IICIES 2012 Day 3

IICIES 2012 Day 3

Kamis, 28 Juni 2012, Universitas Ciputra (UC) Surabaya, hari terakhir dari konferensi IICIES 2012, diisi oleh 4 pembicara luar biasa yaitu Derek Sivers (Woodegg.com – Amerika Serikat) Tom Weeks (Senior Fulbright Professor – United Emirates Arab), Laila Asri (CEO Pourvous – Indonesia) Antonius Tanan (Direktur Ciputra Group – Indonesia).

Dalam presentasinya yang berjudul “Entrepreneur’s Guide To Indonesia 2012”, Derek Sivers menjelaskan bahwa dibalik setiap kesuksesan pasti terdapat kegagalan. Mengapa harus gagal? 1) karena ketika gagal (salah) kita belajar, 2) menumbuhkan pola piker yang berkembang, 3) eksperimen, semakin sering atau semakin banyak, maka semakin baik hasilnya. Kata Derek “If you’re not failing, you’re not trying hard enough”. Tom Weeks dalam presentasinya yang berjudul “Entrepreneurship & Innovation” menjelaskan bahwa “Entrepreneur is a personal characteristic and success comes from breaking silos”. Laila Asri dalam sharing pengalamannya sebagai CEO dari Pourouvs.co.id  dan peraih penghargaan “Top 9 Entrepreneurial Winning Women 2010” dari Ernst & Young, menceritakan bisnis “halal & natural body care” yang dimilikinya ini dimulai dari tahun 2007. Awalnya bisnis ini merupakan bisnis rumahan, namun berkat ketekuannya, Pourvous mulai mendapatkan banyak sertifikasi. Salah satu rahasia sukses Laila adalah berpromosi melalui internet. Selain murah dan mudah, internet juga memiliki jangkauan pasar yang sangat luas. Laila mengatakan bahwa rumah dan tempat kerjanya dekat sehingga mudah untuk mengurus pekerjaan rumah dan mengontrol usaha. Disamping itu Laila juga memanfaatkan teknologi seperti Skype, internet dan email untuk memudahkan pekerjaan. Pesan Laila “Believe in your dream even no one believes you. Money is not the important things, creativity and initiative is the most important things that you should have”.

Pembicara terakhir yang paling ditunggu adalah Antonius Tanan. Dalam presentasinya Pak AT (sapaan akrab beliau), memberikan penjelasan tentang salam entrepreneur atau salam tiga jari yang sudah menjadi trademark dikalangan Grup Ciputra. Salam entrepreneur dalam bahasa inggris memiliki makna, “envision something, explore something and encounter”. Sedangkan dalam bahasa Indonesia memiliki makna, ekonomi sejahtera, ekspresi, empati. “Kenapa para mahasiswa tidak bisa menjadi entrepreneur, tapi menjadi employee?” tanya beliau. Karena sistem pendidikan jaman dululah yang mencetak lulusan yang tidak berani mengambil resiko. Pak AT bersama Universitas Ciputra Entrepreneurship Centre (UCEC) dan Bank Mandiri memberikan pendidikan dan pelatihan entrepreneurship kepada TKI yang berada di luar negeri, khususnya para wanita, mengapa? Karena 70% TKI adalah wanita. Menjadi TKI memang dapat memecahkan masalah ekonomi namun bisa menimbulkan masalah lain yaitu masalah social, kisah nyata seorang wanita yang dulu bekerja di Malaysia, sekarang bekerja di Hongkong dan meninggalkan bayi berusia 11 bulan. UCEC membuat kurikulum untuk para TKI, 1) Basic, 2) Intermediate, 3) Advance. Selain itu juga UCEC memanfaatkan “web 2.0 education” melalui jejaring social facebook. FB mandiri sahabatku, FB mandiri sahabatku kelas lanjutan, FB mandiri sahabatku learning English dan FB entrepreneur retail. Dampak pendidikan entrepreneur yang diberikan UCEC. Cerita pertama dating dari Warung Barokah di Malang yang dulunya hanya beromzet 50-100 ribu/hari, sekarang menjadi 300-600 ribu /hari. Cara yang dilakukan oleh TKW tersebut adalah melakukan lomba makan NASI sepuasnya, menu spesial setiap hari, jika sudah makan 20ribu maka mendapat diskon 10%. Awalnya memang tidak mudah mengajak keluarga terutama nenek untuk merubah pola pikirnya menjadi lebih maju. Namun berkat kegigihannya sekarang TKW tersebut mempunyai 6 orang pegawai. Cerita kedua kakak seroang TKW yang punya toko kelontong dan hampir bangkrut. Lalu TKW tersebut berpikir kenapa tidak kita yang datang ke customer. Dengan mengusung slogan “PALU GADA”, apa yang elu mau gua ada, berhasil mengubah pendapatan dari 74rb/hari menjadi 250ribu – 500ribu/hari. “Saya percaya suatu hari kelak akan muncul entrepreneur nasional dari TKI indonesia” kata Pak AT.