JENIS LAYANAN YANG ADA DI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS CIPUTRA

Photo by Hong, Florencia S. (20316006)

Pelayanan yang ada di perpustakaan Universitas Ciputra (UC) adalah sebagai berikut:

  1. Layanan baca ditempat

Sistem layanan terbuka adalah sistem yang diberlakukan di perpustakaan UC dimana pemustaka bebas memanfaatkan bahan pustaka yang ada.

Bagi civitas academica UC, bahan pustaka bisa dipinjam keluar sesuai tata tertib yang berlaku atau bebas memanfaatkan di tempat.

Bagi pengunjung tamu, harap mengisi buku tamu terlebih dahulu sebelum memanfaatkan bahan pustaka perpustakaan UC.

2. Layanan sirkulasi

Kata sirkulasi berasal dari bahasa inggris “circulation” yang mempunyai arti perputaran, peredaran. Sedangkan dalam ilmu perpustakaan, kata sirkulasi sering dikenal dengan peminjaman namun demikian pengertian pelayanan sirkulasi sebenarnya adalah mencakup semua bentuk kegiatan pencatatan yang berkaitan dengan pemanfaatan bahan pustaka.

Menurut Bafadal-Ibrahim (2000:24), “Pelayanan sirkulasi adalah kegiatan kerja yang berupa pemberian bantuan kepada pemakai perpustakaan dalam proses peminjaman dan pengembalian bahan pustaka.”

Salah satu kegiatan utama atau jasa utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya peminjaman. Konter sirkulasi, seringkali di anggap ujung tombak jasa perpustakaan karena bagian inilah yang pertama kali berhubungan dengan pemustaka serta konter sirkulasi adalah tempat bertemunya pemustaka dengan staf perpustakaan.

Dari beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pelayanan sirkulasi adalah kegiatan yang harus ada di dalam perpustakaan yang berhubungan dengan bagian peminjaman dan pengembalian bahan pustaka agar dapat dipergunakan oleh pengguna secara maksimal.

Kegiatan dalam layanan sirkulasi sudah dilakukan secara otomasi terintegrasi melalui Ciputra Information System (CIS) antara lain:

  • Layanan peminjaman
  • Layanan pengembalian
  • Layanan perpanjangan
  • Layanan denda (bagi peminjam yang mendekati batas masa pinjaman (H-4), otomatis sistem akan mengirimkan email pemberitahuan kepada peminjam.
  • Denda yang diterima oleh bagian sirkulasi disetor setiap hari Senin ke departemen FA (Finance n Accounting).
  • Membuat “Surat Bebas Pinjaman” yang umumnya diperlukan pemustaka sebagai salah satu syarat untuk mengikuti yudisium atau mengundurkan diri dari perkuliahan.

Adapun tujuan dari pelayanan sirkulasi antara lain:

  • Supaya civitas academica mampu memanfaatkan koleksi yang ada dengan maksimal.
  • Terjaminnya pengembalian pinjaman dalam waktu yang jelas, dengan demikian keadaan koleksi akan terjaga.
  • Diperoleh data kegiatan perpustakaan terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan bahan pustaka.
  • Apabila terjadi pelanggaran segera diketahui.

Dengan adanya tujuan pelayanan sirkulasi maka pemakaian koleksi dapat secara efektif, pengawasan terhadap bahan pustaka akan mudah dilakukan dan koleksi perpustakaan akan terjaga karena diketahui siapa peminjam koleksi, waktu pengembalian yang jelas dan pelanggaran dapat diketahui dengan segera.

Layanan sirkulasi juga melaksanakan tugas sebagai berikut :

  • Menerima bahan pustaka dari bagian pengolahan.
  • Menyusun bahan pustaka di rak khusus menurut susunan yang sesuai dengan peraturan.
  • Melayani pemustaka sesuai kebutuhannya.
  • Melayani peminjaman, pengembalian, perpanjangan dan denda.
  • Melayani pengunjung tamu.
  • Mengumpulkan, mencatat dan memperbaiki bahan pustaka yang rusak.
  • Membuat laporan tertulis dan statistik secara berkala dan menyampaikan laporan kepada kepala perpustakaan.

Dengan adanya rincian tugas layanan sirkulasi diatas, diharapkan pustakawan dapat memahami dan melakukan tugasnya dengan baik, sehingga informasi yang dicari dan dibutuhkan pemustaka dapat diperoleh dengan cepat.

 

3. Layanan referensi

Pelayanan referensi merupakan pemberian bantuan kepada pemustaka untuk menemukan informasi dengan cara menjawab pertanyaan menggunakan koleksi referensi, serta memberikan bimbingan untuk menemukan dan memakai koleksi referensi.

Pelayanan referensi menggunakan teknik layanan terbuka, dimana setiap pemustaka dapat mengambil sendiri koleksi referensi secara langsung dari rak khusus referens.

 

            Jenis-jenis layanan yang diberikan di bagian pelayanan referensi yaitu :

  • Pelayanan peminjaman koleksi referensi untuk dibaca di tempat dan tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang
  • Pelayanan Fotokopi, yaitu pemberian ijin kepada pemustaka yang membutuhkan informasi yang dibutuhkan dari koleksi referensi.
  • Bantuan penelusuran, yaitu pemberian bantuan penelusuran letak suatu koleksi yang dibutuhkan pengguna.
  • Layanan majalah berisi terbitan berkala berupa majalah populer dan jurnal ilmiah  Koleksi majalah ini hanya bisa dimanfaatkan dengan membaca di tempat atau dengan difoto kopi.
  • Layanan surat kabar yang hanya bisa dimanfaatkan dengan membaca di tempat atau dengan di foto kopi.
  • Layanan literasi informasi.
  • Koleksi tugas akhir yaitu skripsi, tesis, disertasi dan hasil penelitian.

 

4. Layanan penelusuran

Bertujuan untuk membantu sivitas akademika UC dalam hal penelusuran informasi, khususnya bagi dosen, peneliti, tenaga pendidikan atau mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas perkuliahan, tugas akhir atau sedang melakukan penelitian. Permintaan informasi dapat disampaikan secara langsung atau lewat email.

 

Alat bantu untuk penelusuran informasi adalah:

  • On line catalog yang berisi semua data bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan (buku dan non-buku).
  • Bibliografi buku, seperti laporan, prosiding, dan terbitan monografi lainnya.
  • Current Awareness Services, seperti artikel jurnal, terbitan berkala lainya.
  • Internet/Online, berbagai bentuk karya digital seperti e-journal, databases e-books, e-articles.

 

5. Layanan literasi informasi

Layanan literasi yang dilakukan di perpustakaan UC adalah:

  • Prodi/Pra TA

Prodi mengirimkan email ke perpustakaan untuk kebutuhan mahasiswa semester akhir khususnya bagaimana mencari sumber informasi untuk menyusun karya ilmiah.

  • SDM baru

Departemen HCM mengirimkan email untuk kebutuhan penjelasan tentang perpustakaan kepada SDM (dosen dan tenaga kependidikan) yang baru bergabung.

  • Mahasiswa baru S1 dan S2

Memperkenalkan secara rutin perpustakaan kepada mahasiswa baru S1 dan S2

6. Silang layan

Memahami akan keterbatasan bahan pustaka yang dimiliki, maka perpustakaan UC wajib bekerjasama dan mohon bantuan dari perpustakaan PT lainnya untuk memenuhi kebutuhan pemustaka.

7. Layanan penyediaan dokumen

Layanan penyediaan dokumen adalah layanan yang berkaitan dengan permintaan dokumen tertentu yang dibutuhkan oleh fakultas dan prodi dalam rangka akreditasi.

Learn More

@uc_library

 

Stop Plagiarism!

Banyak terjadi kasus plagiarism dalam dunia pendidikan perguruan tinggi. Padahal plagiarisme adalah budaya ketidakjujuran dalam dunia akademik yang harus dihindari oleh civitas akademika institusi pendidikan manapun.

Apa itu plagiarisme?

  • Menurut Oxford English Dictionary plagiarisme merupakan “the action or practice of taking someone else’s work or idea and passing it off as one’s own.”
  • Menurut KBBI Kemendikbud plagiarisme merupakan penjiplakan yang melanggar hak cipta.
  • Perlu diingat bahwa tidak hanya tulisan yang dapat diplagiat, tapi juga gambar, charts, grafik, video, musik, dll. untuk itu perlu dicantumkan sumbernya.
  • Menurut Permen No. 17 Tahun 2010, plagiarisme atau yang sering disebut plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Masalah plagiarisme mulai menjadi masalah serius dalam Pendidikan Tinggi karena plagiarisme berhubungan dengan penjaminan pemeliharaan integritas akademik. Seperti yang dilansir okezone.com rujukan dari HuffPost College, Minggu (4/9/2011), cyber plagiarisme (plagiat melalui internet) skripsi tercatat meningkat. Hal tersebut dipublikasikan oleh Pew Research Center, lembaga survey Amerika Serikat. Lembaga yang juga bekerja sama dengan laman The Chronicle of Higher Education tersebut melakukan survei terhadap 1055 mahasiswa, baik dari universitas negeri maupun universitas swasta.

Dari survei tersebut, didapat data sebanyak 55 persen mahasiswa melakukan plagiat skripsi sepanjang sepuluh tahun terakhir, demikian yang dilansir mayoritas dari mereka yakni sebanyak 89 persen mengatakan komputer dan internet memegang peran utama dalam hal contek-mencontek tersebut. Hampir sama dengan keadaan tersebut (belum ada data survey di Indonesia yang mendukung), plagiarisme oleh mahasiswa di Indonesia pun juga demikian. Bahkan, praktik jasa pembuatan skripsi marak dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Plagiarisme menjadi masalah yang mengkhawatirkan tidak hanya berhubungan dengan pelanggaran hak cipta, moral mahasiswa, tetapi juga mengenai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia. Ketidaktegasan konsekuensi, kemalasan, ketidaktahuan memasukkan sitasi dan memfarafrasekan opini orang lain dalam suatu paragraf, serta pengetahuan yang minim akan tindak pelanggaran kode etik penulisan merupakan beberapa alasan mengapa tindak plagiarisme dilakukan. Hal ini membutuhkan keseriusan, ketegasan, kesadaran, dan kerja sama banyak pihak  untuk menanggulangi masalah plagiarisme ini.

Lalu bagaimana sanksi bagi para pelaku plagiarism?

  • Menurut undang-undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 70 :

“Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).”

  • Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010 Pasal 12 ayat 1, jika mahasiswa terbukti melakukan plagiat maka akan mendapatkan sanksi sebagai berikut:
  1. Teguran
  2. Peringatan tertulis
  3. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
  4. Pembatalan nilai
  5. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  7. Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.

 

Sangat penting bagi kita untuk menghindari plagiarism dan ada beberapa hal yang bisa kita lakukan:

  • Cantumkan sumber: Tuliskan referensi pada daftar pustaka sesuai dengan ketentuan penulisan daftar pustaka.
  • Pengutipan: Gunakan tanda kutip jika mengutip satu kalimat secara langsung dan sebutkan sumbernya.
  • Paraphase: Menyampaikan ide orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah makna/ substansi ide dan tetap menyebutkan sumbernya.
  • Jangan menunda pekerjaan: Mencicil pekerjaan memungkinkan seseorang lebih teliti dan tidak terburu oleh deadline.

Sumber:

  • Avoiding Plagiarism. http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism-
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi
  • Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  • Oxford English Dictionary
  • KBBI Kemendikbud
  • https://www.kompasiana.com/gilangramadani/5520b236a333113a4846cf6f/penanaman-budaya-akademik-kampus-sebagai-upaya-pencegahan-plagiarisme-mahasiswa

 

JUST DO YOUR BEST! | Interview with Zita, Agata, and Melinda

Kembali lagi mahasiswa PSY UC memberikan kabar baik. Kali ini prestasi datang dari 3 mahasiswi yang giat berkompetisi walau sedang menempuh liburan semester. Mereka adalah Agata Sofia (PSY UC 2017), Melinda Evelien (PSY UC 2017), dan Zita Mugen (PSY UC 2016) yang telah berhasil menggaet juara 2 Lomba Cerdas Cermat di PICASO 2018. Lomba PICASO (Psychology Soegijapranata Academic Competition) 2018 adalah kompetensi akademik seluruh universitas Fakultas Psikologi se-Jawa yang diselenggarkan pada tanggal 5-7 Juli 2018 di Universitas Soegijapranata Semarang. Pada tahun ini, PICASO mengadakan lomba debat dan lomba cerdas cermat dengan tema The Biopsychosocial Perspective on Healthy Lifestyle.

UC Library berkesempatan ngobrol dengan mereka tentang capaiannya dan bagaimana UC Library juga ternyata memberikan ‘efek’ kepada mereka. Semangat ‘Do Your Best’ sangat terasa ketika berbincang bersama. Penasaran? Lets check it out!

 

  1. Bantuan seperti apa sih yang kalian dapatkan dari UC Library ketika kalian mempersiapkan lomba? (Bisa seputar buku-buku/literature yang dipakai, suasana tempat buat belajar)

Zita:

Bantuan yang saya dapat daru UC library sih paling utama soal buku. Bisa dibilang buku untuk lomba itu buku-buku impor yang di toko buku biasa jarang ada dan harganya mahal sampai jutaan. Dengan pinjam dari library kita terbantu banget jadi enggak usah repot cari dan beli. Kan waktu latihan lagi libur eh tapi library buka jadinya bisa latihan berjam-jam di library, enggak perlu bingung latihan di mana. Suasananya tenang dan nyaman jadinya makin semangat belajarnya

Agata:

Bantuannya seputar supply buku yang lengkap dan kondisi buku juga sangat baik. Selain itu didukung dengan tempat belajar di perpus yang sngat nyaman. Lagi, akses wifi yang cepat juga.

Melinda:

Bantuan yg diberikan library UC cukup besar yaitu melalui lib UC, kami mendapatkan buku2 yang menjadi sumber / bahan lomba yang digunakan. Lib UC memudahkan kami dalam mendapatkan literatur yang kami butuhkan untuk lomba. Hal tersebut sangat menolong kami untuk belajar dan mempersiapkan lomba. Selain itu, tempat saat kami belajar di lib UC juga sangat mendukung untuk kami berkumpul, berdiskudi, dan belajar untuk mempersiapkan lomba.

  1. Apa efek ‘buku2’ yang sudah kalian gunakan sebagai literature selama kalin mengikuti lomba Lomba Cerdas Cermat PICASO 2018 tersebut? Apa yang kalian alami jika tidak diperlengkapi buku-buku dari library?

Zita:

Ketika di arena lomba, tim lain banyak yang enggak dapat full set buku lengkap (Kita ada 9 bahan buku) ada pun mereka dari e-book yang halamannya enggak lengkap. Kita terbantu banget di sini, lebih enak belajar dari buku karena bisa ditempelin sticky notes buat nandain dibandingkan PDF. Kalau sampai kita enggak dapat full set bukunya yang pasti kita kesulitan dalam belajar karena semua buku terpakai ketika lomba. Kita enggak bakalan bisa jawab soal

Agata:

Efeknya adalah bisa belajar lebih cepat (krna nemu bukunya mudah) dan lebih lengkap (sesusai edisinya) sehingga tidak ragu saat ikut LCC. Pastinya kalo bukan karena UC Library, tim kami akan sangat kesusahan dalam memperlengkapi materi LCC.

Melinda:

Tentu efek-efek dari buku itu sangat besar karena bahan/sumber lombanya terdapat di buku-buku tersebut. Bila UC Library tidak dapat memperlengkapi buku tersebut, tentu kami pasti sulit untuk mencari sumber literatur yang kamu butuhkan untuk kami belajar dan mempersiapkan lomba. Tidak menutup kemungkinan juga bila waktu kami juga dapat habis untuk mencari buku-buku di UC Library. Sehingga, kami tidak dapat belajar mempersiapkannya dengan matang.

 

  1. Apa suka duka mengikuti lomba tsb? (tentang perjuangan mempersiapkan diri selama libur semester)

Zita:

Sukanya sih bisa ketemu orang baru sekaligus liburan berbalut akademis gitu. Dukanya ketika liburan aku sampai harus nambah bagasi pesawat buat bawa buku terus juga liburan jadi enggak tenang karena kepikiran ditambah waktu sama keluarga kepotong tapi worth it kok

Agata:

Suka: pengalaman baru di bidang cerdas cermat, bisa ngerti kerja sama tim, dan pastinya nambah banyak ilmu ttg Psikologi.

Melinda:

Suka : menjadi produktif ketika liburan, punya kegiatan yang positif dan membangun melalui adanya lomba

Duka : waktu liburan pasti terpotong karena harus mempersiapkan lomba, belajar terus menerus hingga larut malam di kala yang lain liburan, lelah

  1. Apa target kalian berikutnya?

Zita:

Target berikutnya untuk satu semester ke depan sih mau meningkatkan GPA sama fokus buat lomba debat di bulan November

Agata:

Target pasti tetap berprestasi baik di bidang apapun. Selagi banyak fasilitas yg disediakan UC, khususnya Lib, akan sangat rugi kalau tidak dimanfaatkan untuk menambah ilmu

Melinda:

Targetnya tentu berusaha meraih prestasi2 lain dan berusaha untuk mempertahankannya agar dapat mengharumkan nama UC. Selain itu, dapat merambah ke jenjang yang lebih besar dan lebih luas, lebih baik lagi bila dapat memberikan dampak untuk orang lain.

 

  1. Ada tips dan trik buat adik-adik yang ingin juga ingin berprestasi ikut lomba?

Zita:

Tips dan trik aku cuma bisa kasih tiga aja sih. Pertama, niat yang konsisten. Kalau punya niat doang tapi enggak konsisten sama aja bohong. Meskipun materinya kelihatan mudah, jangan pernah sedikit pun diremehin. Kedua, jaga stamina dan istirahat yang cukup saat persiapan lomba. Energi tubuh itu penting banget! Kalau sudah penat dan mood berantakan lebih baik refreshing dulu baru mulai latihan lagi. Biar enggak burn out juga kebanyakan belajar. Yang terakhir sih, percaya sama diri sendiri. Mau bener apa salah, hasil itu dipikirkan belakangan. Percaya dulu dari diri sendiri. Menaklukan diri sendiri, minder, nervous, perasaan macem gitu mesti dipadamin dulu sebelum lomba. Hasil itu tidak akan mengkhianati usaha asal prosesnya adil

Agata:

Ada. Simple sih.

  1. Percaya sama Tuhan
  2. Percaya sama diri sendiri
  3. Kerja keras
  4. Kerja sama
  5. Mau dievaluasi dan berkembang

Melinda:

– Niat. Niat sangat diperlukan ketika akan mengikuti lomba. Jika tidak memiliki niat, hasilnya pun pasti tidak akan maksimal. Milikilah niat di mana Anda akan memperjuangkan apa yang sudah menjadi niat Anda. Jika menjalani sesuatu dgn niat. Hasilnya juga akan maksimal.

– Menerapkan jadwal/waktu khusus untuk berlatih

Untuk menguasai materi perlombaan dengan baik, tentu saja diperlukan latihan yang intens dan ‘berbobot’. Jadi Anda bukan hanya sekedar datang, latihan, dan menerima materi saja, tetapi Anda juga harus memahami materi yang diberikan. Latihan ini point sangat penting, mengingat pada saat latihan akan ada banyak hal baru yang dapat kita ketahui, sehingga akan lebih baik bila dilakukan seintens mungkin.

-Berdoa

Hal ini juga merupakan point yang tidak boleh dilupakan dan yang paling penting, yaitu berdoa. Seperti kata pepatah, do your best and let God do the rest. Setelah berusaha semaksimal mungkin, hal lainnya yang wajib dilakukan adalah berdoa. Serahkan segalanya ke dalam genggaman tanganNya yang agung. Yakinlah, segala yang terbaik telah dipersiapkan untuk kita.

Ada Dilan di UC Library

Dilan 1990 menjadi film Indonesia terlaris tahun 2018. Film yang diputar sejak 25 Januari 2018 tersebut berjumlah penonton terbanyak, yakni 6.243.703 dan ini adalah sebuah angka yang fantastis!

Berdasarkan novel karya Pidi Baiq dan berseting tahun 90-an, sosok Dilan yang diperankan oleh Iqbaal Ramadhan (19) menjadi magnet utama bagi pengunjung film. Digambarkan Dilan adalah sosok siswa SMA yang berusaha mendekati seorang siswi, Milea dengan pendekatan yang antimainstream, dan sekaligus ia dikenal sebagai seorang siswa yang siap tawuran demi membela nama sekolahnya. Menarik perhatian ketika Dilan nge-gombal buat Milea dengan kata-kata yang puitis yang enggak umum. Salah satu contohnya, “Jangan pernah bilang ke aku ada yang menyakitimu, Milea. Nanti, besoknya, orang itu akan hilang!” Kata-kata gombal bernada ancaman namun sangat ampuh melelehkan hati setiap cewek yang mendengar.

Dillan menyapa kembali tahun ini. Yup, film sekuelnya, Dilan 1991 akan tayang di bioskop seluruh Indonesia pada 28 Februari 2019! Film romantis yang melanjutkan kisah Dilan dan Milea dimasa SMA ini menceritakan pada masa awal berpacaran mereka dimana Milea mengalami banyak hal indah bersama sang pujangga, Dilan.

Di mata Milea, Dilan termasuk orang yang cerdas dan pintar di kelasnya, buktinya dia selalu mendapatkan ranking satu atau dua, namun satu hal yang selalu membuat Milea cemas adalah bergabungnya Dilan dengan geng motor apalagi Dilan menjabat sebagai Panglima Perang. Milea selalu cemas jika terjadi hal buruk yang menimpa Dilan karena geng motornya. Suatu malam, Milea pernah memergoki Dilan tawuran. Meski tawuran itu adalah aksi balas dendam Dilan demi Milea, Milea tetap tidak suka. Dilan tak pernah kapok walaupun dia sempat dimasukkan ke penjara selama 1 minggu dhingga diusir oleh ayahnya. Keduanya jadi sering berdebat tentang masalah geng motor. Kecemasan selalu melanda hati Milea hingga ia merasa tidak nyaman lagi berpacaran dengan Dilan. Ia meminta putus. Sejak peristiwa itu Dilan menjauh dari Milea. Kesedihan semakin melanda Milea, karena ia sebenarnya masih mencintai Dilan.

Nah buat kalian yang penasaran dan pengen tahu kelanjutannya? Jangan lupa nonton di bioskop. Tapi kalau kalian pengen tahu kelanjutannya lewat novelnya, jangan kuatir, di UC Library ada kumpulan novel Dilan series karya Pidi Baiq ini lho. Silahkan bagi sivitas UC untuk membaca/meminjam buku ‘Dilan: Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 – Bagian Kedua’ (Call Number: BAI d V-2, DDC: 889.2213) di UC Library. Ada juga novel Dilan series lain karya Pidi Baiq seperti ‘Dilan : dia adalah Dilanku tahun 1990’ (Call Number: BAI d, DDC: 889.2213) dan ‘Milea : suara dari Dilan’ (Call Number: BAI m, DDC: 889.2213). Happy reading. 😉

Book Review: “Psikologi Musik”

Call No.: 781.11 DJO p

Publisher: Best Publisher

Author(s): Djohan

ISBN / ISSN:  9789791981729

 

Buku ini menjelaskan tentang keterkaitan antara ilmu pengetahuan musik dan ilmu psikologi. Jika dilihat dari keterkaitannya, kedua ilmu ini memiliki keterikatan satu sama lain. Ada bidang studi yang bernama Psychology of Music, melalui bidang studi ini kita dapat mempelajari musik dari sisi psikologis-nya. Bukan sekedar nada yang indah saja, melainkan juga pengaruhnya terhadap kadaan psikologi individu. Berbeda dengan Psychology of Music, buku psikologi musik ini justru melengkapinya dengan menggambarkan musik sebagai ilmu pondasinya dan mengintervensi ranah ilmu psikologi. Diuraikan tentang bagaimana musik itu mempengaruhi keadaan ibu dan bayi, keadaan emosi seseorang, kognisi sampai keterkaitannya dengan terapi pada anak autism. Buku ini memberikan khasanah baru dalam ilmu pengetahuan yang bersifat akulturasi tersebut. Sayangnya buku seperti ini terbatas terutama di Indonesia. Buku yang ditulis oleh Djohan ini sudah mengalami revisi sebanyak tiga kali tapi masih sangat jarang sekali ditemui ditoko-toko buku. Mungkin generasi kedepan dapat mengkaji ilmu psikologi musik kedalam sebuah buku dan membuat inovasi baru dibidang ini.

 

Oleh Harwi Uni Kristanto (30115042)

Apakah bisa Menggunakan Internet Sebagai Bahan Rujukan Artikel Ilmiah?

Oleh Natanael Yogie Prima (0106041810060)

Ketika kita akan menulis sebuah artikel atau sebuah jurnal, rata-rata banyak sekali pertanyaan yang diajukan mengenai keakuratan sumber yang kita pakai dalam menulis sebuah artikel. Dengan teknologi sekarang mudah sekali untuk mencari sebuah sumber di Internet akan tetapi tingkat kepercayaan akan sumber yang didapat tidak sepenuhnya dapat dipercaya 100%. Kita mungkin harus mengecek ke berbagai situs untuk menilai kredibilitasnya karena dari satu halaman dalam sebuah situs, sulit untuk menentukan kebenarannya.

Terdapat banyak faktor yang membuat sumber terpercaya. Kapan pun kita melihat sumber di internet, kita harus bisa memeriksa beberapa hal untuk mem-verifikasi bahwa informasi tersebut dapat dipercaya. Terdapat 5 hal yang harus menjadi patokan, yaitu: akurasi (accuracy), otoritas (authority), objektivitas (objectivity), kemutakhiran (currency), dan jangkauan (coverage) sumber daya.

  1. Akurasi (accuracy). Meliputi Informasi yang penuh dengan ejaan, tata bahasa. Jika terdapat sebuah kesalahan teknis lainnya maka hal itu akan dianggap tidak profesional dan tidak rapi, akibat dari kesalahan teknis yang terjadi sebuah sumber akan tidak dapat dipercaya bagi pembaca sumber tersebut.
  2. Otoritas (authority). Hal penting dalam menentukan kredibilitas sebuah situs web karena hal tersebut memperjelas dalam menetapkan siapa yang bertanggung jawab atas situs tersebut, yang menulis informasi yang tercakup di sana, dan banyak lagi. Hal ini penting untuk melihat informasi latar belakang seorang penulis sehingga kita dapat memahami di mana potensi seseorang dalam menulis sebuah sumber, dan bagaimana seorang penulis dapat mengetahui informasi ini, dll.
  3. Jangkauan (Coverage). Karena jika sebuah situs tidak mencantumkan referensi atau tidak memberikan materi pendukung, seperti grafik atau statistik, maka situs tersebut mungkin tidak memiliki informasi yang terpercaya.
  4. Kemutakhiran (Currency). Kita harus melihat halaman web untuk menemukan sebuah hak cipta / tanggal revisi terakhir. Karena biasanya, informasi ini ada di bagian bawah halaman, dan harus diberi label dengan jelas. Jika tidak ada tanggal revisi terakhir atau tahun hak cipta yang diberikan, maka informasinya mungkin tidak terbaru lagi. Di dunia zaman sekarang di mana informasi berubah dengan cepat, sebaiknya kita menggunakan informasi yang terbaru.
  5. Objektivitas (Objectivity). Selalu penting bagi penulis sumber yang kredibel untuk mengemukakan argumennya dengan sesedikit mungkin prasangka, atau bias, terhadap pendapatnya sendiri atau pendapat lawan yang lain. Meskipun baik bagi seorang penulis untuk tidak setuju dengan sudut pandang tertentu, dia harus melakukannya dengan sopan.

 

Referensi harus bisa digunakan sebisa mungkin dalam Pengantar kita sebagai penulis, dan mereka memiliki sebuah kebijakan, yang juga diuraikan secara singkat dalam Pendahuluan, yang menyatakan bahwa setiap suntingan yang dibuat pada halaman kontroversial harus didiskusikan sebelum dibuat. kita harus membaca artikel semua sumber yang berdasarkan 5 hal yaitu akurasi (accuracy), otoritas (authority), objektivitas (objectivity), kemutakhiran (currency), dan jangkauan (coverage) sumber daya dan selalu mengecek referensinya.

Adapun diinternet kita juga bisa menggunakan beberapa situs yang bisa digunakan sebagai referensi rujukan, antara lain:

e-resources.perpusnas.go.id, lipi.go.id, ijern.com, doaj.org, sciencedirect.com, Researchgate.net, Google Scholar, atau bisa menggunakan situs berita resmi, seperti CNN, BBC, dan Media Indonesia. Selain itu kita juga bisa menggunakan website resmi dari pemerintah .gov atau .edu untuk institusi pendidikan.

Pun kita bisa menggunakan artikel Wikipedia untuk menemukan sumber terpercaya. Jika kita melakukan pencarian untuk topik kita di Wikipedia, kita akan melihat di bagian bawah artikel beberapa bagian yang dapat kita gunakan untuk menemukan lebih banyak sumber: Catatan, Referensi, Bacaan Lebih Lanjut, dan Tautan Eksternal. Meskipun masing-masing bagian ini mungkin tidak ada dalam setiap artikel, kita dapat menggunakan tautan yang disediakan untuk menemukan artikel yang digunakan sebagai referensi dan memastikan bahwa sumber tersebut adalah sumber yang dapat dipercaya.

Buat kalian yang saat ini sedang berusaha membuat artikel ilmiah, langsung aja datang ke UC Library untuk mendapatkan rujukan yang tepat atau kalian juga bisa mengakses E-Journal Emerald yang dilanggan oleh UC ke:

URL: www.emeraldinsight.com

Berikut adalah daftar subyek yang bisa kalian akses:

  1. Accounting, Finance, & Economics
  2. Business, Management, & Strategy
  3. Mental Health
  4. Information & Knowledge Management
  5. Tourism & Hospitality
  6. Marketing

Jika kalian dalam area kampus, kalian dapat menggunakan e-journal emerald secara otomatis tanpa memasukkan username dan password. Kalau kalian ingin mengakses tapi berada diluar UC atau memiliki pertanyaan seputar koleksi jurnal yang dilanggankan oleh UC Library, silahkan langsung berkunjung ke UC Library atau menghubungi Pak Panji di telp ext. 2223, email: panji@ciputra.ac.id

 

Referensi:

https://sainsmenjawab.com/2017/12/19/bagaimana-cara-memilih-sumber-terpercaya-kredibel/

Apa sih yang bisa saya dapatkan di UC Library?

Oleh Natanael Yogie Prima (0106041810060)

Perpustakaan merupakan bagian penting dari sebuah institusi pendidikan yang menyediakan berbagai ilmu pengetahuan dan informasi. Perpustakaan menjadi sumber ilmu pengetahuan dan informasi. Begitu pentingnya peran perpustakaan lembaga pendidikan menjadikan perpustakaan disebut sebagai jantungnya pendidikan, yang ikut menentukan keberhasilan proses penyampaian ilmu pengetahuan.

Untuk itulah, perpustakaan harus dapat memainkan peran, khususnya dalam membantu anak didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Agar tujuan tersebut tercapai, perpustakaan sekolah perlu berbenah dengan mempersiapkan tenaga pustakawan yang profesional, koleksi yang menarik dan berkualitas, serta serangkaian aktivitas layanan yang mudah dan ramah, sehingga menarik minat anak didik untuk memanfaatkan perpustakaan.

Dengan memaksimalkan perannnya, diharapkan perpustakaan dapat ikut  menumbuhkan kebiasaan membaca pada anak didik, yang pada tahap selanjutnya anak didik menjadi mudah memahami materi pelajaran di kelas. Di samping itu, anak didik dapat dengan mudah mengerti maksud dari sebuah informasi dan ilmu pengetahuan, serta menghasilkan karya bermutu. Dengan demikian, pada akhirnya akan tercipta kecerdasan pada diri anak didik, sehingga prestasi pun relatif mudah untuk diraih.

Saya sebagai mahasiswa baru di Universitas Ciputra sangat terbantu dengan keberadaan UC Library, dengan adanya UC Library saya dapat mengembangkan minat baca saya karena begitu banyak fasilitas yang diberikan olehnya. Sebagai mahasiswa jurusan Accounting, saya sangat terbantu dalam proses pembelajaran karena begitu lengkap buku tentang jurusan akuntansi, serta juga buku tentang sistem informasi karena seorang akuntan sekarang tidak hanya dituntut untuk menjurnalkan sebuah laporan keungan tetapi juga dituntut untuk menganalisisnya.

UC Library berbeda dengan perpustakaan-perpustakaan di kampus lainnya, mulai dari masuk ruangan kita dapat melihat sebuah mini museum yang diinisiasi oleh Creative Heritage Studies Universitas Ciputra (CCHS-UC) yang memamerkan kekayaan kebudayaan Indonesia seperti keris, serta karakter wayang yang terletak di belakang setiap keris. Museum temporary ini berkolaborasi dengan Museum Gubug Wayang yang berada di Mojokerto, dan diharapkan dapat memperkaya pengetahuan civitas UC serta boleh mengingatkan bahwa budaya sebagai fondasi karakter bangsa sudah seharusnya dimiliki setiap generasi penerus di era milenial ini dan semua kalangan akademis memiliki jiwa patriotisme dan nasioalisme kebangsaan.

UC Library juga menyediakan banyak sekali fasilitas meja untuk membaca sehingga mempermudah mahasiswa dalam fokus belajar. Meja yang disediakan juga sangat membantu karena terdapat pembatas antar meja sehingga kita lebih fokus lagi, dan tidak mudah terganggu jika terdapat pembaca lain, fasilitas lainnya hampir sama dengan fasilitas-fasilitas yang perpustakaan lainnya seperti terdapat pendingin ruangan serta penerangan yang sangat cukup.

Ruangan UC Library terbagi dua yaitu ruangan Library Lounge yang berisi Mini Museum Temporary yang dapat kita lihat saat pertama kali masuk perpustakaan, dan ruangan kedua adalah Collection Room, tempat unuk menyimpan koleksi buku, yang sudah tertata berdasarkan kelas klasifikasi masing-masing buku, sehingga diharapkan mahasiswa depat dengan mudah mencari koleksi buku yang dibutuhkan.

Dengan fasilitas yang tersedia, sangat membantu mahasiswa UC yang memiliki keinginan untuk berkembang dan menambah wawasan dalam bidang Entrepreneurship. Siapapun yang ingin berkembang pasti berusaha menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan dan dengan terbiasa membaca buku, maka akan terasah otak dan pola pikirnya.

Kegiatan membaca harus dijadikan aktivitas sehari-hari. Buku harus dicintai dan bila perlu dijadikan sebagai kebutuhan pokok bagi kita civitas UC. Setelah terbiasa membaca, dapat pula dibiasakan berdiskusi untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan informasi yang telah dibaca. Dengan demikian, banyak baca, banyak tahu, otak semakin terasah.

 

Book Review: ‘Psikologi Perpustakaan’

Call No.: 025.019 SUW p

Author(s): Wiji Suwarno

ISBN / ISSN:  9789793288642

Penerbit: Sagung Seto

 

Book Review:

Ilmu psikologi memang menjadi bagian yang sangat menarik jika dikaitkan dengan fokus studi lain. Karena seperti yang kita tahu psikologi merupakan ilmu jiwa (sarwono: 1978:1-2). Jelasnya, psikologi itu adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya (sarwono:1982: 5). Jadi setiap bidang fokus studi apapun, selama terkait dengan manusia dan relasinya baik dengan sesama maupun dengan lingkungannya dapat juga dikaitkan dengan ilmu Psikologi. Seperti dalam buku ini, ‘Psikologi Perpustakaan’ yang menjelaskan secara deduktif keterkaitan antara Psikologi dan Perpustakaan. Memang keduanya tidak ada keterkaitan dan juga tak ada yang sama dari kedua bidang studi tersebut, namun jika dilihat dari intervensi perpustakaan sebagaimana fungsinya dalam menjalankan tugasnya tentu ada keterkaitannya dengan intervensi psikologi sosial seperti yang diuraikan dalam buku ini. Menarik rasanya untuk dibaca karena ada insight baru yang dapat kita peroleh dengan pondasi dasar ilmu psikologi dengan memfokuskannya pada bidang kepustakaan.

 

Oleh Harwi Uni Kristanto (30115042)

Apa itu Unicorn? Apakah yang Online-Online itu?

Oleh Natanael Yogie Prima (0106041810060)

Pengamat industri digital dari Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi menjelaskan, bahwa istilah ‘Unicorn’ memang cukup asing bagi orang-orang yang tak dekat dengan industri digital atau bisnis Startup. Sebanyak 60-70% orang Indonesia masih belum mengenal istilah ‘Unicorn’. Istilah ‘Unicorn’ dinilai masih menjadi hal yang baru bagi masyarakat, kalau pun mengenal istilah Unicorn, biasanya mengarah ke makhluk legenda yang menyerupai kuda bercula. Namun yang menjadi pembahasan akhir-akhir ini pasca debat Pilpres tanggal 17 Februari lalu adalah Unicorn sendiri yang sangat erat kaitannya dengan Startup atau perusahaan rintisan. Istilah ini berarti Startup yang telah memiliki valuasi sebesar USD 1 miliar atau setara dengan Rp 13,8 triliun.

Berdasarkan data CB Insights, di Indonesia sendiri telah ada empat Startup yang menyandang status Unicorn, antara lain:

  1. Go-Jek. Nilai valuasi sebesar Rp 53 Triliun. Perusahaan rintisan yang bergerak di bidang transportasi onlineberbasis aplikasi ini didirikan oleh Nadiem Makarim pada tahun 2010. Sejumlah pencapaian telah diraih Go-Jek, termasuk memperluas lahan bisnis di Vietnam dan
  2. Traveloka nilai valuasi sebesar Rp 26,6 Triliun. Fery Unardi bersama rekannya membangun bisnis tiket online, Traveloka, pada tahun 2012. Berhasil menyandang predikat unicorn di tahun kelima berdirinya, Traveloka didanai oleh Expedia.
  3. Tokopedia. Nilai valuasi Rp 15 triliun. Bisnis yang bergerak di sektor jual beli online ini menyandang gelar unicorn pada 2017. Didirikan oleh William Tanuwijaya, Tokopedia berhasil memperoleh suntikan dana dari Softbank Japan, Sequoia Capital, dan Alibaba Group.
  4. Bukalapak dengan nilai valuasi sebesar Rp 13,7 Triliun. Serupa dengan Tokopedia, Bukalapak merupakan platform marketplace online. Didirikan oleh pria asal Solo Jawa Tengah, Achmad Zaky, Bukalapak menjadi startup keempat yang meraih gelar Unicorn.

 

Cukup berbangga karena 4 dari 7 Unicorn di Asia Tenggara adalah Startup yang berasal dari Indonesia. Hal ini dikarenakan masyarakat Indonesia mulai tertarik dengan kemajuan teknologi sehingga hal tersebut sangat membantu sebuah perusahaan untuk mengembangkan usahanya dan para investor pun juga mulai tertarik untuk berinvestasi di perusahaan tersebut yang mengakibatkan nilai valuasi sebuah perusahaan juga meningkat sehingga perusahaan dapat mengembangkannya.

Hal ini dapat membantu kita sebagai calon pengusaha atau Entrepreuner bahwa terdapat peluang usaha dibidang industri digital, karena dengan perkembangan zaman sekarang pengguna telepon seluler (ponsel) di tanah air mencapai 371,4 juta pengguna atau 142 persen dari total populasi 262 juta jiwa. Artinya, rata-rata setiap penduduk memakai 1,4 telepon seluler karena satu orang terkadang menggunakan 2-3 kartu telepon seluler. Keadaan ini membuat orang berlomba untuk menciptakan hal baru yang berhubungan dengan teknologi digital.

Di negara Indonesia sekarang ini sedang gempar-gemparnya menuju industri 4.0 dan posisi Indonesia sekarang masih berada antara 3.0 hingga 4.0 dan jika Indonesia sudah memasuki industri 4.0 kita tidak akan lagi bertatap muka secara langsung atau bertemu secara fisik. Contoh sistem pembelajaran diganti dengan sistem jarak jauh dan tidak lagi bertatap muka secara langsung. Dengan hal tersebut kita harus mengikuti perkembangan yang sedang berjalan dengan menciptakan hal-hal baru yang sangat kreatif dan sangat berguna bagi orang banyak.

Sebagai mahasiswa Universitas Ciputra kita juga dapat menciptakan sebuah Startup yang berhubungan dengan industri digital. Pada tanggal 15 februari 2019 lalu dari Fakultas Management dan Bisnis melakukan MOU dengan OVO, sebuah perusahaan yang bekerja dibidang Financial Technology dalam dunia industri digital, dan sangat memungkinkan bagi kita mahasiswa UC untuk belajar mengembangkan pembelajaran bisnis kita ke bidang digital.

Kita juga bisa berkolaborasi dengan pakar IT yang ahli dalam menganalisis sistem informasi, karena dalam membangun sebuah projek yang berhubungan dengan dunia digital kita butuh sekali pengetahuan tentang sistem informasi. Kita sebagai calon pengusaha atau Entrepreuner harus memiliki semangat dalam mencari peluang usaha, tujuan bisnis yang jelas, dan kita harus bisa menganalisis prospek ke depan untuk perusahaan yang akan kita dirikan. Dengan hal tersebut kita dapat memikat banyak investor agar membantu kita dalam membangun sebuah usaha dibidang digital.

 

 

Referensi:

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4433073/pengamat-60-70-orang-indonesia-tak-tahu-unicorn

https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/08/29/pengguna-ponsel-indonesia-mencapai-142-dari-populasi

https://www.finansialku.com/unicorn-startup/

https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20190218042513-185-370215/4-sosok-di-balik-startup-unicorn-indonesia/4

https://www.viva.co.id/digital/startup/1122236-4-unicorn-indonesia-kebanggaan-jokowi-ada-yang-bikin-marah-netizen

https://www.jawapos.com/pemilihan/18/02/2019/debat-capres-singgung-unicorn-ini-lho-4-terbesar-punya-indonesia