Kiat Sukses Berinvestasi

Kiat Sukses Berinvestasi

Kondisi saat ini memperlihatkan perlemahan mata uang di beberapa negara termasuk Indonesia. Berdasarkan informasi yang berkembang perlemahan mata uang terjadi karena harga komoditas sejumlah negara mengalami penurunan karena permintaan komoditas global yang juga menurun. Selain itu, karena adanya potensi kenaikan suku bunga acuan oleh the Federal Reserve (Bank Sentral AS). Bagi seorang entrepreneur informasi yang berkembang perlu dicermati sehingga dapat mengambil keputusan dengan tepat. Misalnya, penting untuk mengkalkulasi risiko dengan benar (calculated risk) dari dampak perlemahan mata uang yang terjadi. Selain itu, perlu tetap peka terhadap situasi dan kodisi keuangan yang berubah (market sensitivity) dengan cepat. Disisi lain, perlu terus memikirkan terobosan inovasi dalam membuat portofolio keuangan yang optimal (creativity and innovation) dari investasi yang dimiliki. Oleh karena itu, menanggapi perlemahan mata uang yang terjadi jangan sampai menurunkan motivasi kita untuk berinvestasi. Sebaliknya, justru perlu upaya untuk dilakukan walaupun melalui tindakan yang kecil untuk tetap terus berinvestasi. Kiat berinvestasi yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Ayo Giat Menabung. Untuk memulai berinvestasi bisa dilakukan dengan menabung secara konsisten. Komitmen dapat dibuat secara rutin dalam jangka waktu harian, atau mingguan, atau bulanan dengan menyisihkan dana untuk ditabung dalam jumlah tertentu secara berkelanjutan. Peribahasa yang mengatakan: hemat pangkal kaya masih relevan untuk diterapkan bagi kita. Menunda konsumsi yang tidak sesuai, tidak membeli sesuatu secara berlebihan, dan tidak hanya memuaskan keinginan menjadi hal yang penting. Hal lain yang dapat dilakukan untuk menabung yaitu menaikkan pendapatan yang rutin maupun yang tidak rutin sehingga ada dana yang dapat ditabung. Mulailah menabung walaupun dalam jumlah yang kecil dan ingat bahwa: sedikit demi sedikit akan menjadi bukit!
  2. Investasikan Uang Anda. Hasil tabungan yang terkumpul dapat diinvestasikan. Khusus investasi pada aset keuangan dapat dilakukan pada instrumen investasi, antara lain: deposito, obligasi, reksa dana, dan saham. Instrumen investasi tersebut dapat menjadi salah satu alternatif yang dipilih dalam berinvestasi. Pahami terlebih dahulu masing-masing instrumen investasi tersebut sebelum membeli untuk keuntungan dan risikonya. Prinsip dalam keuangan yaitu: high risk high return. Anda juga dapat bertanya kepada pihak-pihak yang paham tentang investasi tersebut, misalnya: pihak bank atau lembaga sekuritas yang menjual instrumen investasi tersebut. Jangan menunda untuk berinvestasi karena uang memiliki nilai waktu. Semakin cepat untuk berinvestasi maka anda tidak kehilangan keuntungan dari nilai yang akan diperoleh dimasa depan.
  3. Lakukan Dengan Benar. Perencanaan investasi harus dilakukan dengan benar yaitu dilakukan dengan konsisten dan komitmen serta dievaluasi dan ada upaya perbaikan. Hal sederhana yang dapat dilakukan yaitu mengetahui kondisi kesehatan keuangan secara menyeluruh dan menempatkan uang anda pada instrumen investasi yang tepat sesuai kemampuan anda.  Hal yang perlu diperhatikan bahwa anda tidak disarankan berinvestasi apabila tidak memiliki dana darurat atau jika anda memiliki utang yang melewati batas maksimal. Oleh karena itu, hal yang perlu dilakukan:

2015-09-22 02.38.03 1Pertama, kita perlu memperbarui data kekayaan terkini yang kita miliki mulai dari aset dan utang untuk mengetahui besarnya kekayaan bersih yang kita miliki saat ini. Kedua, lakukan pengecekan ulang untuk saldo di rekening investasi kita dan penghasilan rutin yang kita terima serta penghasilan di luar pendapatan rutin. Ketiga, Lakukan rencana investasi dan evaluasi setiap produk investasi yang kita miliki. Dalam berinvestasi yang tidak boleh dilupakan yaitu “jangan menaruh telur pada satu keranjang, karena ketika jatuh maka semua telur akan pecah”, maka buatlah portofolio investasi dengan memiliki lebih dari satu instrumen investasi yang dapat saling melengkapi. Keempat, kita lakukan upaya perbaikan dengan membandingkan tingkat keuntungan yang kita harapkan dari hasil investasi kita, apakah sudah sesuai dengan target atau sebaliknya?. Selamat mencoba dan sukses untuk keuangan anda!

Oleh : Dr. Christian Herdinata, SE., MM., CFP (Deputy Head of International Business Management Department)