Fadeli, Bupati Lamongan 2010-2021.Transformasi Pertanian Tradisional ke Modern.Jawa Pos.28 Februari 2021.Hal.5

Berharap Pada Kedelai Lokal. Trubus. Februari 2021. Hal. 54,55

Bahan baku tahu dan tempe mayoritas menggunakan kedelai impor.

Kualitas dan produktivitas kedelai lokal tergolong unggul. Sayangnya harga jual lebih rendah daripada biaya produksi.

Agustinus Priyanto mengolah 50-100 kg kedelai setiap hari menjadi tempe. Ia memperoleh biji Glycine max varietas lokal dari pemasok di Yogyakarta dan sekitarnya. Lazimnya harga kedelai Rp 8.000-Rp 9.000 per kg. Namun, pada awal 2021 harga naik mencapai Rp 12.000-Rp 15.000 per kg. Meski harga naik, keperluan bahan baku masih terpenuhi.

Perajin tempe sejak 2010 itu tetap berproduksi dengan harga jual sama yakni Rp 8.000 per bungkus. “Selama saya membuat tempe harga naik setiap 5 tahun sekali,” kata Agus. Kapasitas produksinya 200-500 bungkus per hari. Tak ada penurunan produksi akibat kenaikan harga. Menurut Agus penurunan produksi justru akibat pandemi korona akibat daya beli masyarakat anjlok.

Lokal lebih baik

Tak seperti mayoritas perajin olahan kedelai lain, sejak awal Agus konsisten memilih kedelai lokal terbaik. Tak hanya kedelai, ia juga memanfaatkan kacang-kacangan lain sebagai bahan baku tempe. Contohnya kacang koro Canavalia ensiformis, kacang hijau Vigna radiata, dan kedelai hitam Glycine max. Itulah mengapa ia masih berproduksi seperti biasanya seakan tak terpengaruh kenaikan harga.

Kenaikan harga kedelai impor hingga Rp 9.000 per kg menurut Andreas turut meningkatkan harga kedelai lokal menjadi Rp 8.000 per kg di tingkat petani pada awal 2021. “Masalahnya di mana kita bisa mendapatkan kedelai lokal saat ini?” kata guru besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Dwi Andreas Santosa, M.S.

Agustinus Priyanto beruntung masih bsia memperoleh pasokan kedelai lokal secara kontinu. Ia turut membuktikan sejatinya kedelai lokal masih dapat diandalkan. Menurut Andreas kedelai lokal lebih baik dari sisi gizi dan rasa. Ukurannya memang lebih kecil daripada kedelai impor tetapi teksturnya lebih padat.

Alumnus Faculty of Life Sciences, Technische Universitaet Braunschweig, Jerman, itu mengamati harga kedelai global mulai naik sejak Mei 2020 mengikuti harga kelompok vegetable oil atau minyak sayur. Selain itu, Tiongkok juga memborong biji tanaman anggotan family Fabaceae itu dari Brasil dan Amerikat Serikat ketika harga belum terlalu tinggi. Semula 15 juta ton menjadi 30 juta ton pada Desember 2020. Praktis ketersediaan kedelai di pasar global berkurang.

Argentina memperparah keadaan dengan kebijakan penghentian sementara ekspor kedelai. Selain gangguan stok, sebetulnya produksi kedelai juga tengah bermasalah. Menurut Andread terjadi kekeringan di beberapa pusat produksi kedelai di Amerika Latin sehingga produksi menurun.

Sementara itu, Indonesia mengimpir kedelai dari Amerika Serikat, Kanada, dan Argentina. Tercatat sejak 2014, pasokan impor pun berangsur meningkat setiap tahun. Pada 2014, impor kedelai sebesar 5,8 juta ton dan pada 2019 mencapai 7,2 juta ton. Andreas memperkirakan total impor kedelai mencapai 7,4 juta ton pada 2020.

Pada hari-hari biasa, harga selikogram kedelai impor sekitar Rp 7.000 sedangkan kedelai lokal hanya Rp 5.000-Rp 6.000. Padahal biaya produksinya Rp 12.000-Rp 15.000 per kg bergantung status lahan. Tentu tak banyak petani yang tertarik menanam kedelai bila harus merugi. Harap mafhum bila kebutuhan kedelai nasional sebesar 80-90% berasal dari impor.

Disparitas harga

Petani lebih memilih komoditas jagung Zea mays yang menguntungkan. Andreas menghitung produktivitas jagung mencapai 9 ton per hektare dengan harga jual Rp 4.000 per kg. Petani bisa mengantongi omzet Rp 36 juta untuk satu hektare jagung. Ia juga mencontohkan komoditas pangan lain yang produktivitasnya menyamai kedelai yakni kacang hijau.

Produktivitas kacang hijau berkisar 1,0-1,5 ton per hektare sedangkan harga di tingkat petani Rp 14.000-Rp 18.000. Biaya produksinya hampir sama dengan kedelai. Andreas mengatakan masih ada peluang untuk swasembada kedelai. Permasalahan kedelai di Indonesia sejatinya karena disparitas harga impor dan lokal terlalu jauh. Guru besar Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan Institut Pertanian Bogor itu merekomendasikan dua hal yakni kebijakan tarif impor dan perlindungan harga petani.

Terlebih sebetulnya produktivitas kedelai varietas lokal tergolong tinggi. Percobaan Andreas menunjukkan produksi riil mencapai 1,7 ton per hektare dengan potensi produksi 3 ton per hektare. Adapun varietas lokal yang ia uji antara lain grobogan dan wilis. Dari segi produktivitas dan kualitas, Andreas justru optimis kedelai lokal dapat diandalkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Namun kembali lagi pada harga. Petani mana yang bersedia tanam bila harga jual di bawah biaya produksi?

 

Sumber: Trubus, Februari 2021

Akuaponik Drum Bekas. Trubus. Februari 2021. Hal.74,75

Drum berkapasitas 200 liter itu berubah fungsi. Pagiat akuaponik di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Muhidin Chatib, memodifikasi drum menjadi akuaponik mini. Muhidin memotong bagian atas drum sepanjang 7 inci atau 17,78 cm lalu memasangnya terbalik untuk dijadikan grow bed atau wadah tanaman. Bagian bawah dilubangi sebagai fish tank atau tangki ikan.

Muhidin terinspirasi praktikus akuaponik mancanegara. Pagiat akuaponik sejak 2016 itu juga memasang lembaran akrilik pada sisi depan drum sehingga pergerakan ikan terpantau dari luar layaknya akuarium. Itulah salah satu daya tarik akuaponik kreasi ayah lima putra itu. Tak heran anak-anaknya pun antusias mengikuti hobi sang ayah.

Modifikasi

Volume tangki ikan sekitar 100 liter dengan kedalaman 50 cm. itu mampu menampung 20 ikan nila Oreochromis niloticus. Muhidin merekomendasikan padat tebar 50 ekor bibit nila atau setara 15 ekor nila dewasa. Muhidin juga mencoba lele di perangkat akuaponik mini kreasinya. Namun, hasilnya tidak terlalu cocok. Sebab, ikan anggota keluarga Clariidae itu lebih menyukai air keruh, adanya resirkulasi tak berperan signifikan pada pertumbuhan ikan.

Di dalam tangki terdapat pompa yang dapat menaikkan air setinggi 1,6 meter dengan daya 20 watt. Ada pula pipa bypass atau pipa pemintas untuk menjaga debit air yang mengalir ke wadah tanam di atasnya. Muhidin juga memodifikasi lubang-lubang kecil pada pipa bypass. Air mengucur seperti pancuran sehingga terbentuk banyak gelembung udara. Secara tak langsung fungsinya mirip aerator. “Sebenarnya ada aerator tapi tidak saya pasang sebab bypass sudah bisa menjalankan fungsi aerator,” kata pria 43 tahun itu.

Ukuran wadah tanam sepertiga tangka ikan, tujuannya menjaga tangka tetap bisa mengalirkan air ke atas tanpa kehabisan air. Wadah tanam memiliki 15 titik tanam dengan ketebalan media tanam sekitar 15 cm. Media tanam berupa campuran pasir malang dan kerikil. Muhidin pun tengah mencoba media tanam batu apung yang berbobot lebih ringan. Wadah tanam dapat dimodifikasi dengan menambahkan pipa untuk media tanam vertikal setinggi satu meter.

Mikroorganisme menjadi salah satu komponen penting dalam akuaponik. Bakteri nitrifikasi seperti Nitrosomonas sp. dan Nitrobacter sp. mengurai ammonia menjadi nitrat. Bakteri itu hidup pada media tanam yang selalu tergenang. Itulah fungsi bell siphon yang membuat kondisi pasang surut pada wadah tanam. “Biasanya pengisian air 3-5 menit lalu mengalir kembali ke fish tank,” kata Muhidin.

Hemat tempat

Akuaponik mini itu juga hemat tempat. Hanya memerlukan luasan 60 cm x 60 cm untuk satu unit. Muhidin mengelola 2 unit akuaponik mini di halaman berukuran 4 m x 4 m. Perawatannya pun amat mudah, hanya perlu rutin mengecek beberapa komponen seperti pompa, bell siphon, dan media tanam. Selain itu pemberian pakan ikan menjadi hal wajib.

Muhidin kerap mencoba beragam sistem tanam akuaponik, antara lain nutrient flow technique (NFT), deep flow technique (DFT), dan deep water culture (DWC). Alumnus Teknik Sipil Universitas Indonesia itu gemar mengutak-atik akuaponik. “Saya buat di rumah sebagai riset small scale aquaponic atau akuaponik skala mini. Ada banyak hal yang saya teliti di rumah,” katanya. Di sela pekerjaannya sebagai karyawan swasta, Muhidin menyempatkan berkebun setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Setiap akhir pekan ia merakit akuaponik mini pesanan konsumen.

Menurut Muhidin akuaponik mini rakitannya mewakili sistem paling sederhana yang mudah dipahami sekalipun oleh orang yang belum pernah mengenalnya. “Bagaimana caranya memperkenalkan akuaponik ke masyarakat umum dengan sistem paling mudah. Saya ingin nantinya banyak orang yang bercocok tanam dengan sistem akuaponik,” katanya.

Peglat akuaponik di Kota Tangerang Selatan, Ifa Yulisti, salah satu yang menggunakan sistem akuaponik mini kreasi Muhidin. Ifa menanam beragam sayuran pada akuaponik mini. Menurut Ifa, sistem akuaponik mini kreasi Muhidin mudah digunakan pemula. Contohnya Ifa, tanpa kendala berhasil memanen beragam sayur dari perangkat mini itu. Jenisnya antara lain daun poko, seledri, rosmarin, dan bayam. Ada pula sayuran buah seperti tomat, cabai, dan terung.

Menurut Kepala Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., akuaponik mini rakitan Muhidin cocok bagi pemula. Musababnya model itu tidak bergantung pada biofilter yang kadang sulit ditangani pemula. Kelebihan lainnya, pegiat dapat menanam beragam tanaman tanpa khawatir kekurangan nutrisi atau keracunan amonia pada tangka ikan. Yudi mengatakan kunci perawatan akuaponik kreasi Muhidin rutin memeriksa kerja bell siphon. Musababnya siphon yang macet dapat menyebabkan media kekeringan atau justru terendam.

 

Sumber: Trubus, Februari 2021

85 Hari Produksi Melon Premium. Trubus. Februari 2021.Hal.16,17

Aroma harum semerbak menguar di rumah tanam. Sumber aroma itu buah-buah melon Cucumis melo siap panen di dalam greenhouse berpopulasi 1.500 tanaman itu. Pucuk daun di sekitar buah mengering berwarna cokelat. Menurut pekebun melon hidroponik di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Irson Sylviano, ciri itu muncul ketika umur melon 85 hari setelah tanam (HST). “Rasa melon manis, juicy, dan beraroma harum,” kata pemuda 33 tahun itu.

Irson membudidayakan melon jenis honey atau melon madu dan jenis dalmatian atau galaxy. Lokasi budidaya di rumah tanam berukuran 450 m2 berketinggian 600 meter di atas permukaan laut. Setiap tanaman rata-rata menghasilkan 2 buah melon berukuran 1 kilogram per buah. Harga jual rata-rata Rp 50.000 per kilogram. Kriteria panen, buah mulus, berbentuk sempurna atau simetris, beraroma harum, dan tingkat kemanisan minimal 14°briks.

Hidroponik

Irson mengatakan, “Melon bermutu premium selalu terserap habis, permintaan sementara pada konsumen langsung”. Ia membudidayakan melon dengan teknik hidroponik dengan media rockwool dan serbuk sabut kelapa atau cocopeat. Petani itu menyemai benih di atas media rockwool. Selama persemaian, penyiraman hanya menggunakan air tanpa nutrisi. Masa semai 10 hari hingga bibit siap pindah tanam ke media serbuk sabut kelapa.

Ia memindahkan bibit beserta rockwool ke atas media serbut sabut kelapa. Pekebun hidroponik sejak 2016 itu menyarankan memilih bibit dengan daya tumbuh tinggi, seragam, dan mutu buah premium sesuai preferensi konsumen. Setelah pindah tanam barulah ia memberikan nutrisi dengan teknik atau substrat. Artinya penyiraman berbarengan dengan pemberian nutrisi.

Kiat buahkan

Nutrisi untuk tanaman melon itu hasil racikan sendiri. Paket lengkap yang mengandung nutrisi hara makro dan mikro. Irson tidak mengubah nutrisi dari fase vegetatif hingga generatif. Perubahan terutama hanya dosis dan EC. Menurut pekebun hidroponik melon di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Stevanus Rangga Santoso, tidak ada aturan baku dalam memercik nutrisi. Bahkan, setiap tempat memungkinkan berbeda sesuai dengan kebutuhan.

Menurut pekebun melon hidroponik sejak 2017 itu nutrisi berkaitan erat dengan kualitas air di kebun. Pekebun wajib mengenal kualitas air sebelum meracik nutrisi. Jika kebutuhan fosfor 100 ppm sementara di air tersedia 50 ppm, penambahan tinggal 50 ppm. Menurut Rangga kebutuhan nutrisi pun berbeda setiap fase pertumbuhan tanaman. Saat fase vegetatif tanaman membutuhkan nitrogen dalam jumlah relatif banyak.

Setelah muncul buah, pekebun mengurangi nitrogen. Sebaliknya, ia menambahkan unsur hara lainnya yang membantu pemasakan buah seperti kalium, fosfor, dan magnesium. Pekebun di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kabul Pamudji, membudidayakan melon dengan mengatur EC 2,2 saat masa vegetatif kemudian meningkat menjadi 2,5 memasuki fase generatif. Nutrisi AB mix berupa campuran unsur kalium, sulfat, dan fosfat.

Menurut Irson hal yang tak kalah penting adalah pembuahan melon. Pada umur 26-39 hari lazimnya bunga mekar. Penyerbukan manual dengan menempelkan benang sari bunga jantan pada putik. Penyerbukan dengan memilih 3 bunga betina terbaik pada satu tanaman untuk dibuahkan. Berselang sepekan ia menyeleksi bakal buah dan penyerbukan ke-2. Sortasi dengan mempertahankan satu buat terbaik dari tiga bakal buah yang mengalami penyerbukan.

Ia mempertahankan bakal buah yang berukuran besar, simetris, dan tanpa cacat. Selain itu ia juga menyortasi bakal buah dari penyerbukan ke-2. Waktu seleksi sepekan kemudian. Pemilik Gracia Farm itu mempertahankan dua buah per tanaman. Adapun momok pekebun melon berupa serangan cendawan seperti antraknosa dan layu fusarium. Irson menyemprotkan fungsida saat pindah tanam dan berselang 5 hari selama masa budidaya.

Tanaman Melon Hidroponik

  1. Jenis yang dibudidayakan honey dan galaxy
  2. Semai benih di rockwool selama 10 hari
  3. Pindah tanam ke media serbuk sabut kelapa di polybag
  4. Nutrisi:
  5. Nilai electrical conductivity (EC) 1,5 dan dosis fertigasi 750 ml per tanaman per hari (Umur 1-5 hari).
  6. Tingkatkan nilai EC 0,2-0,3 dan dosis fertigasi 250 ml berselang 5-7 hari.
  7. Nilai EC melonjak saat tanaman berumur 54 hari: 2,4 dan dosis fertigasi 2.250 ml per tanaman per hari.
  8. Nilai EC saat tanaman berumur 55 hari, turun 0,1 berselang 10 hari.
  9. Nilai EC pada umur 84 hari, 2,1. Dosis fertigasi turun pada hari ke-84, 2.000 ml per hari.

 

Sumber: Trubus, Februari 2021

Rempah dan Pandemi India. Tabloid Kontan. 15-21 Februari 2021.Hal.23

Ketika kasus Covid-19 AS 10,6 juta jiwa, India mencapai 10,3 juta jiwa. Waktu itu, para pakar memperkirakan sebentar lagi kasus Covid-19 India akan melebihi AS. Sebab populasi India 1,3 miliar, AS hanya 300 juta.

Ternyata tidak. Data Awal Februari ini total kasus AS 27,6 juta; India 10,8 juta jiwa. Ada yang menduga, populasi yang dites di India tak sebanyak AS. Ternyata populasi yang dites di India lebih besat dari AS. Hasilnya, di AS kasus baru didapat, di India sebagian besar yang dites sudah punya antibody. Berarti individu tersebut pernah terpapar Virus Corona, tetapi antibodinya cukup kuat hingga tidak sampai sakit. Kementerian Kesehatan India memperkirakan sudah sekitar 20% dari populasi penduduk India terpapar Covid-19 dan bisa bertahan dengan antibodi mereka.

India memang tidak menerapkan lockdown total. Sebab ketika lockdown total diterapkan, kekacauan terjadi. Sama-sama berpenduduk di atas 1 miliar, disiplin masyarakat India tidak sekuat masyarakat China. Negeri tempat asal-usul korona ini berhasil menghentikan pandemi, terutama karena kekuatan pemerintah, hingga rakyat terpaksa disiplin.

India sebaliknya. Pemerintahnya tak seketat China dalam mengendalikan aktivitas penduduknya. Jadi tak heran penularan Covid-19 di India berlangsung dengan sangat cepat, hingga telah menginveksi sekitar 20% dari total populasi atau sekitar 277,6 juta jiwa.

Karena sebagian besar yang dites negatif, otomatis angka kasus baru di India menurun tajam. Puncak kasus baru di India sehari 97.000, terjadi pada bulan September 2020. Setelah itu terus menurun. Dari data resmi pemerintah, rasio meninggal di India juga paling rendah di banding 10 negara dengan kasus Covid-19 tertinggi. Data awal Februari 2021, total kasus India 10,8 juta terbesar kedua setelah AS; 0,78% dari populasi 1,38 miliar. Total meninggal 155.195; 1,4% dari total kasus. Sembuh 8,44 juta; 87%.

Amerika Serikat punya total kasus korona tertinggi dunia 27,69 juta; 8,33% dari populasi 332,1 juta. Meninggal 476.336; 1,71%. Sembuh 17,5 juta; 63,21%.

Brasil negara dengan kasus terbanyak ketiga 9,5 juta; 4,47% dari populasi 213,4 juta. Meninggal 232.170; 2,43% dari total kasus. Sembuh 8,44 juta; 88,47%.

Meski pemerintahnya dihujat dalam menangani kasus Covid-19, Indonesia sebenarnya masih relatif baik. Sampai awal Februari 2021 total kasus Indonesia 1,16 juta, terbanyak nomor 19; 0,42% dari populasi 275,2 juta. Meninggal 31.763; 2,67%. Sembuh 963.028; 82,55%. Rasio total kasus kita lebih rendah dari AS, India, dan Brasil. Rasio total meninggal kita lebih tinggi dari AS, India, dan Brasil. Rasio sembuh lebih rendah dari AS dan Brasil, lebih tinggi dari India.

Faktor rempah-rempah

Para pakar masih bertanya-tanya, mengapa kasus baru Covid-19 India menurun drastis sejak September 2020. Bahkan tak jarang mereka meragukan angka resmi yang dirilis pemerintah. Padahal selama ini India cukup terbuka.

Para pakar itu lupa menengok menu khas India yang penuh dengan rempah. Mereka yang baru pertama kali ke India, atau makan di warung India di Medan atau Kualalumpur, akan kaget dengan pekatnya rempah dalam hampir semua menu. Masakan Timur Tengah yang juga penuh rempah, merupakan pengaruh India. Demikian pula masakan Minang, yang kaya rempah.

Sejak zaman purba, India identic dengan rempah. Lada dan kayu manis, asli India. Orang Indialah yang mengambil pala dan cengkih dari Kepulauan Nusantara, untuk dijual ke orang Arab. Sampai sekarang India masih jawara rempah-rempah dunia, dalam bentuk oleoresin. Menu waralaba modern tidak menggunakan bumbu berupa serbuk atau pasta; melainkan oleoresin. Ekstrak dari bahan mentah lada, pala, cengkuh dlll, hingga standar rasa dari pizza, ayam goreng atau steak merk tertentu akan sama di seluruh dunia. Diduga, rempah yang pekat dalam masakan India menjadi salah satu andil bagi ketahanan tubuh masyarakatnya.

Fungsi rempah dalam makanan, bukan hanya untuk kelezatan; melainkan meningkatkan metabolisme tubuh, terutama pencernaan. Cengkih, kayumanis, pala , lada, jahe, sereh; lengkuas, salam, bawang putih/merah, cabai; berfungsi menekan bakteri dan kapang patogen dalam organ pencernaan hingga tidak berkembang. Bakteri yang membantu proses pencernaan, relatif tahan terhadap bumbu dan garam; hingga bisa tumbuh optimal.

Fungsi rempah ternyata tak sebatas pada organ pencernaan. Cengkih dan kayu manis merupakan antibiotik ampuh; karena tingginya kemampuan membunuh bakteri.

