Butuh Intens dan Solid. Surya 16 Februari 2020. Hal.3,4. Stefani Virlia. Psychology

PERILAKU perundungan atau bullying masih saja terjadi. Tak hanya dilakukan orang dewasa, bahkan usia anak-anak dan dewasa seringkali mendapatkan perilaku perundungan.

Hal ini menjadi perhatian dosen Psikologi Univeritas Ciputra (UC), Stefani Virlia. Perempuan kelahiran Jakarta, 15 September 1988 ini menjelaskan beberapa kasus perundungan yang melibatkan anak-anak atau remaja berstatus pelajar harusnya membutuhkan kerja sama intens dan solid dari sekolah dan keluarga agar kasus itu tidak terjadi.

“Banyak faktor yang mendukung perilaku itu. Salah satu di antaranya lingkungan dan tontonan berbau kekerasan,” ujar wanita yang mendalami Psikologi Klinis ini.

Selain itu, budaya ospek di jenjang SMP, SMA hingga perkuliahan yang berbau kekerasan dan instruksi punishment juga menjadi salah satu penyebabnya. “Makanya perlu konseling dalam bentuk modifikasi perilaku bagi pelaku perundungan.” Tutur Stefani.

Batasi kontak

Ia melihat korban perudungan sulit untuk bersuara dan cenderung menutup diri. Karena biasanya korban mengalami ini berkali-kali. Ini bisa menimbulkan depresi pada korban yang juga mempengaruhi perilakunya.

“Dalam kondisi seperti itu, orangtua, guru dan teman terdekat harusnya bisa menangkap signal perubahan perilaku korban,” papar wanita yang juga Kepala Program Studi Psikologi UC.

Karena orang depresi, lanjut Stefani, biasanya membatasi kontak dan menganggap dirinya tidak berharga. Paling buruk, dampaknya bisa berakibat pada bunuh diri.

“Sehingga, jika sudah mengalami hal itu korban butuh pemulihan trauma. Karena bisa jadi mereka tidak mau sekolah lagi karena takut dan cemas,” ungkap Stefani.

Ia menyebut, salah satu pencegahannya, pendidikan karakter yang harus diterapkan sejak usia dini atau sejak mereka mampu mengidentifikasi perilaku benar dan salah (ovi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *