Sistem informasi secara umum dikenal sebagai alat dalam mempermudah proses data di dalam suatu organisasi atau perusahaan. Secara sistematis, sistem informasi adalah berfungsi dalam mempersingkat pemrosesan data guna kepentingan dan pengambilan keputusan perusahaan.

Sistem informasi dapat mendukung proses interaksi suatu bisnis kepada pemasok dan pelanggan, serta dapat menganalisis persaingan pasar. Adanya sistem informasi akan mempermudah perusahaan dalam mengolah data. Khususnya dalam memudahkan perusahaan dalam mengobservasi dan menganalisis data produk dan pemasaran secara lengkap.

Tujuan dan Fungsi Sistem Informasi

Sebelum kita membahas lebih jauh bagaimana penerapan sistem informasi ini, ketahui terlebih dahulu tujuan dan fungsi sistem informasi pada umumnya. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa sistem informasi dibuat untuk mengolah data mentah menjadi sebuah informasi yang digunakan untuk perusahaan guna pengambilan keputusan.

Selain tujuan utama sistem informasi tersebut, terdapat pula beberapa fungsi sistem informasi bagi perusahaan, diantaranya sebagai berikut :

1. Mengumpulkan Data Masukan

Fungsi pertama dari sistem informasi adalah tempat mengumpulkan data perusahaan. Karena data ini menjadi sumber utama informasi perusahaan secara operasional. Data-data ini kemudian diolah secara sistematis.

2. Menyimpan Data

Setelah mengumpulkan data, kemudian data tersebut akan dimasukkan ke dalam sistem untuk di proses. Penyimpanan data ini berlaku bagi data yang relevan maupun tidak relevan. Fungsi sistem informasi ini  menentukan proses pengolahan data menjadi sebuah informasi yang bermanfaat bagi perusahaan.

3. Menghasilkan Informasi

Setelah dirasa semua data telah tersimpan, maka selanjutnya sistem informasi menganalisis data menjadi sebuah informasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga nantinya dihasilkan informasi yang relevan bagi kebutuhan mereka.

Contoh Penerapan Sistem Informasi

Dalam dunia bisnis, sistem informasi digunakan guna berbagai kepentingan. Secara umum, sistem informasi ini terdiri dari beberapa tipe, yaitu sistem pendukung dan sistem pemrosesan. Pengguna sistem informasi ini juga beragam, mulai dari pihak manajemen, eksekutif, sampai pihak eksternal perusahaan.

Secara detail, berikut adalah contoh penerapan sistem informasi.

1. e-Commerce

Berkembangnya pasar penjualan online saat ini membuat sistem informasi sangat dibutuhkan dalam bisnis daring ini. Berbagai perusahaan e-commerce seperti Lazada, Shopee, Tokopedia, Amazon, dan lain sebagainya menggunakan sistem informasi sebagai bagian utama dari bisnis yang dijalankan.

Sistem informasi dalam e-commerce biasanya terletak pada keamanan transaksi, tampilan produk, hingga penyimpanan data penjual dan pembeli. Proses jual beli barang dengan sistem online ini terlihat sederhana, namun dibalik itu semua dibutuhkan sistem informasi yang kuat dan cakap dalam menjalani bisnis e-commerce.

2. e-Learning

Selain dalam bidang bisnis, sistem informasi juga digunakan dalam bidang pendidikan. Terlebih di era pandemi saat ini, dimana pelajar diharuskan belajar dari rumah. Sistem informasi mulai diterapkan tiap sekolah dalam proses belajar mengajar.

Sistem informasi dalam bidang pendidikan diantaranya adalah untuk tugas, mengolah data absensi, nilai, pengolahan nilai menjadi rapor, dan lain sebagainya. Sistem informasi juga memudahkan pelajar dalam mengakses bahan ajar secara online.

3. Knowledge Work System

Masih berhubungan dengan pendidikan, sistem informasi juga dapat digunakan dalam membangun knowledge work system yaitu untuk menganalisis. Mulai dari mengumpulkan data penelitian atau riset hingga rumus tertentu, untuk kemudian diolah dalam sistem informasi menjadi sebuah informasi.

Penggunaan sistem informasi adalah sangat penting, bukan hanya dalam bisnis saja, bahkan keseluruhan kegiatan sehari-hari. Pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan lainnya kini tidak terlepas dari teknologi informasi yang menjadikan sistem informasi penting untuk dibuat.

Menu