iTalk: Data Transformation in 21st Century

img_3067

 

 

Bulan ini UC Library hadir kembali dalam kegiatan “i’Talk” (Innovation Talk), yang pada bulan ini berkerja sama dengan Program Studi Management Information System, dan mengambil tema “Data Transformation in 21st Century”. Adapun kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 24 Oktober 2016 lalu, berempat di UC Student & Service Lounge (UC Lantai 2) dan dimulai Pkl. 09.00-10.30 WIB. Sebagai narasumber yang sharing knowledge dalam acara ini adalah Pak Adi Suryaputra Paramita (Head of Management Information System, Lecturer).

Melalui kegiatan ini peserta mendapatkan pelajaran bagaimana memaksimalkan pemanfaatan data dengan baik, sebuah perusahaan bisa melihat perilaku berbagai konsumennya dan menetapkan strategi bisnis selanjutnya. Tahukah Anda, 47% penjualan di Amazon.com — toko paling besar di planet ini — berasal dari penjualan item yang ditampilkan pada bagian Recommended Product. Fitur ini terletak di bagian bawah deskripsi produk yang sedang kita lihat. Ia berbentuk barisan produk-produk yang direkomendasikan oleh Amazon kepada kita. Tanpa fitur ini Amazon tidak sebesar seperti yang kita kenal sekarang. Fitur Recommended Product terdengar simpel bagi kita, terutama para pengembang web. CMS (seperti WordPress, Joomla, Drupal, Magento dll) dan template, termasuk untuk ecommerce tersebar dimana-mana. Di dalamnya pun sudah ada fitur Recommended Product. Template yang nyaris seperti Amazon juga sudah banyak. Tinggal pasang, jalankan. Sesederhana itu? Apakah kalau kita bikin toko online dengan fitur Recommended Product maka kita bisa menyontek kesuksesan Amazon? Tidak. Yang berada di belakang fitur Recommended Product Amazon adalah sebuah learning machine dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI) yang super kompleks. Ia membaca perilaku kita selama berada di dalam toko yang ditunjukkan lewat klik dan di bagian mana kita banyak berfokus (heat map).

collage-2

Data ini disinkronkan dengan data profile kita, lokasi, kegemaran, pekerjaan, pendapatan, perilaku media sosial, dll. AI ini tak hanya mencoba memahami siapa kita, tapi juga (jutaan) pembeli lain yang punya perilaku atau profil mirip kita. Data-data ini diolah dan disinkronkan. Output-nya adalah Recommended Product yang tujuannya adalah menawarkan barang yang tepat kepada orang yang tepat berdasarkan data orang itu dan data jutaan orang lain. Information Technology (IT) atau teknologi informasi adalah ketika Anda membuat sebuah website seperti Amazon untuk melayani orang lain. Data Technology (DT) atau teknologi data adalah ketika Anda menggunakan data untuk memahami orang lain. IT adalah mesin yang menjalankan otomatisasi untuk melayani manusia. Ia bersifat self-control dan self-management. IT membuat manusia berperilaku seperti robot. IT adalah sesuatu yang; I have, you don’t have. DT adalah mesin yang dibuat untuk memahami manusia. Ia menstimulasi produktivitas manusia dan melayani banyak orang. DT membuat robot berperilaku seperti manusia. DT adalah sesuatu yang; You have, I don’t have. Era IT sudah lewat dan tak lagi cukup. Sama seperti bisa membuat sepeda tidak lagi cukup, tapi harus membuat sepeda yang bisa berjalan sendiri — sepeda motor.

collage-1

Bila Anda berpikir untuk berperan serta dalam DT sebagai pelaku industri, pemerintahan atau organisasi non-profit, sekarang adalah masa terbaik. Dunia baru sama-sama memulai era DT dan tak ada satu pun pihak yang mengklaim dirinya sebagai pihak paling berkuasa atas DT atau punya kontrol penuh. Sumber data itu ialah semua manusia, oleh karenanya setiap pihak saling tergantung. Ingatlah bahwa DT adalah; you have, I don’t have. DT membuat kita makin memahami manusia dan menciptakan dunia yang lebih baik lewat pemahaman itu. Di masa mendatang, ada 4 bidang profesi yang memiliki permintaan tertinggi di dunia. Ia disebut STEM Education: science, technology, engineering, math.

James Bacon, jurnalis bidang teknologi menulis: “Ibu, jangan biarkan anakmu menjadi pengacara. Programmer komputer dan insiyur akan hidup sejahtera di abad ke-21. Tapi bila kamu ingin anakmu jadi orang seperti Steve Jobs dan Bill Gates, sekolahkan mereka di bidang matematika yang memungkinkan mereka mempelajari analisa big data.”

Movie Time @ UC Library: 42 (2013)

collageUC Library kembali mengadakan Movie Time @ UC Library, dan menanyangkan sebuah film tentang kehidupan atlet Bisbol legendaris Amerika Serikat, Jackie Robinson. Kegigihaannya dari nol hingga sampai dikontrak oleh klub Bisbol Brooklyn Dodgers dan mencapai puncak kesuksesan bersama pelatih Branch Rickey. Movie Time diadakan pada: Hari / tanggal: Jumat, 21 Oktober 2016, Pkl. 13.00 – 15.00 wib bertempat di Library Lounge

gallery_12

42 (2013)

Sutradara: Brian Helgeland
Pemain: Chadwick Boseman, Harrison Ford, Nicole Beharie

Sinopsis:

Branch Rickey (diperankan oleh Harrison Ford) adalah seorang pemilik klub baseball Brooklyn Dodgers. Di masa tuanya, sebelum pensiun, ia ingin melihat klub baseball-nya lolos ke seri dunia baseball dan membawa perubahan kepada liga baseball Amerika pada umumnya
Keputusannya untuk membawa seorang pemain baseball amatir kulit hitam bernama Jackie Robinson (Chadwick Boseman) ke dalam klubnya dianggap sebuah bentuk perlawanan terhadap masyarakat kulit putih yang pada tahun itu (1946) masih memandang sebelah mata orang-orang kulit hitam. Berbagai cobaan dialami oleh Branch Rickey, mulai dari komentar dan sikap negative orang-orang terdekatnya, pemain klubnya sendiri yang menolak bermain dalam satu tim dengan orang kulit hitam, sampai putusnya hubungan baik antar sesama pemilik klub baseball di liga baseball Amerika.
Tapi cobaan paling berat tentu dialami oleh Jackie Robinson. Ia adalah orang kulit hitam pertama yang dikontrak oleh klub liga baseball professional Amerika. Cemohan dari teman-teman satu klubnya, pelatih lawan sampai ke penonton harus dihadapi oleh Jackie Robinson.

LIBRARY – Circulation on The Spot (October Edition)

20161011_105739
Hari Jumat lalu, 7 Oktober 2016 & Senin – Rabu, 10 – 12 Oktober 2016 mulai pukul 10.00 – selesai, Library kembali mengadakanCirculation On The Spot dan kali ini diadakan di lantai 3 (tiga). Koleksi yang di sirkulasikan adalah koleksi yang jarang termanfaatkan oleh pemustaka dan koleksi sesuai dengan jurusan yang ada di lantai 3 (IMT, MIS, CBZ, & IHTB).
Circulation On The Spot ini sebagai tujuan untuk mendekatkan Library kepada pemustaka sekaligus memudahkan pemustaka untuk meminjam, mengembalikan maupun memperpanjang koleksi yang diinginkan.
collage

 

Pengabdian Kepada Masyarakat: Pembekalan Dunia Industri Pakaian Kerja Blazer dan Sackdress

Terlihat ada yang berbeda pada SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya pada Kamis (29/9) lalu, tampak Bu Soeslityowati, dosen dari program studi Fashion Design & Business (FDB) tampak mengajar di salah satu kelas di sekolah tersebut. Bu Soeslityowati yang akrab disapa Bu Lilis ini melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di SMK Katolik Mater Amabilis Surabaya didampingi oleh pihak UC Library yag diwakilkan oleh Pak Yohanes Panji, Pak Abi, dan Chrisyandi. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, dari hari Kamis (29/9) sampai Jumat (30/9) lalu. Kegiatan yang dimulai pkl 07.00 wib ini bertema Pembekalan Dunia Industri Pakaian Kerja Blazer dan Sackdress, dan para siswa yang berjumlah 20 ini belajar praktek beserta penjelasan cara mengukur, menggambar pola, memotong dan menjahit bahan.

Tampak  siswa yang semuanya perempuan yang hadir diajak langsung untuk praktek mengukur, menggambar pola, memotong bahan sampai menjahit sehingga menjadi pakaian kerja siap pakai. Para siswi tampak antusias dalam mengukur panjang pola, kemudian menggambar pola pada kertas, menjiplak pola ke atas bahan, serta memotong bahan sampai menjahit bahan tersebut sehingga menjadi pakaian kerja blazer dan sackdress. Kertas yang telah digunting sesuai pola ukuran tubuh ini dapat disimpan dan dijadikan template untuk pembuatan blazer dan sackdress selanjutnya. Siswa/i tersebut juga aktif dalam bertanya. Bahan yang digunakan berupa berbagai jenis kain sesuai selera dan kebutuhan.

Melalui kegiatan ini para siswi diharapkan mampu menghadapi dunia industri dan mendapat bekal lebih mantap dan lebih disiplin terhadap dunia industry nantinya.

 

collage-hari-1

Suasana Kegiatan Hari 1

collage-hari-2

Suasana Kegiatan Hari 2

 

 

 

iTalk: Arsitektur Tradisional Indonesia

Kegiatan bulanan i’Talk (Innovation Talk) kembali hadir pada Jumat lalu, tepatnya pada tanggal 16 Septrmber 2016 yang lalu. i’Talk kali ini bekerja sama dengan program studi Interior Architecture (INA) dan mengambil tema “Arsitektur Tradisional Indonesia” dan sebagai narasumber, ditunjuk Bapak Prof. Dr. Ir. Josef Prijotomo, M Arch. (Guru Besar Teknik Arsitektur ITS) dengan moderator Bapak Gervasius Herry Purwoko  (Interior & Architecture Lecturer). Acara yang dimulai pada Pkl 13.30 wib ini membahas tentang arsitektur tradisional Indonesia yang patut dihargai dan dijaga kelestariannya dan bagaimana meningkatkan kesadaran atas arsitektur Nusantara sebagai patokan arah gaya arsitektur bangsa sehingga ke depannya dapat kembali menjadi identitas diri Indonesia.

Arsitektur Tradisional Indonesia itu jelas-jelas berbeda dari arsitektur Eropa atau arsitektur Barat. Oleh karena menunjukkan perbedaan yang sangat jelas itulah maka arsitektur tradisional itu tidak dimasukkan sebagai bagian dari ilmu arsitektur, melainkan masuk ke dalam ilmu kebudayaan. Jikalau dikatakan bahwa arsitektur Nusantara itu berbeda dari arsitektur Eropa, apa saja perbedaan yang mendasar? Yang pertama, arsitektur Nusantara itu mencakup arsitektur dari batu (candi) dan arsitektur dari kayu (bangunan tradisional); sedang arsitektur Eropa hanya menyangkut arsitektur batu saja. Yang kedua, arsitektur Nusantara itu berfungsi sebagai penaung atau peneduh, sebagai pernaungan atau perteduhan; sedang arsitektur Eropa itu berfungsi sebagai pelindung atau perlindungan. Sebagai pernaungan maka dinsing bangunan itu difungsikan sebagai tirai, sedang sebagai pelinsung dindingnya menjadi solid, massif dan tidak tembus pandang dan tak tembus angin. Yang ketiga, sebagai konsekuensi lebih lanjut dari ciri kedua, ruangan di dalam bangunan lebih ditujukan untuk upacara adat, penyimpanan benda berharga, dan tempat tidur para perempuan; kegiatan siang hari sebagian banyak dilakukan di luar bangunan (kolong, emperan, pelataran).

Dalam mengkinikan, sejujurnya saja ada demikian banyak penggarapan yang dapat dilakukan. Beberapa darinya adalah sebagai berikut :

  1. Kita bisa saja melakukan pengkinian dengan mengangkat seluruh obyek Nusantara tetapi tidak sebagai peng-copy-an, melainkan sebagai transformasi atau modifikasi sehingga hasil akhirnya memperllihatkan kesan “Ya Jawa, tetapi juga tidak jawa.”
  2. Dengan tetap melakukan transformasi atau modifikasi, mengambil sebagian saja dari yang Nusantara, bahkan bisa saja mengambil detil minor, misalnya umpak bangunan.
  3. Mengkombinasikan yang modern dengan yang Nusantara dengan perbandingan yang proporsional misalnya 25% modern dengan 75% Nusantara; 50% modern dan 50% Nusantara.
  4. Melakukan olah kreatif atas berbagai karya kerajinan dan kesenian Nusantara, misalnya motif tenunan dan anyaman bamboo atau rotan, lesung penumbuk padi atau kendi.

Arsitektur dan rancangan yang masa kini ternyata bisa ditangani sehingga sekaligus universal/modern tetapi juga sangat kuat jatidiri/identitas Indonesianya.

Tampak hadir selain mahasiswa Interior Architecture sebanyak tiga puluh (30) orang, hadir juga Dekan Interior Architecture Pak Freddy H. Istanto, Kaprodi Interior Architecture Bu Astrid Kusumowidagdo, serta wakil dari Yayasan Ciputra, DR. Ir. Denny Bernardus K.W, MM.

Resonance dari UKM Band juga kembali hadir membuka serta menutup kegiatan ini dengan melantunkan tembang bernuansa Jawa, “Sewu Kutho” dan “Prahu Layar”.

collage

 

 

“MEMBUAT POLA DASAR ROK SUAI” @ Balai RW 01 Kel. Rungkut Kidul, Surabaya

UC Library kembali mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat. Namun ada yang berbeda, tidak diadakan di Taman Baca di RW 01 Kel. Made seperti biasa, namun diadakan di Balai RW 01 Kel. Rungkut Kidul, Surabaya. Yup, pengabdian Masyarakat kali ini bekerja sama dengan program studi Fashion Design & Business. Mengambil topik yang sama dengan yang dilaksanakan pada Taman Baca RW 01 Kel Made pada Maret lalu, yaitu “MEMBUAT POLA DASAR ROK SUAI”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan berupa ketrampilan membuat Rok SUAI mulai dari mengukur, menggambar pola, hingga memotong bahan kepada Ibu-ibu warga Kelurahan Rungkut Kidul Surabaya dan dilaksanakan pada Jumat, 16 September 2016 lalu dan sebagai pemateri adalah tim dari jurusan FDB (Fashion Design and Business) yang diwakilkan oleh Ibu Olivia Gondoputranto, Bpk. Enrico, dan Bpk. Fabio Toreh. Kegiatan yang dimulai Pkl. 10.30 wib ini dimulai dengan sambutan dari Pak Yohanes Panji, selaku perwakilan dari Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya, dan setelah itu ada beberapa instruksi dari pemateri dan dilanjutkan dengan praktek beserta penjelasan cara mengukur, menggambar pola, dan memotong bahan. Tampak ibu-ibu warga Kelurahan Rungkut Kidul Surabaya antusias dalam mengukur panjang pola, kemudian menggambar pola pada kertas. Kertas yang telah digunting sesuai pola ukuran tubuh ini dapat disimpan dan dijadikan template untuk pembuatan Rok SUAI selanjutnya Ibu-ibu antusias dalam menjiplak pola ke atas bahan, serta memotong bahan dan juga aktif dalam bertanya. Bahan yang digunakan berupa berbagai jenis kain sesuai selera dan kebutuhan. Ibu-ibu warga Kelurahan Rungkut Kidul Surabaya diharapkan dapat terampil serta kreatif dalam membuat Rok SUAI yang dapat dipakai untuk menghadiri berbagai acara, dipakai di rumah, atau bahkan dijual. Ibu-ibu juga dapat membuka jasa pembuatan Rok SUAI.

collage-2 collage-1

 

Movie Time @ UC Library: Concussion (2015)

UC Library kembali mengadakan Movie Time @ UC Library, yang akan menanyangkan sebuah film yang dibintangi oleh Will Smith, tentang kegigihan seorang dokter mempublikasikan penemuannya, yang ternyata tidak semudah yang terlihat. Kegiatan kali ini diadakan pada hari / tanggal: Jumat, 9 September 2016 pada waktu: Pkl. 13.00 – 15.00 wib dan bertempat di Library Lounge.

CONCUSSION (2015)

Sutradara: Peter Landesman

Pemain: Will Smith, Alec Baldwin, Gugu Mbatha-Raw, David Morse, Albert Brooks, Eddie Marsan, Stephen Moyer, Luke Wilson, Adewale Akinnuoye-Agbaje

Sinopsis:

Diambil dari sebuah kisah nyata, film ini bercerita tentang seorang ahli neuropathologist forensik bernama Dr. Bennet Omalu (Wil Smith) yang menemukan sebuah ancaman berbahaya pada para pemain American Football. Ancaman itu berupa trauma otak yang dapat melemahkan para pemain American Football seumur hidup. Mengetahui hal itu. Bennet kemudian berjuang untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya tersebut. Akan tetapi usaha Bennet tidaklah mudah, dia harus berhadapan dengan masalah penyangkalan, terutama dari National Footnall League (NFL), sebuah wadah kompetisi American Football terbesar di dunia. Tidak hanya dirinya dan profesinya yang terancam, namun rekan-rekan dan keluarganya pun juga ikut terancam.

 

collage

Book Bazaar @ Library

Dalam rangka memeriahkan HUT UC ke-X, UC Library mengadakan bekerja sama dengan penerbit Andi dan Gloria mengadakan Bazaar Buku Murah dengan diskon mulai 30% – 75% selama bulan Agustus 2016. Selain buku-buku dari penerbit tersebut, juga diiual majalah binding dan buku koleksi seputar IT koleksi UC Library. Mulai 1 Agustus s/d 31 Agustus 2016.

 

kolase

iTalk: Table Manner

“You’re on a business meeting and decide to entertain your guests from the USA. The meeting goes smooth and your guests are happy. Then comes the dinner at a five star restaurant, and you have no idea how to behave. You’re staring at the knife and fork not knowing how to use them properly. You stare at your guests and realize that they’re wearing their formal suit, while you’re not. This is a fiasco. This is why you need table manner, knowing that the dinner might blow up your business chances. Learn table manner, save your business chance!”

Kutipan diatas adalah pengantar kegiatan bulanan UC Library, iTalk yang kali ini berjudul ‘Table Manner”.  Kegiatan yang dilaksanakan pada Hari/Tanggal: Senin, 29 Agustus 2016, bertempat di UC Student & Service Lounge (UC Lantai 2) ini memnunjuk narasumber Bpk Agustinus Nugroho, S.E., MIHM dari jurusan IHTB.

Etika makan atau Table Manners adalah aturan yang harus dilakukan saat bersantap bersama di meja makan.

Etika makan diperkenalkan oleh bangsa Eropa yang merupakan aturan standar terutama saat bersantap bersama-sama di sebuah acara resmi atau acara makan bersama di keluarga besar. Meskipun sebebarnya Etika tersebut telah ada jauh sebelum peradaban Eropa menyebar ke seluruh dunia.

Setiap negara memiliki aturan meja makan yang berbeda-beda. Namun, ada beberapa aturan dasar yang terdapat di setiap etika makan, yaitu :

  • Makan dengan mulut yang tertutup saat mengunyah makanan
  • Berbicara dengan volume suara yang rendah
  • Tutupi mulut saat batuk atau bersin
  • Jangan menyandarkan punggung di sandaran kursi
  • Jangan menimbulkan suara saat mengunyah makanan
  • Jangan memainkan makanan dengan peralatan makan
  • Jangan mengejek atau memberitahu seseorang bahwa dia memiliki etika makan yang buruk
  • Jangan bersendekap di meja makan
  • Selalu meminta ijin ke empunya acara saat akan meninggalkan meja makan
  • Jangan menatap mata orang lain saat dia sedang makan
  • Jangan berbicara di telepon di meja makan. Meminta ijinlah saat anda benar benar harus menjawab telepon, dan meminta maaflah saat kembali.
  • Jangan menimbulkan suara saat memakan sup
  • Letakkan garpu di sebelah kiri dan garpu disebelah kanan bersama-sama di arah jam 5 di atas piring dengan bagian pisau yang tajam menghadap ke dalam. Ini menandakan bahwa anda telah selesai makan.
  • Lap yang disediakan di atas meja tidak boleh digunakan
  • Jangan menghilangkan ingus dengan lap tangan. Lap yang disiapkan untuk anda hanya untuk membersihkan mulut bila kotor
  • Jangan mengambil makanan dari piring orang lain dan jangan memintanya juga
  • Telan semua makanan yang ada di mulut sebelum minum
  • Jangan menggunakan tangan saat mengambil makanan yang tersisa di dalam mulut, gunakan tusuk gigi
  • Usahakan untuk mencicipi semua makanan yang disediakan
  • Tawarkan ke orang di sebelah anda saat anda akan menuangkan minuman ke gelas anda
  • Sisakan makanan sedikit bila anda tidak ingin atau tidak sanggup menghabiskan makanan
  • Tunggu ada aba-aba untuk mulai memakan makanan yang dihidangkan
  • Menambahkan bumbu setelah mencicipi makanan dianggap kasar dan menghina koki
  • Kecuali di restoran, jangan minta untuk menyingkirkan sisa makanan anda kecuali acara makan sudah selesai dan jangan pernah melakukan bila diundang ke acara formal.
  • Jangan lupakan satu hal yang umum, jangan lupa untuk selalu mengatakan ‘tolong’ dan ‘terima kasih’ setiap kali anda meminta bantuan

Beberapa etika umum yang harus dilakukan adalah:

  1. Bila pelayan tidak memberikan anda duduk, Duduk dan tariklah bangku dengan dua tangan.
  2. Bukalah serbet atau napkin dengan wajar taruh di pangkuan anda.
  3. Jika sudah siap memesan menu, lihat daftar menu dengan wajar, jangan terlalu lama. Segera menunjuk menu yang anda pilih. Setelah itu biasanya pelayan mempersilakan anda mencicipi menu pembuka atau Appetizer.

Acara yang dimulai Pkl. 10.00 WIB ini diawali dan ditutup oleh penampilan UKM Band, Resonance.

 

collage

 

Library August Surprise

Dalam rangka memperingati HUT UC ke X (26 Agustus 2016), UC Library bagi-bagi kejutan spesial buat para pengunjung Perpustakaan. Dalam tajuk “Library August Surprise”, Library membagikan hadiah-hadiah berupa coklat, voucher seharga Rp 10.000,- ke Chixy, dan Dean Canteen kepada para pengunjung yang beruntung mulai dari tanggal 22-25 Agustus 2016. Pemenang pun didapatkan dari berbagai cara yang sudah dirancang oleh UC Library, mulai dari penyebaran kertas berupa clue untuk ditukarkan ke konter sirkulasi peminjaman, para UCer yang meminjam dan mengembalikan koleksi yang dipilih secara acak, para peserta kegiatan Movie Time yang diadakan di Library Lounge, maupun yang berhasil menjawab pertanyaan di UC Library Lovers. Selamat kepada penerima hadiah, dan sampai jumpa di kejutan-kejutan selanjutnya.
collage 1 collage 2