Zero to One: Rahasia Memulai StartUp Sukses (Book Recommendation)

Membahas tentang START UP tidak akan ada habisnya. Meski begitu, Peter Thiel dalam bukunya membahas sesuatu yang berbeda dibandingkan tips/trik yang banyak dibahas oleh khalayak umum. Ingin tahu apa saja rahasia memulai StartUp yang sukses? Berikut ini beberapa ulasan di dalam bukunya yang berjudul Zero to One.

Berani ambil risiko, buatlah produk yang benar-benar berbeda.
Peter menyebutkan, startup selalu identik dengan adanya produk baru yang muncul. Tanpa adanya produk baru yang kalian buat, apa bedanya dengan bisnis yang lainnya? So, untuk benar-benar memulai startup, ciptakan sesuatu hal yang baru, lakukan inovasi dengan kreativitas yang kalian punya.

Punya rencana yang buruk lebih daripada tidak punya rencana.
“When you fail to plan, you plan to fail” Ya, Peter Thiel sangat percaya dengan pepatah lama ini. menurutnya, sebagai starup, rencana menjadi kunci utama yang harus di miliki. Tanpa rencana, startup tidak akan tahu kemana arah yang harus di tuju. So, memiliki rencana adalah penting! sekalipun rencana itu masih buruk.

Kompetisi mengurangi profit. Peter percaya bahwa kompetisi ini baik untuk pengembangan startup. Namun, tidak semua kompetisi membawa bisnis semakin baik. jadi, alih-alih berkompetisi, lebih baik melakukan inovasi atau menciptakan produk baru yang berbeda dari yang lain. itu adalah kompetisi yang menguntungkan

Penjualan sama pentingnya dengan produk. Produk bagus tanpa penjualan tidak akan ada maknanya. Penjualan sama pentingnya dengan produk, ketika startup membuat produk. Penjualan juga harus terus berjalan. Jadi, jangan hanya fokus membuat produk, tapi fokuslah juga untuk melakukan penjualan.

Nah, itu tadi beberapa ulasan dari buku berjudul “Zero to One”. Masih banyak pembahasan mengenai StatUp yang dibahas Peter Thiel dalam bukunya. Kalo kalian penasaran, buku ini tersedia di Library Universitas Ciputra loh. Kalian bisa dapatkan di Call di 658.11 THI z dan untuk peminjaman buku dapat melalui WA Hotline +6281357804549 email: library@ciputra.ac.id 😊

Book Review Outliers: Rahasia di balik Sukses

Halo UC People! Apakah kalian pernah membaca buku berjudul Outliers karya Malcolm Gladwell? Buku ini merupakan karya ketiga Malcolm Gladwell setelah sebelumnya dirinya menulis buku berjudul “The Tipping Point” di tahun 2000 dan “Blink” di tahun 2005. Ketiga buku tersebut pernah menjadi buku terlaris versi New York Times loh.

Secara harfiah outliers berarti orang asing dan secara sederhana outliers didefinisikan sebagai segelintir individu yang menonjol dibandingkan orang lain pada umumnya. Kita udah sering banget ya mendengar cerita sukses orang-orang dan bagaimana mereka dapat mencapai kesuksesan. Biasanya mereka adalah sosok pekerja keras, tekun, cerdas dan berbakat. Orang-orang sukses ini lah yang disebut Outliers dalam buku ini.  Tapi apakah benar kerja keras hanyalah satu-satunya faktor kesuksesan?

Buku ini dibuka dengan cerita beberapa pemain hockey terhebat Kanada yang cenderung lahir pada bulan Januari, Februari dan Maret. Awalnya saya merasa bingung apa korelasi pemain hockey dengan bulan lahir. Masa sih buku sepopuler ini ngebahas hal yang gak saintifik. Namun ternyata Gladwell menjelaskan bahwa bulan lahir ini bukan hal yang kebetulan, alasan mengapa pemain hoki tersukses lahir di bulan tersebut adalah karena sistem pendidikan di Kanada yang memberi batas usia untuk hoki kelas usia di Kanada adalah 1 Januari. Dengan demikian, mereka yang lahir setelah tanggal tersebut ditahan satu tahun, memberi mereka keuntungan usia dan ukuran. Maka dari itu pemain hoki tersukses cenderung lahir di bulan-bulan tersebut.

Cerita ini langsung menarik perhatian saya. Dan saya pun tidak kecewa karena pada halaman-halaman selanjutnya, Gladwell dapat menjelaskan banyak hal seperti mengapa dua orang dengan IQ yang sama dapat memiliki nasib yang jauh berbeda, mengapa bangsa Cina hebat di bidang matematika dan mengapa pengacara sukses New York memiliki riwayat hidup yang sama. Di setiap cerita, saya merasa tercerahkan dengan penjelasan Gladwell yang dapat menghubungkan beberapa faktor yang tanpa disangka ternyata saling berkaitan.

Gladwell berpendapat bahwa faktor-faktor kesuksesan jauh lebih rumit dibanding yang terlihat. Cerita sukses yang biasa kita dengar biasanya adalah cerita personal yang memberi karakteristik individual seperti talenta dan kerja keras. Meskipun hal ini tidaklah salah namun cerita ini banyak mengabaikan faktor-faktor luar yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Dengan kata lain , ia percaya bahwa faktor dari luar seperti keluarga, tingkat ekonomi, cara seseorang dibesarkan, budaya,  pengalaman unik dan zaman mereka dibesarkan itulah yang akan membentuk kesuksesan seseorang

Outliers adalah penjelasan sempurna tentang apa itu privilese. Di era saat ini privilese dianggap menjadi kata buruk yang melanggengkan mental menyalahkan, padahal sebenarnya memahami privilese adalah agar kita paham keadaan sulit diri dan orang lain, bahwa kesuksesan tidak terbentuk dari faktor tunggal namun dari sederet faktor. Didunia ini, semua hal berkaitan yang secara sistemis memberikan dampak kepada banyak orang, sebagian ada yang diuntungkan dan sebagian lagi mungkin dirugikan.

Kerja keras jelas menjadi faktor penting kesuksesan, dalam buku ini sendiri Malcolm Gladwell mengatakan bahwa mengasah keahlian dalam suatu bidang selama 10,000 jam maka seseorang akan bisa sukses dalam bidang tersebut. Pernyataan ini pun memiliki dasar teori, seorang psikolog bernama Anders Ericsson adalah salah satu orang yang mengajukan teori tersebut. Gladwell juga memberi contoh beberapa tokoh terkenal seperti pemain violin dan atlet sukses yang juga telah meluangkan waktu untuk berlatih sebanyak itu.

Namun seperti yang Malcolm Gladwell sudah jelaskan, sukses bukanlah faktor tunggal. Gladwell mengatakan “Kesuksesan bukan sekadar jumlah keputusan dan usaha yang kita sendiri. Outliers adalah mereka yang telah diberi kesempatan — dan yang memiliki kekuatan dan pikiran untuk memanfaatkannya.” Perspektif ini membuat kita bisa lebih memahami keterbatasan orang lain dan menerima keterbatasan diri sendiri. Dari pemikiran Malcolm Gladwell ini kita juga bisa belajar untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kita miliki dan mengambil nilai baik dari faktor luar lain yang membentuk kita. Disamping itu, kita juga dapat bersama-sama memanfaatkan keuntungan yang kita miliki untuk membantu sesama yang tidak memiliki privilese mendapatkan hidup yang lebih baik.

Perspektif unik Gladwell menantang pembaca untuk melihat kecerdasan, sukses, dan kepopuleran dengan cara yang baru. Selain itu, salah satu hal yang menyenangkan dari tulisan Gladwell adalah bagaimana ia dapat menjelaskan teori yang kompleks dengan fenomena sehari-hari. Outliers adalah buku yang cerdas dan menghibur yang dapat menstimulasi pikiran, dan memperluas pandangan pembaca. Buku ini dapat kamu baca dengan meminjam buku ke UC Library loh. Dengan memanfaatkan fasilitas UC Library yang baru, kamu dapat dengan mudah mengakses buku-buku keren seperti Outliers karya Malcolm Gladwell ini. Yuk segera kontak UC Library!

 

New Collection – September 2021

Sebuah penelitian menemukan, jika orang yang rutin membaca menunjukkan memiliki tingkat stres dan depresi yang lebih rendah, serta perasaan santai yang lebih mendominasi dibanding orang yang suka menonton televisi atau aktivitas intens yang berkaitan dengan teknologi seperti mengecek media sosial

Sue Wilkinson MBE, presiden The Reading Agency, menjelaskan kepada Evening Standard bawah efek penyembuhan dari buku yang bagus mungkin bukan sebuah ide yang revolusioner, tapi banyak orang yang tidak menyadari dampak nyata dari membaca buku pada kesehatan mereka. Membaca terbukti 68 persen lebih baik untuk mengurangi stres dibanding mendengarkan musik, 100 persen lebih efektif dibanding minum secangkir teh, 300 persen lebih baik dibanding keluar berjalan kaki dan 700 persen lebih baik daripada bermain permainan video

Dengan demikian jelas #ucpeople, kalian tinggal membuat waktu untuk membaca, di antara waktu mengerjakan tugas, bersosialiasi, olahraga, makan-minum dan sebelum tidur. UC Library merupakan tempat yang tepat bagi kamu calon entrepreneur UC. Didukung tempat yang nyaman, di sini terdapat berbagai macam koleksi buku bacaan mulai dari entrepreneur, inovasi, kreativitas, manajemen, psikologi, desain, sampai majalah juga ada.
Berikut daftar koleksi buku terbaru UC Library. Silahkan klik disini.

