Bekali Warga Menggali Potensi Desa. Jawa Pos. 10 Oktober 2018. Hal.28. Agoes Tinus Lis Indrianto_IHTB

Surabaya – Miftakhul Jannatin beberapa kali mengajukan pertanyaan ketika Agoes Tinus Lis Indrianto memaparkan materi. Ketua Karang Taruna Desa Ngingas, Waru, Sidoarjo, itu bertanya seputar cara meningkatkan potensi ekonomi sekaligus sumber daya manusianya.

“Saya ingin Ngingas menjadi desa wisata yang produktif sesuai kearifan lokal. Sementara ini lebih dikenal sebagai kampung logam. Karena warga bisa hidup dari itu,” kata perempuan yang pernah menjadi pemuda pelopor Jatim 2017 itu.

Titin, sapaan akrabnya, adalah salah seorang peserta pelatihan senumerator atau surveyor yang diadakan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Ciputra kemarin (9/10). Acara tersebut diikuti 35 peserta dari 32 desa se-Sidoarjo. Pesertanya datang dari karang taruna dan kader badan usaha milik desa (BUMDes).

Dalam kesempatan itu, peserta pelatihan mendapat pembekalan materi mengenai cara riset potensi desa. Ada tiga sesi yang harus mereka ikuti. Yakni, pemahaman teknik penggalian data dan metode wawancara, pengenalan kuesioner riset potensi desa, serta simulasi penggalian data.

Agoes Tinus Lis Indrianto, pemateri dari Universitas Ciputra, menyebut pendalaman situasi itu perlu. Karena itu, melibatkan warga dalam riset menjadi hal yang wajib. Dosen Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra itu mengungkapkan, para peserta akan dibekali modul penelitian dan kuesioner. “Mereka ditekankan untuk sesuai dengan data. Setelah terkumpul, data akan dianalisis yang akan menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi,” paparnya.

Selanjutnyam Bawara Yua selaku ketua pelaksana dan staf LPM Universitas Ciputra menambakna, pembekalan para kader desa sebagai surveyor tersebut tidak hanya dilakukan untuk penggalian data dan informasi. “Namun, mengajak kader desa, terutama karang taruna, untuk mengenali lebih dalam tentang potensi desanya,” katanya.

Setelah pelatihan itu,, ada delapan kali pertemuan lanjutan yang diikuti kader desa dan karang taruna. “ Setelah hasil analisis keluar, semua kader akan dilibatkan dalam pengembangan desa,” lanjutnya. (zam/c17/ai)

Sumber : Jawa-Pos.10-Oktober-2018.Hal.28

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *