Setiap Jamnya Bisa Menghasilkan US$2 Juta? Siapa sih Orangnya?

Siapa sih disini yang tidak mengenal Jeff Bezos?, pria pendiri e-Commerce Amazon yang telah dinobatkan sebagai orang terkaya didunia pada tahun 2017 itu. Ia bahkan berhasil mengalahkan Bill Gates yang sudah bertahun-tahun kita kenal dengan kekayaannya. Kekayaan Jeff sendiri telah mencapai USD90 miliar. Namun kekayaan Bezos sendiri ternyata tidak berasal dari Amazon saja, ia juga memiliki berbagai bidang pekerjaan lainnya seperti The Washington Post, dan Blue Origin, dimana bergerak di bidang transportasi luar angkasa. Gak kebayangkan berapa uang yang bisa ia hasilkan setiap harinya?. Faktanya, setiap satu menit Bezos dapat menghasilkan lebih dari dari penghasilan rata-rata milenial di tahun ini. Bezos dapat menghasilkan kurang lebihnya US$19.3 miliar dalam satu tahun, atau US$2 juta setiap jamnya. Penasaran bagaimana awal mula Bezos merintis pekerjaannya? Yuk kita bahas sekilas mengenai masa mudanya!.

Jeff Preston Bezos yang dilahirkan pada tanggal 12 Januari 1964 di Albuquerque ini sebenarnya sudah menunjukkan bakatnya yang hebat dalam bidang mekanik sejak ia kecil. Contohnya ia pernah membuatkan alarm listrik untuk adik-adiknya agar mereka tidak keluar dari kamarnya. Pada tahun 1982, Bezos juga mengikuti program pelatihan sains di Universitas Florida dan berhasil mendapatkan Silver Knight Award. Perjalanannyapun berlanjut dan setelah lulus dari Pricenton, Jeff bekerja di Wall Street dalam bidang ilmu computer. Dari sana, ilmu dan bakatnya dalam ilmu computer terus bertambah. Ia juga pernah membangun jaringan perdagangan internasional yang ditujukan untuk sebuah perusahaan bernama Fitel. Pada tahun 1995, ia mulai berfikir untuk membangun bisnisnya sendiri dan mendirikan Amazon.com sebagai toko buku online yang dijalankan dari rumahnya. Inspirasi nama Amazon sendiri berasal dari kekagumannya dengan sungai di Brazil yang sangat megah itu. Namun dengan hati-hati, dia masih tetap mau mencari berbagai pengalaman dengan melakukan berbagai pekerjaan di Bankers Trust dan DE Shaw Company. Jeff mendapat banyak pujian dalam pekerjaan yang ia lakukan. Sebelumnya, ia juga telah melakukan penelitian dan mengamati dari daftar 20 perusahaan mail-order teratas, tidak ada satupun penerbit buku yang memiliki mail-order karena katalog yang komprehensif. Namun ia percaya bahwa perusahaan digital akan memiliki kemampuan lebih luas di masa depannya.

Bisnis Jeff inipun didukung sepenuhnya oleh kedua orangtua Bezos dengan memberi mereka tabungan pensiunnya sebesar US$300 ribu. Dukungan ini diberikan seolah-olah mereka tahu bahwa anaknya memang akan menjadi orang terkaya di dunia. Bisnis e-commercenya itupun berhasil dan menjadi top berita diberbagai media dengan cepat. Bezos memiliki 6 gudang yang digunakkan untuk inventaris buku. Melihat kesuksesannya yang besar, Bezos memperluas pekerjaannya dengan menjual barang-barang lain selain buku. Hingga kini Amazon.com telah menjadi perusahaan ecommerce raksasa yang menyediakan ratusan ribu produk secara online dan bisa dikirim ke seluruh dunia.

Setelah sukses dalam perusahaan e-commercenya itu, Jeff Bezos merambah pekerjaannya dan menyediakan jasa penerbangan manusia ke luar angkasa yang dikenal dengan Blue Origin. Selain itu, ia juga mengakuisisi perusahaan dalam bidang media yaitu Washington Post dan usaha ekspedisi bernama Bezos Expeditions. Kini, Aset Jeff sudah tidak terhitung jumlahnya dan ia telah berhasil mencapai keberhasilannya. Ia mengaku jika dahulu ia tidak memulai untuk membuka bisnisnya itu, ia akan menyesal selamanya.

