5 Cara Amankan Data Di FB

FACEBOOK tengah mendapat sorotan karena skandal kebocoran data pengguna dalam jumlah yang besar. Data ini kemudian diduga digunakan untuk kepentingan politik. Pengguna Facebook pun khawatir data mereka akan diperjualbelikan dan digunakan tanpa sepengetahuan pengguna.

Sebelumnya, 50 juta data pribadi pengguna Facebook dicuri dan disimpan oknum tak bertanggung jawab untuk mendukung kampanye Donald Trump di Pilpres  AS 2016 lalu. Kasus yang dinamai “Cambridge Analytica” ini heboh di seluruh dunia dan memicu kekhawatiran masyarakat global.

Kemudian ajakan $DeleteFacebook (hapus Facebook) muncul dan menggema di dunia maya. Bukan tanpa alasan, kemanan data memang tengah menjadi sorotan besar di era informasi ini.

Lantas bagaimana cara atau antisi pasi untuk melindungi data kita dari pihak tak bertanggung jawab ini? Dikutip KompasTekno dari Digital Trends, setidaknya ada lima langkah yang bisa dilakuakn untuk membuat data yang kita miliki di Facebook menjadi lebih aman.

Berikut ini adalah langkah – langkahnya yakni: unduh semua data facebook Anda, ubah setelah privasi mengubah setelan lini masa, dan tagging, cek aplikasi pihak ke tiga yang aktif, dan langkah terakhir ketika empat langkah sebelumnya belum efektif adalah: hapus facebook Anda.

  1. UNDUH SEMUA DATA FACEBOOK ANDA

Facebook sebenarnya memiliki fitur untuk pengguna agar merak bisa mengunduh dan mem-backup semua data pada akun masing-masing. Caranya mudah, pada bagian pojok kanan atas tekan tombol panah kebawah untuk memunculkan menu. Kemudian pilih menu “setting”. Kemudian pada halaman “general Account Setting” Anda akan menemukan tombol “Download a copy”. Tombol ini berfungsi untuk mengunduh semua aktivitas Anda di Facebook, termasuk dengan informasi-informasi  apa saja yang telah anda posting, pesan terkirim, hingga iklan apa saja yang telah Anda klik.

  1. UBAH SETELAN PRIVASI ANDA

Masih pada halaman setting, Anda akan menemukan tombol “ privacy”. Di sini Anda dapat mengatur siapa saja yang dapat melihat profil Anda. Anda juga bisa siapa saja yang dapat memberi Anda permintaan pertemanan, melihat daftar teman Anda, hingga melihat foto pribadi Anda.

Anda bisa mematikan ke semua pengaturan dengan menekan tombol “edit” pada sisi kanan dan mengatur sesuai keinginan Anda.

  1. MENGUBAH LINIMASA DAN “TAGGING”

Pada menu “setting” atau seletan, Facebook juga melengkapi pengaturan agar Anda dapat memilih siapa saja orang yang bisa melihat akitvitas Anda. Ada beberapa pilihan di sini, yakni setelan untuk linimasa dan setelan untuk “tagging”. Pada setelan untuk linimasa, Anda bisa melihat postingan-postingan And. Anda bisa memilih apakah hanya Anda sendiri atau teman-teman terdekat anda. Sementara pada menu “tagging” Anda juga bisa mengubah sesuai keinginan siapa saja yang bisa menandai (tag) And pada postingannya.

  1. CEK APLIKASI PIHAK KETIGA YANG AKTIF

Bocornya 50 juta data Facebook dikarenakan oleh aplikasi pihak ketiga. Oleh karena itu, Anda harus benar-benar teliti memeriksa aplikasi apa sja yang mendapat akses pada data pribadi Anda.

Caranya juga mudah, pada halaman setting di bagian bawah Anda akan menemukan tombol “apps” atau aplikasi. Dengan mengklik tombol ini Anda dapat melihat aplikasi apa saja yang memiliki akses pada data pribadi Anda. Periksa aplikasi tersebut dengan saksama dan matikanlah aplikasi yang kira-kira mencurigakan serta membahayakan.

  1. HAPUS FACEBOOK ANDA

Ini adalah pilihan terakhir ketika Anda sudah tidak ingin lagi menggunakan media sosial ini. Bagi And yang ingin menghapusakun secara permanen, Anda cukup masuk pada menu ”setting” kemudian pilih “download a copy of your Facebook data” seperti pilihan pertama. Setelah itu Anda harus menuju halaman ini kemudian klik “delete my account”. Untuk pilihan terakhir ini Anda harus memastikan bahwa semua data telah Anda backup terlebih dahulu.

 

Sumber: Surya_.27-Maret-2018.Hal_.13

Google Cari Celah di Cina

JAKARTA –  google Inc. tetap berharap dapat melebarkan bisnisnya ke China meskipun hingga kini banyak layanan raksasa mesin pencari itu yang ditutup oleh Pemerintah Negeri Panda.

Chief Executive Officer Google Sundar Pichai berhapa China dapat memainkan peran penting dalam pengembangan teknologi kecerdasa buatan (attificial intellingence/AI).

“China telah memainkan peran besar bagaimana AI dapat membentuk masa depan. Ketika kita membangun bersama, kita bisa mendapatkan ide lebih baik dengan cepat,” kata Pichai dalam forum tahunan China Development Forum di Beijing, seperti dikutip Bloomberg, senin (26/3).

Adapun, Google telah memberikan investasi untuk usaha rintisan China, membangun aliansi paten dengan Tencent Holdings Ltd., dan menanamkan perangkat TensorFlow AI ke Negeri Panda, meskipun layanan utamanya seperti pencari dan surat elektronik masih diblokir oleh pemerintah China.

Adapun perusahaan The Mountain View yang berbasis di California tersebut baru – baru ini telah membuka laboratorium di Beijing dengan fokus riset AI. “Kami telah mendapatkan tim kecil yang akan melakukan riset di sana dan tidak sabar untuk mengembangkannya,” sambung Pichai.

Untuk menggambarkan kemampuan pertumbuhan teknologi di China, Pichai mengapresiasi layanan podcast Cast Box milik Negeri Panda sebagai salah satu contoh dari aplikasi lokal yang mendapatkan popularitas internasional.

Adapun yang mau menjadi batu sandungan langkah Google di Negeri Panda bermula ketika mereka menolak untuk menyesor mesin pencariannya menggunakan sistem sensor internet China pada 2010. Sejak itu, layanan mensin pencari Google diblokir oleh pemerintah China hingga sekarang.

 

Sumber: Bisnis-Indonesia.27-Maret-2018.Hal_.9

Google is Planning a Big Push on Its Own Hardware

Google is planning to increase the focus on its own smartphones and other device, rather than partnering with the hardware manufacturers which use its software.

“We are very focused on being successful in consumer electronics,” Rick Osterloh, head of Google’s hardware department, said at the recent Mobile World Congress in Barcelona.

The boundaries between hardware and software are becoming increasingly blurred, which is one reason behind Google’s move. In the past, the company mainly licensed its own software, such as the Android mobile operating system, to hardware manufacturers.

Now, as well as its own smartphones, Google has created networked speakers, and a notebook computer.

Google won’t be bound by the sensitivities of other smartphone manufacturers that use Android, according to Osterloh. “We want to drive innovation for users and we won’t hold back,” he said.

Google’s pixel smartphone only have small slice of the market, but as the developer of Android – the most widely used operating system on smartphones – Google play a major role.

Underpinning its ambition in the smartphone business, Google recently acquired HTX’s 2,000-person smartphone design division in a 1.1 billion dollar deal. That team will continue to focus on smartphones, Osterloh said/

It’s anticipated that Google’s inhouse hardware dibision will benefit from increasing integration with the rest of the company. “I have no restrictions on cooperation with other parts of Google,” Osterloh said.

That means that engineers working on device development will also work closely with Google’s research department and the Android team, as well as specialists in areas such as mavigation and virtual and augmented reality.

The connected home is an important focus for Google’s device business. Smart home specialist Nest is now going to be integrated into Osterloh’s hardware division. Bought by the company four years ago, it was previously a separate company under the umbrella of Google’s mother company Alphabet.

Nest sells networked device for heating, smoke detection, home security systems and alarm systems. A first step in the integration will see the Google Assistant installed on Nest device.

Some people worry about the privacy and data security implications of networked home device with microphones. Osterloh stressed that Google takes this issue very seriously

“We’ve sold a lot of Google Home speaker. For me that means we’ve built trust with these people, who allow us into their homes,” he said, adding that the company realizes that trust has to be re- earned every day through transparency. (dpa)

 

Sumber: Independent-Onserver.9-15-Maret-2018.Hal_.13

Teknostres

Tanpa disadari, kita sudah memasuki perkembangan industry yang keempat. Kemajuan yang membuat dunia serasa makin kecil saja karena segalanya terasa semakin dekat dan cepat. Perubahan ini mau tidak mau mengganti bentuk kerja, gaya keja, bahkan gaya hidup kita. Namun, tanpa disadari, ada juga “price to pay” era digital ini pada masing masing dari kita. Sementara itu, dunia modern ini sudah membuka kemungkina – kemungkinan yang tidak terbatas, seperti mempertemukan mereka yang hilang kontak berpuluh  – puluh tahun, melakkan transaksi keuangan secara digital, meeting dengan perwakilan dari berbagai penjuru dunia tanpa harus meninggalkan meja kerja tetapi, ktia pun ternya pelu menelan konsekuensinya. Hubungan antarmanusia terasa semakin merenggang, baik secara fisik maupun emosional. Kita dengan mudah mengabaikan mereka yang berada di sekeliling karena kita begitu tenggelamnya dengan perangkat digital yang ada. Semakin bebasnya setiap orang untuk mengemukakan isi hati dan pikirannya di media sosial – media sosial yang mereka gunakan, makin sulit untuk mengembangkan empati yang membutuhkan untuk terlebih dulu mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain. Sulitnya, kita pun sering tidak menyadari adanya kesenjangan ini karena kita merasa bahwa kita masih sering berhubungan secara daring (online).

“Always-on culture”

Saat sekarang keterbatasan geografis, kemacetan yang semakin parah, sudah banyak sekali tertanggulangi dengan adamua teknologi. Dengan demikian, oembatasan waktu antara rumah dan kantor semakin samar. Seorang atasan yang tengah malam tiba – tiba teringat akan sesuatu hal bisa dengan ceoat mengirimkan pesan melalui aplikasi pesan kepada anak buahnya, dengan alasan “daripada menunda dan nanti terlupakan”. Keesokan paginya, dengan mudah, ia menegur anak buahnya yang belum membalas pesan tersebut dikirim pukul satu malam. Anak buah kebingungan karena ia pagi itu belum juga sempat membuka telepon genggamnya karena masih disibukan dengan berbagai urusan domestik dan langsung berangkat ke kantor. Kita sudah hamper tidak bisa membatasi jam kerja. Alhasil, tak jarang banyak pekerja yang mengelukan bahwa mereka mengalami kejenuhan karena sepertinya pekerjaan tidak pernah berakhir, apalagi sekarang perusahaan banyak yang membekali karyawannya dengan laptop dan internet yang semakin lama semakin murah sehingga kantor pun dengan mudah berpindah ke rumah. Servis digital yang memang menawarkan banyak kemudahan ini bisa – bisa malah menjadi boomerang yang memberikan tekanan bagi para bawahan karena atasan yang tanpa disadari memperpanjang jam kerja. Berapa sering kita mendengar bahw karena tuntuan pelanggan, kita mengharapkan anak buah untuk siap dihubungi 24 jam sehari, 7 hari seminggu?

Belum lagi gejala membanjirnya informasi. Dengan selalu terhubungnya kita di e-mail dan teks melalui WA, Line atau perangkat lainnya, kita dihujani informasi yang penting maupun tidak penting yang secara tidak langsung menimbulkan ketegangan. Berita – berita “sekedar info daro group sebelah” yang belum jelas kebenarannya mengenai berita buruk yang menimpa seseorang, sampai ada info anjuran konsumsi makanan tertentu untuk peng-obatan yang seolah – olah bisa membuat kita lebih pakar daripada dokter. Apalagi ada tekanan mental bahwa ktia perlu merespons segera semua pesan yang datang kepada kita. Untuk beberapa di antara kita, hal ini bisa menimbulkan gejala kelelahan yang berkesinambungan. Kita biasanya mengacu dan menyukai segala sesuatu yang bersifat real time, tetapi sekarang situasi ini bisa terasa unreal time pula.

Di lain pihak, kita menyaksikan para startuip yang tidak kenal lelah berkreasi, mengeluarkan bersi baru yang lebih canggih, lebih praktis dari apa yang selama ini kita tekuni. Hal ini juga pastinya menumbukan ketegangan karena kita sendiri terus – menerus dipacu untuk berpikir mengenai kreasi baru agar kita tetap kompetitif. Jadi, keuntungan memanfaatkan teknologi yang membuat kita seolah – olah bisa menjadi pekerja pengembara, bukannya tanpa stress. Apalagi bila pada akhirnya kita semacam kecanduan untuk dair terus – menerus secara kompulsif.

Hal lain adalah timbulnya gejala “inactivity”. Dengan hanya berinteraksi dengan komputer dan ponsel, manusia cenderung duduk dan kurang bergerak secara fisik. Hal ini semakin lama semakin serius, dan bahkan bisa menyebabkan berkurangnya tingkat kesehatan secara drastis. Sebuah artikel kesehatan menyatakn bahwa duduk tersu – menerus dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang sangat parah karena metabolisme manusia pun ternganggu. Hal ini bahkan telah terjadi semenjak usia dini. Betapa kita melihat anak – anak sekarang lebih senang bermain dengan ponsel, ketimbang berlarian dengan rekan sebayanya, bermain tali maupun permainan – permainan fisik lain yang begitu fisik lainyang begitu kita nikmati waktu kecil dahulu.

Dampak dari situasi sperti ini, berdasarkan penelitian sudah kelihatan. Keletihan, masalah konstrasi, kecemana, kaku otot dan sikap apatis semakin meningkat.

Solusi stress zaman “now”

Kecanggihan pengetahuan kita sekarang, memudahkan untuk melakukan prevensi terhadap stres ketimbang sudah terjebak pada kekalutan pikiran yang tidak perlu.

Seorang dokter ahli gizi menyarankan kepada pasiennya untuk ertiap hari berjalan kaki atau bersepeda paling tidak 25 menit untuk menghilangkan stres. Logikanya sederhana, dengan peredaran darah, terutama ke otak, kita bisa beroikir lebih jernih dan mengurai keruwetan pikiran kita.

Seorang psikolog mengajukan untuk lebih banyak mengupayakan tatap muka, tanpa perangkat elektronik, dan berdiskusi mengenai hal apa saja, dengan harapan aspek emosional bekerja lebih giat pada saat – saat itu dan hormon – hormon rekasi dan yang menimbulkan semangat positif akan bekerja di otak kita.

Ada perusahaan yagn tetap ,e,[ertajamlam [enggunaan “dashboard” pemantau perkembangan proyek secara manual meskipun sudah memiliki aplikasi yang lebih canggih. Diskusi sambil berdiri ini “lebih hidup” kita mereka. Konsekuensi positifntya adalah kita lebih banyak bergerak dan bisa berdiskusi secara tatap muka di mana kita bisa mengakap tidak hanya bahasa verbal, tetapi juga ekspresi noverbal dari teman diskusi kita. Ada juga yang menyediakan ruang makan dengan desain menarik agar mengundang para karyawan untuk meninggalkan sejenakkomputer mereka dan berinteraksi satu sama lain untuk meningkatkan sambang rasa di antara sesama karyawan.

Only when science and technology are used with human concern in a world in which all of the earth’s resources are held as the common geritage of all of the earth’s people can we truly say that there is intelligent life on Earth. – Jacque Fresco”

Sumber: Kompas.10-Maret-2018.Hal_.27

Mesin Waktu

Oleh Gajah Kusumo

Stephen Hawking, fisikawan, kosmolog, dan seorang pemimpi pernah beujar bahwa bahan-bahan utama untuk membuat mesin adalah lubah cacing dan roket yang teramat sangat cepat sekali.

Space Shuttle milik NASA, yang kabarnya memiliki kecepatan 28.100 kilometer per jam jelas belum memenuhi syarat disebut sebagai roktet teramat sangat cepat sekali karena sama sekali belum mendekati kecepatan cahaya, yang kira – kira 300.000 km per detik.

Mesin waktu adalah sebuah alat yang digunakan untuk menjelajah waktu di masa lampau atau bahkan di masa mendatang. Sudah puluhan film mengenai penjelajahan waktu di buat, dari trilogi Back toThe Future (1985), Twelfe Monkey (1995), The Time Machine (2002), The Butterfly effect (2004), The Time Traveler Wife (2009), Midnight in Paris (2011), The Looper (2012), About Time (2013), hingga Interstellar (2014).

Perjalan menembus waktu memang demikian menarik sehingga sineas dan produser berlomba-lomba menggali tema penjelajahan waktu dari berbagai sisi. Apalagi, ide tersebut juga masih menjadi perdebatan di kalangan saintis.

Bagi Sir Isaac Newton, waktu bagaikan anak panah yang ditembakan yang melaju searah dan tetap. Jam berdetak sama cepatnya dimana pun di jagat raya ini. Lalu datang Albert Einstein yang menyatakan Newton salah besar.

Einstein menyatakn waktu itu bagaikan aliran air di sungai, yang bisa dipercept, diperlambat, dan kadang bermuara di suatu tempat atau kadang sungainya malah bercabang dua. Waktu adalah relatif jika mengacu teori relativitas khusus danumum milik Einstein. Artinya, penjelajah waktu adalah mungkin.

Pada teori relativitas umum, Einstein memprediksi mengenai berjalannya waktu, geometri ruang, gerak benda pada jatuh bebas, dan perambatan cahaya. Dia juga memprediksi keberadaan daerah lubang hitam, di mana ruang dan waktu terdisorsi sedemikian rupa sehingga tidak satu pun, bahkan cahaya dapat lolos darinya.

Kemudian muncul Hawking yang beranggapan penjelajahan waktu tidak boleh terjadi. “Melalui lubang cacing, seorang ilmuan dapat melihat dirinya sendiri pada 1 menit yang lalu. Namun, bagaimana jika seorang ilmuan menggunakan lubang cacing untuk menembak dirinya sebelumnya? Kalau di sekarang sudah mati. Lalu siapa yang menembak?”

Hawkign sendiri juga mengaku terobsesi dengan waktu karena andaikan memiliki mesin waktu, dia berkeinginan mengunjugni Marilyn Monroe di puncak ketenarannya atau mampir saat Galileo pertam kali menghadapkan teleskopnya ke langit. Bahkan, dia berkeinginan melakukan perjalan ke unjung alam semesta untuk mengetahui bagaimana keseluruhan cerita kosmik dunia berkahir.

“Kalau mesin waktu itu ada, mengapa kita belum menjupai turis yang datang dari masa depan? Seharusnya turis-turis dari masa depan sudah membanjir untuk mengambil foto. Mengapa belum ada seorang pun?”

Secara naluriah, jika kita ingin berandai-andai, hampir sebagian besar manusia ingin merasakan kembali kenangan indah yang pernah di alami. Jika bisa kembali ke masa lampau, kenangan pahit akan berusaha diubah sedemikian rupa agar menjadi manis.

Dengan demikian, jika kita memiliki semua kenangan manis di masa lampau, maka di masa mendatang kita akan menjadi pribadi atau manusia yang sempurna. Manusia memang merupakan makhluk materialis dan sekaligus idealis.

 

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.18-Maret-2018.Hal_.2

Menghadirkan “Kenyataan” di Dunia Maya

Oleh Diena Lestari

 

Beragam Inovasi baru yang diperkenalkan oleh para inovator membuat banuak pekerjaan manusia dapat diselesaikan dengan mudah dan cepat.

Di era modern sekarang ini, masyarakat ini, masyarakat mulai akrab dengan teknologi  augmented reality (AR) atau tealitas bertambah. Di Indoensia pengenalan teknologi AR secara luas ditandai dengan diperkenalkannya gim mobile Pokemon Go pada Agustus 2016.

Penggunaan teknologi AR dalam gim yang dapat diunduh melaui aplikasi dalam gawai ini berhasil menggabungkan benda-benda di dunia maya baik berdimensi dua atau berdimensi tiga, dengan realitas di dunia nyata.

Selanjutnya, teknologi interaktif ini juga mampu memproyeksikan benda-benda maya itu dalam waktu nyata agar linier denga dunia sebenarnya.

Hasilnya, seperti yang Anda pernah dengar atau baca melalui media massa, pada waktu itu gim Pokemon Go menjadi buah bibir khalayak.

Tidak hanya terbatas diaplikasikan pada gim. Realitas bertambah juga dapat di aplikasikan ke beberapa sektor seperti militer, kesehatan, manufaktur, dan komunikasi. Sejumlah bidang tersebut sangat penting karena beresiko tinggi , dan membutukan tambahan benda semu yang menyerupai benda nyata sebelum diimplementasikan.

Misalnya saja, di dunia medis teknologi AR dapat dimanfaatkan untuk pemeriksaan pasien sebelum menjalani operasi. Melalui teknologi ini, maka dokter bedah dapat langsung melihat data CT Scan dan magnetic resonance imaging (MRI) saat pembedahan berlangsung.

Teknologi AR terlebih dahulu dimanfaatkan oleh kalangan militer. Teknologi ini memungkinkan kaca pelindung kokpit pesawat, dan kaca yang dibenamkan dalam helm pelindung pilot pesawat tempur menampilkan informasi tambahan yang dibutuhkan para penerbang.

Sistem permainan simulasi perang, juga menggunakan teknologi realitas tertambah. Dengan teknologi ini, seorang anggota militer dapat melihat aktivitas dari unit lain yang berpartisipasi dalam simulasi perang. Pendek kata, di dunia kemiliteran teknologi ini memungkinkan seorang tentara melihat gerakan teman atau lawan.

Para peneliti di dunia penerbangan turut memanfaatkan teknologi ini untuk membantu para teknisi saat membuat kerangka pesawat terbang.

Bentuk sederhana dari realitas tertambah juga dipergunakan dalam bidang hiburan dan berita. Misalnya saat berita terkait dengan laporan cuaca, maka penyiar saat melaporkan dapat disertai dengan peta cuaca. Pencitraan yang asli dapat digabungkan dengan peta buatan komputer menggunakan teknik yang bernama choma-keying.

Peranti augmented reality membutuhkan gawai berupa kamera atau webcam, alat tambahan berupa penanda yang dihasilkan scara real time.

Teknologi ini bekerja berdasarkan deteksi citra yang digunakan adalah penada. Prinsip kerjanya adalah kamera yang dikalibrasi untuk mendeteksi penanda yang di berikan. Kemudian setelah mengenali dan menandai pola penanda, webcam akan melakukan perhitungan apakah penanda sesuai dengan database yang dimiliki.

Bila tidak, maka indormasi penanda tidak dapat diolah, tetapi jika sesuai maka akan langsung tampil objek 3D atau animasi yang dibuat terlebih dahulu.

Disadari atau tidak, teknologi ini semkain mutakhir dan tiujukan untuk membantu manusia dalam menghadapi tantangan dalam keseharian. Namun, teknologi tak ubahnya seperti senjata. Jika berada di tangan yang tepat maka dapat bermanfaat bagi sesama. Lain halnya jika jatuh ke tangan yang salah. Teknologi yang diharapkan membawa kesejahteraan akan berubaha menyebar musibah.

 

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.25-Maret-2018.Hal_.2

Belajar Coding Sambil Wisata

Bagi Dirk Schuler, bali bukan hanya sekedar pulau indah tetapi juga sebagai tempat memulai bisnis yang patut diekplorasi.

Bali memang cukup menjual bagi pasar luar negeri. Tidak hanya karena merupakan destinasi wisata populer dunia tetapi iklim juga mendukung kegiatan berbisnis, bahkan untuk belajar coding atau  pemrograman, seperti membuat website atau sejumlah aplikasi.

Bagaimana tidak. Peserta pembelajaran pemrogramanatau coding di Bali tidak hanya berkutat menambah ilmu dalam kelas, tapi bisa melakukan praktek materi yang diajarkan instruktur sambil menikmati eksotisme pemandangan Bali.

Jangan kaget, jika berkesempatan mengunjungi Le Wagon Bali, sejumlah kegitan belajar, siswanya mengutak – atik laptop yang dibawanya tidak di dalam kelas, tapi  di teras sambil memandang pesona alam daro lantai atas. Maklum saja, saat ini, siswa pesertanya sebagian besar merupakan orang asing.

Dirk yang berasal dari jerman mengelola pembelajaran coding dengn merek Le Wagon  Bali sejak januari 2018.

Dia tidak menyangka kedatangan keduanya ke bali bersama sang ieteri yang berkewargaan Malaysia, pada akhirnya berujung tidak hanya untuk menetap tapi juga berbisnis. Pilihannya adalah membuka kelas belajar coding bootcamp.

Le Wagon sebagai tempat pembelajaran membuat aplikasi web memang sudah dikenal dunia. Le Wagon merupakan perusahaan multinational yang telah ada di 29 negara. Kencangnya ekpansi perusahaan tersebut, seiring dengan makin meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di bidang pemrograman.

Dirk mengatakan untuk menjadi seorang programmer tidak mesti melalui pendidikan formal atau menjali kelas perkuliahan. Dengan kursus secara intesif selama 2 bulan seperti halnya dilakukan di Le Wagon, bisa mencetak tenaga ahli di bidang aplikasi web.

Untuk itu, Dirk terpikir untuk memboyong jasa pembelajaran program ilmu informatika yang bsia diterapkan dalam dunia usaha atau disebut coding bootcamp ke Indonesia. Le Wagon Bali merupakan yang pertama di Tanah Air.

Sebelumnya dia menetap di Barcelona, Spanyol. Di negara tersebut, Dirk menjadi salah satu siswa Le Wagon. Seiring berjalannya waktu dan adanya perubahan cuaca, Dirk yang berprofesi sebagai prgrammer memutuskan untuk pindah dan menetap di Bali.

Dia melihat Bali memiliki potensi bisnis yang besar, dan mempunyai banyak komunitas yang digagas orang asing seperti kelompok wisatawan yang ada di Ubud maupun Canggu.

“kami perlu membuat [Le Wagon] di Bali, karena dengan pemandangan [yang indah ], membuat peserta belajar dengan baik,” kantanya kepada Bisnis.

Le Wagon Bootcamp yang, yang merupakan web developer walaupun baru hadir sejak bulan pertama tahun ini, sudah mampu merekrut 14 siswa, dan 90%  diantaranya merupakan orang asing yang memang ingin belajar pemrograman sekaligus berwisata ke bali/

Menurut Dirk, Le Wagon merupakan salah satu coding bootcamp terbesar yang banyak dicari di dunia. Ide coding bootcamp pertama kali tercetus di Eropa dan saat ini memang menyasar pasar Asia untuk pembelajaran selama 2 bulan dikenakan biaya US 6.500 atau 85 juta bagi setiap peserta.

“Ada dua pilihan jika ingin bekerja sebagai web developer yakni kuliah komputer science selama 2 tahun, atau mengikuti  bootcamp selama 3 bulan. Saat ini perusahaan lebih mencari lulusan bootcamp,”katanya.

Dirk optimis kursus coding akan laris manis. Lulusan kursus programmer mendapat pelatihan rutin selama 2 bulan. Sementara seorang sarja belum tentu mendapat pelatihan serupa, dan cenderung lebih banyak menerima teori daripada praktik.

Dengan keyakinan tersebut, Dirk selanjutnya akan membuat empat kelas. Adapun kapasitas murid dalam satu kelas, maksimal sebanyak 20 siswa.

Dia berharap makin banyak orang lokal yang tertarik kursus programmer. Dalam waktu dekat, dia juga akan membuka Lee Wagon di Jakarta.

“Indonesia memiliki banyak migran, mereka bekerja di mana pun, sehingga ide bootcamp [programmer] ini cocok bagi orang asing yang tinggal di Indoensia,” katanya.

Untuk mendaftar program coding bothcamp di Le wagon Bali, cukup membuka alamat websitenya di www.lewagon.com/bali atau mendapatkan informasi melaui Instagram @lewagonbali.

 

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.11-Maret-2018.Hal_.6

Mengejar Perbaikan Kualitas, Bukan Kuantitas

Pada 28 Februari 2018, Kementrian Komunikasi dan Informatika resmi menutup registrasi ulang nomor prabayar jasa telekomunikasi dengan validasi data kependudukan dan pencatatan sipil. Saat itu, terdapat 305,78 juta nomor dari sekitar 376 juta nomor prabayar beredar terdaftar ulang.

Data dari Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia menunjukkan, nomor yang teregistrasi antara lain Telkomsel 172 juta, Indosat Ooredo 101 juta, XL Axiata 30 juta, Smartfren 5,8 juta, dan Hutchison Indonesia 20 juta. Memasuki masa blokir sampai Mei 2018, operator telekomunikasi tetap berusaha keras mendorong pelanggan prabayar untuk melakukan registrasi ulang.

Pada 4 maret, data dari kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menyebutkan, sudah 321,5 juta nomor prabayar teregistrasi dengan validasi data kependudukan dan pencatatan sipil. Kabar pemberian insentif telah berhembus selama Oktober 2017 hingga 28 Februari 2018. Belum lagi menjelang tenggat beredar informasi bahwa kementerian siap membantu pelanggan yang mengalami masalah pendaftaran. Caranya adalah pelanggan itu cukup mengirim foto KTP dan kartu keluarga pada Tim Help Desk.

Sistem registrasiyang dianjurkan oleh Peraturan Menteri Kmonukasi dan Informatika Nomor 14 Tahun 2017 itu juga dirasa masih membuka peluang bagi seseorang melakukan registrasi berganda terhadap kartu prabayar. Di lapangan, hal itu mungkin dilakuakn melaui gerai layanan Satu identitas KTP bisa dipakai daftar bekali – kali.

Sejak 20 Februari, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil bahkan sempat menaukan kapasitas hingga dua kali lipat guna memperlancar proses pendaftaran. Hal ini belum bisa menghindari masih banyaknya pelanggan yang berniat mengikuti aran registrasi ualng, tetapi gagal.

Direktorat Jendral Kependudukan dna Pencatatan Sipil menilai ada beberapa penyebab kegagalan antara lain salah ketik NIK, salah ketik nomor kartu keluarga, dan data penduduk ganda.

Persoalan pun tidak terhenti di situ. Di sejumlah daerah, muncul keluhan pelanggan karena data indentitasnya digunakan pihak lain. Kejadian ini bermula dari anjuarn agar masyarakat yang sudah mendaftar ulang diminta mengecek kembali status registrasinya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia mengemukakan, selama dua tahun terakhir, pengaduan konsumen mengenai layana telekomukasi seluler selalu berada di urutan lima besar. Salah satu pengaduan yang disorot adalah tingginya disparitas harga atau layanan yang ditawarkan di kartu perdana nomor prabayar dengan isi ulang.

Harga penawarn di kartu perdana nomor prabayar cenderung lebih murah untuk beragam layanan. Sementara harga isi ualng cenderung lebih mahal untuk ragam layanan hapir serupa. Akibatnya, sejumlah konsumen lebih memilih beli-pakai-buang kartu perdana dib andingkan isi ualng. Pengaduan selanjutnya yang disorot adalah kualitas jaringan. Pelanggan masih saja ada yang mengalami on-off atau blank spot jaringan.

Sampai tenggat kewajiban registrasi ulang dengan validasi data kependudukan dan pencatatan sipil berakhir, masih ada kasus pelanggan yang sudah registrasi ualng dan ditipu. Mekanisme sampai tidak lanjut pengaduan yang belum tersosialisasikan dengan baik membuat pelanggan enggan melapor.

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengatakan, operator wajib  menyetorkan laporan data pelanggan prabayar setiap tiga bulan sekali. Isi laporan meliputi identitas pelanggan, jumlah nomor yang digunakan, serta peruntukan pemakaian nomor. BRTI juga berkomitmen melakukan evaluasi secara menyeluruh pelaksaan registrasi ulang dengan validasi data kependudukan dan pencataan sipil. Hasil inilah ditunggu masyarakat.

Hal lain yang tidak boleh dilupakan selanjutnya adalah pemerintah berani melakukan transparansi data pengguna nomor prabayar dan mendorong operator telekomunkasi mengutamakan kualitas layanan. Operator smestinya tidak hanya mengejar kuantitias. (MEDIANA)

 

Sumber: Kompas.9-Maret-2018.Hal_.17