Cengkih dan kayu manis sudah digunakan untuk mengawetkan mumi para Firaun Mesir. Dilumurkan ke karkas domba dan sapi yang digantung dalam gudang selama musim dingin di Eropa; sebelum freezer ditemukan pada tahun 1700. Ketika gigi dicabut, dokter membubuhkan antibiotic berupa cengkih.

Dalam tubuh manusia, rempah juga berfungsi menekan pertumbuhan bakteri, kapang, dan juga virus. Pada awal pandemi, masyarakat Indonesia memviralkan jahe merah, hingga harga komoditas ini melambung. Jahe memang salah satu rempah yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

India juga negeri asal-usul makan sirih. Masyarakat Indochina, Taiwan, dan Kepulauan Nusantara; belajar makan sirih dari India. Sirih, kapur, gambir atau pinang; selain bersifat antibiotik, memperkuat selaput lendir organ mulut dan pencernaan; juga berefek tonik. Daya tahan tubuh menguat terhadap capek, lapar, dan mengantuk.

Sampai sekarang tradisi makan sirih masih tetap kuat di India. Ini juga merupakan salah satu faktor, mengapa angka kasus baru Covid-19 India menurun tajam sejak September 2020. Tetapi justru di tubuh manusia yang telah imun, ada peluang tercipta virus tipe baru. Ini mesti diwaspadai.

Oleh: F. Rahardi (Pengamat Agrobisnis)

 

Sumber: Tabloid Kontan, 15-21 Februari 2021

Syarat Lolos Mutu Bagus.Trubus.Februari 2021.Hal.26,67

Standar kualitas sayur hidroponik untuk memasok pasar swalayan.

Konsumen kerap kebingungan nenilih sayuran yang terpajang rapi di pasar swalayan. Semuanyaterlihat serupa. Daun hijau dan mulus, ukuran seragam, serta bersih dari kotoran. Menurut pemilik Soebi Farm, Reynaldi Spebiantoro, standar mutu sayuran daun secara umum sebaiknya tidak berlubang, tidak busuk, dan tidak ada daun yang menguning.

“Selain itu ada nilai estetika saat dipajang di etalase,” kata Saejana Teknik Industri alumnus Universitas Kristen Maranatha Bandung itu. Hal senada diungkapkan pekebun sayuran hidroponik di Kota Depok, Jawa Barat, Charlie Tjendapati. Susunan daun lebih baik roset batangnua cenderung lurus. “Estetika pengemasan juga menjadi aspek penting. Contohnya kangkung kalau batangnya bengkok sedikit saja bisa tidak lolos sortir,” kata Charlie.

Afkir 20%

Charlie mengebunkan enam sayuran daun yakni bayan hijau dan merah, kangkung, caisim, pakcoi, seerta kailan. Lain hal dengan pakcoi. Bentuknya unik dengan batang bagian bawah membesar dibagian bawah mirip pinggul. Charlie menyebutnya “menyinggul.” Kalau ada satu-dua tangkai yang keluar dari bentuk pinggul itu dibuang sehingga membentuk pinggul yang rapih.

Pada prinsipnya daun kecil  dan berwarna kuning tidak boleh ada. Batang berukuran lebih pendek juga dihilangkan. Itulah sebabnya, Charlie biasanya mempertahankan 80% bagian dari tanaman dan 20% sisanya afkir. Pemilik Serua Farm itu mengemas semua sayuran dengan mengikutsertakan akar dan rockwool. Hampir semua konsumen meminta sayuran beserta akar dan rockwool.

“Ada beberapa yang meminta tanpa rockwool tetapi kami tetap menyertakannya saat pengiriman dari kebun ke lokasi,” kata Charlie. Petani yang ruti memasok pasar swalayan do Jabodetabek itu mengurangi kadar air pada rocwool dengan memerasnya. Rockwool masih tetap basah tapi tidak ada air menetes. Tanaman sejatinya masih hidup, tapi berpindah tempat dari instalasi hidroponik ke ruang penyimpanan. Kangkung tetap tumbuh meski berada ruang penyimpanan. Batangnya membengkok untuk mencari sumber cahaya.

Pemilik Serua Farm itu mengamati perubahan paling cepat biasanya kangkung dan bbayam. Bayam  bisa bengkok dalam setengah hari. Kangkung lebih cepat yakni hanya dalam satu jam batangnya sudah bengkok. “Semua sayuran di Serua Farm menerapkan penyimpanan dan pengemasan tegak. Kalau tidak dilakukan, mutu sayuran berkurang dan tidak lolos sortir,” kata Charlie.

Itulah pentingnya letak penyimpanan. Setelah panen kalaupun tidak langsung kirim tetapi esok hari, penyimpanan secara vertical akan aman.kemasan plastik yang digunakan sebaiknya berlubang agartidak berembun. Musababnya embun dapat memicu kerusakan daun. Soebi Farm menggunakan kemasan plastik ramah lingkungan.

Selain sayuran daun Reynaldi juga mengebunkan sayuran buah hidroponik seperti tomat beef, mentimun mini, terung hitamm dan tomat ceri kualitas premium.

 

Sumber: Trubus, Februari 2021

Setahun 4 Kali Panen.Trubus.Februari 2021.Hal.76,77

Lahan seluas 2 hektare itu marginal tanahnya berwarna kemerahan, dan tandus. Semula petani memanfaatkan lahan itu sebagai sawah tadah hujan. Panen padi pun sekali per tahun dengan hasil rata-rata 5-6 per hektare. Namun, sejak 2017 lahan yang semula tandus itu berubah menjadi sawah, kolam lele, dan kandang ayam. Produksi padi pun meningkat 2 kali lipat menjadi 11 ton per hektare per sekali panen.

Kelebihan lainnya petani bisa panen hingga 4 kali pertahun. Uniknya budidaya antara ternak dan tanaman saling terintregrasi. Sisa metabolisme ayam dan lele mengalir ke mina padi dansawah. Sekilas mirip seperti akuaponik bersekala besar. Petani di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Ir. Heri Sunarto yang menerapkan konsep pertanian terpadu itu.

Air Ikan

Heri menamakan sistem budidayanya itu dengan sebutan Tani Ternak Terpadi Tanpa Limbah dan Bau (T4LB). Bagaimana mengubah lahan tandus menjadi terintregrasi? Salah satu yang tidak bisa dipungkiri dan amat penting adalah ketersediaan air. Heri membuat sumur bor kedalaman 100 meter untuk memperoleh air. Langkah selanjutnya membuat kolam ikan sebagai tempat penampungan air.

Air dari kolam yang mengandung sisametabolisme ikan itulah yang digunakan untuk menggembungkan tanah yang semula tandus dan mengubahnya menjadi sawah. Proses itu sekitar 3 bulan untuk pembuatan kolam autoflow dan persiapan penanaman padi. Sayangnya, pada penanaman padi perdana pertumbuhannnya kurang optimal. Penyebab pertumbuhan padi kurang optimal karena nitrogen terlalu tinggi.

Saat itu Heri langsung mengairkan air dari kolam ikan menuju sawan secara langsung. Kolam sistem autoflow mengalirkan air dengan gravitasi tanpa pompa. Harap maklum nitrogen dari air sisa metabolisme ikan amat dominan. Salah satu suasat agar nitrogen ideal untuk padi dengan membuat mina padi selebar 3 meter di sekitar sawah. Mina padi selebar 3 meter itu berfungsi sebagai penyaring biologis sebelum air kolam masuk ke sawah. Di atas mina padi ada pula sistem akuaponik sumbu untuk budidaya sayuran.

Teknologi itu terdiri atas wadah plastik bersumbu kain flanel, bermedia tanah dan sekam. Komoditas yang ditanam antara lain bawang merah dan kangkung. Sistem itu bertujuan menyaring nitrogen yang terlalu tinggi. Kadar nitrogen air hasil penyaringan mina padi amat pas untuk memenuhi kebutuhan padi. Sisa metabolisme ternak dengan sistm pertanian terintegrasi bisa mendukung ketersediaan unsur hara makro nitrogen, fosfor, dan kalium untuk tanaman.

Contohnya air kolam lele amat dominan fosfor. Adapun limbah daun dan sisa pembakaran dominan kalium. Namun, pemupukan belum sepenuhnya organik. Sebab, padi masih menghendaki pupuk tambahan agar hasil panen optimal. Pemupukan tambahan dominan kompos kotoran sapi minimal 2 ton per hektare. Adapun pupuk kimia hanya 10%-30% dari dosis normal.

Pemupukan padi kovensional per hektare per musim rata-rata 300 kg Urea, 100 kg SP-36,dan 100 kg KCI. Artinya penggunaan dan biaya pupuk kimia biasa terpangkas 70-90% dengan sisem pertanian terintegrasi. Heri menghemat biaya produksi amat signifikan. Sekedar contoh harga Urea subsidi mencapai Rp2.250 per kg atau total Rp675.000. Ia menghemat minimal 70% setara dengan Rp472.000.

Untung

Heri berhasil panen padi dengan sistem pertanian terintegrasi hingga 10 siklus sejak 2017. Alumnus Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung itu menadapat Rp200 juta-Rp300 juta per hektare per tahun hasil budidaya pertanian terintegrasi. Teknik budaya padi sudah menerapkan IP 4 artinya menanam hingga 4 kali setahun. Siasat Heri menggunakan 2 varietas padi berumur 70 hari dan 90 hari demi meerapkan IP 4.

Siasat lain mengoptimalkan omzet ala Heri dengan menjual hasil panen saat harga tinggi. Pengalaman Heri harga tinggi pada Januari, April, Juli, dan November. Pada bulan Januari harga dan produksi padi bagus. Pada April harga masih lumayan bagus meskipun produksi tidak optimal,demikian juga pada bulan Juli dan November. Pada bulan Oktober saat akhir musim kemarau waktu tanam optimal sehingga produksi akan sangat bagus.

Siasat mengatur jadwal penanaman itu terbukti menghasilkan omzet optimal. Pada tahun kedua seluruh biaya produksi antara lain pembuatan kolam, pompa, dan sumur sudah balik modal. Model pertanian ala Heri sangat memungkinkan diterapkan diberbagai lahan tadah hujan diseluruh Indonesia. Namun, perlu biaya cukup tinggi diawal, terutama untuk pembuatan sumur.

Hal lain yang perlu diperhatikan edukasi rutin pada pelaku anyar agar bisa menerapkan sistem pertanian terintegrasi baik dan benar. Niscaya target balik modal pada kurum waktu 2 tahun seperti bisa terealisasikan. Heri membuktikan hal itu, bukan sekedar teori di atas krtas. (Ismail Ahmad, S.T.P., ketua Perhimpunan Penyluhan Pertanian Indonesia Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah)

 

Sumber: Trubus, Februari 2021

Semangka Panen Besar Karena Topas.Trubus.Februari 2021.Hal.32,34

Tinkat dan kualitas produksi semangka di Indonesia tergolong rendah. Hal itu antara lain karena tanah yang keras, miskin unsur hara dan hormon, pemupukan yang tidak berimbang, serangan hama dan penyakiit tanaman, pengaruh cuaca atau iklim, serta teknis budidaya yang petani yang masih konvensional. Penerapan teknologi budidaya sistem topas- singkatan dari toping, pruning, arranging, selection-salah satu upaya meningkatkan kualitas dan produksi buah semangka.

Teknik toping adalah pemangkasan pucuk pada cabang utama atau primer dari tanaman semangka. Biasanya dilakukan pada saat tanaman berumur dua pekan setelah tanam (mst). Tujuan toping adalah munculnya cabang lateral/sekunder yang sama pertumbuhannya. Teknik pruning perlakuan pemangkasan cabang tersier atau sulur yang tidak produktif pada pertanaman semangka. Biasanya teknik itu dilakukan pada saat tanaman beruur empat pekan setelah tanam hingga menjelang panen.

Seleksi Buah

Cabang-cabang tersier atausulur perlu dipangkas agar intensitas sinar matahari  yang masuk ke seluruh bagian permukaan tanaman dapat optimal serta menjada iklim mikro pertanaman . manfaat lain dari asimilar dan fotosintat makanan dapat sitranslokasikan keseluruh bagian tanaman secara efisien.

Teknik arranging atau pengaturan cabang adalah teknik pengaturan caban tanaman di atas permukaan lahan atau bedengan di areal pertanaman untuk memudahkan dalam perawatan dan pemeliharaan tanaman semangka. Tanaman semangka termasuk tanaman menjalar atau merambat dengan perantara alat pemegang berbentuk pilin dan hidupnya semusim. Sistem perakaranya menyebar ke samping dan dangkal.

Batang tanaman semangka bersegi panjang batang antara 3,5-3,6 meter dan sulurnya bercabang menjalar di permukaan tanah atau merambat. Batang berbentukbulat lnak, berambut dan sedikit berkayu. Cabang-cabang lateral mirip dengan cabang utama. Diantara ruas cabangdan daun terdapat sulur ciri khas dari famili Cucubitacae. Sulur-sulur itu berguna sebagai alar pembelit atau pemanjat bila budidaya tanaman semangka dengan sistem turus/ajir.

Teknik selection atau seleksi adalah teknik menyeleksi tanaman dan buah semangka dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan seleksi memilih buah yang produktif dan dapat berkembang mencapai hasil maksimal. Buah semangka tersedia dalam banyak bentuk, warna, dan bermacam-macam ukuran. Seleksi buah dilakukan pada umur 10-15 hsp (hari setelah polinasi atau 40-50 hst (hari setelah tanam) atausaat buah sebesar telur ayam.

Hal itu karena lokasi oenanaman beragam (dataran tinggi, menegah, atau rendah) serta masa berbunga dan berbuah setiap varietas semangka berbeda-beda. Olehkarena itu, petani berpatokan pada ukuran buah sebesar tulur ayam saat menyeleksi buah. Ciri-ciribuah yang dipertahankan bentuk uah sempurna (bulat, oval, atau lonjong sesuai varietasnya), bulu-bulu halus pada kulit buah masih terlihat merata, warna kulit buah dan lurik terlihat cerah (hijau muda atau terang).

Syarat lain, tidak ada serangga hama atau penyakit seperti lalat buah atau busuk buah, posisibuah pada cabang ke 15-20 (dihitung dari pangkal batang). Petani hanya memilih satu buah yang terbaik per tanaman untuk dipelihara. Bentuk buah bervariasi mulai dari bulat hingga lonjong, dengan warna-warna kulit buah yang berbeda-beda mulai dari hijau muda kehitaman serta kuning. Warna kulit buah dapat mulus, bergaris-garis  atau berbercak-bercak.

Warna daging buah ada yang kuning, merah jamu, merah cerah ataupun merah tua. Terdapat pula smangka berbiji ataupn semangka tanpa biji. Hasil penerapan teknoliogi budidaya sistem topas di lahan penelitian kampus Politekneik Negri Lampung terbukti mampu meningkatkan produksi buah semangka. Produktivitas semangka tipe buah lonjong dengan teknik topas juga lebih tinggi.

Produksi Melonjak

Produksi semangka sistem topas mencapaih 14-18 ton per hari, lebih tinggi jika dibandingkan dengan penanaman sisten konvensional yang berkisar 10-14 ton per hari. Produktivitas semangka tipe buah oval dengan menggunakan teknik topas antara 20-16 ton per hari. Bandingn dengan penanaman sistem konvensional antara 14-18 ton perhari. Produktivitas semangka tipe buah bulat menggunakan teknik topas 19,33 ton per hari (sistem konvennsional 13,78 ton/hari).

Teknologi budidaya sistem topas menjadi solusi permasalahan petani.oleh karena itu, diharapkan petani di berbagai wilayah di Indonesia dapat menerapkan secara langsung di lahan. Tujuan meningkatkan jumlah produksi dan kualitas buah semangka. Peroduktivitas semangka di kabupaten Badung, provinsi Bali, pada akhir Mei-Juni 2020 rata-rata 15,79 ton per hektare. Apalagi kini tingkat konsumsi buah-buahan seperti semangka meningkat setiap tahun karena lonjakan jumlah penduduk dan pola makan masyarakat. (Anung Wahyudi Ph.D. dosen Politeknik Negeri Lampung)

 

Sumber: Trubus, Februari 2021

Pasar Tumbuh Saat Pandemi.Trubus.Februari 2021.Hal.20,21

Satu unit greenhouse seluas 530 m2 itu menghasilkan total 1,3 ton sayuran daun setiap bulan. Nun di Purwokerto, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kebun Healthy Fresh itu memiliki 13.ooo lubang tanam. Selan sayuran daun, herba turut menjadi komoditas utama. Manajer Produksi Healthy Fresh Farm, Hardina Bbrilliani Usman, Mengatakan, siomak Lactuca sativa komoditas dengan pemerintah tertinggi.

“Hampir 80% untuk konsumsi masakan Tionkok,” kata Hardina. Penjualan dalam kemasan paling kecil 200 gram. Harga sayuran oriental seperti kangkung, caisim, dan pakcoi Rp7.000 per kemasan. Sayuran western seperti baragam selada dibandero Rp8.000 per kemasan. Kebun dengan sistem hidroponik rakit apung iitu panen setiap pekan. Potensi ozet Healthy Fresh Farm sdikitnya Rp45,5 juta sebulan.

Pasar Dulu

Hardina menyebutkan, “Ada beberapa jenis yang dominan. Siomak paling tinggi peminat.” Meski demikian, alumnus jurusan Biologi Universitas Negeri Semarang itumenuturkan, ketigabelas komoditas itu punya pasar tersendiri. Sejak awal Healthy Fresh Farm membuat analisa pasar. Tak heran bla panen perdana langsung kerap habis. Hardina dan tim juga menyusun pola tanam agar bisa panen berkala.

Pemilik Healthy Fresh farm, Heri Sutikno dan Lasmina, membuka kebun hidroponik itu pada Januari 2020. Pasangan suami-istri itu tak menyangka respons pasar tetap bagus meski terjadi pandemi. “Awalnya sempat pesimis, pas buka malah korona, tapi ternyata alhamdulillah malah bagus.” Kaya Laksmina.

Semula kebun yang berlokasi dekat wisata Baturaden itu hanya memasok pasar swalayan di Purwokerto. Tak lama berselang, banyak konsumen mendatangi kebun dan memesan sayuran. Sekitar 60% hasil panen justru terserap oleh mereka yang datang ke kebun. Healthy Fresh Farm juga memasok ke kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal. Namun tak lama Heri menghentikan sementara sebab permintaan di Purwokerto  saja cukup tinggi.

Heri memperkirakan produksinya saat ini baru memenuhi sekitar 60% permintaan. “Masih ada pangsa pasar jika ada perluasan 5.000 lubang tanam lagi,” kata Heri. Biaya awal rumah tanam mencapai Rp450 juta. Heri dan Lasmina memperkirakan titik impas seharusnya tak sampau setahun. Namun “Meningkatnya pandemi tidak bisa langsung maksiml,” kata Lasmina.

Tambah Greenhouse

Pekebu di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Reynald Soebiantoro, turut menuai berkah saat pandemi. “Pada awl Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pemintaan menggila. Mugkin orang-orang sedag panic-buying.” Kata pemilik Soebi Farm itu. Reynaldi menyebutkan permintaan meningkat empat kali lipat.

Alumnus jurusan Teknik Industri Universitas Kristen Maranatha Bandung itu memasok sekitar 30 retail di Jakarta. Pengiriman setiap dua hari dengan toko yang berbeda-beda. “Satu toko bisa memesan 1.000 kemasan sayuran sedangkan sebelum pandemi hanya 100 kemasan,” kata laki-laki berusia 26 tahun itu. Satu kemasan beridi 250 gram. Mereka biasanya memesan lagi saat stock habis.

Pada pertengahan 2020, permintan berangsur turu. Satu toko hanya memesan sekitar 50  kemasan. Tak surut, Reynaldi justru menambah rumah tanam menjadi 6 unit. Semula hanya 4 unit. Luas masing-masing  2.000-2.500 m2. Itu bukan keputusan tanpa pertimbangan matang. Musababnya ia mulai menargetkan pasar di kota Bandung dan sekitarnya.

Soebi Farm menggunakan sistem deep flow technique untuk sayuran daun dan sistem substrat untuk sayuran buah. Dua rumah tanam menaungi sayuran daun berjenis oriental dan western. Total terdapat 15 sayuran daun. Bayam paling banyak pesanan. Reynaldi menuturkan pesanan bayam sempat mencapai 150 kg untuk sekali kirim pada Maret 2020.

Sebanyak 4 rumah tanamkhusus untuk sayuran buah seperti tomat, mentimun, terung, dan zukini. Permintaan paling banyak yakni tomat beef berkisar 50 kg hingga satu ton  setiap kirim. Menurut Reynaldi pesanan tomat cukup tinggi saat off season. Selajutnya ia juga memperbanyak sayuran eksotis seperti zukuni kuning, terung hitam, dan mentimun mini.

Kompak dengan Reynaldi Soebiantoro, Charlie Tjendapati juga berencana meningkatkan kapasitas produksi pada awal 2021. Pemilik Serua Farm di kecamatan Bojongsari, kota Depok, Jawa Barat, itu turut menambah komoditas sayuran western seperti selada. Charlie mengatakan, “Ceruk pasar sayuran hidroponik masih terbentang luas. Bayangkan 100.000 warga Jakarta makan saur 100 gram setiap hari dengan berbagau macam sayur.”

Berdasarkan gambaran itu, ia menghitung kebutuhan sayuran warga Jakarta setidaknya sepuluh ton sehari. Itu belum memperhitungkan peningkatan jumlah konsumen. Populasi penduduk kian meningkat. Makin banyak masyarakat yang sadar pentingnya konsumsi makanan sehat seperti sayuran. Darimana memperoleh sayuran sebanyak itu?

Menurut Charlie, pekeun beru memang banyak bermunculan. Namun itu belum mampu memenuhi kebutuhan. Terlebih ada banyak variabel produksi sayuran yang sulit ditangani seperti cuaca dan sumber daya manusia. Wajar bila Charlie manambah kapasitas produksi dan terus menambah kebun mitra. (Sinta Herian Pawestri/ Peliput: Muhamad Fajar Ramadhan)

Sumber: Trubus, Februari 2021