Kita dapat belajar dari kisah Jeff Bezos bahwa kita harus selalu berusaha, tanpa memandang berhasil atau tidaknya usaha kita nanti. Dan Jika kita gagal, kita harus terus berusaha dan beranilah mengambil resiko. Jangan pernah ragu untuk melakukan sesuatu, dan jangan hanya berbicara saja. Yuk berani membuka bisnis!.

 

Daftar Pustaka

Wink (2017, Januari 24). Biografi Jeff Bezos, Kisah Sukses Pendiri Amazon.com Menjadi Orang Terkaya Dunia. Biografiku.com. Diakses di https://www.biografiku.com/biografi-jeff-bezos-pendiri-amazon-com/ 21 Februari 2021

Kompas.com (2021, Februari 3). Jeff Bezos Akan mundur dari Jabatan CEO Amazon, Siapa penggantinya?. Kompas.com. diakses di https://money.kompas.com/read/2021/02/03/071301026/jeff-bezos-akan-mundur-dari-jabatan-ceo-amazon-siapa-penggantinya. 21 Februari 2021.

Janakuag Aisyah (2021, Februari 3). Jeff Bezos Tinggalkan Amazon, ini CEO lain yang juga pilih resign. Detik.com. Diakses di https://inet.detik.com/business/d-5360228/jeff-bezos-tinggalkan-amazon-ini-ceo-lain-yang-juga-pilih-resign. 21 Februari 2021.

Sugianto Danang (2021, Februari 3). Kenapa Jeff Bezos Pilih Andy Jassy Pimpin Amazon?. Detik.com. Diakses di https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5360439/kenapa-jeff-bezos-pilih-andy-jassy-pimpin-amazon. 21 Februari 2021.

 

The Beatles Mempunyai Member Kelima?

Siapa coba disini yang ga pernah mendengar nama The Beatles? Group band berisi 4 orang ini tentu sudah sangat terkenal bahkan hingga saat ini loh!. Meskipun sudah bubar dari 50 tahun lalu, tapi lagu-lagunya dan nama band ini tetap terkenal dan tidak hilang ditelan zaman. Kita memang mungkin sudah mengenal John Lennon, Paul McCartney, Ringo Starr, dan juga George Harrison, 4 bintang yang sudah manggung dengan membawa nama The Beatles. Namun ternyata ada 1 orang yang selama ini sudah kerap kali dianggap sebagai member ke 5 The Beatles loh!. Yah, walaupun bekerjanya dibalik layer, tapi mungkin tanpa member yang satu ini, The Beatles tidak akan dikenang seperti sekarang.

Brian Epstein, seorang manager yang selalu bekerja dibalik layar dengan sangat giat. Bagaimana tidak? Berkat ketekunan Brian Epstein dalam memperkenalkan anak didiknya kepada masyarakat membuahkan hasil yang luar biasa. Pertemuan Brian Epstein dengan The Beatles sendiri diawali dengan ketertarikannya dalam menyaksikan penampilan The Beatles di Cavern Club. Siapa sangka sebuah halaman majalah Mersey Beat dan beberapa poster di kota Liverpool akhirnya membuahkan sebuah ikatan yang mengantar kesuksesan. Sejak saat itu, Brianpun merasa terkesima dengan penampilan keempat pemuda itu. Hingga akhirnya Brian langsung pergi kebelakang panggung dan menawari keempat remaja itu untuk membuat suatu band. Pada Januari 1962 itupun The Beatles telah sepakat untuk menandatangani kontrak dengan Brian Epstein untuk membentuk sebuah perusahaan manajemen artis yang disebut NEMS Enterprises. Brian Epstein sendiri sebenarnya tidak berpengalaman dalam menjadi seorang manajer artis, namun ia tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan The Beatles dan memperkenalkannya kepada dunia. Melihat gaya keempat remaja yang terkesan tidak beraturan dan dianggap ‘tidak layak’ untuk manggung, Brian Epstein menetapkan beberapa peraturan seperti melarang merokok, dilarang mabuk dan berbicara kasar di atas panggung, dan juga menggunakkan jas dan dasi di setiap penampilan mereka. Setelah menyepakati peraturan yang ada, Brian Epstein melanjutkan perjalanannya dengan mengunjungi beberapa perusahaan rekaman di London seperti Pye, Philips, Columbia, Oriole, dan juga Decca Record. Ia menebarkan undangan-undangan untuk menyaksikan pertunjukan anak didiknya, namun selalu ditolak.

Namun hingga titik cerah ditemukan dimana Mike Smith dari Decca Record akhirnya menerima undangan Brian untuk menyaksikan pertunjukkan anak didiknya itu di Cavern Club. Namun ternyata darisana, Pihak Decca Record tetap menolak untuk membawa The Beatles ke audisi mereka dengan mengatakan “The Beatles tidak memiliki masa depan di bisnis pertunjukan”. Tapi dengan perkataan tajam yang telah dilontarkan, tidak mematahkan semangat Brian Epstein untuk tetap berusaha. Brian Epstein tetap bekerja keras untuk mendapatkan kontrak rekaman untuk The Beatles. Hingga akhirnya ia bertemu dengan George Martin dari Parlophone Record. George Martinpun akhirnya memberi kontrak dengan label itu, didasari dari keyakinan Brian pada The Beatles.

Single The Beatles dengan judul “Love Me Do” akhirnya berhasil dirilis pada bulan Oktober 1962 dan tak disangka, single mereka berhasil menduduki posisi ke 17 dari 20 besar tangga lagu di Inggris. Dari sana, Band The Beatlespun mulai dikenal masyarakat dan akhirnya mereka berhasil tampil pertama kali di media televisi setelah merilis single keduanya yang berjudul “Please Please Me”.

Yah, kira-kira begitu awal mula dari kesuksesan The Beatles. John Lennon sendiri kerap kali menjuluki Brian Epstein sebagai member kelima dari band tersebut. Brian tidak hanya pandai dalam mempromosikan anak didiknya, namun ia juga telah berhasil untuk memediasi konflik-konflik yang ada antar member The Beatles itu sendiri. Maka tak heran, ketika Brian Epstein meninggal pada 27 Agustus 1967 lalu akhirnya dianggap sebagai awal hancurnya band asal Inggris tersebut.

 

Daftar Pustaka

One (2021, Januari 1). Brian Epstein Meninggal, The Beatles Pun Bubar. Minews.id. diakses pada https://www.minews.id/kisah/brian-epstein-meninggal-the-beatles-pun-bubar. 4 Februari 2021.

Haryanto, Alexander. (2016, September). Sebuah Nama di Balik Kesuksesan The Beatles. Tirto.id. Diakses pada https://tirto.id/sebuah-nama-di-balik-kesuksesan-the-beatles-bLCs. 4 Februari 2021.

Anon (2020, Agustus 27). Cara Brian Epstein Membesarkan Nama The Beatles. Voi.id. Diakses pada https://voi.id/memori/12318/cara-brian-epstein-membesarkan-nama-the-beatles. 4 Februari 2021.

Let’s Learn from Jack Ma (Seorang Milyarder dari Negara Tirai Bambu!)

Terlahir miskin, itu bukan salahmu, tetapi mati dalam keadaan miskin, itu baru salahmu. Kata-kata yang menyadarkan banyak orang ini telah dilontarkan oleh Bill Gates sebagai pendiri Microsoft itu. Sudah banyak kisah hidup seseorang yang sungguh menginspirasi kita untuk menjadi sukses. Tahukah kalian Jack Ma, seorang pengusaha terkenal yang berasal dari China tersebut ternyata juga memiliki masa lalu yang kelam. Namun akhirnya ia berhasil untuk mewujudkan impiannya dan menjadi orang terkaya di China dan menempati posisi ke-23 diantara banyaknya miliarder dunia. Ma Yun atau yang sering dikenal sebagai Jack Ma lahir di Hangzhou, Zhejiang, China pada tanggal 15 Oktober 1964. Ia hidup dengan sederhana di Hangzhou namun harus terus dihadapkan dengan berbagai masalah.

Sebelum Jack Ma sukses, ternyata kehidupan Jack Ma tidak semulus yang kalian perkirakan. Bagaimana tidak, bayangkan saja dari 30 perusahaan yang ia lamar namun tidak ada yang menerima lamarannya tersebut. Paling parahnya, dari 24 lamaran di KFC, hanya ada 23 orang yang diterima dan menyisakan Jack Ma sebagai satu-satunya yang ditolak. Melihat tertutupnya jalan kerja di perusahaan tersebut, Jack Ma tidak putus asa dan memilih untuk bekerja sebagai guru Bahasa Inggris. Banyaknya turis yang datang ke Negara China, akhirnya membuat Jack Ma lebih berantusias untuk mengajar dan mencari lebih banyak pengalaman di tempat kerjanya. Pada usia 12 tahun hingga 20 tahun, Jack Ma harus berangkat ke hotel dimana tempat ia mengajar menggunakan sepeda selama 40 menit lamanya. Selama 8 tahun pekerjaannya itu, ia dapat belajar banyak terutama dari cerita para turis yang disampaikan kepadanya. Ia merasa bahwa banyak perbedaan yang ada antara Negara orang lain dan juga Negaranya.

Pada tahun 1995, dimana internet masih susah ditemukan, Jack Ma melakukan penelusuran di internet dan mengesearch kata-kata “beer” dan “China” untuk pertama kalinya. Namun ia menyadari bahwa tidak ada satupun situs yang mengulas mengenai negaranya itu. Oleh karena itu, Jack Ma akhirnya berpikiran untuk mengenalkan negaranya di internet. Berbekalkan keberanian, Jack Ma yang tidak memiliki pemahaman apapun mengenai computer atau emailpun bersama dengan seorang temannya akhirnya menciptakan sebuah website dimana ia akan membuka jasa terjemahan Bahasa China. Siapa yang menyangka, akhirnya hal ini menjadi awal dari kesuksesannya. Hanya dalam beberapa jam saja, iapun menerima email yang membuat situs miliknya berkembang pesat. Hal ini yang kemudian menjadi fondasi terbentuknya Alibaba Group empat tahun kemudian. Situs pertama yang ia buat yaitu Alibaba.com merupakan tempat pertama di internet yang menghubungkan eksportir China dengan pembeli di negeri lain. Alibaba inipun berhasil menarik banyak investor karena idenya yang dianggap cukup ‘gila’ dan sangat berguna. Alibaba ini berhasil mengalahkan eBay sebagai situs jual beli online yang berada di Amerika Serikat.

Situsnya pun terus dikembangkan hingga akhirnya ia berhasil untuk membuat Taobao Marketplace dan Tmall.com yang hingga saat ini telah mendominasi portal pengiriman di China. Ia berhasil menjadi pendiri retailer online terbesar di China dan mendirikan Alibaba Group. Ide gila yang telah dilontarkan membuat Jack Ma mendapat julukan sebagai ‘Crazy Jack’. Jack Ma juga mempunyai misi yang mulia, ia tidak menceritakan mengenai kehebatannya, namun ia lebih berfokus untuk membantu para konsumennya dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Hingga saat ini, Jack Ma masih memegang status sebagai orang terkaya kedua di China dengan kekayaan yang menyentuh Rp 854 triliun. Alibaba sendiri masih menjadi pasar digital terbesar di China dan telah menaungi kurang lebih 80% dari penjualan online dari China. Pria berusia 56 tahun ini telah berhasil untuk mewujudkan impiannya sebagai pengusaha sukses. Kisah hidup Ma membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin, dan terlahir miskin bukanlah menjadi sebuah alasan kalian tidak bisa sukses ya!

 

Daftar Pustaka

Anonimus (2020, Jan 7). Biografi Jack Ma Orang Terkaya di China Pendiri Alibaba.com. voffice.co.id. diakses . 24 Januari 2021.

Anonim (2015, November 2). Kisah Hidup Jack Ma Bisa Menyadarkan Kamu, Menjadi Kaya itu Butuh Perjuangan. Cekaja.com. Diakses di https://www.cekaja.com/info/kisah-hidup-jack-ma-bisa-menyadarkan-kamu-menjadi-kaya-itu-butuh-perjuangan. 24 Januari 2021.

Kristo, Fino (2021, Jan 6). Perjuangan Hidup Jack Ma yang Diceritakannya Sendiri. Detik.com. Diakses di https://inet.detik.com/cyberlife/d-5322638/perjuangan-hidup-jack-ma-yang-diceritakannya-sendiri. 24 Januari 2021.

 

Kiryono, Jumpono, dan Dasimto_Tiga Bersaudara Memulihkan Puncak.Kompas.5 Februari 2021.Hal.16

Alvian Wardhana_Memajukan Pendidikan Anak.Kompas.6 Februari 2021.Hal.16

Hazman Fillin Yusron Atsani_Surga Hijau Dekat Rumah.Kompas.8 Februari 2021.Hal.16

Solis Hanny Felle_Penggerak Literasi untuk Anak-anak Papua.Kompas.10 Februari 2021.Hal.16

Sigit Ibrahim_Penyelamat Primata Teraniaya. Kompas. 9 Februari 2021. Hal.16

Penyelamat Primata Teraniaya

Pernah menjalani hidup sebagai pemburu satwa liar di hutan-hutan. Sigit Ibrahim (32) kini berubah menjadi perawat dan penyelamat satwa. Sudah lebih dari satu dasawarsa ini dia menjadi teman primata yang teraniaya manusia.

Machradin Wahyudi Ritonga

Maria, seekor lutung jawa timur (Trachypithecus auratus), berusia empat tahun, tiba-tiba mengeluarkan air seni bening saat petugas Pusat Rehabilitasi Primata Jawa (PRPJ)-The Aspinall Foundation hendak memberi makan daun kaliandra merah, Rabu (3/2/2021).

Saking banyaknya, air seni itu hampir mengenai Sigit dan petugas lain di bawahnya. Lutung lain di sebelah Maria juga ikut bertingkah. Satwa berambut keemasan itu seketika melompat ke sudut atas kendang berukuran 2 meter x 2 meter setinggi 3 meter. Dia terbiasa menjauhi manusia yang mendekatinya.

Melihat itu semua, Sigit justru tertawa bahagia. Bagi dia, ulah dua lutung tersebut memperlihatkan keberhasilan pendampingan. Dia makin yakin, kedua primate itu bakal siap dilepasliarkan pada tahun ini. “Perilaku itu tanda mereka sehat dan siap dilepas di alam liar. Air seni bening tanda lutung tidak dehidrasi,” kata Sigit.

Kondisi itu kontras dibandingkan saat lutung-lutung itu datang pada Agustus 2020. Seperti banyak primata yang lama dipelihara manusia, mereka kehilangan sifat liar. Lutung itu sudah terbiasa berjalan menggunakan kaki, bukan bergelantungan. Hal itu dipicu kendang kecil yang tidak mempunyai tempat untuk menggelantung.

Bahkan, Sigit pernah menemui primate lainnya, owa jawa (Hylobates moloch), yang hidup seperti manusia, makan makanan manusia, dan tidur di Kasur. Owa yang diberi nama Puput ini butuh sekitar lima tahun hingga dia kembali menemukan insting liarnya. “Kalau seperti ini, belum bisa dilepas di alam liar. Mereka bisa jadi sasaran empuk predator. Owa juga harusnya bergelantungan di pohon. Karena itu, di sini, kami coba meminimalkan kontak manusia dengan satwa dan memberi ruang bagi mereka untuk berkomunikasi dengan sesama,” tutur Sigit.

Banyak belajar

Petualangan Sigit bersama PRPJ-Aspinall mendampingi primate jawa korban perburuan liar hingga perdagangan illegal dimulai sejak 2011. Selain lutung jawa, di sana juga ikut dirawat owa jawa dan surili (Presbytis comata).

Berada di lahan seluas 12 hektar, tempat ini ada di lembah Gunung Tikukur dan Gunung Patuha, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Tahun ini, selain dua lutung itu, ada juga 55 primata lain yang menghuni 28 kandang rehabilitasi.

Kisah Sigit ini tidak terjadi begitu saja. Sigit muda pernah ikut memburu hewan liar di hutan. Dia biasa pergi bersama ayahnya bermodalkan senjata rakitan. Hingga akhirnya, tindakannya itu berhenti pada 1998 saat ditegur aparat keamanan ketika sedang berburu. “Dari sana saya sadar kalau berburu itu salah. Bapak saya setelah itu juga tidak mau berburu lagi. Kami justru lebih peduli terhadap alam,” ujarnya.

Meninggalkan senjata rakitat, Sigit memilih menjadi sukarelawan hutan. Tahun 2006, ia ikut memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Tilu. Di sana, ia bertemu Made Wedana, Country Director The Aspinall Foundation-Indonesia. Program yang mengajaknya bergabung, “Bagi saya ini seperti penebusan dosa dari masa lalu sebagai pemburu,” kata Sigit.

Bersama Made, Sigit mengawali kecintaannya terhadap primate sebagai asisten peneliti. Dia lantas menjadi perawat satwa sebelum menjadi Manajer Operasional PRPJ-Aspinall sejak tahun ini.

Bukan perkara mudah menyelamatkan satwa liar. Gigitan, jambakan, dan cakaran sudah biasa ia dapatkan. Sigit mempunyai kenang-kenangan abadi di pergelangan tangannya berupa 10 bekas jahitan akibat digigit seekor lutung pada 2018.

Akan tetapi, ia tetap bahagia menjalani pilihan hidupnya. Banyak ilmu menarik yang ia dapatkan, mulai dari mencari persebaran satwa, memahami kondisi satwa di alam, hingga mengetahui peran mereka bagi alam. Ia juga belajar beragam metode yang harus dilakukan untuk mendukung terapi primata teraniaya itu.

Salah satunya meletakkan makanan di ketinggian dan menanam beragam pohon yang kerap disinggahi primata tersebut. Sigit mencontohkan pohon saninten. Selain kuat mencengkeram tanah, saninten juga menyediakan buah terenak bagi suril sekaligus menyediakan asupan anti bakteri.

Ada lagi daun pohon rasamala yang biasa dipilih suril yang mengalami gangguan pencernaan. Atau simak juga khasiat pohon huru (Cinnamomum porrectum) atau pasang (Quercus sundaicus). Daun kedua pohon ini efektif sebagai antirematik.

“Pohon-pohon itu juga dikenal manusia sebagai tanaman pencegah longsor sekaligus obat. Ironisnya, itu bukan jenis pohon yang mudah ditemui lagi. Surili seperti mengingatkan pentingnya kekayaan alam Nusantara,” ujar Sigit.

Tak hanya menjadi tempat bertahan hidup, pohon-pohon itu juga menjadi tempat perjodohan sempurna. Di sana, primatan bisa saling mengenal satu sama lain untuk mandiri kelak di alam liar.

“Kami memang seperti biro jodoh. Lebih khusus untuk owa jawa. Mereka biasanya dilepas dengan pasangannya, karena hewan monogami,” tutur Sigit.

Pendampingan pada primate itu tidak selesai pada saat mereka kembali liar. Observasi rutin setidaknya sejak seminggu dilepaskan dari kendang habituasi harus terus dilakukan.

Ada tiga tempat pelepas-liaran di Jabar, yakni Cagar Alam Gunung Tilu di Kabupaten Bandung, Situ Patenggang, Kabupaten Bandung, dan Gunung Burangrang (Kabupaten Bandung Barat).

Untuk manusia

Sejauh ini, lanjut Sigit, ada 71 ekor primata yang telah dilepasliarkan. Banyak dari mereka sudah mandiri dan beranak pinak. Hal itu juga yang mendorongnya ingin terus setia. Apalagi, penyelamatan ini lebih dari sekadar menambah populasi di alam. Keberadaan satwa liar erat kaitannya dengan kesejahteraan manusia.

Surili, kata Sigit, efektif menyebar benih pohon. Saat banyak pohon tumbuh, peran Gunung Tilu, misalnya, sebagai penyedia air lewat 20 aliran sungai akan terus terjaga.

Ke depan, Sigit sangat sadar kampanye perlindungan primata tidak bisa berjalan sendiri. Butuh peran serta masyarakat untuk menjamin masa depan tetap ada. Atas dasar itu, ia ikut serta memberikan edukasi dalam rangkaian pembuatan film Spesies Liar. Film ini dibuat menyambut Hari Primata Nasional tanggal 30 Januari 2021.

“Saya tidak terlibat dalam pembuatan film, tetapi diminta memberi edukasi. Kebetulan waktunya bersamaan dengan pandemi. Saya beri gambaran kalau terkurung itu tidak menyenangkan, lebih enak bebas di alam,” tuturnya

Sigit Ibrahim

Lahir: Bandung, 12 Mei 1988

Pendidikan: SMAN 1 Ciwidey (2006)

Jabatan terakhir:

  • Manajer Operasional Pusat Rehabilitasi Primata Jawa-The Aspinall Foundation (2021-sekarang)
  • Kepala Perawat (2014-2020)

 

Sumber: Kompas, 9 Februari 2021