Mochtar Riady Bicara tentang Peta Ekonomi Global Tiongkok Tetap Kuat, Indonesia di Jalur Tepat

31 Januari 2016. Mochtar Riady Bicara tentang Peta Ekonomi Global_Tiongkok Tetap Kuat, Indonesia di Jalur Tepat. Jawa Pos.31 Januari 2016. Hal.1,11

Lesatan ekonomi Tiongkok dalam dua dekde terakhir telah mengubah peta kekuatan ekonomi global. Indnesia pun bakal amat terpengaruh oleh tensi dari negara dengan kue ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

MATA pelaku ekonomi pun tak henti memelototi gelagat negara berpendududk 1,3 miliar jiwa itu. Sebab dampak ekonominya akan dirasakan seluruh dunia, termasuk Indonesia karena Tiongkok adalah mitra dagang utama.

Ekonomi Biaya Tinggi Titik Lemah RI

Pergerakan harga komoditas pertambangan maupun perkebunan yang mempengaruhi kinerj ekspor dan ekonomi Indonesia berkolerasi dengan fluktuasi ekonomi pemilik mata uang yuan/renmibi tersebut.

Mochtar Riady sedikit mengernyitkan dahi saat ditanya perihal masa depan ekonomi Tiongkok yang kini terbelit perlambatan. “Ekonomi Tiongkok masih kuat. Mereka baik-baik saja,” ujarnya di sela peluncuran otobiografinya di Jakarta baru-baru ini.

Taipan pendiri Lippo Group itu mengakui, banyak analisis yang menyebut ekonomi Tiongkok sudah terlalu panas (overheat) karena terlalu banyak investasi (overinvestment). Akibatnya, kini pemerintah Tiongkok sengaja mengerem laju pertumbuhan ekonomi untuk menghindari gejolak. “Tapi, saya kira ini bentuk kehati-hatian mereka saja,” katanya.

Konglomerat kelahiran Batu, Jawa Timur, 12 mei 1929 itu memang sososk tepat untuk bicara tentang ekonomi Tiongkok. Dia menyelami ekonomi negara tersebut sejak 1970-an dan menjalin hubungan dengan tokoh-tokoh penting Tiongkok. Salah satunya Xi Jinping, presiden Tiongkok saat ini. Bahkan, saat masih menjabat gubernur Provinsi Fujian, Xi, yang kagum dengan visi Mochtar pada pembangunan ekonomi berkelanjutan, mengangkatnya sebagai penasihat ekonomi internasional Provinsi Fujian.

Karena itu, ketika banyak orang mulai meragukan kemampuan Tiongkok untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonominya, Mochtar tak kehilangan sedikit pun optimisme terhadap negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia itu. “Sebab, saya melihat dan merasakan sendiri geliat ekonominya,” ucap konglomerat yang dinobatkan oleh Forbes sebagai orang terkaya kesembilan di Indonesia dengan pundi-pundi USD 2,1 miliar atau sekitar 29 triliun tersebut.

Mochtar tidak melihat adanya overkapasitas dari proyek-proyek infrastruktur yang dibangun Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir, mulai pelabuhan, bandara, tol hingga jaringan kereta cepat. “Semua dibangun begitu raksasa,” katanya, mengomentari maraknya megaproyek di Tiongkok.

Sementara itu, terkait dengan analisis bahwa Tiongkok berpotensi masuk jebakan ekonomi kelas menengah (middle income trap), banker yang bersama Liem Sioe Liong membesarkan Bank Central Asia (BCA) itu menyatakan, kecil kemungkinan ancaman middle income trap, kondisi dimana sebuah negeri gagal lepas landas menjadi negara maju, pada Tiongkok menjadi kenyataan.

“Sebab, ekonomi Tiongkok tidak bergantung besarnya indutri manufaktur saja, tapi juga sudah masuk industri teknologi informasi (TI). Jadi, kelasnya sudah lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Mochtar, industri berbasis TI paling kebal krisis. Dia mencontohkan, ketika ekonomi Amerika Serikat limbung dihajar krisis subprime mortgage pada 2008, hampir semua industri ikut sempoyongan, kecuali industri TI. Sebab, kebutuhan dunia terhadap TI terus naik. Karena itu Microsoft, Intel, dan perusahaan lain tetap menangguk untung segunung. “Setiap pagi, ketika kita membuka komputer atau HP, berarti kita bayar ke Intel atau Microsoft,” sebut dia.

Demikian pula industri digital semacam Amazon, jejaring sosial Facebook, mesin pencari Google, dan masih banyak lagi yang bukannya surut, tapi justru terus melesat. “Hebatnya Tiongkok, mereka mengembangkan teknologi serupa. Bahkan, banyak di antaranya yang kini lebih besar daripada perusahaan di Amerika,” katanya.

Di bidang teknologi cip komputer, dminasi Intel diproyeksikan akan digerogoti Huawei yang kian inovatif dan agresif. Untuk menyaingi Amazon, Tiongkk punya Alibaba yang kini lebih raksasa. Sistem bisnis Facebook dan Google pun disaingi Weibo dan Baidu.

Meski deikian, lanjut Mochtar, Indonesia masih punya banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Salah satu yang utama adalah ekonomi biaya tinggi.”Diera kompetisi, ini menjadi titik lemah produk Indonesia.”

Sosok yang kini getol membangun rumah sakit dengan bendera Siloam Hospitals di berbagai wilayah Indonesia itu menyebut, high cost eonomy(ekonomi biaya tinggi) muncul karena dua faktor. Yakni, berbelitnya birokrasi atau regulasi dan minimnya infrastruktur.

Mochtar menyebut, jika langkah deregulasi untuk memangkas berbelitnya perizinan investasi dan pembangunan infrastruktur konsisten dilakukan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan, iklim investasi akan meningkat signifikan serta menjadi landasan bagi ekonomi untuk melesat lebih tinggi. “Saya makin yakin, Indonesia akan jadi kekuatan ekonomi yang hebat, tak hanya di Asia, tapi juga dunia,” ucap dia.

(Sumber : Jawa Pos 31 Januari 2016)

Aksa Mahmud tentang Peran Korporasi Swasta Sepahit Apapun Tahun, Jangan Ragu Berekspansi

28 Januari 2016. Aksa Mahmud tentang Peran Korporasi Swasta_Sepahit Apapun Tahun, Jangan Ragu Berekspansi. Jawa Pos. 28 Januari 2016.Hal.1,11

“ombak terbesar menggulung kita pada 1997 – 1998. Kenapa mesti gentar lagi pada gelombang ?”

 

Aksa Mahmud memperbaiki letak kacamata. Urat wajahnya lebih kentara lantaran senyum. Sambil menatap dnding kaca di hadapannya, dia melontarkan kalimat yang penuh gelora itu.

PENDIRI dan chairman kelompok usaha Bosowa Corporation tersebut mengenang peristiwa yang telah berlalu hampir dua dekade. Krisis ekonomi yang menerpa Indonesia saat itu disebutnya sebagai latihan yang menguatkan.

Itu pula yang membuat Aksa sama sekali tak mengeluhkan 2015, tahun yang diwarnai pelambatan ekonomi.

REPUBLIK INI SUDAH KENYANG PENGALAMAN

Mata uang melemah. Haga komoditas anjlok. Pembangunan tak agresif. Dampaknya, bisnis semen yan juga salah satu lini bisnis Bosowa ikut terpengaruh.

“Toh kuartal keempat tahun lalu, situasi perlahan membaik,” ujarnya saat bincang dengan harian Fajar (Jawa Pos Group) di Novotel Makassar Grand Shayla Jumat lalu (15/1).

Di hotel milinya itu, Aksa sekali melayani tamu yang dating silih berganti menyodorkan berkas-berkas. “Mereka investor yang ingin bekerjasama dengan Bosowa. Awal tahun yang baik bukan ?” tuturnya.

Ya, Aksa baru saja memberikan contoh yang konkret.

Di tengah optimisme yang meluap, adik ipar Wapres Jusuf Kalla itu tetap meminta semuanya mencermati kondisi global. Riuh trompet dan kembang api malam pergantian tahun tidak berarti 2016 bisa penh pesta. Sebab, faktanya, ekonomi Tiongkok masih melemah. Padahal, negara itu mitra dagang utama Indonesia.

Tetapi, kata Aksa, liku-liku bisnis memang seperti itu. Lagi-lagi republik ini sudah kenyang pengalaman dengan banyak contoh situasi kurang menyenangkan.

Tenang saja.

Pria kelahiran Barr, Sulsel, 16 Juli 1945, ituuga cukup antusias karena perekonomian Asia sudah makin menggigit. Apalagi, khusus Asia Tenggara, era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dia nilai akan sangat membantu bila para kontestannya bermain fair. Tidak saling sikut.

Satu hal yang ditakutkan Aksa adalah tidak akurnya tiga macan Asia. Korea Selatan (Korsel), Jepang, dan Tiongkok bersaing sangat ketat dan tak jarang berupaya saling menjatuhkan. Aksa mencontohkan penerjaan pembangkit listrik 35 ribu megawatt di Indonesia. Bila sudah ada Korsel di dalam sebuah proyek, Jepang ogah merapat. Tiongkok menjauh. Begitu juga sebaliknya.

Namun, dibalik itu, ayahanda Ewin Aksa, mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), ituingin bangsa ini meniru semangat tiga negara tersebut.

Aksa memberikan perbandingan. Korsel dan Indonesia sama-sama pernah dijajah Jepang. Begitu Jepang menyerah setelah bom atommenghancurkan Hiroshima pada 6 Agustus 1945, Korsel langsung menyatakan merdeka 15 Agustus 1945. Indonesia menyusul dua hari kemudian.

“Sejak saat itu, Korsel bertekad mengalahkan Jepang. Sedangkan Indonesia malah selalu minta bantuan Jepang,” kata Aksa, lalu tertawa kecil, kemudian menyeruput tehnya dari cangkir putih mini.

“Korsel sudah diatas Jepang untuk beberapa sektor,” kata Aksa sambil melirik ponselnya, gadget produksi pabrikan Korsel berbasis Android. Walau dalam beberapa bidang lagi, tambah dia, Negeri Matahari Terbit tetap amat superior.

“Aksa juga senang pada semangat Tiongkok. Dia ingat betul, lebi dari 30 tahun lalu, saat dating ke Shanghai untu melihat kereta api tua dan tak layak pakai. Bangunan minim, di mana-mana pemandangan tak elok. Toilet bandara rusak. Bau. Aksa yang sudah jadi pengusaha saat itu malah digoda untuk mau membangun tol serta perumahan di dalam kota. Namun, dia tak tertarik.

Sekarang, ujar dia, Shanghai luar biasa maju dan cantik. Banyak hal yang mereka lakukan, tak dilaksanakan di Jakarta, Makassar, atau kota manapun di Indonesia.

Nah, sambil berhaap suhu eonomi global semakin sejuk, pembenahan dalam negeri juga amat penting. Bagi Aksa, ada kondisi yang tidak sinkron antara tiga lini ini : pemerintah, lembaga keuangan, pengusaha. Padahal, ketiganya harus saling menopang.

Dia beranalogi, pengusaha sebagai tubuh, pemerintah menjadi jantung, lembaga keuangan adalah darah. Bila lembaga keuangan tak melancarkan kredit, misalnya, jantung akan terganggu. Apalagi tubuh.

“pengusaha seharusnya dipermudah. Didukung. Pertumbuhan ekonomi kuncinya di pengusaha,” tegas Aksa.

“Dia uga menilai, ribut-ribut dalam pemerintahan masih lumayan mengganggu. Beberapa menteri jalan sendiri-sendiri. Undang-undang satu dengan undang-undang lain saling bantah. Satu lagi, penegakan supremasi hokum. Aksa mengatakan, Tiongkok pada awal kebangkitannya menjadikan hokum diatas segala-galanya. Pejabat korupsi dihukum mati. Itu efektif bikin kapok.

“kalau mau maju, pasal-pasal hukum tak boleh dibijaksanai,” imbuh pria yang merintis Bosowa dengan nama awal CV Moneter pada 1973 itu.

Bagaimana kedepan ? lagi-lagi Aksa tak pesimistis. Dia mengaku sangat yakin kemajuan signifikan ada di depan mata. “saya sendiri tidak pernah ragu. Tetapi, tentu tak boleh memikirkan diri sendiri. Kepentingan semua pelaku usaha di Nusantara harus terakomodasi dengan adil,” ucapnya. (Imam Dzulkifli/JPG/c10/sof)

 

(Sumber : Jawa Pos 28 Januari 2016)

Ricardo Galael dan Gairah Bisnis Waralaba Infrastruktur Tuntas, Biaya Terpangkas

27 Januari 2016. Ricardo Gelael dan Gairah Bisnis Waralaba_Infrastruktur Tuntas, Biaya Terpangkas. Jawa Pos. 27 Januari 2016.Hal. 1,13

Sejumlah kalangan memandang dengan sebelah mata bisnis waralaba. Padahal, potensi penyerapan tenaga kerjanya tidak sedikit. Juga bisa menjadi indikator menggeliatnya ekonomi suatu daerah.

BAGI Ricardo Gelael, presiden direktur PT Fast Food Indonesia, pemegang waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), Indonesia tinggal menuntaskan pembangunan infrastruktur agar bisnis di daerah bisa bertumbuh. Dia mencontohkan pembukaan gerai KFC di luar Pulau Jawayang masih harus “mengimpor” ayam dari Jawa.

Masyarakat Lebih Senang Santap Ayam

Menurut dia, jika pemerintah bisa memberikan infrastruktur lebih bagus, biayanya akan kian terpangkas. Dengan demikian, harga bisa ditekan. “Akan ada pemangkasan harga yang lebih banyak dalam pengiriman,” kata Ricardo.

Tentang potensi ekonomi Indonesia ke depan, Ricardo optimistis negeri in bisa bersaing dengan negara-negara di Asia Tenggara. Indnesia memiliki modal buat memenangi pasar di zona ASEAN.

Dia menyebut tenaga kerja serta sumber daya alam yang melimpah sebagai modal dasar yang patut dimaksimalkan. Menurut dia, saat bertanam modal, pengsaha akan berpikir bukan hanya lima tahun, melainkan sepuluh sampai lima belas tahun kedepan.

Dia mengatakan, asal pemerintah memberikan dukungan , ekonomi Indonesia akan terus tumbuh. Dia mengapresiasi sejumlah kebijakan pemerintah saat ini. Misalnya rencana pengampunan pajak.

Waralaba KFC di Indonesia dirintis sang ayah, (almarhum) Dick Gelael, pada akhir 1970-an. Sampai sekarang KFC sudah memiliki sekitar 500 gerai yang terbentang mulai Sabang sampai Merauke.

Ricardo tidak langsung melesat dan menikmati kesuksesan seperti saat ini. Pria kelahiran Jakarta itu belajar dari bawah. Dia pernah menjadi pelayan di supermarket Gelael, juga milik ayahnya. Bahkan, pelayanan membawakan barang milik pelanggan pun dengan rela dia lakukan. Itu dia anggap sebagai bagian dari pembelajaran.

“Itulah nilai-nilai entrepreneurship dasar yang diajarkan oleh ayah kepada saya,” tutur suami Rini S.Bono tersebut. Ricardo tak mau, mentang – mentang SoB (son of boss), perjalanan karirnya bisa berleha-leha dan mulus terus.

Pada awal 1980-an, Ricardo juga pernah turun langsung untuk menguji bagaimana memilih ayam ang baik. Oleh sang ayah, dia diharuskan memotong ayam, memilah ayam yang bagus, juga menjaga kualitas ayam yang akan disajikan di restoran miliknya.

Dalam membuka waralaba, Ricardo punya tiga prinsip. Yakni, branding, location, dan servis. Kemudian, setiap gerai KFC harus punya QSC (quick, secure, cleanliness). Dengan menjaga prinsip – prinsip tersebut, KFC terus berkembang dan menambah gerai.

Dia mengatakan aya lebih bisa diterima oleh masyarakat. Juga, orang-orang lebih senang menyantap ayam daripada burger. Sadar bahwa keunggulan KFC adalah dekat dengan budaya masyarakat Indonesia, dia merangkul anak muda dengan berbagai inovasi. Yakni, menjadikan gerai KFC sebagai lokasi nongkrong anak muda

 

(Sumber : Jawa Pos 27 Januari 2016)

Soedomo Mergonoto tentang Produktivitas Tenaga Kerja Tren Otomatisasi Tak Akan Terbendung

26 Januari 2016. Soedomo Mergonoto tentang Produktivitas Tenaga Kerja_Tren Otomatisasi Tak Akan Terbendung. Jawa Pos.26 Januari 2016. Hal.1,11

Upah tenaga kerja selalu menjadi isu pelik dalam upaya menjaga iklim investasi. Butuh solusi tepat agar bisnis tetap bertumbuh.

Soedomo Mergonoto, presiden direktur PT Santos Jaya Abadi, memprediksi tren otomatisasi terjadi dalam sepuluh tahun e depan. Sebab, pengussaha makin lama kian sulit menuruti kenaikan upah minimum kota/kabupaten (UMK) yang membumbung.

Konsumsi Kopi Masih Tumbuh

“Untungnya, di Kapal Api (brand produk kopi PT Santos Jaya Abadi), kami tidak melakukan efisiensi dibidang SDM sehingga tidak ada PHK (pemutusan hubungan kerja). Hanya, kami menahan rekrutmen karyawan baru,” katanya akhir pekan lalu.

Banyak perusahaan yang melakukan efisiensi dibidang tenaga kerja karna tak kuat membayar upah sesuai dengan UMK. Apalagi dengan perusahaan yang punya ribuan pekerja. Bukan hanya itu. Beberapa perusahaan juga melakukan investasi mesin dan robot untuk mendukung otomatisasi. Hal tersebut dilkukan untuk menggantikan tenaga mausia yang makin lama biayanya kian mahal.

Menurut Soedomo, kenaikan cost tersebut belum diimbangi dengan produktifitas karyawan. “Tiga tenaga kerja Indonesia produktifitasnya samadengan satu tenaga kerja dari Tiongkok, beda kecepatan dan produktifitasnya,” ujar dia.

Prid kelahiran 3 Juni 1950 itu mengungkapkan, secara jangka panjang, memang industri telah berpikir otomatisasi untuk efisiensi. Itu sulit dibendung bila upah nak terus, sedangkan produktifitas kurang.

Hal yang sama bahkan telah dilakukan industri-industri di Tiongkok dan AS. Soedomo mencontohkan kafe yang mengurangi tenaga kerja dengan menngunakan sistem swalayan. Pengunjung datang, pesan, dan bayar lalu bawa sendiri makanan dan minumannya ke meja.

Cara itu dilakukan untuk menghemat cost di bidang tenaga kerja. Di industri besar juga kurang lebih sama. “Kita beli mesin yang dulu dalam satu kali produksi mesinnya dijaga sepuluh orang. Sekarang beli mesin lebih canggih, sekali produksi dengan kecepatan tinggi Cuma dijaga satu orang,” tandasnya.

Soedomo mengakui, lama-lama cara itu verisiko mengurangi serapan tenaga kerja sehingga berdampak pada pendapatan masyarakat, tingkat konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi. Namun menurut dia, itu merupakan tugas pemerintah untuk mendatangkan investor yang lebih banyak lagi.

Soedomo mengatakan, selama ini kemudahan investasi tidak merata ke daerah. Dia pernah punya pengalaman buruk dalam bertanam modal. Dia dipersulit dalam hal pembebasan lahan. Belum lagi menghadapi masyarakat yang suka mencuri hasil pertanian di daerah. Dia juga  pernah mendatangkan investor asal Tiongkok ke sebuah daerah miskin di kawasan Nusa Tenggara, tapi tidak berjalan mulus lantaran banyak kesulitan di tingkat pemda maupun masyarakat sekitar.

Padahal, niat Soedomo tidak sekedar investasi. Lebih dari itu, dia ingin memakmurkan dan meningkatkan perekonomian warga yang kebanyakan masih miskin. “Kalau kami pengusaha mau gampang, tinggal bikin aja karaoke di Surabaya, untungnya sama dengan bikin pabrik di daerah. Tapi, kan kami mau membantu rakyat miskin di daerah supaya maju,” ungkapnya.

Hal-hal seperti itulah yang membuat daerah sulit mendapatkan investor. Padahal, jika pemda dan masyarakat di daerah mau bekerja sama dengan investor, serapan tenaga kerja di Indonesia akan lebih baik. Itu baru investor dalam negeri saja. Jika sikap kooperatif itu dapat menarik investorasing, hasilnya akan lebih baik.

Apalagi, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen. Menurut Soedomo yang juga konsul kehormatan Republik Polandia di Surabaya itu, pemerintah harus mewaspadai harga komoditas yang masih jatuh. Harga CPO, minyak, dan batu bara yanng rontok akan cukup menghambat laju pertumbuhan ekonomi. Solusinya, pemerintah harus mampu memberikan kemudahan nyata kepada investor supaya serapan tenaga kerja tinggi dan ekonomi bergerak.

Tahun lalu, kata oedomo, sektor konsumsi sebenarnya juga jatuh meski tidak sedratis komoditas. Itu bisa dilihat dari konsumsi shampo, sabun, dan mi yang turun tipis. Untung, konsumsi kopi justru masih bisa mencatatan pertumbuhan. “Cuma 5 persen sih, nggak banyak,” ucapnya.

Onsumsi kopi di Indonesia sekitar 1,2 kg per kapita per tahun. Angka tersebut terus naik seiring tren anak muda yang suka ngopi. Ayah empat anak itu mengatakan 50 persen dari rotal penduduk Indonesia adalah masyarakat produktif dibawah 30 tahun. Itu adalah potensi besar untuk industri kopi. Sebab, budaya ngopi dan nongkrong tidak hanya ada di kafe di kota-kota besar, tapi juga warung kopi di desa.

Tren ngopi itu juga membuat kafe dan warung kopi makin menjamur. Dari situlah, industri kopi bisa tertolong. Perlambatan ekonomi yang terjadi sepanjang tahun lalu pun maish bisa dilewati industri.

Di sisi lain, pemasaran kopi Indonesia di luar negeri menghadapi tantangan yang berat. “Misalnya, soal rasa, kami harus menyesuaikan diri dengan cita rasa negara tujuan ekspor,” ungkap Soedomo. Belum lagi soal persaingan di era pasar global. Menurut dia, Indonesia bersaing ketat dengan produk kopi dari berbagai negara. Terutama Tiongkok.

Salah satu keunggulan Tiongkok dalam industri kopi adalah produksi masal yang maju. Banyak juga home industry kopi di sana yang produknya sudah bisa merambah pasar ekspor. “Kita memang sudah bisa ekspor, tapi kan volume nya kecil. Belum sebesar AS, Tiongkok, dan negara-negara lain,” ungkapnya. Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa membantu pemasaran produk kopi Indonesia keluar negeri.

