Apa sih yang bisa saya pelajari dari film ‘Milly & Mamet’?

UC Library kembali mengadakan Movie Time @ UC Library yang memutar film bertemakan komedi romantis berjudul “Milly & Mamet”. Acara yang dilaksanakan pada Jumat (6/9) lalu pkl. 13.00 wib ini memutar film karya Ernest Prakasa yang menceritakan bagaimana Milly (Sissy Prescillia) & Mamet (Dennis Adhiswara) membangun mahligai rumah tangga mereka, juga menceritakan bagaimana pergumulan Mamet yang punya passion memasak dan sangat ingin menjadi chef dan membuka restoran sendiri.

[Spoiler Alert!]

Melanjutkan timeline dari kisah film Ada Apa Dengan Cinta 2, kini Milly dan Mamet sedang disibukkan dengan mengurus bayi mereka. Mamet yang punya passion memasak dan sempat bekerja sebagai chef kini bekerja di pabrik milik Papa Milly. Sebuah pilihan yang agak terpaksa, karena kini ia jadi tumpuan keluarga kecil mereka setelah Milly resign dari profesinya sebagai bankir untuk fokus membesarkan anak.

Rutinitas Mamet dan Milly berubah saat Alexandra (Julie Estelle) hadir. Alex adalah sahabat Mamet saat kuliah. Bersama Alex, Mamet pernah bermimpi memiliki kafe yang menyediakan makanan sehat.

Melihat tekad Mamet yang bulat, Milly mendukung keinginan Mamet untuk membuka kafe bersama Alex. Di balik Alex, ada James (Yoshi Sudarso), pacar Alex yang menjadi investor kafe milik Mamet.

Mulanya, kafe Mamet dan Alex berjalan lancar. Namun muncul masalah ketika hendak membuka cabang kafe, serta Milly yang memilih untuk bekerja kembali. Puncaknya, situasi rumah tangga Milly dan Mamet yang memburuk.

Itulah garis besar film yang rilis tahun 2018 lalu ini. Melalui film ini tidak hanya kita belajar tentang permasalahan rumah tangga pasangan baru, namun ada beberapa hal yang bisa kita pelajari sebagai seorang calon Entrepreneur maupun bagi kita yang sudah terjun ke dalam dunia bisnis, antara lain:

 

  1. KOMUNIKASI

Pasti sangat sibuk ketika berkutat dengan banyak hal berkaitan bisnis ataupun kesibukan yang lain, namun kiita harus tetap menjaga komunikasi kita dengan keluarga. Sesuksesny kita nanti, keluarga adalah orang-orang yang ada disamping kita bagaimanapun keadaan kita, baik sukses maupun tidak, mereka akan selalu menanti kehadiran kita. Walau tidak bisa bertatap muka, minimal kita harus menyempatkan memberi kabar lewat chat atau telepon.

  1. Manajemen Waktu

Hal ini berkaitan dengan poin sebelumnya, sangat banyak cerita tentang seorang entrepreneur yang memiliki bisnis yang hebat dan sukses namun juga memiliki relasi keluarga yang berantakan. Semakin banyak tanggung jawab dan peran, tentu semakin banyak tantangan yang harus dihadapi. Harus menuliskan prioritas setiap hari kalau perlu, daftar ‘to do list’ harus senantiasa kita jalankan dan relasi kita dengan Tuhan, keluarga, harus berada di atas daftar-daftar yang lain.

  1. Proses tidak pernah Mengkhianati Hasil

Jangan pernah melalui sebuah proses dengan jalan pintas. Lakukan segala sesuatu sesuai aturan yang ada. Mamet dalam film ini adalah seorang yang taat peraturan dan tidak setuju terhadap praktek-praktek melanggar hukum meskipun hal tersebut menguntungkan bisnisnya. Teladan ini bernama ‘Integritas’. Dalam budaya grup Ciputra, kita dikenalkan dengan IPE (Integrity, Professionalism, & Entrepreneurship) di mana Integritas menjadi nomor satu dari ketiganya. Pak Ciputra sang pencetus mengingatkan kita semua bahwa sangat rugi menjadi seorang pengusaha tanpa nilai Integritas. Kita mungkin akan banyak untung, tapi tanpa integritas kita tidak akan memiliki kepercayaan, suatu hal yang jauh lebih berharga dari mata uang. Pak Ciputra memebrikan sebuah contoh: “Sebuah perusahaan yang memiliki Profesionalisme dan Entrepreneurship, perusahaan ini unggul dan memiliki inovasi untuk masa depan namun karena tidak memiliki Integritas maka perusahaan akan kehilangan pelanggan. Serapat-rapatnya perusahaan menutupi kecurangannya suatu kali kelak pelanggan akan tahu bahwa perusahaan tidak berintegritas dan siapa yang mau tertipu untuk ke dua kali? Lebih celaka lagi pelanggan yang tertipu biasanya menuntut dan menceritakan kepada banyak orang pengalaman buruknya.”

 

Suasan Movie Time at UC Library, 6 September 2019

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *