Berbagi Tip Hadapi Haters. Jawa Pos. 2 Agustus 2018. Hal.23. ENT

“Jangan alergi dengan komentar negatif, itu bisa jadi menghebatkan.” – Ernest Prakasa (komedian, produser film, penulis skenario)

SURABAYA – Teriakan dan gelak tawa beberapa kali terdengar di Surabaya Convention Center (SCC) kemarin (1/8). Biang keladinya adalah Ernest Prakasa. Sosok yang pertama di kenal sebagai komedian standup comedy itu hadir untuk memotivasi para mahasiswa baru Universitas Ciputra yang memadati SCC. Kali ini dia datang sebagai entrepreneur. Selain komedian, Ernest dikenal sebagai penulis skenario, sutradara, hingga produser film.

Ditemani moderator Novi Mustikarini, Ernest berbagi pengalamannya di industri musik, menjadi seorang komedian, hingga menjadi penulis dan sutradara film. Berbagai tip juga dia bagikan. Namun, yang paling banyak mendapat sambutan adalah saat dia bercerita soal haters. Yakni, mereka yang sering memberi komentar negatif di akun media sosial.

“Aku palin senang membahas para haters,” ujarnya. Baginya, haters harus disikapi secara dewasa. “Jangan menghabiskan waktu untuk memikirkan mereka,” tambahnya. Namun, yang perlu digarisbawahi, jangan terlalu cepat melabeli orang sebagai haters. Tidak semua orang yang komentar negatif adalah haters. Bisa jadi komentar orang lain benar dalam perspektifnya. Sebab, dalam karya, berbeda penilaian itu wajar.

Komentar negatif bisa menjadi masukan agar karya kita lebih baik lagi ke depan. “Apa pun yang kita buat tentu dikomen, bisa jadi komennya bernada baik, malah tidak sedikit yang bernada negatif. Jangan alergi dengan komentar negatif, itu bisa jadi menghebatkan,” tambahnya.

Reven, mahasiswa international business management di UC, mengaku tidak menduga sama sekali Ernest akan hadir sebagai pembicara. Banyak pelajaran yang dia dapat dari sosok yang menghasilkan film Susah Sinyal dan Cek Toko Sebelah itu. “Terutama pelajaran mengenai mindset,” ujarnya. Hal yang sama diungkapkan Lim Dim. Dia mendapatkan banyak motivasi dan inspirasi. “Aku ingin seperti Kak Ernest, sukses dan terkenal,” ujarnya. (his/c6/any)

 

 

Sumber: Jawa Pos.2 Agustus 2018.Hal.23

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *