Chairul Tanjung Prediksi Perekonomian Melaju Kencang Tertolong Konsumsi dan Bonus Demografi

14 Januari 2016. Chairul Tanjung Prediksi Perekonomian Melaju Kencang_Tertolong Konsumsi dan Bonus Demografi. Jawa Pos. 14 Januari 2016.Hal.1,11

Indonesia punya modal kuat untuk menjadi negara maju dalam beberapa waktu mendatang. Syaratnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan sejumlah keunggulan. Antara lain,mengoptimalkan bonus dmografi.

TAHUN lalu hampir semua persediaan eknomi mengalami masa sulit, namun, tahun ini kondisi perekonomian diperkirakan lebih baik. CEO CT Corp chairul tanjung memprediksi pertumbuhan ekonomi 2016 mencapai 5 persen plus minus 0,2 persen.

 

Inflasi berkisar 5 persen plus minus 1 persen dan nilai tukar rupiah berkisar rp 14000 plus minus Rp 1000 per USD.

Menurut dia, tahun lalu perekonomian Indonesia tidak hanya dipengaruhi kondisi global dan domestic. Kegaduhan politik juga sempat memengaruhi pasar dan optimisme pengusaha. Akhirnya, investor yang sebelumnya sangat optimistis terhadap pemerintahan baru menjadi ragu.

“kalau diibaratkan seperti mendengarkan radio,lebih banyak noisenya daripada voicenya. Banyak suara semut zzz… gitu” ujarnya berkelakar.

Karena itu, chairul tanjung berharap kegaduhan di panggung politik berkurang. Sebab gaduh sedikit saja pasar langsung responsive. Akibatnya kepercayaan investor bisa berkurang sehingga mereka menarik dana dari dalam negri. Padahal Indonesia cukup menarik bagi investor karena imbal hasil investasinya termasuk tinggi. “negara negara berkembang memang punya yield yang bagus” ungkapnya.

Di sektor riil kondisi politik masih penuh kegaduhan. Indonesia bisa kalah dari negara negara ASEAN yang kondisi politik dan ekonominya lebih kondusif. Media pun bertanggung jawab agar mampu memberikan kritik yang membangun bagi jalannya dunia politik.

Chairul tanjung yakin tahun ini pemerintahan lebih responsive jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kondisi perekonomian 2016 yang diprediksi tumbuh lebih dari 5 persen bisa terus membaik hingga 2018. Sektor konsumsi masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. “konsumsi akan menolong perekonomian kita. Di CT Corp,keyakinan saya terhadap sktor konsumsi saya terapkan ke entitas ritel Carrefour dan bank mega” jelasnya.

Selain mengandalkan sektor konsumsi,Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi. Kondisi itu bisa mendatangkan pengaruh positif karena penduduk usia produktif membeludak. Kondisi tersebut akan terus berlangsung hingga 2035.

Menurut dia, Indonesia harus belajar dari jepang,Taiwan, tiongkok, dan korea selatan. Ketika mengalami bonus demografi, pertumbuhan ekonomi negara negara tersebut mampu double digit. Negara negara itupun mampu menjadi negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi’

Yang dikhawatirkan chairul,Indonesia punya bonus demografi,tetapi belum dimanfaatkan sebaik baiknya. “kalau kita terjebak dengan angka pertumbuhan 4,7 persen,kita susah mau keluar dari middle income trap, kita sulit untuk beranjak ke high income.” Papar pria 54 tahun itu.

Momentum bonus demografi tersebut harus benar benar dimanfaatkan. Caranya meredakan kegaduhan politik sehingga investasi tmbuh. Dampaknya, membeludakkan penduduk usia produktif akan terserap menjadi tenaga kerja. Dengan begitu angka pengangguran berkurang, pendapatan bertambah,daya beli meningkat dan pertumbuhan ekonomi kembali pulih.

Dia berpesan,Indonesia juga harus belajar dari tiongkok. Beberapa tahun lalu tiongkok mampu mencetak pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Namun, hal itu kini sulit tercapai. Tiongkok masih terjebak dalam pertumbuhan ekonomi yang tidak sampai 7 persen. Selain kondisi ekonomi mereka belum membaik,generasi tua di negri panda itu sudah berlebih. Artinya pasokan generasi muda yang produktif kurang. Soal ekonomi global, kewaspadaan masih dibutuhkan terutama yang terjadi pada tiongkok. Apalagi yuan atau renminbi telah didevaluasi regulator. Cairul melihatadanya tujuan khusus dari kebijakan itu. Tujuan politisnya lebih kental dari pada tujuan memulihkan ekspor. Indonesia tidak hanya harus waspada terhadap perekonomian tiongkok,tetapi juga kondisi politiknya. “rasanya tiongkok seperti ingin mengambil alih posisi AS sebagai negara pengendali ekonomi terbesar di dunia” tuturnya.

Suatu hal lain yang harus diwaspadai Indonesia,tiongkok tampak ingin menguasai laut china selatan yang merupakan wilayah penting di kawasan asia pasifik. Tiongkok diprediksi semakin berpengaruh. Mengenai bisnis media, chairul tanjung sangat paham atas apa yang terjadi pada 2015. Dia mengakui bujet ikla dari stake holder media menurun. Menurut CEO yang mempunyai anak usaha transmedia itu,dalam kondisi ekonomi yang melemah cost yang paling mudah dipilih untuk dipotong adalah advertising. “itu kebijakan yang sangat popular dan wajar shingga pengaruhnya kepada industri media cukup besar,” jelasnya. Untung chairul yang mempunyai beberapa stasiun televise swasta media dan media online sudah bisa memprediksi. Menjelang akhir 2014,dia mengubah iklim kerja di perusahaannya dari regular mood ke crisis mood. Dia berusaha meyakinkan para pimpinan dan direksi dibawahnya untuk lebih struggle, salah satu sarannya para pimpinan tidak usah lagi melakukan investasi besar besaran. Padahal pada tahun tahun sebelumnya,investasi tergolong cukup ekspansif. “saya bilang,stop big investment. Do only small invest with big impact”lanjutnya. Yang pasti,CT Corp maupun transmedia tahun lalu berhasil melewati masa masa sulit karena turbulensi ekonomi. Bagi chairul memang sangat penting bagi industri media untuk bisa membaca kejadian pada masa depan. Industri media harus lebih teliti dan berwawasan luas agar bisa mengambil kebijakan strategis,terutama perusahaan yang baru berdiri. Salah sedikit akibatnya bisa fatal. Dia yakin tahun ini industri media akan recovery. Karena itu,chairul mulai berani mengondisikan perusahaannya dari krisis mood ke regular mood. Artinya investasi tidak akan terlalu ditahan karena keyakinan usaha tahun ini lebih baik. Namun dia mengingatkan media agar tidak hanya memandang dirinya sebagai sebuah industri media mempunyai tugas untuk mengedukasi masyarakat dan mengawasi jalannya pemerintahan. Soal bonus demografi dia berpesan bahwa media harus aktif menyuarakan pemanfaatan momentum itu. Media harus mendukung hal hal yang pro pembangunan sehingga serapan tenaga kerja lebih tinggi. Multiplier effect nya nanti berujung pada ekonomi domestic yang lebih baik. Bonus demografi punya dampak yang besar apabila Indonesia dan industri media tahu cara memanfaatkannya.

 

Rosan Roeslani Bicara Pentingnya Berpaling dari Berkah Komoditas Agar Pertumbuhan Berada dalam Genggaman

11 Januari 2016. Rosan Roeslani Bicara Pentingnya Berpaling dari Berkah Komoditas_Agar Pertumbuhan Berada dalam Genggaman. Jawa Pos. 11 Januari 2016. Hal.1,11

Dia mencontohkan brasil,rusia dan Venezuela yang terus bersusah payah menghadapi terpaan turbulensi. Meski demikian,tentu tetap ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika ingin meraih apa yang pernah menjadi perkiraan itu. Indonesia pernah terlena dengn rata rata pertumbuhan ekonomi diatas 6%. Prestasi tersebut berhasil diraih karena ada berkah pertumbuhan komoditas yang merupakan bagian dari kekayaan alam negara ini sehingga ekspor terbilang kuat. Saat harga komoditas global lesu,ekonomi pun mulai melambat. Pria kelahiran Jakarta 31 desember 1968 itu mengatakan bahwa komoditas memang tetap bagian dari kekayaan Indonesia yang perlu dioptimalkan. Namun dalam konteks penguatan ekonomi secara jangka panjang,ia akan menjadi sektor yang perlu diwaspadai. Sebab Indonesia tak akan selamanya bergantung pada komoditas. “Ambil pelajaran dari masa lalu pertumbuhan komoditas kita sangat bergantung tiongkok,yang sekarang pertumbuhannya sedang melambat,tadinya bisa double digit,bahkan sekarang berpotensi dibawah 7%” katanya. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tinggi yang diraih karena berkah komoditas tidak berada digenggaman tangan sendiri. Untuk itu,lanjut dia,mulai sekarang perlu dibangun fondasi kuat agar pertumbuhan ekonomi benar benar berada dicengkraman sendiri. “memang tidak akan 100% ditangan kita sendiri. Itu tidak realistisjuga. Tapi setidaknya pengaruh global itu jangan lagi signifikan” tegas peraih gelar sarjana bisnis Oklahoma state university tersebut. Dalam rangka berdikari secara ekonomi itu,rosan berharap Indonesia segera mengoptialkan barang modal yang ada di dalam negeri untuk memperkuat produksi. Itu dilakukan agar industri manufaktur lebih kuat lagi. Untuk mewujudkan itu semua,investasi perlu terus ditingkatkan. Menarik modal ke Indonesia smestinya bukan hal sulit jika regulasi mendukung. Sebab potensi pasar yang amat luas dengan jumlah penduduk yang cukup banyak semestinya menjadi salah satu modal besar pertumbuhan pada masa mendatang. “ke depan,pertumbuhan kita itu,selain domestic consumption tinggi,investasi tinggi,juga berkesinambungan” ujar perai gelar master international finance dari Antwerp European university,belgia pada 1995 tersebut. Sektor manufaktur sebaiknya juga ditopang dari industri yng bahan dasarnya bisa disediakan didalam negri. Dari investasi itulah transfer pengetahuan dan sdm dilakukan sehingga perlahan bisa menciptakan ketersediaan bahan baku yang mencukupi. Yang terpenting,industri yang dibangun merupakan sektor padatkarya sehingga ada transfer kemajuan tehnologi dan penyerapan banyak tenaga kerja. Dengan begitu,berkesinambungan seperti yang diharapkan bisa terwujud. “lama lama jadi mandiri” yakin dia. Selagi itu berjalan,menurut suami ayu manik mulyaheni tersebut,Indonesia juga sudah mengoptimalkan sektor kemaritiman dan pariwisata “karena pariwisata sekarang kan menyumbang nomor empat devisa negara kita” tuturnya. Sekarang memang jumlah wisatawan asing diindonesia masih kalah jika dibandingkan dngan Malaysia dan Thailand. Salah satu penyebabnya kalah promosi. Bukan sekedar promosi langsung melalui iklan dilevel international,tetapi juga lewat kebijakan. Dia mencontohkan Malaysia memiliki program pemerintah yang cukup menarik untuk promosi pariwisata secara tidak langsung. “misalnya ada produser film asing mau syuting di Malaysia,palingtidak diberikan insentif oleh pemerintah sana.dikembalikan 30% dari dana yang dieluarkan selama di Malaysia.” Ujarnya. Ayah raisa 12; razan 8:dan ranisnya 7; tersebut melihat hal hal yang terkesan sepele seperti itulah yang belum dilakukan oleh pemerintah. Padahal dampak positifnya sangat besar. “jadi perlu lah kebijakan yang probisnis dan pariwisata. Sarana promosi bisa dilakukan dalam beberapa hal.” Tegasnya.

Rosan juga memperkirakan sektor consumer atau barang konsumsi semakin melejit serta menjadi bidang degan peertumbuhan stabil dalam negeri dan global yang akan semakin bertambah menjadi pertimbangan utama serta sederhana. Tinggal bersaing pada kualitas dan kreatifitas inovasi saja. Tidak ketinggalan rosan melihat potensi besar dari industri kreatif di Indonesia. Terutama e-commerce dan perusahaan rinntisan. “di kita memang masih kecil nilainya mungkin sekitar usd 2 miliar. Tapi bandingkan,tiongkok sudah usd 460 miliar” ulasnya. Itu semua adalah industri yang mengkreasi tenaga kerja baru terutama anak muda.

Sumber: JAWA POS, SENIN 11 JANUARI TAHUN 2016

James T. Riady tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Mendidik itu Menjadikan Manusia Utuh

7 Januari 2016. James T. Riady tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia_Mendidik itu Menjadikan Manusia Utuh. Jawa Pos. 7 Januari 2016.Hal.1,11

Tiada mungkin menganggapi kemajuan dan merengkuh kesuksesan tanpa memperihitungkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Perbaikan di sisi itu akan membuat Indonesia menyusuri jalan yang dilalui negara-negara maju.

BAGI James Tjahaja Riady, Indonesia kini tengah melalui pengalaman negara-negara maju 50-60 tahun silam. Bedanya, belum ditunjang SDM yang mumpuni. Sector industry didominasi pekerja berketrampilan rendah dengan bayaran murah.

Korupsi Lahir dari Kebijakan Salah

MENDIDIK

Nilai tambah pun menjadi jauh panggang dari api.

“Kondisi pekerja Indonesia kurang lebih 100 juta: 70 persen bekerja di sector informal, selebihnya 30 persen di sekitar formal. Nah, di sector informal itu low-skill, low pay,” kata CEO Lippo Group tersebut ketika berbincang dengan Manado Post (Jawa Pos Group) di Sekolah International Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten.

Agar Indonesia lepas landas menjadi negara maju, mengasah SDM harus menjadi focus. Putra sulung Chairman Lippo Group Mochtar Riady itu mengatakan,, tenaga kerja tak terampil tersebut merata, baik di koa-kota maupun pedesaan. Itu tentu menjadi tantangan besar lantaran bangsa ini tak mungkin terus-menerus mengandalkan sumber daya alam (SDA) mentah bernilai tambah rendah.

“Inilah pekerjaan utama para pemimpin bangsa ini untuk sepuluh tahun yang akan datang. Yakni focus memperhatikan SDM berkualitas,” tutur pimpinan grup usaha yang merambah banyak sector, mulai property, industry keuangan, media, pendidikan, hingga kesehatan, tersebut.

Dengan SDM berkualitas, SDA mentah bisa dioah sehingga punya nilai tambah. Dia mencontohkan, semestinya Indonesia bisa menjadi basis industry makanan. Dengan populasi yang amat besar, tanpa ekspor pun, pasar domestic Indonesia amaat menjanjikan.

Suami Aileen Hambali itu menambahkan, untuk mewujudkan basis industry, tentu saja diutuhkan infrastruktur yang memadai. Listrik, air, serta bahan penunjang seperti semen dan baja perlu mendapatkan perhatian. Itu yang menjadi tugas pemerintah. “Apakah di Indonesia ada sentra-sentra industry yang bebas dan birokrasi? Apakah cost industry itu bisa turun, khususnya listrik?” sentilnya.

Dengan pasar sebesar itu, akan otomatis manufacturing akan meningkatkan skalanya. Sebab, dasar globalisasi adalah kompetisi. Tabiat kompetisi adalah efisiensi. Dengan begitu, ekonomi biaya tinggi bisa ditekan dan ekonomi Indonesia akan berdaya saing.

Jika ekspor berbasis SDA yang bernilai tambah telah terwujud, Indonesia akan mampu mengekspor komoditas berbasis industry. Ke depan juga bukan tidak mungkin Indonesia bisa berjaya di bidang jasa seperti industry keuangan. “Ini semua bisa karena negara kita besar,” tegas pria kelahiran 1957 itu.

Menurut pendiri dan chairman Yayasan Pendidikan Pelita Harapan tersebut, peran pemerintah amat besar dalam memajukan bisnis. Dia menyebut negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok.

Untuk sepuluh tahun mendatang, James mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan fondasi sejak sekarang. Menurut dia, tanda-tanda mulai terlihat dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berusaha memperbaiki infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, jalan tol, listrik, dan air. Terobosan itu sangat membantu untuk melancarkan perdagangan.

Di mata James, Presiden Jokowi sudah melakukan gebrakan di berbagai sector. Semuanya bergerak dinamis dan ini menjadi fondasi bagi Indonesia sepuluh tahun ke depan. Salah satu yang positif yang dilakukan Jokowi adalah membangun wilayah timur Indonesia seperti Papua.

“Orientasi beliau itu ke timur terus (Papua, Papua Barat, NTT, Sulawesi) dan ini semua adalah rangkaian bagian dari ekspresi kebijakan Pak Jokowi membangun daerah melalui pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Namun, James mengingatkan, sumber korupsi di negara ini lahir dari kebijakan yang salah. Semua kebijakan yang salah akan langsung berdampak pada masyarakat luas.

Misalnya, di bidang pertanian, ada subsidi bahan bakar untuk mereka yang punya mesin. Itu tentu tidak menyentuh petani. Semakin besar subsidi berarti banyak distorsi. Itu adalah pangkal pemborosan. “Itu tidak mengembangkan infrastruktur di daerah dan salah satu kebijakan yang salah.”

 

 

JAWA POS 7 JANUARI 2016

 

Tiada mungkin menggapai kemajuan dan merengkuh kesuksesan tanpa memperhitungkan kualitas sumbeer daya manusia. Perbaikan disisi itu akan membuat indonesia menyusuri jalan yang dilalui negara negara maju.

 

Korupsi lahir dari kebijakan salah

Nilai tambah pun menjadi jauh panggang dari api. “kondisi pekerja indonesia kurang lebih 100 juta: 70% bekerja disektor informal,selebihnya 30% disektor formal. Nah,di sektor informal itu low skill,low pay” kata CEO Lippo Group tersebut ketika berbincang dengan manado post disekolah internasional pelita harapan,karawaci,tangerang,banten. Agar indonesia lepas landas menjadi negara maju,mengasah SDM harus menjaadi fokus. Putra sulung chairman lippo group mochtar riady itu mengatakan, tenaga kerja tak terampil tersebut merata. Baik di kota kota maupun pedesaan. Itu tentu menjadi tantangan besar lantaran bangsa ini tak mungkin terus menerus mengandalkan SDA mentah bernilai tambah rendah. “inilah pekerjaan utama para pemimpin bangsa ini untuk sepuluh tahun yang akan datang. Yakni fokus memperlihatkan SDM berkualitas” tutur pemimpin grup usaha yang merambah banyak sektor,mulai properti,industri keuangan,media,pendidikan,hingga kesehatan tersebut. Dengan SDM berkualitas,SDA mentah bisa diolah sehingga punya nilai tambah. Dia mencontohkan,semestinya indonesia bisa menjadi basis industri makanan. Dengan populasi yang amat besar,tanpa ekspor pun pasar domestik indonesia amat menjanjikan. Suami aileen hambali itu menambahkan,untuk mewujudkan basis industri,tentu saja dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Listrik, air, serta bahan penunjang seperti semen dan baja perlu mendapatkan perhatian. Itu yang menjadi tugas pemerintah. “apakah  di indonesia ada sentra sentra industri yang bebas dari birokrasi? Apakah cost industri itu bisa turun,khususnya listrik?” sentilnya. Dengan pasar sebesar itu,otomatis manufacturing akan meningkatkan skalanya. Sebab dasar globalisasi adalah kompetisi. Tabiat kompetisi adalah efisiensi. Dengan begitu,ekonomi biaya tinggi bisa ditekan dan ekonomi indonesia akan berdaya saing. Jika ekspor berbasis SDA yang bernilai tambah telah terwujud,indonesia akan mampu mengekspor komoditas berbasis industri. Ke depan juga bukan tidak mungkin indonesia bisa berjaya dibidang jasa seperti industri keuangan. “ini semua bisa karena negara kita besar” tegas pria kelahiran 1957 itu. Menurut pendiri dan chairman yayasan pendidikan pelita harapan tersebut,peran pemerintah amat besar dalam memajukan bisnis. Dia menyebut negara negara seperti jepang,tiongkok dan korea. Untuk sepuluh tahun mendatang,james mengatakan pemerintah perlu menyiapkan fondasi sejak sekarang. Menurut dia tanda tandanya mulai terlihat dengan kebijakan presiden joko widodo yang berusaha memperbaiki infrastruktur sepeerti pelabuhan,bandara,jalan tol, listrik dan air. Terobosan itu sangat membantu untuk melancarkan perdagangan. Di mata james, jokowi sudah melakukan gebrakan di berbagai sektor. Semuanya bergerak dinamis dan ini menjadi fondasi bagi indonesia sepuluh tahun kedepan. Salah satu yang positif yang dilakukan jokowi adalah membangun wilayah timur indonesia seperti papua. “orientasi beliau itu ke timur terus(papua,papua barat,ntt,sulawesi) dan ini semua adalah rangkaian bagian dari ekspresi kebijakan pak jokowi membangun daerah pembangunan infrastruktur” jelasnya. Namun james mengingatkan sumber korupsi dinegara ini lahir dari kebijakan yang salah. Semua kebijakan yang salah akan langsung berdampak pada masyarakat luas. Misalnya, dibidang pertanian,ada subsidi bahan bakar untuk mereka yang punya mesin. Itu tentu tidak menyentuh petani. Semakin besar subsidi berarti banyak distorsi. Itu adalah pangkal pemborosan. “itu tidak mengembangkan infrastruktur didaerah dan salah satu kebijakan yang salah”

 

Sumber: jawa pos,kamis 7 januari 2016

Irwan Hidayat tentang Daya Saing Indonesia Negara ini Tidak Layak Miskin

4 Januari 2016. Irwan Hidayat tentang Daya Saing Indonesia_Negara ini Tidak Layak Miskin. Jawa Pos. 4 Januari 2016.Hal.1,11

