Bisa Refleksikan Mood atau Personality. Surya. 26 Agustus 2020.Hal.3. FDB

Setelah beberapa waktu berkutat dengan pandemi, masyarakat terpaksa dihadapkan pada kenyataan bahwa masker telah menjadi salah satu kebutuhan esensial yang tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berawal dari benda yang fungsional, kini masker sudah beralih menjadi benda yang fashionable. Masyarakat  kini cenderung membeli sebuah masker karena tertarik modelnya yang unik atau lucu.

Bisa dibilang kebanyakan orang menggunakan masker yang bisa merefleksikan mood atau bahkan personality mereka. Sehingga tidak heran jika sekarang masker dianggap salah satu fashion statement.

Kini, masyarakat dapat menjumpai berbagai macam masker dan banyak diantaranya yang memang unik, baik dari sisi desain, motif, bahan, penambahan detail hingga fungsional yang lain.

Biasanya masker itu, mereka produksi dengan mengikuti apa yang telah menjadi ciri khas dari brand. Semisal brand atau UKM biasa memproduksi baju baju batik atau lurik, maka mereka juga akan produksi masker dengan bahan yang sama.

Dengan ada berbagai macam bahan, desain dan motif masker, tentu setiap brand atau produsen masker akhirnya mempunyai segmentasi dan target market, sehingga dapat memenuhi keinginan pasar yang beragam.

Mengambil peluang dalam memproduksi masker, bisa dikatakan langkah tepat jika mereka bisa menampilkan keunikan atau nilai jual maskernya. Ada beberapa tip memilih masker yang fashionable. 

Pertama pilih yang sesuai gaya dan personality. Diperbolehkan menggunakan masker yang matching dengan baju, namun tidak terkesan terlalu ramai atau berlebihan.

Kedua perhitungkan sisi fungsionalnya sebagai pelindung, jadi masker dengan tiga lapis biasanya menjadi favorit.

Ketika memperhatikan penggunaan material yang nyaman sekaligus cek ukurannya.(zia)

 

Sumber: Surya. 26 Agustus 2020.Hal.3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *