10 Keputusan Bersejarah Pak Ciputra

Ir. Ciputra lahir di kota kecil Parigi, Sulawesi Tengah pada tanggal 24 Agustus 1931. Kepahitan masa kecil telah menimbulkan tekad dan keputusan penting yaitu memiliki cita-cita bersekolah di Pulau Jawa demi hari depan yang baik, bebas dari kemiskinan dan kemelaratan. Oleh karena itu tidak heran bila saat ini ia berpendapat bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang membangun manusia seutuhnya dan beberapa cirinya adalah membangun moral, mendorong kreativitas dan mendidik karakter-karakter mandiri siswa-siswinya.

Semangat dan optimisme Ciputra untuk tak henti-hentinya menularkan virus entrepreneur sangat terasa. Melalui pemikiran dan keteladanan hidup yang diberikan selama beliau hidup diharapkan mampu menumbuhkembangkan sikap dan mental entrepreneur para setiap calon entrepreneur.
Selama hidupnya, hanya ada sepuluh keputusan fundamental yang membuatnya disebut-sebut sebagai pelopor dan inovator dalam industri property, juga pengusaha yang tahan banting lintas generasi di panggung bisnis di tanah Air.

Sejumlah ahli manajemen mengatakan bahwa manusia dewasa rata-rata membuat 300 keputusan per hari, dari yang sepele sampai yang penting dan menentukan hidup mereka. Artinya, setiap tahun orang dewasa—anggap saja usia 18 tahun ke atas—membuat sekitar 109.500 keputusan dalam hidupnya.

Jika asumsi di atas diterapkan dalam kehidupan Ciputra yang telah melewati usia 88 tahun, maka patut diduga Pak Ci telah membuat lebih dari 7.665.000 keputusan. Jumlah keputusan yang luar biasa banyak dan karenanya tentu sulit diingat. Namun, pada kenyataannya, Ciputra menganggap hanya ada sepuluh keputusan yang sangat menentukan dan bersifat historis sehingga dia dikenal orang seperti sekarang ini.

Hanya ada sepuluh keputusan fundamental yang membuatnya disebutsebut sebagai pelopor dan innovator dalam industri property, juga pengusaha yang tahan banting lintas generasi di panggung bisnis di tanah Air. [Sambil membaca keputusan-keputusan penting yang diambil Pak Ciputra, baik juga bila kita menelaah kembali keputusan-keputusan penting macam apa yang pernah kita ambil dan membuat kita berada pada keadaan kita yang sekarang’.]

Apa saja sih 10 keputusan bersejarah Pak Ciputra?

Pertama adalah mengejar ilmu pengetahuan sampai ke Pulau Jawa. Keputusan ini dibuat ketika ia masih menjelang remaja, berusia 12 tahun. Karena kepahitan hidup di masa kecil, dan kehilangan ayah yang meninggal di tahanan tentara pendudukan Jepang, Ciputra bertekad untuk kembali ke sekolah. Ia memutuskan menuntut ilmu ke jenjang yang lebih tinggi, belajar dengan sungguh-sungguh untuk menjadi yang terbaik.

Keputusan histories kedua adalah menikahi Dian Sumeler dan sebagai konsekuensinya Ciputra harus bekerja sambil kuliah untuk menopang keluarga. Mereka menikah di Bandung tahun 1954, saat Ciputra berusia 23 tahun dan masih kuliah di ITB. Dari pernikahan ini lahirlah empat orang anak, yakni Rina Ciputra, Junita Ciputra, Candra Ciputra, dan Cakra Ciputra. Inilah cikal-bakal pendiri Grup Ciputra.

Keputusan historis ketiga adalah mendirikan usaha biro konsultan Daja Cipta yang kemudian menjadi PT Perentjana Djaja. Ini dilakukan Ciputra ketika masih kuliah di tingkat tiga ITB, bersama dua orang temannya, Budi Brasali dan Ismail Sofyan. Ia mendirikan usaha ini dengan meninggalkan pekerjaan lamanya sebagai karyawan dan keputusan ini sekaligus mempersiapkan wadah bisnis masa depan. Jadi, dengan dorongan untuk bertahan hidup, ia memulai suatu usaha yang ternyata kelak membawanya ke kancah bisnis dalam skala yang luar biasa.

Keputusan historis keempat diambilnya tahun 1960. Pada tahun tersebut Ciputra memutuskan menjadi pengembang [developer]dan menyerahkan pengelolaan perusahaan konsultan perencanaan kepada dua orang rekannya. Sebagai arsitek muda berusia 31 tahun dan dan baru tamat, ia berhasil meyakinkan Soemarno Sosroatmodjo, Gubernur Jakarta kala itu, untuk mendirikan sebuah perusahaan patungan dalam bidang property antara dirinya dan pihak lain, termasuk Hasyim Ning [Dasaat], yaitu PT Pembangunan Jaya. Maka dibangunlah Proyek Pasar Senen.

Keputusan historis kelima adalah ketika Ciputra bersama-sama dengan beberapa temannya di PT Perendjana Djaja; Budi Brasali, dan Ismail Sofyan, ditambah teman lainnya, Sukrisman dan Secakusuma, mendirikan Grup Metropolitan Development.

Perusahaan ini menjadi salah satu grup bisnis property terkemuka yang sukses membangun Wisma Metropolitan, Wisma WTC, Hotel Horizon, Metropolitan Mal, Pondok Indah, Puri Indah, dan lain-lain. Keputusan ini meningkatkan skala bisnis dengan kerja sama yang diperluas. Sampai sekarang, Ciputra masih menjadi presiden komisaris di kelompok usaha ini.

Keputusan historis keenam adalah pada usia 50 tahun (1981) ia mendirikan Grup Bisnis Ciputra, sebuah grup bisnis yang ia dirikan bersama istri dan empat orang anaknya yang baru tamat dari luar negeri. Melalui grup ini, pengembangan bisnis terfokus pada bidang properti dan melakukan pengembangan pasar ke kota-kota besar di luar Jawa. Pengembangan pasar itu lebih difokuskan pula pada membangun kota-kota baru dan proyek-proyek komersial.

Keputusan historis ketujuh adalah mengembangkan usaha ke luar negeri. Ini dimulai pada pertengahan tahun 1990-an di Vietnam.

Keputusan histories kedelapan adalah keputusan untuk memercayai campur tangan Tuhan terhadap masa depan bisnisnya. Ia memulai sebah hidup baru dalam kehidupan iman Kristennya. Keputusan yang diambil pada saat Indonesia dihantam krisis ekonomi tahun 1998 silam itu membuat Ciputra dengan tegar menghadapi proses restrukturisasi utang-piutangnya.

Ketika sejumlah konglomerat memilih untuk pindah ke luar negeri, Ciputra memutuskan tetap tinggal di Indonesia.

Keputusan histories kesembilan adalah mengem-bangkan pelayanan sosial dalam bidang pendidikan dengan mendirikan sejumlah sekolah dari tingkat dasar hingga universitas.

Keputusan histories kesepuluh adalah memilih strategi untuk fokus pada bisnis properti dan mengarahkan Grup Ciputra menjadi multinational corporation [MNC]. Strategi konglomerasi yang memasuki aneka ragam bidang bisnis digantikan dengan fokus hanya pada bisnis propertii, tetapi meluas ke berbagai negara. Pengembangan pasar properti  dilakukan ke mancanegara, meski lokasi kantor pusat operasi tetap di Indonesia.

Grup Ciputra sudah lebih dari 10 tahun membuka usaha di Vietnam dan tahun 2004 lalu mulai membuka bisnis di India juga.

 

Sumber: Buku “The ciputra’s Way” oleh Andrias Harefa & Eben Ezer Siadari

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.