Plagiarism 101 & Reference Manager Mendeley – INFORMATION LITERACY CLASS (March 2022)

Information Literacy Class : March 2022

 

Siapa sih disini yang suka kalau karangan pribadi diambil hak miliknya oleh orang lain? Tentu tidak ada yang akan suka jika di plagiat bukan? Bahkan pada PERMENDIKNAS no. 17 tahun 2010 saja sudah dengan jelas menuliskan mengenai beberapa pasal plagiarisme. Namun nyatanya, memang masih banyak sekali kasus plagiarisme khususnya pada kalangan siswa atau mahasiswa. Nah, pada Information Literacy Class (ILC) bulan Maret 2022 yang diadakan oleh UC Library ini kalian akan diajarkan tips & trik untuk menghindari plagiarisme. Setelah itu kalian akan diajarkan cara menggunakan reference manager mendeley agar kalian mudah menyusun tulisan ilmiah. Selain itu ada juga lho informasi tentang bagaimana caranya mendapatkan sumber literatur dari berbagai sumber e-resources yang sah. Acara yang dipandu oleh Pak Raden Panji J. Udik Esbiantoro, S.S | (Staff Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya (Pustakawan)) ini juga memberikan informasi seputar layanan UC Library yang dapat kalian manfaatkan selama pandemi.

Bagi kalian yang bingung mengenai bagaimana caranya menurunkan prosentase similarity index plagiarisme, mungkin kalian harus mencoba beberapa cara seperti paraphrase. Paraphrase sendiri merupakan suatu cara meminjam ide ataupun gagasan dari sebuah sumber tanpa menjadi plagiat. Melakukan paraphrase ini bisa dimulai dengan cara memahami makna dari sumber terlebih dahulu, mencatat kata kunci, lalu kemudian menulis kembali dengan kata-kata kalian sendiri atau bisa juga dengan merubah struktur kalimat. Bagi kalian yang masih kebingungan, ternyata ada banyak tools yang dapat membantu kalian dalam melakukan paraphrase, contohnya seperti dupli checker, paraphrasing tool, quillbot, spinner.id, juga smodin. Dalam melakukan sitasi, kalian juga bisa menggunakkan beberapa tools reference manager seperti endnote, Zotero, Mendeley, refworks, dan banyak lainnya. Namun pada ILC ini, kita akan berfokus dalam penggunaan Mendeley sebagai reference manager tools.

Dalam ILC ini, kita juga akan diajarkan cara-cara untuk mengakses E-Journal Emerald secara serentak ataupun bersamaan. Jadi jika kita mengalami kendala dalam mengakses E-Journal Emerald tersebut, kita bisa langsung mengonsultasikannya kepada Pak Panji. Situs Emerald ini akan membantu kalian dalam mencari journal atau buku yang hendak kalian cari.

Selanjutnya, dilanjutkan juga dengan penjelasan mengenai Mendeley Desktop. Bagi kalian yang belum pernah mendengar mengenai Mendeley Desktop, maka kalian akan mendapatkan banyak sekali informasi penting khususnya bagi kalian yang hendak mengerjakan tugas akhir kalian. Mendeley Desktop sendiri merupakan suatu alat yang dapat membantu kita dalam mensitasi dalam sebuah karya tulis. Pak Panji menjelaskan secara detail mulai dari bagaimana cara mendownload aplikasi Mendeley Desktop ini sendiri hingga cara penggunaannya. Selain Mendeley, juga akan ada Install tools dimana juga bisa digunakan dalam tugas kalian. Ada 2 hal yang perlu di install, yaitu install web importer, dan yang kedua adalah install Ms Word Plugin. Ini berfungsi agar ketika kita menggunakan suatu sumber dari website, yang nantinya akan di masukkan kedalam Mendeley dan kemudian akan connect ke dalam Ms Word. Pak Panji akan menjelaskan serta juga memberikan berbagai macam contoh mengenai penggunaan dari Mendeley tersebut, jadi bagi kalian yang masih bingung tidak perlu takut.

Dalam ILC ini, kalian juga bisa belajar mengenai cara untuk membangun database (Look up DOI). Digital Object Identifier (DOI) berarti alat pengenal permanen suatu dokumen elektronik. Pada look up DOI ini, tentu disarankan untuk selalu membaca artikel terlebih dahulu agar mengerti mengenai apa yang ada didalam artikel tersebut sebelum melakukan sitasi. Selain DOI, bisa juga membangun database dengan cara menginput manual. Hal ini biasanya dilakukan jika sudah tidak ada lagi sumber elektronik yang bisa dicari. Juga, bisa dari buku, journal, atau artikel yang memang sudah sangat lama sehingga tidak ditemukan sumber elektroniknya.

Jadi, untuk kalian yang masih bingung dalam menurunkan prosentase plagiarisme baik dalam tesis ataupun tugas kalian, kalian bisa mengikuti seminar Information Literacy Class yang diadakan UC Library setiap bulannya!. Dijamin deh kalian akan mendapatkan banyak sekali informasi yang berguna bagi tugas-tugas kalian!. Ditambah lagi, diakhir pertemuan ILC ini, UC Library selalu mengadakan permainan dari Quizzi yang berhadiah menarik! See you on the next Information Literacy Class.

 

Menelusur Pecinan di Kota Tua Surabaya

Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2022, pada Sabtu, 29 Januari 2022 lalu, Laboratory of Tourism Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya mengadakan acara “Walking Tour: Mlaku-mlaku Nang Pecinan”. Adapun rute yang dikunjungi yaitu area Pecinan di Kota Tua Surabaya, antara lain: JMP (Jembatan Merah Plaza), Kya-Kya, Jalan Karet (Rumah Abu Han, The & Tjoa – Sightseeing), Kelenteng Hok An Kiong, Jalan Coklat, Pasar Bong, Pasar Pabean, dan Jalan Panggung. Melalui walking tour ini, diharapkan para peserta bisa bertemu dengan teman-teman baru, sekaligus mendapat trivia dan fakta menarik tentang hidden gem dari lokasi-lokasi yang dikunjungi bersama dengan tour leader Bapak Chrisyandi Tri Kartika, S.Sos yang merupakan salah satu Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya dan juga ketua komunitas Pernak-pernik Surabaya Lama.

Trotoar depan hotel Arcadia Surabaya menjadi meeting point kegiatan yang dimulai pada Pkl. 08.00 WIB ini. Total 18 peserta yang hadir pun berasal dari beragam profesi, seperti dosen, mahasiswa dari beberapa universitas, ibu rumah tangga, dan tenaga kependidikan. Lokasi pertama yang menjadi pemberhentian adalah lokasi depan Jembatan Merah Plaza untuk melihat Gedung Internatio serta membandingkan dengan peta Surabaya lama yang dibagikan, melalui peta yang dibagikan, tampak kebijakan pemerintah kolonial yang dibuat untuk membagi permukiman penduduk berdasarkan etnisnya. Tampak area yang dikelompokkan dalam peta terdapat Chinezen Kamp, Arabische Kamp, Europesche Wijk dan kampung Pribumi. Kampung atau kawasan tersebut pun masih bertahan hingga kini dan menjadi salah satu tujuan wisata di Surabaya serta menjadi saksi bisu perjalanan masyarakat Surabaya.

Tur berlanjut ke area Jembatan Merah, “Jembatan merah pada awalnya bernama Roode Brug. Roode itu merah, Brug itu jembatan.” Jelas Pak Chrisyandi sebelum melanjutkan tur ke arah Jalan Karet. Rute selanjutnya dimulai sekitar Jalan Karet untuk melihat beberapa bangunan peninggalan budaya Tionghoa. Sepanjang Jalan Karet tampak arsitektur bernuansa tionghoa dan di jalan ini pula terdapat Rumah Abu Han, Rumah Abu The dan Rumah Abu Tjoa, namun selama pandemic belum bisa menerima tamu untuk masuk berkunjung. Perhentian pertama pada Rumah Abu Han, dimana terdapat simbol perpaduan arsitektur Jawa, Tionghoa, dan Eropa. Rumah Abu Han Bwee Koo yang tepatnya berada di Jalan Karet nomor 72 Surabaya ini memiliki nilai historis yang sangat tinggi dan bangunan yang punya nama asli Rumah Sembahyang Keluarga Han Bwee Koo ini kabarnya bakal dijadikan museum oleh pemkot Surabaya. Han Bwee Koo sendiri adalah seorang tokoh terkemuka Tionghoa Indonesia, pejabat pemerintah, dan sekutu Perusahaan Hindia Timur Belanda. Tampak pada Rumah Abu bagian depan dua pilar bercat abu-abu, satu pintu besar di tengah dengan pagar besi yang terpasang menempel di depan pintu kayu berornamen naga. Tampak pula dua jendela bundar terbuat dari batu berornamen naga khas Tionghoa di sisi kiri dan kanan teras rumah serta pintu depan rumah itu juga masih asli.

Sebelum berlanjut ke Rumah Abu The, rombongan tim Walking Tour melewati Jalan Gula, yang juga menjadi salah satu spot foto favorit anak muda Surabaya. “Jalan ini bisa dibilang jalan seribu umat, karena Jalan Gula ini sering dibuat lokasi foto yang populer untuk prewedding, photoshoot, dsb” Terang Pak Chrisyandi. Selanjutnya ada Rumah Abu milik keluarga The Goan Tjing yang terletak tidak jauh dari Rumah Abu Han. Dengan khas arsitektur Tionghoa, tampak juga pagar besi berwarna hijau di depan pintu masuk dengan sepasang singa batu di depan, seolah menjaga keamanan pintu masuk Rumah Abu The.

Lokasi selanjutnya adalah Klenteng Hok An Kiong, yang juga dikenal sebagai klenteng tertua di Surabaya. Klenteng ini didirikan tahun 1830 oleh Hok Kian Kong Tik. Klenteng ini merupakan Klenteng Tri Dharma yang memfasilitasi peribadatan umat Konghucu, Budha dan Tao. Tampak pula lukisan-lukisan indah di keramik tembok bagian dalam Klenteng yang menceritakan sejarah Panglima Perang Kwan Kong menjadi pemimpin dinasti tiga kerajaan Tiongkok. Spot selanjutnya peserta diajak untuk berkunjung ke Pasar Bong. Di dalam pasar yang terletak area Kembang Jepun ini terdapat satu rumah yang berdiri di atas pekuburan Tionghoa atau pekuburan keluarga (arti lain Bong).

Jalan Panggung dan Pasar Pabean menjadi rute perjalanan akhir dari rangkaian acara yang disusun. Jalan Panggung sendiri merupakan salah satu area di kawasan kota lama Surabaya yang berada di tengah-tengah Kawasan Ampel dan Kembang Jepun. Pada 2019 lalu Pemerintah Kota Surabaya sempat melakukan revitalisasi sepanjang jalan ini, berupa pengecatan, pembuatan trotoar dan memasang lampu hias serta pemasangan paving block sepanjang jalan. Alhasil saat ini jalan Panggung menjadi salah satu lokasi yang menarik wisatawan berkunjung ke kawasan wisata kota tua yang berada di sudut kota ini. Pak Chrisyandi menjelaskan, “Teman-teman yang ingin berkunjung ke Jalan Panggung ini, usahakan hari Senin sampai Sabtu ya, kalau hari Minggu dipastikan tutup semua ini, sepi!”

Selain banyak menyediakan banyak spot foto menarik, Jalan Panggung sendiri memiliki atmosfir berbeda ketika kita melewatinya. Ramai keragaman budaya tampak di jalan ini. Bau harum rempah-rempah dan keberadaan pertokoan berarsitektur tradisional yang masih kental serta lampu hias eksotis menemani perjalanan Pak Chrisyandi dan rombongan. Ke arah Utara menuju Pasar Pabean suasana semakin ramai dengan lalu lalang warga dan pedagang yang membawa barang dagangannya. Di tengah menjamurnya pusat perbelanjaan modern saat ini, Pasar Pabean yang telah berusia 150 tahun ini masih tetap eksis. Pasar Pabean sendiri merupakan pusat perdagangan palawija di Jawa Timur dan memiliki jenis dagangannya yang sangat segmented, yaitu ikan asin hingga ikan segar baik laut maupun air tawar. “Pasar ini dibangun tahun 1831, dan dibagi 2, area pasar basah dan pasar kering.” Ujar Pak Chrisyandi. Area pasar basah diperuntukkan untuk jenis jualan serba ikan, sedangkan untuk pasar kering untuk aneka hasil bumi.

Sekitar Pkl. 10.30 WIB peserta berkumpul di area Taman Sejarah depan Jembatan Merah Plaza untuk acara kuis dan pembagian giveaway serta foto bersama menjadi penutup rangakaian acara Walking Tour siang itu.

Dare to Achive Your Dream – Podcast KATALOG

Hai UC People, bisa enggak sih menjadi seorang entrepreneur sekaligus menjadi seorang mahasiswa? Mungkin gak ya?

UC Library berkesempatan mewawancarai Valentinus Ezra Japola – IBM ’18 (Mahasiswa International Business Management 2018), dan bertanya mengenai suka dukanya dalam menjalankan bisnis serta tugasnya sebagai seorang mahasiswa aktif IBM-UC. Yuk simak wawancara singkat kami bersama host Christye Dato Pango (Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya) dan Widya Witomo (Mahasiawa IBM UC 2020)
Available on Spotify:
https://bit.ly/PodcastKatalog
– link di bio ✨

Stay Safe, Stay at Home, Stay Productive, Stay Positive, and Stay Healthy UC People!💪

Safe Travelling with Low Budget – iTalk (Innovation Talk)

Perpustakaan Universitas Ciputra kembali menghadirkan iTalk (Innovation Talk) yang bertemakan “Safe Travelling with Low Budget” yang diselenggarakan pada Jumat (17/12) lalu. Para peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa, dosen, dan khususnya para pencinta travelling hadir untuk mendapatkan banyak tips liburan dengan hemat. Kegiatan yang dimulai Pkl 15.00 – 17.00 WIB ini dibuka oleh Bu Essy Marischa Nadia, S.E. (Staff perpustakaan Universitas Ciputra (Pustakawan)) dan mengundang Trinity (Penulis-The Naked Traveler Series) dan Rizki Adityaji, S.E., M.Par. (Tour Leader – Dosen Hospitality and Tourism Business UC) selaku narasumber. Sebagai moderator ditunjuk Resa Kharisma Efendi (Mahasiswa HTB UC) dan Yunika Putri Prastika (Mahasiswa Accounting UC) yang bertugas memandu acara sore itu.

iTalk ini dibuka oleh Pak Kiki yang bercerita mengenai travelling dan bagaimana beliau pada saat itu melakukan travelling secara simple dan juga hemat. Pak kiki juga menceritakan bagaimana awal mulanya beliau bisa menjadi dosen dibidang Tourism. Pak Kiki menceritakan waktu liburannya pada saat awal Flu burung di Hong Kong. Pengalaman beliau sangat luar biasa banyak berkeliling ke berbagai negara. Menurut pak Kiki perbedaan yang terjadi pada saat travelling ketika sebelum dan sesudah adanya pandemi ini yaitu andanya banyak peraturan yang diberlakukan ketika masa pandemi covid-19, dan harus banyak persyaratan yang harus dipenuhi, seperti swab dan harus menjaga protokol kesehatan, begitu pula perlu adanya persiapan matang terlebih dahulu sebelum pergi travelling.

Selanjudnya sesi kedua dinarasumberi oleh kak Trinity. Beliau menceritakan pengalamannya tentang bagaimana beliau mulai menyukai travelling sejak kecil dan sering berpergian bersama orang tuanya mengelilingi Indonesia hingga luar negri. Beliau sudah banyak sekali menerbitkan buku best seller dan bahkan sudah difilmkan. Beliau memiliki hobby menulis sejak remaja dan kak Trinity menjelaskan banyak sekali keindahan yang beliau dapatkan ketika melakukan travelling dan bisa melihat dan menikmati keajaiban-keajaiban yang diberikan Tuhan. Kak Trinity memberikan tips dan trik ketika traveling kita dapat merangkum dalam bentuk tulisan dengan mencatat hal-hal yang penting, dan mendokumentasikan lokasi-lokasi tertentu.

 

Penjajagan Kerjasama dengan Museum Batik Bantul, Jogjakarta

Pada 27-29 November lalu, UC Library bersama Fakultas Pariwisata dan Program Studi Hospitality and Tourism Business UC melakukan penjajagan kerjasama dengan Museum Batik Bantul dan PEMDA Bantul, Yogyakarta. Panjajagan kerjasama ini membahas beberapa agenda terkait pengelolaan museum serta rencana digitalisasi koleksi guna meningkatkan aksesabilitas masyarakat dan pemberdayaan perekonomian pengrajin Batik.

Meeting Pengelolaan Akun Google Scholar

Selasa, 30 November 2021 lalu tim UC Library mengadakan diskusi bersama pihak LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masysrakat) UC mengenani pengelolaan akun Google Scholar. Pada kesempatan kali ini tim UC Library bertanya dan berkonsultasi terkait akun Google Scholar pribadi maupun pengelolaan akun Google Scholar Sivitas Akademika UC.

Diskusi Bersama Asosiasi Museum Perguruan Tinggi

Pada 5 November lalu, diadakan diskusi dan silaturahmi secara online antara pihak UC Library diwakili oleh Pak Yehuda Abiel, Centre for Creative Heritage Studies UC yang diwakili oleh Pak Michael Nathaniel Kurniawan dan Bu Rani Prihatmanti, Museum Gubug Wayang oleh Cyntia Handy bersama dengan Dr. Ciwuk Musiana Yudhawasti, M. Hum dan Pak Asnan dan Bu Tena Djuartina dari Asosiasi Museum Perguruan Tinggi Indonesia.

AKREDITASI B untuk MED (Sarjana Kedokteran) dan MDP (Profesi Kedokteran)

Selamat dan sukses kepada Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra atas diraihnya AKREDITASI B untuk MED (Sarjana Kedokteran) dan MDP (Profesi Kedokteran) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes).

Pada tanggal 16 November lalu, telah terlaksana Visitasi Akreditasi Akreditasi LAM-PTkes Fakultas Kedokteran (FK) dan dilaksanakan secara luring (onsite). Tim Perpustakaan men-support visitasi akreditasi tersebut pada saat kunjungan sarana dan prasarana FK UC dengan menunjukkan dan menjelaskan fasilitas, layanan, serta koleksi-koleksi penunjang program studi kepada asesor.

Pustakawan UC Menjadi Narasumber Scholar Life 2021

Dalam rangka merayakan keberadaan dunia kepustakawan dan perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi kepada masyarakat luas, Asosiasi Pekerja Profesional Informasi Sekolah Indonesia (APISI) bekerjasama dengan Perpustakaan Universitas Surabaya mengadakan School Library and Literacy (Scholar Life) 2021. Pada kesempatan ini Kepala Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya, Pak Yehuda Abiel, S.Sos. mendapat kesempatan menjadi narasumber dengan membawakan topik “Peran Content Creator dalam Promosi Perpustakaan” ” yang dilaksanakan pada Kamis, 18 September 2021 Pkl. 09.00 WIB.

Pustakawan UC Menjadi Narasumber Kuliah Tamu Prodi Interior Arsitektur UC

Pada Senin, 22 November 2021, Pak Chrisyandi Tri Kartika, S.Sos. menjadi narasumber di prodi INA untuk kuliah tamu Kampung Peneleh dan Pecinan Surabaya yang diampu oleh Ibu Lya Dewi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. Di kuliah yang diselenggarakan Pkl. 07.30 WIB ini Pak Chrisyandi berbagi ilmu dan pengalaman beliau serta beberapa foto, peta (data), dan literatur yang dimiliki tentang Kampung Peneleh dan Pecinan di Surabaya.