Mengenang yang Telah Tiada Lewat Aplikasi MyHeritage

Produk dari perkembangan teknologi seringkali membuat kita takjub dan melongo mengenai apa yang dapat mereka lakukan. Beberapa waktu terakhir ini santer terlihat foto orang-orang terkasih kita yang telah tiada bisa ‘dihidupkan kembali’ melalui sebuah aplikasi. Bagaimana caranya? Teknologi melalui aplikasi foto sedang viral yang membuat seolah-olah orang mati bisa bangkit atau hidup kembali lewat foto yang “hidup” adalah aplikasi deepfake bernama ‘Deep Nostalgia’ dari MyHeritage. Cara kerjanya sederhana, foto lama yang diunggah ke dalam aplikasi bisa dibuat bergerak, seperti menengok, tersenyum, dan mengedipkan mata.

 

Aplikasi tersebut menjadi viral dan booming lantaran kita dapat menikmati waktu singkat untuk seolah-olah dapat bersama orang yang kita kasihi kembali meskipun mereka telah tiada, baik itu orang tua, kakek, nenek, maupun sahabat kita atau siapapun itu orang terdekat kita. Dengan irama suara musik lawas yang bisa ditambahkan, membuat wajah orang yang ingin kita kenang kembali 100% tampak hidup kembali dan seolah-olah mereka sedang memandang dan berinteraksi dengan kita. Oleh karena itu, aplikasi ini membuat gempar rakyat Indonesia, bahkan ada yang mencoba membuat TikTok untuk menunjukkan sebagaimana bahagianya nenek atau kakek mereka ketika melihat foto kekasihnya yang telah tiada bergerak. Reaksinyapun berbeda-beda, ada yang senang, terharu, ada juga yang menangis karena tak kuasa untuk melihat foto tersebut seolah-olah bergerak.

 

Teknologi deepfake ini sangatlah canggih dan terbilang unik karena cara kerja aplikasinya terbilang baru dan belum pernah ada sebelumnya. APlikasi ini menjadi solusi bagi mereka yang dilanda kerinduan untuk dapat melihat kembali orang yang mereka kasihi tersenyum. Dengan tambahan ekspresi yang dapat dilakukan oleh foto, membuat kesan foto dalam aplikasi ini sangatlah berbeda sensasinya dibandingkan apabila kita melihat foto orang terkasih kita secara langsung dalam versi yang tidak bisa bergerak.

 

Ditambah dengan lagu lawas yang ditambahkan di akhir videonya, membuat siapa saja tersihir dan kembali ke masa lalu mengenang masa-masa indah ketika masih bersama orang terkasih yang dimilikinya. Aplikasi ini sangat membantu penggunanya untuk memulihkan atau memperbaiki ingatan mengenai orang yang mereka kasihi. Adanya aplikasi ini merupakan salah satu bukti dampak positif yang bisa dibuat oleh teknologi. Tertarik untuk mencobanya?

 

 

 

Daftar Pustaka

 

Setyaningsih, Suci (2021, Maret 9 ). Cara Pakai Aplikasi MyHeritage untuk Edit Foto Seolah Jadi Hidup. Tribunnews.com. diakses pada https://www.tribunnews.com/techno/2021/03/09/cara-pakai-aplikasi-myheritage-untuk-edit-foto-seolah-jadi-hidup. 18 Maret 2021.

Cahya, Cun (2021, Maret 9). Aplikasi My Heritage, Mengenang yang Terkasih Lewat Foto “Hidup. Suaramerdeka.com. diakses pada https://www.suaramerdeka.com/gayahidup/gadget-dan-elektronik/256903-aplikasi-my-heritage-mengenang-yang-terkasih-lewat-foto-hidup. 18 Maret 2021.

Rahmat, Budi (2021, Maret 7). Link Download MyHeritage dan Cara Menggunakan Aplikasi yang bikin Foto bisa Bergerak. Tribunnews.com. diakses pada https://pekanbaru.tribunnews.com/2021/03/07/link-download-myheritage-dan-cara-menggunakan-aplikasi-yang-bikin-foto-bisa-bergerak. 18 Maret 2021.

Clubhouse: New Viral Social Media

Perkembangan media sosial di tengah era pandemi, hakekatnya semakin dipahami dan disadari sebagai sebuah hal yang esensial dalam kehidupan manusia saat ini. Clubhouse menjadi salah satu bentuk dari perkembangan teknologi media sosial yang muncul dalam kehidupan masyarakat di era pandemi kemarin. Tepatnya pada bulan Maret 2020, aplikasi media sosial yang berbasis audio-chat ini sudah dapat digunakan hanya bagi pemegang produk iPhone.

 

Apa itu Clubhouse?

Clubhouse merupakan sebuah aplikasi media sosial berbasis audio-chat, yang memungkinkan penggunanya dapat mengobrol, berdiskusi, dan berinteraksi dengan orang lain mengenai berbagai topik yang tersedia. Secara sederhana aplikasi ini berbentuk seperti sebuah forum podcast tapi live, sehingga menjadi lebih interaktif bagi pengguna aplikasi, karena mereka dapat bersahut-sahutan dalam forum yang sedang berlangsung tersebut.

Adapun sifat dari aplikasi media sosial ini dirancang sebagai media yang eksklusif dimana peserta dalam ruang obrolan hanya dikhususkan bagi mereka yang menerima undangan dari pembuat ruang obrolan tersebut. Ruang obrolan atau conversation room ini sendiri berbentuk seperti conference call. Dimana, terdapat orang yang bicara dan mendengarkan. Apabila obrolan telah selesai, ruang obrolan akan ditutup.

 

Asal Usul Clubhouse

Clubhouse didirikan oleh seorang entrepreneur dari Silicon Valley, bernama Paul Davison yang bekerja bersama mantan dari pegawai Google bernama, Rohan Seth. Menurut PC Mag, aplikasi media sosial ini sendiri meluncur pada bulan Maret 2020, ketika masa pandemi COVID-19 baru mulai melanda benua Amerika. Adapun perusahaan yang berperan di balik perintisan media sosial Clubhouse ini adalah Alpha Exploration Co. Pertumbuhan usahanya mulai terlihat sejak media sosial Clubhouse ini mendapat suntikan dana investasi sebesar USD 12 juta dari perushaan Andreessen Horowitz, pada bulan Mei 2020 silam, dengan total penggunannya saat itu baru mencapai sebanyak 1.500 orang.

Kepopuleran Clubhouse sendiri muncul di tengah dunia, pada awal tahun 2021 akibat promosi yang dilakukan oleh Elon Musk, founder dan CEO dari perusahaan otomotif Tesla, yang juga merupakan pengguna dari aplikasi media sosial baru tersebut. Hingga 1 Februari 2021, media sosial Clubhouse mencatatkan angka pengguna aplikasinya sebesar 2 juta pengguna, dengan nilai valuasi Clubhouse saat ini berkisar USD 1 miliar, sehingga hal ini sudah berhasil menggolongkan perusahaan Clubhaouse sebagai salah satu pemain tingkat unicorn di lingkungan pasar usaha global saat ini.

 

How it Works?

Aplikasi Clubhouse secara sederhana memberikan layanan tempat virtual bagi penggunanya untuk bisa mengadakan obrolan, mendengarkan serta sekaligus ikut berinteraksi dalam obrolan tersebut bersama komunitas pengguna Clubhouse lainnya. Melalui penggunaan aplikasi Clubhouse ini maka pengguna akan ditawarkan pada berbagai jenis ruang obrolan yang memiliki berbagai topik menarik yang berbeda beserta keterangan dari pengguna dalam ruang obrolan tersebut.

Partisipasi pengguna ke dalam ruang obrolan dapat melalui keikutsertaanya untuk bergabung dalam ruang obrolan yang sudah ada ataupun membuatnya sendiri. Adapun tiap ruang obrolan memiliki moderator yang berperan sebagai pengatur aktivitas interaksi pendengar yang ingin ikut berbicara dalam forum ruang obrolan tersebut, pembicara yang berperan sebagai pemberi materi dari topik pembahasan dalam ruang obrolan serta pendengar yang memiliki peran untuk mengikuti sesi dari ruang obrolan yang telah dibuat.

Sifatnya yang eksklusif dari media sosial Clubhouse yang hanya dapat digunakan oleh pengguna provider iPhone ini, disinyalir akan terus dikembangkang hingga dapat digunakan secara global khususnya dalam perangkat smartphone berbasis Android (OS).

 

Pahami Resiko.Tabloid Kontan.1 Februari – 7 Februari 2021. Hal.3

Meski terbilang praktis, skema paylater tetapi memiliki beragam risiko, mulai dari keamanan data hingga akun yang dinonaktifkan tiba-tiba.

Francisca Bertha, Jane Aprilyani

Setelah mengenal soal fitur, cara memanfaatkan paylater dengan bijak dan kelebihan dibandingkan kartu kredit, hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah tahu aturan main dari skema pembayaran ini.

Tika Putri, penggunan beberapa layanan paylater sejak 2018 lalu mengaku mengalami beberapa kendala. Proses pendaftaran memang praktis, karena ia tidak perlu mendatangi lembaga pembiayaan atau bank, cukup mengikuti langkah pada aplikasi. Ada aplikasi yang meminta rekening koran tiga bulan terakhir dan foto surat tanda kendaraan bermotor (STNK) sesuai namanya. “Jadi sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan, tetap ada syaratnya,” kata Tika.

Toh begitu, Tika mengaku khawatir dengan keamanan datanya. Apalagi tak sekali dua kali ia mendengar ada kejadian orang telat membayar, lantas ditagih ke salah satu kontak yang disimpan pada ponselnya. Lantas, ketika konsumen telat membayar, ada denda yang nilainya cukup besar.

Terakhir, pada Juli 2020 lalu tiba-tiba salah satu akun paylater miliknya dinonaktifkan secara sepihak. Padahal ia selalu membayar tepat waktu, bahkan jauh hari sebelum jatuh tempo.

Saat dikonfirmasi ke penyedia, alasan mereka pemblokiran dilakukan karena ada pembatasan layanan terkait Covid-19. “Saya kontak ke customer service katanya bukan karena telat membayar, tetapi ada kebijakan selama Covid-19,” kata Tika.

Risiko keamanan

Sebelumnya, Budi Raharjo perencana keuangan One Shildt Financial Planner pernah menyampaikan kepada KONTAN, meskin skema paylater ini praktis, memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan dari paylater. Di antaranya soal keamanan data dan saldo pada rekening paylater.

Traveloka, sebagai salah satu aplikasi yang menyediakan kredit digital berusaha menerapkan mitigasi risiko yang ketat. Hal tersebut telah dilaksanakan, sejak dari awal proses pendaftaran. Pengguna yang mengajukan permohonan pinjaman pada fitur Traveloka PayLater akan melalui proses verifikasi dan Know Your Customer (KYC) terlebih dahulu.

Menurut Andhini Putri, VP Marketing Financial Services & Transport Traveloka, proses verifikasi dan KYC ini memungkinkan mitra pemberi pinjaman memeriksa data dan kelayakan pengguna. Pemeriksaan ini termasuk profil risiko pengguna, untuk menentukan total nilai pinjaman yang dapat disalurkan.

“Pengguna juga harus melampirkan kartu identitas (KTP) yang masih berlaku dan dokumen pendukung lainnya, seperti SIM, BPKS, NPWP, atau Kartu Keluarga,” jelas Andhini lebih lanjut.

Winny Triswandhani, Head of Corporate Communications GoPay mengatakan Gojek berusaha untuk menjaga keamanan dari penggunanya termasuk pengguna GoPaylater.

Akan tetapi, ia mengingatkan agar konsumen tetap berhati-hati dan berinisiatif menjaga keamanan sendiri ketika bertransaksi online. Di antaranya tidak melakukan pembayaran di luar aplikasi, mengamankan data pribadi, tidak membagikan kode OTP atau data penting seperti nomer identitas, nama gadis ibu kandung, tanggal lahir, nomor rekening atau kartu debit/kredit.

Selain itu, selalu gunakan PIN dan aktifkan fitur biometrik untuk melakukan verifikasi saat transaksi. GoPay dan Paylater dan adukan hal mencurigakan melalui email resmi dan halaman bantuan di aplikasi Gojek.

Akun diblokir

Jangan sekadar mengetahui bunganya saja, sebagai penguna paylater Anda juga harus paham denda yang harus dibayar jika melakukan pembayaran melebihi jatuh tempo.

Keterlambatan, bahkan gagal bayar pada pinjaman, memang tidak bisa dihindari. Presiden Direktur PT Akulaku Finance Indonesia, Efrinal Sinaga mengaku Akulaku sendiri mencatatkan rasio non performing financing (NPF) per Oktober 2020 tercatat sebesar 0,4% sedangkan rata-rata NPF Industri adalah 1,93%.

Saat terjadi keterlambatan hingga gagal bayar, secara umum Akulaku akan melakukan beberapa langkah, antara lain mengingatkan melalui desk collection, mengirimkan somasi, kunjungan field collector, hingga memberikan relaksasi dalam bentuk restrukturisasi kepada nasabah mereka.

Sementara besaran denda yang harus dibayarkan disesuaikan dengan jumlah dari tagihan pengguna.

Kredivo, paylater sejenis Akulaku memberlakukan, denda berupa bunga keterlambatan 4% per 30 hari dan biaya keterlambatan 6% per 30 hari dari jumlah tagihan yang melewati jatuh tempo.

Indina Andamari, VP Marketing & Communications Kredivo bilang saat ini pihaknya mengikuti dan patuh terhadap aturan yang dikeluarkan OJK terkait keterlambatan dan gagal bayar.

Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah akun paylater milik Anda, sewaktu-waktu dapat dibekukan. Padahal, Anda sudah merasa membayar tepat waktu, seperti dialami Tika.

Menurut Andhini, peristiwa blokir otomatis bisa dialami, jika akun pengguna tidak digunakan secara aktif selama beberapa bulan terakhir. Lebih lagi, kalau Anda rajin membayar, kalau Anda rajin membayar, bisa jadi taka da tagihan tertunggak, dengan begitu akun jadi non aktif secara otomatis.

“Kalau misalnya dalam dua atau tiga bulan terakhir akun paylater aktif dan ada transaksi, maka akun itu tidak akan kena pe-nonaktifan,” kilah Andhini.

Hal serupa juga diterapkan GoPay PayLater. Namun, manajemen mengatakan sebaiknya pengguna langsung menghubungi Gojek jika tiba-tiba saldo GoPay PayLater tidak dapat digunakan. Maklum, penyebab blokir ini beda-beda. Bisa saja, Anda rajin membayar, tapia da transaksi yang diragukan.

Risiko Paylater

Meski terbilang menggiurkan di saat dibutuhkan, penggunaan paylater juga cukup berisiko. Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com menyebut ada tiga risiko yang akan dihadapi ketika menggunakan paylater. Pertama, ada biaya tambahan jika tak bayar tepat waktu. Kedua, akan ada biaya tambahan ketika bertransaksi. Dan ketiga, kalau tidak dicatat, bisa jadi pengeluaran kita tidak terkontrol dan menyebabkan pos keuangan lain terganggu.

Kendati demikian, menurut Widya, siapapun menggunakan paylater. Namun dengan syarat bahwa paylater merupakan alat ganti pembayaran yang harus dibayar lunas akhir bulan. “Paylater bukan dana cadangan atau dana darurat,” ujarnya.

Karena bukan dana cadangan, Widya juga mengingatkan agar pengguna teliti dalam memilih platform. Dia tegaskan untuk memilih penyedia paylater yang memiliki izin dan terdapat lambang OJK.

Di samping itu, buat anggaran khusus paylater agar Anda tak terkena denda. Sementara, kalau akun tiba-tiba dinonaktifkan, maka telusuri dahulu apakah ada ketentuan dan syarat yang Anda langgar.

 

Sumber: Kontan, 1 – 7 Februari 2021

Selamat Tinggal Satelit Telkom-3. Kompas. 9 Februari 2021.Hal.9

Satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk kembali memasuki atmosfer Bumi. Kini satelit itu menjadi sampah antariksa.

M Zaid Wahyudi

Saat diluncurkan pada 2012, satelit Telkom-3 milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk hilang dalam perjalanan menuju orbit. Kini, satelit itu memasuki atmosfer Bumi bukan untuk menjalankan fungsi sebagai sarana telekomunikasi, melainkan sebagai sampah antariksa.

Perhitungan terakhir oleh Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Space Track, dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) menunjukkan, satelit Telkom-3 jatuh ke Bumi pada Jumat (5/2/2021) pukul 16.28-16.42 WIB. Jika satelit tidak habis terbakar di udara, sisa satelitnya diprediksi jatuh di wilayah dengan posisi 41,4 derajat lintang utara dam 106,6 derajat bujur timur atau di sekitar perbatasan China dan Mongolia.

Hingga Sabtu (6/2) pukul 02.00 WIB, belum ada laporan jatuhnya satelit itu atau kerusakan akibat jatuhnya benda luar angkasa. “Bisa jadi satelit habis terbakar di udara atau jatuh di area tak dihuni manusia,” kata peneliti Lapan, Rhorom Priyatikanto.

Satelit Telkom-3 diluncurkan pada 7 Agustus 2012 dari bandar antariksa milik Rusia, Kosmodrom Baikonur, di Kazakhstan. Satelit itu diluncurkan bersama satelit Express MD-2 milik Rusia menggunakan roket peluncur Proton-M. gangguan pembakaran di bagian atas roket yang disebut Briz-M (Breeze-M) membuat satelit gagal mencapai orbit.

Satelit seberat 1.903 kilogram itu, seperti dikutip Kompas, 11 Agustus 2012, rencananya ditempatkan di orbit geostasioner di ketinggian 35.401 kilometer (Km) dari Bumi atau di atas Selat Makassar. Masalah pada roket peluncur membuat satelit ini hanya berada di ketinggian 266-5.013 km dari Bumi.

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sebagai pemilik satelit mengganti satelit Telkom-3 dengan satelit Tekom-3S yang diluncurkan pada 14 Februari 2017 dari Bandar Antariksa Guyana di Kourou, Guyana-Perancis. Perusahaan peluncurnya berganti, dari Roscosmos ke Arianespace. Demikian pula produsen satelit, berubah dari Information Sateliite Systems (ISS) Reshetnev ke Thales Alenia Space.

Perjalanan singkat

Kegagalan satelit Telkom-3 dan Express MD-2 mencapai orbit bersumber pada kegagalan bekerja roket bagian atas dari roket peluncur Proton-M yang membawa dua satelit itu. Saat diluncurkan, pembakaran roekt ProtonM pada roket tingkat 1 dan tingkat 2 berjalan lancar. Gangguan terjadi saat pembakaran di roket tingkat 3 yang disebut Briz-M.

Pembakaran di roket Briz-M itu seharusnya berlangsung empat tahap. Saat mesin ketiga baru menyala tujuh detik dari rencana 18 menit 5 detil, mesin roket mati. Itu diduga karena ada benda asing di pipa bahan bakar. Akibatnya, perjalanan dua satelit itu terhenti pada orbit rendah Bumi (Kompas, 8 Agustus 2012).

Data terbaru menunjukkan roket Briz-M, satelit Telkom-3 dan satelit Express MD-2 terpisah. Menurut konsultan satelit yang pernah bekerja di Hughes Space and Communication, Amerika Serikat, yang membuat satelit Palapa-AB dan Palapa-C, Wicak Soegijoko, pemisahan dua satelit dengan roketnya bisa dilakukan meski roket pendorongnya mati.

Posisi dua satelit di orbit rendah bisa didorong menuju orbit tujuan dengan bahan bakar di satelitnya, tetapi umur atau masa pakai satelit akan terpotong. Itu tak jadi pilihan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk karena membuat pendapatan jasa sewa satelit tak sebanding dengan investasi. Nilai investasi satelit Telkom-3 sebesar 200 juta dollar AS atau Rp 2,8 triliun dengan kurs Rp 14.000 per dollar AS.

Selain itu, setiap satelit yang diluncurkan ke luar angkas dicakup asuransi. Pemilik satelit menanti 2-3 tahun hingga perusahaan asuransi mengganti satelit yang hilang.

Kejatuhan

Sejak gagal mencapai orbit, satelit Telkom-3 hanya jadi sampah antariksa. Selama 8,5 tahun terakhir, dikutip dari Lapan, satelit ini mengitari Bumi dengan bentuk orbit amat elips hingga jarak terdekat dan terjauh dari Bumi 267-5.015 kilometer.

Setiap benda yang diluncurkan dari Bumi dan mengitari Bumi akan mengalami penurunan ketinggian orbit. Itu membuat benda buatan manusia di luar angkasa atau sampah antariksa masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Informasi awal satelit Telkom-3 masuk kembali ke atmosfer Bumi disampaikan Space Track, 3 Desember 2020. Saat itu satelit yang diberi kode NORAD 38744 itu diprediksi memasuki atmosfer Bumi 60 hari ke depan sejak pengumuman.

Menurut Rhorom, obyek yang jatuh hanya satelit Telkom-3. Roket pendorong Briz-M, yang membawa satelit, telah jatuh ke Bumi pada 9 April 2019 di laut di utara Papua. Teman peluncuran Telkom-3, yakni satelit Espress MD-2, mengorbit Bumi di ketinggian 266-3.987 km.

Sesuai konvensi internasional, negara peluncur, yakni negara pemilik satelit; negara yang menyewakan jasa peluncuran satelit; dan negara tempat peluncuran satelit, bertanggung jawab atas jatuhnya korban atau timbulnya kerugian akibat satelit yang masuk kembali ke atmosfer Bumi. Karena itu, sejak pertengahan Januari 2021, Lapan dan Roscosmos memantau kejatuhan satelit Telkom-3. Space Track sebagai organisasi yang mendorong pemanfaatkan luar angkasa turut memantau.

Pada 30 Januari 2021, satelit Telkom-3 berada di ketinggian kurang dari 200 km sehingga segera jatuh ke Bumi. Penurunan ketinggian obyek semakin cepat saat gaya hambat udara setara dengan gravitasi Bumi.

Pada ketinggian 120 km, kecepatan jatuh satelit diperkirakan 30.000 km per jam. Saat memasuki atmosfer Bumi, kecepatannya tinggal 100 km per jam atau 27,7 meter per detik. Pada ketinggian 80 km, satelit sampah antariksa hancur tercerai berai jadi potongan lebih kecil. “Kecepatan jatuhnya satelit jauh lebih lambat dibanding kecepatan meteor,” tambah Rhorom.

Seiring semakin rendahnya posisi satelit Telkom-3, prediksi waktu dan lokasi kejatuhan Telkom-3 semakin baik. Arah jatuh satelit menentukan kecepatan jatuhnya satelit. Cuaca antariksa juga menentukan seberapa cepat sampah antariksa itu berkurang.

Dari perhitungan terakhir, satelit ini diperkirakan jatuh pada Jumat (5/2) pukul 16.28-16.42 WIB di perbatasan China dan Mongolia. Meski belum ada laporan, kalaupun obyek ini tak habis terbakar di udara, diperkirakan bagian satelit tersisa 10-40 persen saat jatuh di Bumi.

Risiko ada korban jiwa akibat jatuhnya sampah antariksa 1 dari 40.000 kejadian karena banyak area di Bumi tak dihuni manusia. Kembalinya satelit Telkom-3 ke atmosfer Bumi menyadarkan kita untuk semakin bijak dalam menggunakan teknologi antariksa.

PERJALANAN TELKOM-3

Jatuhnya Satelit Telkom-3 yang telah menjadi sampah antariksa

Prediksi dilakukan oleh Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), Space Track, dan Lapan. Sampah satelit Telkom-3 diprediksi jatuh pada Jumat (5/2/2021) pukul 16.28-16.42 WIB di wilayah perbatasan China dan Mongolia pada posisi 41,4 derajat lintang utara dan 106,6 derajat bujur timur.

Satelit Telkom-3

  • Pembuatan: Reshetnev Space Company
  • Pemilik dan operator: PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
  • Misi: Komunikasi dan siaran TV di Asia Tenggara

Express MD-2

  • Pembuatan: Khrunichev Space Center, Thales Alenia Space (Italia)
  • Pemilik dan operato: Perusahan komunikasi satelit Rusia
  • Misi: Retransmitting data di sistem satelit komunikasi Rusia dan penyiaran

 

Sumber: Kompas, 9 Februari 2021