Mesin Melakukan Semuanya

Penulis : Malcolm Frank, Paul Roehrig, dan Ben Pring

Penerbit : PT Elex Media Komputindo

Tahun Terbit : 2018

Jumlah Halaman : IX+ 213 halaman.

Buku ini menceritakan bagaimana mesin melakukan semuanya, karena di zaman sekarang yang sudah maju banyak ketakutan jika kemunculan mesin-mesin baru ini, bagaimana jika mesin lebih pintar, lebih produktif dan apa saja yang mereka pelajari. Kemunculan artificial intelligence (Al) atau kecerdasan buatan (KB) adalah salah satu kisah hebat yang terjadi pada zaman kita. Juga membahas bagaimana memisahkan mitos dan realita pada bisnis terdepan terhadap mesin pada garda terdepan bisnis global.

Mesin baru akan meningkatkan standar kehidupan dan mendorong periode pertumbuhan ekonomi yag terdistribusi secara luas, tetapi banyak orang bisa terperangkap pada lubang-lubang eksistensial pada pertanyaan-petanyaan yang sama. Ada juga mengenai cara dalam model bisnis digital, otomatisasi robot yang berupa perangkat lunak harusnya memakan inti operasional anda serta anggapan yang benar terhadap otomatisasi adalah sebuah sarana, bukan sebuah akhir dalam mengelola kesempatan sebuah generasi.

Buku ini menjelaskan apa yang harus Anda lakukan, mengapa, dan apa yang akan terjadi jika Anda tidak melakukan nya. Mengatasi berbagai permasalahan mengenai mesin serta kekhawatiran Anda, melalui permainan baru tetapi tetap mengikuti trend terbau dari sebuah mesin.

Kelebihan Buku

Buku tersebut sangat urut menjelaskan apa itu mesin, kekurangankelebihan mesin hingga bagaimana mesin beroperasi, dari umum ke tahap spesifik. Buku ini juga memecahkan kekhawatiran semua orang di masa yang akan datang, siapa tokoh dan bagaiamana kisah dari tokoh tersebut juga dijelaskan. Ada dari beberapa pakar dunia yang membahas bagaimana mesin bisa berekembang dengan baik dalam perusahaan, universitas atau instanti yang mereka jalankan. Buku ini sangat memotivasi kita dalam pengembangan cara fikir kita di masa yang semakin modern ini.

Kekurangan Buku

Buku tersebut juga memiliki kekuranan dari bahasa nya yang jarang terdengar oleh kita, kurangnya beberapa sub ajakan kami untuk lebih seangat dalam membaca buku ini. Orang-orang yang ditunjukan dalam buku kurang spseifik karena hanya ada beberapa foto nya saja, serta terlalu banyak orang dengan berbagai cerita, yang membuat kami sebagai pembaca terlau bingung membandingkan cerita satu ke cerita yang lainnya.

Sungguh Meresahkan! Sampai Kapan Mau Dibohongi Berita Palsu?

Maraknya penyebaran informasi yang diiringi dengan kurangnya literasi digital membuat banyaknya hoaks atau berita palsu yang semakin merajalela. Banyaknya hoaks yang tersebar pada era ini kerap kali menimbulkan keresahan public, lantas kalau kita lihat kembali sebenarnya bagaimana sih asal mula tercipta adanya hoaks?

Dalam buku berjudul Sins Against Science yang ditulis oleh Lynda Walsh, beliau mengulas mengenai sejarah terjadinya hoax atau kabar bohong yang diperkirakan terjadi pada tahun 1808, pada era industry. Kata-kata hoax itu sendiri diyakini telah ada dari ratusan tahun sebelumnya, dan berasal dari kata ‘hocus’ dari ‘hocus pocus’. ‘Hocus Pocus’ itu sendiri merupakan sebuah mantra yang biasanya dilontarkan oleh para pesulap, jika di Indonesia biasanya menyerupai ‘sim salabim’. Dilengkapi kembali oleh Alexander Boese dengan bukunya yang berjudul Museum of Hoaxes dimana ia mencatat sekumpulan hoax pertama yang telah dipublikasikan pada jamannya. Mulai dari adanya penanggalan palsu yang dibuat oleh Isaac Bickerstaff atau Jonathan Swift pada tahun 1709. Pada saat itu, Jonathan Swift meramalkan tanggal kematian seorang astrolog bernama John Patridge. Dengan keyakinannya tersebut, Jonathan Swift juga menuliskan obituary palsu Patridge di hari dimana ia diramalkan meninggal. Hal ini dibuat Swift untuk mempermalukan Partridge di mata public. Tentu, hal ini menimbulkan beberapa dampak yang akhirnya merugikan orang yang bersangkutan serta public yang mempercayainya. Dari sini, kemudian mulai bermunculan hoaks-hoaks yang kembali menggemparkan public hingga mulai berkembang pada era industry ini.

Seturut dengan perkembangan jaman dan maraknya hoaks yang tertebar dimana-mana khususnya di media sosial, hoakspun dibagi menjadi 7 jenis. Pertama, ada hoaks Satir dimana konten ini dikhususkan sebagai ironi atau sarkasme kepada pihak tertentu. Pada dasarnya, hoaks satir ini sendiri merupakan suatu sindiran yang tidak membahayakan, namun pada beberapa kasus malah menjadi masalah serius karena banyaknya massa yang tertipu dan meyakini konten tersebut sebagai suatu kebenaran. Kedua, ada juga hoaks menyesatkan yang dilengkapi dengan bukti-bukti palsu dengan mencantumkan beberapa pernyataan resmi. Tujuannya memang sengaja dibuat agar para pembacanya memiliki pemikiran yang sama dengan penulis hoaks tersebut. Hoaks jenis ini merupakan jenis yang harus kita waspadai dan harus kita bedakan, karena terkadang berita yang dituliskan malah menggiring massa ke suatu kepercayaan tanpa adanya bukti akurat maupun dasar teori / pengetahuan yang jelas. Selanjutnya, ada juga hoaks yang mencantumkan bukti berupa foto atau video peristiwa yang pernah terjadi di masa lampau namun ditulis pada tahun yang berbeda dengan konteks yang tentunya berbeda. Biasanya ini terjadi karena adanya beberapa kejadian yang serupa sehingga beberapa massa menjadi tertipu. Tidak jauh berbeda, ada juga hoaks ‘salah koneksi’ dimana biasanya beberapa oknum menggunakan foto atau video dari suatu berita dan mengubah informasi yang ada sesuai dengan opini mereka. Contohnya terjadi pada salah satu temuan Turn Back Hoax di twitter dimana seseorang menggunakan video domba Beltex yang dicukur bulunya dan menyatakan hewan tersebut adalah hewan cloning yang dinamakan Khanzarof. Padahal nyatanya, hewan tersebut merupakan hewan dari Selandia Baru yang diberi suntikan otot ganda texel dari Belgia. Dilanjutkan dengan hoaks konten tiruan yang melibatkan tiruan-tiruan untuk menipu masyarakat. Biasanya ada yang mengaku sebagai gojek, grab, dan masih banyak konten tiruan lainnya. Dilanjutkan dengan hoaks yang mengandung konten manipulasi dimana beberapa oknum mengambil dan menyunting sebuah data berupa informasi, foto maupun video lalu mengubahnya dengan berita-berita palsu yang meyakinkan para warga. Terakhir, ada hoaks dengan konten palsu dimana suatu oknum sengaja membuat hoaks ini agar bisa dipercayai oleh warga. Hoaks yang satu ini termasuk jenis yang berbahaya karena cukup meresahkan dan dapat menipu warga jika tidak hati-hati loh!. Salah satunya terjadi pada suatu perusahaan Timah yang dikabarkan membuka lowongan pekerjaan, padahal nyatanya tidak.

Wah, ternyata banyak juga ya jenis-jenis hoaks yang selama ini beredar!. Tentunya, kita harus bisa lebih berhati-hati dalam menyaring informasi ya teman-teman!. Kita semua tidak mau-kan dipermainkan oleh berita-berita palsu yang menyebar!. Hal ini bisa diminimalisir dengan beberapa hal, contohnya dengan mencermati lebih lagi alamat situs yang ada. Berita hoaks biasanya berasal dari situs-situs yang tidak terpercaya, sehingga kita juga harus bisa membedakan mana situs yang terverifikasi dan yang tidak ya teman!. Kemudian kita juga bisa meminimalisasi dengan memeriksa kembali fakta yang beredar. Kebanyakan orang biasanya langsung mempercayai apa yang mereka baca, padahal dibalik itu kita tidak tahu apakah situs-situs lain juga mengatakan demikian. Jadi, sebaiknya kita periksa kembali fakta yang ada ya!, tentu akan lebih akurat jika dilengkapi dengan adanya kesaksian dan bukti-bukti resmi. Setelah itu, kita juga bisa mengecek keaslian foto dengan menggunakan sistem drag-and-drop dari Google Images. Dari sini, kita bisa melihat apakah foto tersebut benar dikhususkan untuk informasi tersebut, atau jangan-jangan merupakan foto dari informasi lain?

Sekarang kita sudah tahu jenis-jenis hoaks yang beredar di masyarakat dan beberapa cara untuk menghindarinya. Jangan ada lagi ya yang tertipu hingga ikut-ikutan menyebarkan berita hoaks! Berbahaya loh!

 

Daftar Pustaka

Liputan6 (2017, Januari 7). Darimana Asal Usul Hoax?. Liputan6.com. Diakses pada https://www.liputan6.com/news/read/2820443/darimana-asal-usul-hoax. 11 Januari 2021.

Putera, Dewa (2019, Agustus 19). Waspadai 7 Jenis Hoax di Sekitar Kita, Apa Saja?. Idntimes.com. Diakses pada https://jabar.idntimes.com/hype/viral/dewa-putu-ardita/7-jenis-hoax-ini-bertebaran-di-sekitar-kita-pintar-pintarlah-memilah-regional-jabar/7. 11 Januari 2021.

Yunita (2017, Januari 19). Ini Cara Mengatasi Berita “Hoax” di Dunia maya. Kominfo.go.id. Diakses pada https://kominfo.go.id/content/detail/8949/ini-cara-mengatasi-berita-hoax-di-dunia-maya/0/sorotan_media. 11 Januari 2021.

 

Berita Duka Awal Tahun Indonesia: Sriwijaya Air SJ182

Tahun 2021 diawali dengan kabar duka yang diterima dari dunia penerbangan Indonesia. Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 yang telah berumur 26.7 tahun dikabarkan telah jatuh dan hancur di daerah perairan Kepulauan Seribu. Kabarnya, pesawat Sriwijaya Air dengan tujuan Jakarta-Pontianak ini jatuh 4 menit setelah lepas landas. Namun sebab dari jatuhnya pesawat tersebut sampai saat ini masih menjadi misteri, hingga blackbox nanti ditemukan dan diumumkan.

Penerbangan pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini awalnya sempat mengalami delay 30 menit, dimana seharusnya pesawat tersebut sudah terbang pada pukul 14:30 WIB. Alasan dari delay tersebut juga dikarenakan cuaca buruk yang tidak memungkinkan pesawat untuk lepas landas. Pada pukul 14:36 WIB pesawat dikabarkan telah take-off dari bandara Soekarno-Hatta dan mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa, 7 penumpang anak-anak, dan 3 bayi. Setelah take-off, pada pukul 14:37 WIB pesawat masih dapat di kontak dan diizinkan untuk naik ke ketinggian 29.000 kaki. Setelah itu, dalam hitungan detik pesawat Sriwijaya SJ182 ini hilang dari radar.

Namun setelah dilihat dari flightradar24, pada pukul 14:40 WIB dari Jakarta melihat bahwa pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini tidak mengarah ke arah yang seharusnya yaitu 075 derajat, melainkan ke arah barat laut. Off-track 40 derajat dari track yang telah ditentukan tentu merupakan hal yang tidak wajar dalam dunia penerbangan. Dalam hitungan detik, pesawat tiba-tiba berada di 339 derajat dimana ia telah menukik tajam dan mengalami penurunan ketinggian yang drastis. Informasi terakhir yang diterima dari flightradar24 yaitu Pesawat Sriwijaya Air SJ182 telah jatuh ke kanan di ketinggian 250 kaki diatas laut dengan kecepatan 358 knots atau 663km/h. Nelayan setempat juga mengaku telah mendengar suara ledakan besar di daerah perairan kepulauan seribu pada hari itu.

Setelah mendengar kabar hilangnya Sriwijaya Air SJ182 dari radar, manajer operasi langsung menghubungi Basarnas, bandara tujuan, dan instansi terkait. Presiden Jokowi juga telah mengarahkan pencarian dengan maksimal pada pukul 17:30 WIB. Setelah tim pencarian dikerahkan, saat ini sudah ditemukan belasan puing pesawat hingga berbagai potongan pakaian yang berhasil dievakuasi. Selain itu, ditemukan juga beberapa kantong berisi body part korban yang langsung diserahkan ke DVI polri dan KNKT untuk penyelidikan lebih lanjut.

Beberapa spekulasi telah marak diperbincangkan masyarakat mengenai alasan dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini. Mulai dari umurnya yang sudah terlalu tua untuk sebuah pesawat terbang untuk tetap beroperasi. Namun hal ini dibantah oleh berbagai pihak maskapai dengan alasan bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan antara pesawat tua dan pesawat baru, asal tetap dirawat dan bisa diakui layak terbang. Apalagi, pesawat ini sebelumnya sudah terbang pulang-pergi ke Pangkal Pinang dengan lancar.

Mendengar berita duka ini, pihak Sriwijaya Air telah menyatakan turut prihatin dan turut berduka kepada seluruh keluarga dari penumpang dan awak pesawat yang ditinggalkan. Pihak Sriwijaya Air juga terus memberi dukungan penuh dan pendampingan kepada keluarga korban selama proses evakuasi dan identifikasi berlangsung. Jasa Raharja juga memastikan pemberian santunan kepada keluarga korban.

Terlepas dari itu semua, tentu Indonesia telah mengalami duka cita yang mendalam. Saya selaku penulis mau mengucapkan turut berduka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan dan bersama mendoakan agar musibah seperti ini tidak terjadi lagi kelak. Dipenuhi dengan harapan agar semua proses investigasi dan penelusuran mengenai Sriwijaya Air SJ182 ini dilancarkan.

 

Daftar Pustaka

Putri, Cantika (2021, Januari 11). Fakta-fakta terkini kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Cnbcindonesia.com. Diakses di https://www.cnbcindonesia.com/news/20210111093309-4-214920/fakta-fakta-terkini-kecelakaan-pesawat-sriwijaya-air-sj-182/5. 14 Januari 2021

Kompastv (2021, Januari 11). Pengamat: Yang Didengar Nelayan Kemungkinan Suara Sayap Patah Pesawat Sriwijaya Air. Youtube.com. Diakses di https://www.youtube.com/watch?v=I8o2BThFY1M. 14 Januari 2021.

Raditya, Vincent (2021, Januari 10). Analisa Data Sriwijaya Air SJ-182 Flight Radar 24. Youtube.com. Diakses di https://www.youtube.com/watch?v=V9XeP7f5DMg. 14 Januari 2021.

Kompas.com (2021, Januari 10). Kronologi Jatuhnya Sriwijaya Air SJ182, Sempat Delay Hingga Hilang Kontak. Kompas.com. Diakses di https://megapolitan.kompas.com/read/2021/01/10/05300031/kronologi-jatuhnya-sriwijaya-air-sj-182-sempat-delay-hingga-hilang-kontak?page=all. 14 Januari 2021.

Prasetia, Fransiskus (2021, Januari 11). Ada 12 Titik kesamaan di Sidik Jari Penumpang SJ182 Atas Nama Khasanah Berhasil Diidentifikasi. Tribunnews.com. Diakses di https://www.tribunnews.com/nasional/2021/01/12/ada-12-titik-kesamaan-di-sidik-jari-penumpang-sj182-atas-nama-khasanah-berhasil-teridentifikasi. 14 Januari 2021.

Cermat Dengan Keamanan Informasi Pribadi (Book Review “H@CK3R’s SECRETS for CEOs”)

Judul                           : H@CK3R’s SECRETS for CEOs

Call No.                       : 005.8

Publisher                     : Bornrich Publishing

Author(s)                     : Gildan Arvin Deograt Lumy

Publisher Years          : Agustus 2016

Height                          : 14 x 21 cm

 

Buku ini merupakan bacaan wajib bagi kita semua baik mahasiswa, pelajar, pengajar, praktisi bisnis, petinggi organisasi, pejabat negara pada era digital saat ini. Buku ini menjelaskan secara mudah dan gamblang bahwa informasi yang tidak dikendalikan sesuai risiko dan dampak (keamanan informasi) akan berdampak buruk pada keselamatan jiwa, hukum, keuangan, bisnis, pendanaan teroris, kedaulatan nasional, pertahanan negara, dan masa depan bangsa Indonesia.

Buku ini akan mengubah cara pandang (mind-set) jika anda peduli pada informasi yang sekarang “bukan lagi hanya Tuhan yang tahu”. Jangan lagi ada pendapat bahwa keamanan informasi dan keamanan siber adalah semata-mata tanggung jawab orang TI (Teknologi Informasi). Informasi adalah tanggung jawab ANDA, begitu pula Keamanan Informasi yang didalamnya ada Keamanan Siber.

Buku ini sendiri ditulis oleh seorang praktisi IT yang sudah senior di bidangnya. Buku ini sangat cocok dan bagus bagi orang-orang yang ingin mengerti mengenai bidang cyber di internet. Berbagai contoh dari kasus membobolah IT yang ada di dunia ini dijelaskan dalam buku ini dan kita dapat mempelajari bagaimana situasi keamanan IT yang harus kita waspadai keberadaannya, sebab banyak pihak yang dapat meretas data-data penting yang kita miliki dari dunia maya yaitu internet. Bila anda seorang pengusaha tentu buku ini sangat berguna karena anda bisa melihat gambaran dari sisi buruk ketika perusahaan yang anda miliki sudah terkoneksi dengan internet yang tentunya membuat perusahaan anda sudah serba terkoneksi dan melihat sisi buruknya.

Dengan adanya buku ini menjadikan kita para pengguna internet dapat lebih berhati-hati dengan penyebaran data kita didnia maya yang dimana pada awalnya kita tidak memahami dan memikirkan resiko yang dapat kita terima dengan adanya informasi ke tangan-tangan orang yang ingin menggunkannya untuk kejahatan.

 

Kelebihan buku ini:

  1. Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami
  2. Banyak contoh-contoh kasus sehingga kita dapat memahami seperti apa penggunaan IT sesungguhnya
  3. Buku ini dapat dibaca oleh semua orang yang ingin mengerti bidang IT

Kekurangan buku ini:

  1. Buku tidak memiliki gambar yang dapat membantu pembaca memahami buku ini.

Seo Dal-mi “StartUp” Ajarkan Kita Untuk Tidak Insecure

Latar belakang bukan alasan untuk tidak bisa sukses.

Memiliki keluarga yang broken home harus putus kuliah tidak membuat seorang Dal-mi menyerah. Dengan tekad yang kuat dan jiwa yang pantang menyerah, Dal-mi akhirnya sukses mendirikan start-upnya sendiri.

Selalu ada jalan. Tenang!

“Usaha tidak mengkhianati hasil” ya, seorang Seo Dal-mi percaya akan hal itu. selama kita mau berjuang dan terus berusaha, maka semua itu akan memberikan hasil yang indah akhirnya. Meskipun terkadang butuh waktu dan proses yang lama.

Jangan hidup untuk membandingkan.

Seo Dal-mi sempat iri dengan kehidupan dari In-Jae yang terlihat lebih bahagia dibandingkan dirinya. Faktanya, seorang In-Jae pun punya masalah berat dalam hidupnya. Jadi, jangan membandingkan diri dengan orang lain. Karena sekalipun mereka terlihat bahagia, kenyataannya belum tentu demikian.

Berdamai dengan masa lalu.

Kembalinya Seo Dal-mi dengan Do-san membuat banyak orang tercengang. Namun yang bisa di pelajari adalah menerima dan memaafkan masa lalu adalah cara untuk kita bisa hidup bahagia tanpa rasa insecure. Dengan berdamai, itu berarti kita sudah menerima semua hal buruk yang terjadi di masa lalu sebagai bagian dari diri kita.

