Persaingan Usaha di Sektor UMKM dengan Dukungan Ekonomi Digital Menjadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional” by Janice Hartanto

 

Selama masa pandemi terjadi penurunan produk domestik bruto Indonesia di tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi tiba-tiba menurun drastis. Tingkat pengangguran meningkat dikarenakan sektor usaha mengalami kelumpuhan aktivitas bisnis akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Distribusi barang dan jasa juga terganggu. Terjadi peningkatan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menyebabkan banyak orang yang kehilangan pekerjaan utamanya.

Hal ini memaksa masyarakat berusaha untuk bertahan hidup dengan cara membuka usaha pribadi dengan skala kecil tanpa tergantung pada pemilik usaha. Sebuah anugrah dari Tuhan atas rencananya sehingga muncul banyak wirausahawan baru akibat desakan ekonomi. Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau dikenal sebagai UMKM di Indonesia sangat besar kontribusinya dalam menjaga stabilitas ekonomi dan berhasil menahan kondisi ekonomi ke jurang yang lebih parah. Terbukti di masa pandemi, kondisi ekonomi Indonesia tidak separah di negara maju seperti Amerika dan China. UMKM menjadi salah satu penopang fondasi ekonomi suatu negara.

Menurut data yang dihimpun dari situs kementerian Koperasi dan UMKM, terdapat beberapa fakta menarik, antara lain:

  1. Sumbangan UMKM terhadap pendapatan domestik bruto negara Indonesia sebesar 61,97% atau senilai 8.573,89 triliun rupiah.
  2. Jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta, artinya sebanyak 23,34% dari jumlah populasi Indonesia yang sebesar 275 juta
  3. Usaha UMKM berhasil menyerap 97% dari lapangan kerja yang tersedia di Indonesia tahun 2020.
  4. Sumbangan Investasi dari usaha UMKM adalah sebesar 60,4% dari total investasi Indonesia di tahun 2020.

Dalam buku Tulus Tambunan (2012), berjudul Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia terdapat fakta penting, antara lain:

  1. UMKM dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman sehingga investasi dapat meningkat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
  2. UMKM mampu bertahan di saat krisis ekonomi seperti pada tahun 1997/1998.
  3. UMKM memiliki kemampuan yang besar untuk meningkatkan penghasilan dan kesempatan kerja bagi

UMKM dan persaingan usaha merupakan dua buah komponen kunci agar dunia usaha dapat bekerja secara maksimal. Jadi pertanyaannya apa saja peran pemerintah dalam menumbuhkan aktivitas UMKM dalam persaingan usaha yang sehat dan bagaimana caranya agar pelaku usaha dapat bertahan dan berkompetisi secara sehat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak.

Menurut artikel Kompas (2022) berdasarkan undang-undang no. 20 tahun 2008, pengertian UMKM adalah usaha bisnis yang dilakukan oleh perseorangan atau rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga berdasarkan kriteria tertentu. Adapun kriterianya bisa dikelompokkan berdasarkan jumlah karyawan kurang dari 50, jumlah modal yang digunakan sebesar maksimal satu milyar, dan jumlah pendapatan tahunan maksimal dua milyar.

Mengingat pentingnya peran UMKM di Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, maka perlu dijaga iklim persaingan usaha. Menurut Marbun (2003), pengertian dari persaingan usaha adalah kebebasan usaha dari semua individu dalam mengembangkan usahanya tanpa adanya suatu faktor penghambat untuk memasuki pasar.

Menurut teori yang disampaikan Adam Smith bahwasanya efisiensi dapat tercapai bila tidak ada campur tangan pemerintah di dalam pasar. Pasar harus dibentuk dari inisiatif dan usaha mandiri para pelaku bisnis. Efisiensi dapat terwujud bila para pelaku dapat menciptakan kreatifitas dan inovasi produk yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Kualitas dan harga produk menjadi kunci keberhasilan para pelaku bisnis dalam bersaing secara sehat. Tentu saja pada akhirnya, konsumen akan dimanjakan dengan jenis ragam produk yang berbeda dengan kualitas yang baik dan harga yang terjangkau. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya efisiensi. Keunggulan kompetitif inilah yang diperlukan oleh sebuah negara dalam berkompetisi secara global di pasar internasional.

Efisiensi ekonomi yang terbentuk dari proses kreativitas dan inovasi para pelaku bisnis tentu saja akan mendorong kegiatan ekonomi secara lebih luas. Hal ini akan menciptakan efek multiplier atau pelipatgandaan terhadap sektor yang lain. Berkembangnya UMKM di persaingan usaha yang sehat akan menyebabkan peningkatan produksi barang dan jasa. Hal ini akan membuka banyak lowongan pekerjaan bagi masyarakat. Kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, jumlah pengangguran menurun, beban sosial pemerintah pun bisa menurun. Pemerintah akhirnya bisa menggunakan anggaran secara berkualitas yakni untuk memperbaiki infrastruktur untuk memperlancar aktivitas bisnis, menjaga iklim usaha agar pelaku bisnis bisa melakukan usaha dengan maksimal, dan tentu saja pengendalian kondisi moneter seperti menjaga nilai kurs dan stabilitas suku bunga kredit. Akhirnya pertumbuhan ekonomi bisa tercapai.

UMKM dapat bertumbuh bila ada aturan yang jelas dalam kegiatan bisnisnya. Pemerintah dalam hal ini memiliki peran penting sebagai fasilitator dan legislator pembuat undang-undang. Menanggapi kebutuhan UMKM atas aturan tersebut, terbitlah undang-undang anti monopoli no 5 tahun 1999 mengenai larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Tujuan pembuatan undang-undang ini adalah untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, memberikan jaminan kepastian hukum bagi setiap pelaku usaha, memaksa pelaku usaha untuk mengelola usahanya dengan lebih efisien, dan mengikat pemerintah untuk tidak mengeluarkan peraturan yang cenderung memberikan fasilitas istimewa bagi pelaku bisnis tertentu.

Pemerintah melakukan beberapa usaha untuk meningkatkan UMKM di Indonesia, antara lain mengenai pembentukan undang – undang cipta kerja untuk memberikan kepastian hukum antara karyawan dan sang majikan. Diharapkan undang-undang ini juga bisa meningkatkan iklim investasi di Indonesia.

Dari total banyaknya UMKM di Indonesia, sekitar 64,13 juta UMKM masih bekerja di sektor informal dan harus didorong untuk beralih ke sektor formal. Indonesia masih berkutat dengan perizinan yang rumit dan peraturan yang tumpang tindih di tingkat pusat dan daerah. Maka dari itu, pemerintah berusaha mengatasi masalah ini dengan menyusun Undang-Undang Cipta Kerja, yang akan disahkan pada tahun 2020. Salah satu hal yang dikendalikan itu menyangkut kenyamanan, perlindungan, dan pemberdayaan UMKM. Pemerintah berharap dengan adanya UU Cipta Kerja ini, UMKM dapat berkembang dan berdaya saing.

Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah sebuah program yang dipelopori pemerintah untuk mengembalikan perekonomian Indonesia karena hasil dari adanya Covid-19. Program yang dipelopori ini adalah hasil dari jawaban pemerintah terhadap menurunnya aktivitas masyarakat akibat terdampak masa pandemi, terutama pada bidang informal dan UMKM. Program ini didirikan berdasarkan PP No. 23 Tahun 2020 dan diganti dengan PP No. 43 Tahun 2020. Ada beberapa rincian program PEN terhadap UMKM yang menjadi usaha pemerintah untuk meningkatkan UMKM yaitu tunjangan bunga / margin, pengeluaran Imbal Jasa Penjaminan (IPJ), alokasi modal pemerintah di perbankan, garansi kredit batas kerugian UMKM, pemerintah menanggung pendatan akhir UMKM, perbankan penanaman modal pada koperasi melewati Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), dan acara dukungan atau Bantuan Presiden (Banpres) Usaha Mikro Produktif.

Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan usaha lainnya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong UMKM dan ditawarkan melewati lembaga keuangan dengan skema garansi. Terdapat juga biaya jasa (suku bunga) untuk pinjaman modal kerja dan pinjaman disubsidi oleh pemerintah. Kur memiliki tujuan tersendiri nya yaitu menaikkan akses pembiayaan dan mempererat permodalan UMKM.

Program pemerintah yang menjadi usaha pemerintah agar dapat mendorong UMKM yang akan diluncurkan di tahun 2020 yaitu program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI). Selain itu, Gernas BBI memiliki tujuan untuk menekankan branding nasional produk lokal yang berkualitas tinggi untuk menjadikan industri baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara alami. Dari program tersebut, pemerintah menekankan pelaku UMKM agar dapat beradaptasi dalam platform digital.

ASEAN Online Sale Day (AOSD) atau ASEAN Online Shopping Day adalah program pembelanjaan yang diselenggarakan dengan cara berbarengan dengan platform e-commerce di dalam 10 negara ASEAN. Selain itu, AOSD juga dilakukan secara bersamaan dengan hari lahir ASEAN, pada tanggal 8 Agustus 2020. Para orang yang mengikuti AOSD merupakan orang ekonomi di kawasan ASEAN yang menawarkan barang dan jasa dari perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE). Program ini tidak hanya menjadi peluang untuk negara Indonesia namun juga untuk memperkenalkan dan membentuk karakter produk lokal nusantara di wilayah ASEAN, tetapi juga menjadi peluang untuk mempromosikan dan menaikkan aktivitas ekspor produk Indonesia. Usaha nya bertujuan untuk membangkitkan UMKM dan menaikkan total UMKM di Indonesia menaikkan perkembangan ekonomi Indonesia. Akibatnya, akan makin bertambah pekerjaan yang diciptakan untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran serta kemiskinan atau orang yang tidak mampu di negara tersebut.

Beberapa strategi yang bisa dilakukan oleh wirausahawan dalam mengembangkan usaha UMKM agar berhasil dalam persaingan usahanya, antara lain: menciptakan inovasi produk, mengembangkan pemasaran produk, menggunakan digital marketing dalam mengembangkan pasar dan pengembangan ekonomi digital. Dalam era teknologi, UMKM mendapatkan manfaat cukup besar misal dalam pengembangan pasar dengan digital marketing secara efisien. Penetrasi pasar dapat dilakukan secara mudah dan efisien bahkan bisa dikatakan tanpa biaya pemasaran sama sekali lewat media elektronik seperti instagram, messenger, email dan lain-lain. Mengapa negara maju bisa memiliki kekuatan ekonomi yang cukup dahsyat di masa normal tanpa memiliki sumber daya alam yang mumpuni seperti negara Singapore? Salah satunya karena kemampuan Singapore memberdayakan softskill yang dimilikinya. Sektor jasa menjadi komponen utama negara-negara maju untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Pada era digital sekarang ini, kemampuan dan literasi digital menjadi suatu keharusan. Bila kemampuan ekonomi digital ini bisa dikembangkan oleh sektor UMKM, 10 tahun lagi Indonesia pasti bisa menyamai kemampuan finansial negara-negara maju seperti Singapura. Ekonomi digital adalah suatu fenomena baru yang menjadi wadah kegiatan perekonomian baru. Dari konsep internet of things, big data, mobile devices, interconnectivity dan sebagainya telah merubah aktivitas ekonomi tradisional menjadi modern. Bidang lingkup dari ekonomi digital antara lain digital marketing, pengembangan aplikasi berbasis mobile, penyediaan jasa konsultasi online, pengembangan aplikasi berbasis kecerdasaan buatan dalam mendukung sektor usaha, dan sebagainya.

Di tengah kesulitan yang sekarang terjadi dan semakin masif, krisis energi, pandemi yang tidak kunjung selesai, krisis pangan, pertikaian antar negara maka pasti akan muncul fenomena dan ide-ide baru untuk mengatasi masalah baru yang sebelumnya tidak terpikirkan. Intinya, perubahan yang terus menerus selalu diperlukan dan inovasi dapat menjadi pembuka kesempatan usaha baru. Intinya semakin manusia terdesak semakin banyak ide-ide baru demi kemajuan yang semakin baik.

UMKM adalah suatu keniscayaan. Maju dan tidaknya suatu negara dapat dilihat dari banyaknya sektor UMKM. Namun UMKM membutuhkan perangkat hukum untuk memberikan kepastian hukum dan memberikan motivasi untuk melakukan kompetisi secara sehat. Disinilah peran pemerintah terlihat jelas dalam upayanya membentuk undang-undang dan memberikan kemudahan dalam birokrasi perizinan usaha (deregulasi). Disisi lain peran wirausahawan dituntut semakin kreatif dan inovatif dalam membuat barang dan jasa yang berkualitas dan beragam dengan harga yang bersaing. Mereka harus kreatif membuat barang dan jasa sesuai keinginan pelanggan dengan tawaran harga yang menarik. Bila sinergi antara UMKM dan pemerintah bisa sinkron dan saling berkolaborasi, ibarat tim sepakbola yang selalu bisa mengungguli pihak lawannya. Keunggulan kompetitif inilah yang dibutuhkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Referensi
  1. UMKM (Usaha Mikro Kecil  Menengah) (https://money.kompas.com/read/2022/01/19/051518426/pengertian-umkm-kriteria- ciri-dan-contohnya?page=all).
  2. (https://www.bkpm.go.id/id/publikasi/detail/berita/upaya-pemerintah-untuk- memajukan-umkm- indonesia#:~:text=Pentingnya%20Peran%20UMKM%20Terhadap%20Perekonomian%20Indonesia&text=UMKM%20memiliki%20kontribusi%20besar%20terhadap,duni a%20usaha%20pada%20tahun%202020.)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Fill out this field
Fill out this field
Please enter a valid email address.

Menu