Bantu Masyarakat Terdampak Covid 19 Lewat Karya. Jawa Pos. 5 September 2020. Hal.24. VCD

Surabaya, Jawa Pos – Ada banyak cara untuk melatih kepekaan mahasiswa terhadap kondisi sosial di sekitar mereka. Misalnya yang diterapkan kepada para mahasiswa visual communication design Universitas Ciputra (UC). Kuliah social design, mereka diajak menyelesaikan masalah yang ada di sekitar mereka lewat desain. Kegiatan itu dikemas dalam event menarik, yakni reverse. 

Acara tersebut dibuat dalam berbagai macam kegiatan. Mulai lomba, worksop, webinar, sampai donasi. Dosen penanggung jawab reverse Lisa indriati SDes MM Menjelaskan, konsep acara tersebut biasanya akan berfokus mendapatkan Insight yang baik dalam melakukan riset yang terjun langsung kelapangan. “Ini juga didukung LSM sosial kemasyarakatan di Surabaya seperti bank sampah, Yayasan Kanker anak anak jalanan, dan beberapa LSM lainnya juga,” terangnya.

, Karena sekarang semua berfokus pada masa pandemi, ide reversa pun diubah. kegiatan tersebut di revolusi agar bisa memberikan impact lebih besar ke masyarakat lewat edukasi lingkungan. Bukan nanya itu, reverse juga dikembangkan menjadi proyek desain untuk meningkatkan awareness masyarakat tentang kinerja LSM di Surabaya menjadi gerakan sosial nasional untuk membangun kesadaran, edukasi pengumpulan dana, dan sosialisasi tentang sustainability. 

Proses kreatif lewat desain itu juga dibuat untuk mengumpulkan dana yang akan didonasikan terhadap lingkungan yang terdampak. Misalnya saja seperti yang dilakukan salah seorang staf pendidikan di UC Putu Wardani. Pria yang sebelumnya mendapat perhatian khusus di media sosial  soal pembuatan Atribut untuk nakes yang gugur lewat desain meses pada roti tawar itu mendapat penawaran seperti apa yang telah digarapnya beberapa bulan lalu.

“Cari proyek itu, saya menerima komisi bikin roti meses juga untuk didonasikan ke kebun binatang terdampak covid 19 yang juga tergabung dalam reverse ini, “ Terangnya. Dari situ, terbukti bahwa karya desain bisa membantu masyarakat yang terdampak covid 19. Bukan hanya itu, merchandise khusus juga didesain dan diproduksi sendiri oleh para mahasiswa desain disebut. “Pembuatan merchandise reverse ini juga untuk penggalangan dana kepada LSM yang  digarap langsung hangat oleh anak-anak,” imbuhnya. Itulah cara anak desain untuk membantu mengatasi krisis saat ini tapi tetap dengan gaya mereka.

Terakhir, kegiatan-kegiatan webinar dengan pemateri handal dibidangnya juga segera dihadirkan akhir minggu ini tidak bisa menambahkan kelebihannya baru akan mulai Sabtu ini.  “Narasumber yang hadir langsung dari pakar di bidangnya,” katanya. (ama/cl7/tia)

 

Sumber: Jawa Pos.  5 September 2020. hal. 24 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *