bertahan ditengah badai.marketeers.desember2020.januari.2021.hal.52.53

Meski terlihat menjadi sektor yang sedang naik daun karena pandemi Covid-19, sektor telekomunikasi justru termasuk sektor yang paling terdampak. Para pemain di sektor ini pun berusaha melakukan berbagai strategi untuk bertahan. XL Axiata sebagai salah satu pemain mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Oleh Estu Dian Maranti

Selama sembilan bulan pertama tahun 2020, PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mencatat peningkatan pendapatan atau service revenue sebesar Rp 18,3 triliun. Pencapaian tersebut meningkat 8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terhadap total pendapatan layanan perusahaan juga meningkat menjadi sebesar 92%.

Perusahaan telekomunikasi ini juga berhasil meraih EBITDA sebesar Rp 9,9 triliun atau meningkat sebesar 34% secara tahunan. Sementara, secara kuartal, pada periode kuartal ketiga tahun 2020, EBITDA perusahaan berhasil tumbuh 3% dari kuartal sebelumnya, dengan laba bersih setelah pajak mencapai Rp 331 miliar.

Adalah Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk yang berhasil membawa perusahaan meraih pertumbuhan positif di tengah tantangan yang begitu berat. Dian menuturkan, slogan perusahaan yang berbunyi Never Waste a Good Crisis membuat XL Axiata dapat bertahan dan punya performa mengkilap. Namun, tidak dapat dipungkiri, perusahaan perilaku konsumen menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan.

“Saya dan semua orang di XL Axiata percaya di balik krisis pasti terdapat peluang. Meski di tengah badai dan tantangan, kami berusaha mengambil peluang yang ada untuk dapat memberikan yang terbaik bagi pelanggan,” kata Dian.

Dampak Covid-19 pada perekonomian membuat daya beli masyarakat menurun. Ini berakibat masyarakat menerapkan skala prioritas ketika melakukan pembelian. Turunnya daya beli masyarakat tersebut juga berdampak pada kompetisi di industry operator seluler yang semakin ketat.

“Karena daya beli menurun, semua operator justru berlomba menawarkan produk dengan harga lebih terjangkau yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Melihat hal tersebut, XL Axiata berusaha keras mempertahankan kinerja dengan mendorong penjualan dan melakukan efisiensi di semua lini bisnis,” ujar Dian.

Beberapa inovasi pun dilakukan oleh Dian untuk mempertahankan kinerja perusahaan. Pada inovasi produk, XL Axiata memberikan penawaran, seperti fitur XTRA Unlimited Turbo dan Unlimited 1 jam untuk pelanggan layanan prabayar XL, paket Edupack untuk pelanggan AXIS, dan myPRIO x Unlimited untuk pelanggan pascabayar Prioritas.

Semua produk disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Dian mengaku, perusahaannya memanfaatkan teknologi seperti Information Technology (IT), Artificial Intelligence (AI), dan data analytics untuk mengidentifikasi apa saja kebutuhan setiap segmen pelanggan terhadap layanan telekomunikasi dan data.

“Melalui pemanfaatan teknologi, perusahaan dapat membuat produk layanan terbaru yang memang dibutuhkan oleh setiap segmen pelanggan. Selain itu, penawaran produk juga bisa lebih terarah sesuai dengan karakter konsumen,” kata Dian.

Selain menawarkan produk, XL Axiata juga berinovasi dari sisi customer service. Saat ini, masyarakat lebih menyukai berkomunikasi melalui digital. Melihat ini, XL Axiata membenahi digital touch point mereka, termasuk di aplikasi myXL dan AXISnet untuk operator AXIS. Harapannya, mereka dapat meningkatkan customer experience sehingga loyalitas konsumen terjaga.

Peluang lainnya yang diambil adalah memperbaiki operasi bisnis di dalam perusahaan, contohnya seperti pada network operation. Adanya Covid-19 membuat perubahan dan inovasi di operation center harus dapat dilakukan secara jarak jauh demi menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan.

“Inovasi lain yang kami lakukan ada di XL Center atau layanan service center secara digital. Inovasi ini menawarkan kemudahan pelayanan yang sebelumnya hanya dapat dilakukan secara offline seperti aktivasi kartu yang hangus maupun ganti kartu melalui web XL Axiatan,” jelas Dian.

Selama pandemi pula, XL Axiata terus membangun jaringan. Hingga September 2020, perusahaan telah memiliki lebih dari 142.000 Base Transcelver Station (BTS). Jumlah ini meningkat sekitar 10% dari periode yang sama pada tahun lalu.

Selain itu, untuk menyiapkan jaringan menuju 5G, XL Axiata juga terus melanjutkan proses pemasangan jaringan fiber optik untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap daerah. Adanya fiber optik ini membuat kapasitas jaringan transport yang lebih besar.

“Pandemi menuntut pelaku telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas jaringan. Fiber terbukti mampu melakukan hal tersebut dan membantu menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar,” tutur Dian.

Cepat Tanggap

XL Axiata yang merupakan bagian dari Grup Axiata yang beroperasi di seluruh dunia membuat perusahaan dapat lebih cepat tanggap dalam menghadapi Covid-19 di Indonesia. Sebelum Covid-19 melanda, Dian menuturkan, perusahaannya sudah terlebih dahulu mendapatkan informasi mengenai virus tersebut dan proyeksi yang mungkin terjadi dari Grup Axiata.

Dian langsung membentuk tim yang disebut Emergency Responses Team (ERT) untuk menangani dampak pandemi di dalam perusahaan. Tugas pertama tim tersebut adalah memastikan seluruh karyawan terjaga dari sisi kesehatan dan keselamatan. Tim ini kemudian membuat protokol untuk memonitor, tracking, dan assistance karyawan supaya mereka terjaga dan dapat tertangani dengan cepat ketika sakit.

“Karyawan menjadi fokus utama karena mereka merupakan motor penggerak perusahaan. Jika karyawan sakit, perusahaan juga tidak dapat beroperasi dengan baik, layanan ke konsumen juga tidak akan baik. Karyawan adalah aset berharga,” tambah Dian.

Selain itu, Dian memaksimalkan kinerja Business Continuity Management (BCM) yang sudah dibentuk sebelum pandemi melanda. Pasalnya, perubahan karena pandemi tidak hanya terjadi dari sisi konsumen, tetapi juga karyawan. Adanya pemberlakuan physical distancing bukan berarti mengganggu operasional bisnis. Tugas BCM adalah memastikan perusahaan dapat terus memberikan layanan terbaik bagi konsumen walaupun terdapat pembatasan-pembatasan dalam beraktivitas.

Kecepatan Dian dalam merespons pandemi didapatkan dari pengalaman bertahun-tahun bekerja di sektor telekomunikasi. Ia mengaku sudah terlatih untuk bertindak cepat dalam merespons krisis. “Kami terus fokus pada layanan konsumen dan inovasi produk terutama dalam hal digitalisasi dan pemanfaatan teknologi,” pungkasnya.

Berkat inovasi dan strategi cepat tanggapnya tersebut, MarkPlus Inc. menganugerahkan Dian Siswarini, Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk The Best Industry Marketing Champion 2020 Telecom Services sector.

QUOTES

“Saya dan semua orang di XL Axiata percaya di balik krisis pasti terdapat peluang. Meski di tengah badai dan tantangan, kami berusaha mengambil peluang yang ada untuk dapat memberikan yang terbaik bagi pelanggan,”

Dian Siswarini

Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk

 

Sumber: Marketeers, Desember 2020

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *