Kedepannya, bakal jadi apa ya? Katanya sih, prospek karir jurusan IT sangat luas, namun karir-karir tersebut selalu asing untuk didengar, tidak seperti pekerjaan pada umumnya yang sejak sekolah dasar menjadi cita-cita semua anak, seperti guru, polisi, atau dokter. Untuk menjawab beberapa keraguan dan pertanyaan dalam benak mahasiswa yang sudah memasuki ranah IT ini, Fakultas Teknologi Informasi menghadirkan sebuah acara webinar bertajuk Implementing Data Science in Real Life yang dibawakan oleh seorang Data Scientist di tiket.com, Lili Ayu Wulandhari, S.Si., M.Sc., Ph.D. Sebagai informasi, tiket.com adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa, dalam menyediakan wadah untuk melakukan pemesanan tiket pesawat, tiket kereta api, kamar hotel, dan lainnya.

Acara webinar yang diadakan pada Kamis, 24 September 2020 ini, diadakan khusus untuk mahasiswa dari prodi Information System for Business (ISB) dan Information and Multimedia Technology (IMT) di Universitas Ciputra Surabaya dengan total peserta mencapai 200 orang. Dengan arahan dari Pak Adi Suryaputra Paramita, selaku Ketua Program Studi ISB merangkap MC, webinar dimulai pada pukul 13.00 WIB.

Dalam pembukaannya, Ibu Lili, pemateri webinar menjelaskan secara terperinci mengenai Data Science, yaitu sebuah ilmu yang menggabungkan statistika, matematika, ilmu komputer, dan bisnis untuk memperoleh informasi dari data-data, baik yang terstruktur maupun tidak. Oleh karena itu, untuk menjadi seorang Data Scientist, diperlukan keahlian dalam bidang matematika, statistika, algoritma, struktur data, programming, serta teknik visualisasi. “Gak boleh takut matematika”, kata Bu Lili.

Introduction to Data Science

Apa saja, sih sebenarnya yang dilakukan seorang Data Scientist? Dalam serangkaian pekerjaan yang dilakukan, ada 6 proses utama yang dijelaskan oleh Bu Lili. Pertama, seorang Data Scientist akan mendefinisikan terlebih dahulu masalah yang ada. Kemudian, dari masalah yang ada, dikumpulkanlah data-data yang relevan dan diklasifikasikan. Setelah itu, barulah dilakukan analisis data, data-data tersebut akan dijabarkan dan dilakukan pemodelan. Hasil dari pemodelan lalu akan dibawa ke stakeholders atau pemegang saham untuk dikomunikasikan lebih lanjut. Terakhir, yang perlu dilakukan adalah pengembangan berdasarkan hasil analisis.

Data Science Process to Solve Problems

“Kerjaannya asik dan tidak monoton jadi pasti tidak bosan,” ujar Bu Lili. Meskipun begitu, tentu ada beberapa tantangan dari pekerjaan yang berhubungan dengan data ini. Salah satunya, tentu saja, jumlah data yang sangat besar hingga jutaan untuk diolah dan prosesnya yang cukup rumit, data-data yang diperlukan pun berasal dari banyak sumber, sehingga analisinya memerlukan waktu yang tidak sebentar. Kemudian, dalam seluruh proses mengolah data, perlu melibatkan sangat banyak orang. Oleh karena itu, stigma orang IT adalah orang yang tidak bisa bekerja sama perlu dihapuskan disini.

Acara webinar kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan sesi hands-on, dimana Bu Lili mempraktikkan contoh mengolah data dalam praktik nyatanya. Satu tips dari Bu Lili, “Jangan takut salah dan yang paling utama, jangan jadi dukun data!”. Tidak lupa, sebagai penutup acara, diadakan sesi foto bersama.

You must be logged in to post a comment.
Menu