Perencanaan Keuangan Ala Drakor The Word of The World of the Married

 

Dari nama nya saja, sudah terlihat bahwa drama Korea yang satu ini mengangkat kisah kehidupan dalam pernikahan. Drama Korea The World of The Married atau yang biasa dijuluki (TWOTM) oleh para pecinta drakor ini ini sukses membuat penonton emosi dan penasaran dengan alur ceritanya. Konflik keluarga yang terjadi dalam drama ini diakibatkan oleh perselingkuhan. Perselingkuhan yang dilakukan Lee Tae Oh (Park Hae Joon) dengan Yeo Da Kyung (Han So Hee), suami dari Ji Sun Woo (Kim Hee Ae) semakin panas di setiap harinya. Selain itu, perselingkuhan yang tidak hanya terjadi di satu keluarga saja, membuat drama ini semakin kompleks dan menarik. Adanya perselingkuhan dalam drama ini ternyata diakibatkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah masalah mengenai finansial dalam keluarga. Ada beberapa hal mengenai pengelolaan maupun perencanaan finansial dalam keluarga yang bisa diambil dari drama ini.

 

Komunikasi mengenai keuangan dalam rumah tangga sangat penting

Tentunya sangat penting untuk melakukan komunikasi mengenai keuangan dalam keluarga atau rumah tangga. Biarpun sama-sama memiliki penghasilan, komunikasi mengenai kondisi keuangan masing-masing sangat penting untuk mengetahui keadaan finansial pasangan. Jika ada sesuatu yang perlu untuk di bicarakan atau pasangan sedang membutuhkan bantuan, maka pasangan bisa saling membantu. Dengan begitu, tidak ada rasa minder, rasa curiga, atau malah membuat pasangan mencari jalan yang salah hingga berselingkuh hanya untuk mendapatkan bantuan finansial seperti di drama TWOTM.

 

Menentukan pemegang atau pengelola keuangan dalam rumah tangga

Dalam sebuah keluarga atau rumah tangga, tentunya masalah finansial merupakan masalah yang sensitif. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya perlu manajemen yang baik. Meskipun kedua pasangan memiliki penghasilan masing-masing, tetap saja perlu untuk menentukan siapa yang mengelola keuangan dan membuat perencanaan budget dan siapa yang menjadi eksekutor nya. Dalam penentuan hal ini, pasangan harus mampu untuk saling berdiskusi. Dengan begitu, pasangan bisa sama-sama saling terbuka, tidak egois atau merasa paling berkuasa, dan tidak sembarangan dalam menggunakan uang.

 

Menentukan tujuan keuangan

Melakukan sesuatu tanpa tujuan tentu bukan hal baik bukan? Itulah mengapa dalam pengelolaan keuangan perlu tujuan berdasarkan kesepakatan bersama. Tujuan diperlukan untuk bisa membuat pembagian perencanaan keuangan yang tepat. Tanpa tujuan, keuangan dalam keluarga tidak bisa dikelola dengan baik. Tujuan ini bisa di sesuaikan dengan kebutuhan keluarga. Biasanya mengenai kebutuhan anak, kebutuhan asuransi, maupun investasi.

 

Melakukan finansial check-up

Penggunaan keuangan dalam rumah tangga pastinya perlu untuk di cek kembali dan di evaluasi. Finansial check-up ini bisa dilakukan setiap bulan, atau dalam setahun, tergantung kesepakatan bersama pasangan. Dengan demikian, jika ada sesuatu yang salah dapat segera di evaluasi. Hal ini juga berguna untuk menghindari kecurigaan dan meminimalisir adanya kecurangan dalam finansial keluarga yang dilakukan oleh pasangan. Apalagi jika memiliki tabungan bersama yang sudah di rencanakan untuk suatu kepentingan. Dengan adanya finansial check-up ini, pasangan juga akan saling berhati hati dan lebih terbuka soal keuangan keluarga.

 

Beberapa perencanaan keuangan yang sudah dilakukan oleh keluarga terkadang juga akan mengalami beberapa masalah. Yang paling penting adalah, komunikasi, keterbukaan, rasa saling mengerti dan komitmen yang kuat dalam diri masing-masing pasangan. Tanpa didasari hal-hal tersebut, besar kemungkinan masalah finansial akan mengarah pada kerusakan hubungan yang lebih parah pada setiap pasangan atau keluarga.

Fenomena BTS Meal

Gengs, baru aja kemarin suatu fenomena megguncangkan jagad maya! Tepatnya, 9 Juni 2021 lalu, peluncuran BTS Meal di McDonald’s di Indonesia menjadi hari pusat dari perhatian para netizen Korea Selatan. Meskipun McD Indonesia tidak menyediakan menu makanan, hal ini tidak menghalangi tantara BTS untuk mendapatkan BTS Meal.

Army, sebutan para penggemar boyband tersebut sudah menyiapkan segala cara untuk bisa memesan BTS meal melalui hotline, drive-thru, atau pengiriman online. Ojek online tersebar banyak di seluruh gerai McD di Indonesia. Bahkan nih ya, pengemudi harus mengantri selama beberapa jam untuk menunggu makanan BTSxMcD ini! Mereka mengaku harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan menu yang dipesan pelanggan, yaitu BTS Meal. Bahkan, beberapa orang pulang dengan tangan hampa karena parselnya sudah habis atau tokonya tutup.

Bang ojol nya kasihan ya panas-panasan gitu ngantri…

Etitsss! tunggu dulu, di balik ini ada gerakan sosial yang menyasar para pengemudi ojek online loh.. Army Indonesia mengajak para penggemar BTS untuk berdonasi kepada pengemudi yang membeli dan mengantarkan BTS Meal. Dalam dua hari, Selasa (08/06) lalu, total yang terkumpul mencapai Rp 235 juta!

Kerumunan itu menyebabkan puluhan gerai McDonald’s di Indonesia tutup sementara gengs! Menurut beberapa laporan media, 20 outlet media di Jakarta ditutup sementara dan 12 menerima sanksi tertulis. Empat cabang McDonald ditutup di Semarang, Jawa Tengah, lalu tiga cabang di Kota Bandung, Jawa Barat, Kota Surabaya, Jawa Timur, dan wilayah lainnya.

Sampai kapan ya BTS Meal tersedia?

Nah, ada berita bagus nih gengs! Buat kamu yang belum kebagian BTS Meal kemarin, manajemen McD Indonesia mengatakan BTS Meal tidak akan dijual hanya pada 9 Juni 2021. Yeayy masih ada kesempatan dong buat kamu-kamu yang belum kedapetan, hihi… Tapi, manajemen belum bisa menentukan berapa lama BTS Meal akan dijual

Buat kamu yang belum tahu apa saja menu dari BTS Mels, sini Mimin kasih tahu…

Menu BTS Meals termasuk sembilan nugget emas, minuman sedang, kentang goreng sedang dan dua saus spesial, saus manis cabai dan saus cajun. Harga menu ini Rp 50.000. Selain penutupan banyak gerai, fenomena lainnya adalah jumlah kantong kertas kemasan BTS Meals yang dijual melalui e-commerce melebihi harga makanan kemasan BTS Meals.

Antusiasme masyarakat yang besar terhadap BTS Meal membuat harga melambung tinggi. Dalam aplikasi jual beli online, harga BTS Meal berkisar antara 50.000 rupiah Indonesia hingga ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah. Dari aplikasi Tokopedia, beberapa akun menjual BTS Meal McD seharga 1 juta rupiah dan 1,5 juta rupiah. Ngeri benar ya… mereka mengambil kesempatan dalam kesempitan dalam menaikkan harga, sampai berkali kali lipat!

Melihat fenomena McD Indonesia di media sosial ini, netizen dari negara tempat BTS berada mengaku terpesona. Mereka mengomentari foto ojek online yang mengantri di McDonald’s di Indonesia selama pandemi virus corona. Banyak orang mengira ini seperti foto dalam adegan film. Benar-benar the power of army, hahah..

 

Daftar Pustaka

Hestin, Pernita (2021, Juni 10). Dianggap sebagai Pahlawan BTS Meal, ARMY Traktir Driver Ojol. Sindonews.com. Diakses pada https://lifestyle.sindonews.com/read/451448/185/dianggap-sebagai-pahlawan-bts-meal-army-traktir-driver-ojol-1623297996. 15 Juni 2021.

Lova, Cynthia (2021, Juni 10). Keseruan ARMY Berburu BTS Meal, Rela Tunggu Berjam-jam dan Bayar Lebih Mahal. Kompas.com. diakses pada https://www.kompas.com/hype/read/2021/06/10/090517666/keseruan-army-berburu-bts-meal-rela-tunggu-berjam-jam-dan-bayar-lebih-mahal. 15 Juni 2021.

Sari, Yenny (2021, Juni 7). ARMY!. BTS Meal Rilis 9 Juni di Indonesia, Ini info dan Cara belinya. Detik.com .diakses pada https://food.detik.com/info-kuliner/d-5596590/army-bts-meal-rilis-9-juni-di-indonesia-ini-info-dan-cara-belinya. 15 Juni 2021.

Supermarket Giant Tutup? Ini Alasannya!

Guys, udah denger berita terbaru belum? PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memutuskan untuk menutup seluruh cabangnya Giant di Indonesia mulai akhir Juli 2021, loh… Padalah nih ya, Giant telah menghiasi industri ritel Tanah Air sejak 2002. Artinya supermarket ini sudah berdiri di Indonesia selama 19 tahun! Cukup lama bukan?

Lantas, apa yang manjadi alasan penutupan gerai Giant?

Patrik Lindvall, Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk, mengatakan alasan utama penutupan gerai Giant adalah karena perusahaan akan fokus pada merek lain. Hal ini dilakukan untuk menindak lanjuti riset strategis seluruh lini bisnis. Menurutnya, PT Hero Supermarket akan fokus mengembangkan bisnis IKEA, Guardian dan Hero Supermarket ke depan.

Perusahaan akan mengubah hingga lima toko Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas pelanggan. Pada saat yang sama, cabang Giant lainnya akan ditutup pada akhir Juli 2021. Tidak hanya itu, Hero Group saat ini sedang merundingkan kemungkinan pengalihan kepemilikan banyak toko Giant kepada pihak ketiga.

Menurut laporan, tujuan Hero Supermarket adalah melipatgandakan jumlah toko IKEA dibandingkan tahun 2020 dalam dua tahun, dan membuka hingga 100 toko Guardian baru pada akhir tahun 2022.

PT Hero Supermarket Tbk (HERO), pemilik rantai ritel Giant, menjelaskan alasan penutupan gerai tersebut karena meningkatnya persaingan pangan di Indonesia, ditambah dengan adanya pandemi COVID-19 yang mempengaruhi operasional gerai dan perubahan perilaku belanja di masyarakat. Strategi bisnis ini digunakan sebagai bagian dari adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan perubahan tren pelanggan. Selain itu, langkah ini diambil sebagai tanggapan atas penurunan popularitas format hypermarket di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini juga terjadi di pasar global.

Namun dengan ditutupnya semua gerai Giant tersebut, bagaimana nasib para karyawannya ya?

Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk Diky Risbianto mengatakan, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan jumlah karyawan Giant yang terkena dampak penutupan seluruh gerai Giant. Namun, Diky mengaku sudah berkomunikasi dengan karyawan terkait penutupan gerai Giant. Ia juga memastikan bahwa setiap karyawan diperlakukan secara adil. Diky juga mengucapkan terima kasih kepada karyawan yang telah bekerja dengan baik selama ini. Karyawan Giant Store akan diberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Daftar Pustaka

Zain, Ikrom (2021, Mei 28). Sedikit Analisis Kejatuhan Giant dan Kejayaan Superindo dari Sisi Konsumen. Kompasiana.com. diakses pada Sedikit Analisis Kejatuhan Giant dan Kejayaan Superindo dari Sisi Konsumen Halaman 1 – Kompasiana.com. 6 Juni 2021.

Perdana, Hana (2021, Mei 21). Giant Tutup Seluruh Tokonya Mulai Juli 2021, 5 Gerai Berubah Jadi IKEA. Idntimes.com. diakses pada https://www.idntimes.com/business/economy/hana-adi-perdana-1/giant-tutup-seluruh-tokonya-mulai-juli-2021-5-gerai-berubah-jadi-ikea. 6 Juni 2021.

Sidik, Syahrizal (2021, Juni 4). Giant Tutup, Begini Ramalan Mencengangkan Fitch Ratings!. Cnbcindonesia.com. diakses pada https://www.cnbcindonesia.com/market/20210604143707-17-250639/giant-tutup-begini-ramalan-mencengangkan-fitch-ratings. 6 Juni 2021.

Using Credit Card Wisely

By Faradina Amanda

Kartu kredit memang mempermudah kita dalam urusan belanja tapi ibarat pisau bermata dua penggunaan kartu kredit yang nggak bijak justru bikin keuangan kita jadi berantakan!

  1. USE ONLY ONE CARD

Kita mungkin suka tergoda sama promo kartu kredit. Buy 1 get 1 di coffee shop dari kartu A, diskon tiket pesawat dari kartu B dan bikin kita ngerasa buth punya semua kartu biar untung. Padahal punya lebih dari 1 kartu kredit bikin kita terdorong buat belanja hal yang sebenernya nggak diperluin. Pilih kartu kredit yang bener-bener pas sama kebutuhan kita. Bukan Cuma sekedar promo, tapi juga brlaku bungan rendah.

  1. KNOW THE LIMIT

Biar lebh terknotrol, plih limit minimum yang sesuai sama uang jajan kita supaya pengeluaran dan pembayarannya lebih gampang diatur. Usahain buat nggak belanja mendekati limit yang disediain, karena ini justru bikin skor kredit kita di bank jadi jelek. Pake maksimal banget 70% dari limit yag disediain, jadi saat bayar juga nggak akan terasa berat.

  1. KEEP TRACK OUR SPENDING

Nyambung dari poin sebelumnya, kira jga harus rutin nge-track apa aja yang udah kita belanjain dengan credit card, supaya nggak besar pesak daripada tiang. Cut the unnecassry spend, dan evaluasi lagi tiap pengeluaran yang kita lakuin. We can also download some apps to help manage our expenses, misalnya Monefy atau Wallet.

  1. SHOPPING WITH PLAN

Punya kartu kredit juga bisa jadi ajang latihan buat belanja sesuai rencana. Tiap kali ke mall, selalu bikin list belanjaan yang mau kita eli, and stick to it. Jangan tadinya Cuma berencana beli sepatu Vnas yang ditaksir dari 2 bulan lau, malah merembet ke tas atau baju di Zara yang sama sekali nggak  kita rencanain, Cuma karna lagi sale atau modelnya lucu.

  1. IT’S BETTER TO PAY OFF

Tiap kali tagihan dateng di awal bulan, selalu bayar tagiahan yang ada dengan full dan selalu tepat waktu sebelum jatuh tempo. Walaupun kartu kredit ngasih keringan buat mencicil minimal 10% dari tagihan, tapi dengan ngebayar sepenuhnya kita nggak akan kena bungan berlipat-lipat dan punya dana yang utuh buat kita ake selanjutnya tanpa pusing mikiran cicilan sebelumnya.

  1. USE IT ONLY FOR AN EMERGENCY

Credit card will be so good if unexpected expenses arise, which are out of our control. In case pfemergencies, kita jadi punya cadangan uang yang bisa diandalakn. Well, a cup of Starvucks or a pair of nice shoes on sale do not constitute emergencies. Jadi usahain buat nggak terbiasa pake kartu kredit buat belanja rutin, atau beli barang yang nggak terencana.

 

Sumber: Gogirl!vol.153/oktober2017/financial.

Our Financial Mistakes and How to Fix it

Money can be a big problems if we don’t know how to mantain it. Kalo nggak dikurangin dari sekarang, these financial mistakes that we’ve made can seriously cost us in a long term!

LEND MONEY TOO OFTEN

Walaupun niatnya ngebantu orang-orag di sekitar kita, masalah yang timbul bisa lebih gede dibanding kalo kita nolak, mulai dari kelupaan atau nggak enakan buat nagih. At the end, we can loss of both the money and the relationship.

NO BUDGETING PLAN

Kita nggak terbiasa buat nentuin skala prioritas dalam nentuin pengeluaran. Tiap kali dapet uang jajan, keinginan buat ngabisinnya pun ikutan ninkat. Selain itu, banyak yang bikin budgeting plan pas-pasan dan nggak ngasih slot buat ‘emergency money’.

HAVE NO SAVINGS

Kalopun ada sisa uang, kita cenderung menyisihkan jumlah uang yang terlalu kecil buat ditabung dengan alasan nanti kebutuhan yang lain nggak akan cukup,- padahal ujung-ujungnya uang itu abis buat jajan dan belanja.

RECKLESS IN SPENDING MONEY

At one time or another, everyone has spent money frivolously. Karena selalu ngerasa ‘aman’ dari sisi finansial, kita jadi ngerasa bebas ngenguanin uang yang dipunya, yang sebenernya ngasih pengaruh jelek ke spending habit kita ke depannya.

 

FIX FINANCIAL MISTAKES

We made so many mistakes tapi belum terlambat kok buat memperbaiki financial habit kita jadi lebih bertanggung jawab.

  1. MAKE A BUDGETING PLANS EVERY MONTH

Bikin budgeting plans di awal bulan biar fixed expenses kita keliatan tiap bulannya, then evaluatin what work well and what’s not on the last month.

  1. START SAVING

Sisihin minimal 10% dari uang jajan kita setiap bulannya untuk ditabung. Kita bisa buka tabungan berjangkadi bank atau titip uangnya sama Mama.

  1. HAVE A PURPOSE AND VISION

Kita jadi punya bayangan yang jelas berapa yang harus kita kumpulin dan berpa yang bisa kita pake buat kebutuhan sehari-hari.

  1. DONT LET EMOTION PLAY YOUR DECISION-MAKING

Sebelum mutusin buat belanja sesuatu, pikirin baik-baik apa yang bikin kita harus beli. If it’s not that worth it, sayang uangnya kan?

 

 

Sumber: Gogirl!.vol153/oktober 2017/financial/hal 26-27

Menjadi harmoni peradaban dunia. Marketeers. Desember 2020 – Januari 2021. Hal. 92,93

Bertahan ditengah badai.Marketeers. Desember 2020-Januari 2021. Hal.52,53

Titanic vs Kapal Nabi Nuh.Tabloid Kontan.1 Februari – 7 Februari 2021. Hal.13

Hari-hari belakangan ini, investasi di pasar modal semakin bergairah. Peningkatan indeks harga saham gabungan yang cukup signifikan di awal tahun, membuat masyarakat awam yang tergiur melakukan transaksi surat berharga ini.

Kemudahan transaksi saham secara daring lewat aplikasi digital, membuat urusan jual beli saham menjadi sesederhana permainan jari-jemari. Apalagi, beberapa figure publik, mulai dari tokoh agama, selebritas dan anak pejabat tinggi, yang aktif berbicara mengenal urusan ini di media sosial, sambil memamerkan dan mempromosikan saham-saham tertentu. Sampai-sampai ada yang berani menyebut ulasan dan pandangan mereka dengan julukan X-mology atau Y-mology, mengacu kepada praktik bandamology dalam dunia pasar saham.

Antusiasme yang luar biasa ini, tak jarang membuat orang lupa diri dan ingin buru-buru mengeruk keuntungan dari jual beli kertas berharga ini. Bahkan, ada yang berani menggunakan hot money rumah tangga, seperti: uang belanja bulanan, modal persiapan nikah, hingga dana pinjaman online, untuk melakukan transaksi penuh risiko ini. Seolah-olah, dengan modal sedikit nyali, orang bisa menyulap uang recehan menjadi tumpukan harta dalam waktu seketika.

Saya jadi teringat cerita dari seorang sahabat fund manager yang sudah lama menggeluti bisnis semacam ini. Katanya, kalangan yang berhasil memetik sukses dari investasi seperti ini umumnya adalah orang-orang yang konservatif. Mereka bukanlah manusia-manusia sok pemberani yang membenamkan sebagian besar duitnya dalam perdagangan kertas berharga, sambil waswas memelototi papan indeks setiap hari. Mereka juga bukan kelompok high achiever yang ingin cepat kaya, sembari menertawakan potensi-potensi risiko yang bakal muncul. “High risk, high return. No risk, no return”, demikian kredo kawanan progresif ini.

Namun, mereka yang berhasil, justru adalah kelompok yang berniat melakukan investasi secara jangka panjang; bukannya pengharap rezeki nomplok dalam semalam.

Tidaklah mengherankan kalau para pemetik sukses investasi semacam ini adalah kaum pensiunan atau ibu rumah tangga biasa. Mereka adalah orang-orang yang terbiasa mengelola uangnya dengan seksama.

Para pensiunan tahu persis, jika uang pensiunannya dibelanjakan secara tak bertanggung jawab, kemuraman masa tua akan menghadang di depan. Sama halnya, para ibu rumah tangga biasa, juga mengerti bila uang tabungannya diatur dengan cara setengah berjudi, jangan-jangan anaknya tak bisa menyelesaikan sekolahnya secara pantas.

Selanjutnya, sang teman melukiskan sikap seksama dalam berinvestasi lewat cerita kuno berikut. Ia membandingkan narasi tentang perahu kayu Nabi Nuh dan kapal modern Titanic. Titanic adalah kapal supermewah yang dirancang para insinyur perkapalan terhebat pada awal abad modern. Titanic juga direkayasa dengan bantuan teknologi mutakhir dan menelan biaya jutaan dollar. Dengan gagah perkasa, kapal ini diklaim sebagai the unsikable ship alias kapal yang tak bisa tenggelam. Siang hari, Titanic terlihat seperti hotel berbintang lima kelas platinum. Pada malam hari, ia tampak laksana kawasan mewah yang mengapung penuh kerlap-kerlip.

Namun, sejarah akhirnya bercerita, dalam awal perjalanannya. Titanic sudah harus kandas membentur gunung es akibat amukan badai.

Hitungan cermat

Bagaimana dengan kapal Nabi Nuh? Ah, itu hanya kapal sederhana yang dibuat sekadarnya oleh tangan-tangan manusia. Tanpa campur tangan rekayasa teknologi, apalagi aplikasi arsitektur empat dimensi yang canggih. Bahannya pun hanya gelondongan kayu yang seadanya pula. Walaupun demikian, karena pesan Ilahi yang diterimanya, Nuh membuatnya dengan sabar, cermat, dan sekaligus penuh hikmat.

Hasilnya? Sungguh luar biasa. Kapal Nabi Nuh yang terisi penuh dengan anggota keluarga dan segenap hewan dapat bertahan kokoh menghadapi gejolak badai dan air bah. Tak tanggung-tanggung, hingga empat puluh hari empat puluh malam lamanya!

Titanic dibuat dengan semangat pamer dan unjuk kehebatan, sementara kapal Nabi Nuh dikerjakan dengan ketekunan dan penuh keseksamaan.

Sang teman fund manager menutup ceritanya dengan nasihat berikut. Katanya, pada hakekatnya, investasi adalah sebuah bisnis. Ada proses yang perlu ditempuh, bukan melulu hasil yang ngotot diburu. Perlu kesabaran, perhitungan, dan prudence.

Dalam bahasa Indonesia, prudence acapkali diterjemahkan sebagai sikap kehati-hatian. Tetapi, secara pribadi, saya lebih suka mengartikannya sebagai keseksamaan alias cermat dalam perhitungan.

Dan, jangan lupa, lakukan perhitungan pada waktu kita dalam keadaan yang sungguh-sungguh tenang. Mengapa? Karena pada saat sedang diliputi rasa antusiasme dan euphoria, orang hanya bisa melihat satu sisi dari investasi, yakni: potensi keuntungan. Padahal, yang namanya investasi saham, peluang untung dan buntung sama besarnya.

 

Oleh Ekuslie Goestiandi

Pengamat Manajemen dan Kepemimpinan

 

Sumber: Kontan, 1-7 Februari 2021

Telunjuk Mulai Mengarah ke Segmen Pasar Potensial. Kontan. 30 Januari 2021.Hal.8

Ratih Waseso Aji

Telunjuk.com, startup yang memberi informasi perbandingan harga ke pebisnis online, mulai merambah ke layanan informasi pasar. Hasilnya tergolong positif, dan kini mereka berupaya menambah fitur anyar lagi di platformnya.

Memanfaatkan peluang bisnis menjadi salah satu cara untuk bisa memperluas ekspansi bisnis. Langkah inilah yang dilakukan oleh startup Telunjuk.com.

Platform yang awalnya menyediakan layanan pembangding harga bagi para penjual online ini justru melihat peluang bisnis lainnya. Yakni, sebagai penyedia informasi soal data-data bisnis di pasar online yang bisa menjadi rujukan bagi pebisnis daring.

Layanan tersebut bernama Compas.co.id, yang meluncur Juni tahun lalu atau di tengah pandemi virus korona baru. Lewat fitur ini, pebisnis online bisa membaca gambaran pasar dari usahanya. Contoh, seberapa besar kue pasar online dan siapa saja pesaingnya.

“Lewat data yang tersaji juga bisa membuat segmen pasar baru, seperti seberapa besar market untuk produk minuman kopi satu liter, termasuk juga para pesaingnya,” kata Hanindia Narendrata, Chief Executive Officer dan Co-Founder Telunjuk.com, saat kunjungan virtual ke redaksi KONTAN, belum lama ini.

Tujuh bulan setelah peluncuran, kini Compas.co.id sudah memiliki tujuh klien yang menggunakan layanannya. Ketujuh klien itu adalah Abbott, Vita Flow, TP Link, PapaMama, Orami, Wyeth, dan Meadjohnson.

Saat ini, Compas.co.id masih fokus di kategori fast moving consumer goods (FMCG). Rencananya, di kuartal satu tahun ini, Compas.co.id akan mulai merambah kategori ponsel. Tujuannya, tentu saja untuk memperluas segmen pasar. Kemudian, di setiap kuartal mendatang, targetnya ialah ada tambahan kategori bidang bisnis lainnya.

Maklum, semakin banyak klien, tentu bakal membuat pundi-pundi Compas.com semakin bertambah banyak. Sebab, setiap klien yang memanfaatkan layanan data dari Compas.co.id bakal dikenakan biaya sekitar Rp 15 juta per bulan.

Hanya, untuk sementara, kontribusi pendapatan dari Compas.co.id memang belum signifikan ketimbang yang didapat dari Telunjuk.com. Namun, Hanindia berharap, secara perlahan kontribusi bisnis dari Compas.co.id bisa semakin signifikan.

Supaya target tercapai, fitur-fitur yang ada di Compas.co.id bakal terus dikembangkan. Misalnya, rencana membuat fitur price monitoring. Fitur ini bisa membantu pebisnis online memantau pergerakan harga dari para kompetitor.

Ada lagi fitur yang akan membantu penjual online melakukan audit kepada pihak ketiga yang membantu penjualan produknya secara daring. Jadi, si pemilik brand bisa mengecek kerja dari pihak ketiga tersebut.

Nah, dengan rencana bisnis itu, Hanindia menargetkan, bisa meraup 60% dari total 9.000 perusahaan FOMG di Indonesia yang sudah melaksanakan penjualan secara online. Supaya target tersebut tercapai, Telunjuk.com tengah menjajaki kerjasama dengan investor untuk bisa menginjeksi modal ke startup ini.

 

Sumber: Kontan, 30 Januari 2021

Self Leadership. Kompas. 30 Januari 2021.Hal.7

Seorang atasan mengeluhkan seorang manajer di bawahnya yang cerdas dan berprestasi bagus, tetapi tidak bisa melakukan bimbingan kepada anak buahnya. Ia memang melakukan koordinasi dan pemecahan masalah, tetapi tidak memberikan umpan balik yang membuat performa kerja anak buahnya berkembang menjadi lebih baik.

Dalam pembicaraan empat mata dengannya, tambak bahwa memberi masukan kepadanya pun tidak mudah. Semua masukan dari hasil assessment tentang kepribadiannya cenderung ia bantah dengan, “Kalau saya memang begini, kenapa? Apa saya harus berubah? Kalau tidak bisa, bagaimana?” atau “Ya, itu sudah saya lakukan. Saya sudah banyak berubah kok sekarang.”

Setiap manusia memang pasti memiliki kekurangan dan kelebihan, tetapi bisakah Anda membayangkan orang yang tetap begitu saja dan tidak mau mengembangkan diri? Di sinilah self leadership berperan. Orang sering berpikir untuk meningkatkan dan memperbaiki keterampilan leadershipnya, tetapi lupa bahwa leadership yang efektif didahului oleh self leadership. “Self-leadership is the practice of intentionally influencing your thinking, feeling, and actions towards your objectives” (Bryant and Kazan, 2012).

Walaupun studi mengenai kepemimpinan sudah lama dilakukan, self leadership tampaknya baru disebut pada 1983 oleh Charles Manz yang mendefinisikannya sebagai: “a comprehensive self-influence perspective that concerns leading oneself”. Peter Drucker juga mengatakan, sebelum seseorang menjadi chief, captain, atau CEO, ia harus menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dulu. Ia harus menentukan tujuan yang ingin ia raih dalam hidupnya, berusaha mencapainya, dan bertanggung jawab terhadap pencapainnya.

Mastering others is strength. Mastering yourself is true power,” -Lao Tzu

Banyak sekali yang merasa, latihan kepemimpinan sulit mendapatkan hasil yang terlihat signifikan dalam waktu singkat. Padahal, kepemimpinan ini masih bersifat eksternal. Apalagi self leadership yang lebih bersifat inner game. Individu yang ingin mengembangkan self leadershi-nya harus menyadari intensi, rasa percaya diri, dan keyakinan dirinya terlebih dahulu.

Intensi selalu mempertanyakan “mengapa” kepada diri sendiri. Mengapa saya mengambil tindakan ini atau mengapa saya berbicara seperti ini.

Self awareness berkenaan dengan menyadari intensi dan nilai-nilai yang kita anut, tentang apa yang membuat kita bergerak, terganggu, ataupun menarik diri.

Self confidence bersumber dari kesadaran akan kekuatan dan kelemahan kita sehingga sigap menyusun strategi pengembangan diri.

Self efficacy adalah keyakinan bahwa kita bisa menanggulangi apa pun rintangan yang menghalangi. Kemampuan untuk menerima dan menggarap umpan balik serta melihat efeknya terhadap pengembangan diri.

Bila inner game ini dijalankan dengan baik, kita akan mendapat dua kekuatan baru sekaligus dalam proses kepemimpinan. Influence sebagai hasil dari purpose yang jelas dan kita yakini betul. Kita dengan mudah menularkan semangat untuk berubah. Penguasaan self leadership kita akan membawa impact yang besar.

Komponen yang utama dalam memimpin diri sendiri adalah bagaimana kita melihat dan mengelola masalah. Individu dengan self leadership yang kuat, mampu mengambil tanggung jawab untuk memecahkan masalah. Seorang pemimpin tidak mungkin berharap orang lain yang memimpin pemecahan masalah. Ia sendiri yang harus mendorong kreativitas tim dalam berpikir kritis dan berkolaborasi.

3 pilihan “self leadership”

Mereka yang memiliki self leadership yang kuat akan mampu menyeimbangkan kebutuhan pribadinya dengan organisasi. Ada tiga pilihan yang dihadapi seorang pemimpin: pertama, melakukan dengan caranya, kedua melakukan sesuai dengan keinginan organisasi, dan ketiga mencari jalan agar kita dan organisasi berjalan berdampingan dan tumbuh bersama.

Dalam memimpin, ada saat-saat ketika tidak sejalan dengan situasi, pelanggan atau otoritas tertentu. Di sinilah pemimpin perlu menyinkronkan antara kehendak jati dirinya dan tuntutan eksternal.

Implementasi “self leadership”

Pernahkan kita melihat seorang pemimpin yang tetap tenang ketika krisis melanda, bahkan terus memimpin timnya menembus kesulitan? Seorang pemimpin harus mampu memimpin timnya dengan tujuan jangka pendek, panjang, bahkan dalam menghadapi krisis. Di sinilah self leadership berperan.

Ada beberapa strategi berikut ini, yang bisa dilakukan para self-leaders agar bisa sukses.

Perjelas nilai yang dijunjung tinggi. Kepemimpinan akan tergambar dari bagaimana kita berhubungan dengan kolega dan stakeholder lain serta bagaimana kita mengambil keputusan. Hal ini didasari oleh nilai dan prinsip yang kita pegang. Bila kita memahami nilai-nilai kita sendiri, kita akan semakin engage dan dapat mengirim pesan yang jelas pada para pengikut sehingga mereka tahu alasannya mengikuti kita.

Kembangkan “common language” dengan pengikut. Bila antara pemimpin dan pengikut tidak ada pemahaman yang sama, proses kemajuan yang diharapkan akan sulit terjadi.

Rancang kemenangan Anda. Menggerakkan tim tidak sama dengan menggerakkan diri sendiri. Karenanya, kita perlu membuat rencana detail menuju kemenangan, meninjaunya dari hari ke hari, agar pengikut juga bisa mengejarnya dengan derap yang sama. Kita juga perlu mengantisipasti tantangan yang mungkin muncul dalam perjalanannya dan bereaksi dengan bijak sesuai dengan nilai yang kita anut.

Dalam setiap kepemimpinan, self awareness yang kuat dan kemampuan memanfaatkan pengetahuan tentang diri sendiri ini akan membuat kita menjadi pemimpin yang kuat. Empowerment is a concept; sel-leaderhip is what makes it work. Empowerment can’t exist, won’t work and is meaningless without self leaders – people who passes the ability, energy and determination to accept responbility for success in their work-related role.

EILEEN RACHMAN & EMILIA JAKOB

EXPERD

HR CONSULTANT/KONSULTAN SDM

 

 

Sumber: Kompas, 30 Januari 2021