Albert Nathan, S.M.

IBM-2017

Short Profile

Albert Nathan adalah alumni UC IBM-RC 2017 dan sekarang sedang mempunyai kesibukan atau pekerjaan menjadi penerus family businessnya yaitu The Prince Jewellery.

Pengalaman UC

Saat berkuliah di Universitas Ciputra, mempunyai pengalaman menjadi asdos atau yang sering kita dengar adalah asisten dosen. Dari menjadi asdos, Albert mendapatkan banyak pengalaman seperti bagaimana cara menyampaikan materi kepada mahasiswa dengan jelas, mengatur mahasiswa dalam kelas, maupun menyampaikan informasi dengan baik dan benar. Namun ada pengalaman unik saat Albert menjadi asdos. Albert pertama kali bisa marah  saat menjadi asdos , Albert marah-marah kepada mahasiswa dikarenakan dosen dan asdos sudah menjelaskan dengan detail penjelasan UTS, namun mahasiswa acuh-tak acuh. Ke-esekoan harinya mereka malah bertanya terus dan membuat gegaduhan. Kejadian tersebut membuat Asdos Albert marah dan dicap sebagai asdos jahat oleh mahasiswa

 

Saat berkuliah Albert mempunyai pengalaman yang berkesan menurutnya. Albert pernah mempunyai bisnis bersama temannnya namun pecah atau tidak bisa lanjut dikaerkan suatu hal. Bisnis pertama yang Albert buat bersama dengan teman-temannya adalah menjual minuman kesehatan. Namun dikarenakan kurangnya ahli dalam pembuatan minuman kesehatan, Albert bersama temannya mengganti untuk menjual keripik. Dari menjual keripik, Albert dan teman-temannya pernah menjual produk tersebut di Taman Bungkul pada weekend atau yang bisa disebut acara CFD (Car Free Day). Singkat cerita, bisnis Albert dan teman-teman berjalan sampai di semester 4. Adanya perbedaan guild yang diambil oleh Albert akhirnya pada semester 4, Albert memutuskan untuk pisah dengan temannya untuk masuk guild fambus karena Albert ingin meneruskan bisnis keluarganya.

 

Pengalaman di Fambus

Di fambus banyak sekali Albert mendapatkan relasi. Karena di Fambus semua anggota fambus sudah seperti keluarga. Hal itu dikarenakan, satu sama lain saling membantu dalam mengembangkan bisnis keluarga masing-masing. Contohnya, jika ada infomasi fambus yang lagi menawarkan diskon atau mencari bantuan. Maka, anggota lain atau mahasiswa yang ada di fambus saling membantu untuk menyebarkan infromasi tersebut.

 

Pelajaran berharga yang bisa diambil di Fambus adalah, bagaimana generasi penerus bisa memahami orang tua kita. Dalam artian, kita bisa memahami orang tua karena adanya perbedaan usia, generasi, edication sampai bagaimana mengatur emosi untuk berkomunikasi dengan orang tua diajarkan dalam guild family business.

 

Nama toko dan cabang perhiasan keluarga Albert yang pertama ada The Prince Jewellery, kedua ada Ritz (ganti nama jadi Marquine), ketiga Crown (ganti nama jadi Maximillian & Marry) dengan nama group satu kesatuan Istana Group. Masing-masing toko tersebut ada di Tunjungan Plaza 3 dan 4 , namun ada juga di Galxy Mall dan Pakuwon Mall.

 

Awal menjalani bisnis perhiasan berlian tidak semudah itu. Semua membutuhkan waktu dan perjuangan. Berawal dari menjual perhiasan emas dan berahli ke berlian. Pernah mengalami hal yang sangat tidak terlupakan yaitu toko mereka pernah mengalami kebakaran. Kejadian tersebut membuat mereka harus muai dari 0 dan berjuang lagi dari awal untuk mengumpulkan modal. Dari memulainya kembali tidak mudah bagi Albert dan keluarga untuk mengenalkan brand ke masyarakat dan memperoleh kepercayaan dari masyarakat. Namun, Albert dan keluarga terus berjuang dan mengikuti sertiap pameran agar bisnis mereka dikenal oleh banyak masyarakat.

 

Kunci agar bisnis kita dipercaya oleh masyarakat

Kuncinya adalah tetaplah melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Apalagi kita berjualan menggunakan mulut kita. Apa yang diucapkan oleh mulut kita semisal A, juga harus dibuktikan secara A. Tips turun menurun dari keluarga Albert dalam melayani customer adalah, jangan melihat orang yang datang ke toko kita dengan penampilan. Bagaimanapun penampilan mereka dari A-Z ataupun dari sebiasa mungkin hingga sebagaimanapun, tetaplah melayani orang tersebut dengan se-VVIP mungkin. Karena kita tidak pernah tau siapa orang itu dan kita harus menjunjung tinggi integritas. Kita tidak boleh membeda-bedakan dalam melayani customer.

 

Tantangan orang tua dalam FAMBUS

Tantangan yang dialami Albert kepada orang tuanya adalah, bagaimana cara Albert bisa membuktikan kepada orang tuanya bahwa dia bisa mempresentasikan produknya ke customer dan bisa deal maupun closing dengan customer. Albert harus menunjukkan bagaiman kita bisa menjadi pribadi yang berkualitas di hadapan orang tua.

Menurut Albert bagaimana bisa closing sukses dengan customer adalah bagaimana kita bisa memperhatikan hal kecil di awal customer datang ke toko kita. Contohya, kita harus tau panggilan yang tepat untuk customer kita dari awal dan asik untuk diajak mengobrol. Selain itu, dari awal kita juga harus tau apa kebutuhan yang customer cari.

 
Buat The Lion’s yang masi berkuliah. Gunakanlah segala ajaran, praktek, dan target yang ditetapkan selama kuliah dengan sungguh-sungguh. Apa yang nanti kalian tanam dengan sunguh-sungguh dan kalian lakukan sungguh-sungguh akan kalian rasakan dikemudian harinya dengan hasil yang memuaskan.
Albert Nathan

Contact Us

Get in touch

Location

CitraLand CBD Boulevard, Made, Kec. Sambikerep, Kota Surabaya, Jawa Timur, 60219

Contact Us

Phone : (+62) 31-7451699

Our Hours

MON-FRI  08:00 – 16:30 

SAT-SUN  CLOSED