An Athlete, Entrepreneur, and a Book Writer – An Interview With Fando Adila

Fando Adila, mahasiswa jurusan International Business Management (IBM) Universitas Ciputra (UC) ini telah membuktikan bahwa menjadi seorang mahasiswa yang memiliki bisnis, berprestasi saat menekuni passion, minat, serta menulis buku sekaligus bukanlah hal yang tidak mungkin.

Fando yang juga adalah atlet tenis meja peraih emas di PON Remaja I tahun 2014 tersebut ternyata juga memiliki bisnis berbasis aplikasi mobile untuk memesan atau booking tempat parkir mobil bernama ‘ParkirQ’. Selain itu dia telah berhasil menulis 2 buku. WOW! Sebuah rekam jejak yang luar biasa! UC Library berkesempatan mewawancarai Fando, dan bertanya secara khusus mengenai segudang prestasinya.

 

Boleh cerita sedikit prestasimu selama ini?

Terkait prestasi saya dibidang olahraga, saya adalah atlit tenis meja profesional hingga internasional dari umur 9 sampai umur 16 tahun, dan titik pencapaian tertinggi saya di tenis meja adalah ketika saya menjadi raja pada kelompok umur 16 tahun di seluruh Indonesia tahun 2014.

Saya menjadi juara 1 pada ajang PON Remaja I 2014, pada waktu itu  dari setiap propinsi diambil satu-persatu pemain terbaik dan diadu dalam PON dan saya menjadi juara satu membawa nama Jawa Timur.

Sejak SMP dan SMA saya homeschooling dan hanya belajar Bahasa inggris dan Bahasa Mandarin, mengingat pelatih saya berasal dari China.

Setelah mengikuti PON dan menjadi juara, dua minggu kemudian saya cedera lutut. Menurut analisis dokter lutut kanan dan kiri saya rapuh karena overload training.

Pertama kali saya datang ke UC saya menggunakan tongkat pasca rehabilitasi operasi kedua, namun lutut kiri saya tetap tidak bisa kembali, maka saya manuver profesi menjadi seorang entrepreneur.

Bagaimana kesan setelah menjadi seorang Entrepreneur?

Semuanya tidak seperti yang terlihat di permukaan, banyak dibawah permukaan yang tidak terlihat oleh publik. Contohnya ParkirQ. Dedikasi untuk mendirikan ParkirQ sudah dari semester 3, sekarang saya semester 7. Satu setengah tahun tanpa dibayar, dan hanya mengeluarkan uang tanpa ada pemasukan, dedikasi sangat tinggi dan jika visi tim tidak kuat, bisnis itu pasti anjlok dan menjatuhkan satu sama lain.

 

Menurut saya seorang entrepreneur juga harus melihat peluang, kadang ada peluang dibalik masalah. Contohnya seperti Gojek, masalah yang dipecahkan gojek sangat besar sehingga nilai valuasi perusahaannya sekarang Decacorn alias 140 triliun.

Jadi sebelum melihat sebuah peluang, kita harus melihat dulu masalahnya seperti apa secara objektif, nah dari situ kita lihat kita bisa memberikan solusi yang tepat.

ParkirQ ini juga berasal dari sebuah masalah, bermula dari mahasiswa UC yang sering datang kuliah terlambat karena parkir mobil yang jauh dan harus jalan kaki menuju gedung kampus. Masalah serupa juga ditemukan di apartemen, mall, dan kampus-kampus lainnya.

 

Selain menjadi atlet dan berbisnis, Fando sendiri telah menulis 2 buku, berjudul ‘Think & Action Like a Champion’ (Call No. 658.409 DJA t) dan ‘Kehidupan Para Kekasih Allah’ (Call No. 297.61 DJA k).

Apa sih yang menjadi kegundahannya ketika menulis 2 buku tersebut? Berikut penuturannya:

Saya menulis buku ‘Think & Action Like a Champion’ karena merasa ironis dengan mayoritas pemikiran para kaum millennial saat ini. Karena mereka sering menjalani hidup dengan mengalir begitu saja, bukan dengan apa yang seharusnya mereka bisa lakukan semaksimal mungkin.

Saya ingin menanamkan pemikiran-pemikiran yang bisa membuat perubahan paradigma bagi setiap orang yang membaca buku ini.

Buku ‘Kehidupan Para Kekasih Allah’ adalah buku yang menceritakan kehidupan yang dialami oleh para filsuf-filsuf terdahulu dimana kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap yang mereka lakukan.

Sehingga kita tidak perlu mengalami kesalahan yang sama dengan orang yang sudah pernah melakukannya dan terjerumus olehnya, karena menurut saya usia terlalu singkat untuk mengulangi kesalahan dan tidak belajar darinya. Menjadi sangat penting bagi kita untuk belajar dari pengalaman orang lain.

 

Menurut Fando, apakah ada koleksi buku UC Library yang bisa dijadikan referensi atau rekomendasi yang wajib baca untuk teman- teman calon Entrepreneur?

Buku berjudul, Art of War, karya Sun Zi. Menurut saya itu bisa diterapkan dalam berbisnis, ibaratnya adalah perusahaan kita adalah pasukan kita, kita harus menyerang lawan dengan taktik yang seperti apa. Di library ada di call no. 355.020951 WEE s.

Satu buku lagi berjudul The Secret of Wealth Management, terbitan MIC – PT Menuju Insan Cemerlang. Di library ada di call no. 332.02401 SEC. Buku ini berisi tentang manajemen keuangan, saya tertarik karena sejak awal kuliah, saya membayar sendiri dari bisnis konvensional saya, jadi saya harus pinter-pinter mengatur keuangan untuk kuliah, tempat tinggal, makan dan lain-lain. Saya asli Jombang jadi saya juga harus ngontrak disini.

Untuk uang makan saja saya dapat bonus dari ayah satu juta, sebagai kewajiban orang tua, itu saja sisanya saya kerja sendiri. Kalau sakit itu juga saya minta orang tua karena kewajiban orang tua itu kesehatan dan makan anak lah anggapannya.

Buku ketiga ada karya John C. Maxwell untuk menumbuhkan karakter setiap individu, berjudul 21 Ciri Pokok Seorang Pemimpin, di library ada di call no. 158.4 MAX d. Selain itu ada buku karya Maxwell yang lain yang sudah saya baca, antara lain: Developing The Leaders Around You (call no. 158.4 MAX d), Failing Forward (call no. 158.1 MAX f), Make Today Count (call no. 646.7 MAX b), Your Road Map for Success (call no. 155.25 MAX y), dan Developing the Leaders Around You (call no. 158.4 MAX d).

Apakah ada pesan/kesan untuk UC Library?

Menurut saya UC Library ini adalah perpustakan paling nyaman, bersih, tenang, dan semua sistem tertata. Juga ada reward bagi mahasiswa yang sering membaca, meskipun saya sendiri tidak pernah dapat, cuma mengamati dari email saja.

Ada program Movie Time juga dari UC library yang menayangkan film-film yang memotivasi mahasiswa. Harusnya setiap mahasiswa memanfaatkan dengan maksimal fasilitas-fasilitas ini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *