Macam-Macam Wayang Indonesia

Wayang adalah salah satu ciri khas dari Bangsa Indonesia yang merupakan pertunjukan budaya yang sudah diwariskan secara turun-temurun. Istilah wayang sendiri dapat diartikan sebagai bayang, hal ini dikarenakan dalam pertunjukannya, dalang menggunakan teknik bayangan dan efek cahaya yang diikuti dengan musik gamelan. Boneka dan suara dalam pertunjukan wayang dihasilkan oleh dalang yang memainkannya. Cerita yang dimainkan wayang biasanya berasal dari cerita yang berasal dari India yaitu Mahabarata dan Ramayana. Kisah yang ada di wayang biasanyan menggabungkan kisah hindu dan mitos yang dipercayai oleh masyarakat. Beberapa contoh dari wayang adalah sebagai berikut:

  1. Wayang Kulit

https://www.gudeg.net/read/12279/wisata-edukatif-di-desa-wisata-wayang-kulit-pucung.html

Wayang Kulit adalah salah satu wayang yang paling popular di Indonesia. Wayang ini dibuat menggunakan kulit yang berasal dari kambing atau kerbau, gagang dan kerangkanya terbuat dari tanduk kerbau. Ada karakter khas yang disebut Punokawan yang biasanya diperankan dalam Wayang Kulit. Punokawan tersebut ialah Semar, Bagong, Gareng dan Petruk. Punokawan ini berasal dari Jawa.

  1. Wayang Beber

https://www.indonesia.go.id/ragam/seni/seni/kisah-wayang-beber-wayang-tertua-di-indonesia

Wayang ini dimainkan dengan cara membeberkan layar atau kertas yang berupa gambar. Dalang akan membeberkan gulungan layar kemudian dalang akan menceritakan cerita yang ada didalam gambar tersebut. Wayang Beber merupakan jenis wayang yang paling tua yang ada di Indonesia. Salah satu Wayang Beber berada di Pacitan dan dipegang oleh Mbah Mardi yang merupakan penerus terakhir dari Ki Roro Naladermo. Wayang ini merupakan peninggalan secara langsung dari Raja Brawijaya dan diwariskan secara turun temurun.

  1. Wayang Wong

http://infobimo.blogspot.com/2014/01/perbedaan-wayang-orang-gaya-surakarta.html

Wayang Wong adalah salah satu bentuk wayang yang dalam pertunjukannya diperankan oleh orang asli, yang memerankan karakter dalam cerita tersebut dilengkapi dengan berbagai kostum dan hiasan-hiasan yang menunjukkan karakter yang diperankannya.

  1. Wayang Klithik

https://colours-indonesia.com/id/lifestyle-id/handcrafted-id/id-wayang-klitik-eastern-java/

Wayang Klithik adalah suatu modifikasi dari Wayang Kulit yang dibuat dari kayu. Wayang Klithik ini memiliki bentuk yang pipih mirip dengan Wayang Kulit. Wayang ini dinamai Klithik karena suara kayu yang bergesekan saat dimainkan. Permainannya sama menggunakan teknik bayangan.

  1. Wayang Golek

https://www.murnis.com

Walaupun Wayang Golek terbuat dari kayu, tetapi tidak berbentuk pipih seperti Wayang Klithik ataupun Wayang Kulit. Wayang Golek bentuknya seperti boneka yang terbuat dari kayu. Wayang Golek ini pementasannya tidak menggunakan layar dibelakangnya atau teknik bayangan seperti Wayang Klithik dan Wayang Kulit. Tetapi Wayang Golek dalam pementasannya menggunakan panggung dan dimainkan oleh dalangnya secara langsung dari bawah panggung.

  1. Wayang Gambuh

https://blogkulo.com/wayang-gambuh-bali/

Wayang Gambuh adalah kesenian wayang yang cukup langka yang berasal dari Bali. Dalam pertunjukannya Wayang Gambuh menampilkan cerita Malat, cerita Panji yang ada di Bali. Wayang Gambuh ini mirip dengan Wayang Kulit hanya saja yang ditampilkan di Wayang Kulit merupakan cerita tentang Mahabaratha atau Ramayana sedangkan Wayang Gambuh menampilkan cerita Malat . Perangkat Wayang Gambuh yang tersimpan di Blahbatuh adalah pemberian dari Raja Mangwi yang menaklukan Raja Blambangan.

Sekarang pertunjukan wayang ini sudah mulai luntur. Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang lebih menyukai budaya asing seperti K-Pop Korea, budaya western dan lain-lain dibandingkan wayang. padahal, budaya Wayang ini merupakan salah satu budaya yang menarik, bahkan masyarakat asing sangat antusias dengan budaya kita yang satu ini. Tidak sedikit warga negara asing berkunjung ke negara kita hanya karena mereka ingin melihat dan menikmati berbagai kebudayaan yang kita miliki.

Penulis: Albertus Alexander Wonodihardjo

Student of Hotel and Tourism Business Universitas Ciputra