Happy reading 😊

 

Rekomendasi Film Menyambut 17 Agustus 2021

Pada 17 Agustus ini kita semua siap bersukacita memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. Nah, bagi kalian yang hendak merayakan kemerdekaan negara kita di rumah aja, berikut rekomendasi deretan film-film lokal bercitarasa nasionalisme dan patriotisme buat kalian!

  1. Kartini

Siapa sih yang tidak mengenal sosok pahlawan yang telah memperjuangkan emansipasi wanita ini? Film Kartini yang tayang pada tahun 2017 lalu, mengisahkan perjuangan beliau dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dalam mengenyam pendidikan, yang diperankan oleh Dian Sastrowardoyo.

  1. Soekarno : Indonesia Merdeka

Film yang dirilis pada tahun 2013 ini mengisahkan biografi Soekarno sejak masa kecilnya yang perankan oleh Ario Bayu dan juga menampilkan sosok Mohammad Hatta yang diperankan oleh Lukman Sardi.

  1. Merah Putih

Film ini ditayangkan pada tahun 2009 yang dibintangi oleh Darius Sinathrya (Marius), Donny Alamsyah (Tomas), Rahayu Saraswati (Senja), Lukman Sardi (Amir), Joe Sims (Sergeant De Graffe), dan beberapa aktor lainnya. Film ini mengisahkan pemuda yang berlatar belakang suku yang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serangan Belanda.

  1. Naga Bonar (1987) dan Nagabonar Jadi 2 (2007)

Film yang mengambil latar peristiwa perang kemerdekaan Indonesia di daerah Sumatera Utara. Sekuelnya, Nagabonar Jadi 2, bercerita Bonaga, seorang pengusaha sukses, mendapat proyek pembangunan resort dari perusahaan Jepang. Sialnya, lahan yang diincar perusahaan Jepang tersebut tak lain adalah lahan perkebunan sawit milik ayahnya, Nagabonar. Maka Bonaga pun memboyong ayahnya ke Jakarta agar dia bisa membujuk Nagabonar menjual lahannya.

5. Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015)

Film ini menceritakan setelah lepas dari era tanam paksa di akhir tahun 1800, Hindia Belanda memasuki babak baru yang berpengaruh dalam kehidupan masyarakatnya, yaitu dengan gerakan politik etis yang dilakukan oleh pemerintah Belanda. Tetapi kemiskinan masih banyak terjadi. Rakyat banyak yang belum mengenyam pendidikan, dan kesenjangan sosial antaretnis dan kasta masih terlihat jelas.
Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro) yang lahir dari kaum bangsawan Jawa di Ponorogo, Jawa Timur, dengan latar belakang keislaman yang kuat, tidak diam saja melihat kondisi tersebut. Walaupun lingkungannya adalah keluarga ningrat dengan hidup yang nyaman dibandingkan rakyat kebanyakan saat itu, ia berani meninggalkan status kebangsawanannya dan bekerja sebagai kuli pelabuhan dan merasakan penderitaan sebagai rakyat jelata.
Tjokro yang intelektual, pandai bersiasat, mempunyai banyak keahlian, termasuk silat, mesin, hukum, penulis surat kabar yang kritis, orator ulung yang mampu menyihir ribuan orang dari mimbar pidato, membuat pemerintah Hindia Belanda khawatir, dan membuat mereka bertindak untuk menghambat laju gerak Sarekat Islam yang pesat. Perjuangan Tjokro lewat organisasi Sarekat Islam untuk memberikan penyadaran masyarakat, dan mengangkat harkat dan martabat secara bersamaan, juga terancam oleh perpecahan dari dalam organisasi itu sendiri.

6. Jenderal Soedirman (2015) 

Menceritakan tentang Belanda menyatakan secara sepihak sudah tidak terikat dengan perjanjian Renville, sekaligus menyatakan penghentian gencatan senjata. Pada tanggal 19 Desember 1948, Jenderal Simons Spoor Panglima Tentara Belanda memimpin Agresi militer ke II menyerang Yogyakarta yang saat itu menjadi ibukota Republik.

Itulah beberapa deretan film yang cocok kamu tonton untuk memaknai kemerdekaan mendatang, gengs! Gimana? Tertarik untuk menontonnya??

 

Sumber :

Dayana, Anggit (2019, Agustus 14). 7 Rekomendasi film Indonesia menyambut 17 Agustus 2019. Tirto.id. diakses pada https://tirto.id/7-rekomendasi-film-indonesia-menyambut-17-agustus-2019-egel. 9 Agustus 2021.

 

Gunadha, Reza (2020, Agustus 1). Daftar Film yang Cocok Ditonton saat 17 Agustus, Sambut Kemerdekaan ke-75. Suara.com. diakses pada https://www.suara.com/entertainment/2020/08/01/192755/daftar-film-yang-cocok-ditonton-saat-17-agustus-sambut-kemerdekaan-ke-75. 9 Agustus 2021.

 

Mulyani, Rizky (2019, Agustus 16). Sambut Hari Kemerdekaan Indonesia, 5 Film Bertema Nasionalis Ini Patut Ditonton. Fimela.com. diakses pada https://www.fimela.com/news-entertainment/read/4039564/sambut-hari-kemerdekaan-indonesia-5-film-bertema-nasionalis-ini-patut-ditonton. 9 Agustus 2021.

 

Indonesia History Trivia

Hi UC people👋
Pada 17 Agustus ini kita semua siap bersukacita memperingati Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia. Tapi seberapa jauh sih kita mengenal sejarah negara kita?
Yuk cari tau and try to answer this question!

  1. Indonesia pernah masuk dan bermain di Piala Dunia pada tahun?

Hint: Pada masa penjajahan Belanda.

  1. Lokasi diculiknya Soekarno-Hatta supaya segera memproklamirkan kemerdekaan.

Hint: prajurit PETA.

  1. Nama penjahit bendera merah putih Indonesia pertama kali?

Hint:  Istri Presiden Indonesia pertama.

  1. Penemu draft asli naskah proklamasi yang sempat hilang.

Hint:  Tokoh pers era kemerdekaan.

  1. Pada tahun 1922, Ki Hajar Dewantara mendirikan sekolah untuk kaum pribumi.

Hint: Yogyakarta.

  1. Presiden sementara saat Bung Karno diasingkan Agresi Militer Belanda kedua tahun 1948.

Hint: Roem-Royen.

  1. Peristiwa pejuang membumihanguskan kota Bandung pada tanggal 23 Maret 1946.

Hint: Halo Halo Bandung.

  1. Pada siding PPKI 1945, Kalimat ini diganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa”.

Hint: Sila Pertama.

  1. Negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia adalah?

Hint: Sungai Nil dan bangunan Piramid.

Jawaban :

  1. 1938
  2. Rengasdengklok
  3. Ibu Fatmawati
  4. M. Diah
  5. Perguruan Taman Siswa
  6. Sjafruddin Prawiranegara
  7. Bandung Lautan Api
  8. “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”
  9. Mesir

Sumber : Gogirl! #139 AGUSTUS 2016

THE PARTNERSHIP BUSINESS MISTAKES

Ngebangun bisnis nggak semudah ngebailkin telapak tangan. Nggak Cuma bermodal inovasi baru, banyak hal yang harus diperhatiin secara teknis supaya usaha yang kita bangun bareng keluarga, teman, atau pacar, nggak pecah bahkan tutup di tengah jalan. The best lessons in business are the mistakes.

MISTAKE #1:

UNPROFESSIONAL BEHAVIOR

Penting banget punya peran dan tanggung jawab masing-masing sesuai struktur organiasasi yang udah disepakati secara profesional. When it comes to partnership business, hal-hal personal kayak usia, junior-senior, atau sedikit banyaknya modal yang ditanam bukan hal yang utama, but how we run the business profesionally.

MISTAKES #2:

NGGAK ENAKAN

Beacause the blurred line between personal dan professional relationship, kebanyakan partnership business kejebak dalam kondisi nggak enakan, padahal kita tau persis apa yang harusnya dilakuin tiap orang dalam tim.

MISTAKE #3:

VAGUE AGREEMENT

Jangan sampai nggak bikin komitmen dan perjanjian yang legal (hitam di atas putih bermaterai) bersama partner. Jadi saat bisnis jalan, harus ada unsur yang mengikat di antara partner satu sama lain.

MISTAKE #4:

RUN WITH NO PLAN

Banyak yang bilang kalo kunci sukses dunia bisnis itu yang penting nekat dulu, daripada nggak telaksana sama sekali. Tapi arti “nekat” ini nggak bisa ditelan mentah-mentah, karena tetep butuh business pan yang nyata. Unplanned business berdampak sama company sustainability and how they grow the business, mulai dari nggak ngelakuin market test, nyusun strategi yang jelas, sampe nggak memperhitungkan budget yang bikin bisnisnya overspending.

MISTAKE #5:

CHOOSING THE WRONG PARTNERS

Keahlian masing-masing orang dalam satu tim tetep jadi pertimbangan buat numbuhin bisnis, or at least they’re passionate and know a bit about that.

MISTAKE #6:

DIFFERENT VISION

Ketika sebuah bisnis dikelola banyak kepala, kemungkinan besar masalah ini bakal terjadi. Apalagi saat revenue perusahaan lagi naik, hasrat masing-masing buat nge-boost bisnis pun meningkat. Jangan sampai ego masing-masing menjadi faktor pemicu pecah kongsi.

 

Pengen belajar buku tentang bisnis? Di UC Library banyak koleksi yang bisa menambah insight dan inspirasi kalian. Langsung aja Langsung saja manfaatin Book Delivery Service.

Khusus wilayah Jawa dan Bali

Contact Person: Bu Essy (WA +62 817-0389-5544, email: essy.marischa@ciputra.ac.id)

 

Sumber: Gogirl!vol.153/oktober 2017/fnancial.

 

Pak Ciputra dan Greysia Polii: Harapan yang Menjadi Kenyataan

Selain dikenal sebagai founder Ciputra Group, Pak Ciputra meninggalkan jasa sangat besar pada dunia olahraga Indonesia. Khususnya bulu tangkis.

Lewat klub yang dia lahirkan, PB Jaya Raya, sejumlah nama besar bermunculan dan berkali-kali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Mulai dari Susy Susanti, Mia Audina, sampai Hendra Setiawan.

Para bintang bulu tangkis dunia saat ini juga bernaung di bawah PB Jaya Raya. Misalnya pemain ganda nomor satu dunia Greysia Polii, Marcus Fernaldi Gideon (berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo), sampai Muhammad Rian Ardianto.

Dalam buku 40 tahun PB Jaya Raya, sejarah persatuan bulu tangkis ini bermula pada tahun 1969. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin meminta kepada Ciputra untuk membina cabang olahraga atletik dan sepak bola. Status Ciputra ketika itu adalah Direktur Utama PT Pembangunan Jaya.

Namun Ciputra menjawab bahwa lebih baik dia mengurusi bulu tangkis. ”Sebab itulah yang sesuai dengan anatomi tubuh orang Indonesia. Buktinya, Indonesia juara Piala Thomas dan All England,” kata Ciputra sebagaimana dikutip dari buku tersebut.

Peraih medali emas bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020, Greysia Polii, juga merupakan sosok yang dekat dengan Almarhum Bapak Dr (HC) Ir Ciputra. Kedekatan Greysia dengan almarhum ini terlihat dari dokumentasi video dan testimoni yang pernah diunggah di media sosial. Greysia Polii, pemain klub PB Jaya Raya, ini menganggap sosok Almarhum Bapak Ciputra sebagai pembimbing dan motivator dalam berkarir di bidang bulutangkis.

Almarhum Bapak Ciputra sebagai founder PB Jaya Raya pernah menyampaikan harapan dan doanya agar Greysia Polii sukses dalam karir bulutangkis dan keluarga, ”Saya doakan agar Greysia Polii sukses dalam bermain bulutangkis, dan juga dalam keluarga. Berkat Tuhan Yesus selalu menyertai Greysia Polii,” demikian harapan ini disampaikan oleh Almarhum Bapak Ciputra usai memberikan bonus atlet pada atlet PB Jaya Raya yang meraih prestasi di Asian Games 2018.
Greysia Polii mengunggah Vlog tersebut di akun media sosialnya, usai mendengar kabar berpulangnya Almarhum Bapak Ciputra di tahun 2019. Greysia menyampaikan bahwa almarhum Bapak Ciputra selama ini telah menjadi sosok Opa, bahkan sejak dia masih kecil. Almarhum Bapak Ciputra selalu memberikan semangat dan motivasi untuk pantang menyerah dalam menekuni karir bulutangkis.
“Almarhum Bapak Ciputra tetap memberikan semangat dan motivasi kepada saya dan atlet lain, meski saat itu kesehatannya menurun. Terkadang, almarhum juga memberi arahan kepada kami, dalam hal lain selain bulutangkis. Almarhum juga kerap menelepon langsung dan kirim pesan motivasi atau apa saja yang lagi ada di benaknya,” demikian Greysia Polii mengenang sosok almarhum Bapak Ciputra.
Dan saat ini, harapan, doa, dan motivasi yang diberikan oleh Almarhum Bapak Ciputra itu telah menjadi kenyataan. Greysia Polii telah mewujudkan harapan dan doa dari Almarhum Bapak Ciputra serta seluruh masyarakat Indonesia, untuk mencapai kesuksesan dengan meraih medali emas bulutangkis ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020.
(Credit photo : IG Greysia Polii)

Toxic Relationship ala Yoo Na Bi & Park Jae Eon

Drama Korea yang masih sangat baru ini sedang hangat-hangat nya diperbincangkan di media sosial, terutama twitter. Han So Hee yang sebelumnya eksis dan sukses membuat penonton “kepanasan” dalam drama The World of The Married, kini kembali hadir di drama Korea Nevertheless. Drama ini  merupakan drama adaptasi webtoon. Bercerita tentang kehidupan percintaan anak muda yang sering terjadi saat ini, kisah drama Nevertheless siap untuk membuat penonton pusing.

Dalam drama ini, Park Jae Eon dan Yoo Na Bi menjalin hubungan yang tidak terikat dengan status pacaran, tidak memiliki komitmen namun sama –sama memiliki intimacy dan passion. Tipe cinta seperti ini biasanya dikenal dengan istilah “romantic love”. Hubungan seperti ini sangat familiar di kalangan anak muda dengan sebutan “friends with benefit” atau dikenal dengan “FWB”. Yoo Na Bi (Han So Hee) yang sebenarnya mengetahui bahwa Park Jae Eon (Song Kang) yang menjadi idola banyak wanita itu, senang menggoda banyak wanita namun tidak tertarik untuk berpacaran karena menganggap nya sebagai hal yang merepotkan.

Dunia per FWB-an ini banyak sekali terjadi di kalangan anak muda. Alasannya tentu untuk mendapatkan kesenangan. Manfaat yang di maksud lebih mengarah kepada pemenuhan kebutuhan secara emosional dan secara seksual.

Park Jae Eon dan Yoo Na Bi memang sama-sama saling tertarik. Walaupun Yoo Na Bi sendiri sudah mengetahui sifat Park Jae Eon. Namun yang terjadi, Yoo Na Bi masih saja melanjutkan hubungan fwb nya dengan Park Jae Eon dan berharap dan menantikan kejelasan dalam hubungan nya. Yoo Na Bi juga memiliki pengalaman buruk dalam percintaan yang membuatnya tidak yakin untuk berpacaran. Sangat disayangkan bukan?

Walaupun hubungan yang mereka jalani selalu jadi bahan omelan penonton dan netizen di sosmed, sebenarnya ada hal yang dapat dipelajari dalam drama ini, yaitu :

  1. Memahami hubungan yang sedang dijalani

Ada kalanya, karena dibutakan rasa cinta, banyak orang yang sulit untuk meninjau serta memahami hubungan yang sedang dijalani. Oleh karena itu, banyak orang yang terjebak dan mau bertahan dalam toxic relationship yang jelas-jelas tidak sehat. Selain bertahan, biasanya timbul sebuah harapan agar hubungan yang dijalani menjadi hubungan sehat yang berkomitmen walaupun salah satu atau keduanya tidak siap, atau berharap pasangan bisa  berubah menjadi lebih baik atas dasar perasaan. Dengan memahami dan membuka mata terhadap hubungan yang sedang dijalani, maka kita dan pasangan akan mengetahui dengan ekspektasi terhadap hubungan yang dijalani, mengetahui jelas hal-hal yang perlu di evaluasi dalam hubungan, dan mampu menyadari apakah hubungan yang sedang dijalani layak untuk dipertahankan.

 

2. Berhati-hati dan membatasi diri

Sulit mengontrol perasaan pada saat jatuh cinta memang sering terjadi. Namun ada baiknya untuk bisa tegas dengan diri sendiri dan memberikan batasan-batasan dalam hal percintaan. Jika tidak berhati-hati dan tidak memiliki batasan yang jelas, maka tentunya akan mudah sekali untuk terjerat dengan toxic relationship. Terutama romantic love, yang seringkali terjadi karena tidak adanya batasan jelas dari diri sendiri terhadap suatu hubungan.

 

3. Memahami diri sendiri

Memulai hubungan tanpa adanya pemahaman terhadap diri sendiri, akan menjadi masalah di kemudian hari. Setiap orang pastinya memiliki latar belakang, pengalaman, dan masa lalu yang berbeda. Terutama pengalaman soal cinta, yang akan sangat mempengaruhi relationship yang akan dijalani selanjutnya. Jika belum sepenuhnya sembuh dari pengalaman atau trauma percintaan masa lalu, ada baiknya mempertimbangkan kembali jika ingin menjalin hubungan yang baru.

 

  1. Memperjelas sebelum memulai suatu hubungan

Pastinya ga enak kan “digantungin” atau punya hubungan tanpa status? Yap, pastinya kita menginginkan kejelasan dalam hubungan. Adanya kejelasan ini membuat kita tidak ragu-ragu untuk bisa bersikap atau menunjukkan kasih sayang kepada pasangan. Hal ini bertujuan untuk menghindari “ghosting” dan toxic relationship. Dengan adanya kejelasan status dalam hubungan, membuat kita dan pasangan memiliki tujuan bersama dan dapat membangun hubungan yang sehat.

 

Yuk, punya relationship yang sehat. Karna hubungan yang sehat pastinya lebih menyenangkan dan membuat kita serta pasangan dapat bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Bikin Emosi! Bisa Belajar apa sih dari The Penthouse?

