Mengenal software Publish or Perish dan Mendeley Cite | Information Literacy Class August ’22

Teknologi yang semakin berkembang di zaman modern ini menyebabkan sebagian manusia untuk berbuat curang salah satunya adalah “copy paste”. Copy Paste pertama kali ditemukan oleh ilmuwan di tahun 1973-1976 yang berdampak pada berkembangnya praktik plagiarism hingga pemberitaan hoax atau berita tidak benar. Sebagian besar pelaku akademis melakukan hal curang di ranah intelektual. Pencurian dalam dunia akademik biasanya dilakukan melalui pengakuan hasil karya orang lain baik karya tulis, seni, maupun lainnya.

Plagiarism identik dengan pencurian ide. Plagiarism merupakan penculikan atau pencurian kata-kata yang disusun oleh orang lain. Tentu hal ini menjadi salah satu tindakan yang harus dihindari bahkan PERMENDIKNAS No. 17 Tahun 2010 telah melarang beberapa tindakan plagiarism ini. Agar praktik plagiarism dapat berkurang, setiap individu memiliki hak untuk membuat perlindungan kepemilikannya. Pada Information Literacy Class (ILC) yang diadakan UC Library ini, kalian akan diajak untuk memahami bagaimana cara mengutip karya ilmiah dengan benar sehingga karya tulis yang kalian buat dapat terhindar dari claim plagiasi.

Dalam pertemuan ILC ini, pak Pandi menjelaskan bahwa Mendeley desktop akan dihentikan pada 2 september 2022 dan akan diganti dengan Mendeley Site. Pada dasarnya keduanya sama yaitu mengumpulkan referensi. Pak Panji juga memberikan penjelasan mengenai cara membuat akun, cara cek windows, link Mendeley, dan link blog Mendeley. Mendeley cite harus terintegrasi dengan Microsoft Word versi 2016 dan terbaru. Pak Panji juga menjelaskan bahwa Mendeley Cite berkesinambungan dengan Publish or Perish yang merupakan aplikasi mencari jurnal atau referensi. Penjelasan Pak Pandi mengenai Publih or Perish sangat detail loh, dijamin kalian akan paham untuk mengoperasikannya. Tentunya juga akan mempermudah aktivitas perkuliahan kalian.

Mendeley Cite dan Publish or Perish akan memudahkan pekerjaan dalam melakukan sitasi, terutama jika kalian sudah menyisipkan file di “Group” maka file tidak akan hilang meskipun sudah dihapus. Sangat efisien bukan? Selain itu UC Library juga melayani untuk update windows bagi mahasiswa yang memiliki kendala tepatnya di ruang ICT. Kalian tentu akan terbantu dengan fasilitas ini. Pak Pandi juga selalu terbuka bagi kalian jika merasa kebingungan dalam mengoperasikan baik Mendeley Cite maupun Publish or Perish. Jadi, tunggu apa lagi? Simak dan ikuti terus yuk ILC ini, banyak ilmu yang bisa kalian dapat.

Nah itulah beberapa kegiatan di ILC kali ini, menarik bukan? Sebagai seseorang yang berada di lingkungan pendidikan tentu kalian tidak ingin disebut plagiator bukan? Nah kalian dapat memanfaatkan Mendeley untuk mengutip karya ilmiah ya. Untuk kalian yang masih bingung, lebih detailnya dapat kalian saksikan di Information Literacy Class (ILC) ya karena akan ada banyak informasi setiap bulannya. Selain itu pemateri di ILC juga ramah loh, kalian bisa bertanya apapun terkait kendala kalian. Jangan lupa simak terus ya video di UC Library. See you on the next ILC!

 

Membuat Celengan dari Botol Bekas | UC Library x Literasi Mojokerto Bergerak

Kehadiran teknologi gadget ditengah-tengah kehidupan masyarakat tidak hanya menimbulkan dampak positif tetapi juga negatif. Yang sangat terdampak adalah anak-anak. Dampak negatif ditengah anak-anak sangat terasa, tidak jarang kita menjumpai anak-anak sibuk dengan sendirinya bermain games melalui gadget mereka. Dampak buruk menghantui perkembangan emosi dan sosial mereka. Dampak buruk lainnya adalah  anak-anak bisa menjadi pribadi yang tertutup, keras, menurunnya budaya membaca dan pudarnya kreatifitas anak.

Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya bersama penggerak “Literasi Mojokerto Bergerak” yang biasa dipanggil mas Bidin membuat kegiatan literasi baca yang menyuguhkan bermacam-macam buku yang dapat dibaca gratis oleh anak-anak dan para orangtua. Selain membaca, mereka juga dibekali sebuah kreatifitas menarik membuat “celengan” atau wadah tempat menabung. Essy salah satu pustakawan Universitas Ciputra memberikan pelatihan membuat celengan babi kepada anak-anak. Acara yang dihadiri 45 orang anak itu membuat pendopo Balai Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto menjadi hingar bingar. Anak-anak yang masih bersekolah dasar tersebut tampak asyik dan antusias mendengarkan arahan yang diberikan, dan mereka tampak akrab dengan pustakawan lainnya Tito dan Chrisyandi yang dengan telaten membantu anak-anak membuat celengan babi berbahan dasar botol plastik bekas dan  kain flanel. Tujuan dari membuat celengan tersebut selain menumbuh kembangkan kreatifitas anak juga agar anak gemar menabung. Kegiatan tersebut diramaikan juga dengan ice breaking games yang dipandu oleh mahasiswa Universitas Ciputra Widya, Nadia dan Felix sebagai bentuk saling mengenal satu dengan lainnya. Hadirnya boneka maskot “Doelib” yang diperankan oleh Yehuda Abiel selaku kepala Perpustakaan  Universitas Ciputra didepan IG Live menambah kemeriahan acara literasi tersebut. Selain itu masih ada kegiatan mewarnai dan permainan ular tangga yang dipandu oleh komunitas Literasi Mojokerto Bergerak.

Menurut Bidin layanan baca bagi anak-anak tersebut telah berjalan sejak tahun 2017 hingga terbentuknya komunitas Literasi Mojokerto Bergerak. Adapun anggota komunitas tersebut terdiri dari para relawan pemuda-pemuda sekitar yang rela berpartisipasi mengadakan kegiatan-kegiatan positif bagi anak-anak. Salah satu tujuan dari kegiatan komunitas tersebut adalah membangkitkan budaya baca, menumbuh kembangkan interaksi sosial dan pembekalan kreatifitas bagi anak-anak. Sebagai bentuk sumbangsih kegiatan berliterasi tersebut, Perpustakaan Universitas Ciputra menyumbangkan buku-buku baru yang berjumlah 269 eksemplar yang terdiri dari buku cerita, dongeng dan ilmu pengetahuan. Harapan dari kegiatan tersebut agar anak-anak tidak lepas dari membaca dan cakap berliterasi.

 

Digital Literacy for Millenials | Podcast KATALOG

Hay UC people, di Podcast KATALOG UC Library kalai ini, kita kedatangan narasumber yang special lho. Mereka adalah Ayu Eka Ramadhani Putri dan Lulu Artha Anjani, mahasiswa dari prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Airlangga Surabaya yang sedang magang di UC Library. Ngomong-gomong soal mahasiswa, yang disebut mahasiswa itu adalah para generasi milenial. Berdasarkan data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 seperti dilansir Katadata, terdapat 269,9 juta generasi milenial di Indonesia pada 2020. Saat ini juga, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedemikian pesat ini memunculkan apa yang dinamakan dengan era digital, sebuah era yang juga ditandai dengan lahirnya generasi digital atau Digital Natives. Generasi yang dari lahir sudah terbiasa dengan gadget atau teknologi dan bukan buku. Berkaitan dengan 2 topik tadi, milenial dan digital natives, kali ini kita akan ngobrol2 seputar topik: Digital Literacy for Millenials.
Data yang diperoleh dari situs resmi Kominfo, UNESCO menempatkan Indonesia diperingkat paling rendah mengenai minat baca, dari data tersebut Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%. Maka dari 1000 orang Indonesia, baik itu kalangan berpendidikan maupun masyarakat awam, hanya 1 orang yang rajin membaca buku. Penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State University bertajuk Bangsa-Bangsa Paling Literate Dunia menempati Peringkat pada 9 Maret 2016, Indonesia posisi ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Padahal membaca adalah suatu keharusan bagi kalangan berpendidikan, baik dimulai dari siswa, mahasiswa, guru, dosen, doktor dan sekalipun profesor harus memiliki minat dan kualitas membaca yang baik, bahkan tidak hanya kalangan berpendidikan. Namun masyarakat awam pun harus memiliki kesadaran betapa pentingnya membaca buku demi meningkatkan budaya literasi. Nah menurut teman2 dari prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi ini, apa sih kaitan antara digital literasi dan generasi millenial ya?

Available on Spotify:
https://bit.ly/PodcastKatalog

Holiday for Solidarity | UC Library x Wahana Visi Indonesia

“Sikap yang tepat menghadapi perubahan, adalah menjadikan pengetahuan sebagai senjata beradaptasi.” Kalimat tersebut muncul dalam film “Sokola Rimba” karya sutradara Riri Riza yang diangkat dari kisah nyata perjuangan Butet Manurung untuk mengajarkan baca, tulis dan menghitung kepada anak-anak Rimba di pedalaman. Kalimat dari Butet Manurung ini terasa kuat menyelimuti acara “Holiday for Solidarity 2022”, sebuah acara untuk mendukung pertumbuhan Pendidikan Literasi di Asmat, Papua yang dikemas dalam kegiatan lomba mewarnai tingkat kelas TK B dan kelas 1-2 SD.

Acara yang diselenggarakan oleh Wahana Visi Indonesia bekerjasama dengan Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya, Kelly’s.Co, Gramedia Basuki Rahmat Surabaya, dan UD. Purnomo Stationery ini dilaksanakan secara luring pada Sabtu, 9 Juli 2022, bertempat di Atrium Tunjungan Plaza 6 Surabaya. Tampak sekitar Pkl. 13.00 WIB peserta yang berkisar usia 6-8 tahun dan orang tua yang menemani tampak sudah berkumpul di atrium dengan masing-masing membawa perlengkapan sendiri untuk lomba, seperti meja/alas untuk mewarnai, crayon/pensil warna/spidol, dan tisu. Rebeka Louhenapessy selaku Publik Engagement Executive Wahana Visi Indoensia mengatakan, “Kami ingin agar di masa libur sekolah ini, anak-anak semakin bertumbuh rasa solidaritas/kepedulian dalam dirinya sehingga semakin menghargai dan mengasihi orang lain. Di samping itu, mereka juga belajar pengetahuan dan keterampilan baru dan dapat mengasah kemampuan melalui kegiatan ini. Kami mengundang beberapa mitra yang juga memiliki kepedulian terhadap anak-anak untuk terlibat dalam Holiday for Solidarity 2022. Sehingga melalui dukungan para mitra ini, akan semakin banyak pihak yang tergerak untuk ikut mendukung Pendidikan Literasi di Asmat.”

Sebanyak 21 peserta mengikuti acara lomba mewarnai dan tiap peserta diberikan waktu sekitar 40 menit untuk mewarnai gambar yang menampilkan 2 anak kecil yang tampak sukacita dengan memegang sebuah buku yang dibaca bersama-sama dengan tulisan Asmat Hope di atas mereka. Tampilan gambar tersebut pada lomba ini sejalan dengan semangat tujuan acara ini, yaitu untuk menumbuhkan dan membangun rasa solidaritas/kepedulian dalam diri anak, meningkatkan dan mengembangkan ketrampilan mewarnai pada anak, serta sebagai bentuk dukungan untuk pertumbuhan Literasi Asmat, Papua. “Pada tahun ini, kami ingin mengajak lebih banyak anak-anak untuk bisa memiliki rasa solidaritas/kepedulian bagi orang lain. Karenanya dirancang kegiatan untuk anak TK-SMA. Untuk itu kami mengadakan lomba mewarnai khusus untuk anak-anak TK B- kelas 2 SD, agar mereka juga belajar untuk peduli terhadap orang lain dan merangsang kemampuan kreativitas mereka. Secara khusus Holiday For Solidarity tahun ini diadakan sebagai bagian dari dukungan para peserta dan partner untuk Pendidikan Literasi anak-anak di Asmat.” Imbuh Rebeka yang juga hadir menggunakan kaos seragam berwarna orange terang tersebut.

Sekilas tentang kondisi literasi di Asmat, Papua, akses yang terbatas untuk buku-buku pelajaran dan buku bacaan yang berkualitas sesuai dengan usia anak disana, lalu kemampuan anak untuk memahami sebuah bacaan sangat rendah, referensi bahan mengajar bagi para guru tergolong minim, serta masih banyak orang tua yang belum menyadari pentingnya literasi bagi anak-anaknya. Jika melihat kondisi ini, menjadi sebuah fakta diperlukan sebuah effort dan usaha yang besar dalam menjalankan sebuah program literasi di sebuah lokasi di pedalaman Indonesia. Lokasi yang jauh dan akses transportasi yang belum merata menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan literasi di Asmat. Bagi kita yang terbiasa hidup di kota besar dan mendapatkan segala informasi yang kita butuhkan dengan cepat dan mudah, mungkin agak sulit membayangkan kehidupan anak-anak di Asmat, bagaimana kesulitan mereka mendapatkan akses informasi dan literatur dalam pembelajaran mereka dan hidup keseharian. Acara ini menjadi pemantik kesadaran kita semua untuk melihat bahwa ada saudara-saudara kita setanah air yang masih hidup dalam keterbatasan dan kita memiliki kesempatan untuk membantu dan menunjang pendidikan dan pengetahuan agar anak-anak di Asmat dapat memiliki senjata beradaptasi untuk menghadapi perubahan yang terjadi.

Sekitar Pkl. 14.00 WIB acara yang dipandu oleh tim Wahana Visi, antara lain Olivia Fransisca, Anggita, Gabriella, Daniel, dan Rebeka mendekati akhir acara. Acara pamungkas adalah pengumuman pemenang oleh dewan juri yang berasal dari Universitas Ciputra Surabaya, antara lain Pak Yehuda Abiel (Kepala Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya), Ibu Essy Marischa Nadia (Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya), Florencia Irena (Mahasiswa Visual Communication Design Universitas Ciputra Surabaya). Telah ditentukan sebanyak 6 pemenang yang ditentukan sebaagai pemenang lomba mewarnai antara lain, Kelas TK, Terbaik 1: Ayunda Kirana, Favorit 1: Sienna, Favorit 2: Eunike, juara Kelas 1 SD: Terbaik 1: Alysia Aqila, Favorit 1: Shannon, Favorit 2: Ainayya, juara Kelas 2 SD: Terbaik 1: Sinta Ayu, Favorit 1: Beatrice dan Favorit 2: Fiona.

Tutorial Menggunakan Reference Manager MENDELEY DESKTOP #kutubuku

Hai-hai UC People buat kamu yang masih bingung cara buat sitasi dan daftar pustaka otomatis, Jangan kuatir, UC Library punya solusi yang tepat nih buat kamu. Yuk tonton video berikut ini untuk dapatkan Tutorial menggunakan Reference Manager Mendeley ya. Semoga bermanfaat dan semangat UC People! 😍

Seri KUTU BUKU (Kupas Tuntas soal Buku) ini adalah hasil kolaborasi bersama UC Fikom (Fakultas Ilmu Komunikasi). Silahkan simak video lengkapnya disini:

 

Fasilitator Bootcamp SINTA

Pada Jumat, 1 Juli lalu, tim UC Library menjadi salah satu fasilitator pada Bootcamp SINTA yang diadakan oleh departemen HCM (Human Capital Management) dan LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UC. Fasilitator dari Library diwakili oleh Pak R. Panji Yohanes Udik Esbiantoro, S.S dan Pak Yehuda Abiel, S.Sos. yang memberikan penjelasan dalam penelusuran informasi dan penulisan artikel ilmiah dan dilaksanakan di ruang 1540 Mini Theatre UC Tower dari Pkl. 08.00-16.30 WIB.

Contemporary Costume Design Exhibition

Yuk jangan lupa berkunjung ke Library Universitas Ciputra karena sedang berlangsung pameran mini karya dari mahasiswa Fashion Product Design and Business (FPD) angkatan 2021, yang merupakan hasil final term project untuk mata kuliah Art and Culture bimbingan Bu Janet Teowarang.

Bertemakan “Contemporary Costume Design”, para mahasiswa secara berkelompok memilih era sejarah dan kostum, kemudian dikombinasikan dan diwujudkan pada research book serta media boneka sebagai wujud pengembangan kostum yang sudah dimodernisasikan.

Kunjungan Perpustakaan STIE Trisakti Jakarta

Hai UC People pada 23 Juni kemarin UC Library mendapat kunjungan dari Perpustakaan STIE Trisakti Jakarta. 🙏
Pada kegiatan studi banding ini pihak Perpustakaan STIE Trisakti Jakarta melaksanakan studi banding terkait gedung perpustakaan beserta sarana dan prasarananya, layanan perpustakaan dan pengembangan perpustakaan digital. Setelah sesi diskusi, dilanjutkan dengan Library dan Campus Tour untuk melihat fasilitas dan sarana prasarana perkuliahan di Universitas Ciputra Surabaya.

Walking Tour: Soerabaja Tempo Doeloe

Pada Sabtu, 18 Juni 2022 Laboratory of Tourism Fakultas Pariwisata bersama Perpustakaan Universitas Ciputra Surabaya menelusur Soerabaja Tempo Doeloe.

Diikuti oleh mahasiswa dengan melakukan serangkaian acara yang menarik dan seru. Bersama dengan walking buddy Bapak Chrisyandi “Si Payung Merah” (Pustakawan UC), peserta diajak untuk melewati rute dan bangunan perkantoran Surabaya yang memiliki sejarah di masa lalu. Melalui walking tour ini peserta juga mendapat trivia dan fakta menarik tentang hidden gem dari lokasi yang dikunjungi antara lain: Kantor Pos Kebonrojo, Gereja Katolik Kelahiran Santa Maria, Museum Galeri Misi, Jalan Kepanjen 9, Surabaya, Gedung PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Surabaya, serta sightseeing ke Pabrik Van Drongelen, Gedung Algeemene.

 

Information Literacy Class – 10 Juni 2022

 

Information Literacy Class UC Library kembali hadir di bulan Juni ini. Pada kelas ini peserta sama-sama belajar tips dan trik menurunkan hasil cek kemiripan dan plagiarisme, mencari referensi serta belajar reference manager Mendeley yang sangat berguna dalam menentukan format sitasi serta bibliography atau daftar Pustaka secara otomatis dalam penulisan karya ilmiah atau tugas akhir, selain itu juga akan diadakan tutorial upload mandiri Tugas Akhir melalui CIS.

Information Literacy Class: “Plagiarism 101, Reference Manager Mendeley & Unggah Mandiri Tugas Akhir melalui CIS”

Waktu: Jumat, 10 Juni 2022 | Pkl. 13.00-15.00 wib | Tempat di Library Lounge, UC Main Building lt. 2A

Narasumber:

Sesi 1:
– Update Tutorial Akses E-Resources
– Tips dan Trik Menurunkan Hasil Cek Kemiripan dan Plagiarisme
– Mendeley Reference Manager
Oleh: R. Panji Y. U.E, S.S (Staff Perpustaakaan Universitas Ciputra Surabaya (Pustakawan))

Sesi 2: Tutorial Upload Mandiri Tugas Akhir pada CIS
Oleh: Christye Dato Pango, S.Sos., M.A (Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya)