Membangun Perpustakaan Untuk Desa

Pada Kamis, 22 April 2021 lalu Tim UC Library bersama Pak Johan Hasan mengundang Bu Ester Indahyani Jusuf atau Siem Ai Ling (Aktivis HAM, pegiat literasi) untuk belajar dari pengalaman beliau membangun perpustakaan di desa-desa. Untuk kabupaten Lampung barat sendiri hingga saat ini sudah terdapat 200-an lamban baca (bahasa lokal artinya taman baca) hasil kerja sama dengan pemerintah dan warga. Sistem yang diberlakukan pada lamban baca ini ialah koleksinya dikelola oleh warga sekitar dan nantinya akan dirotasi pada jangka waktu tertentu. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah dan banyak pihak lain.

Bu Ester selama ini melihat ada banyak pendapat bahwa literasi bisa membuat perubahan sosial tapi faktanya di Indonesia masih kurang. Beliau yakin masyarakat suka membaca, sebab apabila tersedia literatur yang kontekstual dan isinya mengena ke pikiran mereka maka literatur tersebut akan ramai dibicarakan. Ditambah lagi ketersediaan topik buku yang diberikan kepada mereka harus berimbang dan relevan dengan kehidupan mereka. Dari segi bahasa, isi dan gambar dari buku yang selama ini didonasikan kepada masyarakat hanya layak dibaca oleh kalangan kelas menengah ke atas, sebab selama ini beliau memperhatikan masyarakat desa yang rata-rata lulusan SD atau SMP hanya mampu membaca buku maksimal 3 paragraf. Nah dari situ beliau dan tim berkomitmen untuk mengkontekstualkan isinya dengan cara yang harus sederhana.

Beliau menyampaikan apabila mahasiswa dan dosen Universitas Ciputra Surabaya ingin ikut berkontribusi dalam kegiatan mereka, bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti membuat konten kontekstual bagi masyarakat binaan. Nah konten kontekstual ini tidak terpenuhi sampai sekarang, karena keterbatasan tim kreatif. Seandainya bisa diciptakan konten kontekstual dari buku-buku bagus, pastinya dapat memberikan dampak yang luarbiasa. Konten kontekstual ini bisa disesuaikan dengan keilmuan sivitas akademika. Konten tersebut dapat dikemas sesedarhana mungkin disesuaikan untuk lulusan level SMP ke bawah. Bentuk dari konten boleh beragam, baik itu film, poster, dan lain sebagainya, asalkan dapat mencerahkan masyarakat binaan. Selain itu dapat memberikan sumbangan buku, buat kompetisi review film dan memfasilitasi kuota agar mereka dapat mengikuti kegiatan online.

Cerita di balik layar KUTU BUKU edisi Mei 2021

Hai UC People, sebelum kalian nonton video KUTU BUKU episode terbaru yuk simak proses taping videonya dulu ya.

Nah pada Selasa, 4 Mei 2021 kemarin Tim UC Library yang terdiri dari Pak Abi, Pak Chris dan Pak Tito bersama dengan Pak Roland dari LCMC Fikom mengunjungi beberapa titik peninggalan Surabaya lama, yakni jejak tiang-rel trem dan jembatan merah. Kira – kira di mana aja ya letaknya?

Titik taping pertama terletak di jalan Rajawali, nah buat yang belum tau di mana itu letak jalan Rajawali silahkan dicari pada google maps ya. Gaesss, ternyata disekitar jalan tersebut masih tersisa dua tiang peninggalan trem. Satunya berdiri kokoh tepat di jalur putar balik jalan Rajawali – kalo teman-teman gak teliti bisa jadi dikirain itu tiang listrik PLN, yang kedua terletak di tengah-tengah taman.

Oiya gaesss, Selama ini talent KUTU BUKU hanyalah staf UC Library yang ditemani Kak Gaby – Mahasiswa PSY. Untuk episode KUTU BUKU kali ini dikemas secara berbeda sebab akan ditambah 1 personel baru dari UC Library yaitu DoeLib. Nah DoeLib ini merupakan maskot dari UC Library lho gaesss. Kira-kira menurut kalian siapa ya pengisi suara dari DoeLib ini? silahkan tulis jawaban kalian di kolom komentar ya kalo videonya sudah dipublish.

Oke, kita lanjut ke titik berikutnya. Karena masih satu arah nih kita lanjut ke salah satu landmark kota Surabaya yang menyimpan cerita kelam proses perjuangan kemerdekaan, yakni Jembatan Merah. Di jembatan ini Pak Chris dan DoeLib akan bercerita singkat seputar tentang sejarahnya. Nah sekedar info buat generasi Centennial nih – mungkin beberapa dari kalian belum tau kenapa sampe disebut Jembatan Merah – dulu pernah terjadi peristiwa pertumpahan darah antara para pejuang Indonesia melawan penjajah, karena darah yang tertumpah sangat banyak maka sejak saat itu disebut Jembatan Merah.

Lanjut ke lokasi berikutnya, yakni sisa rel trem yang berada di jalan Kebon Rojo. Pada pagi hari rel tersebut akan tertutup oleh para pedagang pakaian. Ukuran sisa rel trem yang tampak di atas permukaan tanah panjangnya sekitar kurang lebih 4 meter. Jika UC People ingin melihat secara langsung boleh dikunjungi sekitar jam 10 pagi.

Nah pasti UC People penasaran kan dengan keseluruhan jalan ceritanya dikemas seperti apa? Nantikan episode KUTU BUKU di channel youtube uc library atau universitas Ciputra ya UC People. sampe ketemu di cerita dibalik layar episode selanjutnya.

Riset Rancang Bangun Sistem Unggah Mandiri Tugas Akhir

Pada 26 April 2021 lalu Anthony Theon (20417901) yang merupakan mahasisiwa tingkat akhir dari prodi IMT melakukan penelitian di UC Library selama 50 hari. Theon diminta untuk meneliti pengembangan sistem unggah mandiri tugas akhir UC Library.

Sejak awal waktu magang Theon berdiskusi dengan pak Abi dan pak Chrisyandi sebagai penanggung jawab selama Theon magang di UC Library tentang bagaimana pengembangan sistem unggah mandiri yang ingin dibangun. UC Library berharap agar sistem yang terbangun dapat mengintegrasikan antara Ciputra Information System dan dspace.

Pada hari yang ke 29 Theon berusaha mengkonfirmasi alur yang telah dikerjakan kepada Tim UC Library dan Tim ICT. Demo awal ini masih dalam bentuk sederhana untuk mendapatkan feedback dari Tim UC Library dan Tim ICT. Simulasi dibuat dalam bentuk aplikasi web dengan tujuan agar mahasiswa UC dapat upload tugas akhir secara mandiri dan dapat tervalidasi oleh Dosen pembimbing dan Admin Library. Bahasa pemrograman yang digunakan ialah HTML, CSS, PHP, MySQL, Blade. Framework yang digunakan ialah Laravel.

Setelah Theon selesai menunjukkan demonya, pak Abi menjelaskan kepada Tim ICT bahwa pada alur upload mandiri ada bagian approval dari dosen pembimbing, tujuannya ialah untuk menghindari pengumpulan file TA yang belum final ke UC Library. Menurut Bu Linda (Tim ICT) penambahan alur dapat dibicarakan dengan pihak BAA jika ingin ditambahkan. Beliau menambahkan agar pada pertemuan berikutnya Theon dapat menampilkan demo full dengan menambahkan field yang sesuai dengan ketentuan pengumpulan tugas akhir dan keseluruhan proses upload mandiri dari awal hingga akhir, baik itu dari tampilan mahasiswa, dosen dan admin library. Menurut pak Nugroho (Tim ICT), Theon harus melakukan riset terlebih dahulu dari interface dari CIS ke dspace, setelah itu baru menentukan alurnya seperti apa. Hal ini dimaksudkan agar filter API antara CIS dan dspace bisa disesuaikan. Pak Nugroho juga memberikan referensi untuk memudahkan Theon memahami cara kerja dspace.

Untuk pengembangan selanjutnya hasil riset dari Theon akan diberikan kepada Tim ICT untuk diterapakan pada kedua sistem tadi.

Kreasi Celengan Lucu dan Ramah Lingkungan

Pandemic Covid19 ini memberikan dampak besar dalam hidup kita, terutama untuk anak-anak kita. Selama pandemi anak-anak diharuskan bermain dan belajar di rumah. Nah, biar tidak bosan selama di rumah, yuk kita sama-sama belajar dan berkreasi membuat celengan dari botol bekas.

 

Kita semua sangat sering kaannn mengonsumsi air minum dari kemasan botol plastik yang siap minum. Karena kepraktisannya, semakin banyak yang mengonsumsi dan semakin banyak pula botol plastik yang terbuang. Hmmm..padahal, botol plastik tersebut sangat sulit untuk didaur ulang.

 

Untuk itu, dari buku berjudul Recycle Bottle: Ragam Kreasi Limbah Botol Plastik (746.4 PRA r) ini ada beberapa referensi kreasi dan cara membuat celengan dari botol bekas yang bisa kita praktikkan sendiri di rumah.

 

 

Seri KUTU BUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) episode 14 ini adalah hasil kolaborasi UC Library bersama Laboratory of Communications and Media Convergence (LCMC) by @uc_fikom 🙏

Information Literacy Class 29 April 2021

Buat kalian yang sedang di semester akhir, pasti banyak dari kalian yang sedang kebingungan dalam mengerjakan skripsi bukan? Tenang saja, UC Library selalu membuat kegiatan Information Literacy Class (ILC) setiap bulannya loh! Pada tanggal 29 April 2021 lalu, UC Library bersama Pak Raden Panji J.Udik Esbiantoro, S.S selaku Staff Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya mengadakan ILC melalui Zoom meetings. Pada ILC kali ini, Pak Panji menjelaskan mengenai Mendeley desktop, instal mendeley web importer, pengenalan pengelompokan jenis dokumen dan tutorial akses e-resource serta layanan perpustakaan.

Sebelum masuk ke penjelasan mengenai Mendeley Desktop, Pak Panji menjelaskan kembali mengenai tutorial dalam mengakses Emerald. Pertama-tama, kalian bisa masuk ke www.emerald.com/insight/ lalu klik tombol ‘Register’. Setelah itu, kalian bisa mendaftar dengan mengisi informasi-informasi yang diperlukan seperti nama, email, access number, dan mencentang kolom Terms and Condition. Paling penting, untuk kalian mahasiswa-mahasiswi Universitas Ciputra, kalian bisa memasukkan kode akses yaitu 868680000354999 agar bisa langsung terhubung. Setelah sudah melanjutkan ke halaman berikutnya, kalian bisa langsung masuk ke email untuk melakukan password reset/hanya sekedar memasukkan password kalian yang lama. Setelah itu, kalian sudah bisa mendapatkan akun Emerald dan mengakses dokumen berupa e-book, jurnal, maupun resource lainnya loh! Oh ya, buat kalian yang masih mengalami trouble dalam mengakses Emerald, Pak Panji juga bersedia untuk membantu kalian setelah sesi zoom ini selesai.

Setelah itu, penjelasan dilanjutkan mengenai Mendeley Desktop. Pertama yang harus kalian lakukan, kalian bisa membuat akun Mendeley dengan masuk ke websitenya di www.mendeley.com dan klik ‘Create a free Account’. Setelah itu, kalian juga tinggal mengisi data-data yang diperlukan seperti nama, email, dan password. Nah setelah itu, sekarang kalian harus mendownload terlebih dahulu Mendeley Desktop yang ada di websitenya. Setelah melakukan instalasi Mendeley desktop, kalian bisa sign in dengan akun yang barusan kalian buat dan mengakses data-data yang kalian butuhkan dari Mendeley.

Nah kali ini, Pak Panji akan menjelaskan mengenai cara-cara untuk membangun database dari Google Scholar, Look up DOI, Drag and Drop article, menginput manual, maupun melalui web importer. Pada google Scholar, kalian bisa memilih artikel yang ingin kalian cari. Kemudian kalian bisa memanfaatkan “Cite” Google Scholar untuk mencari literatur yang kalian butuhkan. Cite tersebut bisa kalian temukan dengan mengeklik logo “ pada bawah website artikel di google scholar. Kemudian, kalian bisa mengeklik BibTeX dan meng-copy tulisan yang keluar selanjutnya. Nah darisitu, kalian bisa langsung menggunakan data yang kalian ambil dari Google scholar dan memasukkannya ke Mendeley Desktop. Selanjutnya, pada Look up DOI (Digital Object Identifier), kalian disarankan untuk membacar sumber artikel agar memiliki pemahaman yangkomprehensif sebelum melakukan sitasi. Jenis-jenis dokumennyapun ada 20, jadi kalian bisa mengetahui lebih jelasnya dengan berkonsultasi langsung dengan Pak Panji ataupun mengikuti Information Literacy Class ini yah!. Begitu juga dengan sistem Drag and Drop yang dimana kalian bisa langsung ‘menarik’ data yang diperlukan ke Mendeley Desktop.

Nah sekarang kalian bisa menggunakan Mendeley Desktop maupun Emerald sebagai salah satu sarana yang membantu kalian dalam mengerjakan skripsi kalian. Pastikan data-data yang kalian ambil itu akurat dan benar adanya yah teman! Kalian juga bisa mengakses tugas akhir online di dspace.uc.ac.id untuk mencari inspirasi lebih.

Oiya, jangan lupa yah buat kalian mahasiswa-mahasiswi Universitas Ciputra, kalian tetap bisa mengakses layanan perpustakaan meskipun ada pandemic Covid-19 yang terjadi nih. Mereka menyediakan pelananan pengiriman buku dan membuka perpustakaan pada jam operasional yang ditentukan yah. Stay safe everyone!

iTalk (Innovation Talk) with Bu Sylvia Silvers “Discover Healthy Aging”

 

Hidup sehat sudah merupakan suatu keperluan dihidup kita. Namun kebiasaan dalam hidup sehat itu harus ditanamkan sejak kita kecil. Yah walaupun mungkin pada awalnya hidup sehat itu merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan untuk dilakukan di masa muda kita, namun percayalah bahwa dampaknya sangat besar dalam kehidupan kita di masa depan. Hal inilah yang berusaha disampaikan oleh Bu Sylvia Silvers selaku Co-founder Mother Nature pada salah satu Innovation Talk yang diadakan oleh Perpustakaan dan Faultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya pada tanggal 5 Mei 2021 lalu. iTalk kali ini telah dihadiri oleh 53 peserta melalui Zoom Meetings dan dimulai pada Pkl. 13.20 WIB.

Bu Sylvia mengawali pemaparan dengan sebuah pertanyaan, “Sebenarnya ukuran umur yang tergolong ‘tua’ bagi setiap individu itu berapa sih?” Memasuki usia kita yang ke 50-an, tentunya sudah akan mulai terlihat perbedaan dari orang yang melakukan hidup sehat dan yang tidak. Orang-orang yang melakukan kebiasaan hidup sehat tentu masih bisa menjaga kesehatan tubuhnya walaupun ia sudah memasuki usia tua. Hal ini telah dibuktikan oleh Tao Porchon-Lynch, salah satu guru yoga yang masih mengajarkan yoga dengan baik pada umurnya yang ke 100 tahun.

Nah kesehatan sendiri itu bisa dijaga melalui berbagai aspek, salah satunya yang terpenting yaitu dalam bidang makanan. Tentunya pada usia kita yang masih muda, mungkin kita akan cenderung untuk tidak mengatur makan kita dengan baik. Sebenarnya tidak perlu setiap hari kita memakan salad, namun yang terpenting adalah untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita dengan pas. Jangan memasang mindset bahwa hidup sehat itu akan menyiksa kita, karena begitu kita memikirkan hal tersebut maka kita akan mudah menyerah dan kembali ke kebiasaan kita yang buruk. Apa yang kita lihat bahkan terkadang berbeda dengan apa yang sebenarnya. Roti gandum itu tidak sepenuhnya baik, apa yang tertulis di label juga seringkali menipu kita. Marilah membangun kebiasaan untuk selalu membaca ingredients yang ada di belakangnya dan mengetahui terlebih dahulu apa yang kita makan. Bu Sylvia juga menyarankan kita untuk membuat camilan kita sendiri sehingga kita bisa mengontrol kandungan nutrisi yang terdapat didalamnya. Hal ini bisa menjadi opsi juga bagi kita semua, tidak hanya untuk menghemat, namun juga bisa menjaga kesehatan kita dengan lebih baik.

Remaja pada masa mudanya juga seringkali didapati dengan penyakit diabetes. Walaupun mereka mengira bahwa mereka tidak makan yang aneh-aneh, namun penyakit tersebut tetap bisa menyerang loh, kira-kira kenapa yah? Yap, kita juga harus mengiringi apa yang kita makan dengan olahraga yah, agar nutrisi yang ada dalam tubuh kita juga bisa tercerna dengan baik. Sudah terlalu banyak kandungan negatif yang telah masuk kedalam tubuh kita. Oleh sebab itu ada baiknya bahwa kita mengimbanginya dengan nutrisi-nutrisi yang baik maupun juga kebiasaan baik seperti olahraga agar tubuh kita bisa lebih terjaga kesehatannya.

Alternatif lainnya bisa dilakukan dengan mengganti berbagai macam ingredients lainnya tanpa merubah rasa. Contohnya seperti gula putih yang diganti dengan tebu atau gula aren, kemudian pewarna makanan dengan pewarna alami, hingga minyak biasa yang diganti dengan olive oil. Sebenarnya opsi-opsi tersebut sudah sangat lama tersedia di Indonesia. Namun harganya yang cenderung mahal menjadikan banyak orang yang merasa malas untuk membelinya. Tapi untuk hidup sehat tentu kita harus mengorbankan sesuatu bukan? Yuk mari bersama-sama memulai hidup sehat dari sekarang! Perjuangan tidak akan mengkhianati hasilnya kok!

Courage to Create – GDG Surabaya X Women Techmaker X iTalk UC Library

8 Maret sudah menjadi tanggal yang bersejarah bagi para perempuan di seluruh dunia. International Women’s Day ini menjadi salah satu tradisi lama yang dirayakan untuk memberi apresiasi kepada para perempuan yang telah brani untuk melangkah menjadi lebih maju dan memberi definisinya sendiri terhadap kesuksesan. Namun pada saat ini, masih banyak sekali perempuan yang merasa takut atau malu untuk mempromosikan dirinya ke ranah sosial. Oleh sebab itu, UC Library melakukan Kerjasama dengan Google Developer Groups dan Women Techmakers untuk melakukan iTalk yang dilaksanakan melalui Zoom Meetings pada tanggal 10 April 2021. iTalk ini dilakukan dengan tujuan agar para perempuan dan pihak minoritas lainnya agar lebih berani untuk melangkah dan menunjukan bakatnya dalam kehidupan maupun di dunia karirnya.

Sesi pertama dimulai dengan salah satu pembicara pertama yaitu Apoorva Sharma, yang merupakan Global Product Lead Google. Apoorva Sharma menjelaskan tentang salah satu materi yang berguna bagi kehidupan kedepannya yaitu Career Mobility: Moving Across Jobs and Companies. Apoorva memiliki banyak sekali pengalaman berskala global sejak ia sering berpindah dari satu sekolah ke sekolah lainnya selama 11 tahun dan kemudian ia juga sering berpindah-pindah pekerjaan untuk mengukur dan memahami jenis pekerjaan apakah yang sebernarnya ia sukai.

Apoorva memiliki formula khusus mengenai bagaimana ia mengukur kesuksesan. Apabila masyarkat secara umum mengukur kesuksesan melalui gaji dan jabatan dalam pekerjaannya, maka Apoor mengubah perspektif tersebut dengan rumusannya sendiri. Ukuran kesuksesan seseorang terdiri dari kesehatan mental, kesehatan fisik, waktu luang, menyukai hal-hal yang disukai, barulah kemudian gaji dan jabatan dalam pekerjaan.

Selama perjalanannya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan yang sering berpindah-pindah, Apoorva memiliki banyak pembelajaran yang harus ia unlearn, diantaranya adalah tidak meminta pertolongan pada orang lain, tidak berpikir dahulu sebelum berbicara, merasa bersalah apabila merasa tidak mengetahui sesuatu. Apoorva menilai bahwa terkadang kita tidak perlu berharap bahwa kita mengetahui segalanya. Penting bagi kita untuk menanyakan pertanyaan yang benar daripada mengetahui jawaban yang benar. Apoorva juga mengatakan bahwa kesempatan itu tidak ada, kesempatan itu diciptakan barulah ia akan ada.

Fail fast, Move On, and Dont Resist to Change. Kira-kira itulah salah satu motto yang mungkin bisa kita terapkan dalam kehidupan yaitu gagal dengan cepat, anggap kegagalan tersebut sebagai hal yang berlalu, dan jangan pernah menolak untuk berubah. Apoorva mendorong kita untuk menemukan mentor dan sponsor. Dengan persiapan dan kesempatan, maka kita bisa sukses atau beruntung. Apa yang harus dipersiapkan? Pertama yaitu membangun kemampuan dan belajar, melakukan banyak interview, setelah itu tingkatkan performa kinerja dan promosi.

Untuk membagun kesempatan, diperlukan kemampuan untuk menemukan diaman peluang tersebut ada, mengetahui posisi kita dan bagaimana kita bisa meningkat dengan cepat, lalu relasi. Dengan kombinasi persiapan dan peluang, kita bisa meraih kesuksesan.

Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi kedua yang mendatangkan Ibu Herlina Yoka Roida, Ph.D., sebagai salah satu dosen dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Menurut Ibu Herlina, Pendidikan merupakan salah satu investasi terpenting yang ditanamkan oleh orangtua kepada anak-anaknya. Pada sesi ini, Ibu Herlina menjelaskan mengenai bagaimana untuk memanage uang pada saat maupun setelah pandemic. Pertama, kita harus bisa melihat dimana sebenarnya kita berada. Apa sih maksudnya? Kita harus tahu dahulu nih posisi kita sekarang apakah ada hal-hal yang sebenarnya kita tidak perlukan namun kita tetap beli terus menerus. Perbaiki dahulu apa yang salah dalam diri kita agar kita bisa memanage uang dengan baik. Kemudian setelah itu, kita harus bisa mengkontrol hutang kita. Jangan terus menerus menambah hutang kita hingga menumpuk dan membuat kita kualahan yah!. Selanjutnya, Ibu Herlina juga menyarankan untuk tetap makan di rumah. Ini adalah tips yang simple, tapi sebenarnya sangat berguna untuk memanage keuangan kita loh!. Asupan gizi bisa kamu control sendiri, keuangan yang dikeluarkan juga tidak mahal. Keempat, kalian juga bisa memotong pengeluaran yang sebenarnya kita tidak perlukan. Lebih baik uang tersebut kamu buat dana tabungan masa depan nih. Nah dana tabungannya bisa kamu masukkan sebagai investing dalam berbagai hal loh!. Terakhir, kamu juga harus merencanakan untuk masa depan kamu. Baik dalam invest, maupun untuk pekerjaan juga yah. Kalian bisa mulai untuk mencari income lainnya dari berbagai hal. Tahukah kalian bahwa sebenarnya ada banyak sekali pekerjaan yang bisa kamu lakukan di dalam rumah?. Jadi kalian tidak terhalang hanya karena virus corona ini yah!. Tapi tetap perhatikan tentang physical dan mental health kalian yah, jangan sampai mengganggu aktivitas kalian. Penuhi diri kalian dengan positive vibes dan asupan yang baik bagi diri kalian.

iTalk ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang dilakukan oleh Ibu Herlina Yoka Roida, Ph.D.. Tentunya agar tetap interaktif dan para penonton juga bisa menanyakan mengenai hal yang lebih mendetail yah. Sesi terakhir diisi oleh ibu Indra Maryati (ISB Lecturer – Universitas Ciputra Surabaya) dan membawakan #IamRemarkable Workshop, di mana pada sesi pilihan ini para peserta diajak untuk lebih mengenal dan ‘mengahargai’ capaian-capaian apa yang sudah diraih selama ini. Sesi ini lebih interaktif dan lebih personal tentang pengenalan diri dan bagaimana bisa menjadi wanita yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.

 

Information Literacy Class: Reference Manager Mendeley dan Tutorial Akses E-Resources

Universitas Ciputra Library kembali lagi mengadakan Information Literacy Class (ILC) pada tanggal 31 Maret 2021 lalu. ILC ini merupakan suatu acara bulanan yang diadakan oleh Universitas Ciputra Library agar dapat membantu para mahasiswa Universitas Ciputra agar tidak kebingungan dalam mencari jurnal yang terpercaya dan juga membuat referensinya loh. ILC kali ini diadakan pada pukul 14.00 – 16.00 WIB dan dihadiri oleh 56 orang melalui Zoom Meeting. Bulan ini, Universitas Ciputra Library memfokuskan untuk mengajarkan mengenai tips and trik cara menelusur informasi dan mencari bahan referensi serta belajar reference manager Mendeley. Reference manager Mendeley ini sendiri sangat berguna agar kita dapat menentukan format sitasi penggunaan fitur ‘’add citation’’ serta bibliography secara otomatis dalam penulisan karya akhir kita. Buat kamu khususnya mahasiswa yang sedang kebingungan dalam membuat skripsi kamu, tentu acara Information Literacy Class bukanlah suatu acara yang mau kamu lewati deh! Disini kita akan dibimbing oleh Pak Raden Panji J. Udik Esbiantoro, S.S sebagai salah satu staff perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya yang akan menjelaskan lebih lanjut mengenai topik yang sudah ditentukan.

Kelas ini diawali dengan penjelasan dari Pak Panji yang membahas tentang pengenalan kembali pada salah satu website terpercaya yang bisa kita akses untuk mencari suatu jurnal ataupun artikel. Bagi kalian yang sudah sering mampir ke kegiatan ILC ini, tentu kalian sudah familiar nih dengan garuda.ristekbrin.go.id Yap, di situs ini, kita bisa mengetahui dengan jelas mengenai journal-journal yang ingin kamu download. Caranya juga mudah, kamu hanya perlu menginput keyword yang ingin kamu cari, dan ribuan jurnal maupun artikel akan tersedia untuk kamu download.

Setelah mengetahui cara untuk mendownload artikel dari garuda.ristekbrin.go.id, sekarang Pak Panji kembali menjelaskan tutorial untuk mengakses E-Journal Emerald. Cara mengakses Emerald ini sendiri tentu saja pertama-tama kalian harus pergi ke halaman web emerald di https://www.emerald.com/insight/. Setelah sudah berhasil mengakses website, kalian bisa klik “Register” yang ada di halaman depan website. Kalian bisa lanjut mengisi data diri kalian mulai dari nama, email, nomor akses organisasi (diberikan pada saat zoom meeting class), dan kalian tinggal register deh. Setelah mengeklik register, kalian akan diminta untuk reset password melalui email yang sudah diregistrasi sebelumnya. Ketika akun kalian sudah jadi, kalian bisa log in langsung menggunakan email yang sudah didaftarkan. Jika kalian sudah memasukan nomor akses organisasi Universitas Ciputra saat registrasi, maka kalian nantinya bisa mengakses langsung ribuan jurnal yang telah di upload. Cara pencariannyapun mudah, kalian bisa langsung mengeklik topik mana yang menarik perhatian kalian. Setelah itu, kalian akan langsung diarahkan ke topik-topik yang lebih terperinci dan lebih detail agar memudahkan kalian untuk mencari inspirasi.

Pencarian jurnal sudah, mendownload jurnal sudah, cara mengakses jurnalnya juga sudah dijelaskan. Kini, Pak Panji juga melengkapi penjelasannya dengan cara-cara untuk menggunakan Reference Manager Mendeley. Jika kamu sering ketinggalan atau kebingungan untuk mengaksesnya, tenang saja, disini Pak Panji bersedia untuk membimbingmu dan menunggu agar kita bisa mengakses Mendeley bersama-sama. Untuk mengakses Mendeley, kalian harus menggunakan Microsoft word yah. Mendeley bisa diconnectkan langsung ke Microsoft word agar memudahkan kita untuk membuat suatu reference. Pak Panji menjelaskan secara detail mengenai caranya untuk membuat sutau reference maupun mencari reference malalui Mendeley.

Menarik bukan? Bagi kalian yang masih suka ketinggalan informasi penting ini, coba deh set hari untuk mengikuti ILC di bukan depan! Jangan sampai kamu stuck di tugas akhir hanya karena kesalahan yang bisa diminimalisir sekarang yah.

NEW Video from ‘Kutu Buku’ (Kupas Tuntas soal Buku)

Hey Creative People, tahukah kalian UC Library memiliki konten video KUTU BUKU (Kupas Tuntas soal Buku) hasil kolaborasi dengan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ciputra. Eits, jangan bayangin kalau seri KUTU BUKU ini bakalan bahas isi buku yang ngebosenin 😌 topik pembahasannya selalu dikaitkan dengan kebutuhan dan hobi kalian, jadi hitungannya ‘bermain’ sambil belajar. Contohnya di episode terbaru KUTU BUKU yang membahas soal pentingnya punya mental sprint ala Nam Do San dari drakor Start-Up.
Buat yang kepo, cus langsung cao ke channel YouTube Universitas Ciputra Library 💨 happy watching 😄

 

1. Sukses Start Up ala Nam Do San.
Kalian termasuk tim Han Ji Pyeong atau Nam Do San? Siapa yang belum kenal mereka? Yap! Pasti hampir semua kenal ya dengan kedua tokoh dari drama korea “Start-Up” ini. Menjadi buah bibir di penghujung tahun 2020 lalu. Plot cerita yang tidak mudah ditebak, dan pendalaman karakter masing-masing pameran membuat seri ini begitu banyak menarik milenial. Selain itu, perjuangan mereka dalam membangun bisnis patut dijadikan contoh. Sama halnya dengan buku yang akan kita review berikut ini, “Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days”. Link: https://www.youtube.com/watch?v=K8XGia9W9R8 

2. Media Sosial, Aku, Kamu dan Kita.
Beberapa saat lalu, Netflix merilis film dokumenter yang berjudul “The Social Dilemma”. Dokumenter ini juga memberi gambaran betapa “menyeramkannya” media sosial yang sudah melekat dengan kehidupan manusia. Film ini menceritakan bahwa semua aktivitas yang kita lakukan di internet (media sosial) diawasi, direkam, dan diukur oleh sistem yang telah dirancang sedemikian rupa. Aktivitas yang dimaksud seperti ketika kita sedang melihat sebuah konten, berapa lama kita melihatnya, konten seperti apa yang sering kita sukai, komentar yang kita bagikan, dan lainnya.

Di KUTUBUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) kali ini kita juga akan membahas buku “Digitized Lives” (302.231 REE d) di mana melalui buku ini dapat memberikan kita wawasan mengenai perkembangan teknologi digital yang turut membangun kultur baru yaitu kultur digital, dimana hubungan sosial kini juga terjalin melalui internet, video games, smartphones, dan berbagai platform yang memiliki teknologi tinggi.
Link: https://www.youtube.com/watch?v=aaHQhbXTi7U

3. Ingin Mencari Sumber Online Terpercaya? Ini Jawabannya.
Hai UCpeople, yakin nih sumber informasi online yang kalian gunakan dalam penulisan tugas akhir atau tugas kuliah bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya?

KUTU BUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) kali ini akan membagikan cara untuk cek kredibilitas sumber informasi online kalian berdasarkan buku Modul Pelatihan Literasi Informasi: Pelatihan Instruktur Tingkat Dasar (Call No. 028.70711 MOD). Link: https://www.youtube.com/watch?v=7E1CXnVzPtg&t=40s

4. The Power of Dream: Warisan Pak Ciputra untuk Indonesia.
Semangat dan optimisme Ciputra untuk tak henti-hentinya menularkan virus entrepreneur sangat terasa. Melalui pemikiran dan keteladanan hidup yang diberikan selama beliau hidup diharapkan mampu menumbuhkembangkan sikap dan mental entrepreneur para setiap calon entrepreneur. ✨

Satu tahun lalu, 27 November 2019, Pak Ciputra berpulang. Sosok Pak Ciputra tidak pernah pergi dari kami. Legacy nya selalu terpatri dalam hati dan langkah hidup kami.

Di KUTUBUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) kali ini kita akan membahas sosok Pak Ciputra
dalam buku: Ciputra, The Entrepreneur: The Passion of My Life (Call No. 338.04092 END c)
Link: https://www.youtube.com/watch?v=rbzbcvYabcY

5. Dari Terajana Sampai Tarik Sis Semongko! – Musik Dangdut Dahulu Hingga Kini.
Siapa yang gak pernah dengar jargon yang satu ini, “Tarik sis… Semongko!” Jargon yang akhir-akhir ini viral di sosial media dan aplikasi TikTok ini adalah bukti bahwa musik dangdut adalah satu genre musik yang enggak ada matinya. Tapi gimana sih ceritanya musik dangdut yang dulu dianggap sebagai musik kaum muda urban pinggiran dianggap kampungan dan norak, sekarang menjadi salah satu musik yang digemari anak milenial.
Di KUTUBUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) kali ini kita akan menapaki kisah per-dangdut-an di Indonesia dari buku yang satu ini: Dangdut: Musik, Identitas, dan Budaya Indonesia (Call No. 780 WEI d)
Link: https://www.youtube.com/watch?v=MxJYgUc6Bis

6. Boolean Operator: Cara Instan Mendapatkan Data yang Relevan.
KUTUBUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) kali ini akan membagikan tips and trick seputar penelusuran informasi secara online yang bisa mempermudah kalian dalam menyelesaikan tugas akhir atau penelitian kalian berdasarkan buku Modul Pelatihan Literasi Informasi: Pelatihan Instruktur Tingkat Dasar (Call No. 028.70711 MOD). Link: https://www.youtube.com/watch?v=9ftwEJIX7ms

7. Lakukan 3 Hal Ini Untuk Sukses Berkomunikasi.
Miskomunikasi bisa sering banget terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bisa jadi karena kemampuan komunikasi kita yang kurang efektif, jadi pesan yang kita sampaikan tidak dipahami oleh orang lain.

Pada dasarnya, komunikasi itu bukan jalan tol yang cuma satu arah. Komunikasi harus terjadi dua arah. Pesan yang kita sampaikan seharusnya mudah dipahami dan diterima dengan baik oleh pendengar, baru deh komunikasi kita berhasil.

Dale Carnegie and Associates melalui bukunya yang berjudul ‘Sukses Berkomunikasi’ (Call No. 650.14 CAR s) yang sudah cetakan ke-9 ini memberikan kita jawaban seputar cara menjadi komunikator yang baik. Link: https://www.youtube.com/watch?v=F43f20i4nHg

8. Dress ur Best.
Tampil menarik adalah impian kita semua. Dengan memiliki tampilan yang menarik tentunya akan meningkatkan rasa percaya diri kita. Nah untuk itu kita perlu melihat proporsi tubuh kita, lalu kita bisa menentukan nih pakaian apa yang sesuai dengan proporsi tubuh kita. Kalau kamu masih bingung dengan proporsi kamu, termasuk tipe tubuh yang mana nih? Jangan khawatir, kalian akan sangat terbantu dengan buku yang satu ini, DRESS YOUR BEST (Call no. 391 KEL d) karya Clinton Kelly dan Stacy London. Kalian dapat menemukan beberapa referensi outfit yang sesuai dengan bentuk proporsi tubuh kalian.
Dari buku DRESS YOUR BEST ini, ada beberapa tipe proporsi tubuh nih yang bisa kita jadikan sebagai panduan dalam memilih pakaian yang sesuai. Nah maka dari itu, yuk cari tau terlebih dahulu.
Link: https://www.youtube.com/watch?v=hi8RJ5OBFmQ&t=3s

Selamat menikmati, salam literasi 😊

Sukses Start Up ala Nam Do San – KUTU BUKU eps. 13

Hai UCpeople, siapa disini yang ngefans sama drakor “Start-up”? Kalian termasuk tim Han Ji Pyeong atau Nam Do San?
Menjadi buah bibir di penghujung tahun 2020 lalu. Plot cerita yang tidak mudah ditebak, dan pendalaman karakter masing-masing pameran membuat seri ini begitu banyak menarik milenial. Selain itu, perjuangan mereka dalam membangun bisnis patut dijadikan contoh. Sama halnya dengan buku yang akan kita review berikut ini, “Sprint: How to Solve Big Problems and Test New Ideas in Just Five Days” (Call No. 658.403 KNA s) di mana melalui buku ini kita akan belajar dari penulis, yaitu Jake Knapp yang menciptakan proses 5 hari tersebut di Google Ventures untuk membantu membuat prototype dan memvalidasi ide secepat dan seefektif mungkin.
Seri KUTU BUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) Eps ke 13 ini adalah hasil kolaborasi UC Library bersama Laboratory of Communications and Media Convergence (LCMC)