Godaan Besar Tas Kulit Ular

Godaan Besar Tas Kulit Ular. Jawa Pos. 23 Juli 2016. Hal 37

GRESIK – Tas berbahan kulit ular selalu menjadi objek buruan para perempuan sosialita. Motifnya yang elegan tak pernah ketinggalan tren. Replica premiumnya menjadi item terlaris di butik- butik di Gresik.

“Saya impor dari Hongkong 20 piece. Belum seminggu sudah diserbu pengoleksi tas dan sekarang hanya menyisakan enam tas,” ujar Titi Pangestuti, pemilik butik.

Mantan model era 1990-an itu menjelaskan, pengoleksi dan penggila tas branded bisa memborong enam hingga delapan tas dalam sekali beli. Mereka bukan hanya perempuan karir, banyak diantara merupakan ibu rumah tangga yangs selalu ingin terlihat stylish.

Tas yang seluruhnya berbahan kulit ular itu bisa dikenakan untuk dua model. Yakni, dijinjing atau diselempangan dengan tambahan tali panjang.

Beragam varian warna menjadi pilihan yang menggoda mata. Misalnya, perpaduan warna dasar putih dengan corak kuning kunyit, kuning terang, hijau, hitam, dan abu – abu. Ada pula warna hitam dan kuning yang mengkilat.

Titi menuturkan, kilap itu berasal dari bahan kulit yang diolah lagi dan dipernis. Uniknya, setiap corak yang melebur ke warna dasar terletak di bagian – bagian tertentu. Corak itu mengelilingi bagian tengah, bawah, samping kanan dan kiri, serta di gagang tas.

Hal tersebut juga menjadi salah satu penanda bahwa tas yang dihasilkan dari bahan kulit yang sama. Satu bahan untuk satu tas. “tidak seperti tas tiruan KW yang kulit ularnya terputus. Jadi, hanya sebagai tempelan,” ujarnya.

Titi menambahkan, tas premium juga bisa ditandai dengan melihat jahitam yang rapid an bentuk yang presisi. Tas tersebut tidak memerlukan perawatan khusus yang njelimet. Cukup di lap biasa saat terlihat berdebu. Khsusus yang mengkilap atau dipernis bahkan bisa tahan air.

 

SUMBER: Jawa Pos 23 Juli 2016. Hal-37

Desain Futuristis LED Headpiece

Desain Futuristis LED Headpiece.Jawa Pos. Hal 36

SURABAYA – headpiece menjadi andalan fashionista untuk memberi kesan mewah dan sedikit dramatis. Setelah muncul aksesori kepala bergaya etnik dengan detail seperti akar yang mencengkram, desainer asal Surabaya Grace Setyo Liem menggebrak dunia mode dengan LED headpiece.

Desainer yang pernah mengikuti kursus mode di Paris, Prancis, itu menciptakan headpiece dengan konsep futuristis. Aksesori yang bisa menyala dengan menggunakan remote tersebut pernah dikenakan Zaskia Gotik, Ayu Tingting, dan Cita Citata pada ulang tahun salah satu TV swasta.

Ada empat macam aksesori kepala yang dilengkapi lampu LED. Satu berbentuk mahkota (crown), tiga lainnya bertema futuristic.

Setiap LED headpiece menampilkan nyala lampu yang berbeda. Warna – warni neon seperti hijau terang, tosca, dan oranye membentuk desain yang manis. Bias warna semakin hidup saat bersentuhan dengan serpihan cermin akrilik yang sengaja disusun asimetris.

Headpiece itu, menurut dia, menggunakan lampu LED EL wire supaya memberikan sinar yang terang dan memukau saat dinyalakan di panggung dengan pencahayaan minim. Lampu LED ditempelkan pada rangka kawat yang dibungkus pasta khusus untuk aksesori. “terdapat remote untu menyalakan dari jarak jauh,” papar pemilik brand G-Liem tersebut.

Grace juga pernah menorehkan prestasi dari LED headpiece karyanya pada event ternama pada Cannes Red Carpet Fashion & Film Award yang diselenggarakan di Prancis. Crown LED headpiece berbentuk mahkota dengan detail bordir klasik yang permukaannya dihias puluhan batu Swarovski dan Mutiara.

Karyanya itu dipadukan dengan busana karya Anniesa Habuan yang juga dilengkapi LED pada detainya. Alhasil, kolaborasi itu berbuah penghargaan Best Fashion Designer.

Pada pembuatan LED headpiece, menurut dia, setiap komponen dilem dan dijahit dengans sangat hati – hati. Tingkat kesulitannya ada pada pemasangan lampu LED itu sendiri. Sebagai sumber tenaga, Grace menggunakan baterai berkapasitas 12 volt yang ditanam pada alas atau topi mahkota. Khusus crown LED headpiece, dia membutuhkan waktu sebulan untuk merampungkan karyanya itu.

Desainer kelahiran Surabaya, 6 Januari 1976, tersebut memiliki mimpi meciptakan headpiece yang lebih spektakuler. “saya ingin ketika headpiece dikenakan bisa menyala sekaligus bergerak dengan dikendalikan remote,” beber desainer yang saat ini mengerjakan proyek milik Ivan Gunawan untuk Agustus tersebut.

Sumber: Jawa-Pos.-Hal-36

Casing Warna-Warni Dari Limbah Rotan

Casing Warna-Warni Dari Limbah Rotan. Jawa Pos. 21 Juli 2016. Hal 28

SURABAYA – Pengguna gadget tentu tidak asing dengan berbagai jenis casing. Baik softcase maupun hardcase. Kini muncul aksesori baru bernama livcase. Itu adalah casing handphone yang terbuat dari bahan – bahan alami.

Misalnya, livcase karya Isahito Narhatan. Mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) itu membuat livcase berbahan dasar limbah rotan. Kemarin (20/7) livcase karya Isahito dipamerkan di selasar Gedung International Village Ubaya.

Mahasiswa fakultas industry kreatif (FIK) angkatan 2011 itu mengungkapkan ide membuat livcase berawal dari keresahan melihat banyak limbah rotan. Biasanya limbah rotan dibiarkan begitu saja. Jika sudah menumpuk, limnah rotan hanya dibakar. “padahal, serat – serat rotan bagus. Jika diolah dengan benar, rotan bisa menjadi barang bernilai rupiah,” katanya.

Karena itu, dia mulai meneliti struktur – struktur rotan. Bahkan, Isahito juga mencari banyak referensi tentang tingkat kekuatan rotan apabila dijadikan casing handphone.

Meski terbuat dari limbah rotan, Isahito menjamin bahwa livcase karyanya tidak hanya menjadi aksesoris handphone. Tapi, livcase juga mampu melindungi handphone dari goresan. ”ketika jatuh ke lantai, livcase tidak akan pecah,” ujar Isahito.

 

Sumber: Jawa Pos 21 Juli 2016

Working Space Apik dan Unik

Working Space Apik dan Unik.Bisnis Indonesia Weekend.23 Oktober 2016.Hal.14

Bekerja di rumah telah menjadi hal yang jamak di era modern saat ini. Orang – orang yang memilih pekerjaan sebagai freelancer menggunakan rumah sekaligus sebagai kantor. Tidak mengherankan jika sekarang ini banyak rumah yang memiliki working space atau ruang kerja yang tidak kalah dengan desain ruang kerja di kantor.

Tidak mengherankan jika sekarang ini banyak rumah yang memiliki working space atau ruang kerja yang tidak kalah dengan desain ruang kerja di kantor.

Namun, saat anda ingin membuat ruang kerja di dalam hunian, jangan pernah lupa kenyamanan dan aspek teknis yang harus dipenuhi.

Desainer interior Dimas Iman Suryono mengatakan untuk membuat ruang kerja dalam hunian harus memperhatikan terlebih dahulu latar belakang profesi si pemilik rumah.

Hal ini perlu dilakukan untuk mengetahui kebutuhan dan fasilitas penunjang pekerjaan sang pemilik. Dimas mencontohkan seorang desainer interior memerlukan meja yang lebih besar untuk menunjang pekerjaannya. Sebab kerja desainer senantiasa menggunakan kertas gambar yang lebih besar untuk menggambar sebuah rancangannya.

“idealnya ruang kerja rumah itu berdekatan dengan area yang perlu privasi seperti akmar tidur. Alasannya untuk mendapatkan ketenangan dan focus dalam menyelesaikan pekerjaannya,” ujar pemilik studio Imanoo tersebut.

Selain pemilihan ruangan, hal yang perlu diperhatikan adalah luas ruang kerja di dalam rumah. Dimas mengatakan hal itu dapat dirujuk dari kebutuhan si pemilik rumah.

Yang terpenting adalah ruangan yang dipilih harus dapat menampung kebutuhan dasar tempat bekerja seperti satu buah meja kerja, kursi kerja, cabinet penyimpanan, dan side table. “semua itu adalah keperluan dasar untuk sebuah ruang kerja”

Peletakkan perabotan di dalam ruang kerja ternyata perlu cara tersendiri. Moisalnya, peletakkan rak atau lemari buku. Biasanya perabotan ini diletakkan di belakang kursi kerja sehingga mudah dijangkau penggunanya. Penggunaan kursi model putar seringkali menjadi pilihan Karena sangat praktis.

 

PENCAHAAN

Dimas menambahkan untuk memberikan pencahayaan maksimal dalam ruang kerja, pemilik rumah dapat membuat jendela. Fungsi jendela selain memberikan cahaya matahari masuk dalam ruangan, juga membuat sirkulasi udara yang baik.

Dimas mengatakan meja tempat bekerja dapat ditempatkan menghadap jendela. Ada baiknya jika pemandangan di luar jendela berupa taman atau pemandangan yang bagus agar pengguna ruang kerja lebih nyaman. “kalau berada di samping jendela, si pengguna tentu akan lebih focus pada pekerjaannya.”

Dia menyarankan jika pemandangan di luar menghadap ke taman maka lebih baik jika ukuran jendela lebih besar.

Benda lainnya yang juga tidak boleh luput dalam ruang kerja ini adalah lampu kerja untuk membantu focus penglihatan. Meski sudah ada lampu utama, tetapi masih diperlukan lampu tersebut Karena lampu utama memiliki keterbatasan pencahayaan.

Terkait penggunaan warna dalam ruangan, pemilik ruangan dapat memilih cat berwarna cerah. Misalnya, warba merah dan turunannya, dapat diaplikasikan pada satu sisi dinding. Secara psikologis warna merah dapat memicu semangat. Namun, warna merah tidak dapat digunakan di empat sisi dinsing, Karena akan terlihat dominan.

Khusus peletakan barang pajangan, hendaknya anda tidak terlalu banyak menaruh pernak – Pernik diatas meja agar tidak memecah konsentrasi. Pilih satu atau dua pajangan yang dianggap bagus dengan ukuran tidak terlalu besar, dna berwarna tidak terlalu mencolok.

 

SUMBER : BISNIS INDONESIA WEEKEND 23 oktober 2016

Gaun-gaun Seindah Mimpi

Gaun-Gaun Seindah Mimpi. Jawa Pos. 12 Oktober 2016.Hal.36

Dari Peragaan Busana Le Reve

Surabaya, Gaun-gaun pesta indah baik dinegeri dongeng diperagakan dengan cantik oleh model-model cilik diatas catwalk. Pergelaran peragaan busana bertajuk le reve tersebut berlangsung di ballroom hotel Sheraton pada senin malam (10/10). Le reve berasal dari bahasa prancis yang berarti mimpi. Gaun-gaun tersebut memang terinspirasi dari mimpi. Ada 80 koleksi yang ditampilkan di catwalk, le reve dipilih menjadi inspirasi koleksi tren 2017 oleh Cheryl kids fashion. Peragaan busana malam itu juga menjadi perayaan 10 tahun lini busana untuk anak-anak tersebut. “Saya ingin menanamkan pada anak-anak supaya berani untuk bermimpi dan mewujudkannya,”ucap Florence Cheryl Chandra 26, owner sekaligus desainer.

Gaun-gaun yang diperkanalkan di Indonesia warna emas. Konsep fashion show pu dikemas seperti pertunjukkan musical. Model-model cilik tak hanya memperagakan busana, tapi juga acting dan menari. Cerita berawal dari anak-anak yang sedang tidur, kemudian bermimpi menemukan sebuah pintu. Mereka lalu membuka pintu itu dan masuk ke alam mimpi. Mimpi mereka adalah menjadi balerina. Fashion show dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama menampilkan koleksi Elf Series. Gaun didominasi warna-warna soft dengan detail daun, bunga, dan border. Gaun yang terinspirasi dari pakaian tidur anak-anak eropa itu juga dilengkapi topi dengan senada.

Koleksi selanjutnya adalah petite ballerina series yang diperagakan dengan ceria oleh para model. Gaun menggunakan bahan tulle, lace dan detail border bermotif ukiran yang dilapisi benang emas dan manik-manik. “Saya mengutamakan desain elegan dengan cutting simple,”tambah sang desainer yang memulai karir sejak 2006 itu. Sementara itu koleksi utama le reve adalah enchanted palais yang dikenakan para model yang menari-nari bak ballerina. Busana tersebut melambangkan sebuah akhir dari mimpi yang indah. Detail border emas dengan taburan mutiara manik-manik dab Swarovski menjadikan gaun seharga Rp 14,5 juta itu sangat indah.

Jennifer Fukuhara 12 adalah model cilik yang mengenakan gaun sepanjang 1.5 meter tersebut. Jennifer menjadi “puncak” acara malam itu. Dia berjalan di catwalk dengan gaun tersebut di akhir acara. Pergelaran fashion show itu ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para undangan yang terdiri atas fashion addict, sosialita dan tokoh di bidang fashion seperti aryani widagdo.

Tips memilih busana anak

  • Izinkan anak memegang baju untuk menilai kenyamanan
  • Pilih bahan yang menyerap keringat dan tidak panas
  • Biarkan anak memilih sendiri model baju yang diinginkan
  • Untuk warna, anak-anak lebih cocok mengenakan warna-warna pastel
  • Jika bunda ingin tampil kembar dengan buah hati, jangan paksa mereka menggunakan warna untuk orang dewasa seperti hitam, merah tua, dan ungu tua. Triknya padukan warna-warna tersebut dengan warna pastel

Tidak semua model baju dewasa cocok dibuat ke versi anak/mini. Jadi tetap sesuaikan model baju dengan usia anak.

Sumber: Jawa-Pos.-12-Oktober-2016.Hal_.36

 

Percantik Dapur dengan Daur Ulang Perabot

Percantik Dapur dengan Daur Ulang Perabot. Kompas. 22 Agustus 2016. Hal 24

Banyak orang sengaja menata ulang rumah untuk mengganti suasana. Sayangnya, tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk menata ulang rumah. Jika saja anda mau berkreasi, pengeluaran uang yang banyak bisa dicegah dengan mendaur ulang barang bekas.

 

Untuk menata ulang bagian dapur, misalnya, Anda bisa menggunakan botol selai yang sudah tidak terpakai. Pada botol yang biasanya terbuat dari kaca dan memiliki tutup yang rapat, Anda bisa menggunakannya kembali sebagai tempat bumbu dapur yang kering seperti biji pala atau lada. Caranya cukup mudah, cucilah bersih botol dan lepaskan stikernya dengan cara direndam di dalam air sabun. Setelah bersih, keringkan. Bila perlu, hiasilah botol dengan gambar dan motif yang unik. Selain itu, anda bisa memberi label sesuai dengan bumbu yang disimpan.

Besek bambu sisa acara selamatan atau bekas kukusan dimsum juga bisa dimanfaatkan untuk tempat bawang merah dan bawang putih. Bahkan, lazy susan yang jarang dipakai pun bisa berguna jika anda tempatkan di dalam lemari. Benda ini berguna Karena bisa memudahkan anda mengambil barang – barang yang disimpan di bagian dalam lemari dengan cara memutar permukaan lazy susan.

Talenan kayu yang sudah using pun bisa berguan sebagai tempat resep andalan. Caranya, lukis permukaan talenan semenarik mungkin dengan gambar atau motif yang menatrik. Setelah itu berilah paku pada bagian tengah untuk menempelkan koleksi resep yang dicetak dari berbagai laman andalan. Setelah itu, gantung talenan resep tersebut di salah satu sisi dinding yang mudah dilihat.

Botol – botol kaca bekas tempat sirup atau kecap juga bisa di daur ulang menjadi vas bunga yang cantic. Setelah anda bersihkan dan keringkan, cat botol kaca tersebut dengan warna – warna favorit anda. Setelah jadi, anda bisa meletakkan sekuntum mawar dari suami tersayang dalam “vas” tersebut.

Saat membersihkan dapur, pastikan anda bisa menggunakan keambali barang – barang tersebut menjadi benda yang lebih berguna. Selain unik, kreativitas anda akan membuat dapur memiliki dan menicirikan karakter pribadi anda. Dengan mendaur ulang perabot dapur, anda ikut menjaga lingkungan. Selamat mencoba !

 

SUMBER : Kompas 22 Agustus 2016

Kafe Kayu Rasa Homey

Kafe Kayu  Rasa Homey. Jawa Pos.4 Februari 2016. Hal. 36

SURABAYA-Tidak perlu bingung memilih tempat nongkrong. Banyak pilihan kafe dengan beragam konsep di metropolis. Setelah booming konsep coffee speciality dan industrial dining, saat ini sedang di sukai kafe dengan konsep homey.

Menurut Levin Juned Soediarto, 24, salah seorang pemilik kafe, banyak konsep yang diusung pengusaha kafe. Dia memilih nuansa natural dengan kayu-kayu berwarna cokelat. Mulai dinding ruangan sampai interior ruangan. Bahkan, dia membuat ornamen perapian di tengah-tengah kafenya. “ini seperti tempat peristirahatan para pemburu di wilayah dingin,” ujar pria yang juga usaha properti itu.

Tidak sekedar menyajikan beraneka kopi, “rumah kayu” di Surabaya Barat tersebut juga menyediakan makanan yang mengenyangkan. “Soalnya, sekarang jarang coffee specialty yang menyajikan makanan berat,” tambahannya.

Selain levin, ada Yohanes Bertonoadi, 35, owner kafe yang juga menonjolkan penggunaan kayu. Sebagai ciri khas, dia memadukan furnitur dari white oak wood dengan dinding kafe berwarna putih. Kafenya pun berkesan homey dan elegan. “Bukan sekedar kafe, ini juga rumah kami,” ungkap pria yang akrab disapa Berto tersebut.

Selain white oak wood, di bagian atas terdapat kayu-kayu dari bekas rel dan jembatan yang langsung di datangkan dari Jepara. Selain menjadi bagian arsitektur, kayu berukuran besar itu memunculkan kesan klasik.

Karpet pemanis ruangan juga menghiasi lantai dari kafe milik Berto. Karpet tersebut sengaja di datangkan langsung dari Turki, Persia, Iran, dan Afghanistan. “Umur karpetnya adalah yang sudah 18 tahun bahkan 40 tahun,” jelasnya.

Kfe yang di kelola Berto dan istrinya, Caecillia Herawati, itu di lengkapi aneka buku traveling dan fotografi. Buku-buku tersebut tertata rapi di lantai 2. Banyak buku menarik di rak dari white oak wood tersebut. Antara lain, The Giving Tree karya Shel Silverstein, History of God karya Kren Amstrong, 180 South, dan Cabin Porn.

Selain itu terdapat majalah lifestyle seperti Monocle kinfolk, Frankie, serta Magnum. Pengujung di persilahkan menikmati koleksi langka kepunyaan itu. “Terkadang nyesek juga sih kalau ada buku yang kena minuman atau gak sengaja sobek,” tuturnya.

Sajian di kafe yang juga teletak di Surabaya Barat itu terbilang lengkap dengan resep rumahan. “Kami tidak ingin pengunjung datang hanya untuk selfie, tapi juga enjoy dengan minuman dan makanan yang di pesan,” tambah Hera, sapaan Cacecillia Herawati

 

 

JC Lib-Collect

Jawa Pos

Kamis 4 Februari 2016