Perilaku Anak-anak Berproses Sejak Masa Kehamilan. Kompas. 23 November 2021. Hal. 12

Menemani si Kecil ke Playground. Ortu Jangan Abai, Latih Anak Main Sesuai Aturan. Jawa Pos. 27 November 2021. Hal.6

Separation Anxiety Juga Bisa Dirasakan Orang Dewasa. Stop Buat anak Merasa Takut. Jawa Pos. 14 November 2021. Hal.16

Tiap kali ayah atau bunda berangkat kerja, si kecil selalu menangis. Atau, diting gal bunda ke toilet seben tar saja, eh si adik me rengek pengin ikut. Nah, jangan-jangan, anak mengalami separation anxiety.

APA itu separation anxiety? Separation anxiety adalah sebuah perasaan takut atau cemas saat ditinggalkan seseorang. Menurut Agustina Twinky Indrawati, separation anxiety tidak hanya diidap anak-anak. Orang dewasa pun bisa. Lantas, apa kondisi itu normal dialami anakanak? Twinky mengatakan, hal tersebut normal. Anak sudah merasa nyaman dengan seseorang, kemudian takut ditinggal dan tidak bertemu lagi. Bisa saja, separation anxiety anak tidak hanya dengan orang tua. ”Kepada mbak asisten rumah tangga bisa juga. Karena mungkin sudah saking dekatnya. Sama nenek atau kakek juga,” jelasnya. Anak dapat merasakan emosinya sejak bayi. Siapa yang ada di dekatnya, siapa yang menggendong, hingga siapa yang menyapanya. Dalam anxiety ini, orang tua butuh waktu untuk membuat anak lebih berani.

Ada trik dari Twinky buat para orang tua yang patut dicoba, yakni mengajak anak bermain petak umpet. Terdengar sederhana, tapi berdampak sekali bagi anak. Petak umpet mengajari anak untuk tidak masalah lho orang tua pergi sebentar. ”Bilang ke anak, tuh kan mama atau ayah ada di samping adik lagi. Ketemu sama mama atau ayah lagi kan? Jadi nggak perlu takut,” ucapnya. Selain itu, lanjut Twinky, parents bisa melatih anak dengan membuat komitmen. Misalnya, mama ingin pergi sebentar ke pasar. Yakinkan anak bahwa mama betul-betul sebentar. Konsekuensinya, mama harus sebentar saja. Tidak boleh lama. Supaya apa? Supaya anak percaya. Anxiety ini dapat membaik dengan sendirinya ketika usia anak bertambah. Namun, tetap bunda atau ayah perlu bersabar dan proses. Parents bisa juga memperkenalkan anak pada anggota keluarga atau orang lain. Perlahan dan sabar itu menjadi kunci. Ada satu hal yang perlu dipahami mom and dad juga. Saat anak rewel, belum tentu mengalami separation anxiety. Pastikan kondisi anak dalam keadaan baik. Hindari memukul atau berkata bohong ketika anak rewel ya, parents.
(sam/c9/tia)

 

Kasih Pengertian Anak. Jawa Pos. 14 November 2021. Hal. 16

INKA Ayu Saskia punya cara khusus untuk meng hadapi anak pertamanya, Reynan. Yang menangis karena ditinggal pergi oleh ayahnya. Ibu dengan tiga anak itu akan menenangkan Reynan dengan camilan susu, cokelat, atau permen sambil memberikan pengertian. ’’Ayah kerja cari uang. Buat beli susu dan mainan untuk Kakak,’’ katanya.

Karena sudah terbiasa diberi pengertian, lanjut Inka, Rey nan tak akan lama menangisnya. Reynan memang sering menangis saat melihat ayahnya berangkat kerja. Apabila kondisi tidak terkontrol, dia menyampaikan ke anakanak, ayah mau beli obat. Inka berusaha menghindari berkata bohong ketika Reynan menangis. Selain itu, perempuan kelahiran Bengkulu tersebut enggan bermain fisik atau memukul anak. Berbeda dengan Tyssa Adni. Ibu dua anak itu menyatakan, anak keduanya mulai membaik dari separation saat usianya empat tahun. Saat suaminya berangkat ke kantor, Tyssa akan berbicara apa adanya.
’’Aku nggak bohong. ’Adek, ayah berangkat, ayo salim dulu’. Nangis? Nggak apa-apa,’’ ujarnya. Di awal, Ratu, anak kedua Tyssa, jelas menangis. Dibu tuhkan waktu beberapa bulan supaya Ratu ber adaptasi. ’’Aku akan mem biarkan Ratu nangis dulu. Setelah itu, aku ngasih penger tian. ’Sudah nangisnya? Ayah itu kerja, nggak ke manamana, sore pulang’,’’ jelasnya. (sam/c12/tia)

Mom Me Time Penting lho. Mengembalikan Mood Menyegarkan Pikiran. Jawa Pos. 7 November 2021. Hal.16

Ada yang merasa waktu banyak berkurang setelah menyandang status sebagai ibu? Seolah rileks sejenak saja tidak sempat. Bagi yang tidak pakai jasa ’’mbak”, bebannya lebih berat. Mulai menyiapkan makanan, mencuci baju, sampai mengantar anak ke sekolah.

ADA yang total menjadi ibu rumah tangga? Hebat! Hebat sekali! Dua jempol diangkat untuk bunda. Sesibuk apa pun jangan lupa untuk me time, Bunda. Memang sih, mudah mengucapkannya, tapi nggak gampang buat melakukannya. Betul? Bentuk me time setiap orang berbeda-beda. Ada yang karena ngiler setelah nonton para ibu bikin kimci di drama Korea (drakor) Crash Landing on You, akhirnya pergi ke dapur buat masak kimci. Atau, bisa juga mendengarkan musik, menyanyi, atau apa yang membuat diri bahagia. Laurencia Ika Wahyuningrum selaku konselor anak dan remaja menuturkan, pada dasarnya seseorang membutuhkan waktu-waktu khusus untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan keluar dari rutinitas.

Karena itu, me time sangat penting bagi siapa pun. Bukan hanya mama. Manfaat me time beragam. Selain membuat pikiran lebih jernih, Ika menyatakan bahwa me time bisa menurunkan risiko penyakit jantung dan mencegah depresi. Lantas, kapan waktu yang pas untuk me time? Menurut dia, masing-masing ibu punya kebijakan sendiri. Yang pasti, lanjut Ika, saat ibu merasakan capek, kemudian berinteraksi dengan keluarga sudah tidak wajar. Awalnya tidak mudah tersinggung, tapi akhir-akhir ini kok mudah tersinggung. ’’Itu adalah tanda-tanda waktunya me time,” ungkap Ika. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk me time juga bergantung pada kebijakan masingmasing mama. Tidak bisa ditentukan. Ada yang cukup 15 menit atau berhari-hari. Terpisah, konselor anak Rensia Sanvira mengungkapkan, me time bukan hal sepele karena penting banget untuk menyegarkan pikiran mama. Dia menilai mama itu ibarat jantung keluarga. ’’Keseringan me time itu nggak apa-apa, asalkan bisa mengatur prioritas waktu sesuai yang dibutuhkan dirinya dan keluarga,” jelasnya. Me time akan menjadi masalah, lanjut Rensia, jika sampai membuat hal-hal penting lainnya tidak terurus. Ada beberapa tips agar me time berkualitas. Pertama, bikin waktu prioritas yang benar. Kedua, selama me time, fokus dulu untuk menyegarkan pikiran. Sebab, kalau masih kepikiran dengan kerjaan anak atau suami, me time tidak akan bisa menyegarkan energi. (sam/c7/tia)

 

4 Makna Kehidupan Yang Dapat Diperoleh Dari Squid Game Series

Squid Game merupakan sebuah series yang berasal dari Korea Selatan yang sangat digemari oleh banyak masyarakat. Cerita yang terkandung didalamnya adalah penawaran hadiah uang tunai berjumlah miliaran kepada para peserta yang merupakan orang – orang dengan permasalahan hidup rumit dan terlibat dengan masalah, serta membutuhkan uang dalam proses menyelesaikan masalah tiap – tiap peserta tersebut. Untuk memperebutkan hadiah utama dan menjadi pemenang, para peserta akan dihadapkan dengan enam permainan yang memaksa mereka untuk bertahan hidup secara brutal. Namun dibalik kisah cerita yang brutal tersebut terdapat pesan yang bisa kita ambil, berikut merupakan empat makna kehidupan yang dapat kita pelajari dalam Squid Game Series, yaitu :

 

  1. Tidak ada kata percuma untuk selalu berbuat baik

Permainan ke – lima yang dihadapi dalam Squid Game Series ini merupakan jenis permainan individu yang dilakukan dengan cara melewati jembatan kaca. Tidak hanya itu, jembatan kaca ini terdiri dari dua pijakan yang harus dipilih salah satu untuk tempat mendarat dari lompatan yang dilakukan, setiap sisi dari pijakan jembatan memiliki jenis kaca yang berbeda antara satu dan lainnya. Satu diantaranya merupakan kaca yang kuat dan mampu menopang hingga dua orang, namun satu lainnya merupakan jenis kaca yang rapuh dan bahkan tidak dapat menopang seorang pun. Oleh karena itu, seseorang yang mendarat pada jenis kaca rentan tersebut akan langsung jatuh dari atas jembatan dan secara otomatis akan tereliminasi.

Peserta yang bernama Gi – Hun merupakan peserta terakhir dari 16 orang yang mengikuti permainan ini, ia kehilangan fokus dan memiliki rasa gelisah untuk menentukan pijakan pertama, namun hal itu diketahui oleh peserta didepannya yang bernama Sae – Byok dan ia memberikan tuntunan untuk Gi – Hun agar melangkah ke posisi yang aman. Pertolongan tersebut diberikan oleh Sae – Byok kepada Gi – Hun karena keduanya memiliki hubungan pertemanan yang baik, Gi – Hun menunjukkan sikap pedulinya kepada Sae – Byok pada permainan – permainan awal, Gi – Hun juga lah yang memberikan tempat untuk Sae – Byok bergabung saat sedang terjadi penyerangan antar pemain.

 

2. Perbuatan buruk akan menyebabkan kesengsaraan

Diketahui bahwa peserta yang tergabung dalam Squid Game merupakan orang – orang yang sedang memiliki masalah dalam kehidupannya sehingga tidak memiliki pilihan lain dan cenderung tergiur dengan penawaran hadiah uang tunai yang diberikan. Salah satu diantaranya merupakan pemain yang diperankan oleh Cho Sang – Woo, ia dikenal sebagai seseorang yang membanggakan, ibunya merupakan seorang pedagang ikan dan beliau sangat membanggakan anak laki – lakinya tersebut, sebelum pada akhirnya mengetahui bahwa putranya terlibat dengan kepolisian  dan menjadi seorang buronan atas apa yang telah dilakukannya.

Putranya atau seseorang yang bernama Sang – Woo tersebut melakukan penggelapan dana klien lalu menginvestasikannya ke saham derivatif dan kontrak berjangka yang menimbulkan hasil akhir berupa kegagalan. Ia sebagai buronan dan terus menerus kabur dari pengejaran yang dilakukan oleh polisi, hingga pada akhirnya dia terjebak dan ikut serta ke dalam permainan yang menawarkan hadiah uang tunai berjumlah miliaran.

