Cara Mudah Atasi Tantrum pada Anak. Marah Jangan Dibalas dengan Marah. Harian Disway. 15 Juni 2021. Hal.43

Beri Tip Atasi Burnout Melalui Diri Sendiri. Jawa Pos. 3 Juni 2021. Hal. 20

Cara Pengasuhan Alternatif Selama Pandemi. Mengenal Intuitive Parenting. Surya.1 Maret 2021.Hal.11

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, psikolog anak, remaja dan keluarga mengatakan, sejak pandemi melanda banyak orangtua mengeluhkan bagaimana cara mengasuh anak, khususnya masalah belajar.

“Ada keluhan dari orangtua berupa kecemasan dan depresi. Mereka bingung bagaimana mengatur kebutuhan anak yang berbeda-beda.” Begitu kata Vera dalam talkshow “Intuitive Parenting yang menjadi bagian dari acara penutupan Cussons Bintang Kecil 9 Konser Eksplo: rasi, Minggu (28/2/2021).

Saat ini, masyarakat dapat memperoleh akses informasi lebih mudah berkat kecanggihan teknologi. Namun menurut Vera, kemajuan teknologi tersebut membawa dampak negatif bagi para orangtua.

“Informasi tentang pengasuhan sekarang ini banyak banget. Di satu sisi orangtua terbantu, tapi di sisi lain banyaknya informasi membuat orangtua cemas karena mereka bingung harus memilih yang mana untuk mengasuh anak. Orangtua juga waktunya terbatas karena masih harus bekerja di samping mengurus anak. Pressure-nya makin banyak,” kata dia.

Vera menganjurkan para orangtua untuk menggunakan pendekatan intuitive parenting dalam mengasuh anak. Sebenarnya, intuitive parenting itu apa sih?

“Intuitive parenting adalah pendekatan dimana pengasuhan orangtua lebih mengandalkan apa yang mereka pikirkan dan rasakan terhadap anak.” tutur Vera.

Pola pengasuhan ini, lanjutnya, bertujuan untuk mendorong orangtua agar lebih percaya diri dalam mengasuh anak, dengan berfokus pada kebutuhan anak.

“Saya banyak ketemu orangtua yang kebingungan dengan pengasuhan anak. Rata-rata dari mereka cenderung mengikuti pola pengasuhan orang lain,” kata dia.

Menurutnya, orangtua seharusnya berfungsi sebagai partner tumbuh kembang anak. Dalam menerapkan intuitive parenting, Vera memberikan tiga poin yang harus dilakukan para orangtua.

  1. Komitmen Energi dan Waktu

Ketika mendampingi anak bermain atau belajar, orangtua harus mencurahkan perhatiannya, jangan sampai teralihkan oleh gawai atau hal lain. “Tentu saja kita harus fokus per anak dan benarbenar terlibat dengan anak. Jangan memikirkan hal lain. Masalah seperti kerjaan atau cucian yang menumpuk harus sudah selesai,” terang Vera.

  1. Mengetahui Proses Perkembangan Anak

Orangtua wajib memahami tahapan tumbuh kembang atau milestone masingmasing anak. Tahapan tumbuh kembang antara anak berusia sembilan bulan, tentunya berbeda dengan anak yang berusia empat tahun, Vera mencontohkan

  1. Punya Regulasi Emosi yang Baik

“Ketika Anda kesal dan emosi menghadapi anak dan sudah mencapai puncaknya, tenangkan diri terlebih dahulu. Tarik napas, baru kembali lagi kepada anak.” ujar Vera. Menghadapi anak yang mulai remaja, orangtua sebaiknya jangan mudah marah atau sensitif. Menurut Vera, tujuan dari intuitive parenting adalah mendorong orangtua agar memahami apa yang terbaik dan bisa diaplikasikan kepada anak. “Kita bukan hanya membesarkan anak yang cerdas, tapi juga percaya diri, tangguh, dan gigih atau tidak gampang menyerah,” katanya.

 

Sumber: Surya, 1 Maret 2021

NOMOPHOBIA (no mobile phone phobia)

Sering nggak sih kita merasa demikian, merasa cemas, merasa takut ketika kita jauh dari handphone kita. Ya benar, keadaan atau perasaan itu disebut dengan NOMOPHOBIA ini merupakan sebuah sindrom yang ditandai dengan rasa takut saat terpisah atau tidak dapat mengakses smartphone.

 

Tanda NOMOPHOBIA

– cemas ketika baterai ponsel habis, susah sinyal atau kehabisan kuota internet

– cemas jika lupa membawa smartphone

– sering mengecek smartphone meskipun tidak ada pemberitahuan

– sering mengecek update terbaru di media sosial

– selalu memegang smartphone di tangannya

 

Dampak dari sindrom NOMOPHOBIA

– stres hingga paling parah adalah depresi

– memiliki pertemanan yang sedikit

– menjadi tidak produktif

– mengalami gangguan tidur

– tidak bisa menikmati kebersamaan

– kehilangan rasa empati terhadap orang lain

 

Nah, itu tadi tanda-tanda orang terkena sindrom NOMOPHOBIA atau no mobile phone phobia. Intinya, terlalu banyak bermain dan tergantung dengan smartphone itu nggak baik ya gaes.

Memaafkan Kado Terbaik Untuk Diri Kita

Penulis: Tika Anggraini Purba

Seberat apa pun kesalahan yang dilakukan oleh seseorang, alangkah lebih baik jika kita memberi maaf kepadanya. Bukan sekedar untuk menyelesaikan persoalan, memaafkan membawa gelombang kebaikan untuk jiwa dan raga kita.

Siska termenung. Perempuan separuh baya dihadapannya juga tak berani menatap. Dalam benak Siska, tergambar lagi kisah-kisah masa lalu yang membuat pilu. Dadanya sesak menahan geram. Hari itu adalah pertemuan Siska dengan ibunya setelah berpisah 20 tahun. Namun tidak ada sedikitpn keinginannya untuk melepas rindu. Penyiksaan yang diterima siska hingga usia 15 tahun telah menyebabkan luka fisik dan hati yang dalam. Apalagi, pada akhirnya perempuan itu meninggalkan siska dan ayahnya dalam keadaan sulit. Tak sedikit pun siska berpikir untuk memaafkan ibunya. Lain lagi dengan cerita Kris. Ia bercerai dengan isrti yang baru dua tahun dinikahinya. Semua itu terjadi lantaran istrinya kedapatan berselingkuh di depan matanya sendiri. Kini, jangankan memaafkan. Kris bahkan tak sudi untuk sekedar bertemu.

Cara tepat untuk menghukum

Memang betul, memaafkan kesalahan seseorang, tidak semudah mengucapkannya. Sebab, bagi sebagian orang memaafkan bukan hal yang sepele. Apalagi jika kesalahan itu meningggalkan luka karena dihianati, dihakimi, disakiti, dan dihina. Jangankan bertemu, mengingatnya saja sudah menyakitkan. Tapi apakah benar memaafkan bisa sesulit itu? Atau jangan-jangan, kita hanya terjebak dalam perasaan yang tersakiti?orang yang tersakiti sulit memaafkan karena mereka akan berkeinginan agar sipelaku tahu bahwa dia sudah melukai hatinya. Karena sakit hati, kadang timbul juga rasa mengasihani diri sendiri sebagai korban. Lantas, tidak memaafkan seolah menjadi cara paling tepat untuk menghukum si pelaku. Pada akhirnya kerelaan hati untuk memaafkan sudah tertimbun jauh di atas tumpukan kesalahan. Apalagi jika masih ditambah lagi dengan kebencian.

Ketika seseorang menjadi korban atas perbuatan orang lain, umumnya dia akan merasakan dua hal. Pertama, rasa marah, kesal, kecewa, benci dan merasa tersakiti. Kedua, ada pikiran untuk balas dendam. Ia berharap ada suatu kejadian buruk yang menimpa pelaku. Atau setidaknya terjadi peristiwa serupa terhadapnya. Nah jika perasaan itu masih ada dalam diri korban, maka itu belum bisa dikatakan telah memaafkan.

Pertama-tama, mungkin perlu disadari, manusia tentu tak lepas dari kelemahan dan kesalahan. Selain itu, setiap orang lahir dan bertumbuh dengan karakter yang berbdeda-beda. Ada yang sifatnya kasar, lembut, pemarah, tenang dan lain-lain. Semua kondisi itu bisa membuat orang bersinggungan satu sama lain.

Kadang pergesekan antara karakter itu menghasilkan konflik yang merembet kemana-mana. Hasilnya, ada hati yang terluka, dendam membara, dan kebencian yang sulit diredam. Duh, sebenarnya kalau dipikir-pikir, tidak ada hal positif dari menyimpan kesalahan orang lain. Tapi mengapa banyak ornag yang lebih suka tenggelam dalam rasa enggan memaafkan?

Tidak memaafkan adalah penyakit

Pada umumnya manusia pernah mendapatkan luka ditubuhnya. Dalam kondisi seperti itu, mereka pasti akan segera mencari obat untuk menyembuhkannya. Namun anehnya, pada kondisi sakit hati karena perasaan dan harga diri yang terluka, mengapa tidak semua orang secara spontan mencari obatnya? Bahkan tak sedikit orang yang cenderung membiarkan rasa sakit hati itu dalam dirinya. Adanya amarah, kebencian, dendam, dan sakit hati sebenarnya menunjukkan bahwa kita sedang mengidap penyakit serius bernama penyakit enggan memaafkan. Tentu penyakit ini harus segera diobati.

Psikolog Klinis Dewasa, Ignatia Aditya Hapsari, M. Psi, menyatakan seseorang yang belum memaafkan cenderung memiliki perilaku baru yang berasal dari konflik masa lalu yang belum selesai. Ilmu psikologi menamainya unfinished business. Celakanya, semakin lama kondisi ini dibiarkan akan semakin sulit penanganannya. “karena orang itu tidak hanya harus disembuhkan sakit hatinya, tapi juga karakter dan perilaku baru yang terbentuk karena luka batin yang tidak diobati, “tutur Aditya.

Contohnya siska yang diasuh dalam kekerasan ibunya, tumbuh menjadi pribadi dengan karakter yang lemah. Sakit hati yang disimpan terus-menerus mempengaruhi konsep dari dan cara pandangnya. Ia akan menganggap semua ibu adalah orang jahat, sama seperti ibunya. Ia juga cenderung menarik diri, sulit percaya kepada orang lain, jutek, dan tertutup. Begitu pula dengan Kris. Sakit hati akibat perselingkuhan membuat ia beranggapan semua perempuan adalah tukang selingkuh. Akibatnya ia sulit membangun hubungan dengan perempuan. Emosinya negative setiap kali melihat ada pasangan yang mesra. Dalam pikirannya tidak aka nada pasangan yang langgeng, karena semua perempuan berselingkuh. Sama seperti mengobati luka fisik, kita tidak boleh malas mengurus soal luka hati. Jangan pernah berpikir, luka karena kesalahan orang lain bisa sembuh seiring waktu berlalu.

Justru waktu bisa menginfeksi luka itu sehingga sakitnya makin parah. Yang paling tepat, kita memang butuh waktu untuk berproses dalam memberi maaf dan memulihkan diri. Banyak juga orang yang menekankan dalam dirinya, “saya tidak bisa memaafkan”. Tapi persoalannya bukan “tidak” bisa tapi “tidak mau”. Kita perlu memahami, memaafkan bukan sebuah kemampuan tetapi kemauan dan pilihan. Kita yang memilih, mau membebaskan dari dari sakit hati atau tidak. Mau memberi maaf atau tidak.

Memaafkan, obat paling manjur

Antara meminta maaf dan memberi maaf sesungguhnya sama derajatnya. Namun kita cenderung lebih memuliakan pemberian maaf. Penyebabnya karena pihak yang menderita dalam rusaknya suatu hubungan adalah orang yang disakiti. Bukan pelaku yang menyakiti. Ketika seseorang menyakiti orang lain, ia mungkin tidak langsung menyadari kesalahannya dan langsung meminta maaf. Karena ketidaksadaran itu, si pelaku bisa hidup dengan tenang bahkan lupa. Kalaupun akhirnya ia menyadari, tidak dibutuhkan energi besar untuk meminta maaf dibandingkan dengan memberi maaf.

Dari sisi korban, salah satu faktor yang membuat seseorang sulit memaafkan adalah pengabaian. Ia bersikap seolah-olah kesalahan dan konflik itu tidak pernah terjadi dengan cara mengabaikanya.  “Hal ini disebut fase denial, menganggap dirinya baik-baik saja dan merasa nyaman dengan kondisi masa bodoh yang dipilihnya tersebut,”kata Aditya. Kanyataan itu tentu memprihatinkan, karena justru rasa sakit maupun pengabaian yang kita lakukan sebenarnya menunjukan ada yang perlu dibereska dalam diri kita. Agar dapat merasakan kebebasan dan kelegaan, mau tidak mau kita harus membutulkan ketidakberesan itu.

Ada banyak cerita dan metode untuk belajar memaafkan, tapi semuanya itu mesti berawal dari niat di dalam diri. Niat itu bisa berasal dari kesadaran yang timbul akibat mulai terganggu oleh rasa marah dan kebencian yang belum terlepaskan tadi. Niat memaafkan itu juga patut dicampur dengan kerelaan dan kerendahan hati. Memang tidak mudah, tapi itulah satu-satunya jalan lepas dari belenggu kebencian.

Tidak Wajib rekonsiliasi

Mungkin banyak orang beranggapan, mengingat masa lalu hanyalah suatu yang sia-sia, karena tidak aka nada yang bisa mengubah sesuatu yang sudah lewat. Namun dalam proses memaafkan, kita wajib melewati fase melihat mundur ke masa lalu. Tujuannya agar kita bisa menelusuri akar persoalan dari hubungan yang retak. Sebab selalu ada alasan dari semua persoalan. Alasan itulah yang wajib kita temukan. Setelah intropeksi diri, langkah selanjutnya adalah konfrontasi. Konflik tidak akan pernah selesai jika tidak didiskusikan. Akan lebih baik jika kita bisa langsung berhadapan dengan orang yang bermasalah terhadap kita. Tapi jika orang itu tidak bisa terjangkau karena jarak, keadaan, dan kematian, sebaiknya kita terbuka pada orang lain.

Persoalan semacam ini jangan dipendam, ceritakan dan berbagilah pada orang yang bisa dipercaya, bahkan jika perlu mintalah pertolongan pada psikolog. “Seseorang bisa dikatakan tuntas mamaafkan bila ia telah mengalami perubahan emosi dan perilaku. Yang tadinya marah berubah menjadi tidak marah, yang tadinya kecewa berubah menjadi tidak kecewa lagi, “tutur Aditya. Jika kondinya sudah seperti itu, tambah Aditya, maka yang terpenting adalah telah terjadi perubahan dalam diri sendiri. Kita justru tidak berkewajiban untuk membangun kembali hubungan dengan ornag yang sudah kita maafkan. Karena memaafkan itu bisa berdiri sendiri, tanpa rekonsiliasi. Selamat memaafkan. Selamat memberi kado terbaik bagi diri sendiri.

 

 

Mendatangkan sehat dari sebuah maaf

Memaafkan bukan hanya mendatangkan kelegaan jiwa, namun juga reaksi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut fakta-fakta ilmiahnya:

Saat marah, tubuh memproduksi hormone “negative” seperti kostisol yang membuat stress. Pada waktu memaafkan, tubuh memproduksi emosi positif melalui hormone endorphin yang membuat kita merasa lebih senang dan tenang.

  • Tekanan darah dan detak jantung yang tadinya tidak normal karena menyimpan kemarahan menjadi normal kembali.
  • Tidur lebih nyenyak karena perasaan menjadi lega
  • Tingkat kekentalan darah berkurang sehingga baik untuk sistem peredaran darah
  • Sistem kekebalan tubuh meningkat karena otak tidak beraktifitas terlalu berat seperti yang dialami oleh orang yang marah dan stress.
  • Tekanan darah yang tadinya meningkat tidak normal saat menyimpan kemarahan, semakin stabil
  • Raut wajah menjadi lebih bahagia karena otot alis mata yang tadinya tegang telah mengendur
  • Hidup lebih lama dibandingkan orang yang tidak memaafkan (the Journal of behavioral medicine)
  • Stress berkurang karena otot-otot yang tadinya tegang mulai mengendur

 

Banyak alasan untuk memaafkan

Menyimpan kemarahan tidak akan menghancurkan mereka yang bersalah pada kita, kitalah ornag yang paling terluka karena tidak memberi maaf.

Memaafkan bukan berarti memaklumi kesalahan orang lain, tapi tindkaan pencegahan agar diri kita tidak hancur digerogoti kebencian.

  • Tanpa mamaafkan tidak aka nada pemulihan diri dan pemulihan hubungan
  • Memaafkan memang tidak mengubah masa lalu, namun mengubah masa kini dan masa depan
  • Memaafkan bukan untuk orang yang lemah. Hanya orang yang berjiwa besar dan kuatlah yang sanggup memaafkan
  • Dengan memaafkan bukan berarti kita harus kembali mempercayai orang yang pernah bersalah pada kita.

 

 

Nelson Mandela

Memaafkan semua musuh-musuh politik yang telah membuatnya dipenjarakan selama 18 tahun tanpa dakwaan yang jelas. Bahkan setelah menjadi presiden, ia tidak menggunakan kekuasaannya untuk menangkap musuh-musuh politik itu.

Elisabet & Suroto

Orang tua dari Ade Sara Angelina Suroto, korban pembunuhan oleh mantan kekasihnya sendiri beserta kekasihnya pada 2014 lalu. Orangtua Ade Sara memaafkan kedua pelaku yang telah merenggut nyawa putri semata mayang mereka.

Amelia Ahmad Yani

Menyaksikan langsung ayahnya, jenderal (Anumerta) Ahmad Yani, terbunuh pada peristiwa 30 September 1965. Sempat mengalami trauma dan kemarahan mendalam, namun dengan tulus akhirnya ia memaafkan semua orang yang terlibat dalam peristiwa tragi situ.

Paus Yohannes Paulus II

Memaafkan Mehmet Ali Agca, pelaku penembakan yang hampir saja merenggut nyawanya pada 13 Mei 1981.

 

 

Kata mutiara

Jika kita ingin benar-benar mengasihi seseorang, maka kita harus belajar bagaimana cara memaafkan. Bunda Teresa (1910-1997), Misionaris

 

Sumber: INTISARI, Juli 2016

Teori Konspirasi Tidak Padam di Era Digital

Kata konspirasi rasanya sudah sangat akrab kita tidak dengar, mungkin juga konspirasi sudah menjadi sebagian dari beberapa hal yang orang lain sukai. Teori-teori yang adapun juga banyak memberikan pro dan kontranya terhadap masyarakat luas. Ada yang percaya, ada juga yang menolak keras adanya teori konspirasi tersebut. Di zaman yang sudah berkembang dan kaya akan teknologinya ini, ternyata masih banyak loh orang yang percaya dan mengikuti teori konspirasi yang ada. Adanya teknologi yang terus berkembang sepertinya tidak membuat pemahaman atau rasa keingin-tahuan untuk mencari tahu mengenai teori yang ada berkurang. Ada beberapa alasan yang membuat teori konspirasi masih tetap hidup di era digital ini.

Pertama, kebutuhan seseorang untuk memiliki kerangka pikir atau informasi dasar untuk dapat menjelaskan suatu fenomena. Ini hal yang biasa sebenarnya, manusia memang punya rasa ingin tahu yang tinggi, tidak suka pada ketidakpastian, dan ingin mendalami suatu kejadian yang ganjil. Tapi bagi penganut teori konspirasi, penjelasan umum tidaklah cukup. Maka dari itu, biasanya dalam penjelasan konspiratif ada tambahan lain seperti spekulasi (ada agenda tertentu yang tidak diketahui publik), kompleks (biasanya melibatkan beberapa aktor atau peranan), dan tidak dapat dibuktikan ketidakbenarannya. Contohnya nih, salah satu konspirasi yang paling besar seperti bumi datar. Orang-orang yang percaya mengenai konspirasi tersebut memberikan alasan yang kuat untuk memutuskan segala teori bumi bulat. Mereka percaya bahwa NASA yang selama ini memberi gambar atau foto bumi melalui satelit itu telah di edit, sehingga semua yang ditunjukan oleh NASA itu adalah kebohongan. Ini akan menjadi hal yang sangat menarik teruntuk kalian yang sedang mencari kebenarannya. Sebagai manusia, yang tidak bisa mengetahui mana yang benar dan salah, maka kita hanya bisa menerka-nerka dan memilih mana sih kira-kira yang paling masuk akal? Dan itu sebenarnya adalah hal yang bebas dilakukan dan juga menjadi salah satu alasan yang kuat mengapa konspirasi masih hidup sampai sekarang.

Motivasi kedua didorong oleh kebutuhan manusia akan rasa aman dan kontrol atas lingkungannya. Seperti penjelasan sebelumnya, para penganut teori konspirasi tidak puas hanya mengacu pada penjelasan umum (dalam menjelaskan fenomena atau kejadian tidak terduga). Mereka lalu beralih ke teori-teori konspirasi karena narasinya mengidentifikasi sederet aktor dan ancaman yang berbahaya. Komponen inilah yang membuat para penganut teori konspirasi merasa lebih aman karena sudah tahu ‘kambing hitamnya’. Mereka juga merasa lebih punya kuasa atas kejadian tidak terduga karena merasa lebih tahu daripada masyarakat awam.

Ketiga adalah motivasi sosial, yaitu kebutuhan seseorang untuk menjaga pandangan positif dirinya dan kelompok sosialnya. Di sini, narasi konspiratif dijadikan alat pelindung seseorang dan kelompoknya untuk menyudutkan dan menyalahkan kelompok lain atas peristiwa negatif.

Nah dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa teori ini masih sangat diminati di seluruh dunia. Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu masih percaya teori konspirasi?

Daftar Pustaka

Leonard, Carolina (2020, Juni 2). Kenapa di Era Internet Masih Ada yang Percaya Teori Konspirasi?. Remotivi.or.id. diakses pada https://www.remotivi.or.id/mediapedia/597/kenapa-di-era-internet-masih-ada-yang-percaya-teori-konspirasi. 14 April 2021.

Nurdian, Graha (2020, Mei 16). Teori Konspirasi, Kenapa Orang Mudah Percaya dan 3 Alasannya. Grahanurdian.com. Diakses pada https://grahanurdian.com/kenapa-orang-mudah-percaya-teori-konspirasi/. 14 April 2021.

Satu Tahun Pandemi: Bagaimana Pandemi Membawa Perubahan Positif Bagi Diri

Sudah 1 tahun lebih berlalu kita hidup berdampingan dengan virus mematikan yakni virus Covid-19. Kemunculannya yang diberitakan dimana saja, dibahas dimana saja, dan terjadi dimana saja membuat eksistensinya tidak pernah padam. Seluruh media yang kita konsumsi sehari-hari hampir tidak mungkin tidak memberikan informasi mengenai berita terkini Covid-19. Hingga saat ini, belum terlihat jelas kapan pandemi ini akan selesai meskipun vaksin bagi virus ini telah ditemukan. Pasalnya, virus Covid-19 jenis baru yang bermutasi lebih cepat dari virus sebelumnya yakni jenis B117. Sedangkan setelah uji coba virus dilakukan, masih terdapat kasus orang yang sudah di vaksin masih bisa tertular Covid-19.

Dalam masa pandemi yang sulit ini tentunya kita tidak bisa berlarut-larut merasa tertekan dengan keadaan yang ada karena keadaan yang sekarang ini harus kita terima dan jalani meskipun sulit. Hidup harus tetap berjalan tentunya kita menjalani dengan cara yang baru sesuai dengan situasi dan kondisi masa pandemi. Di masa pandemi ini saat mayoritas kegiatan diluar rumah dilarang dengan tujuan untuk memutus rantai Covid-19 membuat kita terisolasi dari dunia luar. Hal ini tentu saja memberikan rasa bosan, tertekan, stress, gelisah, cemas, gangguan emosi, emosional, dan lain sebagainya mulai muncul dan mendorong kita untuk berkeliaran diluar mencari dan beraktivitas diluar seperti sebelum pandemi terjadi.

Pandemi tidak hanya memberikan kepahitan bagi hidup kita namun juga pembelajaran. Pembelajaran ini dapat berupa pengendalian diri untuk tidak egois dengan menerapkan protokol kesehatan agar kita tidak menjadi pembawa virus bagi orang lain, tidak egois dengan berkeliaran jika tidak perlu keluar rumah, dan dapat menjadi sarana bagi kita untuk lebih memperhatikan diri kita sendiri dan orang lain disekitar kita yang terdekat, contohnya keluarga.

Dengan banyaknya kegiatan dirumah dapat memberikan waktu yang lebih bagi kita di rumah bersama keluarga. Kita juga bisa mengembangkan diri dengan menemukan jenis hobi baru yang kita sukai yang bisa digunakan untuk melewati waktu dan mengusir bosan. Seperti yang hits dilakukan masa pandemi ini banyak hobi-hobi baru yang bisa dilakukan dirumah menjadi populer. Contohnya menanam tanaman, memelihara ikan, bermain musik, belajar bahasa, berolahraga, dan lain sebagainya.

Yah meskipun banyak pekerjaan yang menjadi sulit untuk dikerjakan di masa pandemic ini, namun itu juga mengajarkan kita untuk tetap tabah dan berjuang lebih lagi untuk menghadapi realita yang ada. Banyak orang yang terkena dampak dari pandemic ini seperti terkena PHK, maupun pengurangan gaji. Namun tidak sedikit juga ternyata generasi muda yang mulai bergerak untuk membuka bisnis-bisnis baru seperti membuka online shop makanan, berjualan pakaian, dan banyak lainnya. Tidak hanya untuk menjaga diri tetap produktif, namun juga mendapatkan uang saku lebih! Lumayan bukan?.

Yuk belajar untuk melihat segala sesuatu dari sisi positifnya juga!. Barangkali dari hobi baru yang kamu lakukan di rumah bisa menjadi suatu peluang bisnis yang lebih besar bagi kamu di kedepan hari bukan?.

 

Daftar Pustaka

Putri, Maria (2021, Februari 24). Berdiam di Rumah Sepanjang Pandemi Ternyata Bawa Efek Positif. Kompas.com. diakses pada https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/24/060000820/berdiam-di-rumah-sepanjang-pandemi-ternyata-bawa-efek-positif. 11 Maret 2021.

Tim CNN. (2020, Mei 5). Dampak Positif-Negatif Pandemi pada Hubungan Keluarga. Cnnindonesia.com. Diakses pada https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200514141751-284-503363/dampak-positif-negatif-pandemi-pada-hubungan-keluarga. 11 Maret 2021.

Ramadhanny, Fitraya. (2020, April 12). 3 Perubahan Positif Bumi yang Mesti Dijaga Usai Pandemi Corona. Detik.com. diakses pada https://inet.detik.com/science/d-4973896/3-perubahan-positif-bumi-yang-mesti-dijaga-usai-pandemi-corona. 11 Maret 2021.

 

Zack Snyder’s Justice League (Persembahan Sang Sutradara Untuk Mendiang Putri Tercinta)

Zack Snyder adalah seorang sutradara yang menyutradarai film aksi seperti 300 dan Dawn of the Dead dan sudaah berkarier di dunia film sejak tahun 1990. Beberapa tahun belakagan film garapan filmmaker asal Amerika Serikat ini adalah film-film dari dunia komik superhero DC Films. Untuk diketahui, DC Films ini label fim hero sama seperti Marvel Studios, yang juga khusus merilis karakter-karakter hero penyelamat dunia. Dua label film ini sering lho bersaing untuk memproduksi film hero keren, meskipun popularitas Marvel Studios lebih banyak terdengar namun film dari DC Films juga ngga kalah seru. Lihat saja besutan film-film dari label ini antara lain Batman vs Superman, Birds of Prey (and the Fantabulous Emancipation of One Harley Quinn), Wonder Woman, man of Steel, dan lain sebagainya.

 

Pada tahun 2017 lalu, Zack sendiri telah terlibat dalam penggarapan film Jusice League (2017), namun sayangnya proyek tersebut harus berhenti ditengah jalan dan memaksa keterlibatannya menjadi terputus akibat dari insiden yang menimpa keluarga Zack. Sutradara Zack Snyder telah memutuskan mengundurkan diri dari produksi film Justice League untuk mendukung keluarganya setelah bunuh diri putrinya. Autumn Snyder meninggal pada Maret 2017 lalu di usia 20 tahun. Kejadian tersebut membuat Zack berada dalam taraf hidup terbawah dan akhirnya menyerahkan penggarapan film Justice League kepada sutradara lain. Namun, setelah film tersebut dirilis nyatanya respon dari penonton kurang memuaskan dan hanya mendapatkan rating sebesar 40% oleh RottenTomatoes, yang merupakan situs review film.

 

Pada tahun 2021 ini, setelah mendapat dukungan dari penggemarnya, Zack akhirnya merilis ulang Justice League versinya sendiri. Penggemar akhirnya akan melihat visi asli sutradara “Justice League”. Setelah bertahun-tahun berspekulasi dan mendapat dukungan dari para penggemar, “Snyder Cut” akan disiarkan di HBO Max pada 18 Maret. Zack Snyder dan Deborah Snyder yang juga merupakan istrinya, termasuk di antara banyak orang yang mengerjakan potongan baru film tersebut. Selama setahun terakhir, Snyders telah berbicara singkat tentang film tersebut beberapa kali. Zack mengungkapkan lebih banyak informasi tentang film tersebut di acara virtual DC Fandome WB bersama dengan sebuah trailer.

 

Dilansir dari berbagai sumber, Justice League (2021) versi asli besutan Zack Snyder ini memiliki nilai unggul yang dapat mendobrak penilaian film di tahun 2017 sebelumnya antara lain adala:

  • Karakter tokoh yang lebih kuat
  • Ceritanya yang lebih kaya
  • Scene action yang mengagumkan dan mampu membuat suasana film kian menegangkan
  • Visualisasi film yang lebih tinggi dan bagus
  • Pembagian plot film ke dalam beberapa seri dengan total 4 jam 2 menit yang dinilai membuat film tidak membosankan karena bagian-bagiannya ditampilkan secara terpisah dalam satu film
  • Dan yang terakhir, tentu saja menjadi film yang dinanti-nanti pembuatan ulangnya film ini menyajikan kejutan seru bagi penontonnya

 

Prilisan film Zack Snyder’s Justice League menjadi sangat personal dalam kehidupan Zack Snyder. Selain akhirnya visi aslinya tentang film Justice League akhirnya terwujud, film ini juga menjadi persembahan bagi mendiang putrinya yang meninggal pada Maret 4 tahun lalu dan ditandai dengan kata-kata ‘for Autumn’ di akhir film. Pada adegan Bruce Wayne bertemu dengan Barry Allen menaiki mobil juga terpasang di billboard dengan kata-kata: You are Not alone. Billboard ini adalah iklan untuk American Foundation for Suicide Prevention (AFSP). Sebuah organisasi yang beregrak dibidang pencegahan Tindakan bunuh diri.

Penggemar yang mendukung “Snyder Cut” telah mengumpulkan lebih dari $ 500.000 untuk organisasi tersebut dan terus mengumpulkan lebih banyak bahkan setelah film tersebut dirilis. Film ini selain menjadi penghormatan lain untuk Autumn, papan reklame yang tampil juga berfungsi sebagai penghormatan bagi para penggemar yang membantu membawa film ini rilis. Film ini adalah kemenangan besar bagi para penggemar dan semakin membuktikan betapa kuatnya kampanye Snyder Cut.

 

Film ini sudah mulai dirilis di HBO Go dan berdurasi kurang lebihnya 4 jam, film ini tentu banyak diincar dan digemari oleh pecinta DC! Gimana? Kamu sudah nonton belum?

 

Referensi:

Zahrotustianah (2021, Maret 17). Gokil! 6 Alasan Justice League Zack Snyder Lebih Bagus dari Versi 2017. Idntimes.com. Diakses pada https://www.idntimes.com/hype/entertainment/zahro-1/alasan-justice-league-zack-snyder-lebih-bagus-dari-versi/6. 26 Maret 2021.

Guerrasio, Jason (2021, Maret 20). The 45 biggest differences between ‘Zack Snyder’s Justice League’ and the 2017 theatrical version. Insider.com. Diakses pada https://www.insider.com/zack-snyder-justice-league-biggest-differences-2021-3. 26 Maret 2021.