Kampanye Batik Pak Freddy dalam Surabaya Heritage in Batik

Kampanye Batik Pak Freddy dalam Surabaya Heritage in Batik

Tanggal 2 Oktober 2011 merupakan peringatan Hari Batik Nasional, setelah resmi di tahun 2010 lalu oleh UNESCO, salah satu organisasi di bawah PBB mengakui batik sebagai salah satu warisan budaya dunia. Tentunya pengakuan ini merupakan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia di tengah maraknya perebutan kepemilikan batik antara Indonesia dan Malaysia.

Freddy H Istanto (tengah) bersama seorang ekspatriat dan pembuat batik

Freddy H Istanto (tengah), Dekan Fak. Teknik & Desain UC, bersama seorang ekspatriat dan pembuat batik

Bersamaan dengan peringatan Hari Batik Nasional itulah, Surabaya Heritage Society yang diketuai oleh Bapak Freddy dan juga Dekan Fakultas Teknik dan Desain Universitas Ciputra mengadakan acara Surabaya Heritage in Batik. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Gemati, Graha Wismilak dan Sjarikat Poesaka Soerabaia.

Felisia Lie, mahasiswi UC yang sedang membatik

Felisia Lie, mahasiswi UC yang sedang membatik

Meski persiapan cukup singkat hanya sekitar 2 minggu karena kesibukan Beliau mempersiapkan acara wisuda mahasiswa Universitas Ciputra, acara ini dapat terselenggara dengan sangat baik. Dalam acara tersebut Beliau berhasil mengundang para pecinta batik yang giat melestarikan batik Indonesia. Hadir pada acara tsb, Ibu Dian (kolektor batik terkenal di Surabaya) hadir beserta suami berkesempatan berbagi cerita tentang batik-batik koleksi mereka. Selain tamu-tamu dari dalam negeri, turut hadir pula undangan perwakilan dari berbagai Negara, seperti Rumania, Slovakia, Jerman dan Amerika Serikat yang diwakili langsung oleh ibu Konsulat Jenderal Kristen F Bauer. Diundangnya para tamu dari negara-negara lain ini, dituturkan oleh Bapak Freddy, karena batik telah diakui menjadi warisan budaya dunia. Jadi, jika acara semacam ini tidak mengundang tamu dari negara-negara lain rasanya masih ada yang kurang.

Tim jurnalis UC berfoto bersama

Tim jurnalis UC berfoto bersama

Dari acara ini kita bisa mendapat banyak wawasan baru tentang batik. Kita juga bisa tahu bahwa batik, meskipun sama-sama dari Indonesia jika berasal dari daerah yang berlainan akan berbeda pula motifnya. Setiap daerah memiliki motif dengan ciri khas masing-masing. Ibu Dian dan suamia memamerkan batik-batik koleksi dari Sampang, Sidoarjo, Jetis, Pekalongan, dll. Setiap batik tersebut memiliki motif dan juga warna yang menjadi ciri khas, yang dapat menjadi identitas batik tersebut.