Hal lain yang dibutuhkan industri adalah menjaga kestabilan nilai tukar. Itu dibutuhkan untuk memebuhi konsumsi kopi dalam negeri. Munurut lulusan SMA Sin Chung, Surabaya tersebut, tahun lalu industri kopi yang konsentrasi pada kebutuhan domestik cukup terpukul akibat melemahnya nilai tukar. “Soalnya, kopi kan ikut harga internasional. Saya harap tahun ini rupiah biasa menguat di Rp 13.000 atau Rp 12.500,” tuturnya.

Sumber : Jawa Pos 26 Januari 2016, halaman 1, sambungan ke halaman 11

 

Dirut Blue Bird Purnomo Prawiro tentang Pembangunan Transportasi Harus Aman, Nyaman, dan Tepat Waktu

21 Januari 2016. Dirut Blue Bird Purnomo Prawiro tentang Pembangunan Transportasi_Harus Aman, Nyaman, dan Tepat Waktu. Jawa Pos.21 Januari 2016.Hal.1,11

Kemacetan telah menjadi momok bagi kota-kota besar di berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Karena itu, infrastruktur dan transportas masal mutlak dikembangkan suatu negara jika ingin maju.

“Transportasi itu sudah jadi kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, papan. Tanpa transportasi, orang dan barang tidak akan bergerak dengan cepat dan efisien. Otomatis ekonomi juga tidak akan bergerak,” tutur Direktur Utama (Dirut) Blue Bird Purnomo Prawiro di kantornya kemarin (20/1)

Transportasi Harus Tertutup Untuk Investor Asing

Namun, di berbagai negara, kemacetan dan kurangnya infrastruktur selalu menjadi hambatan utama dalam pengembangan transportasi, Karena itu, kedepan pemerintah harus mulai berfokus mengatasi hal tersebut. “Saya melihat pertambahan jumlah kendaraan tidak sesuai dengan pembangunan infrastruktur,” ujarnya.

Bagaimana tidak, dalam setahun penjualan mobil bisa mencapai satu juta unit dan motor mencapai enam juta unit per tahun. Sementara pembangunan jalan baru hanya mencapai beberapa kilometer dalam setahun. “Kita tidak bisa batasi orang beli mobil atau motor karena itu wujud dari pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

Tidak seperti Singapore yang harus membatasi kepemilikan kendaraan karena wilayahnya yang kecil. Solusinya pemerintah harus ngebut dalam membangun infrastruktur jalan serta transportasi massal. “Kota besar harus ada MRT. Purnomo berharap kemacetan di jalan bisa dikurangi sehingga bisnis taksi tidak terganggu. “Kita mendukung pembangunan transportasi massal seperti MRT dan busway. Karena kemacetan jalan pasti akan berkurang. Bisnisnya justru akan terbantu,” tuturnya.

Menurut Purnomo, Indonesia harus memiliki moda transportasi unggulan berdasar wilayan. “Seperti Eropa itu andalkan kereta api. Amerika andalkan pesawat, Jepang pesawat dan kereta. Indonesia mestinya mixed. Jawa saya usulkan kerta api. Kalau dari Sumatera ke Jakarta naik pesawat satu jam, kereta tiga jam, saya pasti pilih naik kereta,” sebutnya.

Sementara itu, untuk luar Jawa, perlu dikembangkan transportasi udara karena infrastruktur jalan dan kondisi geografis daratnya kurang memadai. Selain itu, perlu dikembangkan, moda transportasi laut. “Kapal diperlukan untuk mengangkut barangbarang ke pulau-pulau terpencil. Pemerintah harus gencar bangun pelabuhan,” sarannya.

Dalam mengembangkan transportasi massal, harus dierhatikan beberapa hal. Pertama, harga harus kompetitif dan terjangkau semua orang. Kedua, harus aman karena tidak ada gunanya murah kalau banyak copet. Ketiga, harus nyaman. “Kalau bisa seperti di Singapura, stasiun ada di bawah mall,” tambahnya.

Dengan konsep seperti itu, penumpang tidak perlu kehujanan saat turun dari kereta. “Sekarang ini stasiun di Jakarta sudah lumayan ada atapnya. Tapi kalau keluar dari stasiun lagi hujan pasti langsung basah semua. Kalau bisa dibuat underpass dibawah mal sehingga penumpang nyaman,” tuturnya.

Keempat, lanjut Purnomo, transportasi masal harus tepat waktu. “Saya pernah coba naik busway, pengemudi saya suruh duluan. Eh, ternyata malah sopir saya yang duluan sampai. Saya lihat setiap ada bus datang langsung rebutan karena khawatir bus selanjutnya datangnya lama,” ceritanya.

Mengenai banyaknya pemain baru di bidang transportasi berbasis digital akhir-akhir ini. Purnomo mengaku tidak khawatir. “Di dunia ini tidak ada yang tanpa persaingan. Kompetitor akan selalu ada. Tinggal bagaimana kita menghadapi persaingan itu. Kalau sekarang ada ojek online, Uber, Grab Taxi, itu biasa. Zaman mengarah ke digital,” sambungnya.

Hanya, Purnomo menyayangkan kompetisi tersebut mengarah ke perang harga. Pengusaha-pengusaha di bidang transportasi itu berani melakukan subsidi besar-besaran hanya untuk meraih pasar. “Kalu begitu, berarti bisnisnya tidak sehat. Entah smapai kapan. Pasti ada akhirnya,” kata dia.

Purnomo berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi perang tarif tersebut. Menurut dia, ojek online memiliki pasar yang berbeda dengan taksi reguler,” terangnya.

Sementara itu, untuk Uber dan Grab Taxi, Purnomo menilai perlu dievaluasi karena sejatinya bisnis transportasi di dalam negeri tertutup untuk investor asing. “Kalau resmi, seharusnya mereka punya izin, karus KIR, dan tarifnya ditentukan pemerintah. Dimana keadilan bagi taksi resmi yang tidak bisa tentukan tarif sendiri?” tanya dia.

Karena itu, Purnomo mengecam pemerintah yang tidak mengambil tindakan apapun terhadap pelanggaran Undang-Undang Transportasi tersebut.

“Kalau mau bebas, bebaskan aja semuanya. Tidak perlu izin, KIR, dan bebas tentukan tarif sendiri. Supaya kompetisi kita di level yang sama,” tegasnya.

Harapan itu memang wajar. Sebab, Purnomo merupakan sosok yang ikut membangun embrio bisnis transportasi darat di Indonesia. Taksi Blue Bird yang dibangun keluarga Djokosoetono pada 1965 dari bemo, dan satu unit mobil, sekarang berkembang menjadi 35.000 unit  armada. “Saat itu saya baru berusia 18 tahun,” katanya.

Purnomo mengaku saat itu termasuk golongan orang yang miskin meskipun bapaknya seorang dosen ahli hukum terkenal. Dia  ingat saat SMP dan SMA sama sekali tidak pernah mendapat uang saku dari orang tuanya. “Saya sempat bekerja jadi tukang catut tiket di bioskp, makelar mobil, dan sopir bemo serta taksi,” kenangnya.

Pernah menjad seorang pengemudi, sekarang Purnomo bisa dengan mudah memasukkan ide dan pemikirannya ke pengemudi Blue Bird yang jumlahnya puluhan ribu orang. “Makanya sekarang manajer sata wajibkan sekali-sekali menjadi pengemudi supaya mengerti kondisi lapangan. Anak-anak saya semuanya juga pernah jadi pengemudi.”

Sumber : Jawa Pos 21 Januari 2016 halaman 1, sambungan ke halaman 11

Garibaldi Thohir Bicara tentang infrastruktur Pertumbuhan akan Munculkan Usaha Baru

19 Januari 2016. Garibaldi Thohir Bicara tentang Infrastruktur_Pertumbuhan akan Munculkan Usaha Baru. Jawa Pos.19 Januari 2016.Hal.1,11

Tidak mungkin bermimpi membangun negara berbasis industri apabila listrik,pilar infrastruktur yang paling dasar,masih menjadi masalah percepatan pembangunan infrastruktur memang merupakan langkah awal yang tidak boleh ditawar.

 

Peningkatan pendapatan munculkan kebutuhan baru

Selain meningkatkan kapasitas listrik yang baru 47 ribu megawatt,juga bisa menarik lebih banyak pemodal ke tanah air. “lapangan kerja akan tercipta dan perekonomian tumbuh signifikan.” Ujar bos yang memimpin perusahaan batu bara terbesak ke empat di dunia itu. Pebisnis berusia 50 tahun tersebut yakin betul bahwa pembangun infrastruktur bisa menjadi salah satu kunci tercapainya pertumbuhan ekonomi. Pengusaha yang oleh forbes disebut sebagai orang terkaya ke 43 di indonesia itu mencontohkan, pembangunan infrastruktur akan dirasakan para pengusaha batu bara. Perbaikan fasilitas infrastruktur itu bakal mengompensasi harga komoditas bahan baku energi yang anjlok dan minimnya permintaan. Bisnis komoditas kembali menggeliat. Bertambah banyaknya pembangkit listrik di nusantara juga akan membuat orientasi pasokan batu bara dari yang selama ini cenderung  untuk ekspor. Kebutuhan pasar domestik yang tinggi membuat konsumsi dalam negri menanjak signifikan. Apalagi jika road map listrik 35ribu mw tidak diganti, pembangkit listrik tenaga uap dengan bahan baku batu bara akan mendominasi jenis pembangkit. “menurut saya,beberapa sektor potensial ada di sektor energi dan logistik. Untuk kommoditas unggulan,saya masih melihat batu bara punya peran yang besar.” Ujarnya. Menurut data PLN,sampai 2019 akan terbangun 109 pembangkit. Batu bara berpeluang memiliki peran besar karena harus menghidupi 21 ribuan mw pembangkit sebagai bos perusahaan energi yang berorientasi pada batu bara,dia yakin betul dengan peluang itu. Batu bara yang dikenal sebagai sumber energi kotor juga bisa lebih ramah lingkungan karena majunya tehnologi. “batu bara juga masih menjadi sumber energi yang murah dan reliable untuk pembangkit listrik” terang pria yang akrab dipanggil boy tersebut. PT Adaro energy yang dipimpimnnya sudah mempersiapkan diri untuk menyambut peluang itu. Caranya melanjutkan model bisnis terintegrasi vertikal. Menurut dia,pola yang dimiliki perusahaannya itu sudah teruji dalam menghadapi kondisi yang penuh tantangan. Yakni membuat integrasi dari tambang hingga ketenagalistrikan. “pertumbuhan perusahaan melalui tiga motor penggerak usaha,yaitu pertambangan,jasa pertambangan dan ketenagalistrikan” ujarnya. Bapak tiga anak ini lantas menjelaskan,jika berbagai proyek infrastruktur seperti listrik berjalan lancar,imbas ke perekonomian akan amat positif. Mulai tren gaya hidup,daya beli,sampai kultur. Semakin tingginya pertumbuhan ekonomi negara, peluang masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan semakin besar, ujung ujungnya,pendapatan tiap individu meningkat sehingga muncul kebutuhan baru dimasyarakat. Terutama untuk mengikuti gaya hidup terkini. “perubahan gaya hidup itulah yang berpengaruh pada kultur” imbuhnya. Boy mengatakan,ada banyak alasan yang membuat pembangunan infrastruktur menjadi agenda terpenting indonesia saat ini. Dia menyebut besarnya jumlah penduduk indonesia sebagai potensi pasar yang sangat besar. Kalau ditunjang keseriusan pemerintah dalam membangun infrastruktur bisnis di indonesia dipastikan tumbuh.

 

Sumber: jawa pos,selasa 19 januari tahun 2016

Rusdi Kirana Bicara Pemberdayaan UMKM Jangan Pernah Remehkan Kemasan

18 Januari 2016. Rusdi Kirana Bicara Pemberdayaan UMKM_Jangan Pernah Remehkan Kemasan. Jawa Pos.18 Januari 2016.Hal.1,11

Pemberdayaan umkm tidak hanya berguna untuk memantapkan peran industri kecil sebagai katup pengaman ekonomi. Lebih dari itu,langkah tersebut adalah modal utama untuk menggerakkan industri yang lebih besar. Sebagai pebisnis besar yang merintis usaha dari kecil,rusdi kirana memang lebih dari sekedar layak ketika berbicara tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Selama skitar satu jam,CEO Lion Air Group itu berbincang tentang pengembangan industri kecil dan pariwisata dengan manado post diruang kerjanya dilantai 8 lion tower,jakarta pusat,akhir desember lalu. Bagi rusdi, umkm bisa diibaratkan katup pengaman ekonomi. Pelakunya sangat besar kira kira 52 juta orang. Pasar yang disasar juga mahaluas. Bahkan untuk memenuhi pasar domestik pun masih kwalahan. Yang jadi persoalan adalah cara pandang yang belum sepenuh hati menghargai produk umkm

 

Perlu badan khusus untuk atur distribusi

“tapi tidak masalah. Semua sektor dapat kita fungsikan untuk memenuhi permintaan pasar. Ini modal utama karena permintaan pasar semakin besar.” Tutur pria kelahiran 17 agustus 1963 itu. Rusdi mencontohkan keberhasilan taiwan memberdayakan kelompok umkm. Pemerintah taiwan menggerakkan industri rumah tangga yang menjadi penyuplai industri besar disana. Disitu terjadi mata rantai yang tak pernah putus. Lama kelamaan industri rumah tangga pun akan berkembang menjadi indsutri besar yang menumbuhkan industri rumah tangga baru. “jadi lima sampai sepuluh tahun kedepan saya rasa industri kita akan maju kalau kita fokus dari bawah dulu.” Tutur ayah tiga anak itu. Namun ungkap pria yang bisnisnya merangkak dari penjual tiket bersama istrinya tersebut,banyak kendala yang perlu segere dicarikan solusi. Antara lain secara kelembagaan,umkm di indonesia diberi bantuan permodalan yang pantas secara berkesinambungan. Ada lagi persoalan dari sisi pemasaran. Umkm lemah dalam pengemasan dan distribusi. “ini sangat penting dibenahi terlebih dahulu,” tanda anggota dewan pertimbangan presiden itu.

Persoalan kemasan,tambah rusdi,tidak bisa diremehkan. Sebab kemasan yang asal asalan membuat industri rumah tangga terlihat tak mampu menunjukkan kualitas. Apalagi produk impor punya keunggulan disisi itu. Rusdi yang kaya pengalaman di pemasaran juga mengusulkan agar pemerintah membentuk badan khusus untuk menangani distribusi produk domestik. Badan khusus tersebut akan bertugas mengatur lalu lintas produk agar terdistribusi dengan baik. Dengan begitu,nilai jual sebuah produk akan bertambah. Rusdi mengakui bahwa dirinya adalah produk dari pelaku umkm selama 15 tahun bersama istrinya,rusdi bertahan sebagai agen tiket pesawat. Dia belajar dari kakaknya,kusnan kirana. Selain menjual tiket,rusdi memanfaatkan peluang antar jemput dari bandara dan kembali ke bandara. “setelah modal memadai,saya mulai berinvestasi. Karena dari awal tidak punya rasa takut,saya lantas berinvestasi dibidang penerbangan.”kenang rusdi dengan mata menerawang. Investasi yang dipilih berkaitan dengan sewa pesawat untuk penerbangan domestik. Sekitar 2000an awal,rusdi memiliki satu pesawat. Kepercayaan kepada rusdi yang terus bertambah membuat banyak yang menyewa. Tapi kata rusdi,namanya bisnis ada pasang surut. Dia hampir mundur dari bisnis maskapai,tapi dicegah keluarganya. Setelah keluar dari tekanan,akhirnya rusdi mampu mengembangkan sayap bisnis dan mendirikan kerajaan maskapai dengan bendera lion air. “nama itu saya ambil dari nama zodiak,yaitu leo,yang kebetulan merupakan zodiak saya dan kakak saya.” Ungkap rusdi,lantas tertawa

 

Sumber: jawa pos,senin 18 januari 2016

Chairul Tanjung Prediksi Perekonomian Melaju Kencang Tertolong Konsumsi dan Bonus Demografi

14 Januari 2016. Chairul Tanjung Prediksi Perekonomian Melaju Kencang_Tertolong Konsumsi dan Bonus Demografi. Jawa Pos. 14 Januari 2016.Hal.1,11

Indonesia punya modal kuat untuk menjadi negara maju dalam beberapa waktu mendatang. Syaratnya, Indonesia harus bisa memanfaatkan sejumlah keunggulan. Antara lain,mengoptimalkan bonus dmografi.

TAHUN lalu hampir semua persediaan eknomi mengalami masa sulit, namun, tahun ini kondisi perekonomian diperkirakan lebih baik. CEO CT Corp chairul tanjung memprediksi pertumbuhan ekonomi 2016 mencapai 5 persen plus minus 0,2 persen.

 

Inflasi berkisar 5 persen plus minus 1 persen dan nilai tukar rupiah berkisar rp 14000 plus minus Rp 1000 per USD.

Menurut dia, tahun lalu perekonomian Indonesia tidak hanya dipengaruhi kondisi global dan domestic. Kegaduhan politik juga sempat memengaruhi pasar dan optimisme pengusaha. Akhirnya, investor yang sebelumnya sangat optimistis terhadap pemerintahan baru menjadi ragu.

“kalau diibaratkan seperti mendengarkan radio,lebih banyak noisenya daripada voicenya. Banyak suara semut zzz… gitu” ujarnya berkelakar.

Karena itu, chairul tanjung berharap kegaduhan di panggung politik berkurang. Sebab gaduh sedikit saja pasar langsung responsive. Akibatnya kepercayaan investor bisa berkurang sehingga mereka menarik dana dari dalam negri. Padahal Indonesia cukup menarik bagi investor karena imbal hasil investasinya termasuk tinggi. “negara negara berkembang memang punya yield yang bagus” ungkapnya.

Di sektor riil kondisi politik masih penuh kegaduhan. Indonesia bisa kalah dari negara negara ASEAN yang kondisi politik dan ekonominya lebih kondusif. Media pun bertanggung jawab agar mampu memberikan kritik yang membangun bagi jalannya dunia politik.

Chairul tanjung yakin tahun ini pemerintahan lebih responsive jika dibandingkan dengan tahun lalu. Kondisi perekonomian 2016 yang diprediksi tumbuh lebih dari 5 persen bisa terus membaik hingga 2018. Sektor konsumsi masih menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. “konsumsi akan menolong perekonomian kita. Di CT Corp,keyakinan saya terhadap sktor konsumsi saya terapkan ke entitas ritel Carrefour dan bank mega” jelasnya.

Selain mengandalkan sektor konsumsi,Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi. Kondisi itu bisa mendatangkan pengaruh positif karena penduduk usia produktif membeludak. Kondisi tersebut akan terus berlangsung hingga 2035.

Menurut dia, Indonesia harus belajar dari jepang,Taiwan, tiongkok, dan korea selatan. Ketika mengalami bonus demografi, pertumbuhan ekonomi negara negara tersebut mampu double digit. Negara negara itupun mampu menjadi negara dengan pendapatan perkapita yang tinggi’

Yang dikhawatirkan chairul,Indonesia punya bonus demografi,tetapi belum dimanfaatkan sebaik baiknya. “kalau kita terjebak dengan angka pertumbuhan 4,7 persen,kita susah mau keluar dari middle income trap, kita sulit untuk beranjak ke high income.” Papar pria 54 tahun itu.

Momentum bonus demografi tersebut harus benar benar dimanfaatkan. Caranya meredakan kegaduhan politik sehingga investasi tmbuh. Dampaknya, membeludakkan penduduk usia produktif akan terserap menjadi tenaga kerja. Dengan begitu angka pengangguran berkurang, pendapatan bertambah,daya beli meningkat dan pertumbuhan ekonomi kembali pulih.

Dia berpesan,Indonesia juga harus belajar dari tiongkok. Beberapa tahun lalu tiongkok mampu mencetak pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi. Namun, hal itu kini sulit tercapai. Tiongkok masih terjebak dalam pertumbuhan ekonomi yang tidak sampai 7 persen. Selain kondisi ekonomi mereka belum membaik,generasi tua di negri panda itu sudah berlebih. Artinya pasokan generasi muda yang produktif kurang. Soal ekonomi global, kewaspadaan masih dibutuhkan terutama yang terjadi pada tiongkok. Apalagi yuan atau renminbi telah didevaluasi regulator. Cairul melihatadanya tujuan khusus dari kebijakan itu. Tujuan politisnya lebih kental dari pada tujuan memulihkan ekspor. Indonesia tidak hanya harus waspada terhadap perekonomian tiongkok,tetapi juga kondisi politiknya. “rasanya tiongkok seperti ingin mengambil alih posisi AS sebagai negara pengendali ekonomi terbesar di dunia” tuturnya.

Suatu hal lain yang harus diwaspadai Indonesia,tiongkok tampak ingin menguasai laut china selatan yang merupakan wilayah penting di kawasan asia pasifik. Tiongkok diprediksi semakin berpengaruh. Mengenai bisnis media, chairul tanjung sangat paham atas apa yang terjadi pada 2015. Dia mengakui bujet ikla dari stake holder media menurun. Menurut CEO yang mempunyai anak usaha transmedia itu,dalam kondisi ekonomi yang melemah cost yang paling mudah dipilih untuk dipotong adalah advertising. “itu kebijakan yang sangat popular dan wajar shingga pengaruhnya kepada industri media cukup besar,” jelasnya. Untung chairul yang mempunyai beberapa stasiun televise swasta media dan media online sudah bisa memprediksi. Menjelang akhir 2014,dia mengubah iklim kerja di perusahaannya dari regular mood ke crisis mood. Dia berusaha meyakinkan para pimpinan dan direksi dibawahnya untuk lebih struggle, salah satu sarannya para pimpinan tidak usah lagi melakukan investasi besar besaran. Padahal pada tahun tahun sebelumnya,investasi tergolong cukup ekspansif. “saya bilang,stop big investment. Do only small invest with big impact”lanjutnya. Yang pasti,CT Corp maupun transmedia tahun lalu berhasil melewati masa masa sulit karena turbulensi ekonomi. Bagi chairul memang sangat penting bagi industri media untuk bisa membaca kejadian pada masa depan. Industri media harus lebih teliti dan berwawasan luas agar bisa mengambil kebijakan strategis,terutama perusahaan yang baru berdiri. Salah sedikit akibatnya bisa fatal. Dia yakin tahun ini industri media akan recovery. Karena itu,chairul mulai berani mengondisikan perusahaannya dari krisis mood ke regular mood. Artinya investasi tidak akan terlalu ditahan karena keyakinan usaha tahun ini lebih baik. Namun dia mengingatkan media agar tidak hanya memandang dirinya sebagai sebuah industri media mempunyai tugas untuk mengedukasi masyarakat dan mengawasi jalannya pemerintahan. Soal bonus demografi dia berpesan bahwa media harus aktif menyuarakan pemanfaatan momentum itu. Media harus mendukung hal hal yang pro pembangunan sehingga serapan tenaga kerja lebih tinggi. Multiplier effect nya nanti berujung pada ekonomi domestic yang lebih baik. Bonus demografi punya dampak yang besar apabila Indonesia dan industri media tahu cara memanfaatkannya.

 

Rosan Roeslani Bicara Pentingnya Berpaling dari Berkah Komoditas Agar Pertumbuhan Berada dalam Genggaman

11 Januari 2016. Rosan Roeslani Bicara Pentingnya Berpaling dari Berkah Komoditas_Agar Pertumbuhan Berada dalam Genggaman. Jawa Pos. 11 Januari 2016. Hal.1,11

Dia mencontohkan brasil,rusia dan Venezuela yang terus bersusah payah menghadapi terpaan turbulensi. Meski demikian,tentu tetap ada pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi jika ingin meraih apa yang pernah menjadi perkiraan itu. Indonesia pernah terlena dengn rata rata pertumbuhan ekonomi diatas 6%. Prestasi tersebut berhasil diraih karena ada berkah pertumbuhan komoditas yang merupakan bagian dari kekayaan alam negara ini sehingga ekspor terbilang kuat. Saat harga komoditas global lesu,ekonomi pun mulai melambat. Pria kelahiran Jakarta 31 desember 1968 itu mengatakan bahwa komoditas memang tetap bagian dari kekayaan Indonesia yang perlu dioptimalkan. Namun dalam konteks penguatan ekonomi secara jangka panjang,ia akan menjadi sektor yang perlu diwaspadai. Sebab Indonesia tak akan selamanya bergantung pada komoditas. “Ambil pelajaran dari masa lalu pertumbuhan komoditas kita sangat bergantung tiongkok,yang sekarang pertumbuhannya sedang melambat,tadinya bisa double digit,bahkan sekarang berpotensi dibawah 7%” katanya. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tinggi yang diraih karena berkah komoditas tidak berada digenggaman tangan sendiri. Untuk itu,lanjut dia,mulai sekarang perlu dibangun fondasi kuat agar pertumbuhan ekonomi benar benar berada dicengkraman sendiri. “memang tidak akan 100% ditangan kita sendiri. Itu tidak realistisjuga. Tapi setidaknya pengaruh global itu jangan lagi signifikan” tegas peraih gelar sarjana bisnis Oklahoma state university tersebut. Dalam rangka berdikari secara ekonomi itu,rosan berharap Indonesia segera mengoptialkan barang modal yang ada di dalam negeri untuk memperkuat produksi. Itu dilakukan agar industri manufaktur lebih kuat lagi. Untuk mewujudkan itu semua,investasi perlu terus ditingkatkan. Menarik modal ke Indonesia smestinya bukan hal sulit jika regulasi mendukung. Sebab potensi pasar yang amat luas dengan jumlah penduduk yang cukup banyak semestinya menjadi salah satu modal besar pertumbuhan pada masa mendatang. “ke depan,pertumbuhan kita itu,selain domestic consumption tinggi,investasi tinggi,juga berkesinambungan” ujar perai gelar master international finance dari Antwerp European university,belgia pada 1995 tersebut. Sektor manufaktur sebaiknya juga ditopang dari industri yng bahan dasarnya bisa disediakan didalam negri. Dari investasi itulah transfer pengetahuan dan sdm dilakukan sehingga perlahan bisa menciptakan ketersediaan bahan baku yang mencukupi. Yang terpenting,industri yang dibangun merupakan sektor padatkarya sehingga ada transfer kemajuan tehnologi dan penyerapan banyak tenaga kerja. Dengan begitu,berkesinambungan seperti yang diharapkan bisa terwujud. “lama lama jadi mandiri” yakin dia. Selagi itu berjalan,menurut suami ayu manik mulyaheni tersebut,Indonesia juga sudah mengoptimalkan sektor kemaritiman dan pariwisata “karena pariwisata sekarang kan menyumbang nomor empat devisa negara kita” tuturnya. Sekarang memang jumlah wisatawan asing diindonesia masih kalah jika dibandingkan dngan Malaysia dan Thailand. Salah satu penyebabnya kalah promosi. Bukan sekedar promosi langsung melalui iklan dilevel international,tetapi juga lewat kebijakan. Dia mencontohkan Malaysia memiliki program pemerintah yang cukup menarik untuk promosi pariwisata secara tidak langsung. “misalnya ada produser film asing mau syuting di Malaysia,palingtidak diberikan insentif oleh pemerintah sana.dikembalikan 30% dari dana yang dieluarkan selama di Malaysia.” Ujarnya. Ayah raisa 12; razan 8:dan ranisnya 7; tersebut melihat hal hal yang terkesan sepele seperti itulah yang belum dilakukan oleh pemerintah. Padahal dampak positifnya sangat besar. “jadi perlu lah kebijakan yang probisnis dan pariwisata. Sarana promosi bisa dilakukan dalam beberapa hal.” Tegasnya.

Rosan juga memperkirakan sektor consumer atau barang konsumsi semakin melejit serta menjadi bidang degan peertumbuhan stabil dalam negeri dan global yang akan semakin bertambah menjadi pertimbangan utama serta sederhana. Tinggal bersaing pada kualitas dan kreatifitas inovasi saja. Tidak ketinggalan rosan melihat potensi besar dari industri kreatif di Indonesia. Terutama e-commerce dan perusahaan rinntisan. “di kita memang masih kecil nilainya mungkin sekitar usd 2 miliar. Tapi bandingkan,tiongkok sudah usd 460 miliar” ulasnya. Itu semua adalah industri yang mengkreasi tenaga kerja baru terutama anak muda.

Sumber: JAWA POS, SENIN 11 JANUARI TAHUN 2016

James T. Riady tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia Mendidik itu Menjadikan Manusia Utuh

7 Januari 2016. James T. Riady tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia_Mendidik itu Menjadikan Manusia Utuh. Jawa Pos. 7 Januari 2016.Hal.1,11

Tiada mungkin menganggapi kemajuan dan merengkuh kesuksesan tanpa memperihitungkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Perbaikan di sisi itu akan membuat Indonesia menyusuri jalan yang dilalui negara-negara maju.

BAGI James Tjahaja Riady, Indonesia kini tengah melalui pengalaman negara-negara maju 50-60 tahun silam. Bedanya, belum ditunjang SDM yang mumpuni. Sector industry didominasi pekerja berketrampilan rendah dengan bayaran murah.

Korupsi Lahir dari Kebijakan Salah

MENDIDIK

Nilai tambah pun menjadi jauh panggang dari api.

“Kondisi pekerja Indonesia kurang lebih 100 juta: 70 persen bekerja di sector informal, selebihnya 30 persen di sekitar formal. Nah, di sector informal itu low-skill, low pay,” kata CEO Lippo Group tersebut ketika berbincang dengan Manado Post (Jawa Pos Group) di Sekolah International Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang, Banten.

Agar Indonesia lepas landas menjadi negara maju, mengasah SDM harus menjadi focus. Putra sulung Chairman Lippo Group Mochtar Riady itu mengatakan,, tenaga kerja tak terampil tersebut merata, baik di koa-kota maupun pedesaan. Itu tentu menjadi tantangan besar lantaran bangsa ini tak mungkin terus-menerus mengandalkan sumber daya alam (SDA) mentah bernilai tambah rendah.

“Inilah pekerjaan utama para pemimpin bangsa ini untuk sepuluh tahun yang akan datang. Yakni focus memperhatikan SDM berkualitas,” tutur pimpinan grup usaha yang merambah banyak sector, mulai property, industry keuangan, media, pendidikan, hingga kesehatan, tersebut.

Dengan SDM berkualitas, SDA mentah bisa dioah sehingga punya nilai tambah. Dia mencontohkan, semestinya Indonesia bisa menjadi basis industry makanan. Dengan populasi yang amat besar, tanpa ekspor pun, pasar domestic Indonesia amaat menjanjikan.

Suami Aileen Hambali itu menambahkan, untuk mewujudkan basis industry, tentu saja diutuhkan infrastruktur yang memadai. Listrik, air, serta bahan penunjang seperti semen dan baja perlu mendapatkan perhatian. Itu yang menjadi tugas pemerintah. “Apakah di Indonesia ada sentra-sentra industry yang bebas dan birokrasi? Apakah cost industry itu bisa turun, khususnya listrik?” sentilnya.

Dengan pasar sebesar itu, akan otomatis manufacturing akan meningkatkan skalanya. Sebab, dasar globalisasi adalah kompetisi. Tabiat kompetisi adalah efisiensi. Dengan begitu, ekonomi biaya tinggi bisa ditekan dan ekonomi Indonesia akan berdaya saing.

Jika ekspor berbasis SDA yang bernilai tambah telah terwujud, Indonesia akan mampu mengekspor komoditas berbasis industry. Ke depan juga bukan tidak mungkin Indonesia bisa berjaya di bidang jasa seperti industry keuangan. “Ini semua bisa karena negara kita besar,” tegas pria kelahiran 1957 itu.

Menurut pendiri dan chairman Yayasan Pendidikan Pelita Harapan tersebut, peran pemerintah amat besar dalam memajukan bisnis. Dia menyebut negara-negara seperti Jepang, Korea, dan Tiongkok.

Untuk sepuluh tahun mendatang, James mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan fondasi sejak sekarang. Menurut dia, tanda-tanda mulai terlihat dengan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berusaha memperbaiki infrastruktur seperti pelabuhan, bandara, jalan tol, listrik, dan air. Terobosan itu sangat membantu untuk melancarkan perdagangan.

Di mata James, Presiden Jokowi sudah melakukan gebrakan di berbagai sector. Semuanya bergerak dinamis dan ini menjadi fondasi bagi Indonesia sepuluh tahun ke depan. Salah satu yang positif yang dilakukan Jokowi adalah membangun wilayah timur Indonesia seperti Papua.

“Orientasi beliau itu ke timur terus (Papua, Papua Barat, NTT, Sulawesi) dan ini semua adalah rangkaian bagian dari ekspresi kebijakan Pak Jokowi membangun daerah melalui pembangunan infrastruktur,” jelasnya.

Namun, James mengingatkan, sumber korupsi di negara ini lahir dari kebijakan yang salah. Semua kebijakan yang salah akan langsung berdampak pada masyarakat luas.

Misalnya, di bidang pertanian, ada subsidi bahan bakar untuk mereka yang punya mesin. Itu tentu tidak menyentuh petani. Semakin besar subsidi berarti banyak distorsi. Itu adalah pangkal pemborosan. “Itu tidak mengembangkan infrastruktur di daerah dan salah satu kebijakan yang salah.”

 

 

JAWA POS 7 JANUARI 2016

 

Tiada mungkin menggapai kemajuan dan merengkuh kesuksesan tanpa memperhitungkan kualitas sumbeer daya manusia. Perbaikan disisi itu akan membuat indonesia menyusuri jalan yang dilalui negara negara maju.

 

Korupsi lahir dari kebijakan salah

Nilai tambah pun menjadi jauh panggang dari api. “kondisi pekerja indonesia kurang lebih 100 juta: 70% bekerja disektor informal,selebihnya 30% disektor formal. Nah,di sektor informal itu low skill,low pay” kata CEO Lippo Group tersebut ketika berbincang dengan manado post disekolah internasional pelita harapan,karawaci,tangerang,banten. Agar indonesia lepas landas menjadi negara maju,mengasah SDM harus menjaadi fokus. Putra sulung chairman lippo group mochtar riady itu mengatakan, tenaga kerja tak terampil tersebut merata. Baik di kota kota maupun pedesaan. Itu tentu menjadi tantangan besar lantaran bangsa ini tak mungkin terus menerus mengandalkan SDA mentah bernilai tambah rendah. “inilah pekerjaan utama para pemimpin bangsa ini untuk sepuluh tahun yang akan datang. Yakni fokus memperlihatkan SDM berkualitas” tutur pemimpin grup usaha yang merambah banyak sektor,mulai properti,industri keuangan,media,pendidikan,hingga kesehatan tersebut. Dengan SDM berkualitas,SDA mentah bisa diolah sehingga punya nilai tambah. Dia mencontohkan,semestinya indonesia bisa menjadi basis industri makanan. Dengan populasi yang amat besar,tanpa ekspor pun pasar domestik indonesia amat menjanjikan. Suami aileen hambali itu menambahkan,untuk mewujudkan basis industri,tentu saja dibutuhkan infrastruktur yang memadai. Listrik, air, serta bahan penunjang seperti semen dan baja perlu mendapatkan perhatian. Itu yang menjadi tugas pemerintah. “apakah  di indonesia ada sentra sentra industri yang bebas dari birokrasi? Apakah cost industri itu bisa turun,khususnya listrik?” sentilnya. Dengan pasar sebesar itu,otomatis manufacturing akan meningkatkan skalanya. Sebab dasar globalisasi adalah kompetisi. Tabiat kompetisi adalah efisiensi. Dengan begitu,ekonomi biaya tinggi bisa ditekan dan ekonomi indonesia akan berdaya saing. Jika ekspor berbasis SDA yang bernilai tambah telah terwujud,indonesia akan mampu mengekspor komoditas berbasis industri. Ke depan juga bukan tidak mungkin indonesia bisa berjaya dibidang jasa seperti industri keuangan. “ini semua bisa karena negara kita besar” tegas pria kelahiran 1957 itu. Menurut pendiri dan chairman yayasan pendidikan pelita harapan tersebut,peran pemerintah amat besar dalam memajukan bisnis. Dia menyebut negara negara seperti jepang,tiongkok dan korea. Untuk sepuluh tahun mendatang,james mengatakan pemerintah perlu menyiapkan fondasi sejak sekarang. Menurut dia tanda tandanya mulai terlihat dengan kebijakan presiden joko widodo yang berusaha memperbaiki infrastruktur sepeerti pelabuhan,bandara,jalan tol, listrik dan air. Terobosan itu sangat membantu untuk melancarkan perdagangan. Di mata james, jokowi sudah melakukan gebrakan di berbagai sektor. Semuanya bergerak dinamis dan ini menjadi fondasi bagi indonesia sepuluh tahun kedepan. Salah satu yang positif yang dilakukan jokowi adalah membangun wilayah timur indonesia seperti papua. “orientasi beliau itu ke timur terus(papua,papua barat,ntt,sulawesi) dan ini semua adalah rangkaian bagian dari ekspresi kebijakan pak jokowi membangun daerah pembangunan infrastruktur” jelasnya. Namun james mengingatkan sumber korupsi dinegara ini lahir dari kebijakan yang salah. Semua kebijakan yang salah akan langsung berdampak pada masyarakat luas. Misalnya, dibidang pertanian,ada subsidi bahan bakar untuk mereka yang punya mesin. Itu tentu tidak menyentuh petani. Semakin besar subsidi berarti banyak distorsi. Itu adalah pangkal pemborosan. “itu tidak mengembangkan infrastruktur didaerah dan salah satu kebijakan yang salah”

 

Sumber: jawa pos,kamis 7 januari 2016