Kenali Apa yang Dimaksud Metaverse Sampai Kriterianya!

Perkembangan teknologi informasi yang sangt cepat membawa banyak perubahan. Tidak hanya perubahan kecil dalam kehidupan manusia, tetapi juga perubahan yang sangat berbeda jauh dari kehidupan sebelumnya.

Teknologi informasi sekarang tidak hanya mencakup kemudahan berkomunikasi, tetapi juga layanan dan fitur-fitur yang sangat menarik. Bahkan dengan perkembangan yang sangat pesat ini, beberapa wacana tentang pembuatan dunia virtual di mana manusia bisa hidup di dalamnya sebagai orang lain, terbuka karena perkembangan teknologi ini.

Wacana tentang dunia virtual ini disebut dengan metaverse yang cukup ramai dibicarakan di kalangan masyarakat Indonesia. Penasaran dengan pembahasan terkait wacana metaverse? Simak ulasan berikut sampai selesai.

Pengertian Metaverse

Metaverse dapat diartikan sebagai dunia maya bersama. Artinya kehadiran seseorang dalam dunia metaverse dapat dirasakan menggunakan panca indra yang diakses melalui bantuan internet. Penjelasan ini berdasarkan pada ruang virtual yang dibuat lebih hidup dan terasa nyata dengan bantuan Virtual Reality atau Augmented Reality.

Beberapa penggunanya mengaitkan Metaverse dunia virtual dengan gim. Para pengguna di dalamnya memiliki karakter yang dapat berinteraksi secara bebas dengan karakter lainnya di dunia gim tersebut. Namun di sisi lain, terdapat juga metaverse yang menggunakan sistem blockchain.

Sistem blockchain memungkinkan penggunanya untuk membeli tanah virtual dan aset digital lainnya dengan mata uang kripto. Diksi metaverse sendiri sudah dikenal sejak tahun 1992 pada banyak karya sastra seperti novel Snow Crash karya Neal Stephenson.

Motif Metaverse

Salah satu pengusung metaverse yang cukup kuat adalah Facebook yang diciptakan oleh Mark Zuckerberg. Kali ini ia mengganti nama facebook menjadi meta, dan berpandangan bahwa meta bukanlah tempat yang akan menjadikan dunia nyata semakin terasing, tetapi meta akan menjadi tempat yang esensial dan bermakna ketika menjelajahi internet.

Namun banyak juga yang mengkritisi wacana metaverse ini. Mulai dari kritikan akan menipu para pengguna, setralisasi semu yang bermula pada konsep desentralisasi menggunakan metaverse, sampai plagiarisme ide metaverse.

Bahkan beberapa pihak menganggap proyek metaverse ini cukup impulsive dan sembrono tanpa adanya perhitungan matang. Hal ini dikarenakan ketika layanan dan fitur-fitur dalam facebook dan aplikasi turunan yang lainnya belum maksimal, perusahaan media sosial ini sudah hendak merambah pada bidang baru yang lebih besar.

Di sisi lain, metaverse dan nft juga kripto memiliki kaitan yang cukup erat. Bahkan NFT yang sebelumnya hanya dijual menggunakan aset kripto sebagai karya seni, bisa dijadikan sebagai salah satu karakter, karena terdapat avatar yang diperjualbelikan dalam metaverse.

Kriteria dalam Metaverse

Facebook adalah salah satu pijakan utama yang cukup kuat dalam pengembangan metaverse. Fakta ini tidak dapat dibantah. Namun di sisi lain terdapat juga perusahaan-perusahaan lainnya yang tertarik untuk ikut mengembangkan metaverse. Berikut adalah kriteria metaverse, antara lain

  1. Aktivitas dunia nyata dan dunia maya tumpeng tindih dengan adanya fitur web
  2. Personalisasi realtime grafis 3D dan avatar di dalamnya
  3. Para penggunanya dapat membuat item dan lingkungan sesuai kehendaknya sendiri
  4. Terjadi interaksi sosial antara manusia virtual yang tidak kompetitif, memiliki orientasi pada sebuah tujuan pasti daripada permainan gim biasa
  5. Desain yang ramah dan cocok untuk penggunaan Virtual Reality atau Augmented Reality

Itulah ulasan mengenai wacana metaverse sebagai tambahan wawasan anda dalam perkembangan teknologi Informasi yang begitu cepat, beserta berbagai terobosan yang menyertainya.

Artikel lain