Information Literacy Class: Reference Manager Mendeley & Tutorial E-Resource

Information Literacy Class (ILC) yang diadakan oleh UC Library hadir kembali untuk rekan-rekan mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir dan rekan-rekan dosen yang sedaang mengerjakan artikel ilmiah. Pada acara yang diadakan pada 28 Mei 2021 pada Pkl. 14.00-15.00 WIB lalu ini kita akan sama-sama belajar tips and trik cara menelusur informasi dan mengakses koleksi E-Resources Library dan mencari bahan referensi serta belajar reference manager Mendeley yang sangat berguna dalam menentukan format sitasi penggunaan fitur add citation serta bibliography secara otomatis dalam penulisan karya ilmiah.

Pada awal, Pak Raden Panji J. Udik Esbiantoro, S.S. (Staff Perpustaakaan Universitas Ciputra Surabaya (Pustakawan)) sebagai narsumber siang itu menjelaskan mengenai tutorial untuk mengakses database Emerald. Bagi kalian yang sudah mengikuti ILC sebelumnya pasti tidak asing lagi dengan situs database Emerald ini, dimana kalian bisa mengakses banyak sekali sumber-sumber terpercaya terkait jurnal-jurnal serta e-book dan tentunya akan membantu kalian dalam mengerjakan penugasan kalian. Kalian bisa registrasi langsung melalui link emerald.com/insight/ dan mengisi data-data yang diminta seperti nama, email, dll. Kemudian yang paling penting, kalian juga bisa menggunakan Organisation Access Number dari Ciputra yaitu 868680000354999 agar kalian bisa langsung terhubung pada sumber-sumber UC sendiri. Setelah itu nanti kalian akan langsung mendapatkan email sendiri dari emerald untuk diminta reset password maupun langsung menkonfirmasi email yang telah anda daftarkan sebelumnya. Setelah melakukan regristrasi, kalian bisa langsung login dan masuk ke My product yang tertera di halaman Emerald. Disana, kalian akan langsung ditujukan ke ribuan artikel maupun sumber yang kalian ingin cari.

Setelah itu, sesi selanjutnya adalah pembahasan mengenai Mendeley Reference Manager. Gampangnya, Mendeley ini sendiri merupakan aplikasi dimana kita bisa membuat ‘perpustakaan digital’ kita sendiri. Jadi kalian dapat dengan mudah mengakses dan mencari informasi di Mendeley sendiri. Cara menggunakan Mendeley itu sendiri pertama-tama kalian harus mendownloadnya terlebih Mendeley desktop. Tentu saja, Pak Panji akan membimbing kalian untuk pembuatan akun di Mendeley sendiri. Setelah berhasil mendownload Mendeley desktop, kalian bisa langsung sign in dengan email yang telah kalian buat sebelumnya. Nah sebelum kalian membuat ‘perpustakaan’ kalian sendiri di Mendeley, tentu kalian membutuhkan referensi yang bisa kalian dapatkan di google scholar, look up doi, Drag and Drop article, maupun menginput manual dari buku maupun membangun database melalui web importer juga. Nah setelah kalian mendapatkan referensinya, kalian bisa langsung pergi ke Mendeley desktopnya dan Pak Panji telah menjelaskan satu-persatu cara memasukan sitasi pada Mendeley Desktop tersebut. Pertama kalian bisa membuat folder di Mendeley Desktop kemudian kalian tinggal mengopy-paste pada kolom yang berada di tengah Mendeley. Setelah itu, makan otomatis sumber sitasi anda akan langsung terdaftar pada Mendeley Desktop.

Tentunya dengan adanya Mendeley Desktop ini, akan memudahkan kalian dalam mencari sumber situs yang telah kalian gunakan sebelumnya. Setelah mempelajari mengenai Mendeley Desktop, Pak Panji menjelaskan juga mengenai Mendeley web importer dimana akan memudahkan kalian untuk memasukan data sitasi kedalam Mendeley Desktop sendiri. Tahu gak sih kamu ternyata Mendeley desktop ini juga ternyata bisa kalian hubungkan dengan Microsoft Word sendiri loh! Nah dengan ini, kalian bisa langsung menaruh sumber dari sitasi dari ‘perpustakaan’ Mendeley desktop kita, ke tulisan di word kita.

Information Literacy Class ini tentunya akan sangat membantu kalian yang sedang kebingungan dengan membuat sitasi. Kelas ini sungguh dipenuhi dengan informasi yang sangat kaya dan sangat memudahkan kalian dalam membuat daftar Pustaka maupun sitasi lainnya. Dengan bimbingan yang sangat detil pasti akan membuat kalian paham deh!. Ditambah lagi biasanya akan ada sesi tanya jawab maupun Quiz yang berhadiah loh!. Tunggu apa lagi? Yuk ikut acara Universitas Ciputra Library ini di bulan depan!

 

Trem Surabaya 1886 : Bukti Metropolitan Kota Pahlawan

Surabaya adalah kota besar yang ada di Indonesia dan mendapat predikat kota metropolitan kedua setelah Jakarta. Sejak tahun 1886 ternyata kota pahlawan ini pun pernah mempunyai transportasi pubik yang terkenal pada zamannya, yaitu trem. Apa itu trem? Trem adalah kereta yang memiliki rel khusus di dalam kota. Kalau sekarang yang kita kenal mungkin seperti monorel atau MRT ya.

Lewat buku Soerabaia Tempo Doeloe karya Dukut Imam Widodo, kita akan sama-sama melihat seperti apa sih trem di Surabaya pada jaman itu 😊

Selain itu kita akan sama-sama menjelajah Surabaya melihat kondisi terkini peninggalan trem. Nah gimana sih serunya penjelajahan kota Surabaya kali ini, kita akan dipandu oleh Pak Chrisyandi dan DoeLib. Yuk ikutin!

GrabExpress x Book Delivery Service UC Library

 

Hai UC People,

Sejak bulan Juni 2021 ini UC Library telah bekerjasama dengan GrabExpress untuk mempercepat pengiriman buku yang dipinjam oleh UC People untuk area Surabaya, Sidoarjo dan Gresik. Selain itu UC People boleh menggunakan GrabExpress untuk mengembalikan buku ke UC Library. Khusus di bulan Juni  biaya layanan GrabExpress akan mendapatkan potongan. Yukkk tunggu apalagi?

Caranya sangat mudah:

 

Peminjaman Buku

  1. Cek ketersediaan buku pada katalog online UC Library (http://bit.ly/uclib_opac)
  2. Jika bukunya available silahkan hubungi Bu Essy ke WA (081703895544) atau email: essy.marischa@ciputra.ac.id dengan menyertakan:
    • Screenshot buku yang ingin dipinjam
    • Screenshot Kartu Mahasiswa elektronik
  3. Alamat domisili yang akan dituju (Surabaya, Sidoarjo & Gresik)
  4. Bu Essy akan menghubungi GrabExpressterdekat  & Buku siap dikirim
  5. Pengiriman buku dilakukan pada hari Senin-Jumat, Pkl. 07.30-16.30 WIB setelah proses verifikasi petugas. Pemesanan pada hari Senin-Jumat, pkl. 07.30-15.30 WIB. Jika pemesanan lebih dari jam yang ditentukan akan diproses pada hari berikutnya 🙂

  6. Kabari Bu Essy jika buku telah diterima

 

Pengembalian Buku

  1. Silahkan hubungi Bu Essy ke WA (wa.me/6281703895544) atau email: essy.marischa@ciputra.ac.id dengan menyertakan:
    • Pesan bahwa ingin mengembalikan buku menggunakan GrabExpress
    • Alamat domisili penjemputan buku (Surabaya, Sidoarjo & Gresik)
  2. Bu Essy akan menghubungi GrabExpress terdekat & Buku siap dijemput
  3. Pengiriman buku dilakukan pada hari Senin-Jumat, Pkl. 07.30-16.30 WIB setelah proses verifikasi petugas. Pemesanan pada hari Senin-Jumat, pkl. 07.30-15.30 WIB. Jika pemesanan lebih dari jam yang ditentukan akan diproses pada hari berikutnya 🙂

  4. Kabari Bu Essy jika buku telah dijemput

 

Semoga bermanfaat ya UC People. Stay Safe, Stay at Home, Stay Productive, and Stay Healthy UC People 🙏

Bagi Buku Dong!

Sejak 23 Maret – 25 April 2021, Business Management International Student Union Universitas Ciputra Surabaya mengadakan kegiatan open donation buku baru maupun bekas yang masih layak digunakan. Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Melvin Tenggara – Crazy Rich Surabayan.

Pada Jumat, 23 April 2021 lalu UC Library ikut mendukung kegiatan open donation dengan tajuk “Bagi Buku Dong” yang diadakan oleh BMI Student Union. UC Library ikut mendonasikan sejumlah buku bekas layak pakai kepada teman-teman panitia, agar nantinya dapat didistribusikan kepada pihak yang membutuhkan.

Membangun Perpustakaan Untuk Desa

Pada Kamis, 22 April 2021 lalu Tim UC Library bersama Pak Johan Hasan mengundang Bu Ester Indahyani Jusuf atau Siem Ai Ling (Aktivis HAM, pegiat literasi) untuk belajar dari pengalaman beliau membangun perpustakaan di desa-desa. Untuk kabupaten Lampung barat sendiri hingga saat ini sudah terdapat 200-an lamban baca (bahasa lokal artinya taman baca) hasil kerja sama dengan pemerintah dan warga. Sistem yang diberlakukan pada lamban baca ini ialah koleksinya dikelola oleh warga sekitar dan nantinya akan dirotasi pada jangka waktu tertentu. Gerakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemerintah dan banyak pihak lain.

Bu Ester selama ini melihat ada banyak pendapat bahwa literasi bisa membuat perubahan sosial tapi faktanya di Indonesia masih kurang. Beliau yakin masyarakat suka membaca, sebab apabila tersedia literatur yang kontekstual dan isinya mengena ke pikiran mereka maka literatur tersebut akan ramai dibicarakan. Ditambah lagi ketersediaan topik buku yang diberikan kepada mereka harus berimbang dan relevan dengan kehidupan mereka. Dari segi bahasa, isi dan gambar dari buku yang selama ini didonasikan kepada masyarakat hanya layak dibaca oleh kalangan kelas menengah ke atas, sebab selama ini beliau memperhatikan masyarakat desa yang rata-rata lulusan SD atau SMP hanya mampu membaca buku maksimal 3 paragraf. Nah dari situ beliau dan tim berkomitmen untuk mengkontekstualkan isinya dengan cara yang harus sederhana.

Beliau menyampaikan apabila mahasiswa dan dosen Universitas Ciputra Surabaya ingin ikut berkontribusi dalam kegiatan mereka, bisa dilakukan dengan beberapa cara seperti membuat konten kontekstual bagi masyarakat binaan. Nah konten kontekstual ini tidak terpenuhi sampai sekarang, karena keterbatasan tim kreatif. Seandainya bisa diciptakan konten kontekstual dari buku-buku bagus, pastinya dapat memberikan dampak yang luarbiasa. Konten kontekstual ini bisa disesuaikan dengan keilmuan sivitas akademika. Konten tersebut dapat dikemas sesedarhana mungkin disesuaikan untuk lulusan level SMP ke bawah. Bentuk dari konten boleh beragam, baik itu film, poster, dan lain sebagainya, asalkan dapat mencerahkan masyarakat binaan. Selain itu dapat memberikan sumbangan buku, buat kompetisi review film dan memfasilitasi kuota agar mereka dapat mengikuti kegiatan online.

Cerita di balik layar KUTU BUKU edisi Mei 2021

Hai UC People, sebelum kalian nonton video KUTU BUKU episode terbaru yuk simak proses taping videonya dulu ya.

Nah pada Selasa, 4 Mei 2021 kemarin Tim UC Library yang terdiri dari Pak Abi, Pak Chris dan Pak Tito bersama dengan Pak Roland dari LCMC Fikom mengunjungi beberapa titik peninggalan Surabaya lama, yakni jejak tiang-rel trem dan jembatan merah. Kira – kira di mana aja ya letaknya?

Titik taping pertama terletak di jalan Rajawali, nah buat yang belum tau di mana itu letak jalan Rajawali silahkan dicari pada google maps ya. Gaesss, ternyata disekitar jalan tersebut masih tersisa dua tiang peninggalan trem. Satunya berdiri kokoh tepat di jalur putar balik jalan Rajawali – kalo teman-teman gak teliti bisa jadi dikirain itu tiang listrik PLN, yang kedua terletak di tengah-tengah taman.

Oiya gaesss, Selama ini talent KUTU BUKU hanyalah staf UC Library yang ditemani Kak Gaby – Mahasiswa PSY. Untuk episode KUTU BUKU kali ini dikemas secara berbeda sebab akan ditambah 1 personel baru dari UC Library yaitu DoeLib. Nah DoeLib ini merupakan maskot dari UC Library lho gaesss. Kira-kira menurut kalian siapa ya pengisi suara dari DoeLib ini? silahkan tulis jawaban kalian di kolom komentar ya kalo videonya sudah dipublish.

Oke, kita lanjut ke titik berikutnya. Karena masih satu arah nih kita lanjut ke salah satu landmark kota Surabaya yang menyimpan cerita kelam proses perjuangan kemerdekaan, yakni Jembatan Merah. Di jembatan ini Pak Chris dan DoeLib akan bercerita singkat seputar tentang sejarahnya. Nah sekedar info buat generasi Centennial nih – mungkin beberapa dari kalian belum tau kenapa sampe disebut Jembatan Merah – dulu pernah terjadi peristiwa pertumpahan darah antara para pejuang Indonesia melawan penjajah, karena darah yang tertumpah sangat banyak maka sejak saat itu disebut Jembatan Merah.

Lanjut ke lokasi berikutnya, yakni sisa rel trem yang berada di jalan Kebon Rojo. Pada pagi hari rel tersebut akan tertutup oleh para pedagang pakaian. Ukuran sisa rel trem yang tampak di atas permukaan tanah panjangnya sekitar kurang lebih 4 meter. Jika UC People ingin melihat secara langsung boleh dikunjungi sekitar jam 10 pagi.

Nah pasti UC People penasaran kan dengan keseluruhan jalan ceritanya dikemas seperti apa? Nantikan episode KUTU BUKU di channel youtube uc library atau universitas Ciputra ya UC People. sampe ketemu di cerita dibalik layar episode selanjutnya.

Riset Rancang Bangun Sistem Unggah Mandiri Tugas Akhir

Pada 26 April 2021 lalu Anthony Theon (20417901) yang merupakan mahasisiwa tingkat akhir dari prodi IMT melakukan penelitian di UC Library selama 50 hari. Theon diminta untuk meneliti pengembangan sistem unggah mandiri tugas akhir UC Library.

Sejak awal waktu magang Theon berdiskusi dengan pak Abi dan pak Chrisyandi sebagai penanggung jawab selama Theon magang di UC Library tentang bagaimana pengembangan sistem unggah mandiri yang ingin dibangun. UC Library berharap agar sistem yang terbangun dapat mengintegrasikan antara Ciputra Information System dan dspace.

Pada hari yang ke 29 Theon berusaha mengkonfirmasi alur yang telah dikerjakan kepada Tim UC Library dan Tim ICT. Demo awal ini masih dalam bentuk sederhana untuk mendapatkan feedback dari Tim UC Library dan Tim ICT. Simulasi dibuat dalam bentuk aplikasi web dengan tujuan agar mahasiswa UC dapat upload tugas akhir secara mandiri dan dapat tervalidasi oleh Dosen pembimbing dan Admin Library. Bahasa pemrograman yang digunakan ialah HTML, CSS, PHP, MySQL, Blade. Framework yang digunakan ialah Laravel.

Setelah Theon selesai menunjukkan demonya, pak Abi menjelaskan kepada Tim ICT bahwa pada alur upload mandiri ada bagian approval dari dosen pembimbing, tujuannya ialah untuk menghindari pengumpulan file TA yang belum final ke UC Library. Menurut Bu Linda (Tim ICT) penambahan alur dapat dibicarakan dengan pihak BAA jika ingin ditambahkan. Beliau menambahkan agar pada pertemuan berikutnya Theon dapat menampilkan demo full dengan menambahkan field yang sesuai dengan ketentuan pengumpulan tugas akhir dan keseluruhan proses upload mandiri dari awal hingga akhir, baik itu dari tampilan mahasiswa, dosen dan admin library. Menurut pak Nugroho (Tim ICT), Theon harus melakukan riset terlebih dahulu dari interface dari CIS ke dspace, setelah itu baru menentukan alurnya seperti apa. Hal ini dimaksudkan agar filter API antara CIS dan dspace bisa disesuaikan. Pak Nugroho juga memberikan referensi untuk memudahkan Theon memahami cara kerja dspace.

Untuk pengembangan selanjutnya hasil riset dari Theon akan diberikan kepada Tim ICT untuk diterapakan pada kedua sistem tadi.

Kreasi Celengan Lucu dan Ramah Lingkungan

Pandemic Covid19 ini memberikan dampak besar dalam hidup kita, terutama untuk anak-anak kita. Selama pandemi anak-anak diharuskan bermain dan belajar di rumah. Nah, biar tidak bosan selama di rumah, yuk kita sama-sama belajar dan berkreasi membuat celengan dari botol bekas.

 

Kita semua sangat sering kaannn mengonsumsi air minum dari kemasan botol plastik yang siap minum. Karena kepraktisannya, semakin banyak yang mengonsumsi dan semakin banyak pula botol plastik yang terbuang. Hmmm..padahal, botol plastik tersebut sangat sulit untuk didaur ulang.

 

Untuk itu, dari buku berjudul Recycle Bottle: Ragam Kreasi Limbah Botol Plastik (746.4 PRA r) ini ada beberapa referensi kreasi dan cara membuat celengan dari botol bekas yang bisa kita praktikkan sendiri di rumah.

 

 

Seri KUTU BUKU (Kupas Tuntas Soal Buku) episode 14 ini adalah hasil kolaborasi UC Library bersama Laboratory of Communications and Media Convergence (LCMC) by @uc_fikom 🙏

Information Literacy Class 29 April 2021

Buat kalian yang sedang di semester akhir, pasti banyak dari kalian yang sedang kebingungan dalam mengerjakan skripsi bukan? Tenang saja, UC Library selalu membuat kegiatan Information Literacy Class (ILC) setiap bulannya loh! Pada tanggal 29 April 2021 lalu, UC Library bersama Pak Raden Panji J.Udik Esbiantoro, S.S selaku Staff Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya mengadakan ILC melalui Zoom meetings. Pada ILC kali ini, Pak Panji menjelaskan mengenai Mendeley desktop, instal mendeley web importer, pengenalan pengelompokan jenis dokumen dan tutorial akses e-resource serta layanan perpustakaan.

Sebelum masuk ke penjelasan mengenai Mendeley Desktop, Pak Panji menjelaskan kembali mengenai tutorial dalam mengakses Emerald. Pertama-tama, kalian bisa masuk ke www.emerald.com/insight/ lalu klik tombol ‘Register’. Setelah itu, kalian bisa mendaftar dengan mengisi informasi-informasi yang diperlukan seperti nama, email, access number, dan mencentang kolom Terms and Condition. Paling penting, untuk kalian mahasiswa-mahasiswi Universitas Ciputra, kalian bisa memasukkan kode akses yaitu 868680000354999 agar bisa langsung terhubung. Setelah sudah melanjutkan ke halaman berikutnya, kalian bisa langsung masuk ke email untuk melakukan password reset/hanya sekedar memasukkan password kalian yang lama. Setelah itu, kalian sudah bisa mendapatkan akun Emerald dan mengakses dokumen berupa e-book, jurnal, maupun resource lainnya loh! Oh ya, buat kalian yang masih mengalami trouble dalam mengakses Emerald, Pak Panji juga bersedia untuk membantu kalian setelah sesi zoom ini selesai.

Setelah itu, penjelasan dilanjutkan mengenai Mendeley Desktop. Pertama yang harus kalian lakukan, kalian bisa membuat akun Mendeley dengan masuk ke websitenya di www.mendeley.com dan klik ‘Create a free Account’. Setelah itu, kalian juga tinggal mengisi data-data yang diperlukan seperti nama, email, dan password. Nah setelah itu, sekarang kalian harus mendownload terlebih dahulu Mendeley Desktop yang ada di websitenya. Setelah melakukan instalasi Mendeley desktop, kalian bisa sign in dengan akun yang barusan kalian buat dan mengakses data-data yang kalian butuhkan dari Mendeley.

Nah kali ini, Pak Panji akan menjelaskan mengenai cara-cara untuk membangun database dari Google Scholar, Look up DOI, Drag and Drop article, menginput manual, maupun melalui web importer. Pada google Scholar, kalian bisa memilih artikel yang ingin kalian cari. Kemudian kalian bisa memanfaatkan “Cite” Google Scholar untuk mencari literatur yang kalian butuhkan. Cite tersebut bisa kalian temukan dengan mengeklik logo “ pada bawah website artikel di google scholar. Kemudian, kalian bisa mengeklik BibTeX dan meng-copy tulisan yang keluar selanjutnya. Nah darisitu, kalian bisa langsung menggunakan data yang kalian ambil dari Google scholar dan memasukkannya ke Mendeley Desktop. Selanjutnya, pada Look up DOI (Digital Object Identifier), kalian disarankan untuk membacar sumber artikel agar memiliki pemahaman yangkomprehensif sebelum melakukan sitasi. Jenis-jenis dokumennyapun ada 20, jadi kalian bisa mengetahui lebih jelasnya dengan berkonsultasi langsung dengan Pak Panji ataupun mengikuti Information Literacy Class ini yah!. Begitu juga dengan sistem Drag and Drop yang dimana kalian bisa langsung ‘menarik’ data yang diperlukan ke Mendeley Desktop.

Nah sekarang kalian bisa menggunakan Mendeley Desktop maupun Emerald sebagai salah satu sarana yang membantu kalian dalam mengerjakan skripsi kalian. Pastikan data-data yang kalian ambil itu akurat dan benar adanya yah teman! Kalian juga bisa mengakses tugas akhir online di dspace.uc.ac.id untuk mencari inspirasi lebih.

Oiya, jangan lupa yah buat kalian mahasiswa-mahasiswi Universitas Ciputra, kalian tetap bisa mengakses layanan perpustakaan meskipun ada pandemic Covid-19 yang terjadi nih. Mereka menyediakan pelananan pengiriman buku dan membuka perpustakaan pada jam operasional yang ditentukan yah. Stay safe everyone!

iTalk (Innovation Talk) with Bu Sylvia Silvers “Discover Healthy Aging”

 

Hidup sehat sudah merupakan suatu keperluan dihidup kita. Namun kebiasaan dalam hidup sehat itu harus ditanamkan sejak kita kecil. Yah walaupun mungkin pada awalnya hidup sehat itu merupakan suatu hal yang tidak menyenangkan untuk dilakukan di masa muda kita, namun percayalah bahwa dampaknya sangat besar dalam kehidupan kita di masa depan. Hal inilah yang berusaha disampaikan oleh Bu Sylvia Silvers selaku Co-founder Mother Nature pada salah satu Innovation Talk yang diadakan oleh Perpustakaan dan Faultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya pada tanggal 5 Mei 2021 lalu. iTalk kali ini telah dihadiri oleh 53 peserta melalui Zoom Meetings dan dimulai pada Pkl. 13.20 WIB.

Bu Sylvia mengawali pemaparan dengan sebuah pertanyaan, “Sebenarnya ukuran umur yang tergolong ‘tua’ bagi setiap individu itu berapa sih?” Memasuki usia kita yang ke 50-an, tentunya sudah akan mulai terlihat perbedaan dari orang yang melakukan hidup sehat dan yang tidak. Orang-orang yang melakukan kebiasaan hidup sehat tentu masih bisa menjaga kesehatan tubuhnya walaupun ia sudah memasuki usia tua. Hal ini telah dibuktikan oleh Tao Porchon-Lynch, salah satu guru yoga yang masih mengajarkan yoga dengan baik pada umurnya yang ke 100 tahun.

Nah kesehatan sendiri itu bisa dijaga melalui berbagai aspek, salah satunya yang terpenting yaitu dalam bidang makanan. Tentunya pada usia kita yang masih muda, mungkin kita akan cenderung untuk tidak mengatur makan kita dengan baik. Sebenarnya tidak perlu setiap hari kita memakan salad, namun yang terpenting adalah untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita dengan pas. Jangan memasang mindset bahwa hidup sehat itu akan menyiksa kita, karena begitu kita memikirkan hal tersebut maka kita akan mudah menyerah dan kembali ke kebiasaan kita yang buruk. Apa yang kita lihat bahkan terkadang berbeda dengan apa yang sebenarnya. Roti gandum itu tidak sepenuhnya baik, apa yang tertulis di label juga seringkali menipu kita. Marilah membangun kebiasaan untuk selalu membaca ingredients yang ada di belakangnya dan mengetahui terlebih dahulu apa yang kita makan. Bu Sylvia juga menyarankan kita untuk membuat camilan kita sendiri sehingga kita bisa mengontrol kandungan nutrisi yang terdapat didalamnya. Hal ini bisa menjadi opsi juga bagi kita semua, tidak hanya untuk menghemat, namun juga bisa menjaga kesehatan kita dengan lebih baik.

Remaja pada masa mudanya juga seringkali didapati dengan penyakit diabetes. Walaupun mereka mengira bahwa mereka tidak makan yang aneh-aneh, namun penyakit tersebut tetap bisa menyerang loh, kira-kira kenapa yah? Yap, kita juga harus mengiringi apa yang kita makan dengan olahraga yah, agar nutrisi yang ada dalam tubuh kita juga bisa tercerna dengan baik. Sudah terlalu banyak kandungan negatif yang telah masuk kedalam tubuh kita. Oleh sebab itu ada baiknya bahwa kita mengimbanginya dengan nutrisi-nutrisi yang baik maupun juga kebiasaan baik seperti olahraga agar tubuh kita bisa lebih terjaga kesehatannya.

Alternatif lainnya bisa dilakukan dengan mengganti berbagai macam ingredients lainnya tanpa merubah rasa. Contohnya seperti gula putih yang diganti dengan tebu atau gula aren, kemudian pewarna makanan dengan pewarna alami, hingga minyak biasa yang diganti dengan olive oil. Sebenarnya opsi-opsi tersebut sudah sangat lama tersedia di Indonesia. Namun harganya yang cenderung mahal menjadikan banyak orang yang merasa malas untuk membelinya. Tapi untuk hidup sehat tentu kita harus mengorbankan sesuatu bukan? Yuk mari bersama-sama memulai hidup sehat dari sekarang! Perjuangan tidak akan mengkhianati hasilnya kok!