Matcha dan Seni Penyajiannya

Mahasiswa HTB praktek langsung menyajikan Matcha, Teh asal Jepang

Matcha atau yang kita kenal dengan teh hijau berbentuk bubuk tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita. Matcha sendiri menjadi populer karena bisa digunakan pada minuman maupun makanan. Ternyata, proses penyeduhan Matcha sendiri terbilang cukup rumit, karena ada beberapa bahan, alat dan urutan yang harus dilakukan dalam prosesnya.

Mahasiswa Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra semester 1 dalam mata kuliah Food and Beverage, belajar langsung proses penyeduhan dan penyajian teh asal Jepang ini, Kamis (1/11). Setelah mendapatkan teori mengenai teh dan kopi, rekan – rekan mahasiswa mendapat kesempatan untuk mencoba membuat maupun merasakan teh itu sendiri.


Adapun peralatan yang dibutuhkan adalah bowl untuk memanaskan air, gelas/cangkir, bubuk matcha dan Chasen (alat yang terbuat dari bambu dengan bentuk ramping halus di ujungnya, berfungsi untuk mengaduk matcha).

Langkah pertama, panaskan air yang ada kemudian tuangkan air panas ke dalam mangkuk teh, lalu tuangkan 1 sendok teh bubuk matcha. Suhu yang biasanya digunakan sekitar 75-80 C. Segera sesudah bubuk matcha dituang, aduk dengan menggunakan chasen sampai matcha dan air bercampur. Nah, di sini lah terletak seninya. Setelah matcha dan air bercampur, maka kita harus mengaduknya dengan lebih cepat supaya timbul buih. Chasen tidak boleh melekat di bagian dasar mangkuk. Jika buih sudah terlihat, hancurkan gelembung – gelembung besar yang muncul. Setelah itu, matcha siap untuk dinikmati.

Menurut dosen mata kuliah ini, Chef Hugo, Matcha sendiri dapat dinikmati dengan cookies yang memiliki cita rasa gurih. Hal ini tidak akan mengurangi aroma matcha itu sendiri di mulut kita. Oh ya, lupakan tentang gula ya, karena dalam proses pembuatannya, kita tidak menggunakan gula sama sekali.

Sedikit tips untuk Anda, atur jumlah air panas dengan bubuk matcha. Kalau ingin teh matcha yang tidak terlalu pahit, maka kurangi jumlah bubuk atau tambahkan air panas. Untuk alat pengaduknya sendiri, yaitu chasen tidak bisa dicuci dengan sabun ya. Cara membersihkannya adalah dengan dibilas air lalu dibiarkan sampai kering. Selamat mencoba.

Penulis

Maria Wanda A.K.

Universitas Ciputra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *