Kuliah tamu oleh Chooi Seng Ong dari Singapura: Sudah Siapkah Anda untuk Menikah?

Kuliah tamu oleh Chooi Seng Ong dari Singapura: Sudah Siapkah Anda untuk Menikah?

Pernikahan adalah komitmen emosional dan legal dari 2 orang untuk saling berbagi emosi dan keintiman fisik, berbagai tugas, dan sumber daya ekonomi. (Olson et al., 2011: 3). Namun tidak sedikit manusia mematahkan komitmen mereka sendiri dimana berujung pada kata perceraian. Terdapat rilis mengejutkan tentang data perceraian di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2012-2015 menunjukkan  rata-rata kasus perceraian di Indonesia sebesar 340.555 kasus atau 39 kasus perceraian setiap jamnya. Sementara rata-rata pernikahan pada periode waktu tersebut 2.142.216 kasus. Jadi perbandingannya dari 6 pernikahan, 1 pernikahan berujung perceraian. Ini menunjukkan bahwa belum adanya kematangan dari para pasangan ini untuk menapaki jenjang pernikahan (EpocTimes, 2017). Nah, berdasarkan data di atas perlu tindakan preventif bagi para muda-mudi yang akan memasuki masa pernikahan.

Chooi Seng Ong sebagai pemateri dari Singapura

Pada Selasa, 4 Agustus 2018, PSY UC mengadakan kuliah tamu yang membahas hal tersebut dalam MKP Psikologi Pernikahan dan Keluarga. MKP ini diampu oleh Prof. Dra. Jenny Lukito Setiawan, M.A., Ph.D., Psikolog. dan Novensia Wongpy, S.Psi., M.Psi., Psikolog.. Dosen tamu dari Singapura, Chooi Seng Ong sebagai pemateri membawakan kuliah yang bertopik Premarital Preparation, Couple and Family Map, and Adjusting to Marriage Life. Salah satu faktor yang menurut beliau mempengaruhi perceraian adalah penetapan ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pasangannya sehingga ketika pasangan tersebut telah menikah namun hal yang didapati pada pernikahannya tidak sesuai ekspektasi, maka terdapat perasaan kecewa yang akan menyebabkan ketidakpuasan pernikahan. Di awal perkuliahan, beliau memanggil 3 laki-laki dan 3 perempuan untuk menjawab pertanyaan terkait hal-hal yang diinginkan dari pasangan mereka kelak. Kemudian barangsiapa merasa yakin bisa memenuhi hal-hal yang diinginkan dari setiap mahasiswa yang maju diperbolehkan unjuk diri. Alhasil, tidak ada satupun yang berani unjuk diri. Dengan praktik ini, beliau menyampaikan bahwa tidak ada manusia yang sempurna dimana hal ini berdampak pada tidak ada pernikahan yang sempurna. Maka, setiap pasangan, tentunya harus saling mempersiapkan untuk menghadapi ketidaksempurnaan itu dan menyelesaikannya dengan baik.

Praktik pertanyaan tentang ekspektasi terhadap pasangan

Pre-marital preparation sendiri memiliki arti sebuah pelatihan melalui kursus, seminar, atau konseling yang mempersiapkan pasangan untuk pernikahan yang sukses. Pelatihan ini fokus terhadap kemampuan mengembangkan komunikasi dalam menangani konflik, menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan. Hal ini dibutuhkan setiap pasangan untuk mengantisipasi konflik pasca pernikahan kelak. Sedangkan couple and family map merupakan gambaran atau cuplikan dari penilaian individu terhadap pasangan dan keluarga mereka. Hal ini juga penting untuk evaluasi dan menciptakan kembali hal yang baik di antara pasangan dan keluarga.

 

Pemaparan materi yang mantap oleh dosen dari negeri singa ini mendapatkan tanggapan positif dari peserta kuliah tamu. “Hal-hal tentang persiapan pernikahan ini penting. Materi ini sebenarnya telah dipelajari di MKP Psikologi Pernikahan dan Keluarga sehingga sudah bukan hal yang baru lagi. Namun asik banget sih dengan pemaparan materi dengan Bahasa Inggris membuat kita semakin menaruh perhatian lebih lagi,” ujar Sadrakh (PSY 2017). “Bagus. Aku langsung merefleksikan dalam hidupku terkait persiapan pernikahan,” tambah Natalie (PSY 2017).

 

Daftar Pustaka:

Olson, D.H., DeFrain, J., Skogrand, L. (2011). Marriages and Families: Intimacy, Diversity and Strength. New York: Mc-Graw Hill.

EpochTimesId. (2017). Sebuah Refleksi Akhir Tahun : Indonesia dalam Darurat Perceraian. Diunduh dari https://epochtimes.id/2017/12/31/sebuah-refleksi-akhir-tahun-indonesia-dalam-darurat-perceraian/

 

Sumber : https://www.uc.ac.id/psy/kuliah-tamu-oleh-chooi-seng-ong-dari-singapura-sudah-siapkah-anda-untuk-menikah/