New Collection – December 2019

Pengangguran dan kemiskinan adalah masalah yang masih bercokol di dunia abad 21 ini. Hal yang mengherankan adalah negara-negara yang sebagian besar penduduknya hidup dibawah garis kemiskinan adalah justru negara-negara yang memiliki kekayaan alam melimpah.

“Entrepreneurship adalah faktor kunci yang hilang.” Begitulah paparan Dr Ir Ciptra. Buku “Quantum Leap: Bagaimana Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Anda dan Masa Depan Bangsa” memberikan jawaban bagaimana entrepreneurship sebagai faktor kunci bisa kembali diraih dan digunakan oleh seseorang maupun sebuah bangsa untuk membuka pintu keluar dari masalah pengangguran dan kemiskinan, bahkan bisa digunakan untuk membangun kesejahteraan.

Sebagai entrepreneur sejati, Dr Ir Ciputra telah membuktikan dirinya sebagai orang yang memiliki legitimasi untuk memberikan kunci jawaban atas tantangan tersebut. Dengan permulaan yang sangat sederhana, Ciptura berhasil membangun tiga group raksasa dalam dunia property: Jaya Group, Metropolitan Group dan Ciputra Group dengan lebih dari 14.000 karyawan.

Melalui pengalaman pribadinya mengembangkan ketiga grup raksasa tersebut yang dituangkan dalam “Ciputra Quantum Leap” ini, Dr Ir Ciputra memaparkan dengan jelas bagaimana pengalamannya ini juga bisa dimiliki banyak orang.

Buku ini menjadi salah satu buku wajib baca bagi kita para calon entrepreneur UC. Buku ini tidak hanya berisi motivasi, tapi juga saran dan petunjuk praktis menjadi seorang entrepreneur handal berdasarkan dari pengalaman pribadi Pak Ciputra sendiri.

Silahkan #ucpeople membaca atau meminjam koleksi tersebut di UC Library di call no. 338.04092 CIP c. di UC Library juga tersedia berbagai macam koleksi tentang Pak Ciputra dan koleksi entrepreneur lainnya. UC Library merupakan tempat yang tepat bagi kamu calon entrepreneur UC. Di sini terdapat berbagai macam koleksi buku bacaan mulai dari bisnis, inovasi, kreativitas, manajemen, psikologi, desain, sampai majalah juga ada.

Berikut daftar koleksi buku terbaru UC Library. Happy reading. 😀
Silahkan klik disini.

New Collection – November 2019

Tahukah kamu kalau tanggal 27 Oktober lalu adalah tanggal lahir presiden Amerika Serikat ke 26 dan peraih nobel perdamaian termuda, Theodore Roosevelt, Jr.

Berkat berbagai prestasinya, Roosevelt dianggap sebagai salah satu dari empat presiden terbaik Amerika Serikat yang patungnya diabadikan di gunung Rushmore bersama George Washington, Thomas Jefferson dan Abraham Lincoln.

Selain menjadi presiden, Roosevelt juga adalah seorang penulis yang produktif. Dari hari-hari pertamanya, Roosevelt memiliki hasrat untuk membaca dan menulis. Dia menulis buku pertamanya berjudul “The Naval War of 1812” pada usia 23 dan mendapatkan reputasi baik sebagai sejarawan.

Selama masa hidupnya, Roosevelt menulis 38 buku, yang meliputi otobiografi, biografi Oliver Cromwell, sejarah New York City dan seri empat jilid “The Winning of the West.” Ia juga menulis banyak buku dan artikel majalah tentang berburu dan eksploitasi perbatasan.

Bila kamu bercita-cita sebagai penulis sama seperti Rooselvet, perpustakaan akan menjadi tempat yang tepat untukmu membingkai ide-ide kreatifmu. Apalagi, buku-buku di perpustakaan akan membantu memperdalam cerita yang tengah kamu susun. Dengan begitu, kamu dapat menciptakan tulisan masterpiece yang akan menjadi karya terbaikmu.

Manfaat ini bisa kamu rasakan bila kamu sering berkunjung dan membaca buku di perpustakaan dan jangan kuatir karena UC Library merupakan tempat yang tepat bagi kamu calon penulis maupun calon entrepreneur UC. Didukung tempat yang nyaman, di sini terdapat berbagai macam koleksi buku bacaan mulai dari entrepreneur, inovasi, kreativitas, manajemen, psikologi, desain, sampai majalah juga ada.
Berikut daftar koleksi buku terbaru UC Library. Happy reading 😀

Klik disini atau New Collection – Nov 2019

Joker: Orang Jahat adalah Orang Baik yang Disakiti?

Pada tanggal 2 Oktober lalu, dibioskop Indonesia tayang film ‘Joker’ besutan sutradara Todd Phillips dan dibintangi oleh Joaquin Phoenix sebagai Arthur Fleck, lakon utamanya. Skrining perdana sekaligus world premiere Joker di Venice International Film Festival akhir Agustus lalu ditutup dengan standing ovation selama 8 menit dan penampilan Phoenix sebagai villain ikonik dengan dandanan badut itu menuai pujian. Kritikus yang hadir langsung menjagokan Phoenix masuk nominasi atau bahkan pemenang Oscar kategori Aktor Terbaik. Namun, sejak awal pihak rumah produksi sudah mewanti-wanti penonton. Joker dipasarkan sebagai film R-rated (khusus penonton di atas 17 tahun) dengan tema sangat kelam.

“Jangan membawa anak di bawah umur saat menonton Joker”. Hal tersebut diperingatkan Alamo Drafthouse, sebuah jaringan sinema Amerika yang sering mengeluarkan kebijakan atas penayangan sebuah film. Orangtua diperingatkan untuk tidak mengajak anak-anak menonton Joker karena film ini banyak konten kekerasan, baik fisik maupun verbal. Mereka menekankan, Joker sama sekali bukan film yang cocok untuk anak, meski ceritanya merupakan adaptasi dari komik. “PERINGATAN PARENTAL (Ini bukan lelucon). Joker di-RATED R untuk alasan yang baik. Ada banyak bahasa yang sangat, sangat kasar, kekerasan brutal, dan keseluruhan getaran buruk. Terdapat penggambaran yang kasar, gelap, nyata dan sarat hal-hal kegilaan. Film ini bukan untuk anak-anak. Mereka tidak akan menyukainya. (Tidak ada Batman di film ini.)

Walau tayang dengan peringatan, Joker sukses besar, dan di Amerika Utara, film besutan Todd Phillips itu memuncaki box office dengan USD 93,5 juta (Rp 1,324 triliun). Catatan itu sekaligus menjadi rekor pendapatan penayangan perdana tertinggi dalam Oktober. Di mancanegara, Joker tak tertandingi. Hingga Minggu (6/10), film tersebut meraup pendapatan hingga USD 234 juta (Rp 3,314 triliun).

Suksesnya film secara finansial juga diiringi dengan kontroversi cerita dan karakter Joker sendiri. Belakangan ini, muncul meme tentang Joker. Juga, deskripsi singkat tentang Joker yang begitu populer: ’’Orang jahat adalah orang baik yang disakiti’’. Namun, apakah benar statement tersebut? Apakah benar Joker atau Arthur Fleck adalah ’’Orang jahat adalah orang baik yang disakiti”?

[Spoiler Alert]

Demi mendalami perannya, Joaquin Pheonix harus menurunkan berat badannya sampai 23 kg dan mempelajari orang-orang yang menderita Pathological Laughter and Crying (PLC), sesuai dengan karakter Arthur yang digambarkan menderita gangguan yang sering membuatnya suka tertawa, meskipun dalam keadaan sedih. Kondisi kejiwaan ini disebut dengan Pseudobulbar Affect (PBA) yang merupakan istilah untuk penyakit mental terkait gangguan emosi. Pseudobulbar Affect (PBA) adalah suatu kondisi di mana seseorang tiba-tiba tertawa atau menangis tanpa dipicu oleh sebab apapun. PBA disebut juga sebagai Pathological Laughter and Crying (PLC).

Selain itu Arthur juga dianggap mengidap gangguan mental Skizofrenia yang adalah gangguan psikosis kronis dengan gambaran gangguan pikiran (isi, arus); beberapa diantaranya adalah adanya delusi dan halusinasi yang dialami oleh penderita. Delusi adalah keyakinan tidak rasional yang diyakini oleh penderita, seperti keyakinan bahwa dirinya merupakan superhero, sedangkan halusinasi merupakan gangguan persepsi yang membuat seseorang mendengar, merasa, mencium aroma, dan melihat sesuatu yang kenyataannya tidak ada.

Dalam filmnya, Arthur diceritakan mengkonsumsi 7 obat yang berbeda sebagai bagian terapi kesehatan mentalnya ini, obat ini bukan untuk menyembuhkan, tapi untuk meredam penyakitnya. Fungsi obat tersebut adalah agar supaya Arthur menjadi tenang dan fungsi otaknya tidak menjadi liar, bahkan Arthur meminta dosis obatnya ditambah, karena obat tersebut memang membuat dia tenang dan mengurangi ‘negative thoughts’ seperti yang Arthur singgung ke petugas sosial.

Dalam perkembangan ceritanya, layanan sosial kesehatan tempat Arthur mendapatkan terapi dan obatnya ditutup. Akibatnya Arthur menjadi tidak terkendali. Diceritakan Arthur menyukai Sophie Dumond (Zazie Beetz), seorang janda beranak satu. Arthur berpikir Sophie menyukainya juga, sampai pergi berkencan berdua, dan menemani Arthur ketika ibunya, Penny Fleck (Frances Conroy) dirawat di rumah sakit. Namun ternyata itu semua adalah imajinasi Arthur sendiri. Tidak nyata.

Selain Arthur adalah orang yang tidak diakui, tidak dikenal, hidup di masyarakat yang sangat acuh, dan seorang yang kesepian, dia juga adalah orang yang memiliki masalah dengan mentalnya dan sangat membutuhkan obat. Ini poin penting dalam film ini.

Terungkap pula ternyata Arthur adalah produk child abuse dari ibunya yang ternyata juga menderita masalah mental. Arthur kecil disiksa berulang-ulang kali oleh ibunya dan pacar ibunya. Salah satu penyebab Skizofrenia, adalah pengalaman traumatis. Adapun, biasanya diantaranya adalah pengalaman kehilangan orang tersayang, pekerjaan atau harta, perceraian, atau penganiayaan fisik, seksual atau emosional. Hal ini dapat memicu perkembangan skizofrenia pada seseorang yang sudah rentan terhadapnya. Jadi sebetulnya yang memiliki peran besar membuat Arthur menjadi Joker bukan lingkungan tempat dia tinggal, tetapi adalah ibunya sendiri.

Support system yang baik sangat menentukan bagaimana seseorang bisa berubah menjadi lebih baik atau lebih buruk. Maka dari itu, dari film Joker kita bisa belajar untuk mencari, bergaul dan hidup dengan orang-orang yang bisa memberikan dampak positif ke diri kita sendiri, sehingga kita boleh bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi sesama.

 

 

Sumber:

Jawa Pos, 8 Oktober 2019

Jawa Pos, 9 Oktober 2019

Artikel “Film Joker & Bahaya Adegan Kekerasan untuk Kesehatan Mental Anak”, https://tirto.id/ejli

Artikel “Pseudobulbar: Penyakit Mental Joker yang Bikin Tertawa Tanpa Sebab”, https://tirto.id/ejlj

https://www.instagram.com/sinema911/

Beberapa Fakta Seputar Jenderal Soedirman

Jenderal Besar Raden Soedirman adalah panglima besar Tentara Nasional Indonesia pertama dan seorang perwira tinggi Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Ia mendapat tempat istimewa dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia karena menjabat panglima angkatan bersenjata pada awal berdirinya republik ini. Berikut adala beberapa fakta mengenai Jenderal Soedirman:

  1. Panggilan Dinda dari Soekarno

“Kalau Belanda menyakiti Soekarno, bagi mereka tak ada ampun lagi. Belanda akan mengalami pembunuhan besar-besaran,” Ancam Soedirman di depan Soekarno tanggal 18 Desember 1948, ketika Yogyakarta –ibukota negara- jatuh ke tangan kekuasaan Belanda. Bung Karno ditangkap, sementara Soedirman memilih untuk bergerilya.

Soekarno dan Soedirman adalah Sahabat yang sangat dekat. Soekarno memanggil Soedirman dengan sebutan Dinda karena 15 tahun lebih tua, sementara Soedirman memanggil Soekarno sebagai Kanda. Seperti yang tertulis dalam surat berikut, “Kanda doakan kepada Tuhan, moga-moga Dinda segera sembuh…” yang ditulis Soekarno sebulan sebelum Soedirman wafat.

Setelah wafat, Soekarno menempatkan sahabatnya itu sebagi ikon sejarah. Ketika membangun sebuah jalan baru yang besar dan lebar tahun 1962 untuk akses ke pinggiran kota menuju sebuah stadion baru termegah di dunia saat itu, Soekarno menamakan jalan tersebut Jalan Jenderal Soedirman.

 

2. Pemuda Cerdas Yang Hidup Jauh Dari Orang Tua

Sejak lahir Jenderal Soedirman tidak hidup dengan kedua orang tuanya. Ia hidup dengan  saudara dari ibunya yang bernama Raden Cokrosunaryo yang saat itu jadi camat. Jenderal Soedirman pun mendapatkan gelar raden karena dianggap sebagai anak sendiri oleh Cokrosunaryo. Sejak kecil ia dididik dengan sangat baik oleh orang tua angkatnya itu. Ia disekolahkan hingga menjadi pemuda yang sangat cerdas.

Dari kecil hingga berumur 18 tahun, Jenderal Soedirman tidak pernah diberitahu siapa orang tua aslinya. Ia hanya tahu jika Cokrosunaryo adalah ayah yang menyayanginya dengan tulus. Setelah mengetahui fakta ini, Jenderal Soedirman akhirnya diperkenankan untuk hidup lagi dengan keluarganya meski pada akhirnya ia lebih aktif dalam belajar setelah sang ayah asli meninggal dunia.

 

3. Di Balik Foto Kisah Pelukan Bung Karno dan Jenderal Soedirman

 

Pada waktu Belanda menerjunkan ribuan pasukan Marinir dan pasukan infanteri ke Yogyakarta Desember 1948, terjadi pertengkaran kecil antara Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Saat itu Bung Karno lebih memilih ditawan untuk memancing Belanda berunding dan memancing kemarahan Internasional, tapi Sudirman yang saat itu sudah terpengaruh dengan pikiran ‘perang total’ Tan Malaka menghendaki Bung Karno untuk ikut masuk hutan dan gerilya dengan Sudirman. Bung Karno menolak, pertimbangannya kalau gerilya pasti ketangkep juga, karena prinsip dari dulu bagi Sukarno adalah selalu ‘hadir’ ditengah mata rakyatnya dan mata dunia. “Ia tak boleh menghilang”.

Sukarno menang, tapi tidak bagi Sudirman. Ia masih marah. Akhirnya Sukarno memanggil Rosihan Anwar untuk menjemput Sudirman di hutan, sebelumnya beberapa surat sudah dilayangkan ke Sudirman sampai terakhir surat dari Sultan Hamengkubuwono IX, tapi Sudirman masih saja kepala batu. Sukarno tak hilang akal, dipakailah anak buah kesayangan Sudirman yaitu: Letkol Suharto untuk jemput Sudirman.

Rosihan Anwar membawa Frans Mendur, ahli potret dari IPPHOS. Juga tukang potret kesayangan Bung Karno. “Nanti kalo Dirman datang, kamu potret yang bagus” kata Bung Karno. Frans Mendur mengangguk.

Lalu datanglah Sudirman ke Gedung Agung, tempat tinggal Bung Karno. Dirman berdiri saja di pojokan, ia kaku, perasaannya masih marah. Tapi bukan Sukarno namanya yang mampu mencairkan suasana, ia mampu membuat Dirman tertunduk dan merasa hormat pada Sukarno yang lagak lagunya seperti bintang Tonil tahun 1930-an.

Sukarno datang sendiri ke Dirman dan memeluknya, tapi Dirman masih kaku, setelah memeluk Sudirman, Bung Karno melihat ke arah Frans Mendur dan berkata cepat “Dapet nggak sentuhannya?”

Frans Mendur menggeleng dan menyahut “Terlalu cepat” “Ya udah diulang lagi, adegan zoetnjes-nya” (zoentjes =ciuman) kata Bung Karno, lalu Bung Karno memanggil Sudirman agar mendekat. “Ayo supaya lebih dramatik” entah kenapa Dirman menurut saja bagai bintang iklan yang sedang disuruh sutradara.

Akhirnya momen pelukan Bung Karno dan Pak Dirman jadi foto paling terkenal sebagai ‘Foto penutup perang Revolusi 1945-1949’.

 

===

Sumber artikel:

Akun Facebook @indonesiajamandulu

Intisari, No. 635, Agustus 2015

 

New Collection – Oktober 2019

Ingin Tidur Nyenyak dan Pantang Pikun? Yuk, Baca Buku!