 

3. Tidak ada cara instan untuk mendapatkan uang

Diceritakan juga dalam Squid Game Series ini bahwa peserta harus berhasil melewati enam permainan dengan selamat dan juga secara sportif atau tidak saling berbuat kecurangan sehingga setiap pemain mendapatkan keadilan dan kesetaraan. Apabila pemain tidak berhasil melalui peraturan yang telah ditentukan, pemain tersebut akan tereliminasi untuk selama – lamanya, begitu halnya dengan perbuatan curang, akan memiliki nasib yang sama yaitu eliminasi. Peserta yang tereliminasi akan langsung ditindak oleh petugas yang ada dan mayatnya akan segera dikremasi seusai permainan berlangsung.

 

4. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai

Gi – Hun merupakan sosok pemuda yang baik, peduli terhadap sesama, dan memiliki rasa kemanusiaan paling tinggi diantara pemain lainnya. Gi – Hun banyak menolong peserta, termasuk kakek – kakek yang bernomor urut 001. Ia selalu berinteraksi dan menjalin hubungan yang baik pada semua orang, ia memperlakukan kakek tersebut dengan baik seperti orang tuanya sendiri, mulai dari melindungi saat terjadi peperangan antar pemain, merawat kakek tersebut saat sakit, membersihkan dan memberikan pertolongan saat kakek ketakutan dan membuang air kecil di celana. Saat yang krusial terjadi pada permainan kelereng, permainan tersebut mengharuskan untuk membentuk kelompok yang terdiri dari dua orang. Tidak seorang pun yang mau untuk membangun kelompok dengan sang kakek karena dianggap sudah terlalu tua dan juga mereka berpikir bahwa kakek tersebut akan menyusahkannya. Namun tidak dengan Gi – Hun, pada saat – saat terakhir dalam sesi pembentukan kelompok, ia mendapatkan tawaran dari orang lain yang masih muda dan setara dengan ia, namun Gi – Hun menolaknya karena melihat sang kakek duduk terpaku sendirian dengan harapan kosong dan menghampirinya, lalu mengajaknya untuk bermain bersama. Ketulusan itulah yang menjadikannya sebagai juara dalam Squid Game dan diketahui bahwa kakek yang selama ini ditolongnya tersebut merupakan pemilik acara sebenarnya.

Book Review Outliers: Rahasia di balik Sukses

Halo UC People! Apakah kalian pernah membaca buku berjudul Outliers karya Malcolm Gladwell? Buku ini merupakan karya ketiga Malcolm Gladwell setelah sebelumnya dirinya menulis buku berjudul “The Tipping Point” di tahun 2000 dan “Blink” di tahun 2005. Ketiga buku tersebut pernah menjadi buku terlaris versi New York Times loh.

Secara harfiah outliers berarti orang asing dan secara sederhana outliers didefinisikan sebagai segelintir individu yang menonjol dibandingkan orang lain pada umumnya. Kita udah sering banget ya mendengar cerita sukses orang-orang dan bagaimana mereka dapat mencapai kesuksesan. Biasanya mereka adalah sosok pekerja keras, tekun, cerdas dan berbakat. Orang-orang sukses ini lah yang disebut Outliers dalam buku ini.  Tapi apakah benar kerja keras hanyalah satu-satunya faktor kesuksesan?

Buku ini dibuka dengan cerita beberapa pemain hockey terhebat Kanada yang cenderung lahir pada bulan Januari, Februari dan Maret. Awalnya saya merasa bingung apa korelasi pemain hockey dengan bulan lahir. Masa sih buku sepopuler ini ngebahas hal yang gak saintifik. Namun ternyata Gladwell menjelaskan bahwa bulan lahir ini bukan hal yang kebetulan, alasan mengapa pemain hoki tersukses lahir di bulan tersebut adalah karena sistem pendidikan di Kanada yang memberi batas usia untuk hoki kelas usia di Kanada adalah 1 Januari. Dengan demikian, mereka yang lahir setelah tanggal tersebut ditahan satu tahun, memberi mereka keuntungan usia dan ukuran. Maka dari itu pemain hoki tersukses cenderung lahir di bulan-bulan tersebut.

Cerita ini langsung menarik perhatian saya. Dan saya pun tidak kecewa karena pada halaman-halaman selanjutnya, Gladwell dapat menjelaskan banyak hal seperti mengapa dua orang dengan IQ yang sama dapat memiliki nasib yang jauh berbeda, mengapa bangsa Cina hebat di bidang matematika dan mengapa pengacara sukses New York memiliki riwayat hidup yang sama. Di setiap cerita, saya merasa tercerahkan dengan penjelasan Gladwell yang dapat menghubungkan beberapa faktor yang tanpa disangka ternyata saling berkaitan.

Gladwell berpendapat bahwa faktor-faktor kesuksesan jauh lebih rumit dibanding yang terlihat. Cerita sukses yang biasa kita dengar biasanya adalah cerita personal yang memberi karakteristik individual seperti talenta dan kerja keras. Meskipun hal ini tidaklah salah namun cerita ini banyak mengabaikan faktor-faktor luar yang mempengaruhi kesuksesan seseorang. Dengan kata lain , ia percaya bahwa faktor dari luar seperti keluarga, tingkat ekonomi, cara seseorang dibesarkan, budaya,  pengalaman unik dan zaman mereka dibesarkan itulah yang akan membentuk kesuksesan seseorang

Outliers adalah penjelasan sempurna tentang apa itu privilese. Di era saat ini privilese dianggap menjadi kata buruk yang melanggengkan mental menyalahkan, padahal sebenarnya memahami privilese adalah agar kita paham keadaan sulit diri dan orang lain, bahwa kesuksesan tidak terbentuk dari faktor tunggal namun dari sederet faktor. Didunia ini, semua hal berkaitan yang secara sistemis memberikan dampak kepada banyak orang, sebagian ada yang diuntungkan dan sebagian lagi mungkin dirugikan.

Kerja keras jelas menjadi faktor penting kesuksesan, dalam buku ini sendiri Malcolm Gladwell mengatakan bahwa mengasah keahlian dalam suatu bidang selama 10,000 jam maka seseorang akan bisa sukses dalam bidang tersebut. Pernyataan ini pun memiliki dasar teori, seorang psikolog bernama Anders Ericsson adalah salah satu orang yang mengajukan teori tersebut. Gladwell juga memberi contoh beberapa tokoh terkenal seperti pemain violin dan atlet sukses yang juga telah meluangkan waktu untuk berlatih sebanyak itu.

Namun seperti yang Malcolm Gladwell sudah jelaskan, sukses bukanlah faktor tunggal. Gladwell mengatakan “Kesuksesan bukan sekadar jumlah keputusan dan usaha yang kita sendiri. Outliers adalah mereka yang telah diberi kesempatan — dan yang memiliki kekuatan dan pikiran untuk memanfaatkannya.” Perspektif ini membuat kita bisa lebih memahami keterbatasan orang lain dan menerima keterbatasan diri sendiri. Dari pemikiran Malcolm Gladwell ini kita juga bisa belajar untuk memanfaatkan sebaik mungkin kesempatan yang kita miliki dan mengambil nilai baik dari faktor luar lain yang membentuk kita. Disamping itu, kita juga dapat bersama-sama memanfaatkan keuntungan yang kita miliki untuk membantu sesama yang tidak memiliki privilese mendapatkan hidup yang lebih baik.

Perspektif unik Gladwell menantang pembaca untuk melihat kecerdasan, sukses, dan kepopuleran dengan cara yang baru. Selain itu, salah satu hal yang menyenangkan dari tulisan Gladwell adalah bagaimana ia dapat menjelaskan teori yang kompleks dengan fenomena sehari-hari. Outliers adalah buku yang cerdas dan menghibur yang dapat menstimulasi pikiran, dan memperluas pandangan pembaca. Buku ini dapat kamu baca dengan meminjam buku ke UC Library loh. Dengan memanfaatkan fasilitas UC Library yang baru, kamu dapat dengan mudah mengakses buku-buku keren seperti Outliers karya Malcolm Gladwell ini. Yuk segera kontak UC Library!