Mengenal Kanker Darah Limfoma yang Diderita Ari Lasso. Agresif dan Berpotensi Kematian. Jawa Pos. 20 Februari 2022. Hal. 16

Omicron versus Delta Jangan Turunkan Kewaspadaan meski Severity Level Lebih Ringan. Jawa Pos. 27 Februari 2022. Hal. 16

VCO, Stem Cell, dan Kecantikan. Jawa Pos. 24 Februari 2022. Hal. 4

Mengenal Kanker Darah Limfoma. Agresif dan Berpotensi Kematian. Jawa Pos. 20 Februari 2022. Hal.16

Bulan ini tak ada awan kelabu lagi yang bergelayut di pangkuan hati sang pangeran cinta, Ari Lasso. Kakinya bakal siap melangkah lebih kukuh mengejar matahari setelah medis menyatakan kanker langka di dalam tubuhnya pupus.

SELAMAT datang kembali, Oppa Ari! Agustus tahun lalu, Ari membawa kabar yang mengejutkan publik. Lewat channel YouTube Deddy Corbuzier, Ari mengungkapkan bahwa dirinya didiagnosis kanker darah limfoma. Istilah lainnya adalah diffuse large B-cell lymphoma (DLBCL). Pria kelahiran Madiun, 1973, itu menyampaikan bahwa kanker yang diidapnya tergolong langka. Jarang terjadi.

DLBCL tergolong kanker agresif dan berpotensi mengakibatkan kematian jika tidak ditangani dengan segera. Dokter Putu Niken Ayu Amrita SpPD-KHOM mengungkapkan, ada dua jenis utama kanker limfoma atau kelenjar getah bening. Pertama, limfoma hodgkin yang melibatkan tipe limfosit sel B yang tidak normal disebut sel reed-sternberg. Jenis kanker itu termasuk limfoma yang lebih jarang terjadi. Lalu, yang kedua, limfoma non-hodgkin (LNH) adalah jenis yang paling umum. Biasanya berkembang dari limfosit B dan T (sel) di kelenjar getah bening atau jaringan di seluruh tubuh.

Niken menyatakan, limfoma memiliki sejumlah gejala yang perlu diwaspadai. Salah satunya, pembesaran kelenjar getah bening biasanya di selangkangan, leher, atau ketiak. Atau, lanjut dia, dapat juga ditemui di tempat lain seperti limpa, saluran cerna, dan rongga dada atau mediastinum. ’’Dapat diikuti gejala penyerta yang disebut gejala B seperti demam, kelelahan, dan keringat malam,’’ imbuhnya.

Staf Medis Fungsional Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK Unair RSUD dr Soetomo Surabaya itu menambahkan, limfoma termasuk keganasan yang agak sering ditemui. Termasuk nomor 7 keganasan di Indonesia. Berdasar data dari lembaga survei dunia Global Cancer Observatory (Globocan), ditemukan 16.125 kasus baru limfoma non-hodgkin di Indonesia pada 2020.

Hingga kini, penyebab pasti limfoma non-hodgkin belum diketahui. Namun, menurut Niken, diketahui ada faktor risiko yang meliputi beberapa hal. Di antaranya, sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan beberapa bahan kimia, infeksi helicobacter pylori kronis, radiasi atau kemoterapi sebelumnya, dan penyakit autoimun.

Bagaimana pasien menjalani pemeriksaan di awal? Niken menjelaskan, proses diagnosis awal untuk limfoma non-hodgkin adalah pemeriksaan fisik, gejala-gejala yang dialami, dan detail riwayat kesehatan. Jika ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening di area tubuh tertentu dan organ limpa, tanpa dapat menemukan penyebabnya, pasien bakal menjalankan pemeriksaan lebih lanjut.

Beberapa pemeriksaan lebih lanjut, antara lain, pemeriksaan biopsi untuk mengambil sampel jaringan yang membesar, kemudian akan diperiksa di laboratorium. Jika ditemukan limfoma non-hodgkin, pemeriksaan dilanjutkan untuk mengetahui stadium dan area persebarannya, sekaligus menentukan tipe limfoma non-hodgkin yang tumbuh. Niken menyampaikan, macam-macam biopsi yang dapat dilakukan adalah biopsi bedah, biopsi jarum, serta biopsi lainnya (biopsi dan aspirasi sumsum tulang, lumbal pungsi, dan sampel cairan peritoneal atau pleura).

Pemeriksaan lainnya selain biopsi adalah pemeriksaan darah lengkap dan urine untuk melihat seberapa lanjut suatu limfoma atau untuk mengetahui kadar sel darah putih atau sel darah merah atau keping darah. Tes kimia darah untuk memastikan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pada lactate dehydrogenase (LDH) dilakukan karena sering kali meningkat pada limfoma.

Tak Hanya Menyerang Pria

KANKER DLBCL ternyata tidak hanya menyasar kelompok pria. Dokter Toman Tua Julian Lumban Toruan SpPD-KHOM menjelaskan, limfoma tidak memandang jenis kelamin. Pria dan wanita memiliki risiko yang sama untuk terserang kanker tersebut. Penanganan kanker limfoma secara standar yang berlaku internasional ialah menggunakan kemoterapi. Tapi dapat juga disertai radiasi dan transplantasi sumsum tulang.

Nah, ada beberapa tips dari Toman sebelum menjalani kemoterapi. Antara lain, makan yang cukup, istirahat cukup, dan konsumsi minuman atau makanan yang mengandung jahe untuk mengurangi mual. Setelah kemoterapi, pasien bisa mengonsumsi obat antimual jika mual, makan dalam porsi kecil tapi sering, dan tidak makan makanan yang terlalu berbumbu atau pedas.

Toman menambahkan, saat menjalani kemoterapi, sebetulnya pasien tidak perlu menggunduli rambut dulu sebelum kemoterapi. Tapi, lanjut dia, ada beberapa pasien yang melakukan itu untuk kepraktisan. Menurut Toman, tergantung preferensi setiap pasien. ”Jangan lupa untuk tetap melakukan kegiatan spiritual dan religius. Supaya mental tetap terjaga selama pengobatan,” tuturnya.

Lantas, bagaimana pengobatan secara herbal? Alumnus Spesialis Penyakit Dalam dan Subspesialis Hematologi Onkologi Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) itu menjelaskan, hingga kini belum ada studi penelitian yang mendalam tentang keefektifan pengobatan herbal untuk mengobati kasus limfoma.

Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah, Pondok Indah, Jakarta Selatan, tersebut mengungkapkan, limfoma termasuk kanker yang dapat disembuhkan sepanjang pengobatannya dilakukan dengan benar. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan pasien. Antara lain, jangan mengonsumsi makanan yang mengandung pengawet, kurangi gula, stop merokok, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

STADIUM KANKER LIMFOMA NON-HODGKIN

Setelah diagnosis limfoma non-hodgkin dikonfirmasi, pemeriksaan stadium sangat diperlukan untuk membantu mengembangkan rencana pengobatan. Ada empat stadium dalam limfoma non-hodgkin. Yaitu:

Stadium 1 – kanker menyerang salah satu organ. Misalnya, hanya limfa pada paha atau leher.

Stadium 2 – kanker menyerang dua kelompok organ atau lebih, bisa pada bagian atas atau bawah diafragma (selaput tipis membatasi rongga perut dan rongga dada).

Stadium 3 – kanker sudah menyebar ke organ limfa pada tubuh bagian atas dan bawah diafragma.

Stadium 4 – kanker sudah menyebar melalui sistem limfatik dan masuk ke organ atau sumsum tulang.

Sumber: dr Putu Niken Ayu Amrita SpPD-KHOM

 

 

 

 

Industri Farmasi Pertebal Stok Multivitamin dan Alkes. Kontan. 4 Februari 2022. Hal. 13

JAKARTA. Kenaikan kasus positif virus Covid-19 yang terpacu penyebaran virus Omimembuat bisnis farmasi ketiban rezeki. Permintaan produk obat-obatan dan layanan kesehatan lainnya mendaki.

Emiten farmasi sekaligus anak usaha PT Kimia Farma Tbk, PT Phapros Tbk (PEHA) menyebut, pandemi Covid-19 mengubah gaya hidup. Masya rakat memilih melakukan aksi preventif dalam kesehatan dengan mengkonsumsi multi vitamin dan suplemen.

Lantaran itu pula, Sekretaris Perusahaan PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar menyebut, produk kesehatan lain terkait Covid-19 mengalami peningkatan penjualan. Itulah sebabnya, Phapros terus melakukan continuous improvement di sistem supply chain, sistem manufaktur, sistem pemasaran dan supporting, untuk menjaga proses bisnis di masa pandemi.

Dengan cara ini, perusahaan mampi menjaga ketersediaan stock produk serta menjaga kesehatan masyarakat. Untuk mengoptimalkan produksi PEHA juga bersinergi dengan anak usaha PT Lucas Djaja Group.

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) juga mempersiapkan produk vitamin hingga minuman kesehatan seiring dengan ada nya prediksi lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga.

Direktur Utama SIDO David Hidayat menuturkan, Sido Muncul mengalami pening katan permintaan atas produk vitamin dan minuman kesehatan dari awal pandemi sampai pandemi gelombang ke dua. “Adanya varian Omicron dan diprediksi terjadi gelombang ketiga, kami juga telah mempersiapkan jika terjadi lonjakan permintaan yang lebih besar,” ujarnya kepada KONTAN, kemarin. Tapi, David tidak memberikan detail besaran lonjakan permintaan yang dialaminya serta volume produksinya.

Hanya SIDO akan mencoba terus fokus memproduksi barang utama dan menjadi andalan yakni vitamin, jamu dan produk herbal seperti Tolak Angin. Produksi minuman ke sehatan dan herbal ini menjadi cara SIDO untuk memanfaatkan peluang dari permintaan yang ada. “Target pertumbuhan penjualan kami tahun ini minimal 15%,” ujar dia. Strategi penjualan terus disempurnakan utamanya penyempurnaan jaringan distri busi, serta meningkatkan penjualan B to B.

Manajemen PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyatakan, saat ini permintaan vitamin dan alkes masih normal diban dingkan dengan masa mening katnya kasus Covid-19 tahun lalu. “Saat kasus Covid-19 melonjak dan bertambah, memang ada peningkatkan permintaan vitamin dan alkes. Sebaliknya, saat Covid-19 turun, demand juga turun. Saat ini normal sesuai kebutuhan konsumen,” ujar Direktur Utama KLBF, Vidjongtius kepada KONTAN, kemarin (3/2).

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan produk alkes, alat kebersihan, dan multivitamin, saat ini Kalbe menyiapkan persediaan yang cukup di semua titik distribusi di seluruh provinsi.

Vidjongtius menambahkan, pihaknya juga akan memperkuat penetrasi pasar melalui penjualan secara online dan offline. “Tahun 2022 ini, kami harapkan pertumbuhan penjualan bisa di angka double digit growth,” tuturnya lagi.

 

Sumber: Kontan. 4 Februari 2022. Hal. 13

7 Cara Mencegah Kambuhnya GERD. Kompas. 8 Februari 2022. Hal. 16

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau penyakit karena naiknya asam lambung sangat mengganggu keseharian, bahkan dapat berakibat fatal. Beberapa upaya dapat dilakukan untuk mencegah kambuhnya penyakit ini.

GERD terjadi ketika asam dari lambung kembali naik ke esofagus. Esofagus adalah saluran yang menghubungkan kerongkongan dan perut. Gejala paling umum dari naiknya asam lambung adalah perut yang terasa kembung dan sensasi seperti terbakar pada area dada. Gejala yang lain bisa juga berupa nyeri pada perut, kesulitan menelan, atau batuk.

Menurut Jurnal Penyakit Dalam Indonesia (2019), prevalensi GERD di Indonesia mencapai 22,8 persen. Meski banyak orang menggunakan obat-obatan untuk mengatasinya, ada beberapa modifikasi gaya hidup yang dapat membantu Anda mencegah kambuhnya GERD dan meningkatkan kualitas hidup. Simak beberapa tips berikut ini.

Hindari makanan pemicu

Jenis makanan atau minuman tertentu bisa memicu naiknya asam lambung. Misalnya, kopi, teh, cokelat, makanan berlemak, makanan pedas, tomat, bawang bombai, bawang putih, minuman bersoda, dan alkohol. Jika Anda mempunyai penyakit GERD, jangan konsumsi makanan tersebut dalam jumlah besar atau dalam waktu berturut-turut.

  1. Makan dalam jumlah kecil

Alih-alih makan sekaligus banyak, lebih baik makan dalam jumlah kecil dengan frekuensi yang lebih sering. Ketika perut penuh, risiko refluks asam lambung akan lebih tinggi.

  1. Hindari berbaring setelah makan

Jangan langsung berbaring setelah makan. Ketika Anda berdiri atau duduk, gravitasi akan membantu asam lambung tetap berada di perut. Tidurlah minimal tiga jam setelah makan, ini berlaku untuk tidur malam maupun tidur siang.

  1. Jangan langsung berolahraga berat setelah makan

Hindari aktivitas olahraga berat sampai dengan beberapa jam setelah makan. Berjalan kaki ringan masih oke. Namun, jangan melakukan olahraga intensitas tinggi, apalagi yang melibatkan banyak gerakan membungkuk.

  1. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Bagi mereka yang memiliki penyakit GERD, idealnya ketika tidur posisi kepala berada 15-20 sentimeter lebih tinggi daripada kaki. Namun, yang tidak boleh dilupakan, topangan diagonal harus mencakup bagian punggung atas sampai kepala, jangan cuma bagian kepala. Jadi, menumpuk bantal di bawah kepala bukan solusi. Posisi ideal adalah seperti tempat tidur rumah sakit yang bagian atasnya bisa ditinggikan.

  1. Berbaring dengan tumpuan tubuh bagian kiri

Sejumlah studi mendapati, tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan dapat memperburuk gejala GERD. Sementara itu, . berbaring dengan tumpuan tubuh bagian kiri dapat menurunkan keluhan asam lambung. Secara anatomis, ini masuk akal. Esofagus berada di sisi kanan perut. Ketika Anda tidur menghadap kiri, bagian sfingter esofagus bawah berada di atas level asam lambung. Oleh karena itu, risiko asam lambung untuk naik ke kerongkongan menjadi lebih kecil.

  1. Jaga berat badan

Kenaikan berat badan menyebabkan esofagus bawah melebar. Ini akan mengurangi tekanan yang menjaga katup sfingter tertutup. Akibatnya, risiko naiknya asam lambung pun lebih tinggi. Menjaga berat badan tetap ideal dapat membantu mengurangi keluhan GERD dalam jangka panjang. [NOV]

 

Sumber: Kompas. 8 Februari 2022. Hal. 16