An Athlete, Entrepreneur, and a Book Writer – An Interview With Fando Adila

Fando Adila, mahasiswa jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra (UC) ini telah membuktikan bahwa menjadi seorang mahasiswa yang memiliki bisnis, berprestasi saat menekuni passion, minat, serta menulis buku sekaligus bukanlah hal yang tidak mungkin.

Fando yang juga adalah atlet tenis meja peraih emas di PON Remaja I tahun 2014 tersebut ternyata juga memiliki bisnis berbasis aplikasi mobile untuk memesan atau booking tempat parkir mobil bernama ‘ParkirQ’. Selain itu dia telah berhasil menulis 2 buku. WOW! Sebuah rekam jejak yang luar biasa! UC Library berkesempatan mewawancarai Fando, dan bertanya secara khusus mengenai segudang prestasinya.

 

Boleh cerita sedikit prestasimu selama ini?

Terkait prestasi saya dibidang olahraga, saya adalah atlit tenis meja profesional hingga internasional dari umur 9 sampai umur 16 tahun, dan titik pencapaian tertinggi saya di tenis meja adalah ketika saya menjadi raja pada kelompok umur 16 tahun di seluruh Indonesia tahun 2014.

Saya menjadi juara 1 pada ajang PON Remaja I 2014, pada waktu itu  dari setiap propinsi diambil satu-persatu pemain terbaik dan diadu dalam PON dan saya menjadi juara satu membawa nama Jawa Timur.

Sejak SMP dan SMA saya homeschooling dan hanya belajar Bahasa inggris dan Bahasa Mandarin, mengingat pelatih saya berasal dari China.

Setelah mengikuti PON dan menjadi juara, dua minggu kemudian saya cedera lutut. Menurut analisis dokter lutut kanan dan kiri saya rapuh karena overload training.

Pertama kali saya datang ke UC saya menggunakan tongkat pasca rehabilitasi operasi kedua, namun lutut kiri saya tetap tidak bisa kembali, maka saya manuver profesi menjadi seorang entrepreneur.

Bagaimana kesan setelah menjadi seorang Entrepreneur?

Semuanya tidak seperti yang terlihat di permukaan, banyak dibawah permukaan yang tidak terlihat oleh publik. Contohnya ParkirQ. Dedikasi untuk mendirikan ParkirQ sudah dari semester 3, sekarang saya semester 7. Satu setengah tahun tanpa dibayar, dan hanya mengeluarkan uang tanpa ada pemasukan, dedikasi sangat tinggi dan jika visi tim tidak kuat, bisnis itu pasti anjlok dan menjatuhkan satu sama lain.

 

Menurut saya seorang entrepreneur juga harus melihat peluang, kadang ada peluang dibalik masalah. Contohnya seperti Gojek, masalah yang dipecahkan gojek sangat besar sehingga nilai valuasi perusahaannya sekarang Decacorn alias 140 triliun.

Jadi sebelum melihat sebuah peluang, kita harus melihat dulu masalahnya seperti apa secara objektif, nah dari situ kita lihat kita bisa memberikan solusi yang tepat.

ParkirQ ini juga berasal dari sebuah masalah, bermula dari mahasiswa UC yang sering datang kuliah terlambat karena parkir mobil yang jauh dan harus jalan kaki menuju gedung kampus. Masalah serupa juga ditemukan di apartemen, mall, dan kampus-kampus lainnya.

 

Selain menjadi atlet dan berbisnis, Fando sendiri telah menulis 2 buku, berjudul ‘Think & Action Like a Champion’ (Call No. 658.409 DJA t) dan ‘Kehidupan Para Kekasih Allah’ (Call No. 297.61 DJA k).

Apa sih yang menjadi kegundahannya ketika menulis 2 buku tersebut? Berikut penuturannya:

Saya menulis buku ‘Think & Action Like a Champion’ karena merasa ironis dengan mayoritas pemikiran para kaum millennial saat ini. Karena mereka sering menjalani hidup dengan mengalir begitu saja, bukan dengan apa yang seharusnya mereka bisa lakukan semaksimal mungkin.

Saya ingin menanamkan pemikiran-pemikiran yang bisa membuat perubahan paradigma bagi setiap orang yang membaca buku ini.

Buku ‘Kehidupan Para Kekasih Allah’ adalah buku yang menceritakan kehidupan yang dialami oleh para filsuf-filsuf terdahulu dimana kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap yang mereka lakukan.

Sehingga kita tidak perlu mengalami kesalahan yang sama dengan orang yang sudah pernah melakukannya dan terjerumus olehnya, karena menurut saya usia terlalu singkat untuk mengulangi kesalahan dan tidak belajar darinya. Menjadi sangat penting bagi kita untuk belajar dari pengalaman orang lain.

 

Menurut Fando, apakah ada koleksi buku UC Library yang bisa dijadikan referensi atau rekomendasi yang wajib baca untuk teman- teman calon Entrepreneur?

Buku berjudul, Art of War, karya Sun Zi. Menurut saya itu bisa diterapkan dalam berbisnis, ibaratnya adalah perusahaan kita adalah pasukan kita, kita harus menyerang lawan dengan taktik yang seperti apa. Di library ada di call no. 355.020951 WEE s.

Satu buku lagi berjudul The Secret of Wealth Management, terbitan MIC – PT Menuju Insan Cemerlang. Di library ada di call no. 332.02401 SEC. Buku ini berisi tentang manajemen keuangan, saya tertarik karena sejak awal kuliah, saya membayar sendiri dari bisnis konvensional saya, jadi saya harus pinter-pinter mengatur keuangan untuk kuliah, tempat tinggal, makan dan lain-lain. Saya asli Jombang jadi saya juga harus ngontrak disini.

Untuk uang makan saja saya dapat bonus dari ayah satu juta, sebagai kewajiban orang tua, itu saja sisanya saya kerja sendiri. Kalau sakit itu juga saya minta orang tua karena kewajiban orang tua itu kesehatan dan makan anak lah anggapannya.

Buku ketiga ada karya John C. Maxwell untuk menumbuhkan karakter setiap individu, berjudul 21 Ciri Pokok Seorang Pemimpin, di library ada di call no. 158.4 MAX d. Selain itu ada buku karya Maxwell yang lain yang sudah saya baca, antara lain: Developing The Leaders Around You (call no. 158.4 MAX d), Failing Forward (call no. 158.1 MAX f), Make Today Count (call no. 646.7 MAX b), Your Road Map for Success (call no. 155.25 MAX y), dan Developing the Leaders Around You (call no. 158.4 MAX d).

Apakah ada pesan/kesan untuk UC Library?

Menurut saya UC Library ini adalah perpustakan paling nyaman, bersih, tenang, dan semua sistem tertata. Juga ada reward bagi mahasiswa yang sering membaca, meskipun saya sendiri tidak pernah dapat, cuma mengamati dari email saja.

Ada program Movie Time juga dari UC library yang menayangkan film-film yang memotivasi mahasiswa. Harusnya setiap mahasiswa memanfaatkan dengan maksimal fasilitas-fasilitas ini.

New Collection – September 2019

Carl Sagan, astronomer and book lover once said:

What an astonishing thing a book is. It’s a flat object made from a tree with flexible parts on which are imprinted lots of funny dark squiggles. But one glance at it and you’re inside the mind of another person, maybe somebody dead for thousands of years. Across the millennia, an author is speaking clearly and silently inside your head, directly to you. Writing is perhaps the greatest of human inventions, binding together people who never knew each other, citizens of distant epochs. Books break the shackles of time. A book is proof that humans are capable of working magic.

==

So come to UC Library and read some books! Here’s new book collection from UC Library.

Please click here or Processing Report 2019_09_02 0839

Koleksi E-Magazine UC Library

Ada yang baru nih di UC Library!

Sekarang ada koleksi E-Magazine lho, cocok banget buat kamu yang gemar membaca pakai gadget. Saat ini UC Library telah melanggan 2 (dua) e-magazine yaitu, Harvard Business Review dan Tech-In Asia.

Kalau kalian ingin mengaksesnya atau memiliki pertanyaan seputar koleksi E-magazine yang dilanggankan oleh UC Library, silahkan langsung berkunjung ke UC Library atau menghubungi Pak Panji di telp ext. 2223, email: panji@ciputra.ac.id 😉 📚

 

UC Library Gate Entrance

Sekarang ada yang baru nih di UC Library, sekarang untuk masuk ke UC Library, menggunakan QR Code yang bisa diambil dari aplikasi di handphone kita masing-masing.

Bagi mahasiswa UC, aplikasi ini bisa didownload di ‘App Store’ dan ‘Play Store’ dengan keyword: “UC Student”. Silahkan login dengan username dan password yang sama dengan website student.uc.ac.id masing-masing. Untuk melihat QR Code silahkan masuk di menu ‘My Information’ lalu klik ‘Student Card’ dan tap QR Code di bawah gambar KTM supaya lebih jelas.

Bagi staff/dosen Universitas Ciputra silahkan download di ‘App Store’ dan ‘Play Store’ dengan keyword: “Ciputra Information System”. Silahkan login dengan username dan password yang sama dengan CIS (Ciputra Information System) masing-masing. Untuk melihat QR Code silahkan klik menu sebelah kiri atas, dan klik ‘My QR Code’. Untuk iPhone silahkan klik icon ‘QR Code’.

Sangat mudah digunakan bukan? Nah, pastikan kalian download aplikasi ini sebelum masuk ke Library ya. So, tunggu apa lagi, segera download gaess!

Video tutorial silahkan cek video berikut:

 

Aneka Kisah Unik dari Bung Hatta

Siapa yang tidak mengetahui sosok Bung Hatta? Ia adalah tokoh pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Ia bersama Bung Karno memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda sekaligus memproklamirkannya pada 17 Agustus 1945. Sebagai orang Indonesia, kita harus bangga memiliki pemimpin seperti beliau.

Bung Hatta adalah sosok yang sederhana, bahkan untuk membeli sepatu impian tak terwujud karena tak tercukupinya uang. Bayangkan, seorang wakil presiden sebuah negara tak mampu membeli sepatu Bally! Ketika pensiun, uang pensiunannya tak mampu membayar tagihan air dan PBB. Kesederhanaan yang sungguh luar biasa! Meski begitu, cintanya ibu pertiwi justru sebaliknya. Apapun rela dia korbankan untuk Indonesia, entah itu darah, keringat, air mata, atau bahkan nyawa.

“Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku,” tegas bung Hatta. Beliau memang tidak meninggalkan harta benda, namun ia memberikan ‘legacy’, yaitu keteladanan. Seorang pemimpin sederhana dengan cinta yang megah.

Berikut adalah beberapa kisah unik tentang Bung Hatta:

 

  1. Si Bung dan Sepatu Bally

Pada era 1950-an, sepatu Bally buatan swiss sangat terkenal ke seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Mohammad Hatta yang kal itu menjabat sebgai Wakil Presiden Republik Indonesia juga mendambakannya. Suatu hari dia membaca sebuah iklan sepatu Bally di Koran yang mepromosikan tempat dijualnya sepatu idaman tersebut. Bung Hatta sangat ingin membelinya, tapi uang di kantongnya tak mencukupi.

Saking menginginkannya Bung Hatta lalu menggunting iklan tersebut. Kemudian dia diam-diam menabung agar bias membelinya.

Sayang seribu sayang, uang tabungannya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau membantu kerabat dan handai taulan yang datang meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya sepatu Bally tersebut tidak pernah terbeli. Padalah jika mau, dia bias saja menrima sepatu itu dalam wujud hadiah dari para kolega dan pengusaha.

Banyak yang tidak percaya bahwa hingga akhir hayatnya Bung Hatta masih menyimpan guntingan iklan sepatu tersebut, tanpa pernah mampu membelinya. Kertas usang itu menjadi saksi keinginan sederhana Hatta, sang proklamator republik ini.

 

  1. Demi Rahasia Negara, Gagal Membeli Mesin Jahit

Jika Hatta mendambakan sepatu Bally, sang istri yakni Rahmi Hatta sangat menginginkan sebuah mesin jahit. Bukannya apa-apa, Rahmi berharap dengan mesin jahit dia bias menghemat pengeluaran keluarga. Sebab, dengan menjahit sendiri dia bias menghemat pengeluaran untuk membeli baju untuk dirinya dan keluarga.

Setiap bulan dia menyisihkan uang belanja bulanannya untuk ditabung. Setelah sekian lam, akhirnya uang pun terkumpul dan hampir mencukui untuk membeli sebuah mesin jahit.

Tapi ketika hendak membeli mesin jahit, tiba-tiba pemerintah mengumumkan kebijakan pemotongan nilai mata uang rupiah. Uang dari Rp 100 mendadi Rp1.

Walhasil, uang ditabungan Rahmi jatuh nilainya dan tak bias membeli mesin jahit.

Dengan sedih ia mendatangi suaminya: “Pak,Bapak ‘kan seorang Wakil Presiden, pasti tahu bahwa Pemerintah akan mengadakan sanering, mengapa bapak tidak memberi tahu kepada ibu?”. Bung Hatta menjawab : “Bu…, itu’kan rahasia Negara, kalau bapak beritahu pada ibu, berarti itu bukan rahasia lagi.”

 

  1. Naik Haji Dari Honor Menulis

Saat ini seorang pejabat naik haji dengan fasilitas Negara adalah hal yang jamak. Andai Hatta masih hidup, jangan pernah sekali-sekali menanyakan perkara itu kepadanya. Sudah pasti akan ditolaknya mentah-mentah fasilitas tersebut.

Pada 1952, Hatta hendak melakukan ibadah haji bersama istri dan dua saudarinya. Waktu itu Bung Karno menawarkan agar menggunakan pesawat terbang yang biayanya ditanggung Negara. Tapi Hatta menolak karena ingin pergi haji seperti rakyat biasa.

Akhirnya Hatta bisa menunaikan rukun islam tersebut. Dari mana uangnya? Bukan dari Negara melainkan dari hasil honorarium penerbitan beberapa bukunya.

 

  1. Menginspirasi Jenderal Moegeg

Jenderal Hoegeg Imam Santosi adalah Jendral Polisi yang melegenda karena kejujuran dan kesederhanaanya. Toh, kapolri untuk periode 1968-1971 ini tetap saja terkagum-kagum terhadap kesederhanaan Hatta.

Kebersahajaan Hatta membuat Hoegeg malu untuk berbuat hina seperti Korupsi. Dia Sampai mengelus dada saat tahu betapa miskinnya Hatta ketika mundur sebagai Wapres RI pada 1956.

“Saat itu dia diberitakan hanya punya tabungan Rp 200. Uang pensiunannya pun tak cukup untuk membayar lsitrik,” ungkap Hoegeg dalam buku memoearnya. Sebagai perbandingan, kala itu gaji prajurit terendah TNI adalah kisaran Rp 125-150 per bulan. So, bias dibayangkan konsisi Hatta kala itu.

 

  1. Tak mampu bayar PAM dan PBB

Gubernur DKI Jakarta 1966-1977, Ali Sadikin, terenyak. Dia kaget saat mendengar bahwa Hatta tak mampu membayar iuran air PAM dan PBB saking kecilnya uang pension. Bang Ali terharu melihat kondisi Hatta. Hal itu dikisahkan Ali dalam Biografinya “Bang Ali, Demi Jakarta 1966-1977”

Tak Cuma terharu, Bang Ali langsung bergerak. Dia melobi DPRD DKI untuk menjadikan Bung Hatta sebagi warga kota utama. Dengan begitu bung Hatta terbebas dari iuran air dan PBB. DPRD setuju. Pemerintah pusat juga memberikan sejumlah bantuan, di antaranya bebas bayar lsitrik.

 

  1. Sangat Menyukai Kucing

Bung Hatta sangat menggemari kucing. Dulu saat mendekam di Penjara Glodok, seekor kucing entah kepunyaan siapa selalu datang ke tempat Bung Hatta. Kucing itu disayangi dan diberi makan olehnya.

Demikian juga ketika ia dibuang ke Boven Bigul. Hatta memelihara seekor anak kucing dan anjing, namanya hitam dan juli. Kedua hewan tersebut akur. Di bandaneira hal itu terjadi lagi. Hatta memelihara kucing bernama Hitler. Sayang kucing ini kabur. Kemudian bung Hatta memelihara kucing lain diberiinama Turki. Di rumahnya, kucing kesayangan Hatta bernama Jonkheer, sebuah gelar bangsawan pada masyarakat Belanda

 

  1. HampirMenjadi Ulama

Jika saja Bung Hatta menuruti kehendak keluarga dari pihak ayahnya, bias saja jalan hidupnya akan berbeda. Keluarga dari pihak ayahnya menginginkan Hatta muda mengikuti pamannya bermukin di Mekkah, Saudi Arabia. Harapannya, dari sana Hatta melanjutkan pendidikan agamanya di Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Sejak Kecil, dia dididik dengan pendidikan agama yang keras ala kakek dan ayahnya. Tapi setalah beranjak dewasa, Hatta ternyata lebih condong ke daerah pedagang ibunya, dam Mekah bukanlah pilihan yang tepat baginya, pada 3 Afustus 1921, ia pergi belajar ke Belanda menggunakan kapal “TAMBORA”.

 

Sumber: intisari Agustus 2016

New Collection – August 2019

Buku adalah jendela ilmu. Dengan membaca buku akan banyak ilmu kita dapatkan, dan tentunya turut meningkatkan kualitas diri kita. Membiasakan diri membaca buku, koran maupun media lainnya, membuat kita berlatih memusatkan pikiran dan merangsang saraf otak untuk bekerja.

Seorang calon entrepreneur sangat perlu untuk membaca, memperlengkapi dan mengembangkan diri dan itu adalah modal yang berharga sebelum terjun ke dunia bisnis.
Jangan kuatir karena UC Library merupakan tempat yang tepat bagi kamu calon entrepreneur UC. Didukung tempat yang nyaman, di sini terdapat berbagai macam koleksi buku bacaan mulai dari entrepreneur, inovasi, kreativitas, manajemen, psikologi, desain, sampai majalah juga ada.

Berikut daftar koleksi buku terbaru UC Library. Happy reading.

Akuntansi (ACC)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
658.4Strategic Performance Management : accounting for organizational controlAdler, Ralph W.Routledge
Arsitektur Interior (INA)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
720.1Poetics of Architecture : theory of designAntoniades, Anthony C.John Wiley & Sons, Inc.
720.13The Architecture of Happinessde Botton, AlainVintage Books-a Division of Random House, Inc.
720.47The Sourcebook of Contemporary Green ArchitectureDuran, Sergi Costa; Herrero, Julio FajardoCollins Design, an imprint of HarperCollins Publis
729Spaces For Innovation : the design and science of inspiring environmentsGroves, Kursty; Marlow, OliverFrame Publishers
729The Interior Architecture Theory ReaderMarinic, GregoryRoutledge
729Toward a New Interior : an anthology of interior design theoryWeinthal, LoisPrinceton Architectural Press
745.4Designing For Society : products and services for a better worldTromp, Nynke; Hekkert, PaulBloomsbury Visual Arts, Bloomsbury Publishing plc
745.4090511Design Anthropology : object cultures in transitionClarke, Alison J.Bloomsbury Publishing Plc
Desain Komunikasi Visual (VCD)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
745.4Design, Typography, et. : a handbookGautier, Damien; Gautier, ClaireNiggli, Imprint of Braun Publishing AG
745.4Visual Communication Design : an introduction to design concepts in everyday experienceDavis, Meredith; Hunt, JamerBloomsbury Visual Arts, Bloomsbury Publishing plc
Entrepreneurship (ENT)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
658.11Digital EntrepreneurshipAllen, Jonathan P.Routledge
658.421Global Entrepreneurship : environment and strategyKshetri, NirRoutledge
Innovation Creativity (IC)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
658.4012Business Model Innovation : concepts, analysis, and casesAfuah, AllanRoutledge
International and Hospitality Tourism Business (HTB)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
181.16Makna Sengkalan Sebagai Dinamika Kesadaran Historis : kajian filosofis historis keraton YogyakartaDaliman, A., 1942-Ombak
International Business Management (IBM)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
650.1One Person Multiple CareersAlboher, MarciWarner Business Books – Time Warner Book Group
658.3Global Talent ManagementCollings, David G.; Scullion, Hugh; Caligiuri, Paula M.Routledge
658.4052Intercultural Business Negotiations : deal-making or relationship building?Usunier, Jean-ClaudeRoutledge
658.5Strategic Operations ManagementBrown, Steve; Bessant, John; Jia, FuRoutledge
658.7Green Supply Chain ManagementAchillas, Charisios [et al.]Routledge
Kedokteran (MED)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
174.2Etika Kedokteran & Hukum KesehatanHanafiah, M. Jusuf; Amir, AmriPenerbit Buku Kedokteran – EGC
613.94Buku Panduan Praktis Pelayanan KontrasepsiAffandi, Biran [et al.]PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo
615.7Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi : vol. 2Hardman, Joel G.; Limbird, Lee E.Penerbit Buku Kedokteran – EGC
615.7Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi : vol. 3Hardman, Joel G.; Limbird, Lee E.Penerbit Buku Kedokteran – EGC
615.7Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi : vol.1Hardman, Joel G.; Limbird, Lee E.Penerbit Buku Kedokteran – EGC
615.7Goodman & Gilman Dasar Farmakologi Terapi : vol.4Hardman, Joel G.; Limbird, Lee E.Penerbit Buku Kedokteran – EGC
616.07076Kapita Selekta Patologi KlinikBaron, D. N.; Andrianto, PetrusPenerbit Buku Kedokteran – EGC
616.0754Buku Pegangan Uji DiagnostikJaya, David Putra; Holmes, H. NancyPenerbit Buku Kedokteran – EGC
616.33Harrison Gastroenterologi & HepatologiLongo, Dan L.; Fauci, Anthony S.Penerbit Buku Kedokteran – EGC
616.500222Atlas Berwarna Saripati Penyakit KulitSiregar, R. S.Penerbit Buku Kedokteran – EGC
Library (LIB)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
016.378UC Davis, General Catalog : 2000-2001, 2001-2002UC DavisUCDAVIS
499.240321An Indonesian-English DictionaryEchols, John M.; Shadily, HassanCornell University Press
Marketing Communication (MCM)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
302.201Exploring Communication Theory : making sense of usFloyd, Kory [et al.]Routledge
302.201Theories of Human CommunicationLittlejohn, Stephen W.; Foss, Karen A.; Oetzel, John G.Waveland Press, Inc.
302.23072Applied Mass Communication Theory : a guide for media practitionersRosenberry, Jack; Vicker, Lauren A.Routledge
621.3845Digital Radio ProductionConnelly, Donald W.Waveland Press, Inc.
658.45Strategic Communication : an introductionFalkheimer, Jesper; Heide, MatsRoutledge
658.840285Digital Marketing Fundamentals : from strategy to ROIVisser, Marjolein; Sikkenga, Berend; Berry, MikeNoordhoff Uitgevers
658.872Digital Marketing : a practical approachCharlesworth, Alan, 1956-Routledge
Psikologi (PSY)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
158.3The Skilled Helper : a problem-management & opportunity-development approach to helpingEgan, Gerard; Reese, Robert J.Cengage Learning
259.12Counseling Families Across The Stages of Life : a handbook for pastors and other helping professionalsWeaver, Andrew J., 1947-; Revilla, Linda A., 1960-; Koenig, Harold GeorgeAbingdon Press
303.484Learning From Violent Extremist Attacks : behavioural sciences insights for practitioners and policymakersKhader, Majeed [et al.]World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.
305.4209598Kekerasan Terhadap Perempuan : tinjauan dalam berbagai disiplin ilmu & kasus kekerasanSulaeman, M. Munandar; Homzah, SitiRefika Aditama
362.8286Foundations of Couples, Marriage, and Family CounselingCapuzzi, David; Stauffer, Mark D.Wiley, a John Wiley & Sons, Inc., Publication
616.89156Clinical Handbook of Marriage and Couples InterventionsHalford, W. Kim; Markman, Howard J.John Wiley & Sons
616.89156Family Psychology : theory, research, and practiceThoburn, John W.; Sexton, Thomas L.Praeger, an imprint of ABC-CLIO, LLC.
616.89156Family Therapy : an overviewGoldenberg, Irene; Stanton, Mark; Goldenberg, HerbertCengage Learning
616.89156The Marriage Clinic : a scientifically-based marital therapyGottman, John M. (John Mordechai)W.W. Norton & Company, Inc.
616.891562The Science of Couples and Family Therapy : behind the scenes at the love labGottman, John M. (John Mordechai); Gottman, Julie SchwartzW.W. Norton & Company, Inc.
618.89156Brief Therapy for Couples : helping partners help themselvesHalford, W. KimThe Guilford Press, a division of Guilford Publica
646.780715Marriage and Relationship Education : what works and how to provide itHalford, W. KimGuilford
Research and Publication (LPP)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
307.14072Measures for Community and Neighborhood ResearchOhmer, Mary L. [et al.]Sage Publications, Inc.
370.7Creative Research : the theory and practice of research for the creative industriesCollins, HilaryBloomsbury Visual Arts, Bloomsbury Publishing plc
519.5076Interpreting Basic Statistics : a workbook based on excerpts from journal articlesHolcomb, Zealure C.; Cox, Keith S.Routledge
Sistem Informasi Manajemen (MIS)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
302.231Digitized Lives : culture, power and social change in the internet eraReed, T. V. (Thomas Vernon)Routledge
Teknologi Pangan (FTO)
DDCTitleAuthor(s)Publisher
631Biotechnology for Sustainable Agriculture : emerging approaches and strategiesSingh, Ram Lakhan; Mondal, SukantaWoodhead Publishing is an imprint of Elsevier

 

Untuk versi PDF, silahkan klik disini. Processing Report 2019_08_01 0821

Kata Bangun Permadi tentang UC Library

Bangun Permadi, mahasiswa jurusan Culinary Business angkatan 2015 ini tercatat pernah menjabat sebagai Ketua Umum SRB (Student Representative Board) UC tahun 2018/2019. Bagaimana kesan dan pengalamannya bersama UC Library, berikut penuturannya:

“Saya pernah beberapa kali pinjam koleksi buku, waktu itu saya ingat salah satu bukunya berjudul ‘Soe Hok-Gie… Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya’ dan menurut saya layanan sirkulasi peminjaman UC Library cenderung cepat sih pelayanannya. Jadi begitu saya pilih buku yang akan saya pinjam, langsung saya bawa ke depan di konter peminjaman koleksi, dan langsung diproses masuk ke system komputer. Tidak banyak birokrasi, saya tinggal memberi KTM saya, diproses, dan selesai. Begitu pun saat perpanjangan koleksi, memberi KTM, dan selesai.

Masukkan saya untuk UC Library lebih ke jam layanan. Usul saya kalau bisa UC Library buka 24 jam. Setahu saya ada perpustakaan yang menggunakan kartu pada layanannya. Jadi ketika kita masuk ke perpustakaannya, tinggal memakai kartu, keluar pun juga demikian. Supaya mahasiswa UC yang sedang mengerjakan skripsi dan membutuhkan literatur atau layanan bisa langsung ke UC Library dan memanfaatkannya dengan baik. Jadi kebutuhan mereka benar-benar bisa terakomodasi.

Hanya tetap harus dipikirkan regulasi SDM atau kepegawaiannya, mungkin bisa dibuat sistem pergantian jadwal jam masuk kerja yang penting syaratnya SDM-nya Library harus memadai.
Dari koleksi E-Journal sendiri, dari segi kelengkapan E-Journal lebih lengkap, seperti Emerald Insight. Kebetulan saya juga memakainya waktu mencari yang berkaitan dengan dengan product creation. Product Creation itu sendiri seperti karya eksperimen. Jadi secara sumber sebetulnya lebih sulit dicari daripada analisis-analisis yang berhubungan dengan bisnis.”

 

UC Library & Yohanes Yus Kristian

Yohanes Yus Kristian terpilih sebagai pemenang dari karya tulis terbaik dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LAKTIM) 2018 yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa-Unit Penelitian Mahasiswa (UKM-UPM) pada 12 Mei 2018 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Semanggi, Jakarta.

Tapi apakah UC Library berperan atau berdampak dengan prestasi mahsiswa Psikologi UC ini yang juga sempat meraih Library Award (Peminjam Terbanyak) selama Semester Ganjil 2018-2019 (Agustus-Desember 2018) lalu itu?

Berikut penuturannya:

“Peran UC Library dalam proses penulisan karya tulis saya ini sangat besar. Di UC Library ini tidak hanya menyediakan buku, tapi ada jurnal, ada koran, ada majalah, dan skripsi. Menurut saya sangat memperlengkapi saya dan tim saya karena dalam penulisan karya tulis itu kan membutuhkan kasus, butuh fenomena, nah saya bisa baca dari koran, dari majalah yang ada, lalu untuk isinya sendiri misalnya metode penelitian, ada buku yang sangat lengkap di sini dan sangat membantu saya dan tim dalam pengerjaan karya tulis ilmiah. Jadi menurut saya, peran dan dampak UC Library sangat besar dalam proses pengerjaan karya tulis ilmiah, sehingga bisa membawa kami dan tim sampai pada final dan akhirnya mendapatkan juara 1 nasional.

Menurut saya UC Library ini sudah sangat bagus, dari fasilitas lengkap, dengan adanya komputer kita bisa lebih cepat mencari koleksi lewat online catalog, tempatnya nyaman dan sangat kondusif untuk mengerjakan karya ilmiah. Karena waktu mengerjakannya itu saya dan tim mengerjakan di dalam ruang koleksi, jadi sangat-sangat tenang dan kondusif. Lalu dari pelayanannya juga baik. Saran saya adalah terus meng-update, tidak hanya buku, tapi juga jurnal, pedoman skripsi, majalah dan juga koran. Jadi ketika nantinya ada orang-orang, mahasiswa atau dosen yang mengikuti lomba di kemudian hari bisa lebih diperlengkapi lagi dengan adanya buku atau koleksi lainnya.”

Mengapa Remake ‘Lion King’ Tayang Tahun ini?

Film The Lion King saat ini tengah tayang di bioskop-bioskop Indonesia. Film ini adalah salah satu dari proyek Disney yang membuat versi live action dari setiap film kartun mereka yang sukses di masa lalu. Tahun ini sendiri telah tayang remake film Aladdin dan Dumbo dan disusul sekuel Maleficent yang tayang Oktober nanti.

Menjadi pertanyaan kenapa sih Disney tiba-tiba merilis remake film-film tersebut? Kenapa sekarang dan bukan 5 tahun yang lalu. Kenapa tidak 10 tahun lagi? Diduga ini ada hubungannya dengan boneka Barbie di tahun 2013.

Boneka Barbie? Kok bisa? Jadi, tahun 2000 lalu, perusahaan Mattel yang memproduksi boneka Barbie mulai bekerja sama dengan Disney untuk memproduksi boneka Disney Princess, seperti karakter Cinderella, Aurora, dan Belle. Kongsi bisnis Disney Princess ini berdampingan dengan bisnis boneka Barbie yang juga diproduksi Mattel. Semua lancar-lancar saja sampai akhirnya penjualan Barbie mulai menurun di sekitar tahun 2012.

Disney dan Hasbro (perusahaan kompetitor Mattel) sadar bahwa mainan yang menjual membutuhkan storytelling yang kuat dibelakangnya, sedangkan Mattel sangat percaya diri dengan boneka Barbie-nya. Disinyalir karena boneka Barbie telah bertahan puluhan tahun dan telah digunakan dari berbagai generasi.

Di lain sisi, Disney mulai “ilfeel” dengan Mattel karena Mattel juga menjual Barbie Princess. Puncaknya terjadi di tahun 2013 ketika Mattel merilis seri boneka Ever After High, yang bertemakan fairytale. Dengan kata lain, Mattel berkompetisi langsung dengan Disney untuk pasar yang sama.

Awal tahun 2013, petinggi Disney diam-diam bertemu dengan Hasbro untuk memindahkan franchise Disney Princess dari Mattel ke Hasbro. Disney terkesan dengan Hasbro karena Hasbro melakukan penelitian pasar. Dari penelitian ini ditemukan bahwa anak-anak menyukai karakter Disney Princess yang punya skill atau kemampuan. Jadi tidak sekadar putri yang lemah, tapi juga seorang perempuan yang jago membela diri dan perang. Karena itu pula karakter Disney Princess di film saat ini telah berubah menjadi lebih feminis.

Selain itu, walaupun boneka itu mainan anak-anak, tapi yang memutuskan boneka mana yang boleh dibeli itu orang tua. Dan orang tua jaman sekarang lebih suka boneka yang tidak sekadar memiliki gaun cantik. Tapi penelitian Hasbro yang paling penting adalah “trans-generational emotional resonance”. Artinya, ikatan emosional anak-anak terhadap tokoh atau mainan biasanya ditularkan oleh orang tuanya.

Per Januari 2016, Disney Princess resmi berpindah ke Hasbro. Penampilan bonekanya juga berubah dari versi Mattel yang seperti Barbie (kanan), menjadi versi yang Hasbro lebih seperti lucu.

Kanan versi Mattel, kiri versi Hasbro

 

Nah, konsep ‘transgenerational emotional resonance’ ini yang menjadi dugaan yang akhirnya mendorong Disney rutin merilis film-film yang diproduksi di tahun 90-an. Tentu, faktor kematangan teknologi computer graphics juga memungkinkan film animasi klasik di-remake. Tapi, di lain sisi yang membawa anak-anak ke bioskop itu adalah orang tua dan mereka yang berumur 5 tahun saat menonton Lion King di tahun 1994, sekarang berusia 30 tahun dan mungkin saat ini sudah mempunyai anak berumur 5 tahun juga. Jadi ini waktu yang tepat untuk menjamin franchise The Lion King, Aladdin, Beauty and the Beast tetap fresh.

Walaupun Disney dikenal dengan film animasinya, adalah rahasia umum bahwa pendapatan utama film animasi itu bukan dari filmnya, tapi melainkan dari merchandhise-nya. Misalnya, 41% pendapatan Disney itu dari merchandhise dan theme park dan dari film cuma 17%.

Tentu saja sangat mungkin Disney sadar bahwa sekarang adalah kesempatan untuk meremake film-film klasiknya. Di lain sisi, Hasbro adalah yang memperkenalkan konsep ‘transgenerational emotional resonance’ – mainan dan film yang dinikmati anak-anak adalah hasil transfer dari orang tuanya.

===

Nah buat kalian sivitas UC yang penasaran dan pengen tahu tentang film-film Disney secara keseluruhan, cara kerja perusahaan Disney, ataupun kalian pengen buat film animasi seperti mereka dan butuh inspirasi ide, tenang aja, UC Library punya koleksi-koleksi buku seputar Disney yang wajib kalian baca.

Berikut daftarnya:

  1. A Disney Sketchbook (Call No. 791.4334 DIS)
  2. The Art of Disney Epic Mickey (Call No. 793.932 GRO a)
  3. Creating Magic: 10 Common Sense Leadership Strategies From A Life at Disney (Call No. 658.4092 COC c)
  4. The Disney Way: Memanfaatkan Rahasia Manajemen Disney di Perusahaan Anda (Call No. 658 CAP d)
  5. The Hidden Magic of Walt Disney World: Over 600 Secrets of the Magic Kingdom, Epcot, Disney’s Hollywood Studios, and Animal Kingdom (Call No. 917.5924 VEN h)
  6. If Disney Ran Your Hospital: 9 1/2 Things You Would Do Differently (Call No. 610.69 LEE i)
  7. The Illusion of Life: Disney Animation (Call No. 741.580979494 THO i)
  8. The Fairest One of All: The Making of Walt Disney’s Snow White and the Seven Dwarfs (Call No. 791.4372 KAU f)

 

So let’s go to the UC Library and get them!!

 

Sumber:

https://www.bloomberg.com/features/2015-disney-princess-hasbro/

Akun twitter Herman Saksono @hermansaksono

Batman at UC Library!

Saat ini telah beredar kabar bahwa film terbaru Batman telah menemukan pemeran terbarunya. Siapakah dia? Dia adalah Robert Pattinson yang terkenal semenjak membintangi film ‘Twilight’ saga. Disampaikan Variety, Jumat (31/5/2019), Warner Bros menyetujui dipilihnya Robert Pattinson sebagai sang manusia kelelawar ketimbang aktor-aktor lain pada hari itu juga.

Adaptasi layar perak terbaru dari tokoh superhero ksatria malam ini dikabarkan akan memulai shooting pada Januari 2020 di London direncanakan rilis pada 25 Juni 2021 mendatang. Sementara Robert Pattinson berperan sebagai Batman, Matt Reeves yang banjir pujian berkat dua film terakhir Planet of the Apes, bertindak sebagai sutradaranya. Keduanya menggantikan posisi Ben Affleck yang sempat menjabat sebagai aktor sekaligus sutradara. Film ini sendiri akan menceritakan kisah Bruce Wayne pada masa mudanya serta dikabarkan akan bernuansa noir atau gelap dengan bumbu ala detektif.

Nah buat kalian yang penasaran dan pengen tahu tentang film-film Batman sebelumnya, mulai dari film Batman Begins (2005), The Dark Knight Rises (2012), sampai The Lego Batman Movie (2017) mulai dari peralatan dan perlengkapannya, mobil-mobilnya, sampai behind the scene-nya, jangan kuatir UC Library punya koleksi-koleksi buku seputar Batman yang bisa kalian nikmati. Bisa kalian baca di perpustakaan dan bisa kalian pinjam bawa pulang lho.
Check out our collections about Batman Movies:

1. The Art and Making of The Dark Knight Trilogy (TXT 791.4375 JES a C-01)

2. The Art of Batman Begins: Shadows of the Dark Knight (TXT 791.4372 VAZ a C-01)

3. The Dark Knight: Featuring Production Art and Full Shooting Script (TXT 791.4372 BYR d C-01)

4. The Dark Knight Manual : tools, weapons, vehicles & documents from the Batcave (SPC 791.43651 SNI d C-01)

5. Batmobile: The Complete History: Engineering Aesthetics & Function Through The Decades (TXT 791.43651 VAZ b C-01)

6. Batman v Superman, Dawn of Justice: The Art of the Film (TXT 791.4372 APE b C-01)

7. The Lego Batman Movie: The Making of Movie (TXT 791.4372 MIL l C-01)

==

“Why do we fall sir? So that we can learn to pick ourselves up.” – Alfred Pennyworth from Batman Begins (2005).