“sejak 2010,iklan iklan kami mengedepankan sisi pariwisata” ujarnya. Memang kalau diperhatikan, iklan iklan sido muncul selalu menonjolkan keindahan alam indonesia. Gerakan jarinya sempat terhenti pada sebuah gambar bandar udara komodo,nusa tenggara timur. Bandara yang dekat dengan labuan bajo itu dulu tidak begitu bagus. Dia lantas menunjukkan foto foto kondisi terkini yang jauh lebih menawan. “dulu, di sana Cuma ada dua hotel. Sekarang sudah 12 hotel” katanya. Berkembangnya kawasan wisata komodo itu menjadi bukti bahwa sektor pariwisata jika digarap serius bisa menghasilkan gemerincing keuntungan yang limpah. Dampak positifnya, tentu kesejahteraan masyarakat sekitar turut meningkat. “indonesia punya peluang yang luar biasa. Investasi tourism bisa diperbesar. Negara ini tidak layak miskin” ucap dia. Lantaran kesengsem dengan keindahan indonesia, irwan tidak ingin lepas dari membuat iklan produk berlatar lingkungan. Jadi dua duanya dapat. Mempromosikan daerah wisata sekaligus produk komersial. Jika dibandingkan dengan negara tetangga, sektor pariwisata indonesia memang kalah jauh. Dengan segenap warisan keindahan alam yang kita miliki, wisatawan asing yang datang ke indonesia hanya sekitar 8,8 juta orang pertahun. Bandingkan dengan malaysia yang mencapai 25 juta wisatawan. Juga singapura,negara kota yang tiap tahun dikunjungi 11,5 juta wisatawan mancanegara. Sebagai bos perusahaan jamu, pria kelahiran 23 april 1947 itu tahu betul tentang potensi alam indonesia. Di sektor perkebunan, masih banyak lahan yang bisa ditanami untuk obat herbal. Menurut dia, bisnis jamu sampai sepuluh tahun kedepan masih terus menarik. Berbagai produk minuman herbal kini juga muncul dalam kemasan modern dan di kafe. Sido muncul juga tertarik untuk membuat semacam konsep kafe dan menjual produk herbal siap minum. Saat ini,lanjut irwan, sudah tidak ada lagi yang menyepelekan jamu. “menengah keatas justru minum jamu” ujar dia. Optimisme terhadap produk herbal juga disebabkan makin tertariknya orang asing untuk mengimpor ke negara masing masing. Ketertarikan global agar kembali ke produk nonkimia diyakini membuat konsumsi herba bisa menjadi lifestyle dalam sepuluh tahun kedepan. “seperti kopi, pada 1950an yang minum orang orang tua. Sekarang sudah bergeser ke anak muda. Kalau enggak minum kopi,enggak keren” katanya. Industri herbal diindonesia punya posisi yang bagus karena pemerintah sudah memiliki regulasi soal itu. Kini tinggal melihat aplikasi dilapangan oleh badan pengawas obat dan makanan (BPOM). “yang menentukan itu BPOM. Apakah bisa bekerja secara ketat supaya produk herbal indonesia makin dipercaya” terangnya. Produk herbal juga bisa menjadi salah satu pintu agar indonesia tidak lagi mengandalkan bahan mentah saja. Hasil bumi,termasuk buah buahan,bisa diolah sebelum dikirim ke luar negri. Dengan begitu,indonesia bisa menjadi juara dan tak lagi lemah disisi komoditas ekspor. Namun, sebelum lebih jauh berbicara soal ekspor, pasar dalam negeri harus dikuatkan. “logikanya, kalau di negeri sendiri jadi masterpiece,akan tetapi ke mana mana. Seperti jamu,bukan komoditas. Jadi, perlu pembuktian dalam negeri” jelasnya. Nah, untuk menumbuhkan pasar dalam negri,ekonomi masyarakat perlu diperkuat. Apalagi pada pertengahan 2015, perekonomian indonesia sempat babak belur dan melambat. Bapak tiga anak itu yakin betul bahwa pemerintah bisa memperbaiki kondisi tersebut. Apalagi,ada bukti bahwa pemerintah terus membangun. “saya melihat, pemerintah sedang membangun fondasi. Seperti membangun gedung apartemen. Kalau tiga tahun proses,selama satu tahunnya basement” urainya. Irwan mengatakan, kondisi ekonomi awal tahun ini masih cukup sulit. Namun, dia yakin betul, pada semester kedua 2016 akan terjadi perubahan dan cerahnya masa depan negeri ini mulai terlihat. “saya bukan ekonom. Tapi saya yakin dari sudut itu karena sekarang semua dieksekusi,bukan lagi hanya wacana” tambahnya. Selain urusan fondasi, penghobi tenis itu menyebut beberapa infrastruktur perlu digenjot lagi terutama jalan,listrik,serta transportasi melalui pelabuhan dan udara. Lantas, dia menyarankan beberapa aturan dipermudah supaya pengusaha bisa lebih tumbuh. Dia lantas mencontohkan aturan perpajakan yang seharusnya bisa dipermudah. Misalnya, pengurusan dibuat online sampai penghitungan pajak di gampangkan. Jadi, langsung dibuat satu hitungan. Tidak seperti sekarang, proses beli bahan baku kena pajak. Setelah di produksi dan dijual, produk kena pajak lagi. Kalau mau ekspor, juga dikenakan pajak lagi. Begitu juga urusan jual beli tanah untuk usaha dan proses perizinan setelahnya, perlu dipermudah. “dibuat yang lebih gampang saja” tuturnya.

 

Sumber: jawa pos,senin 4 januari 2016