Lockdown Bikin Semua Serbasendiri. Jawa Pos 9 Juli 2020. Hal.24. Cath Liliani. IBM

SURABAYA, Jawa Pos – Menikah di tengah pandemi dan berada di luar negeri temyata butuh perjuangan yangekstra. Hal itu diceritakan Cath Liliani, dosen International Business Management (IBM) Universitas Ciputra yang tengah melakukan studi S-31ewat beasiswa di UK. Perempuan yang melanjutkan studinya di Coventry University itu akan menikah pada Sabtu (11/7). Dia melakukan semua persiapan sendiri karena lockdown yang ketat di UK.

Situasi lockdown yang tidak bisa ditawar sekecil apa pun di daerah tempat tinggalnya itu membuatnya harus mempersiapkan pemikahannya sendiri. Bahkan, yang seharusnya orang tuanya datang di hari ulang tahunnya bulan lalu denganbaju pengantin dari Surabaya juga terpaksa dibatalkan. “Padahal mama papa udah mempersiapkan baju wedding yang cetar membahana, yang blink-blink dari Surabaya juga,” ungkapnya saat dihubungi kemarin (8/7).

Demi keamanan dan memang harus legawa, Lili akhirnya berusaha menerapkan segala skill yang dimiliki untuk pernikahannya. Semua 
perintilan dibeli lewat online. Termasuk baju pernikahan. “Waktu itu beli dua baju dan dua sepatu untuk dicoba dulu. Akhirnya yang satu bajunya dikembalikan dan dua sepatunya juga dikembalikan,” ucapnya. 
Lili bercerita bahwa dress pernikahan di UK memang simpel-simpel, tidak seperti di Indonesia. “Terus temyata kepanjangan juga karena ukuran bule. Paling minimal itu 165 sentirneter, padahal aku cuma 155 sentimeter. Itu pun sudah ditambahi 10 sentimeter buat heels-nya. Jadi,kalau ditotal, dress-nya itu masih kepanjangan sekitar 30 sentimeter,” ucapnya, lantas tertawa.

Untungnya, sebelum berangkat studi S-3, dia pernah belajar menjahit lewat kursus dan mendapatkan sertifikat. Dari situ, dia menyatakan masih bisa tenang karena bisa memermak bajunya sendiri. Namun, masalah belum selesai sampai di situ. Karena keadaan masih lockdown, make-up artistpun belum menerima orderan. “Jadi terpaksa nanti juga make-up sendiri. Semua alat-alat make-up juga langsung beli online. Untung masih hobi makeup sedikit,” paparnya.

Belum selesai di situ, permasalahan lain datang pada hair do saat wedding. Tetap mengandalkan skill sendiri, Lili mencoba berkonsultasi pada mentor yang dikenal di Surabaya lewat online.

Di hari wedding nanti, Lili hanya melakukan Zoom untuk mengajak keluarga dan teman-temannya berbagi. “Baru setelah itu kita pakai konsep wedding picnic di taman. Aaahh nggak sabar, pasti lucii nanti,” ungkapnya. Di taman itu pun dia hanya mengajak lima keluarga dekatnya untuk piknik bersama. (ama/c15/tia)

 

Sumber: Jawa Pos. 9 Juli 2020. Hal 24.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *