Circulation on the Spot – Mei 2022

Pada hari Kamis-Jumat, tanggal 12-13 Mei 2022 lalu, UC Library kembali mengadakan Circulation on the Spot yang kali ini diadakan di area Corepreneur lt. 1 UC Tower.
Adapun Koleksi yang disirkulasikan adalah koleksi yang berkaitan dengan Wanita, kebhinekaan, Indonesia, perjuangan kaum perempuan, tragedy Mei 1998, serta Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dikarenakan bertepatan pada tanggal 12 Mei lalu juga berlangsung acara Melawan Kekerasan Seksual, Mengenang Tragedi Mei 1998, acara yang didukung oleh Universitas Ciputra, Perkumpulan Boen Hian Tong, Komnas Perempuan dan Roemah Bhinneka ini menjadi momentum generasi muda mencegah dan melawan Kekerasan Seksual di Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan UC Library kepada pemustaka sekaligus memudahkan pemustaka untuk meminjam, mengembalikan maupun memperpanjang koleksi yang diinginkan. Kegiatan ini pun juga berusaha mewujudkan layanan prima sesuai dengan tema besar kelompok SH2 Ciputra Group, yaitu: Positif, Ramah, Inisiatif, Menghormati/Menghargai, Antusias. Tampak beberapa pengunjung ada yang memanfaatkan layanan tersebut, baik membaca di tempat, meminjam koleksi, memperpanjang koleksi, maupun mengembalikan koleksi yang dipinjam. 📚

 

How to Branding Yourself in Digital Era – Innovation Talk (iTalk) UC Library

Tanpa kita sadari, era digital memang sudah menjadi bagian dari hidup kita yang akan terus berkembang. iTalk (Innovation Talk) yang diadakan oleh UC Library pada hari Kamis, 12 Mei 2022 lalu kembali mengedukasi kita mengenai pentingnya membuat personal branding di era digital ini. Pada acara iTalk kali ini, UC Library mendatangkan narasumber yang telah berpengalaman dalam bidang membangun personal branding dari Kreativv_id, yaitu Kak Miela Indarto (Head of Content Kreatiff_ID dan alumni INA UC 2008). Acara ini terbuka bagi semua kalangan baik dari yang masih bersekolah hingga yang sudah bekerja dan berfokus juga pada bagaimana tata cara penggunaan LinkedIn dan IG reels.
Kak Miela, membuka acara iTalk kali ini dengan menjelaskan mengenai betapa pentingnya branding itu sendiri. Jika kita lihat, barang yang tidak diberi branding terlebih dahulu akan memiliki value dan harga yang jauh lebih murah daripada barang dengan branding yang sudah terkenal. Sama halnya juga dengan diri kita sendiri, bagaimana kita membuat personal branding kita untuk dilihat oleh orang-orang disekitar kita. Personal branding ini sendiri tentunya akan mendatangkan keuntungan bagi diri kita sendiri, contohnya seperti menambah kepercayaan diri, kredibilitas, networking, dan juga membantu dengan karir kita loh!. Coba deh jika kamu sudah memiliki personal branding yang bagus dalam bidangmu, maka jelas kamu akan lebih mudah mendapat kenalan pada bidangmu kan.
Mungkin kamu bingung, kalau mau buat personal branding, kira-kira harus mulai darimana ya?. Nah pertama-tama, kamu harus bisa mengetahui tentang dirimu sendiri. Apa yang kamu suka, apa yang memotivasimu, juga apa yang mungkin orang lain perlukan dari kamu. Tahap yang kedua, kamu harus mengetahui goals yang ingin kamu tuju itu apa. Kamu bisa juga mulai untuk mengeksplor lebih lagi dalam bidangmu dengan berani untuk melamar di tempat-tempat kerja dalam bidangmu. Dari sana, kamu akan mendapat lebih banyak insight dan informasi yang lebih professional dalam bidangmu. Penting juga untuk selalu membuat konten mengenai bidang yang kamu sukai, agar orang-orang disekitarmu juga mengerti tentang bidang yang sedang kamu geluti. Jangan lupa juga untuk selalu konsisten dalam bidangmu ya! Jangan pantang menyerah walaupun memang memulai sebuah karir itu mungkin akan susah. Tidak lupa juga, networking itu memegang point penting dalam karirmu loh!. Dari networking yang kamu dapat, mungkin kamu juga bisa melakukan kolaborasi dengan orang lain untuk membuat sesuatu yang luar biasa.
Keseruan iTalk ini tidak hanya sampai sini loh! Kak Miela juga menjelaskan mengenai betapa pentingnya LinkedIn sebagai personal branding kita. Pertama-tama, pastikan profile picture kamu jelas, pencahayaan bagus, foto yang tidak terlalu jauh, berpakaian professional, dan jangan ada aksesoris yang menghalangi mukamu yah!. Jangan lupa juga dengan cover photo yang mencerminkan tentang dirimu yah. Kamu juga bisa menjelaskan mengenai dirimu pada search engine yang ada di linkedin dan juga aboutmu!. Jika kamu masuk lebih dalam kedalam linkedin, kamu juga bisa memasuki group-group yang sekiranya memang menarik perhatian kamu loh.
Tips selanjutnya nih, jangan pernah malu untuk memulai sesuatu yah teman-teman! Apalagi untuk mengembangkan koneksimu sendiri. Ketahuilah bahwa semua yang kita lakukan itu membutuhkan suatu progress dan tidak ada yang instan.
iTalk ini juga selalui dipenuhi dengan keseruan lainnya loh!. Tidak hanya sekedar memberi informasi, namun juga dilengkapi dengan QnA dan tutor yang tentunya akan sangat membantu kamu! Jadi jangan lupa untuk selalu mengikuti next iTalk dari UC Library yah! Salam literasi!

Plagiarism 101 & Reference Manager Mendeley – INFORMATION LITERACY CLASS (March 2022)

Information Literacy Class : March 2022

 

Siapa sih disini yang suka kalau karangan pribadi diambil hak miliknya oleh orang lain? Tentu tidak ada yang akan suka jika di plagiat bukan? Bahkan pada PERMENDIKNAS no. 17 tahun 2010 saja sudah dengan jelas menuliskan mengenai beberapa pasal plagiarisme. Namun nyatanya, memang masih banyak sekali kasus plagiarisme khususnya pada kalangan siswa atau mahasiswa. Nah, pada Information Literacy Class (ILC) bulan Maret 2022 yang diadakan oleh UC Library ini kalian akan diajarkan tips & trik untuk menghindari plagiarisme. Setelah itu kalian akan diajarkan cara menggunakan reference manager mendeley agar kalian mudah menyusun tulisan ilmiah. Selain itu ada juga lho informasi tentang bagaimana caranya mendapatkan sumber literatur dari berbagai sumber e-resources yang sah. Acara yang dipandu oleh Pak Raden Panji J. Udik Esbiantoro, S.S | (Staff Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya (Pustakawan)) ini juga memberikan informasi seputar layanan UC Library yang dapat kalian manfaatkan selama pandemi.

Bagi kalian yang bingung mengenai bagaimana caranya menurunkan prosentase similarity index plagiarisme, mungkin kalian harus mencoba beberapa cara seperti paraphrase. Paraphrase sendiri merupakan suatu cara meminjam ide ataupun gagasan dari sebuah sumber tanpa menjadi plagiat. Melakukan paraphrase ini bisa dimulai dengan cara memahami makna dari sumber terlebih dahulu, mencatat kata kunci, lalu kemudian menulis kembali dengan kata-kata kalian sendiri atau bisa juga dengan merubah struktur kalimat. Bagi kalian yang masih kebingungan, ternyata ada banyak tools yang dapat membantu kalian dalam melakukan paraphrase, contohnya seperti dupli checker, paraphrasing tool, quillbot, spinner.id, juga smodin. Dalam melakukan sitasi, kalian juga bisa menggunakkan beberapa tools reference manager seperti endnote, Zotero, Mendeley, refworks, dan banyak lainnya. Namun pada ILC ini, kita akan berfokus dalam penggunaan Mendeley sebagai reference manager tools.

Dalam ILC ini, kita juga akan diajarkan cara-cara untuk mengakses E-Journal Emerald secara serentak ataupun bersamaan. Jadi jika kita mengalami kendala dalam mengakses E-Journal Emerald tersebut, kita bisa langsung mengonsultasikannya kepada Pak Panji. Situs Emerald ini akan membantu kalian dalam mencari journal atau buku yang hendak kalian cari.

Selanjutnya, dilanjutkan juga dengan penjelasan mengenai Mendeley Desktop. Bagi kalian yang belum pernah mendengar mengenai Mendeley Desktop, maka kalian akan mendapatkan banyak sekali informasi penting khususnya bagi kalian yang hendak mengerjakan tugas akhir kalian. Mendeley Desktop sendiri merupakan suatu alat yang dapat membantu kita dalam mensitasi dalam sebuah karya tulis. Pak Panji menjelaskan secara detail mulai dari bagaimana cara mendownload aplikasi Mendeley Desktop ini sendiri hingga cara penggunaannya. Selain Mendeley, juga akan ada Install tools dimana juga bisa digunakan dalam tugas kalian. Ada 2 hal yang perlu di install, yaitu install web importer, dan yang kedua adalah install Ms Word Plugin. Ini berfungsi agar ketika kita menggunakan suatu sumber dari website, yang nantinya akan di masukkan kedalam Mendeley dan kemudian akan connect ke dalam Ms Word. Pak Panji akan menjelaskan serta juga memberikan berbagai macam contoh mengenai penggunaan dari Mendeley tersebut, jadi bagi kalian yang masih bingung tidak perlu takut.

Dalam ILC ini, kalian juga bisa belajar mengenai cara untuk membangun database (Look up DOI). Digital Object Identifier (DOI) berarti alat pengenal permanen suatu dokumen elektronik. Pada look up DOI ini, tentu disarankan untuk selalu membaca artikel terlebih dahulu agar mengerti mengenai apa yang ada didalam artikel tersebut sebelum melakukan sitasi. Selain DOI, bisa juga membangun database dengan cara menginput manual. Hal ini biasanya dilakukan jika sudah tidak ada lagi sumber elektronik yang bisa dicari. Juga, bisa dari buku, journal, atau artikel yang memang sudah sangat lama sehingga tidak ditemukan sumber elektroniknya.

Jadi, untuk kalian yang masih bingung dalam menurunkan prosentase plagiarisme baik dalam tesis ataupun tugas kalian, kalian bisa mengikuti seminar Information Literacy Class yang diadakan UC Library setiap bulannya!. Dijamin deh kalian akan mendapatkan banyak sekali informasi yang berguna bagi tugas-tugas kalian!. Ditambah lagi, diakhir pertemuan ILC ini, UC Library selalu mengadakan permainan dari Quizzi yang berhadiah menarik! See you on the next Information Literacy Class.

 

Menelusur Pecinan di Kota Tua Surabaya

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2022, pada Sabtu, 29 Januari 2022 lalu, Laboratory of Tourism Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya mengadakan acara “Walking Tour: Mlaku-mlaku Nang Pecinan”. Adapun rute yang dikunjungi yaitu area Pecinan di Kota Tua Surabaya, antara lain: JMP (Jembatan Merah Plaza), Kya-Kya, Jalan Karet (Rumah Abu Han, The & Tjoa – Sightseeing), Kelenteng Hok An Kiong, Jalan Coklat, Pasar Bong, Pasar Pabean, dan Jalan Panggung. Melalui walking tour ini, diharapkan para peserta bisa bertemu dengan teman-teman baru, sekaligus mendapat trivia dan fakta menarik tentang hidden gem dari lokasi-lokasi yang dikunjungi bersama dengan tour leader Bapak Chrisyandi Tri Kartika, S.Sos yang merupakan salah satu Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya dan juga ketua komunitas Pernak-pernik Surabaya Lama.

Trotoar depan hotel Arcadia Surabaya menjadi meeting point kegiatan yang dimulai pada Pkl. 08.00 WIB ini. Total 18 peserta yang hadir pun berasal dari beragam profesi, seperti dosen, mahasiswa dari beberapa universitas, ibu rumah tangga, dan tenaga kependidikan. Lokasi pertama yang menjadi pemberhentian adalah lokasi depan Jembatan Merah Plaza untuk melihat Gedung Internatio serta membandingkan dengan peta Surabaya lama yang dibagikan, melalui peta yang dibagikan, tampak kebijakan pemerintah kolonial yang dibuat untuk membagi permukiman penduduk berdasarkan etnisnya. Tampak area yang dikelompokkan dalam peta terdapat Chinezen Kamp, Arabische Kamp, Europesche Wijk dan kampung Pribumi. Kampung atau kawasan tersebut pun masih bertahan hingga kini dan menjadi salah satu tujuan wisata di Surabaya serta menjadi saksi bisu perjalanan masyarakat Surabaya.

Tur berlanjut ke area Jembatan Merah, “Jembatan merah pada awalnya bernama Roode Brug. Roode itu merah, Brug itu jembatan.” Jelas Pak Chrisyandi sebelum melanjutkan tur ke arah Jalan Karet. Rute selanjutnya dimulai sekitar Jalan Karet untuk melihat beberapa bangunan peninggalan budaya Tionghoa. Sepanjang Jalan Karet tampak arsitektur bernuansa tionghoa dan di jalan ini pula terdapat Rumah Abu Han, Rumah Abu The dan Rumah Abu Tjoa, namun selama pandemic belum bisa menerima tamu untuk masuk berkunjung. Perhentian pertama pada Rumah Abu Han, dimana terdapat simbol perpaduan arsitektur Jawa, Tionghoa, dan Eropa. Rumah Abu Han Bwee Koo yang tepatnya berada di Jalan Karet nomor 72 Surabaya ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan bangunan yang punya nama asli Rumah Sembahyang Keluarga Han Bwee Koo ini kabarnya bakal dijadikan museum oleh pemkot Surabaya. Han Bwee Koo sendiri adalah seorang tokoh terkemuka Tionghoa Indonesia, pejabat pemerintah, dan sekutu Perusahaan Hindia Timur Belanda. Tampak pada Rumah Abu bagian depan dua pilar bercat abu-abu, satu pintu besar di tengah dengan pagar besi yang terpasang menempel di depan pintu kayu berornamen naga. Tampak pula dua jendela bundar terbuat dari batu berornamen naga khas Tionghoa di sisi kiri dan kanan teras rumah serta pintu depan rumah itu juga masih asli.

Sebelum berlanjut ke Rumah Abu The, rombongan tim Walking Tour melewati Jalan Gula, yang juga menjadi salah satu spot foto favorit anak muda Surabaya. “Jalan ini bisa dibilang jalan seribu umat, karena Jalan Gula ini sering dibuat lokasi foto yang populer untuk prewedding, photoshoot, dsb” Terang Pak Chrisyandi. Selanjutnya ada Rumah Abu milik keluarga The Goan Tjing yang terletak tidak jauh dari Rumah Abu Han. Dengan khas arsitektur Tionghoa, tampak juga pagar besi berwarna hijau di depan pintu masuk dengan sepasang singa batu di depan, seolah menjaga keamanan pintu masuk Rumah Abu The.

Lokasi selanjutnya adalah Klenteng Hok An Kiong, yang juga dikenal sebagai klenteng tertua di Surabaya. Klenteng ini didirikan tahun 1830 oleh Hok Kian Kong Tik. Klenteng ini merupakan Klenteng Tri Dharma yang memfasilitasi peribadatan umat Konghucu, Budha dan Tao. Tampak pula lukisan-lukisan indah di keramik tembok bagian dalam Klenteng yang menceritakan sejarah Panglima Perang Kwan Kong menjadi pemimpin dinasti tiga kerajaan Tiongkok. Spot selanjutnya peserta diajak untuk berkunjung ke Pasar Bong. Di dalam pasar yang terletak area Kembang Jepun ini terdapat satu rumah yang berdiri di atas pekuburan Tionghoa atau pekuburan keluarga (arti lain Bong).

Jalan Panggung dan Pasar Pabean menjadi rute perjalanan akhir dari rangkaian acara yang disusun. Jalan Panggung sendiri merupakan salah satu area di kawasan kota lama Surabaya yang berada di tengah-tengah Kawasan Ampel dan Kembang Jepun. Pada 2019 lalu Pemerintah Kota Surabaya sempat melakukan revitalisasi sepanjang jalan ini, berupa pengecatan, pembuatan trotoar dan memasang lampu hias serta pemasangan paving block sepanjang jalan. Alhasil saat ini jalan Panggung menjadi salah satu lokasi yang menarik wisatawan berkunjung ke kawasan wisata kota tua yang berada di sudut kota ini. Pak Chrisyandi menjelaskan, “Teman-teman yang ingin berkunjung ke Jalan Panggung ini, usahakan hari Senin sampai Sabtu ya, kalau hari Minggu dipastikan tutup semua ini, sepi!”

Selain banyak menyediakan banyak spot foto menarik, Jalan Panggung sendiri memiliki atmosfir berbeda ketika kita melewatinya. Ramai keragaman budaya tampak di jalan ini. Bau harum rempah-rempah dan keberadaan pertokoan berarsitektur tradisional yang masih kental serta lampu hias eksotis menemani perjalanan Pak Chrisyandi dan rombongan. Ke arah Utara menuju Pasar Pabean suasana semakin ramai dengan lalu lalang warga dan pedagang yang membawa barang dagangannya. Di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan modern saat ini, Pasar Pabean yang telah berusia 150 tahun ini masih tetap eksis. Pasar Pabean sendiri merupakan pusat perdagangan palawija di Jawa Timur dan memiliki jenis dagangannya yang sangat segmented, yaitu ikan asin hingga ikan segar baik laut maupun air tawar. “Pasar ini dibangun tahun 1831, dan dibagi 2, area pasar basah dan pasar kering.” Ujar Pak Chrisyandi. Area pasar basah diperuntukkan untuk jenis jualan serba ikan, sedangkan untuk pasar kering untuk aneka hasil bumi.

Sekitar Pkl. 10.30 WIB peserta berkumpul di area Taman Sejarah depan Jembatan Merah Plaza untuk acara kuis dan pembagian giveaway serta foto bersama menjadi penutup rangakaian acara Walking Tour siang itu.

Dare to Achive Your Dream – Podcast KATALOG

Hai UC People, bisa enggak sih menjadi seorang entrepreneur sekaligus menjadi seorang mahasiswa? Mungkin gak ya?

UC Library berkesempatan mewawancarai Valentinus Ezra Japola – IBM ’18 (Mahasiswa International Business Management 2018), dan bertanya mengenai suka dukanya dalam menjalankan bisnis serta tugasnya sebagai seorang mahasiswa aktif IBM-UC. Yuk simak wawancara singkat kami bersama host Christye Dato Pango (Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya) dan Widya Witomo (Mahasiawa IBM UC 2020)
Available on Spotify:
https://bit.ly/PodcastKatalog
– link di bio ✨

Stay Safe, Stay at Home, Stay Productive, Stay Positive, and Stay Healthy UC People!💪

Safe Travelling with Low Budget – iTalk (Innovation Talk)

Perpustakaan Universitas Ciputra kembali menghadirkan iTalk (Innovation Talk) yang bertemakan “Safe Travelling with Low Budget” yang diselenggarakan pada Jumat (17/12) lalu. Para peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, dan khususnya para pencinta travelling hadir untuk mendapatkan banyak tips liburan dengan hemat. Kegiatan yang dimulai Pkl 15.00 – 17.00 WIB ini dibuka oleh Bu Essy Marischa Nadia, S.E. (Staff perpustakaan Universitas Ciputra (Pustakawan)) dan mengundang Trinity (Penulis-The Naked Traveler Series) dan Rizki Adityaji, S.E., M.Par. (Tour Leader – Dosen Hospitality and Tourism Business UC) selaku narasumber. Sebagai moderator ditunjuk Resa Kharisma Efendi (Mahasiswa HTB UC) dan Yunika Putri Prastika (Mahasiswa Accounting UC) yang bertugas memandu acara sore itu.

iTalk ini dibuka oleh Pak Kiki yang bercerita mengenai travelling dan bagaimana beliau pada saat itu melakukan travelling secara simple dan juga hemat. Pak kiki juga menceritakan bagaimana awal mulanya beliau bisa menjadi dosen dibidang Tourism. Pak Kiki menceritakan waktu liburannya pada saat awal Flu burung di Hong Kong. Pengalaman beliau sangat luar biasa banyak berkeliling ke berbagai negara. Menurut pak Kiki perbedaan yang terjadi pada saat travelling ketika sebelum dan sesudah adanya pandemi ini yaitu andanya banyak peraturan yang diberlakukan ketika masa pandemi covid-19, dan harus banyak persyaratan yang harus dipenuhi, seperti swab dan harus menjaga protokol kesehatan, begitu pula perlu adanya persiapan matang terlebih dahulu sebelum pergi travelling.

Selanjudnya sesi kedua dinarasumberi oleh kak Trinity. Beliau menceritakan pengalamannya tentang bagaimana beliau mulai menyukai travelling sejak kecil dan sering berpergian bersama orang tuanya mengelilingi Indonesia hingga luar negri. Beliau sudah banyak sekali menerbitkan buku best seller dan bahkan sudah difilmkan. Beliau memiliki hobby menulis sejak remaja dan kak Trinity menjelaskan banyak sekali keindahan yang beliau dapatkan ketika melakukan travelling dan bisa melihat dan menikmati keajaiban-keajaiban yang diberikan Tuhan. Kak Trinity memberikan tips dan trik ketika traveling kita dapat merangkum dalam bentuk tulisan dengan mencatat hal-hal yang penting, dan mendokumentasikan lokasi-lokasi tertentu.

 

Penjajagan Kerjasama dengan Museum Batik Bantul, Jogjakarta

Pada 27-29 November lalu, UC Library bersama Fakultas Pariwisata dan Program Studi Hospitality and Tourism Business UC melakukan penjajagan kerjasama dengan Museum Batik Bantul dan PEMDA Bantul, Yogyakarta. Panjajagan kerjasama ini membahas beberapa agenda terkait pengelolaan museum serta rencana digitalisasi koleksi guna meningkatkan aksesabilitas masyarakat dan pemberdayaan perekonomian pengrajin Batik.

Meeting Pengelolaan Akun Google Scholar

Selasa, 30 November 2021 lalu tim UC Library mengadakan diskusi bersama pihak LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masysrakat) UC mengenani pengelolaan akun Google Scholar. Pada kesempatan kali ini tim UC Library bertanya dan berkonsultasi terkait akun Google Scholar pribadi maupun pengelolaan akun Google Scholar Sivitas Akademika UC.

Diskusi Bersama Asosiasi Museum Perguruan Tinggi

Pada 5 November lalu, diadakan diskusi dan silaturahmi secara online antara pihak UC Library diwakili oleh Pak Yehuda Abiel, Centre for Creative Heritage Studies UC yang diwakili oleh Pak Michael Nathaniel Kurniawan dan Bu Rani Prihatmanti, Museum Gubug Wayang oleh Cyntia Handy bersama dengan Dr. Ciwuk Musiana Yudhawasti, M. Hum dan Pak Asnan dan Bu Tena Djuartina dari Asosiasi Museum Perguruan Tinggi Indonesia.

AKREDITASI B untuk MED (Sarjana Kedokteran) dan MDP (Profesi Kedokteran)

Selamat dan sukses kepada Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra atas diraihnya AKREDITASI B untuk MED (Sarjana Kedokteran) dan MDP (Profesi Kedokteran) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Pada tanggal 16 November lalu, telah terlaksana Visitasi Akreditasi Akreditasi LAM-PTkes Fakultas Kedokteran (FK) dan dilaksanakan secara luring (onsite). Tim Perpustakaan men-support visitasi akreditasi tersebut pada saat kunjungan sarana dan prasarana FK UC dengan menunjukkan dan menjelaskan fasilitas, layanan, serta koleksi-koleksi penunjang program studi kepada asesor.