Arsitektur adalah sebuah ilmu seni atau praktik perancangan dan pembangunan struktur dan konstruksi bangunan. Dalam arti yang lebih luas, arsitektur dapat mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan, seperti perencanaan kota, lingkungan makro, tidak hanya satu bangunan atau pelengkapnya saja.

Menurut Mangunwijaya dan Wastu Citra, mengungkapkan bahwa arsitektur berasal dari bahasa Yunani yaitu “archee” yang artinya asli dan “tectoon” yang artinya kokoh. Maka bisa disimpulkan dari dua istilah itu bahwa archeetectoon berarti asli dan kokoh.

Dari pengertian arsitektur tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa arsitektur harus memenuhi dua kriteria, yaitu unik dan indah.

Tugas & Ruang Lingkup Arsitek

Menurut IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), tugas dan ruang lingkup pekerjaan seorang arsitek adalah sebagai berikut :

1. Mengonsep Rancangan

Pada tahap ini arsitek melakukan konsep rancangan yang meliputi seluruh data dan informasi yang diterima dengan mengolah dan menganalisis data.

2. Membuat Skematik Desain

Pada tahap selanjutnya, arsitek menyusun pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dengan membuat gambar-gambar berdasarkan konsep rancangan yang telah disusun.

3. Pengembangan Rancangan

Pada tahap ketiga ini, arsitek bekerja atas dasar prarancangan dari tahap kedua yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk menentukan sistem konstruksi, biaya yang dikeluarkan, struktur bangunan, dan bahan bangunan.

4. Pembuatan Gambar Kerja

Arsitek selanjutnya menerjemahkan konsep rancangannya dalam pengembangan pancangan ke dalam gambar kerja dan uraian teknis yang terinci. Sehingga disini semua pihak yang terlibat dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi.

5. Pengadaan Pelaksanaan Konstruksi

Pada tahap ini, arsitek mengolah hasil gambar kerja yang telah dibuat ke bentuk format dokumen pelelangan serta dilengkapi dengan Rancangan Kerja dan Syarat Teknis Pelaksanaan Kerja serta RAB (Rencana Anggaran Biaya) termasuk daftar bill of quantity.

6. Pengawasan Berkala

Arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan dan mengadakan pertemuan teratur dengan pengguna jasa.

Apa yang Dipelajari Seorang Arsitek

Setelah mengetahui rincian tugas dan ruang lingkung arsitek. Kita juga mendapati bahwa ada tanggung jawab dari seorang arsitek, lalu apa yang dipelajari seorang arsitek? Tentunya program studi arsitek memuat seluruh pembelajaran tugas dan pelatihan-pelatihan. Mulai dari pembelajaran seni rupa, desain, matematika, akuntansi, manajemen, dan lain sebagainya.

Bukan hanya mempelajari struktur bangunan saja, karena seluruh lingkungan dan isi dari bangunan itu sendiri menjadi tanggung jawab seorang arsitek. Arsitek kemudian juga mempertanggung jawabkan kepada pengguna jasa, termasuk mengkomunikasikannya.

Fungsi Arsitektur

Fungsi dari seorang arsitektur, tidak hanya untuk membangun suatu konstruksi bangunan saja agar menjadi bangunan yang estetik dan kokoh. Arsitektur secara umum berfungsi sebagai suatu tata bina yang ikut menyeimbangkan lingkungan di sekitarnya, termasuk faktor sosial, alam, manusia.

Berikut ini adalah fungsi arsitektur secara kompleks :

  • Arsitektur sebagai jawaban atas kebutuhan tuntutan fungsional badani, rohani, emosional (spiritual dan intelektual).
  • Arsitektur sebagai jawaban atas tantangan seperti : Iklim, teknologi, masyarakat, kebudayaan.
  • Sebagai pembatas atau filter antara tubuhnya dengan lingkungan alamnya.
  • Penyeimbang biologis dan psikologis yang merupakan kelanjutan dari adaptasi manusia kepada dunia.
  • Ruang tempat manusia hidup dengan berbagi dan kaitannya dengan pengalaman kehidupan yang sederhana, dapat diwujudkan dengan arsitektur.

Arsitektur harus senantiasa memperhatikan bagaimana mewujudkan cita-cita sekaligus memuaskan hati pengguna jasanya. Arsitektur pada hakikatnya merupakan suatu bidang teknis, sehingga bangunan terancang dengan struktur yang baik. Pandangan yang lain ialah bahwa tujuan utama dari arsitektur ini adalah bersifat kemasyarakatan.

Menu