Para pecinta drakor pastinya tau dengan drama Korea yang satu ini. Drama para crazy rich Korea ini cukup memancing emosi dari para penonton yang antusias mengikuti setiap episode nya. Drama yang disutradarai oleh Joo Dong Min ini memang berhasil menarik perhatian penonton serta menuai banyak komentar dari para Netizen.

Sekilas mengenai Penthouse

Drama Korea yang menampilkan kehidupan glamor dari para crazy rich yang tinggal di sebuah apartemen elite yang bernama Hera Palace ini menampilkan banyak konflik yang bikin geleng-geleng kepala. Ambisi, harta, dan kekuasaan menjadi hal yang membuat konflik berkepanjangan hingga berakibat pada hilangnya nyawa seseorang secara disengaja. Sungguh tragis bukan? Bahkan para tokoh nya pun minim rasa kemanusiaan yang bikin penonton semakin naik darah. Cheon Seo Jin yang di perankan oleh Kim So Yeon merupakan salah satu tokoh antagonis wanita yang menarik perhatian penonton. Cheon Seo Jin merupakan wanita ambisius dan kejam serta menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai tujuannya. Drama Korea Penthouse juga menampilkan bagaimana kelas sosial dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Diperankan oleh aktris dan aktor yang sangat profesional dalam memainkan perannya, membuat setiap tokoh dalam drama Korea ini menjadi maksimal.

 

 

Pelajaran yang bisa diambil

Meskipun memancing emosi, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari drama Korea yang satu ini. Diantaranya adalah:

Menjadi ambisius dan berkompetisi dengan cara yang sehat

Beberapa orang mungkin menjadi ambisius dan sangat kompetitif dikarenakan tuntutan lingkungan hidup, pekerjaan, maupun pendidikan. Tidak ada yang salah dengan ambisi dan kompetisi. Hanya saja, dari drama Korea Penthouse, dapat dilihat bahwa ambisi dan kompetisi yang tidak sehat akan mengakibatkan permasalahan yang tidak kunjung selesai. Bahkan dapat memunculkan tindakan yang melewati batas hingga menghilangkan nyawa orang lain.

 

Merendahkan ego

Dalam drama Korea Penthouse, dapat terlihat bahwa hampir setiap tokoh nya memiliki ego yang tinggi dan tidak mau kalah. Ketika bersosialisasi dan memiliki hubungan dengan orang lain, tentunya kita akan menemukan perbedaan pendapat, perbedaan sifat, perbedaan tujuan hidup, dan lain-lain. Dan sebagai manusia, pastinya selalu ingin menjadi yang unggul dan menang dalam segala aspek. Tapi jika tidak terjadi, apakah akan terus menerus menuruti ego? Tentunya tidak. Karena dalam kehidupan, pastinya akan ada waktu-waktu tertentu seseorang harus gagal, dan ada waktunya seseorang akan menang.

 

Tidak memandang rendah orang lain

Dalam drama Korea Penthouse, dapat dilihat bahwa adanya perbedaan kelas sosial dan kekuasaan, dapat membutakan hati nurani seseorang. Sehingga dengan begitu, yang memiliki kelas sosial lebih rendah akan sangat sulit untuk bisa bergerak maju, dimanfaatkan, dan bahkan sering terjebak dalam kondisi “terancam”. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa Yang Maha Kuasa menciptakan manusia dengan sangat beragam dan memiliki jalan hidup serta perannya masing-masing. Oleh karena itu, apakah kita masih akan terus memandang rendah orang lain hanya karena keterbatasan yang dimiliki nya terutama dalam hal kelas sosial?

“Balas dendam” dengan cara yang sehat

Drama Korea Penthouse menampilkan orang-orang yang saling balas dendam dengan cara yang salah. Berbagai tindak balas dendam yang dilakukan bahkan merugikan kehidupan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, pastinya akan ada orang-orang yang jahat atau bahkan menyakiti hati yang membuat kita rasanya ingin cepat-cepat untuk balas dendam. Tapi perlu diingat, bahwa perasaan seperti ini dapat menciptakan fikiran-fikiran negatif yang berujung pada tindakan yang salah. Dalam menyikapi hal seperti itu lebih baik “balas dendam” dengan cara yang sehat. Misalnya, ketika di bully atau di remehkan, maka harus nya menunjukkan bahwa anggapan tersebut adalah salah. Menujukkan dengan cara apa? Tentunya ada banyak cara. Bisa lewat kinerja yang baik, meningkatkan value diri, dan lewat kesuksesan yang tentunya ditempuh dengan cara yang halal.

Nah, dari drama Korea pun ternyata kita dapat belajar banyak hal. Tertarik untuk menonton Penthouse?

Drakor Racket Boys Sempat Mengejek Indonesia?

Apakah UC People suka menonton drama korea? Beberapa waktu  lalu drama korea Rocket Boys tayang dan serial ini sangat cocok untuk membuat Anda tertawa sekaligus terharu dengan kisah para atlet bulu tangkis muda yang sedang mengejar impian mereka. Berawal dari sebuah tim bulu tangkis di sekolah menengah yang berada di ambang kehancuran, hingga seorang pelatih baru, Yoon Hyeon Jong (Kim Sang Kyung) dan putranya yang pemain bisbol, Yoon Hae Kang (Tang Jun Sang), bergabung di dalamnya. Tim ini pun belajar tentang arti persahabatan dan komunitas mereka dalam mengejar impiannya menjadi pemain terbaik.

Hanya saja beberapa waktu  lalu drama korea Rocket Boys menuai banyak kritikan dari netizen Indonesia karena dianggap merendahkan Indonesia. Dalam episode 5 yang tayang pada Senin 14, Juni 2021, Han Se-Yoon yang merupakan pemain bulu tangkis Korea Selatan sedang bertanding melawan pemain Indonesia dalam pertandingan Internasional di Jakarta. Saat bertanding, dirinya mendapat ejekan dari pendukung Indonesia. Saat Se-Yoon menceritakan hal tersebut pada pelatihnya, pelatih berkata “Penonton tidak akan mengejek jika tahu sopan santun”

Selain itu dalam adegan lain, Indonesia digambarkan dengan sengaja tidak memberikan fasilitas yang layak pada Korea Selatan untuk memenangkan pertandingan. Fang, sang pelatih Han Se Yoon berkata “Penginapannya buruk sekali. Mereka (tuan rumah) berlatih di tempat pertandingan dan kita dipaksa latihan di salah satu tempat latihan tua yang tidak terdapat AC, yang benar saja,” Yang kemudian direspon dengan “Tenang pak ini bukan pertama kali terjadi” Selanjutnya diikuti dengan percakapan, “Ada satu alasan. Han Se-yoon. Mereka ingin mengalahkannya apapun caranya. Jangan khawatir soal Se-yoon. Kita sudah menemukan strateginya,” tutur pelatih lagi.

Adegan-adegan pada episode 5 inilah yang memancing amarah netizen Indonesia. Berbagai tuduhan pun diluncurkan netizen Indonesia, mulai isu  rasisme hingga propaganda Korea untuk memperburuk citra bulu tangkis Indonesia. Netizen Indonesia tidak terima, tidak hanya karena  Indonesia merupakan salah satu pendukung terbanyak industri hiburan Korea Selatan, namun juga karena hal penggambaran ini jauh dari kenyataan dimana Indonesia sering mendapat medali di ajang bulu tangkis dunia.

Secara serempak netizen Indonesia pun menyerang IMDb (Internet Movie Database) dan membuat rating drama korea tersebut anjlok hingga menyentuh bintang 2,3 dari 10. Netizen juga menyerang akun instagram resmi SBS yaitu @sbsdrama.official dan @sbsnow_insta. Tidak hanya itu akun instagram pribadi para pemain juga menjadi sasaran amuk warga +62. Kata-kata kasar, rasis dan body shaming dilontarkan kepada beberapa akun tersebut.

Melalui akun @sbsnow_insta, pihak SBS meminta maaf dalam bahasa Indonesia dikolom komentar akun @sbsdrama.official yang mengunggah cuplikan drama Racket Boys. Beberapa warganet Indonesia menerima baik permintaan maaf ini, namun tak sedikit juga yang merasa permintaan maaf tersebut tidak layak karena tidak ada permintaan maaf resmi dan hanya melalui komentar saja.  Akibatnya kritik pada SBS dan Racket Boys pun tetap mengalir deras.

Namun tak sedikit juga yang kontra dengan perilaku tersebut, beberapa warganet berpendapat bahwa penggambaran buruk sah-sah saja dalam film atau drama, misalnya seperti penggambaran mafia meksiko yang jahat dalam film-film Amerika. Beberapa merasa bahwa cerita drama hanyalah fiksi dan tidak perlu dianggap secara personal. Selain itu perilaku netizen Indonesia yang tidak sopan justru dianggap memperparah suasana. Dalam survey Digital Civility Index 2020 yang dilakukan oleh Microsoft, tingkat kesopanan berinternet Indonesia berada di posisi ke 29 dari 32 negara yang disurvei. Warganet menyayangkan perilaku sebagian warganet yang semakin memperkuat penggambaran Indonesia dalam drama dan survei Digital Civility Index 2020.

Sah-sah saja untuk mengkritik suatu karya, terlebih jika kritik tersebut membangun dan baik untuk kelanjutan artis dan karyanya. Namun melontarkan kata kasar, berkata rasis hingga melakukan perundungan rasanya bukan hal yang tepat untuk dilakukan ya UC People. Kalau menurut UC People bagaimana?