Inspiring Story: Retno Tranggono

Berdasarkan buku “Retno Tranggono : The Entrepreneur Behind the Science of Beauty = Inspirator Kosmetik Indonesia” (Call No. 920.7209598 COU r), yang menceritakan tentang ilmu dan pengalaman hidup Retno Iswari Tranggono, seorang adalah pengusaha Indonesia pemilik dan Dirut perusahaan kosmetik PT. Ristra Indolab dan Grand House of Ristra. Retno Iswari juga sebagai dosen dan pendiri bagian bedah kulit dan kosmetologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Bagi Retno, misi hidupnya adalah mengedukasi masyarakat dan melalui buku otobiografinya ini, dia membagikan ilmu dan pengalaman hidupnya. ✨

Pustakawan Universitas Ciputra Juara 1 Lomba Fotografi “Capture Your Own Library”

Selamat kepada Pustakawan Universitas Ciputra, Bpk Chrisyandi Tri Kartika, S.Sos. yang berhasil mendapat Juara 1 lomba fotografi “Capture Your Own Library” yang diadakan oleh UKM Fotografi GLOSARIUM dan Perpustakaan Universitas Komputer Indonesia.

Pak Chrisyandi mengirim foto dengan Judul “Ironi” dengan penjelasan: Buku cetak semakin lama semakin ditinggalkan, tugas pustakawan adalah membuat buku cetak tetap menarik dimata pemustaka, hanya saja pandemi Covid-19 merubah semua itu. Akankah buku cetak masih berjaya? Akankah pustakawan akan bertahan?

Memahami Pentingnya Hak Cipta di Era Digital – iTalk 12 Agustus 2021

Universitas Ciputra, Surabaya- Kebijakan PPKM (Perberlakukan Pembatasan Kegiatan masyarakat) tidak menjadi hambatan untuk bisa menambah wawasan. Perpustakaan Universitas Ciputra mengadakan Innovation Talk atau yang biasa disebut dengan iTalk dengan tema “Copyright in Digital Era” pada Kamis, 12 Agustus 2021 via zoom. Acara tersebut berlangsung selama dua jam yang dimulai pukul 14.00 sampai dengan pukul 16.00. Terbuka untuk umum, iTalk Library Universitas Ciputra dihadiri sekitar 170 lebih peserta.

iTalk library Universitas Ciputra dipandu oleh Raden Panji J. Udik Esbiantoro, S.S sebagai moderator dan staf perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya, dan menghadirkan dua narasumber sebagai pembicara. Narasumber pertama adalah Nugraha Pratama Adhi S.T.,M.HP (Konsultan KI-Sentra Kekayaan Intelektual Universitas Ciputra), dan narasumber kedua adalah Marina Wardaya, S.Sn., MM, M.Des. (Kepala Penerbit UC dan Dosen Visual Communication Design Universitas Ciputra Surabaya).

Materi pertama dibawakan oleh Marina Wardaya mengenai penerbitan buku di Era Digital. Materi yang dibawakan diawali dengan mengenal buku tradisional dan buku digital. Hal ini dikarenakan peserta perlu mengetahui perbedaan antara buku digital dan buku tradisional. Kedua buku jenis buku ini sama-sama dibutuhkan dan memiliki segementasi nya masing-masing. Biasanya buku digital digunakan oleh  kaum milenial. Untuk buku tradisional atau buku cetak biasanya digunakan oleh kaum orang tua.

Buku digital maupun tradisional memiliki kelemahan dan kelebihan. Hal ini dipaparkan di dalam materi yang dibawakan oleh Marina Wardaya. “Membawa buku tradisional biasanya akan lebih fokus dibandingkan dengan buku digital hal ini karena buku tradisional minim akan distraksi, sedangkan buku digital akan lebih banyak distraksi nya. Hal ini tentu saja dikarenakan buku digital dibuka di dalam gadget yang akan membuat kita terdistraksi lebih banyak”, ujarnya. Selain itu, terdapat beberapa materi lain seperti materi ISBN, penerbit Universitas, plagiarisme, dan bahan ajar.

Materi ISBN disampaikan adalah mengenai ISBN pada buku digital (e-book) dan buku cetak. Beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai ISBN, buku digital (e-book) dan buku cetak dibahas didalam materi ini. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diantaranya seperti mengapa mengapa harus ISBN, mengapa buku dosen tidak ada ISBN nya, nilai buku cetak dan e-book, serta mengapa buku digital (e-book) tetap mahal. Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini menjadi hal yang umum ditanyakan oleh pengguna e-book dan buku cetak serta para penulis pemula.

Selain itu, penerbit Universitas (University Publisher), Undang-Undang penerbitan buku di perguruan tinggi dan plagiarisme juga dibahas dalam materi ini.

Materi terakhir dari Marina Wardaya adalah buku dan penerbitan dalam pandangan seorang dosen. Penyampaian materi ini tentunya sangat penting bagi para dosen yang sering menggunakan bahan ajar dengan menggunakan buku cetak maupun buku digital.

Materi ini dibawakan diawal agar peserta dapat mengerti terlebih dahulu mengenai karya tulis buku yang sering digunakan, baik itu tradisional dan digital. Banyaknya buku yang beredar bebas di internet, seringkali digunakan oleh berbagai kalangan termasuk sebagai bahan ajar. Tanpa sadar, nahkan terkadang penggunaan bahan ajar tidak memperhatikan copyright dari buku yang digunakan.

Setelah materi disampaikan, peserta bisa langsung bertanya lewat kolom chat dan moderator akan membacakan pertanyaan setelah materi selesai. Untuk materi kedua, dibawakan oleh Nugraha Pratama Adhi S.T.,M.HP yang memaparkan secara detail mengenai copyright. Materi yang di paparkan adalah mengenai perlindungan hak cipta di era digital.

Tidak hanya menjelaskan hak cipta dan kekayaan intelektual, tabel detail undang-undang hak cipta, merek, desain industri, DTLST, Rahasia dagang dan hak paten juga dibahas dalam materi ini.

Tujuan pemaparan materi ini adalah agar peserta dapat mengenal hak cipta di era digital. Sama seperti narasumber sebelumnya, setelah memaparkan materi, moderator langsung membacakan pertanyaan dari peserta dan langsung dijawab oleh narasumber.

Hal-hal yang dibahas dalam iTalk ini sangat menarik dan sangat berguna bagi peserta yang ingin mengetahui tentang copyright untuk karya tulis nya secara tradisional maupun digital. Terutama, bagi para penulis pemula. Tentunya saat ini, banyak sekali orang yang berlomba-lomba untuk menghasilkan karya, dan banyak pula yang tidak peduli atau kurang memahami tentang copyright (hak cipta).

Semua peserta iTalk akan mendapatkan sertifikat dengan mengisi form absen di akhir acara. Tidak hanya pemaparan materi, library Universitas Ciputra juga mengadakan doorpize bagi pemenang yang aktif bertanya pada saat sesi QnA. Pemenang diumumkan langsung pada diakhir acara.

 

Kunjungan Humas U.S. Consulate General Surabaya

Pada Selasa, 25 Mei 2021 lalu, tim Humas U.S. Consulate General Surabaya berkunjung ke UC Library dan melakukan berdiskusi bersama Pak Michael Nathaniel Kurniawan, S.Sn., M.A. selaku ketua Center for Universitas Ciputra Creative Herritage Studies (UC-CCHS).
Centre for Creative Heritage Studies merupakan sebuah departemen yang ada di Fakultas Industri Kreatif, Universitas Ciputra Surabaya dan didirikan pada Agustus 2018 sebagai:
• Pusat penelitian, pelestarian dan penciptaan cagar budaya.
• Pusat pembinaan, pendampingan dan pengembangan pelaku budaya.
• Pusat penyebarluasan budaya dan produk ekonomi kreatif berbasis budaya.

Program:
1. Museum for Creative Heritage Studies
Menampilkan koleksi yang diubah dengan koleksi lain secara berkala yang dipamerkan di Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya.
2. Indonesian Textile Stories and Legends (In Partnership with Tracing Patterns Foundation)
“Indonesian Textile Stories and Legends” adalah sebuah program penelitian dan pengabdian masyarakat Internasional bekerjasama dengan Sandra Sardjono Ph.D. dari Tracing Patterns Foundation, USA. Program ini bertujuan untuk mendigitalkan sebanyak mungkin warisan kebudayaan wastra nusantara, baik artefak masa lalu maupun produk budaya kontemporer, dengan fokus pada upaya pendokumentasian warisan budaya non-bendawi yang terkandung dalam wastra nusantara. Hal ini dilakukan guna melestarikan, mengedukasi, dan menginspirasi para pelaku industri kreatif dalam menciptakan dan mengembangkan warisan budaya masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

3. Cultural Bootcamp
Our Fun Activities! Kami menyelenggarakan aktivitas kebudayaan secara berkala. Hubungi kami untuk informasi lebih detil.

Any Questions?
Hubungi kami dengan mengirimkan email kepada kami melalui alamat email yang tertera di bawah.
Centre for Creative Heritage Studies Universitas Ciputra

Website: https://uc.ac.id/cchs/
Phone: +62 31 745 1699
Email: michael.nathaniel@ciputra.ac.id

Belajar Kehidupan dari Lapangan Hijau – KUTU BUKU (Review Buku “Total Football for Life”)

Halo UC People! Siapa disini yang suka nonton bola? Sekarang pas banget gelaran turnamen sepak bola empat tahunan sekali, Piala Eropa 2020 tahun ini berlangsung.

Ngomong-ngomong soal sepak bola, di Library ada nih buku tentang sepak bola, yaitu: “Total Football for Life” karya Gheeto TW dan pada Selasa, 6 Juli lalu tim UC Library yang terdiri dari Pak Abi, Pak Panji, dan Ronal Samuel (Mahasiswa MCM-Marketing Communication-Universitas Ciputra Surabaya) bersama dengan Pak Roland dari LCMC Fikom melakukan syuting untuk video KUTU BUKU “Total Football for Life” karya Gheeto TW ini.

Buku ini berisi kisah-kisah inspiratif dan keteladanan dari para pelaku sepakbola dunia baik di dalam dan luar lapangan, yang sangat apik untuk dijadikan pelajaran hidup para pecinta sepakbola maupun kita yang awam sekalipun.

 

 

 

Pustakawan UC Makassar menjadi moderator Webinar FPPTI-Sulsel

Pada 10 Juli 2021 lalu, telah diadakan Pelantikan, Webinar & Rapat kerja FPPTI (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia) wilayah Sulawesi Selatan dengan tema webinar “Sertifikasi Pustakawan Dalam Memenuhi Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi” dengan narasumber Ketua Umum FPPTI, Ibu Mariyah, S.Sos., M.Hum sebagai narasumber dan pemberi sambutan mewakili seluruh Pengurus FPPTI Indonesia, turut diundang sebagai narasumber Bapak Agus Rifai, S.Ag., SS., M.Ag., Ph.D. dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia, dan perwakilan Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bapak Mohammad Hasan, S.H., M.H. selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulawesi Selatan dengan moderator webinar oleh Pak Fendy, S.IP., M.Hum (Pustakawan Universitas Ciputra School of Business Makassar) bertempat di Hotel Continent Centrepoint dan berlangsung dari Pkl. 08.00 – 16.00 WITA.

Kegiatan ini terdiri dari tiga agenda utama, yaitu pelaksanaan Pelantikan Pengurus FPPTI Wilayah Sulawesi Selatan periode 2021-2024, webinar dengan tema “Sertifikasi Pustakawan dalam Memenuhi Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi”, dan Rapat Kerja FPPTI wilayah Sulawesi Selatan di Hotel Continent Centrepoint, Jalan Adhiyaksa No. 15, Makassar. Pada kegiatan pertama, Pelantikan Pengurus FPPTI Sulawesi Selatan, Ibu Mariyah menyampaikan bahwa Pengurus FPPTI Sulawesi Selatan merupakan tangan kanan dari FPPTI Pusat untuk Klaster Wilayah Timur, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun kemitraan strategis antar anggota perpustakaan dan membantu perwujudan SDM perpustakaan yang kompeten, berintegrasi, professional, dan berdaya saing global.

Pada agenda webinar, selaku narasumber, Ibu Mariyah menjelaskan mengenai manajemen Perpustakaan Perguruan Tinggi dalam Persaingan Global. Menurutnya dalam situasi pandemi Covid-19, seorang manajer harus mampu mengelola manajemen perpustakaan dengan menetapkan tujuan dan sasaran organisasi yang jelas dengan mengacu pada 4 (empat) hal yaitu: perencanaan (mendefinisikan sasaran-sasaran, menetapkan strategi, mengembangkan rencana kerja dalam bentuk aktivitas); pengorganisasian (menentukan apa yang harus diselesaikan, bagaimana caranya, dan siapa yang akan mengerjakannya); kepemimpinan (memotivasi, memimpin dan tindakan-tindakan lainnya yang melibatkan interaksi dengan orang lain); dan pengendalian(memantau aktivitas-aktivitas demi memastikan segala sesuatunya terselesaikan sesuai rencana). Di samping itu, seorang manajer juga dibutuhkan pengetahuan dengan perspektif global (Farina, 2010), yaitu: pandangannya berorientasi dunia yang berfokus untuk menggunakan pendekatan dan membutuhkan orang terbaik dari seantero dunia (geosentris).

Dalam implementasinya, seorang manajer perpustakaan harus dapat merespon dengan baik perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan kebijakan dari lingkup pemerintah tentunya berimbas langsung dengan keberlangsungan ketersediaan layanan di perpustakaan, salah satunya, perpustakaan terpaksa harus ditutup secara fisik di masa pandemi. Namun demikian, manajer perpustakaan harus melakukan strategi agar kebutuhan informasi stakeholder (pemustaka) tetap dapat dipenuhi. Strategi yang dapat ditempuh antara lain dengan melakukan inovasi pelayanan yang berbasis kebutuhan pengguna (pemustaka), seperti: online services, akses e-books, online article, sumber digital, pelatihan-pelatihan secara online, dan lainnya untuk dapat memberikan pelayanan prima kepada stakeholder-nya.

Menurut Ibu Mariyah dalam mencapai output manajemen perpustakaan yang baik, perpustakaan harus berorientasi pada kebutuhan pengguna dengan tetap menjaga kemutakhiran koleksi yang dimiliki, berinvestasi dalam peningkatan SDM, dan menyediakan akses yang dapat digunakan setiap saat, seperti online services. Mengkomunikasikan produk dan layanan prima yang dimiliki perpustakaan kepada khalayak luas juga merupakan strategi yang bijak dalam membangun brand sebuah perpustakaan di mata global, hal ini dapat ditunjang dengan memaksimalkan penggunaan media sosial, website, dan kanal youtube dalam mengkomunikasikan brand yang dimiliki.

Persaingan global mendorong tata kelola perpustakaan yang lebih mutakhir, inovatif, dan berintegritas dalam memberikan pelayanan prima kepada penggunanya sehingga diperlukan pemikiran dan analisa yang matang dalam menentukan langkah atau strategi yang akan diputuskan oleh pemangku kebijakan dan juga pustakawan perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Dengan adanya webinar ini diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh stakeholder perpustakaan untuk membangun perpustakaan yang dapat bersaing secara global. (MRH/KM).

 

Sumber: http://fppti.or.id/v1/events/pelantikan-webinar-dan-rapat-kerja-perpustakaan-perguruan-tinggi-bersinergi-membangun-sulawesi-selatan/

Tim UC Library berpartisipasi dalam Innovation Award 2021

Dalam rangka menyambut ulang tahun Ciputra Group yang ke 40 tahun ini, maka diadakan kembali acara tahunan Innovation Award Ciputra Group, yang diikuti oleh seluruh karyawan Ciputra Group SH2 (Sub Holding 2). Adapun acara ini bertujuan meningkatkan keterlibatan seluruh karyawan untuk berinovasi. Sebagai lembaga pendidikan, sudah selayaknya Universitas Ciputra sendiri menumbuhkan budaya inovasi sebagai suatu kebutuhan. Tahun ini Innovation Award 2021 (IA 2021) diadakan secara bertingkat, di level: unit, SH2 dan Ciputra Group.
Tim UC Library sendiri berpartisipasi mengikuti IA 2021 ini dan mengusung judul “Innovation Talk by UC Library” dan menunjuk Pak Chrisyandi Tri Kartika dan Bu Essy Marischa Nadia sebagai presenter saat melakukan take video dan telah melakukan presentasi pada 5 Agustus 2021 lalu di depan dewan juri Pak Victor Effendi, S.E., M.M., CMA. (Vice Rector for Operational Affairs-Universitas Ciputra Surabaya), Winarto Poernomo, S.E., M.M. ((Vice Rector for Operational Affairs-Universitas Ciputra Makassar), dan Michael Hery Tera, S.Kom., M.Kom. (Head, Digital Business Development-Universitas Ciputra Surabaya).
Mengangkat tema “Innovation Talk by UC Library” di mana dijelaskan bahwa Innovation Talk atau iTalk adalah kegiatan yang berkonsep talkshow yang disertai dengan diskusi ringan antara narasumber dan peserta. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap bulan dengan mengundang narasumber yang berkompeten di bidangnya. Tema-tema yang diangkat dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dari para peserta dan cenderung bersifat soft skill dan belum didapatkan dalam materi perkuliahan.

Suasana Presentasi Innovation Award oleh tim UC Library, pada 5 Agustus 2021

Pustakawan UC menjadi fasilitator SLDC

Pada Kamis, 8 Juli lalu, salah satu Pustakawan UC, Pak Christye Dato Pango, S.Sos., M.A. menjadi salah satu fasilitator SLDC (Student Mentor Leadership and Development Camp) yang diadakan oleh Student and Alumni Affairs (BMA). Acara ini dilaksanakan dalm rangka membimbing mahasiswa baru melalui program Mentoring yang berlangsung selama 1 tahun atau 2 semester. Untuk melengkapi kemampuan para mentor maka pihak BMA mengadakan pelatihan-pelatihan agar mentor lebih mengetauhi bagaimana cara-cara menangani mentee, misalnya cara bertanya yang baik dan informasi spesifik terkait pembelajaran di masing-masing program studi.

Latar belakang kegiatan SLDC?

Masa transisi atau masa perpindahan dari SMA menuju kuliah adalah fase penting karena berbagai perubahan dapat muncul, sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswa baru mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan menyesuaikan lingkungan kampus. Oleh karena itu Universitas ciputra selalu membimbing mahasiswa baru melalui program Mentoring yang berlangsung selama 1 tahun atau 2 semester. Mentoring sendiri dimulai tepat setelah Oweek atau saat minggu pertama perkuliahan.

Mentoring adalah program yang di desain oleh Universitas Ciputra untuk semua mahasiswa baru, tujuannya untuk membantu mahasiswa baru dalah berdaptasi, belajar mengenai campus life dan lain sebagainya. Program mentoring ini pertama kali direlease lebih dari 8 tahun lalu. Dari tahun ke tahun mentoring juga mengalami berbagai perubahan dan pembaharuan agar mentoring terus berkembang kearah yang lebih baik.

Mahasiswa yang dapat menjadi Mentor adalah mahasiswa tingkat lanjut yang memiliki prestasi academic dan karakter yang baik. Salah satu harapan dari kegiatan mentoring ini adalah mentor dan mentee dapat menjadi teman sehingga ketika mahasiswa baru memerlukan bantuan bisa di arahkan mengingat jenjang usia yang tidaklah jauh. Inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong yang membuat mahasiswa baru merasa lebih nyaman ketika sharing.

Untuk melengkapi kemampuan para mentor maka pihak Biro Mahasiswa dan Alumni (BMA) mengadakan pelatihan-pelatihan pembicaranya berasal dari dosen – dosen Psikologi, pembina SU, Konselor, dosen PA masing-masing prodi yang bertujuan agar mentor lebih mengetauhi bagaimana cara-cara menangani mentee, misalnya cara bertanya yang baik dan informasi spesifik terkait pembelajaran di masing-masing program studi. Universitas Ciputra berharap melalui program ini mahasiswa baru dapat menjalani fase transisi dengan lebih baik dan memiliki pertemanan yang sehat.  Mengingat tugas dan tanggung jawab mentor sangat besar maka BMA memepersiapkan sebuah modul khusus untuk pembekalan mentor sebelum kakak mentor bertugas melalui Student Mentor Leadership and Development Retreat dan Student Mentor Leadership and Development Camp yang diselenggarakan selama 6 hari.

 

Tujuan diadakan SLDC?

1.      Mentor mampu mengenali dan menerima dirinya dengan lebih baik, mengembangkan intrapersonal skill (SLDR dan Day 3)

2.      Mentor mampu menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat agar mentee dapat mengembangkan potensi diri (Day 1)

3.      Mentor mampu menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat untuk mengembangkan relasi sosial yang berkualitas bagi mentee (Day 2)

4.      Mentor mampu memfasilitasi proses penyesuaian diri mentee pada lingkungan kampus (Day 2)

5.      Mentor mampu mengidentifikasi problem akademik dan non akademik yang dapat berpengaruh pada kehidupan perkuliahan mahasiswa dan tindakan preventif yang dapat dilakukan. (Day 2)

6.      Mentor dapat menangani problem akademik dan non akademik yang muncul pada mentee (Day 4)

iTalk ‘Become Insightful Millennials by Reading and Writing’

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh UNESCO pada tahun 2016, Indonesia termasuk sebagai negara dengan minat baca yang paling rendah di dunia, yang mana dari hasil riset tersebut menunjukan bahwa Indonesia menempati urutan terendah kedua. Bahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengakui bahwa literasi atau minat membaca masyarakat Indonesia masih rendah. Berdasarkan data dari Jakarta Open Data saja, pengunjung Perpustakaan Umum Daerah Jakarta nggak sampai 500 ribu pengunjung per tahun, padahal penduduk Jakarta ada kurang lebih sekitar 10 juta orang. Jumlah itu sangat sedikit kalau dibandingkan dengan pengunjung Perpustakaan Nasional Singapura yang mencapai 26 juta pengunjung pada tahun 2017, berdasarkan data dari situs web National Library of Singapore.

Membaca dan menulis adalah aktivitas yang bermanfaat. Semua orang sadar akan hal itu. Namun sayang, tidak semua menjadikannya sebagai suatu keterampilan. Secara umum, kemampuan membaca dipahami sebagai suatu proses pemahaman yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan dari penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis, sedangkan menulis merupakan suatu proses merangkai, menyusun, dan mencatat hasil pikiran dalam bahasa tulis.

Beragam cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca anak muda jaman sekarang, contohnya dengan meningkatkan fasilitas dan koleksi buku di perpustakaan daerah, hingga menggelar seminar untuk meningkatkan gairah masyarakat untuk membaca, termasuk menulis. Seperti seminar yang digelar UC Library dalam rangka menyambut hari anak nasional dengan tema “Become Insightful Millennials by Reading and Writing”.

Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2021 yang diadakan via zoom pada Sabtu, 23 Juli lalu ini digelar dengan tujuan untuk mendapat wawasan tentang pentingnya membaca dan menulis di dunia digital saat ini. Pada acara yang dimulai pad Pkl. 09.00 WIB dan dipandu oleh Jacqueline Angelina Kwari (President of BMI Student Union) ini, mengundang Abinaya Ghina Jamela, seorang penulis anak dan founder Sahabat Gorga, yang membagikan pengalamannya yang telah menulis 4 buku. Selain menjadi penulis, Naya, panggilan akrab Abinaya, juga membuat sebuah komunitas yang membantu anak-anak menulis dan berpikir kritis bernama Sahabat Gorga. Yona, ibu Naya, berkata untuk membiasakan Naya bisa menulis dan membaca adalah dengan cara dia membangun ekosistem dengan membatasi penggunaan gadget untuk Naya. Ibunya pun tidak bermain gadget di depan Naya. Sebagai gantinya, agar tidak bermain gadget melulu, beliau mengajak anak-anak untuk melakukan aktifitas dengan cara bermain dan juga ber interaksi serta mengajak Naya untuk membaca 15 menit sebelum tidur dan juga 15 menit bangun tidur sehingga itu bisa menjadi kebiasaan dan yang paling penting ketika anak menginginkan untuk belajar yang dia inginkan proses pembelajaran itu akan berlangsung cepat.

Menurut Ibu Yona, secanggihnya gadget sekarang anak-anak sekarang lebih baik untuk membatasi penggunaan gadget untuk anak-anak seperti screen time dan tetap memberi anak-anak waktu untuk belajar dan berkomunikasi.  Screen time dan control adalah hal yang penting untuk anak-anak untuk mengatur anak-anak agar terbiasa dengan ketidakhadiran gadget dan membuat anak” bisa mengatur jadwal mereka sendiri.

Naya berkata tips untuk membagi waktu menyesuaikan dengan jadwal di hari itu dan juga mood seseorang maunya apa di hari itu. Menurut Ibu Yona, reward adalah hal yang penting untuk anak-anak. Hadiah nya itu pun tergantung dari keinginan anaknya.

Orang tua jaman sekarang, lanjutnya, menjadi fasilitas untuk anak dan di dunia yang serba gadget orang tua harus bisa membangun ekosistem yang menyeimbangkan antara bermain dan juga belajar di dunia literasi ini sehingga anak-anak bisa tetap berinteraksi secara sosial dan juga tidak hanya stuck di gadget mereka masing masing.

Di waktu yang sama, Janice Kariyadi, seorang Mahasiswa International Bussiness Management International Class & seorang Storyteller, menceritakan review dari buku yang dia baca dan memposting di sosial media untuk melakukan eksperimen apakah komunitas janice merespon atau tidak. Menurutnya, untuk membantu orang agar suka membaca buku adalah membaca buku yang kita suka, kalau memang suka ilustrasi ya baca ilustras dan kalau suka komik ya baca komik. Setiap anak yang mencintai atau menyenangi buku atau bahan bacaan akan meningkatkan minatnya untuk membaca.

Dikatakan, untuk mengajarkan anak gemar membaca, support dari orangtua sangatlah penting. Perlunya bimbingan dan pengawasan dari orangtua untuk meningkatkan kesenangan anak dalam membaca. Seperti dengan cara awal-awal, bacakan buku tentang apa yang anak-anak kita sukai, misalkan mereka menyukai film frozen, bacakan tentang frozen agar mereka semangat untuk membaca.

Menurutnya juga, reading spot dan juga posisi kita dimana memengaruhi minat kita dalam membaca. Beberapa tipe orang suka membaca di tempat yang ramai, dan ada juga tipe orang yang lebih menyukai tempat sepi, jauh dari keramaian ketika membaca. Untuk itu, pentingnya kita mencari tempat senyaman mungkin untuk diri kita sendiri saat akan membaca. Selain itu, mood juga memengaruhi seseorang untuk membaca buku. Suasana hati sangat memengaruhi minat seseorang mau melakukan apa termasuk mau membaca apa.

Layanan UC Library Selama Masa PPKM Darurat

Dear UC People,
Menyimak perkembangan terbaru terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, UC Library untuk sementara MENUTUP layanan onsite, sampai dengan Jumat, 30 Juli 2021
atau hingga ada pemberitahuan selanjutnya.
UC People untuk sementara tidak dapat mengunjungi Perpustakaan, namun UC Library TETAP melayani secara online, UC People dapat memanfaatkan layanan online ini melalui:
untuk book delivery service (peminjaman dan pengembalian) dan perpanjangan koleksi, untuk request pencarian e-resource dan bantuan penelusuran informasi, layanan bimbingan literasi informasi, dan layanan tugas akhir online.
serta
UC People juga dapat mengakses e-resource Perpustakaan melalui
Silakan menghubungi nomor WA UC Library:
+62 856-0700-2175 atau +62 812-1749-0033
untuk bantuan apabila mengalami kesulitan akses atau memerlukan informasi teknis terkait layanan Perpustakaan.
Demikian kami sampaikan pemberitahuan ini, harapan kami agar UC People dapat menjalankan tugas-tugas akademik selama masa pandemi ini. Mari tetap menjaga kesehatan serta tetap produktif walaupun hanya dari tempat tinggal masing-masing. Salam sehat selalu, salam Entrepreneur!