5 Tips Sketsa Bangunan Arsitektur dan Interior

Penulis: Evan Junior Gunawan

 

Sketsa merupakan aktivitas menggambar cepat yang dilakukan secara spontan, guna menampilkan ide konsep dalam sebuah perancangan. Adapun dalam usaha untuk melakukan dan mengembangkan kemampuan bersketsa objek bangunan arsitektur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan mulai dari penetapan alat dan media sketsa yang digunakan, teknik menggores yang tepat, pemahaman terkait sudut pandang dan pencahayaan, logika pembayangan, dan proporsi skala. Dalam lingkup arsitektur, komunitas urban sketcher dapat menjadi referensi yang baik dalam memperdalam ilmu dan minat untuk bersketsa objek arsitektur. Berikut penjabaran mengenai hal tersebut.

 

Alat dan Media Sketsa

Ada beragam jenis alat yang dapat digunakan dalam melakukan kegiatan sketsa, mulai dari pensil, pulpen, hingga kuas. Begitu pula dengan media yang dapat dimanfaatkan juga sangat beragam mulai dari kertas, kanvas, atau media permukaan halus lainnya. Pertimbangan terhadap pemilihan alat atau media sketsa ini sendiri nantinya akan sangat mempengaruhi penampilan hasil akhir dari sketsa yang dibuat, jadi pastikan gaya sketsa seperti apa yang ingin diperoleh sebelum memulai untuk melakukan sketsa.

 

Teknik Tepat dalam Menggores

Merupakan poin penting dalam bersketsa, teknik menggores yang tegas dengan posisi tangan yang sesuai dalam memegang alat sketsa menjadi 2 hal esensial yang dapat mempengaruhi hasil karya sketsa yang cepat dan komunikatif. Adapun teknik goresan tegas berarti menggariskan garis gambar sketsa dengan satu gerakan menerus tanpa putus, sehingga hasil gambar yang disajikan dapat terlihat bersih dan jelas. Sedangkan posisi tangan yang sesuai dalam memegang alat sketsa dapat digambarkan melalui peletakannya yang tidak terlalu menempel pada permukaan media sketsa, sehingga gerakan tangan dalam menggoreskan garis gambar akan dapat lebih leluasa tanpa mengkotori bidang permukaan dari media sketsa tersebut.

 

Sudut Pandang dan Pencahayaan

Menghasilkan gambar sketsa yang riil sehingga mudah untuk dipahami menjadi tujuan penting dalam menggambar sebuah sketsa. Sehingga pemahaman terkait sudut pandang dan pencahayaan dalam gambar sketsa dapat menjadi tips lainnya yang wajib digunakan dalam menghasilkan gambar sketsa yang komunikatif. Terdapat 3 jenis sudut pandang dasar dalam sebuah gambar sketsa perspektif sebuah bangunan yakni, ant view, human view, dan bird view, yang penggambarannya dapat memanfaatkan teknis satu titik lenyap atau dua titik lenyap. Sedangkan untuk pencahayaan nantinya akan berkaitan erat pada penetapan letak dari sumber cahaya tersebut dengan bayangan yang dihasilkan.

 

Logika Pembayangan

Menyabung pembahsan terkait pencahyaan sebelumnya, peranan elemen pembayangan (shading) dalam sebuah gambar sketsa tidak kalah pentingnya dari tips-tips sebellumnya, dengan memberikan bayangan yang tepat dengan sumber cahaya yang ada, maka tekstur gambar, kedalaman serta karakteristik objek yang digambarkan dalam sketsa dpat benar-benar dipresentasikan secara jelas dan tepat. Adapun jenis pembayangan juga sangat beragam, mulai dari pemanfaatan kerapatan garis arsir pada gambar sketsa, ketebalan dari goresan arsir pada objek permukaan gambar, hingga penetapan arah dan pola goresan arsir yang mengikuti objek utama dalam gambar sketsa menjadi variasi dari pemebrian elemen bayangan pada gambar.

 

Proporsi Skala

Tips terakhir yang penting untuk diperhatikan dalam menghasilkan sebuah gambar sketsa bangunan ialah skala dan proporsi. Keselarasn atau keharmonisan proporsi dan skala gamabar, menjadi faktor esensial yang mempengaruhi estetika hasil pneggambaran sketsa yang dibuat. Hal ini dapat diwujudkan melalui penambahan ilustrasi pembanding dalam berupa orang ataupun objek lainnya yang mewakili aspek proporsi dan skala pada objek gambar sketsa yang digambarkan. Sehingga tampilan sketsa yang dimunculkan dapat secara jelas menggambarkan ukuran dan komposisi bentuk dari ide perancangan sebuah bangunan arsitektur.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *