Toxic Relationship ala Yoo Na Bi & Park Jae Eon

Drama Korea yang masih sangat baru ini sedang hangat-hangat nya diperbincangkan di media sosial, terutama twitter. Han So Hee yang sebelumnya eksis dan sukses membuat penonton “kepanasan” dalam drama The World of The Married, kini kembali hadir di drama Korea Nevertheless. Drama ini  merupakan drama adaptasi webtoon. Bercerita tentang kehidupan percintaan anak muda yang sering terjadi saat ini, kisah drama Nevertheless siap untuk membuat penonton pusing.

Dalam drama ini, Park Jae Eon dan Yoo Na Bi menjalin hubungan yang tidak terikat dengan status pacaran, tidak memiliki komitmen namun sama –sama memiliki intimacy dan passion. Tipe cinta seperti ini biasanya dikenal dengan istilah “romantic love”. Hubungan seperti ini sangat familiar di kalangan anak muda dengan sebutan “friends with benefit” atau dikenal dengan “FWB”. Yoo Na Bi (Han So Hee) yang sebenarnya mengetahui bahwa Park Jae Eon (Song Kang) yang menjadi idola banyak wanita itu, senang menggoda banyak wanita namun tidak tertarik untuk berpacaran karena menganggap nya sebagai hal yang merepotkan.

Dunia per FWB-an ini banyak sekali terjadi di kalangan anak muda. Alasannya tentu untuk mendapatkan kesenangan. Manfaat yang di maksud lebih mengarah kepada pemenuhan kebutuhan secara emosional dan secara seksual.

Park Jae Eon dan Yoo Na Bi memang sama-sama saling tertarik. Walaupun Yoo Na Bi sendiri sudah mengetahui sifat Park Jae Eon. Namun yang terjadi, Yoo Na Bi masih saja melanjutkan hubungan fwb nya dengan Park Jae Eon dan berharap dan menantikan kejelasan dalam hubungan nya. Yoo Na Bi juga memiliki pengalaman buruk dalam percintaan yang membuatnya tidak yakin untuk berpacaran. Sangat disayangkan bukan?

Walaupun hubungan yang mereka jalani selalu jadi bahan omelan penonton dan netizen di sosmed, sebenarnya ada hal yang dapat dipelajari dalam drama ini, yaitu :

  1. Memahami hubungan yang sedang dijalani

Ada kalanya, karena dibutakan rasa cinta, banyak orang yang sulit untuk meninjau serta memahami hubungan yang sedang dijalani. Oleh karena itu, banyak orang yang terjebak dan mau bertahan dalam toxic relationship yang jelas-jelas tidak sehat. Selain bertahan, biasanya timbul sebuah harapan agar hubungan yang dijalani menjadi hubungan sehat yang berkomitmen walaupun salah satu atau keduanya tidak siap, atau berharap pasangan bisa  berubah menjadi lebih baik atas dasar perasaan. Dengan memahami dan membuka mata terhadap hubungan yang sedang dijalani, maka kita dan pasangan akan mengetahui dengan ekspektasi terhadap hubungan yang dijalani, mengetahui jelas hal-hal yang perlu di evaluasi dalam hubungan, dan mampu menyadari apakah hubungan yang sedang dijalani layak untuk dipertahankan.

 

2. Berhati-hati dan membatasi diri

Sulit mengontrol perasaan pada saat jatuh cinta memang sering terjadi. Namun ada baiknya untuk bisa tegas dengan diri sendiri dan memberikan batasan-batasan dalam hal percintaan. Jika tidak berhati-hati dan tidak memiliki batasan yang jelas, maka tentunya akan mudah sekali untuk terjerat dengan toxic relationship. Terutama romantic love, yang seringkali terjadi karena tidak adanya batasan jelas dari diri sendiri terhadap suatu hubungan.

 

3. Memahami diri sendiri

Memulai hubungan tanpa adanya pemahaman terhadap diri sendiri, akan menjadi masalah di kemudian hari. Setiap orang pastinya memiliki latar belakang, pengalaman, dan masa lalu yang berbeda. Terutama pengalaman soal cinta, yang akan sangat mempengaruhi relationship yang akan dijalani selanjutnya. Jika belum sepenuhnya sembuh dari pengalaman atau trauma percintaan masa lalu, ada baiknya mempertimbangkan kembali jika ingin menjalin hubungan yang baru.

 

  1. Memperjelas sebelum memulai suatu hubungan

Pastinya ga enak kan “digantungin” atau punya hubungan tanpa status? Yap, pastinya kita menginginkan kejelasan dalam hubungan. Adanya kejelasan ini membuat kita tidak ragu-ragu untuk bisa bersikap atau menunjukkan kasih sayang kepada pasangan. Hal ini bertujuan untuk menghindari “ghosting” dan toxic relationship. Dengan adanya kejelasan status dalam hubungan, membuat kita dan pasangan memiliki tujuan bersama dan dapat membangun hubungan yang sehat.

 

Yuk, punya relationship yang sehat. Karna hubungan yang sehat pastinya lebih menyenangkan dan membuat kita serta pasangan dapat bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Bikin Emosi! Bisa Belajar apa sih dari The Penthouse?

Para pecinta drakor pastinya tau dengan drama Korea yang satu ini. Drama para crazy rich Korea ini cukup memancing emosi dari para penonton yang antusias mengikuti setiap episode nya. Drama yang disutradarai oleh Joo Dong Min ini memang berhasil menarik perhatian penonton serta menuai banyak komentar dari para Netizen.

Sekilas mengenai Penthouse

Drama Korea yang menampilkan kehidupan glamor dari para crazy rich yang tinggal di sebuah apartemen elite yang bernama Hera Palace ini menampilkan banyak konflik yang bikin geleng-geleng kepala. Ambisi, harta, dan kekuasaan menjadi hal yang membuat konflik berkepanjangan hingga berakibat pada hilangnya nyawa seseorang secara disengaja. Sungguh tragis bukan? Bahkan para tokoh nya pun minim rasa kemanusiaan yang bikin penonton semakin naik darah. Cheon Seo Jin yang di perankan oleh Kim So Yeon merupakan salah satu tokoh antagonis wanita yang menarik perhatian penonton. Cheon Seo Jin merupakan wanita ambisius dan kejam serta menghalalkan segala cara untuk bisa mencapai tujuannya. Drama Korea Penthouse juga menampilkan bagaimana kelas sosial dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Diperankan oleh aktris dan aktor yang sangat profesional dalam memainkan perannya, membuat setiap tokoh dalam drama Korea ini menjadi maksimal.

 

 

Pelajaran yang bisa diambil

Meskipun memancing emosi, ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari drama Korea yang satu ini. Diantaranya adalah:

Menjadi ambisius dan berkompetisi dengan cara yang sehat

Beberapa orang mungkin menjadi ambisius dan sangat kompetitif dikarenakan tuntutan lingkungan hidup, pekerjaan, maupun pendidikan. Tidak ada yang salah dengan ambisi dan kompetisi. Hanya saja, dari drama Korea Penthouse, dapat dilihat bahwa ambisi dan kompetisi yang tidak sehat akan mengakibatkan permasalahan yang tidak kunjung selesai. Bahkan dapat memunculkan tindakan yang melewati batas hingga menghilangkan nyawa orang lain.

 

Merendahkan ego

Dalam drama Korea Penthouse, dapat terlihat bahwa hampir setiap tokoh nya memiliki ego yang tinggi dan tidak mau kalah. Ketika bersosialisasi dan memiliki hubungan dengan orang lain, tentunya kita akan menemukan perbedaan pendapat, perbedaan sifat, perbedaan tujuan hidup, dan lain-lain. Dan sebagai manusia, pastinya selalu ingin menjadi yang unggul dan menang dalam segala aspek. Tapi jika tidak terjadi, apakah akan terus menerus menuruti ego? Tentunya tidak. Karena dalam kehidupan, pastinya akan ada waktu-waktu tertentu seseorang harus gagal, dan ada waktunya seseorang akan menang.

 

Tidak memandang rendah orang lain

Dalam drama Korea Penthouse, dapat dilihat bahwa adanya perbedaan kelas sosial dan kekuasaan, dapat membutakan hati nurani seseorang. Sehingga dengan begitu, yang memiliki kelas sosial lebih rendah akan sangat sulit untuk bisa bergerak maju, dimanfaatkan, dan bahkan sering terjebak dalam kondisi “terancam”. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa Yang Maha Kuasa menciptakan manusia dengan sangat beragam dan memiliki jalan hidup serta perannya masing-masing. Oleh karena itu, apakah kita masih akan terus memandang rendah orang lain hanya karena keterbatasan yang dimiliki nya terutama dalam hal kelas sosial?

“Balas dendam” dengan cara yang sehat

Drama Korea Penthouse menampilkan orang-orang yang saling balas dendam dengan cara yang salah. Berbagai tindak balas dendam yang dilakukan bahkan merugikan kehidupan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, pastinya akan ada orang-orang yang jahat atau bahkan menyakiti hati yang membuat kita rasanya ingin cepat-cepat untuk balas dendam. Tapi perlu diingat, bahwa perasaan seperti ini dapat menciptakan fikiran-fikiran negatif yang berujung pada tindakan yang salah. Dalam menyikapi hal seperti itu lebih baik “balas dendam” dengan cara yang sehat. Misalnya, ketika di bully atau di remehkan, maka harus nya menunjukkan bahwa anggapan tersebut adalah salah. Menujukkan dengan cara apa? Tentunya ada banyak cara. Bisa lewat kinerja yang baik, meningkatkan value diri, dan lewat kesuksesan yang tentunya ditempuh dengan cara yang halal.

Nah, dari drama Korea pun ternyata kita dapat belajar banyak hal. Tertarik untuk menonton Penthouse?

Drakor Racket Boys Sempat Mengejek Indonesia?

Apakah UC People suka menonton drama korea? Beberapa waktu  lalu drama korea Rocket Boys tayang dan serial ini sangat cocok untuk membuat Anda tertawa sekaligus terharu dengan kisah para atlet bulu tangkis muda yang sedang mengejar impian mereka. Berawal dari sebuah tim bulu tangkis di sekolah menengah yang berada di ambang kehancuran, hingga seorang pelatih baru, Yoon Hyeon Jong (Kim Sang Kyung) dan putranya yang pemain bisbol, Yoon Hae Kang (Tang Jun Sang), bergabung di dalamnya. Tim ini pun belajar tentang arti persahabatan dan komunitas mereka dalam mengejar impiannya menjadi pemain terbaik.

Hanya saja beberapa waktu  lalu drama korea Rocket Boys menuai banyak kritikan dari netizen Indonesia karena dianggap merendahkan Indonesia. Dalam episode 5 yang tayang pada Senin 14, Juni 2021, Han Se-Yoon yang merupakan pemain bulu tangkis Korea Selatan sedang bertanding melawan pemain Indonesia dalam pertandingan Internasional di Jakarta. Saat bertanding, dirinya mendapat ejekan dari pendukung Indonesia. Saat Se-Yoon menceritakan hal tersebut pada pelatihnya, pelatih berkata “Penonton tidak akan mengejek jika tahu sopan santun”

Selain itu dalam adegan lain, Indonesia digambarkan dengan sengaja tidak memberikan fasilitas yang layak pada Korea Selatan untuk memenangkan pertandingan. Fang, sang pelatih Han Se Yoon berkata “Penginapannya buruk sekali. Mereka (tuan rumah) berlatih di tempat pertandingan dan kita dipaksa latihan di salah satu tempat latihan tua yang tidak terdapat AC, yang benar saja,” Yang kemudian direspon dengan “Tenang pak ini bukan pertama kali terjadi” Selanjutnya diikuti dengan percakapan, “Ada satu alasan. Han Se-yoon. Mereka ingin mengalahkannya apapun caranya. Jangan khawatir soal Se-yoon. Kita sudah menemukan strateginya,” tutur pelatih lagi.

Adegan-adegan pada episode 5 inilah yang memancing amarah netizen Indonesia. Berbagai tuduhan pun diluncurkan netizen Indonesia, mulai isu  rasisme hingga propaganda Korea untuk memperburuk citra bulu tangkis Indonesia. Netizen Indonesia tidak terima, tidak hanya karena  Indonesia merupakan salah satu pendukung terbanyak industri hiburan Korea Selatan, namun juga karena hal penggambaran ini jauh dari kenyataan dimana Indonesia sering mendapat medali di ajang bulu tangkis dunia.

Secara serempak netizen Indonesia pun menyerang IMDb (Internet Movie Database) dan membuat rating drama korea tersebut anjlok hingga menyentuh bintang 2,3 dari 10. Netizen juga menyerang akun instagram resmi SBS yaitu @sbsdrama.official dan @sbsnow_insta. Tidak hanya itu akun instagram pribadi para pemain juga menjadi sasaran amuk warga +62. Kata-kata kasar, rasis dan body shaming dilontarkan kepada beberapa akun tersebut.

Melalui akun @sbsnow_insta, pihak SBS meminta maaf dalam bahasa Indonesia dikolom komentar akun @sbsdrama.official yang mengunggah cuplikan drama Racket Boys. Beberapa warganet Indonesia menerima baik permintaan maaf ini, namun tak sedikit juga yang merasa permintaan maaf tersebut tidak layak karena tidak ada permintaan maaf resmi dan hanya melalui komentar saja.  Akibatnya kritik pada SBS dan Racket Boys pun tetap mengalir deras.

Namun tak sedikit juga yang kontra dengan perilaku tersebut, beberapa warganet berpendapat bahwa penggambaran buruk sah-sah saja dalam film atau drama, misalnya seperti penggambaran mafia meksiko yang jahat dalam film-film Amerika. Beberapa merasa bahwa cerita drama hanyalah fiksi dan tidak perlu dianggap secara personal. Selain itu perilaku netizen Indonesia yang tidak sopan justru dianggap memperparah suasana. Dalam survey Digital Civility Index 2020 yang dilakukan oleh Microsoft, tingkat kesopanan berinternet Indonesia berada di posisi ke 29 dari 32 negara yang disurvei. Warganet menyayangkan perilaku sebagian warganet yang semakin memperkuat penggambaran Indonesia dalam drama dan survei Digital Civility Index 2020.

Sah-sah saja untuk mengkritik suatu karya, terlebih jika kritik tersebut membangun dan baik untuk kelanjutan artis dan karyanya. Namun melontarkan kata kasar, berkata rasis hingga melakukan perundungan rasanya bukan hal yang tepat untuk dilakukan ya UC People. Kalau menurut UC People bagaimana?

Apa yang bisa Kita Pelajari dari Drakor Hospital Playlist?

Bosan dengan drama Korea yang melulu tentang percintaan atau perselingkuhan? Nah pas banget nih, bagi kalian yang sedang membutuhkan cerita yang menarik dan santai, drama Korea yang satu ini sangat cocok!

Serial TV Li Yuzhen menceritakan kisah lima teman yang melayani sebagai dokter dengan spesialisasi berbeda di Rumah Sakit Yuji. Hospital Playlist juga disutradarai oleh Shin Won Ho yang terkenal dengan kesuksesan serial TV trilogi Reply. Tak heran jika di drama-drama terbarunya, auranya menarik, ceria, tapi penuh makna. Tidak seperti drama Korea lainnya, “Hospital Playlist” tidak hanya tentang cinta. Drama ini sebenarnya berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan dalam kehidupan sehari-hari yang kental. Lee Woo Jung dengan cerdik menyisipkan informasi tanpa mengganggu jalan cerita.

Berikut ini beberapa yang bisa kita pelajari dari drakor yang satu ini :

  1. Meski kaya, hidup sederhana tetap sangat penting

Di episode pertama, Anda akan melihat kisah seorang asisten profesor bedah anak bernama An Jung Won (Yoo Yeon Seok). Setelah diselidiki, An Zhenyuan adalah putra dekan Rumah Sakit Lu Ji tempat dia bekerja. Namun, tidak ada teman-temannya yang tahu bahwa Zheng Yuan adalah keturunan seorang chaebol (putra dari kelompok perusahaan).

Gengs, kesederhanaan tidak akan membuat kita gampang jumawa. Sebaliknya, kesederhanaan membuat kita menjadi orang yang mudah beresonansi dengan orang lain dan puas dengan orang-orang yang sudah dimiliki.

  1. Bekerja dengan sepenuh hati

Lima teman yang digambarkan dalam drama itu semuanya adalah dokter berkualifikasi yang menangani bangsal VIP. Mereka bekerja dengan sepenuh hati, berdedikasi tinggi, dan berusaha menjelaskan setiap detail yang terjadi pada pasien atau wali pasien.

Ini menunjukkan bahwa apa pun yang Anda lakukan, Anda harus melakukan yang terbaik. Jangan mudah menyerah apalagi menghindari tanggung jawab. Tidak ada yang mudah saat memasuki dunia kerja. Jika Anda merasa lelah, istirahatlah. Namun, jangan lupa untuk menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai

  1. Teman sejati tidak mudah ditemukan, jadi pertahankan jika menemukannya

Pertemuan kelima sahabat ini dimulai dari pendidikan kedokteran hingga akhirnya mereka membentuk sebuah ikatan persahabatan. Bahkan, terus terjalin di tempat kerja yang sama.

Tentu saja, ini membuat kita lebih sadar bahwa ada terlalu banyak teman yang datang dan pergi saat kita tumbuh dewasa. Namun, permanen sangat jarang. Nah, inilah saatnya untuk menemukan orang yang langka itu. Jika kita menemukannya, simpanlah. Karena teman-teman yang akan membantu dan membantu kita melewati masa-masa sulit, mereka memberi tahu kita bahwa kita tidak sendirian di dunia ini.

  1. Jangan menilai seseorang dari penampilan

Karakter Dr. Joon Hwan (Jung Kyung Ho) bisa dikatakan unik di antara keempat temannya. Beliau adalah seorang dokter yang selalu menceritakan seluruh proses pengobatan atau pembedahan dari A-Z, tanpa memperdulikan perasaan pasien. Joon-hwan percaya bahwa wali pasien harus tahu apa yang terjadi pada keluarganya dan tidak ada yang disembunyikan.

Karakter inilah yang membuat beberapa asisten perawatnya memperlakukan Jun Hwan sebagai dokter berdarah dingin. Eeiitsss, jangan tertipu dengan sifat dingin ini. Padahal, di balik karakternya yang blak-blakan, Joon Hwan itu berhati lembut lho. Dia meminta maaf kepada wali pasien karena gagal menyelamatkan nyawa putranya, dan meminta maaf kepada keluarga pasien saat asistennya dalam kesulitan.

Hmm, kepribadian Joon Hwan membuktikan bahwa seseorang yang terlihat jorok, cuek, dan menyebalkan belum tentu sedingin penampilannya. Ketika bencana melanda, Anda akan menemukan sifat seseorang, baik atau buruk.

  1. Pisahkan pekerjaan dan urusan pribadi

Di tempat kerja yang sama, kelima sahabat ini tidak pernah mencampuradukkan urusan pekerjaan dan pribadi, lho. Yang keren adalah mereka tidak akan menggunakan pemilik rumah sakit Zheng Yuan untuk keuntungan pribadi. Nepotisme tidak ada dalam kamus mereka, fokusnya hanya pada kesembuhan pasien. Selain memperburuk suasana hati, masalah pribadi yang Anda bawa juga bisa menurunkan performa kerja.

Begitu pula saat terjadi masalah di kantor, selesaikan masalah di kantor. Memisahkan keduanya bisa membuat hidup kita lebih seimbang.

Nah, itulah beberapa pelajaran hidup yang bisa kita petik dari drakor Hospital Playlist. Gimana? Semakin tertarik gak nih untuk menonton keseharian para dokter muda ini, gengs?

 

Daftar Pustaka

Septina, Dian (2021, Juni 17). Keuntungan dari OST Drakor “Hospital Playlist” Season 1 Didonasikan. Kompas.tv. diakses pada https://www.kompas.tv/article/184598/keuntungan-dari-ost-drakor-hospital-playlist-season-1-didonasikan. 6 Juli 2021.

Anonim (2021, Juni 16). 5 Hal Berbeda dari Drakor “Hospital playlist Season 2” Hubungan yang Berubah – Kemunculan Karakter Baru. Kapanlagi.com. diakses pada https://www.kapanlagi.com/korea/5-hal-terbaru-dari-drakor-hospital-playlist-season-2-773050.html. 6 Juli 2021.

 

Ini Alasan Drama Korea Move to Heaven Harus Ditonton!

Hay UC People! Drama Korea “Move to Heaven” sudah tayang di Netflix lohh. Serial TV yang menyentuh ini menceritakan tentang seorang trauma cleaner bernama Han Geru (diperankan oleh Tang Junxiang). Ada 10 episode dari drama tersebut, dan denger-denger, orang yang menontonnya akan terharu menangis. Serial TV 10 episode “Move to Heaven” harus menjadi salah satu serial TV yang wajib ditonton.

Buat kamu yang pernah mendengar judul ini, atau yang masih ragu untuk mendapatkan rekomendasi dari orang lain, ini dia kenapa kamu harus nonton “Move To Heaven”!

  1. Diangkat dari Kisah Nyata yang Menyentuh

Drama Korea Move to Heaven menampilkan karya seorang pembersih luka yang kurang dikenal. Mereka membersihkan rumah almarhum dan mengurus jenazahnya. Nantinya, barang-barang tersebut akan dibagikan kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai. Para pembersih trauma itu pun secara tidak langsung menyampaikan pesan yang belum tersampaikan dari orang yang meninggal.

Kim Sung Ho, sebagai sutradara Move to Heaven,  mengambil alur cerita drakor ini dari esai non fiksi yaitu ‘Things Left Behind’. Esai tersebut menceritakan kisah hidupnya sebagai pembersih trauma setelah kematian sang ayah.

  1. Akting Para Pemain yang Bikin Penonton Greget

Kemampuan akting sang aktor membuat para penonton “Move to Heaven” tercengang dari episode pertama. Penonton pertama kali bertemu dengan ayah Geu Roo, Jeong Woo (diperankan oleh Ji Jin Hee), yang mendirikan bisnis “Move to Heaven”. Setelah menyelamatkannya, dia mengadopsi Geu Roo dan mengajarinya berbagai hal tentang kehidupan dan pekerjaan. Sebelum Zheng Yu meninggal, dia mewariskan rumah itu kepada saudara tirinya, Shang Gu (diperankan oleh Lee Ji-hoon).

Di saat yang sama, Tang Junxiang berperan sebagai Gru, yang menderita sindrom Asperger. Aktor rookie ini mungkin akan diingat oleh penonton karena dia adalah seorang tentara Korea Utara di drama Korea “Crash Landing You”. Geu Roo diperkenalkan sebagai orang pintar yang terobsesi dengan ikan. Saat mengalami serangan panik, dia akan menyebutkan ciri-ciri ikan untuk menenangkan hatinya.

  1. Lee Je Hoon Nangis Membaca Skripnya

Dalam sebuah wawancara dengan The Big Issue Korea, Li Dixun mengatakan bahwa ketika dia membaca naskah “Move to Heaven”, dia sangat terharu.. Walaupun baru kali pertama membacanya, hatinya tersentuh dan menitikkan air mata.

Lee Je Hoon berperan sebagai Sang Gu dalam drama korea tersebut, petarung jalanan yang menjadi wali Geu Ru setelah bebas dari penjara. Ia seakan mendapat pandangan baru dalam hidupnya saat sebagai pembersih trauma.

Mereka para crew dan cast saja bisa dibikin terharu gengs, apalagi penontonnya ya…

  1. Mengangkat Isu-Isu Sosial

Lee Je Hoon juga menyebutkan kenapa drama Korea Move to Heaven ini wajib ditonton loh.. dalam wawancaranya dengan The Big Issue Korea, ia mengatakan, “Berbagai jenis peristiwa yang ada di tengah masyarakat dimasukkan dan dikemas secara unik dalam drama ini,” ujarnya.

Drama Korea Move to Heaven mengangkat sejumlah isu-isu sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Mulai dari kasus perundungan yang dialami anak sekolahan, pertarungan liar, judi ilegal, hingga kekerasan dalam rumah tangga.

Nah itu tadi beberapa alasan kenapa kamu wajib nonton drakor yang satu ini.. gimana UC People? Tertarik untuk menontonnya?

 

Daftar Pustaka:

Ridwan, Karmenita (2021, Juni 1). Move to Heaven: Mengapa wajib ditonton?. Smartmama.com. diakses pada http://www.smartmama.com/2021/06/01/move-to-heaven-mengapa-wajib-ditonton/. 1 Juni 2021.

Anon. (2021, Mei 20). 7 Alasan ‘Move to Heaven’ Jadi Drakor Terbaru yang Wajib Ditonton, Ceritanya Unik – Bromance Mengharukan. Pesona.com. Diakses pada https://www.kapanlagi.com/foto/berita-foto/korea/7-alasan-move-to-heaven-jadi-drakor-terbaru-yang-wajib-ditonton-ceritanya-unik—bromance-mengharukan.html. 1 Juni 2021.

Harisantoso, Zornia. 5 Alasan Move to Heaven Wajib Tonton. Pesona.co.id. Diakses pada https://www.pesona.co.id/read/5-alasan-move-to-heaven-wajib-tonton?p=1. 1 Juni 2021.

Puton, Charini (2021, Mei 27). Inspirasi Drakor Move To Heaven, Ini Park Sae Byul Sang Pembersih Trauma. Detik.com. diakses pada https://wolipop.detik.com/entertainment-news/d-5583179/inspirasi-drakor-move-to-heaven-ini-park-sae-byul-sang-pembersih-trauma. 1 Juni 2021.

Memahami Pentingnya Keluarga dari Drakor Record of Youth

Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan anaknya. Mulai dari kecil, tentu orangtualah yang pertama kali menjadi sosok model yang selalu kita bangga-banggakan dan selalu kita ikuti. Namun sadar atau tidak disadari ternyata masih banyak orangtua yang malah ingin untuk “memiliki” anaknya sepenuhnya. Hal ini menjadikan anak tersebut tidak memiliki hak dalam memilih maupun menentukan hidupnya. Mungkin memang hal ini seringkali tidak disadari oleh para orangtua, terlebih dikarenakan mereka mengira bahwa anaknya masih belum terlalu dewasa untuk berpikir sendiri. Pola asuh seperti ini tercermin pada salah satu drama Korea yang berjudul Record of Youth ini. Drama yang ditayangkan pada September hingga Oktober 2020 ini sempat menarik perhatian banyak penontonnya. Record of Youth ini sendiri bercerita mengenai kehidupan Sa Hye Jun (Park Bo-Gum) yang memiliki cita-cita sebagai seorang aktor. Ditemani oleh Won Hae-Hyo, (Byeon Woo-Seok) temannya yang juga sudah terlebih dahulu bergelut di dunia acting. Won Hae-Hyo sendiri terlahir dari keluarga yang kaya raya dan kariernya sebagai seorang aktor juga mendapat dukungan penuh dari keluarganya. Namun dilain sisi, Won Hae-Na (Jo Yoo-Jung) yaitu adik dari Hae-Hyo selalu mendapat tekanan dari kedua orangtua mereka. Mereka akhirnya bertemu dengan seorang penata rias yaitu An Jeong-Ha (Park So-Dam), seorang perempuan yang hidup serba mandiri dan selalu kesulitan untuk mencari pekerjaan. Meskipun begitu, An Jeong-Ha selalu terlihat ceria dan menyembunyikan perasaan Sukanya terhadap Sa Hye Jun.

Salah satu pola asuh yang salah terlihat ketika Hae-Na meminta izin untuk berpacaran kepada Ibunya namun ditolak dan tidak diizinkan. Oleh sebab itu, Hae-Na akhirnya memutuskan untuk tetap berpacaran secara diam-diam dan selalu menghindari ibunya. Namun ujung-ujungnya, ibu Hae-Na mempergoki dia tetap berpacaran dan akhirnya memberi hukuman kepadanya. Mobil hingga kartu kreditnya-pun disita oleh ibunya untuk menunjukkan bahwa ibunya lebih berkuasa daripada Hae-Na. Hal serupa juga dihadapi Hye Jun yang kariernya tidak pernah diakui oleh keluarganya sendiri. Hye Jun selalu dianggap sebagai beban keluarga walaupun sudah bergelut di dunia industry perfilm an selama 7 tahun. Sebenarnya ada lebih banyak contoh yang dapat kita petik dari film Record of Youth ini. Ibu Hae Hyo yang membelikan followers palsu agar anaknya menang, namun hal ini malah menurunkan mental dari si anak itu sendiri karena rasa malu yang ada. Teman-teman, keluarga memang selalu memberikan kita sesuatu yang mempengaruhi dengan emosional kita. Terkadang memang kita tidak tahu apa yang sebenarnya ada didalam pikiran kedua orangtua kita, namun disini kita harus belajar untuk memilah-milah apakah saran yang diberikan dari orangtua itu juga untuk kebaikan kita atau bukan. Melihat dari akhir cerita dimana Hae-Na yang akhirnya juga mengalah dan meninggalkan pacarnya demi ibunya, dan Hae-Hyo yang akhirnya melihat bahwa keputusan yang dibuat oleh orangtuanya sebenarnya tidak terlalu buruk.

Sifat asuh seperti ini memang tidak sepenuhnya salah, terkadang hal seperti ini juga yang akhirnya akan membuat mental seorang anak menjadi lebih kuat dan lebih mandiri. Ingatkan, seseorang tidak akan berubah jika kehidupan mereka selalu lurus bukan?. Berpikirlah dengan jernih dan bukan dengan emosi sebelum kalian hendak melakukan sesuatu. Jangan sampai gegabah hanya karena emosi sesaat ya teman-teman!. Selanjutnya, kita juga bisa memetik sesuatu dari drama Record of Youth ini. Persaingan dalam dunia kerja dapat kita lihat dari An Jeong Ha dengan seniornya ditempat kerjanya. Kebanyakan persaingan sekarang memang mulai tidak sehat, merekapun melakukan banyak kecurangan dan melontarkan berbagai fitnah kepada lawan mereka. Namun sudah seharusnya kita harus tetap bekerja keras dengan jujur dan giat, karena hal tersebut yang nantinya akan membuat kita lebih unggul dari lawan kita. Jangan pernah menyerah dengan mimpi kalian ya teman-teman!. Memang dalam dunia kerja, banyak sekali percobaan yang akan kita temui, mulai dari penipuan, pilih kasih, dan banyak lainnya. Namun jika kita lihat dari Hye Jun, ia selalu pantang menyerah walaupun tidak mendapat dukungan dari orangtuanya. Berpikirlah optimis bahwa kalian akan sukses dan mimpi kita akan segera terwujud dengan adanya kerja keras yang telah kita berikan!.

 

Daftar Pustaka

Astari, Dini (2020, September 9). 3 Konflik Drama Korea ‘Record of Youth’ ini Cerminan di Kehjidupan Nyata. Insertlive.com. diakses pada https://www.insertlive.com/korea/20200909164343-185-161047/3-konflik-drama-korea-record-of-youth-ini-cerminan-di-kehidupan-nyata/4. 4 Maret 2021.

Pramudhiaz, Endrapta (2021, Januari 26). Record of Youth: Drakor untuk Bahan Renungan Orang Tua. Kompasiana.com. diakses pada https://www.kompasiana.com/endraptaibrahimpramudhiaz4660/600ff5fd8ede481bff0ea413/record-of-youth-drakor-untuk-bahan-renungan-orang-tua?page=2. 4 Maret 2021.