Ternyata kalau membaca buku favorit sebelum tidur membantu menurunkan stres hingga 68%.

Hanya dengan 6 menit membaca bisa membuat tubuh dan otak lebih rileks, kalau dilakukan rutin, membaca sebelum tidur bisa membuat otak mengerti bahwa kita butuh istirahat setelah hari yang panjang dan melelahkan.

Membaca juga adalah olahraga untuk otak karena selain mengolah informasi kita juga membangun gambaran visual. Membaca meningkatkan daya ingat karena otak terus aktif. Kebiasaan membaca, menulis, menjawab teka-teki silang, atau aktivitas yang membuat otak tetap sibuk bisa menurunkan risiko Demensia dan Alzheimer di masa tua.

Ternyata membaca buku sangat bermanfaat bukan? Yuk, Baca Buku! Berikut daftar koleksi buku terbaru UC Library. Happy reading 😀

Klik disini atau Processing Report 2019_10_01 0834

Kata Alumni IBM-UC tentang UC Library

Rezky Firmansyah adalah alumni IBM (International Business Management) Universitas Ciputra 2013 yang juga aktif berbagi melalui seminar, training, workshop, dan berbagai kelas online, terkhusus bidang kreativitas, menulis, dan inspirasi motivasi. Alumni yang tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum SRB (Student Representative Board) UC ini menuturkan pengalamannya bersama UC Library, berikut penuturannya melalui akun instagramnya:

Semasa kuliah dulu, saya punya 3 tempat nongkrong favorit di kampus. Ruang organisasi, mushola, dan library. Alasannya beda-beda. Tapi saya akan ceritakan pilihan ketiga. Kenapa library?

Saya suka nongkrong di library bukan karena kutu buku. Memang saya sering menghabiskan waktu di sini untuk menulis dan membaca. Tapi salah satu aktivitas favorit saya adalah nonton. Lah kok nonton di library? Ya begitulah inovasi dari tim pustakawan.

Film yang disajikan UC Library bukan hanya sekedar menghibur. Tapi menginspirasi dengan semangat entreperenuership. Selaras dengan visi universitas. Saya pernah nonton McFarland, Spare Parts, Temple Grandin, dan masih banyak lagi.

Beberapa hari yang lalu saya melihat postingan UC Library tentang Movie Time. Film yang dipilih adalah Pad Man. Film dari India, true story.

Reviewnya bisa kamu cari aja di internet. Seperti biasa, saya ingin memberikan insight dari sisi yang berbeda.

Salah satu tips berkarya dan konsisten dengan jalan yang dipilih adalah START FROM YOUR PAIN. Laksmi sadar akan hal itu. Bermula dari niat untuk menjaga kesehatan istrinya dari penyakit, dia menciptakan pembalut. Mimpi yang aneh kan? Tapi karena mimpi itu dia dihina, dicaci, dan terpaksa keluar dari kampungnya.

HIJRAH. Sekiranya lingkungan yang lama tidak mendukung, maka pindahlah. Laksmi pun berpindah ke desa yang baru. Bukan sekali pindah. Tapi berkali-kali. Hingga di perjalanannya dia merevisi mimpinya. Bukan hanya untuk menciptakan pembalut. Tapi menciptakan mesin pembalut. Tidak berhenti di situ, mimpinya terus direvisi.

TRY and FAIL. Laksmi terus berusaha. Hingga pada satu titik dia bingung harus berbuat apa lagi, keajaiban datang. Apa itu? Pembalutnya berhasil dan tidak bocor. Dan coba tebak siapa pengguna pertamanya?

Selain dari sisi bisnis, saya juga melihat film ini dari sisi budaya. Kadang kesel sendiri juga sih melihat “kebodohan” banyak masyarakat. Hingga “diskriminasi” terhadap perempuan India. Kamu bisa kritisi sendiri dengan nonton film ini. Bagi saya tentang film ini singkat saja. Insigthful!

Komik Entrepreneur di UC Library

Tujuan perkuliahan entrepreneurship di Universitas Ciputra ini adalah mahasiswa mengalami dan dapat menciptakan venture baru (bisnis maupun sosial) ataupun mampu mengembangkan bisnis keluarga (family business); yang berkelanjutan, dapat menjawab tantangan global serta memiliki dampak yang baik bagi masyarakat (etis) dan diterima oleh masyarakat.

Di UC Library sendiri ada lebih dari 1.000 koleksi buku bertemakan Entrepreneurship dan Innovation Creativity yang dapat kalian gunakan dalam perkuliahan entrepreneurship kalian. Salah satu koleksi yang bisa kalian nikmati adalah koleksi buku ‘Project X’. Cukup berbeda dengan buku entrepreneurship lainnya, buku ini bukan berjenis  buku teks, tapi buku komik! Yup, kalau kalian penggemar manga atau komik sekaligus pengen mendapatkan inspirasi atau pembelajaran tentang Entrepreneurship, koleksi ini cocok sekali buat kalian. Buku komik ini berdasarkan kisah nyata perjuangan para amatiran dalam mewujudkan mimpi mereka.

Buku seri Project X ini bisa kalian baca di perpustakaan dan bisa kalian pinjam bawa pulang lho. Check out our collections about Project X series:

  1. Project X: Digital Camera (Call No. 741.5353 PRO)

Sinopsis: Hiroyuki SUETAKA yang bekerja di perusahaan CASIO Computer merupakan orang Jepang yang sangat gigih dalam mengembangkan kamera digital. Ia adalah pemimpin di dunia bisnis kamera digital yang merupakan produk revolusi. Dia-lah teknokrat yang meluncurkan produk yang diberi nama QV-10 yang mendapat penilaian sebagai `the founder camera digital`.
Ungkapan “Jepang Negara yang Mandiri dalam Teknologi” merupakan simbol semangat juang pantang menyerah dari orang-orang Jepang. Spirit para insinyur Jepang saat ini pun masih terus berkembang.

  1. Project X: Seven-Eleven: Amateurs Who Created Convenience Stores (Call No. 741.5952 PRO)

Synopsis: Saat ini, convenience store telah menjadi pemandangan yang biasa di daerah perkotaan. Toko jenis ini telah menjamur dan sangat mudah ditemukan.
Di antara banyaknya nama toko yang ada, salah satu yang cukup terkenal adalah Seven-Eleven. Convenience store yang lahir di negara Amerika Serikat ini, tidak hanya dapat ditemukan di negara asalnya, tapi telah menyebar ke berbagai negara seperti Kanada, Jepang, Denmark, bahkan Indonesia. Dari berbagai negara yang telah membuka cabang Seven-Eleven, Jepang merupakan negara dengan jumlah toko terbanyak. Saat ini telah lebih dari 12.000 cabang Seven-Eleven dibuka di negeri sakura.
Namun, awal mula keberadaan Seven-Eleven di Jepang bukanlah sesuatu yang dilalui dengan mudah. Toko No.1 Seven-Eleven di Jepang dimulai dengan penuh perjuangan. Hideo SHIMIZU dan Toshifumi SUZUKI, dua tokoh penting yang berada di balik kesuksesan Seven-Eleven Jepang, telah melewati banyak rintangan demi lahirnya bisnis baru di negara mereka. Dimulai dengan perjalanan jauh ke negara asal Seven-Eleven, Amerika Serikat, pertemuan dengan para amatiran yang ternyata memberikan kontribusi luar biasa, dan usaha keras semua orang yang berada di balik lahirnya Toko No.1 Seven-Eleven, keberhasilan yang tak terduga telah menjadi inspirasi banyak pengusaha muda untuk memulai bisnis baru.
Inilah kisah perjuangan para amatiran dalam mewujudkan misi mereka.

  1. Project X: Cup Noodle (Call No. 741.5353 PRO)

Sinopsis: Makanan siap saji yang bisa dimakan di mana saja dan kapan saja, cukup dengan menuangkan air panas dan menunggu tiga menit. Itulah Cup Noodle, mie gelas yang telah merubah kebiasaan makan. Mie instan pertama, Chicken Ramen produksi Nissin yang sukses besar telah melahirkan ratusan pesaing.
Akibatnya, pasar mie instan Jepang mengalami stagnasi dan keuntungan pun terus menurun. Saat itu, direktur Nissin dan pencipta mie instan, Momofuku Andou yang berusaha melebarkan pasar ke luar negeri menyadari perbedaan budaya dan melahirkan sebuah ide, mie instan yang dijual bersama dengan wadahnya sehingga bisa dimakan di mana saja dan kapan saja.
Ide inilah yang dia beri pada empat orang peneliti untuk diwujudkan. Produk ini adalah makanan yang sama sekali baru. Bukan hanya sekedar praktis, tapi akan mengubah budaya makan masyarakat. Mie instan memang telah membawa makanan yang praktis ke setiap rumah, tapi Cup Noodle adalah makanan era baru masyarakat bergerak yang sangat menghargai waktu.

 

Silahkan bagi #ucpeople untuk membaca/meminjam buku komik entrepreneur tersebut di UC Library. Happy reading. 😉

An Athlete, Entrepreneur, and a Book Writer – An Interview With Fando Adila

Fando Adila, mahasiswa jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra (UC) ini telah membuktikan bahwa menjadi seorang mahasiswa yang memiliki bisnis, berprestasi saat menekuni passion, minat, serta menulis buku sekaligus bukanlah hal yang tidak mungkin.

Fando yang juga adalah atlet tenis meja peraih emas di PON Remaja I tahun 2014 tersebut ternyata juga memiliki bisnis berbasis aplikasi mobile untuk memesan atau booking tempat parkir mobil bernama ‘ParkirQ’. Selain itu dia telah berhasil menulis 2 buku. WOW! Sebuah rekam jejak yang luar biasa! UC Library berkesempatan mewawancarai Fando, dan bertanya secara khusus mengenai segudang prestasinya.

 

Boleh cerita sedikit prestasimu selama ini?

Terkait prestasi saya dibidang olahraga, saya adalah atlit tenis meja profesional hingga internasional dari umur 9 sampai umur 16 tahun, dan titik pencapaian tertinggi saya di tenis meja adalah ketika saya menjadi raja pada kelompok umur 16 tahun di seluruh Indonesia tahun 2014.

Saya menjadi juara 1 pada ajang PON Remaja I 2014, pada waktu itu  dari setiap propinsi diambil satu-persatu pemain terbaik dan diadu dalam PON dan saya menjadi juara satu membawa nama Jawa Timur.

Sejak SMP dan SMA saya homeschooling dan hanya belajar Bahasa inggris dan Bahasa Mandarin, mengingat pelatih saya berasal dari China.

Setelah mengikuti PON dan menjadi juara, dua minggu kemudian saya cedera lutut. Menurut analisis dokter lutut kanan dan kiri saya rapuh karena overload training.

Pertama kali saya datang ke UC saya menggunakan tongkat pasca rehabilitasi operasi kedua, namun lutut kiri saya tetap tidak bisa kembali, maka saya manuver profesi menjadi seorang entrepreneur.

Bagaimana kesan setelah menjadi seorang Entrepreneur?

Semuanya tidak seperti yang terlihat di permukaan, banyak dibawah permukaan yang tidak terlihat oleh publik. Contohnya ParkirQ. Dedikasi untuk mendirikan ParkirQ sudah dari semester 3, sekarang saya semester 7. Satu setengah tahun tanpa dibayar, dan hanya mengeluarkan uang tanpa ada pemasukan, dedikasi sangat tinggi dan jika visi tim tidak kuat, bisnis itu pasti anjlok dan menjatuhkan satu sama lain.

 

Menurut saya seorang entrepreneur juga harus melihat peluang, kadang ada peluang dibalik masalah. Contohnya seperti Gojek, masalah yang dipecahkan gojek sangat besar sehingga nilai valuasi perusahaannya sekarang Decacorn alias 140 triliun.

Jadi sebelum melihat sebuah peluang, kita harus melihat dulu masalahnya seperti apa secara objektif, nah dari situ kita lihat kita bisa memberikan solusi yang tepat.

ParkirQ ini juga berasal dari sebuah masalah, bermula dari mahasiswa UC yang sering datang kuliah terlambat karena parkir mobil yang jauh dan harus jalan kaki menuju gedung kampus. Masalah serupa juga ditemukan di apartemen, mall, dan kampus-kampus lainnya.

 

Selain menjadi atlet dan berbisnis, Fando sendiri telah menulis 2 buku, berjudul ‘Think & Action Like a Champion’ (Call No. 658.409 DJA t) dan ‘Kehidupan Para Kekasih Allah’ (Call No. 297.61 DJA k).

Apa sih yang menjadi kegundahannya ketika menulis 2 buku tersebut? Berikut penuturannya:

Saya menulis buku ‘Think & Action Like a Champion’ karena merasa ironis dengan mayoritas pemikiran para kaum millennial saat ini. Karena mereka sering menjalani hidup dengan mengalir begitu saja, bukan dengan apa yang seharusnya mereka bisa lakukan semaksimal mungkin.