 

Nah itu tadi pelajaran yang bisa kita ambil dari seorang Seo Dal-mi agar kita tidak insecure dengan hidup kita. masih banyak lagi pelajaran yang bisa di ambil dari kehidupan Seo Dal-mi. Buat kalian yang sudah nonton, boleh dong share hal lain yang kalian pelajari dari seorang Seo Dal-mi. Tulis di kolom komentar ya UC People 😊

Membuat Resolusi Tahun Baru dari Buku “The Power of Habit”

Membuat resolusi selalu identik dengan pergantian tahun baru. Tapi tahukah kalian, resolusi akan bertahan lama apabila kita mengubah kebiasaan kita. Ya, Charles Duhigg dalam bukunya menjelaskan tentang bagaimana kebiasaan berpengaruh pada resolusi kalian.

  1. Membuat resolusi baru, berarti kalian siap membangun kebiasaan baru. Oleh karena itu, langkah pertama untuk membangun kebiasaan baru adalah dengan mengenali kebiasaan apa yang kalian ingin tinggalkan atau ubah. Dengan mengenali, otomatis kalian akan terus berusaha mencapainya serta menjadi alarm yang akan mengingatkan ketika kalian ingin menyerah.
  2. Kenali alasan mengapa kalian menulis resolusi yang tersebut. Apakah perubahan? Apakah karena seseorang? atau ingin mendapatkan sesuatu?. Apapun itu, mengenali alasan akan memberikan jawaban “mengapa kalian harus merubah kebiasaan kalian?”
  3. Ketahui reward yang akan didapatkan ketika kalian terus berusaha mencapai resolusi tersebut. Semakin besar, jelas dan menguntungkan reward yang didapatkan, maka otomatis kalian akan lebih bersemangat untuk mencapai resolusi.

Nah itu tadi beberapa tips yang tercantum dalam buku “the power of habit”. Sebenarnya masih banyak lagi yang dibahas dalam buku tersebut. Kalo kalian penasaran, buku ini tersedia di Library Universitas Ciputra loh. Kalian bisa dapatkan di Call di 158.1 DUH p

Bagaimana Menjaga Perilaku Konsumtif Selama Pandemi?

Siapa yang di masa pandemic ini malah jadi lebih boros angkat tangan!. Pada masa pandemic yang mengharuskan kita untuk berdiam dirumah saja ini sungguh menyiksa bagi beberapa orang. Berdiam di rumah, belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan semuanya harus dilakukan dirumah. Namun ini menjadi salah satu kesempatan bagi orang-orang yang mau memulai bisnisnya dari rumah!. Karena semua dilakukan dirumah, otomatis waktu senggang yang dipunyai akan lebih banyak dan bisa digunakkan untuk mengembangkan skillnya!. Kesempatan ini tidak dilewatkan bagi masyarakat untuk memulai pembukaan online shop mereka. Mulai dari makanan, elektronik, hingga barang-barang lain seperti clothing line kian merebak ditengah masa pandemic ini.

Semuanya terasa serba mudah sekarang. Internet tidak hanya digunakkan untuk mencari informasi saja, namun juga bisa membantu kita untuk mencari barang-barang yang kita mau atau bahkan menyebarkan dagangan kita!. Dahulu sebelum adanya pandemic, orang-orang mungkin masih harus datang ke toko ataupun mall untuk mencari suatu barang yang mereka cari. Namun sekarang, lebih dipermudah lagi dengan adanya kurir atau pihak external lainnya (contohnya GoJek, Grab, Shopee, dll). Tidak heran buat kalian terutama para remaja lebih banyak meluangkan waktu dirumah untuk scrolling social media dan toko online. Hal ini bisa menjadi salah satu penyebab dari merebaknya budaya konsumerisme yang terjadi pada saat ini. Ketika kita sedang melihat-lihat social media, sadar atau tidak sadar beberapa kali pasti ada promo yang ditawarkan dari berbagai platform media. Tentu, ini yang disebut dari ‘racun’ social media.

Sejak beberapa waktu lalu, TikTok menjadi popular dikalangan masyarakat. Mulai dari anak kecil hingga yang dewasa ikut menikmati aplikasi yang satu ini. Dimana ada keramaian, tentu disana ada peluang dong? Dan yep, TikTok sekarang juga menjadi ajang promosi penjualan seperti platform-platform social media yang lainnya. Tidak jarang loh, beberapa remaja mengaku telah mendapat ‘racun’ TikTok. Salah satunya dengan membeli lampu LED yang bisa berubah warna untuk menghiasi kamar mereka karena mereka melihat hal ini sedang trend di TikTok. Dan seperti yang kita tahu, tidak hanya TikTok yang bisa menjadi racun, melainkan bisa juga dari promo yang ditawarkan dari Shopee, Tokopedia, Instagram, Facebook, dan lainnya.

