Bisa Jaga Imun dan Berkesan Fresh_Houseplant Tren Baru selama Pandemi. Surya. 31 Agustus 2020. Hal.3. NNP

Houseplant Tren Baru selama Pandemi

 SURABAYA, SURYA Kegiatan menanam tanaman di dalam ruangan kini menjadi fenom&la tren yang dilakukan sebagian masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Lantaran, banyaknya aktivitas yang dilakukan di dalam rumah, selain untuk memenuhi gaya hidup sehat.

Mempercantik ruangan dengan tanaman, salah satunya dilakukan Ovin Dwi Yanani (38), di rumahnya yang berada di Bukit Palma Citraland Surabaya.

Perempuan kelahiran Malang ini mengaku, menekuni kegiatan tanam-menanam indoor ini sejak PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berlaku di Surabaya.

“Kami sekeluarga lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Karena itu, saya mempunyai ide untuk membeli beberapa tanaman indoor dan hiasan ala Bali agar keluarga saya betah dan merasa suasana seperti vila di Bali gitu,” kata Ovin, Minggu (30/8).

Berbagai jenis tanaman terlihat memenuhi ruangan rumahnya. Tanaman yang dipilih dan dirawat ibu satu anak ini; seperti paku pedang; paku sarang burung sirih gading, monstera, dan aglonema, yang diletakkan di sudut-sudut ruangan, di atas meja, dan di lemari hias.

“Saya memilih tanaman ini karena berdaun lebar dan berwarna hijau, sehingga memberl kesanfresh terlebih saat pandemi,” ujar Career Center Officer di Universitas Ciputra Surabaya.

Ovin mengungkapkan, dirinya bersama suami, lebih banyak bekerja di depan laptop, disamping memang cenderung menyukai tanaman daun-daunan dari pada tanaman bunga.

Perempuan berzodiak Capricorn ini begitu memperhitungkan kontras warna tanaman dan backgrourid dalam memilih tanaman yang akan dipajang.

“Pemilihan pot berwarna senada dengan dinding ruangan yang berwarna hitam, akan membuat warna hijau daun akan lebih terlihat, sehingga efek relaks di mata akan lebih terasa,” ujarnya.

Selain untuk dekorasi, Ovin berharap, tanaman yang ia rawat ini dapat menjadi alternatif untuk menjaga sistem kekebalan tubuh keluarganya.

“Saya ingin memperbaild kualitas udara karena senyawa yang dikeluarkan tanaman membantu melawan polutan di udara, sehingga sehat untuk kami sekeluarga bernapas,” katanya.

Tak hanya itu, Ovin juga percaya memefihara tanaman indoor sebagai cara untuk meningkatkan kekebalan tubuh. ”Senyawa dari tanaman bisa membantu mengurangi stres dan lebih rileks, ini akan bermanfaat menjaga sistem imun keluarga saya,” pungkasnya.

Tak merepotkan

Aktivitas serupa juga dilakukan Evilia Rosanti Yanuar Rizka (32), di rumahnya di daerah Kutisari. Tanaman sirlh gading, pandan, beras rumpah hingga monstera, menghiasi beberapa ruangan di rumahnya. Kesan hijau dan sejuk akhimya menjadi ciri dekorasi rumahnya, disamping kesan shabby chic.

             Sejak komunitas homedekor yang ia ikuti mulai memasuldmn tanaman di dalam rumah dan houseplant menjadi tren, ia pun mulai inerawat tanaman di dalam rumah.

             “Pingin yang seger-seger di dalam rumah. Karena nggak ahli nanam, jadi yang gampang-gampang yang saya tanam,” urainya.

Evi pun mencoba metode menanam menggunakan air untuk sejumlah tanaman. Sehingga, kesan bersih juga nampak di rumahnya. “Milihnya yang tumbuh dulu, belum mikir bentuknya bagaimana,” ujarnya.

Selain jenis tanaman yang bisa menambah kesan dekoratif, ia juga memanfaatkan variasi pot untuk dekorasi.

“Tanaman sebagian dikasih ibu, kalau beli malah mati. Ini dikasih teman monstera, barter dengan hasil kerajinan saya. Yang modal, ya beli potnya,” paparnya.

Bagi Evi, merawat tanaman di dalam rumah tidak begitu merepotkan. Ia memilih ruangan yang masih mendapat sinar matahari untuk menempatkan tanaman, seperti di ruang tamu dan di ruang bermain.

“Karena masih kena matahari jadi tidak perlu geser tanaman terus-terusan. Paling seminggu sekali jemurnya,” ungkap ibu dua anak ini.

Beberapa tanaman juga di rolling dengan yang di luar rumah. Tetapi, tidak sembarangan tanaman yang dipilih karena juga butuh adaptasi.

“Saya rutin ngelap daun tanaman karena berdebu. Ada anak-anak ya tantangan sendiri, awalnya sering disobeki atau ditarik daunqya. Tetapi setelah dikasih tahu ya ngerti,” ungkap Evi.

Kini, ia makin semangat karena komunitasnya kadang mengambil tema tanaman di dalam rumah untuk difoto dan berbagi di sosial media. Mulai tema tanaman di kamar mandi, di ruang tamu atau tema lain. (zia/ovi)

 

 

Sumber: Surya. 31 Agustus 2020. Hal. 3

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *