Segala Tentang Sindroma Metabolik, Atasi dengan Mengubah Gaya Hidup. Harian Disway. 20 Desember 2021. Hal. 32-33

Permainan Murah dari Karton, Labirin Kelereng untuk Anak-anak. Harian Disway. 31 Desember 2021. Hal. 40

Cara Mendidik Anak Remaja, Orang Tua Harus Terbuka. Harian Disway. 28 Desember 2021. Hal. 42-43

Rekomendasi Tontonan Film Menyambut Hari Ibu

Kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, ungkapan yang seringkali kita dengar sampai-sampai sudah tertanam rasanya di benak kita. Memang, kasih seorang ibu tidak bisa digantikan dengan apapun. Bahkan dari sebelum kita menginjakkan kaki di bumi ini, 9 bulan lamanya ia sudah menjaga kita dengan sepenuh hati. Berikut beberapa tontonan dan series tentang kasih sayang seorang ibu. Kalian sudah menontonnya belum? Yuk kita lihat.

 

  1. Maid (2021)

Serial Netflix 10 episode ini bercerita tentang seorang ibu muda tunggal yang harus mengurus anak dan mencari nafkah di tengah lingkungan sosial yang tak mendukungnya. Maid menyoroti kisah perjalanan Alex (Margaret Qualley) dan putrinya, Maddy (Rylea Nevaeh Whittet). Alex seorang single mother yg jd korban kekerasan rumah tangga mencoba menjalani hidupnya dan demi memberikan kehidupan yang layak untuk anaknya, Alex bekerja sebagai petugas kebersihan.

 

  1. Zero to Hero (2021)

Zero to Hero menggambarkan kisah perjuangan jatuh bangun So Wai Wai dan sang ibu. Film ini merupakan film biografi yang didasarkan dari kisah nyata kehidupan So Wai Wai, atlet Paralimpiade pertama Hongkong yang memenangkan medali emas dan berhasil memecahkan rekor. So Wai Wai berlaga dalam lima Paralympic Games dari tahun 1996 hingga 2012 untuk Hongkong.

Saat bayi, So Wai Wai terlahir tidak seperti anak biasanya. Ia didiagnosis mengidap anemia hemolotik. Kondisi tersebut merusak bagian otak yang bekerja untuk mengendalikan otot. Karena penyakitnya, So Wai Wai kesulitan untuk berjalan, juga menggunakan sumpit. Bahkan hingga usia empat tahun, dirinya belum juga dapat berjalan dan membuat sang ibu merasa frustrasi.

Ketika So Wai Wai berusia 13 tahun, ia dirundung oleh sekelompok pria dan kemudian berusaha kabur dengan berlari sekuat tenaga. Sang ibu yang melihatnya berpikir jika anaknya memiliki bakat terpendam dalam hal berlari. Sejak saat itu, ibu So Wai Wai mendaftarkannya ke pelatihan khusus untuk menjadi pelari.

 

  1. The Guilt Trip (2012)

The Guilt Trip adalah film drama komedi yang dibintangi Barbra Streisand yang kembali menjadi pemeran utama dalam sebuah film. Film ini disutradarai oleh Anne Fletcher, sutradara yang berhasil menyatukan Jenna Dewan dan Channing Tatum di film Step Up, atau berhasil mendaratkan Katherine Heigl di film 27 Dresses. Film ini berusaha mengeksplor hubungan antara ibu dan anak, Andrew Brewster (Seth Rogen) dan Joyce Brewster (Barbra Streisand) lewat sebuah perjalanan road trip selama satu minggu. Andrew yang seorang lulusan ahli kimia UCLA sedang berusaha menawarkan produknya dari satu toko ritel ke toko lain mempunyai rencana untuk menyatukan kembali ibunya dengan cinta masa mudanya. Ternyata perjalanan Andy menjadi berat karena merasa ibunya yang selalu mencampuri hidupnya, termasuk kehidupan asmara Andy. Bagaimana kelanjutan hubungan Andy dan ibunya?

 

  1. Shazam! (2019)

Film ini merupakan film superhero garapan David F. Sandberg yang menceritakan tokoh Shazam, pahlawan dari komik DC. Kisahnya mengikuti seoarang anak yatim piatu bernama Billy Batson (Asher Angel) yang diwariskan kekuatan oleh penyihir bernama Shazam (Djimon Hounsou). Meskipun dirinya sering terlibat dalam masalah, sang penyihir melihat adanya kebaikan dalam diri Billy. Oleh karena itu, dia dipilih menjadi pahlawan Shazam yang baru (Zachary Levi).

Film ini menceritakan Billy Batson adalah anak yang terlantar. Ia ditinggal ibunya ketika masih balita. Berjuang bertahan hidup sendiri. Mencari ibu yang mau enaknya saja pun sendiri. Sebatang kara. Keadaan sedikit berubah, setelah pasangan suami-istri pemilik panti asuhan mengadopsi Billy dan menjadi keluarga baru bagi Billy.

 

  1. Temple Grandin (2010)

Film ini merupakan adaptasi atas kisah hidup Temple Grandin (Claire Danes), seorang wanita yang didiagnosa menderita autisme ketika berusia 4 tahun. Oleh ibunya, ia dibawa ke berbagai dokter dan ahli, yang sebagian besar menyatakan bahwa Temple harus dimasukkan ke institusi khusus karena mengalami autisme dan kerusakan otak. Ibunya menolak vonis ini dan bersikeras mengajar Temple di rumah supaya ia bisa bicara. lalu memasukkannya ke sekolah untuk belajar bersama anak-anak lain seusianya.

Perjuangan yang mereka jalani berat dan panjang. banyak orang menghina dan menertawakan, menjahati Temple karena dianggap aneh. Satu hal yang mereka tidak pahami, Temple sebetulnya sangat cerdas dengan daya ingat luar biasa, meski cara kerja otaknya berbeda dengan orang kebanyakan. Ia “Thinks in pictures and she connects them”, demikian dinyatakan Dr. Carlock, guru Sains Grandin di Hampshire Country School. Guru inilah yang kemudian mendorong Grandin untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, di bidang peternakan, karena ketertarikannya yang besar pada hewan ternak, baik itu sapi maupun kuda. Dia tertarik dengan sains khususnya Animal Science.

Temple Grandin sekarang dikenal sebagai satu pendiri yayasan Autis Dunia, Professor di Colorado State Univ, Penulis, Konsultan di dunia peternakan sapi, dan satu dari 100 Heroes dalam Majalah Time 2010.

Gaya Asuh Helikopter Berbahaya. Cenderung Membuat Anak Menjadi Penakut. Jawa Pos. 12 Desember 2021. Hal.16