Movie Time @ UC Library: Joy (2015)

Kegiatan Movie Time @ UC Library kembali hadir pada hari Kamis, 25 Agustus 2016 lalu yang adilaksanakan pada Pkl. 13.00 – 15.00 wib bertempat: Library Lounge, dan film yang diputar adalah JOY (2015). Film ini disutradarai oleh sutradara peraih Oscar David O. Russell dan dibintangi oleh pemain-pemain kaliber Oscar, seperti Jennifer Lawrence, Robert De Niro, Bradley Cooper, Edgar Ramirez, Virginia Madsen, Dascha Polanco, Elisabeth Rohm

Sinopsis: Bercerita tentang kisah perjalanan hidup dari seorang ibu rumah tanga yangg berasal dari Long Island yang bernama Joy Mangano (Jennifer Lawrence). Perjuangan seorang ibu tunggal yang harus membesarkan 3 orang anaknya dan bekerja keras hingga menjadi seorang pengusaha sukses.

Dia dikenal sebagai penemu alat pel modern Miracle Mop yang dijual lewat acara TV Home Shopping. Selain itu, Joy juga menemukan berbagai alat rumah tangga yang bermanfaat lainnya dan mempunyai lebih dari 100 hak paten atas namanya.

Namun hidup yang penuh misteri harus dijalaninya, dan membawanya pada jalan yang tak diduga.

 

kolase

LIBRARY – Circulation on The Spot

Pada hari Selasa & Kamis / 16 & 18 Agustus 2016 lalu dimulai pukul 10.00 WIB, UC Library kembali mengadakan kegiatan Circulation On The Spot dan kali ini diadakan di lantai 6 (enam) gedung UC.
Circulation On The Spot ini diadakan sebagai tujuan untuk mendekatkan UC Library kepada pemustaka sekaligus memudahkan pemustaka untuk meminjam, mengembalikan maupun memperpanjang koleksi yang diinginkan. Adapun Koleksi yang di sirkulasikan adalah koleksi sesuai dengan jurusan yang ada di lantai 6 (Psychology & FDB) dan koleksi yang jarang termanfaatkan oleh pemustaka.
kolase

“Mengenal Cita-citaku” @ Taman Baca RW 01 Kel. Made, Surabaya

Terlihat ada yang berbeda pada Sekolah PAUD  RW 01 Kel. Made Kec. Sambikerep pada Jumat (5/8) lalu, tampak rombongan berbondog-bondong ke lokasi yang di mayoritasi oleh anak-anak di bawah umur 3 tahun. Ternyata rombongan tersebut adalah rombongan dari Universitas Ciputra yang dimotori oleh Library dalam rangka kegiatan pembinaan Taman Baca RW 01 Kel. Made Kec. Sambikerep. Kegiatan bertajuk “MENGENAL CITA-CITAKU” ini mendapuk tim dari jurusan MCM (Marketing Communication) yang diwakili oleh Ibu Hilda dan Ibu Monica.

Kegiatan yang dimulai Pkl. 09.00 wib ini selain siswa-siswi PAUD , juga dihadiri 20 orang Ibu-ibu, 5 orang dari Universitas Ciputra, dua (2) orang Mahasiswa Magang dari UNAIR (Nyono dan Ryan).

Pada kegiatan kali ini diadakan aktivitas mengenal profesi dari polisi, guru, dan dokter serta membuat dan mewarnai bentuk tangan dengan melibatkan anak-anak, orang tua dan Guru/Bunda PAUD. Metode yang digunakan berupa kertas berbentuk tangan yang diberi tulisan tentang cita-cita/profesi sebagai dokter/guru/polisi yang kemudian diberi warna dan ditempel pegangan berupa sedotan. Alhasil keluarlah karya berupa warna-warni bentuk tangan sesuai dengan kreatifitas anak-anak usia PAUD RW 01 Kel. Made Kec. Sambikerep.

Melalui acara ini UC Library mengajak peran serta warga RW 01 Kel. Made Kec. Sambikerep khususnya anak-anak usia PAUD,  ibu-ibu, dan Guru/Bunda PAUD untuk mengarahkan anak-anaknya memilih cita-cita/profesi sebagai seorang dokter/guru/polisi sesuai  yang diinginkan.

kolase

Presentasi Pengenalan UC Library kepada Mahasiswa Baru angkatan 2016

Pada hari Selasa, tanggal 26 Juli lalu, diadakan kegiatan pengenalan Perpustakaan kepada mahasiswa baru angkatan tahun 2016, sebagai salah satu dari rangkaian acara Pra O-Week 2016 dengan tema “VISION: Define Your Future”. Sebagai perwakilan dari UC Library, diutus Bu Kathy, Pak Chrisyandi, Bu Essy, dan Pak Abi yang melaksanakan presentasi di 5 ruangan berbeda yang telah ditetapkan oleh panitia.

kolase

iTalk: “RETAIL BEYOND IMAGINATION”

Retail Beyond Imagination menjadi tema i’Talk (Innovation Talk) bulan Juni. Tepatnya pada Selasa, 7 Juni 2016 lalu, hadir sebagai narasumber, adalah Ibu Dr. Christina Whidya Utami, S.E., M.M. dan Bpk. Teofilus, S.E., M.M. sebagai perwakilan dari program studi IBM. Di sini Bu Utami dan Pak Teofilus menjelaskan mengenai visual merchandising dan impulse buying. Impulse buying adalah orang yang tidak merencanakan sesuatu dalam belanja. Konsumen tidak terpikir untuk membeli produk tertentu. Tetapi merekan langsung melakukan pembelian karena ketertarikan pada produk saat itu juga. Kecenderungan dilakukan secara spontan, reflek, tiba-tiba, dsb. Impulse buying bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Fenomena Impulse Buying

Ternyata pembelanja impulse buying lebih banyak tingkat kemungkinannya, dibandingkan dengan pembelanjaan yang direncanakan. Memang terlihat wajar jika seorang konsumen datang ke supermarket karena dorongan membeli sesuatu. Pemasaran yang seperti ini dilakukan yang bertujuan agar menarik konsumen melakukan impulse buying.

Ada beberapa hal yang mempengaruhi konsumen untuk impulse buying, adalah:

  1. Produk yang memiliki kesempatan untuk terjadinya impulse buying. Umumnya adalah menawarkan produk yang berharga rendah sehingga konsumen tidak perlu berpikir panjang lagi untuk membelinya.
  1. Produk-produk yang memiliki masa advertising, sehingga ketika berbelanja konsumen ini ingat bahwa produk tersebut pernah dilihat dalam iklan di televisi maupun iklan online.
  2. Produk-produk dalam ukuran kecil dan mudah disimpan, biasanya konsumen mengambil produk ini karena di anggap murah dan tidak terlalu membebani keranjang belanjaannya.
  1. Hal lain yang bisa mempengaruhi orang melakukan impulse buying adalah produk “self service”. Misalnya konsumen ini bisa menuang sendiri minumannya atau konsumen bisa langsung memanaskan makanan lewat microwave.

Beberapa kesimpulan yang bisa didapatkan:

  1. Berdasarkan hasil penelitian maka peran dan juga susunan visual merchandising dalam store harus ditingkat demi terciptanya lebih lagi impulse buying dan juga penguatan brand image dimata pelanggan (customer). Penguatan visual merchandising seperti: penambahan wallpaper dalam interior store ataupun sofa set agar customer lebih nyaman. Ataupun perpaduan warna dan wallpaper agar visual merchandising yang tercipta menjadi lebih kuat lagi.
  2. Customer experience yang tercipta sudah baik karena keramahan dari pelayanan akan tetapi hal tersebut harus lebih lagi ditingkatkan agar timbulnya impulse buying dan kuatnya brand image Apabila visual merchandising ditingkatkan maka customer experience juga dapat lebih banyak lagi tercipta dan juga penguatan brand image yang kemudian banyaknya impulse buying yang tercipta.
  3. Variabel impulse buying yang tercipta dapat juga memperkuat brand image perusahaan secara langsung sehingga brand image tercipta akibat impulse buying, selain fakor visual merchandising dan customer experience. Jadi, penambahan elemen visual merchandising dapat memperkuat brand image dan impulse buying.

Sekitar pkl. 12.00 wib acara selesai dan ditutup oleh penampilan dari UKM Band Resonance.

1

2

 

 

Kunjungan Sahabat Perpustakaan SMA Kr. Petra 2 Surabaya

Pada hari Senin (6/6) lalu, sekitar pkl. 13.30 wib tampak rombongan siswa-siswi berseragam putih abu-abu berbondong-bondong masuk ke perpustakaan UC. Bu Kathy Mamahit (Library Head) menyambut siswa-siswi tersebut yang adalah rombongan dari Sahabat Perpustakaan SMA Kr. Petra 2 Surabaya. Setelah berkumpul di Library Lounge, Bu Kathy mulai memperkenalkan UC Library kepada 23 siswa-siswi peserta rombongan. Selain perkenalan, rombongan juga diajak untuk berkeliling melihat isi Perpustakaan serta ada juga presentasi tentang perkuliahan di UC  yang diwakilkan oleh Bu Maya, dari pihak Marketing UC. Di akhir acara Bu Atik, kepala perpustakaan SMA Kr Petra 2 Surabaya memberikan kenang-kenangan hasil karya salah satu Sahabat Perpustakaan kepada Bu Kathy.

1

2

Movie Time @ UC Library: Batas (3 Juni 2016)

UC Library kembali mengadakan Movie Time @ UC Library dan Movie Time kali ini dilaksanakan pada:

Hari / tanggal: Jumat, 3 Juni 2016

Waktu: Pkl. 13.00 – 15.00 wib

Tempat: Library Lounge

Adapun film yang akan diputar, sbb:

BATAS (2011)

Sutradara: Rudi Soedjarwo

Penulis: Slamet Rahardjo Djarot,Lintang Sugianto
Pemeran: Marcella Zalianty,Arifin Putra,Piet Pagau,Jajang C Noer,Ardina Rasti,Otiq Pakis

Sinopsis:

Adalah Jaleswari (Marcella Zalianty), sosok perempuan yang putus asa ditinggal mati suaminya lalu mendapatkan tugas di perbatasan Indonesia dari perusahaannya. Keberangkatan yang didasari keputusasaan justru melahirkan optimisme baru. Jaleswari mendapatkan tugas untuk menyukseskan program corporate social responsibility (CSR) di bidang pendidikan di Provinisi Kalimantan Barat, Kabupaten Pontianak, di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Kondisinya, guru-guru yang dikontrak untuk mengajar di sana tak bertahan lama. Hanya ada Adeus yang bertahan, itupun karena dia adalah pemuda asli daerah itu. Adeus berhenti mengajar karena ada Otik yang menginginkan warga di desa itu tetap bodoh. Kebodohan warga dimanfaatkan supaya mereka terus memimpikan “surga” yang ada di negeri sebelah. Jaleswari yang akhirnya mengembalikan semangat Adeus agar kembali siap mengajar anak-anak di desa itu. Tidak mudah membangkitkan semangat Adeus untuk kembali mengajar. Apalagi Adeus mendapat ancaman dari Otik yang kerap mengirimkan perempuan warga setempat ke negeri sebelah. Jaleswari juga diancam, bahkan diteror. Tapi, semangat belajar Borneo,bocah setempat yang punya semangat belajar membuat Jaleswari bangkit melawan teror itu. Semangat Jaleswari juga membangkitkan semangat Panglima Galiong Bengker (kepala suku Dayak dalam film itu) untuk membuat warganya berpendidikan. Dia yang ”membentak” Adeus agar tak kalah semangat dengan Jaleswari untuk mendidik anak-anak di desa itu. Dia jadi harapan besar karena merupakan pemuda asli desa itu.

DSC06745 DSC06747 DSC06748 DSC06749

 

iTalk: “WHEN MARKETING FAILS”

i’Talk (Innovation Talk) kembali hadir. Tepatnya pada Kamis, 26 Mei 2016 lalu, diusung “When Marketing Fails” sebagai topik dan sebagai narasumber, yaitu Ibu Maria Satya Rani (MCM Lecturers). Di sini Bu Rani memberikan solusi-solusi yang mungkin dapat meningkatkan pemasaran, lebih memahami arti pemasaran dalam berwirausaha, dan untuk mengetahui kendala-kendala yang ada dalam pemasaran. Tidak seperti biasanya, acara kali ini dimulai pkl. 08.00 wib, dikarenakan disesuaikan dengan jam mata kuliah yang diasuh Bu Rani. Sebanyak sekitar 30 mahasiswa hadir di acara ini dan di acara ini peserta belajar mengenai Pemasaran merupakan jantung dari suatu bisnis. Kesalahan atau kehancuran dalam pemasaran itu tidak masalah, asal tidak lupa untuk bangkit kembali (Ir. Ciputra).

Marketing bisa dituangkan dalam bentuk :

  1. Majalah
  2. Banner
  3. Online – digital
  4. Dll

Dalam marketing produk harus jelas dan tidak boleh ambigu dalam penerapannya di masyarakat. Untuk memasarkan suatu produk atau iklan perlu diingat grammar, lokasi, pastikan kejelasan gambar dan content,   penempatan iklan pun juga harus berempati dan tidak boleh rasis.

Pemasaran gagal bisa meningkatan repretasi buruk atau justru perbaikan dalam pemasaran produk itu sendiri. Pada dasarnya jaman sekarang lebih tertarik ke dalam bentuk visual. Contoh awalnya “meme” hanya lelucon tapi semakin banyak yang tahu justru hal tersebut dijadikan sarana mudah menjadi terkenal.

Sekitar pkl. 09.00 wib acara selesai dan ditutup oleh penampilan dari UKM Band Resonance.

1 upload to web

2 upload to web

Movie Time @ UC Library: The Hundred-Foot Journey (13 Mei 2016)

Movie Time @ UC Library kembali hadir dan kali ini akan menampilkan film The Hundred-Foot Journey, sebuah film yang berpusat pada keluarga India yang pindah ke Perancis dan membuka sebuah restoran di seberang jalan dari restoran Perancis berbintang Michelin dan perjuangan seorang anak laki-laki untuk menjadi seorang Chef profesional.

Movie Time kali ini dilaksanakan pada:
Hari / tanggal: Jumat, 13 Mei 2016

Waktu: Pkl. 13.00 – 15.00 wib

Tempat: Library Lounge

 

The Hundred-Foot Journey

Sutradara: Lasse Hallström

Produser: Steven Spielberg, Oprah Winfrey, Juliet Blake

Pemain: Helen Mirren, Om Puri, Manish Dayal, Charlotte Le Bon, Amit Shah

Sinopsis: Adalah Hassan Kadam (Manish Dayal), seorang pria keturunan India yang sangat gemar memasak. Hobi ini ia warisi dari ibunya dan ayahnya, Papa Kadam (Om Puri) yang membuka usaha restoran keluarga di India yang terpaksa pindah ke Eropa dikarenakan situasi politik di India yang memanas. Tepatnya di Perancis Papa Kadam justru menemukan sebuah bangunan tua dan berminat membelinya dengan harapan dapat direnovasi dan dijadikan restoran khas India.

Walau begitu, langkah papa Kadam untuk membuka restoran tidak semudah yang dibayangkan. Dia harus menghadapi Madame Mallory (Helen Mirren), wanita tua pemilik restoran terbaik di sana, “Le Saule Pleureur”, yang lokasinya tepat berada di depan restoran papa Kadam. Restoran yang menyajikan hidangan Prancis ini sudah lebih lama beroperasi dan bahkan mempunyai predikat satu bintang Michelin. Jadilah, 2 orang dengan karakter yang sama-sama keras kepala, bersaing beradu strategi untuk merebut perhatian penduduk kota.

Di sisi lain, Hassan lebih berinisiatif untuk terus melakukan inovasi dalam masakannya. Ia bereksperimen memadukan antara masakan India dengan Eropa, mengundang pujian dari para kritikus restoran Prancis. Keberhasilan Hassan dalam berinovasi pun mendapat perhatian dari Madame Mallory. Ia tertarik untuk merekrut Hassan menjadi salah satu chef di restorannya. Akankah Hassan bergabung dengan restoran Madame Mallory? Bagaimanakah nasib restoran India keluarga Kadam jika ditinggal oleh Hassan? Bagaimana pula kelanjutan persaingan antara Madame Mallory dan Papa Kadam untuk membela restorannya masing-masing?

IMG_2199

IMG_2197

iTalk: “Maximize your What’s GIL for your StartUp”

Bulan April ini, kegiatan rutin i’Talk (Innovation Talk) kembali diadakan. Tepatnya pada Selasa, 26 April 2016, diusung “Maximize your What’s GIL for your StartUp” dan sebagai narasumber, yaitu Pak Yuwono Marta Dinata (IMT Lecturers). Di sini Pak Yuwono mengajak yang hadir untuk sama-sama belajar bagaimana men-generate ide bisnis, mengikuti intuisi, dan memaksimalkannya dengan What’s GIL (What’s App, Google, Instagram, & Line). Dimulai pkl. 11.00 wib, diacara ini peserta dapat belajar Langkah pertama dan utama dalam ber-entrepreneur adalah mempunyai produk yang akan ditawarkan. Dapat dimulai dari hal-hal yang simple terlebih dahulu, lihat di sekitar lingkungan kita / yang dekat dengan kita (co : orang tau atau saudara yang bisa memasak / membuat minuman bisa ditawarkan ke orang-orang yang dekat dengan kita terlebih dahulu (teman satu ruangan, teman kantor)). Setelah mempunyai produk langkah berikutnya sebagai berikut :

  1. Membuat Akun Khusus

Sebaiknya bedakan mana akun media sosial pribadi dan mana akun khusus untuk berjualan. Mengingat lingkaran pertemanan yang dibentuk akan berbeda. Jika akun pribadi untuk berjualan akan berisiko kehilangan teman yang tidak berminat dengan promosi kita. Jika akun pribadi sudah banyak follower/teman, bisa dipakai untuk mempromosikan akun bisnis Anda. Dengan begitu, teman yang berminat pada bisnis Anda akan mem-follow. Memisahkan akun bisnis dana kun pribadi sangat penting karena tidak akan ada yang merasa terganggu.

  1. Teks dan Foto yang Sopan

Teks dan foto merupakan alat komunikasi utama di media sosial. Gaya bahasa, pemilihan kata, dan objek foto akan sangat mencerminkan siapa Anda. Gunakan kalimat seefektif mungkin, namun tetap sopan dan beretika. Demikian juga foto yang diunggah untuk mendukung promosi produk. Hindari penggunaan kata-kata dan foto vulgar sebab hanya akan membuat bisnis Anda dijauhi atau di-blacklist.

Diakhir sesi, Pak Yuwono memberikan ringkasan pergunakan tools dengan efisien, efektif, dan maksimal, harus selalu Update, dan Pak Ciputra mengakui, dalam buku “Quantum Leap” disebutkan 10 kali gagal 11 kali bangkit. Kembali Resonance (UKM Band) hadir dengan personil band yang baru sebagai pembuka dan penutup pada acara yang dilaksanakan di UC Student Lounge & Service ini.

kolase 1