Ajak Teman Aware Menghadapi Masa Pensiun. Jawa Pos. 11 Januari 2020. Hal.28. Suryani_Networking and Partnership

SURABAYA, Jawa Pos – Memasuki usia 50 tahun membuat Suryani Halim seperti mendapat alarm. Sebab, memasuki usia kepala lima berarti semakin dekat dengan pensiun. Pensiun yang dimaksud adalah pensiun dari pekerjaan kantor. Dari situ Suryani mulai hobi mengajak orang-orang terdekat untuk lebih aware terhadap apa yang akan dilakukan setelah pensiun.

“Saya menyebutnya pensiun dengan sehat,” ujarnya saat ditemui di kantornya kemarin (10/1). Ketua Networking and Partnership Universitas Ciputra tersebut bercerita bahwa kesibukan untuk mengingatkan orang terdekat soal kehidupan setelah pensiun itu dimulai sejak dua tahun terakhir. Tepatnya saat usianya memasuki 50 tahun.

“Pas sudah 50 tahun itu, saya jadi mikir sebentar lagi saya pensiun. Terus mau apa setelah pensiun? Saya juga akhirnya mengamati teman-teman yang akan pensiun,” cerita perempuan 52 tahun itu. Yang dia temukan adalah sinar mata yang hilang. Kosong. Setelah ditanya, ternyata mereka belum siap dengan kehidupan pensiun. “Saya sedih lihat itu. Apalagi waktu itu teman saya sendiri,” sambungnya.

Untuk itu, ibu satu anak tersebut ingin mengajak teman-temannya yang akan pensiun untuk lebih peduli pada kehidupan selanjutnya. Sebab, menurut dia, hal itu perlu persiapan. Sama halnya dengan persiapan pernikahan. “Kita pasti sibuk mempersiapkan gedung, undangan, baju, dan lain-lain. Pokoknya supersibuk untuk persiapan itu. Saya kira hal itu juga dapat dipersiapkan menyambut hari pension,” imbuhnya.

Dari bertanya sana-sini, ada kesimpulan yang dia temukan. Orang yang memiliki jabatan tinggi biasanya kurang siap menerima kenyataan bahwa dirinya sudah pensiun.”Ada satu teman saya itu yang biasanya punya panggung atau ngasih materi depan orang banyak akhirnya tiba saatnya dia harus duduk di bangku penonton. Di situ dia mengaku itu adalah hal paling sulit baginya saat pensiun. Bayangin aja yang bisanya dia ngomong di depan, tapi harus dengerin orang yang sebenarnya masih di bawah dia,” terangnya.

Selain mempersiapkan mental untuk menghadapi masa pension, Suryani mengaku seing berbagi soal investasi. (ama/c6/tia)

“Pokoknya dalam menghadapi pensiun itu, yang penting perubahan mindset. Bagaimana yang awalnya kita sibuk dengan pekerjaan, terus tidak sibuk lagi dengan kerjaan itu.”

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *