Banjir Lagi, Banjir Lagi! Tentang Bencana di Awal 2021

Sumber: akun instagram Tirto ID

 

Banjir lagi, banjir lagi. Tidak jarang sepertinya berita banjir terus menerus datang di Indonesia, khususnya kota Jakarta. Baru-baru ini, beberapa wilayah Jakarta kembali terkena banjir pada tanggal 20 Februari 2021 kemarin. Karena adanya banjir ini, beberapa rumah warga tidak dapat ditinggali dan akhirnya harus mmengungsi ke posko yang telah disediakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BDPD) setempat. Ditambah lagi, beberapa lalu lintas yang terkena banjir tidak dapat digunakan karena tingginya air yang menggenang.

Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan pada tanggal 18-19 Februari 2021 bahwa akan terjadi hujan lebat dengan intensitas curah hujan hingga 100-150 mm. Titik kawasan yang akan kedatangan hujan lebat berada di daerah Pasar Minggu dengan intensitas sebesar 226mm/hari, di ikuti dengan kawasan Sunter Hulu sebesar 197 mm/hari, dan Halim dengan besaran 176mm/hari. Curah hujan yang tinggi diperkirakan akan terjadi pada malam hingga pagi hari sekitar minggu kedepan. Belum lagi ditambah dengan kiriman banjir dari Bogor, Jawa Barat. Pada akhirnya pada tanggal 20 Februari 2021 benar deh Jakarta kembali digenangi banjir yang tidak kunjung surut. Pihak BMKG ikut menambahkan beberapa alasan penyebab banjir yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Antara lain karena adanya seruakan udara dan peningkatan awan hujan di Indonesia bagian barat yang cukup signifikan. Ditambah lagi dengan aktivitas gangguan atmosfer di zona equator, pertumbuhan awan hujan di wilayah Jabodetabek yang labil, dan juga tekanan rendah di Australia utara yang menyebabkan adanya konvergensi besar di pulau Jawa.

Wah gak kebayang deh gimana jadinya kalau hujan lebat terjadi selama berjam-jam!. Namun adanya banjir yang terjadi tidak menyurutkan semangat seorang Driver Ojol yang sempat viral karena semangatnya mencari nafkah ditengah bencana banjir tersebut. Yudhi Ammaral, seorang pengemudi Ojol sempat mendapatkan pesanan untuk membawakan sekresek berisi sayuran dan juga telur untuk pemesan Grab tersebut. Bapak Yudhi ini tetap bekerja keras hingga harus menerjang banjir yang kira-kira sudah sepinggang hanya untuk mengantarkan kresek sayuran pesanan pelanggannya. Wah keren yah perjuangan bapak yang satu ini! berani berkorban untuk kepuasan customernya.

Akibat banjir ini juga pastinya menimbulkan banyak kerugian bari beberapa orang. Mulai dari pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan karena terhambat banjir, kehilangan tempat tinggal, kurangnya air bersih dan pasokan makanan, banyaknya alat-alat yang hilang akibat hanyut dengan banjir, hingga adanya 5 korban jiwa yang ditemukan. Salah satu cerita lucu yang ikut tersebar melalui WhatsApp yaitu ketika beberapa ikan koi hanyut mengikuti banjir disekitarnya. Benar-benar disayangkan, hingga akhirnya beberapa anak-anak terlihat berusaha untuk menangkapnya. Hingga ada juga ikan yang terpaksa kehilanggan nyawanya karena kotornya air hingga akhirnya diputuskan untuk di goreng bersama-sama.

Kabarnya, berita hujan dengan intensitas yang tinggi ini tidak berhenti hanya sampai sini saja. Namun ternyata menurut BMKG, akan ada potensi hujan lebat yang akan terjadi pada tanggal 25 Februari 2021 nanti. Kali ini hujan lebat akan disertai dengan petir dan angin kencang. Diprediksikan hujan lebat ini akan terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, dan hampir semua wilayah di Pulau Kalimantan dan Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Jika kalian sedang berada di kota yang disebutkan, baiknya bersiap-siap dan tetap waspada dengan cuaca yang ekstrem yang akan datang. Adanya efek La Nina yang terjadi mengakibatkan adanya peningkatan curah hujan hingga 40% dan berlangsung hingga Mei 2021. Tetap waspada ya teman-teman!.

Daftar Pustaka

Dewi, Retia (2021, 20 Feb). Banjir Jakarta, Waspada Hujan Lebat hingga 25 Februari 2021. Kompas.com. Diakses di https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/20/185200265/banjir-jakarta-waspada-hujan-lebat-hingga-25-februari-2021?page=all. 24 Februari 2021

Pradila,Rizky (2021, 21 Feb). Update Banjir Jakarta Hari ini 21 Februari 2021, 49 RT Terdampak dan 5 meninggal dunia. Pikiran-rakyat.com. diakses di https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011472938/update-banjir-jakarta-hari-ini-21-februari-2021-49-rt-terdampak-dan-5-meninggal-dunia. 24 Februari 2021

Madani, Amin (2021, 21 Feb). In Picture: BMKG: Curah Hujan Tinggi Penyebab Banjir di Jakarta. Republika.co.id. diakses di https://www.republika.co.id/berita/qovvpm283/bmkg-curah-hujan-tinggi-penyebab-banjir-di-jakarta. 24 Januari 2021

Ayuningtyas, Rita (2021, 19 Feb). Berita terkini banjir Jakarta 2021. Liputan6.com. diakses di https://www.liputan6.com/news/read/4487194/berita-terkini-banjir-jakarta-2021. 24 Januari 2021

Achmad, Nirmala. (2021, 22 Feb). Kisah Yudhi Ammaral, Pengemudi Ojol yang Terjang Bnajir Jakarta demi Antar Pesanan. Kompas.com. diakses di https://megapolitan.kompas.com/read/2021/02/22/06271231/kisah-yudhi-ammaral-pengemudi-ojol-yang-terjang-banjir-jakarta-demi-antar?page=2. 24 Januari 2021.

Obesitas Perlu Ditangani sebagai Penyakit. Kompas. 15 Februari 2021. Hal.8

JAKARTA, KOMPAS – Penetapan obesitas sebagai penyakit di- nilai memberi manfaat bagi penderita gangguan metabobolisme itu.  Strategi yang dija- lankan untuk mengurangi angka obesitas di masyarakat juga lebih terencana, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif, hirgga rehabilitatif.

Prof Dr dr Aryono Hendarto, SpA (K), MPH, memaparkan hal itu pada upacara pengukuhan dirinya secara da- ring sebagai Guru Besar Bi- dang Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (13/2/2021)  .

Selain Aryono, tujuh guru besar FKUI juga dikukuhkan pada hari yang sama, yakni Prof Dr dr Widjajalaksmi Kusumaningsih, SpKFR (K), Msc;  Prof Dr dr Toar Jean Maurice Lalisang, SpB (K) BD;  Prof dr Ratnawati, MCH, SpP (K), PhD;  Prof Dr dr Zulkifli Amin, SPPD, KPMK;  Prof Dr dr Neng (FKUI), Sabtu Tine Kartinah, MKes;  Prof Dr individu dengan obesitas tidak berdampak baik pada kebijak- sehatan itu.

 Lebih komprehensif

Melalui upaya preventif sampai kuratif.  Akses terhadap perawatan dan dukungan dr Hartono Gunardi, SpA (K);  dan Prof Dr dr Najib Advani, SpA (K), MMed (Paed).

Sejauh ini ada pandangan pandangan tentang obesitas.  Ada pendapat bahwa obesitas bukan penyakit karena perempuan berdasarkan adaptasi dan kadang yang berhubungan dengan hasil kesehatan yang lebih baik.  Ada pula yang menyampaikan beberapa menunjukkan tanda tanda penyakit atau gejala klinis sehingga tak memenuhi konsep penyakit secara naturalistik.  Lebih luas menurut Aryono, penetrasian obesitas sebagai penyakit dan layanan kesehatan.  Jika obesitas sah sebagai penyakit, penanganan masalah ke danaan pun lebih baik.  Nangani kasus obesitas akan mengacu pada model perawatan penyakit kronik yang sesuai untuk mengatasi komplikasi

“Tenaga medis yang merupakan tantangan hidup  Secara global, diperkirakan telah mengalami obesitas atau pada anak beragam Sejak kai nilai indeks massa tubuh definisikan obesitas.  si Kesehatan Dunia (WHO) 98 sebagai batas akibat obesitas, “ujarnya.  150 juta anak berusia 5-19 takegemukan.  Di Indonesia, me 2018, ada 8 persen anak atau sekitar 9 juta anak yang mengnurut Riset Kesehatan Dasar alami obesitas.

Batas penentuan obesitas 2010, Amerika Serikat memaparkan (IMT) persentil 95 untuk pria dan Inggris memakai presentil (kelebihan berat badan).

Adapun dasar yang dipakai Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam menentukan obesitas dan overweight pada anak usia di bawah dua tahun grafik IMT dari WHO.  Untuk anak berusia lebih dari 2 tahun, digunakan grafik IMT dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) AS, 2000.

Obesitas perlu perawatan sebagai penyakit agar bisa di tangani sejak dini.  Studi menunjukkan, obesitas pada anak meningkatkan risiko kematian saat dewasa muda tiga kali lebih tinggi yang tidak gemuk.  Sekitar 55 persen anak tetap obesitas saat remaja.

Upaya pencegahan yang perlu dilakukan karena pada tahun 2025 diperkirakan 70 juta bayi dan anak mengalami kegemukan dan obesitas, Karena obesitas pada anak bisa membawa orang sakit penyerta yang mengancam menciptakan masa depan, harus ada upaya pencegahan.

Situasi situasi pandemi mengubah perilaku keseharian anak sehingga bisa jadi obesitas.  (TAN)

 

Sumber: Kompas. 15 Februari 2021. Hal.8

Masa Recovery Harus Cukup Gizis. Jawa Pos.13 Februari 2021.Hal.15

SURABAYA, Jawa Pos – Pemulihan diri setelah sakit adalah masa-masa krusial bagi seseorang.  Untuk melindungi diri dari penyakit dan mempercepat kesembuhan, makanan bergizi harus dikonsumsi.  Tidak cukup hanya mengandalkan obat-obatan dari dokter.

Imunitas yang baik adalah modal seseorang kembali sehat.  Untuk mendongkrak imunitas, makanan yang mengandung protein, lemak, vitamin, dan mineral harus dicukupkan.  Akan lebih baik jika ditambah antioksidan untuk menangkal dampak buruk radikal bebas.

Konsumsi karbohidrat juga harus cukup, tetapi perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing.  “Yang bagus seperti nasi, ikan, sayur-sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, susu, daging, dan telur,” kata pakar gizi Rita Ismawati.

Selain itu, konsumsi multivitamin penting bila dibutuhkan.  Multivitamin dapat menjadi pelengkap jika seseorang sulit mendapatkan gizi yang seimbang dari makanan yang dikonsumsinya.

“Bisa ditambahkan vitamin C, E, atau sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh untuk memper- cepat pemulihan setelah sakit,” jelas Rita.

Dia menuturkan, memungkinkannya multivitamin yang dikonsumsi juga sesuai dengan kondisi masing-masing.  Sebab, kecukupan gizi setiap individu berbeda-beda.  Bergantung usia, penyakit yang diderita, berat badan, dan lain-lain.

Bila tubuh masih mampu bergerak, lakukan gerakan-gerakan ringan.  Misalnya, menggerakkan tangan, berjalan di dalam rumah, atau gerakan lainnya.  Namun, jika tidak mampu, setidaknya perluakan asupan gizi yang dikonjumlah cukup untuk membantu pemulihan.

Obat dari dokter juga harus diminum secara teratur.  Menurut Rita, pada masa pandemi ini, setiap orang memang harus menjaga kesehatan secara ekstra.  Menjaga kesehatan bisa dilakukan dari luar dengan mengurangi perjalanan ke luar rumah, menjaga jarak, memakai masker, dan rajin cuci tangan.  “Tapi, kalau dari dalam tubuh kita tidak mendapatkan asupan gizi yang baik, makanannya junk food, gorengan terus, ya sama saja,” tegas dosen gizi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.  (rin / c14 / ady)

Sumber: Jawa Pos.13 Februari 2021.Hal.15

Kurangi Konsumsi Kopi dan Santan.Radar Surabaya.6 Februari 2021. Hal.2

Penyakit seperti lambung maag dan asam lambung bisa disebabkan beberapa faktor.  Diantaranya pola makan yang kurang teratur, stres, atau penyakit tertentu dan beberapa efek dari obat-obatan.

Ginanjar Elyus Saputra

Wartawari Padar Surabaya

UNDAANGAN Dokter Umum RS Aa.  Husada (RSAH) Undaan Wetan Surabaya, dr.  Lili Soet- jipto, M. Si menjelaskan, agar seseorang tidak ingin mengalami sakit maag atau asam lambung, salah satu caranya harus melakukan manjemen stres.

Bila seseorang memiliki karyawan tertentu, yang harus dihindari adalah meminum obat yang dapat menopang kejadian maag atau lambung.  “Kalau pun harus diminum obatnya, harus sesuai dengan anjuran dokter. Misanya, sesudah ma- kan, ditambahi dengan obat yang bisa untuk mengobati lambungnya,” kata dr.  Lili, Jumat (5/2).

Biasanya, lanjut dr.  Lili, obat yang bisa menyebabkan asam lambung adalah obat-obatan yang digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri pada penyakit tertentu.  “Kalau seperti sakit gigi, itu kan nyeri ya. Biasanya dokter mengaruhi harus sudah makan obat maag dulu kemudian minum obat penghilang nyerinya,” tutur dr.  Lili.

Seseorang mengalami gejala psikis, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan obat penenang.  Kemudian setelah mendapatkan resep obat dari dokter, caranya tetap sama makan kemdudian minum obat maag setelah itu minum obat penenang.

Untuk pantangannya, seseorang yang memiliki maag dan asam lambung harus dihindari makanan mengandung kefein seperti kopi.  Selain itu juga dihindari konsumsi santan dan ketan berlebihan.  “Kalau habis minum kopi, orang tertentu bisa naik asam lambungnya,” ujarnya.

Yang terpenting, imbuhnya, kalau seseorang mengalami gangguan lambung makan teratur.  “Jangan sampai nanti semakin paruh lambung- nya tidak diperhatikan bisa muntah darah, Itu harus segera ditangani di RS untuk rawat inap dan sialis. ditaangani dokter sampai ditunggu parah ya.” sakit jangan tandasnyn. (*rak)

Sumber: Radar Surabaya.6 Februari 2021. Hal.2