Saya ingin menanamkan pemikiran-pemikiran yang bisa membuat perubahan paradigma bagi setiap orang yang membaca buku ini.

Buku ‘Kehidupan Para Kekasih Allah’ adalah buku yang menceritakan kehidupan yang dialami oleh para filsuf-filsuf terdahulu dimana kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap yang mereka lakukan.

Sehingga kita tidak perlu mengalami kesalahan yang sama dengan orang yang sudah pernah melakukannya dan terjerumus olehnya, karena menurut saya usia terlalu singkat untuk mengulangi kesalahan dan tidak belajar darinya. Menjadi sangat penting bagi kita untuk belajar dari pengalaman orang lain.

 

Menurut Fando, apakah ada koleksi buku UC Library yang bisa dijadikan referensi atau rekomendasi yang wajib baca untuk teman- teman calon Entrepreneur?

Buku berjudul, Art of War, karya Sun Zi. Menurut saya itu bisa diterapkan dalam berbisnis, ibaratnya adalah perusahaan kita adalah pasukan kita, kita harus menyerang lawan dengan taktik yang seperti apa. Di library ada di call no. 355.020951 WEE s.

Satu buku lagi berjudul The Secret of Wealth Management, terbitan MIC – PT Menuju Insan Cemerlang. Di library ada di call no. 332.02401 SEC. Buku ini berisi tentang manajemen keuangan, saya tertarik karena sejak awal kuliah, saya membayar sendiri dari bisnis konvensional saya, jadi saya harus pinter-pinter mengatur keuangan untuk kuliah, tempat tinggal, makan dan lain-lain. Saya asli Jombang jadi saya juga harus ngontrak disini.

Untuk uang makan saja saya dapat bonus dari ayah satu juta, sebagai kewajiban orang tua, itu saja sisanya saya kerja sendiri. Kalau sakit itu juga saya minta orang tua karena kewajiban orang tua itu kesehatan dan makan anak lah anggapannya.

Buku ketiga ada karya John C. Maxwell untuk menumbuhkan karakter setiap individu, berjudul 21 Ciri Pokok Seorang Pemimpin, di library ada di call no. 158.4 MAX d. Selain itu ada buku karya Maxwell yang lain yang sudah saya baca, antara lain: Developing The Leaders Around You (call no. 158.4 MAX d), Failing Forward (call no. 158.1 MAX f), Make Today Count (call no. 646.7 MAX b), Your Road Map for Success (call no. 155.25 MAX y), dan Developing the Leaders Around You (call no. 158.4 MAX d).

Apakah ada pesan/kesan untuk UC Library?

Menurut saya UC Library ini adalah perpustakan paling nyaman, bersih, tenang, dan semua sistem tertata. Juga ada reward bagi mahasiswa yang sering membaca, meskipun saya sendiri tidak pernah dapat, cuma mengamati dari email saja.

Ada program Movie Time juga dari UC library yang menayangkan film-film yang memotivasi mahasiswa. Harusnya setiap mahasiswa memanfaatkan dengan maksimal fasilitas-fasilitas ini.

New Collection – September 2019

Carl Sagan, astronomer and book lover once said:

What an astonishing thing a book is. It’s a flat object made from a tree with flexible parts on which are imprinted lots of funny dark squiggles. But one glance at it and you’re inside the mind of another person, maybe somebody dead for thousands of years. Across the millennia, an author is speaking clearly and silently inside your head, directly to you. Writing is perhaps the greatest of human inventions, binding together people who never knew each other, citizens of distant epochs. Books break the shackles of time. A book is proof that humans are capable of working magic.

==

So come to UC Library and read some books! Here’s new book collection from UC Library.

Please click here or Processing Report 2019_09_02 0839

Koleksi E-Magazine UC Library

Ada yang baru nih di UC Library!

Sekarang ada koleksi E-Magazine lho, cocok banget buat kamu yang gemar membaca pakai gadget. Saat ini UC Library telah melanggan 2 (dua) e-magazine yaitu, Harvard Business Review dan Tech-In Asia.

Kalau kalian ingin mengaksesnya atau memiliki pertanyaan seputar koleksi E-magazine yang dilanggankan oleh UC Library, silahkan langsung berkunjung ke UC Library atau menghubungi Pak Panji di telp ext. 2223, email: panji@ciputra.ac.id 😉 📚