Namun situasi pandemic ini juga ternyata menekan perekonomian beberapa masyarakat loh!. Akibatnya, mereka juga harus bisa pintar-pintar menata keuangan mereka agar bisa berlaku lebih hemat, apalagi pada masa sulit seperti ini. Nah buat kalian yang imannya tidak kuat menahan godaan-godaan untuk menghabiskan uang kalian, coba deh ikutin tips-tips berikut ini!.

Pertama, kalian bisa mencoba untuk menjadi lebih hemat dengan cara menuliskan semua anggaran keuangan kalian. Pastikan bahwa pendapatan kalian itu lebih besar daripada pengeluaran kalian yah!. Ingat deh, lebih baik menabung demi masa depan dengan perencanaan keuangan yang matang daripada nanti kalian menyesal bukan?. Jika kalian melihat bahwa pengeluaran kalian selama ini lebih besar daripada pendapatan yang kalian terima, coba deh berusaha untuk mencari uang tambahan, mumpung peluang dimasa pandemic ini besar loh!.

Kalian juga bisa menginvestasikan keuangan kalian untuk menciptakan keuangan yang lebih baik di masa depan!. Tapi tunggu dulu, untuk yang satu ini, kalian tentunya butuh untuk research lebih ya! Jangan asal-asalan dalam menaruh uang kalian pada suatu investment. Hati-hati juga karena terkadang bisa saja terjadi investasi bodong atau kerugian yang terjadi. Investasi ini juga dapat dilakukan dalam berbagai hal, mungkin dari investasi saham, emas, dan lain-lainnya.

Ketiga, kalian harus bisa membedakan antara kebutuhan dan juga kemauan kalian. Sesuatu yang kalian mau bisa jadi tidak kalian butuhkan, namun yang harus kalian penuhi tetaplah kebutuhan. Mulai dari sandang, pangan, dan papan yang kalian perlukan untuk bertahan jangan sampai ada yang kelupaan yah!. Nah baru deh, kalau kebutuhan kalian sudah terpenuhi dan keuangan kalian masih tersisa, boleh kalian luangkan untuk memenuhi kemauan kalian!. Tapi tentunya, jangan sampai kelewat batas yah teman-teman, aku yakin kalian bisa mengendalikan diri kalian kok!.

Coba deh jadikan hal-hal diatas ini menjadi kebiasaan kalian. Mungkin diawal-awal kalian akan merasa tidak nyaman dan meremehkan hal-hal kecil seperti mencatat pengeluaran, dll. Namun percaya deh, itu nantinya bakal berpengaruh bagi kehidupan kalian kok!. Menabunglah walaupun hanya dengan koin receh, namun lama-lama jika dikumpulkan bisa menjadi bukit juga loh. Jadi jangan sia-siakan setiap mata uang yang ada yah!. Berbelanjalah sesuai kebutuhan, dan tahanlah diri-diri kalian dari racun yang beredar di sekeliling kalian oke!. Yakin deh keuangan kalian akan tertata rapih sehabis kalian melakukan hal-hal diatas.

Happy shopping!.

 

Daftar Pustaka

Ferdiani, Kabrina (2020, Feb 06). 11 Cara mengelola keuangan dengan baik dan benar. Modalrakyat.id. Diakses di https://www.modalrakyat.id/blog/11-cara-mengelola-keuangan-dengan-baik-dan-benar 11 December 2020

Sanga, Jhon. (2020, Mei 13). Gaya Hidup konsumersme selama pandemic covid19. Thecolumnist.id. Diakses di https://thecolumnist.id/artikel/gaya-hidup-konsumerisme-selama-pandemi-covid19-762
11 December 2020.

Djumena, Erlangga (2020, April 2). Ancaman perilaku konsumtif di tengah pandemic corona. Kompas.com. Diakses di https://money.kompas.com/read/2020/04/02/191400326/ancaman-perilaku-konsumtif-di-tengah-pandemi-corona?page=2. 11 December 2020.